Setiap manusia itu unik. Berbeda satu sama lain. Terbentuk oleh banyak hal yang menjadikannya. Baik dari genetik, interaksi dengan manusia lainnya, olah fikir yang dilakukannya, hingga ilmu dan insight-insight dalam setiap perjalanan yang ia simpan.… Lainnya
COMPLICATED, BUT…
Halo Teman, perkenalkan, aku Dian. Aku adalah seorang ibu muda yang malam ini bukannya tidur cepat, malah memilih begadang dan menyalakan komputer untuk menuliskan tulisan ini yang tiba-tiba saja terfikir untuk aku tuangkan segera dalam tuts keyboard.
Kata orang yang belum mengenalku, aku ini kalem, kutu buku dan kadang suka menyendiri. Kata teman yang suka bermain denganku, aku ini cerewet, kadang melakukan hal konyol (garing mungkin lebih tepatnya ya..hehe), dan suka memiliki banyak ide baru. Dan, kata keluargaku, aku ini anaknya manja, tapi suka belajar dan ceria.
TAPI… kata diriku sendiri, aku ini orangnya suka sekali memikirkan banyak hal abstrak dan kadang jika kuceritakan pada orang lain, belum tentu mereka memahami maksudku. Ada banyak hal aneh yang kadang melintas di fikiranku yang rasanya ingin sekali kulakukan. Ada banyak angan dan impian baru hampir setiap hari yang menari-nari di benakku untuk aku coba wujudkan. Ada banyak pengalaman baru yang rasanya ingin kujelajahi dan kukejar. Aku suka sekali membayangkan semua hal indah dan menakjubkan yang ada di dunia ini. Aku sering bereksperimen dengan banyak rasa yang muncul dalam hatiku untuk kuterjemahkan maknanya. Aku senang membaca sekitar baik manusia atau peristiwa yang menyertainya. Aku senang menebak apa yang dirasakan orang yang ada di dekatku dan mencari tahu bagaimana cara terbaik yang harus kulakukan untuk berinteraksi dengannya. Apa yang bisa kita sebut untuk semua ini? Ya mungkin akan lebih mudah kalau aku bilang bahwa aku ini complicated. Sangat complicated.
Kadang aku juga berfikir bahwa aku ini bisa memiliki hal yang berlawanan sekaligus. Di satu sisi aku seolah pendiam, namun aku memikirkan banyak hal untuk bisa muncul melakukan sesuatu. Di satu sisi aku seolah anak normal yang suka menghindari konflik, namun di dalam hati aku menyimpan banyak penilaian dan melakukan perbandingan realita dengan idealisme yang aku punya. Disatu sisi aku terlihat ceria dan terlihat semua baik-baik saja, namun dalam hati aku menyimpan rasa melankolis yang kadang muncul begitu saja hanya oleh hal-hal kecil. Begitulah.. sangat paradox ya? Hahaha.. maafkan jika membuatmu harus mengernyitkan dahi karena membaca tulisan ini.
***
Aku seorang ibu muda dalam realitas. Yang selalu mencoba untuk full menjadi ibu muda sepenuhnya dalam kenyataan maupun dalam benak. Dan bagiku ini adalah sebuah perjuangan. Perjuangan karena aku harus dapat mengendalikan keseimbangan antara dunia nyata yang kujalani dengan dunia khayal yang kadang menggelitik untuk kujajahi. Ya, bisa disebut, “I’m a dreamer”. Pemimpi. Dan aku bahagia dengan itu.
Dalam kehidupan ini, dari kecil hingga saat ini, aku sering sekali membayangkan akan masa depan. Bagiku masa depan adalah suatu misteri yang tiada habisnya. Aku suka sekali membayangkan apa yang akan aku lakukan di masa depan? Akan jadi apa aku nanti? Dan akan jadi apa masa depan itu sendiri bagiku nanti?
Aku senang membayangkan banyak kemungkinan dan peluang yang membentang menawarkan jalan menuju kesana. Entahlah, rasanya dengan memikirkan ini, hidup terasa jauh lebih menarik dari biasanya. Ia seolah menjadi potongan-potongan puzzle yang harus kulengkapi satu persatu dan membuatku terus bertanya akan menjadi apa semua akhir potongan ini di akhirnya? Hidup ini seolah memiliki banyak tikungan dan labirin yang harus kupilih dan membuatku bertanya akan di titik seperti apa ia berhenti nantinya?
Aku juga suka mengingat-ngingat masa lalu. Masa lalu bagiku seperti mengintip buku kisah menakjubkan yang nyata. Perjalanan yang dialami terasa seperti alur cerita yang memuatku sendiri menjadi salah satu tokohnya. Masa lalu menawarkan banyak jawaban atas pertanyaanku terdahulu tentang masa depan. Masa lalu menawarkan aku untuk menyelami lebih jauh tentang hidup yang penuh dengan kejutan dan pembuktian.
***
Kadang dalam hidup ini aku bertanya-tanya, untuk apa aku ini ada? Apakah aku ini nyata? Apakah semua yang aku lakukan saat ini hanya lintasan tanpa arti? Atau memang semua yang aku lakukan ini berarti?
Seiring munculnya pemahaman dan pengalaman baru, seiring bermunculan juga banyak pertanyaan yang ingin kucari jawabannya dan kuselami maksudnya. Berat sungguh, karena rasanya fikiranku selalu penuh. Penuh dengan hal-hal semacam itu yang selalu mempertanyakan apapun yang aku lakukan. Apakah berarti? Apakah layak untuk kulakukan? Apakah pantas untuk aku perjuangkan?
Ya, semua pertanyaan ini tak akan bisa terjawab, bahkan tak akan pernah dapat terjawab, jika aku tak mengerti apa pusat semua ini? Jika aku tak pernah juga mencari tahu untuk siapa semua ini? Dan darimana semua ini?
