Cacatan Kecil

Kata-Kata yang Aku Kumpulkan

Lagi-lagi Kuliah (lagi)

Current Music: Lovewave – The Night

Jadi, setelah beberapa tahun lulus kuliah aku melanjutkan lagi kuliah tahun ini. Memilih universitas lebih mudah karena pilihannya sangat minim. Sedih. Tapi lebih gampang milihnya. Tapi tetap sedih. Kondisinya sekarang adalah aku kerja dan sering keluar kota dalam rangka kerja namun sering tiba-tiba. Nah sebagian besar kampus negri yang mempermasalahkan absensi tidak menerima absen dengan asalan kerja. Kan sebel. Pilihannya tinggal kampus swasta. Dan saat memilih kampus ditemukannya Universitas Terbuka yang maha dahsyat. Jika absen karena bekerja bisa dimaafkan. Dianggap hadir. Bahkan bisa memilih untuk tidak masuk kuliah sama sekali. Wow banget. Dan dikarenakan ada isu mutasi ke pelosok akhir-akhir quater pertama semakin meyakinkan ku untuk masuk UT. Bisa pindah kampus dengan mudah atau tidak pindah, hanya pindah tempat ujian saja.

Ternyata untuk orang yang disiplin dirinya rendah dan apatis sangat tidak disarankan masuk UT. Diam-diam tugas sudah menumpuk dan sudah dekat ujian saja. Aku menulis ini juga karena baru selesai mengerjakan tugas yang deadlinenya malam ini. Dari waktu yang disediakan yaitu seminggu hanya dipakai 1 hari. Penyebabnya adalah aku jarang membuka situs elearning dan saat membukanya terpukau oleh tugas yang muncul. Over whelm. Aku juga tetap mengambil tatap muka dengan dosen walau hanya 1 mata kuliah. Sekedar nostalgia dengan masa kuliah dulu. Merasa muda. Dan lagi solusi jika berhalangan hadir karena kerja juga bisa titip absen.

Semoga bisa lulus tepat waktu(secepat-cepatnya).

P.S. Setelah bekerja beberapa tahun dengan bos yang sering ngasih kerjaan mendadak dan mepet deadline aku jadi terbiasa dengan proyek prambanan. Semalam jadi. Tugas kuliah doang mah, heh.

Terjemahan Lepas

Current Music: Chaos Chaos – Do You Feel It

Sebutir Telur oleh Andy Weir

Kamu dalam perjalanan pulang ketika kamu tewas.

Kecelakaan Mobil. Tidak terlalu luar biasa tapi tetap saja fatal. Kamu meninggalkan istri dan kedua anakmu. Kematian yang tidak menyakitkan. Petugas medis berusaha sebaiknya untuk menyelamatkan mu, namun tetap saja tak berpengaruh. Tubuh mu begitu tercerai berai. Lebih baik mati, sungguh.

Dan saat itulah kita bertemu.

“Apa . . , apa yang terjadi?” tanyamu. “Dimana aku?”

“Kamu meninggal,” aku menjawab, sesuai kenyataan. Tidak ada gunanya bertele-tele.

“Tadi ada truk . . . dan truk itu terpeleset.”

“Yap,” jawab ku

“Aku . . . aku mati?”

“Yap, tapi tidak perlu sedih, semua orang mati,” kata ku

Kamu melihat sekeliling, tidak ada apa apa. Hanya kau dan aku. “Tempat apa ini?” tanya mu “Inikah alam baka?”

“Lebih kurang,” kata ku

“Apakah kamu tuhan,” tanyamu

“Yap,” jawabku “Aku Tuhan.”

“Anak-anak ku . . . istriku,” kamu berkata

“Ada apa dengan mereka?”

“Apa mereka akan baik baik saja?”

“Ini lah yang aku suka kata ku. Kamu baru saja mati dan yang kamu khawatirkan adalah keluargamu. Itu bagus sekali.”

Kamu melihat ku dengan terpesona. Bagi mu, aku tidak terlihat seperti tuhan. Aku hanya terlihat seperti seorang lelaki. Atau mungkin seorang wanita. Suatu sosok berkuasa yang samar, mungkin. Lebih seperti guru matematika daripada yang Maha Esa.

“Tak usah khawatir,” kata ku. “Mereka akan baik baik saja. Anakmu akan mengingatmu sebagai orang yang tanpa cela. Mereka tidak punya waktu untuk membencimu. Istrimu akan menangis di luar namun diam-diam merasa lega. Jujur saja, pernikahan mu mulai berantakan. Kalaupun hanya sebagai hiburan istrimu akan merasa sangat bersalah karna merasa lega.”

“Oh,” katamu. “Jadi, apa sekarang? Aku menuju surga atau neraka atau apa?”

“Tidak,” kataku, “Kamu akan renkarnasi.”

“Oh,” katamu, “Jadi Hindulah yang benar.”

“Semua agama benar dengan caranya sendiri,” kataku, “Mari jalan.”

Kamu mengikuti ku melangkah di kehampaan, “Kemana kita pergi?”

“Tidak ada tujuan, tidak kemana2,” kataku, “Lebih enak ngobrol sambil berjalan.”

“Jadi, apa tujuannya?” tanya mu, “Ketika aku terlahir kembali, aku hanya akan kertas kosong kan? Bayi. Jadi semua pengalaman dan semua yang aku lakukan dihidup ini tidak akan ada artinya.”

“Tidak begitu,” kataku. “Didalam dirimu terdapat semua pengetahuan dan pengalaman dari semua kehidupanmu terdahulu. Hanya saja kamu tidak mengingatnya sekarang.”

Aku berhenti berjalan dan mengiringmu. “Jiwa mu lebih agung, lebih indah, lebih besar dari yang bisa kamu bayangkan. Pikiran manusia hanya berisi sedikit bagian atas dirimu. Seperti mencelupkan jarimu ke segelas air untuk tahu apakah itu panas atau dingin. Kau meletakkan sebagian kecil dirimu ke dalam wadah, dan ketika kamu mengeluarkannya kembali, kamu sudah merasakan semua pengalaman yang dialaminya.”

“Kamu sudah menjadi manusia selama 48 tahun terakhir, jadi kamu belum terbiasa dan merasakan sisa kesadaranmu yang sangat besar. Kalau kita disini untuk waktu yang cukup lama, kamu akan mulai mengingat semuanya. Tapi tidak ada gunanya melakukan itu antara setiap kehidupan.”

“Sudah berapa kali aku direnkarnasi? “

“Oh, banyak. Banyak sekali. Dan dibanyak kehidupan yang berbeda,” kata ku. “Kali ini, kamu akan menjadi gadis petani di China pada tahun 540 sebelum masehi.”

“Tunggu, apa?” kamu tergagap. “Kamu mengirimku ke masa lalu?”

“Iya sih, secara teknis. Waktu, seperti yang kamu tahu, hanya ada di semesta mu. Keadaan berbeda ditempat ku berasal.“

“Dimana kamu berasal?” tanya mu

“Tentu,” aku menjelaskan, “Aku datang dari suatu tempat. Tempat yang lain. Dan ada yang lain seperti ku.  Aku tahu kamu ingin tahu seperti apa disana, tapi jujur saja, kamu tidak akan mengerti.”

“Oh,” katamu, sedikit kecewa, “Tunggu. Kalau aku direnkarnasi di waktu yang berbeda, aku bisa berinteraksi dengan diriku pada suatu saat.”

“Tentu saja. Terjadi sepanjang waktu. Dan karena masing masing hidup hanya menyadari kehidupannya sendiri, kamu tidak tahu bahwa itu sedang terjadi.”

“Jadi untuk apa smua ini?”

“Serius?” tanya ku. “Serius? Kamu menanyaiku apa makna hidup? Tidak kah itu sedikit klise?”

“Setidaknya itu adalah pertanyaan yang beralasan,” kamu bersikeras

Aku menatap mata mu. “Makna kehidupan ini, alasan aku membuat seluruh alam semesta ini, agar kamu dewasa.”

“Maksudmu umat manusia? Kau mau kami semua menjadi dewasa?”

“Tidak, hanya kamu. Aku membuat alam semesta ini untuk mu. Dengan setiap kehidupan yang baru kamu TUMBUH dan semakin dewasa dan menjadi intelegensi yang lebih besar dan lebih hebat.”

“Hanya aku? Bagaimana dengan semua orang yang lain?”

“Tidak ada yang lain,” kata ku, “Dalam alam semesta ini hanya ada kamu dan aku.”

Kamu menatap kosong ke arah ku, “Tapi semua orang di bumi . . .”

“Semua itu kamu. Kamu dari renkarnasi yang berbeda.”

“Tunggu. Aku adalah semuanya!?”

“Sekarang kamu memahaminya,” kata ku sambil menepuk punggungnya memberi selamat

“Aku adalah seluruh umat manusia yang pernah hidup?”

“Atau yang akan hidup, ya.”

“Aku adalah Abraham Lincoln?”

“Dan kamu adalah John Wilkes Booth juga,” tambahku.

“Aku Hitler?” katamu ngeri.

“Dan kamu adalah jutaan orang yang dia bunuh.”

“Aku Yesus?”

“Dan kamu lah semua orang yang mengikutinya.”

Kamu terdiam.

“Setiap kali kamu membuat orang lain menderita,” kataku, “Kamu mendatangkan derita kepada dirimu sendiri. Semua kebaikan yang telah kamu lakukan, kamu melakukannya kepada dirimu sendiri. Setiap kebahagiaan dan kesedihan yang pernah atau akan dirasakan oleh manusia mana saja, kamu yang merasakan.”

Kamu berfikir untuk waktu yang lama.

“Kenapa? Tanyamu pada ku. Kenapa melakukan smua ini?”

“Karena suatu hari nanti, kamu akan menjadi seperti aku. Karena itu adalah kamu. Kamu sejenis denganku. Kamu adalah anakku.”

“Whoa,” katamu ragu, “Maksudmu aku adalah tuhan?”

“Tidak. Belum. Kamu adalah embrio. Kamu masih tumbuh kembang. Ketika kamu telah mengalami hidup semua manusia disetiap masa, kamu sudah cukup matang untuk lahir.”

“Jadi seluruh semesta,” katamu, “Hanyalah. .”

“Sebutir Telur,” jawabku, “Sekarang saatnya untuk kamu melanjutkan ke kehidupan berikutnya.”

Dan aku mengirimmu ke jalan mu.

P.S. Aku tidak sengaja membaca cerpen ini. Menurut Andy Weis ini adalah konsep yang dia bayangkan ketika ingin agar apa pun yang terjadi hidup itu adil. Apa pun yang kamu lakukan ke orang lain kamu juga yang menerima. Baik atau buruk. Mungkin bakal ada yang tidak suka atau tersinggung dengan cerpen ini. Jika ada maaf ya. Penulisnya sendiri tidak benar-benar mempercayai konsep. Tapi menurutku ini konsep yang sangat menarik.

P.S.S. Eh pilkada gubernur Jakarta apa kabar ya? Dan sepertinya Ahmad Dhani menang sementara di Bekasi. Huft.

Ready, Set, GO!!!

Current Music: Elephant Kind – Oh Well

Tak terasa sudah 3 tahun blog ini terbengkalai. Dan tulisan terakhir mengenai samapta. Mungkin yang baca bakal mengira kalau blognya tidak di-update karena terjadi sesuatu padaku. Tapi tidak. Hanya motivasi menulis yang hilang. Lanjut dari tulisan sebelumnya, samapta melebihi ekspetasi, berat turun 10 kilo dalam 5 minggu, walaupun sekarang naik lagi. Oke ringkasnya, merayap; guling-guling; jungkir balik; lari; nyebur; tidur di got, kuburan, tenda di hutan, emperan waktu hujan, di atas aspal siang-siang tanpa baju dan sepatu; menembakkan senjata; baris berbaris; makan kayak kuli; gerak fisik setengah mati; lupa dengan dunia luar; standar higienis anjlok turun; dan tidak melihat wanita sama sekali. Oke, ringkasannya lumayan lengkap. Jikalau ada yang tertinggal wajar, sudah 3 tahun.

Banyak yang terjadi 3 tahun ini. Sulit diingat semua, namun semuanya membaik. Posisiku yang sekarang lebih baik dari 3 tahun sebelumnya. Bagus lah. Syukur ya. Ada beberapa kondisi yang aku harapkan berubah ternyata masih tidak berubah dan sebaliknya juga ada. Tapi overall semakin baik. Ya. Seperti meyakinkan diri sendiri ya?

Selama 3 tahun ini aku mencoba mencari hobi baru atau passion untuk digeluti. Jadi hidup tidak cuma bertahan hidup dengan kerja. Ingin juga menghasilkan sesuatu, lebih produktif. Salah satunya ya menulis ini. Rencananya ingin membuat novel dari kumpulan cerpen seperti buku 9 dari Nadira karya Leila S. Chudori. Mencoba membuat lagu dengan aplikasi FruityLoop yang berakhir sampai menginstal saja. Belajar Photoshop. Kembali memainkan gitar. Membuat game dengan GameMaker. Coding. Membuat film pendek. Whittling. Kerajinan kulit. Jogging. Sepedaan. Gym. Dan tidak ada yang bertahan. Sepertinya aku terjebak pada rencana yang mendalam tanpa eksekusi. Atau semangat menggebu-gebu di awal lalu kehabisan motivasi di akhir. Atau mungkin hanya suka ide bahwa aku bisa main gitar atau menulis atau apapun itu tanpa benar-benar menyukai kegiatan itu. Orang terkadang tidak bisa membedakan apa yang mereka cintai dengan apa yang mereka senang jika mereka sukai. Jelas gak? People usually can’t differentiate what they really love and what they love the idea of. Aku butuh sesuatu yang aku sukai dan bangga dikerjakan. Tidak harus hebat. Aku pernah membuat meja rak televisi. Hasilnya lumayan dan bangga akan hasilnya dan senang mengerjakannya. Mungkin lain kali akan mencoba lagi yang serupa. Menurutku itu penting untuk ditemukan. Agar aku tidak terjebak dengan pemuas nafsu atau kesenangan sesaat seperti belanja atau bully atau minum atau narkotika atau wanita atau apalah yang tidak produktif. Mungkin bahkan merusak. Tapi mungkin saja aku sudah dicuci otak karena membaca dan mendengar kata-kata motivasi yang sekarang sering diselipi dimana saja untuk menemukan passion dan lentara hidup. Whatever serve my cause. Oh Well, liriknya pas banget. Baru sadar. Hahaha.

P.S.: Karena sudah beberapa kali putus update-an, maka jika dan hanya jika putus update-an yang agak lama maka aku tetap meng-update seperti biasa. Tidak perlu alasan atau penjelasan. Ditakutkan karena tidak ada alasan yang tepat semakin membuat malas menulis.

Oh ya, asem banget. Aku sadar valentine tuh udah lewat dari karcis parkir motor. Padahal udah gak single lagi. Mengecewakan.

 

7 Hari Menjelang Samapta

Current Music: The Handsome Family Studio – Far From Any Road

Jadi sebelum mulai bercerita perlu dijelaskan dulu Samapta itu apa. Samapta itu sejenis kegiatan semi militer yang diikuti oleh setiap pegawai bea cukai. Seperti wajib militer di  Korsel sana. Jadi ada belajar baris-berbaris, merawat dan memakai senjata dan beberapa hal lainnya yang masih belum aku ketahui. Nah selama beberapa hari ini aku mempersiapkan barang-barang dan kebutuhan lainnya yang akan dibawa selama Samapta. Kalau persiapan fisik masih sedikit. Agak males juga lari-lari gak jelas siang-siang. Lebih bagus menikmati hidup selagi bisa. Konon kegiatan ini sangat berat dan tidak masuk diakal. Seminggu pertama kami semua tidak boleh mandi, ganti baju serta masuk ke barak peduli setan kalau sembahyang harus suci dari hadas dan najis. Padahal hari pertama kami direndam ke dalam bak air kotor. Menurut peserta tahun sebelumnya sih. Jadi ya ikuti ajalah. Apa yang disuruh di iyakan saja.Lebih kurang selama Sampata ini kami makan 3 kali sehari tapi sekali makan hanya diberi waktu 3 menit. Kalau tidak perlu dikunyah ya telan saja. Oh ya, kami semua akan ditemani Kopasus dimana kami berbeda kasta dengan mereka. Kopassus nyuruh-nyuruh sambil marah, kami menurut sambil sok tegas.

Selama acara ini berlangsung juga, selama 5 minggu, kami tidak bisa berhubungan dengan dunia luar. Hape, tablet, laptop tidak diperbolehkan untuk dipergunakan. Jadi jika selama kami semua ikut Samapta Indonesia sudah ganti presiden atau Manchester United jadi peringkat satu aku tidak akan tahu. Yang mungkin akan aku rindukan adalah waktu santai untuk melamun.  Oh ya acara anime Log Horizon yang aku ikuti juga akan tamat ketika aku masih Samapta. Padahal jarang ada anime yang ceritanya komplek tapi mudah diikuti, bukan cuma adu jontoh dan adegan echi. TV Series True Detective juga akan mengakhiri season 1 nya ketika aku terjebak di sana. Cerita yang digerakkan karakter degan pacing yang lambat tapi akting yang luar biasa. Sinematografinya juga cukup layak masuk bioskop. Lagu di atas juga merupakan opening tv series ini.

Tulisannya kembali keluar jalur. Mau nulis apa lagi ya, kayaknya sekarang sudah agak sulit menulis yang panjang-panjang. Gak bisa berkonsentrasi pada satu hal dalam kurun waktu yang lama. Kebanyakan baca artikel pendek. Mungkin karena biasanya membaca 140 karakter. Harus memperbanyak baca buku lagi. Setelah Samapta mungkin.

Semoga setelah kelar Samapta aku sudah bisa pakai senjata api jika Indonesia diserang zombie. Walaupun keluar dari sana pasti hitam dan botak semoga jadi sixpack. Amin.

 

Awal Tahun

Current Music: Banda Neira – Berjalan Lebih Jauh

Awal ini aku sedang di Jakarta. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya jakarta banjir di bulan-bulan awal tahun. Bedanya di saat itu aku hanya berkunjung sebentar untuk meneruskan perjalanan ke Yogyakarta kali ini aku sedang menetap. Intinya kosaanku kebanjiran.

Aku begadang seperti biasanya, nonton dan berinternet ria ketika diluar sedang hujan deras. Sekitar jam 2 dini hari baru tertidur. Keesokan harinya ketika aku turun menuju lantai 1 baru sadar kalau kosan ku kebanjiran. Barang-barang dipindah ke tempat yang lebih tinggi. lantai kotor dengan air berlumpur, sudah surut tapi masih kotor. Ternyata air masuk pada saat tengah malam. Padahal aku masih sadar. karena perut lapar langsung beranjak untuk ke warteg untuk meencari makan ternyata banjir di depan gang lebih dalam. terpaksa berbasah-basah sendal untuk menyebrangi banjir. Banyak warung yang tutup. Pilihan semakin sedikit. Ketika kembali baru sadar kalau sudah mati lampu dari malam. aku gak sadar karena laptop pakai baterai dan sudah mematikan lampu. Sampai malam tidak hidup juga. Kemudian mengungsi ke kosan teman sekalian numpang ngecharge laptop dan hp. Dari dia baru tau kalau banyak teman lain yang juga kebanjiran bahkan kantor juga. Akhirnya aku nginap sambil maen Crash Team Racing. Nostalgia. Ternyata listrik hidup kembali jam 3 sore keesokan harinya. Listrik padam selama 39 jam. Parah.

Pada bulan ini juga aku mulai pakai seragam bea cukai. Kayak satpam sih. Tapi keren. Kelihatan lebih kurus. Gak bisa nongrong sembarangan lagi karena membawa nama kantor. Bulan ini juga ada acara Hari Pabean Internasional. Banyak acara dan makan gratis. sehari makan cuma dari acara itu saja. Ada pertunjukan drift mobil dan yang mengemudi adalah cewek. Lupa namanya Alinka atau Ilingka. Tapi cewek bisa ngerif gitu seksi abis. Aku parkir seri aja keluar keringat dingin.

Coretanlepas

Mencintai sepak bola dengan penuh kekhidmatan. Menulis sesuka hati.

The Pyxis in You

Seni itu bernyawa

Brumwords

About world you'll leave behind anytime soon.

Kata-Kata Dicta

Kepingan Kata yang Mengharapkan Sebentuk Arti Bagimu

FIKSI LOTUS

Kumpulan Sastra Klasik Dunia

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

Design a site like this with WordPress.com
Get started