Semua pertanyaanku tentang kehidupan itu hanya akan menjadi lubang hitam yang menganga dan menyedot habis energi yang kumiliki tanpa tahu ujungnya jika aku tak mencari pusat energi sejati yang menggerakkan semua ini.
Semua pertanyaan tentang segala fragmen yang kualami hanya akan menjadi gaung kosong yang terus memantul dan membentur segala sisi hingga akhirnya berhenti dan sunyi jika tak ada yang bisa menampung dan membalasnya.
***
Dan ternyata..
Semua kerumitan yang aku ciptakan sendiri, hanyalah sederhana saat aku mulai mengenalNya..
Mengenal Dia Yang Maha Mengenal hambaNya.
Saat aku kesulitan memahamkan apa yang aku fikiran dan rasakan pada orang lain bahkan pada diriku sendiri, Dia datang dengan segala pengertianNya.
Saat aku kesulitan menerima apa yang sudah terjadi, Dia datang dengan segala KebijaksanaanNya.
Saat aku gelisah dengan misteri apa yang akan kujalani, Dia datang dengan segala Janji dan PerlindunganNya..
Allah.. Rabb yang tiada satupun sulit dan rumit dalam genggamanNya.
Dalam dekapanNya, aku perlahan mengerti bahwa semua ini, semua pertanyaan, semua angan, dan semua perjalanan yang aku lalui, adalah skenario yang berasal dariNya.
Tidak ada yang kebetulan. Semuanya adalah desain yang sangat sempurna.
Sempurna tiada satu cela pun.
Sempurna, jika segala benak, segala tanya, dan segala angan yang muncul dalam diri ini full melibatkanNya..
Karena yang rumit itu adalah diri yang terus mengandalkan diri sendiri. Diri yang hanya terus berpusar pada diri sendiri.
Apapun fragmen yang Dia hadir padanya, apapun itu akan menjadi terasa begitu jelas dan bisa dipahami.
Sesederhana itu…
Namun seistimewa itu.
#Alhamdulillah
***
Bandung, 28 Januari 2020
Malam saat anak-anak dan suami sudah tertidur.
Bagaimana Sih Cara Membuat Anak Mencintai Buku???
Berikut adalah beberapa tips yang insya Allah sudah saya dan suami coba praktekan untuk anak kami.. ![]()
>SEBELUM ANAK LAHIR<
1. Mulai menabung atau MENYISIHKAN BUDGET untuk buku-buku tertentu yang harganya lumayan mahal misal, paket ensiklopedi anak, paket Cerita Rasul, ataupun paket buku anak lain yang perlu persiapan dana lebih (saat ini sudah banyak yang menerbitkan dan menjual) . Mempersiapkan budget untuk buku-buku khusus tersebut sebelum anak pertama lahir atau sebelum hamil, akan sangat membantu dan meringankan, mengingat setelah anak-anak lahir dan besar, mungkin alokasi dana kita mulai banyak terkuras untuk banyak hal lainnya pula. Selain itu, menyiapkannya sejak pertama akan bermanfaat sekali karena akan terpakai oleh semua anak kita nantinya dari mereka kecil. Namun, menyiapkannya jika sudah anak-anak lahir pun tidak mengapa jika kita mampu, tidak ada kata terlambat.
(Alokasi budget di atas, di luar alokasi budget buku rutin bulanan kita yah.. Yang saya sebut di atas, khusus paketan buku-buku yang harganya cukup tinggi, di atas 1 juta rupiah)
2. Saat HAMIL, usahakan sang ibu menyempatkan diri untuk lebih sering BERINTERAKSI bersama BUKU. Tentunya, pilih bacaan yang bernilai positif dan bermanfaat. Jika kita berharap anak kita kelak meneladani tokoh tertentu yang mengagumkan, membaca buku yang berisi sejarah hidup atau biografi tokoh tersebut bisa menjadi pilihan yang baik.
3. Perbanyak INTERAKSI bersama SI KECIL/JANIN dan BUKU yang kita baca saat hamil, misal dengan banyak membacakan atau menceritakan isi buku tersebut, sambil mengelus si kecil yg berada di dalam perut. Buku yang dapat bersuara/audio book juga sudah bisa kita gunakan sering-sering jika kita memilikinya. Perbanyak berdoa pula untuk kebaikan si kecil.
>SETELAH SI KECIL LAHIR<
1. SAAT anak masih BAYI
> Ketika BELUM bisa DUDUK:
– Khusus buku yang bisa dia pegang sendiri, saya lebih memilih buku berbahan kain lembut yang bisa dicuci (buku kain/buku bantal) untuk dia pegang dan mainkan sesuka hati. Karena, di usia-usia tersebut, fokus ketertarikannya adalah pada tekstur, warna, dan suara. Untuk suara, teether book (yang terdapat gigitan dan bunyi keremes nya, berbahan kain) bisa jadi pilihan pula. Buku tersebut insya Allah aman untuk mulai si kecil berinteraksi secara fisik dengan buku.
– Untuk buku berbahan kertas yang gampang sobek, menghindari kerusakan buku, kenalkan lebih dahulu dengan cara dibacakan dan diperlihatkan gambar-gambarnya saja.
>SETELAH si kecil dapat DUDUK tegak:
– Buku berbahan keras yang tidak mudah robek sudah dapat diberikan untuk dia bolak-balik sendiri.
– Semua buku yang diperkenalkan, berikan pada si kecil sesuai masanya. Konten yang positif, simple, dan dominan dengan gambar dan berbagai warna yang menarik.
– Tunjukkan nada dan ekspresi antusias kita ketika kita mengenalkan si kecil dengan buku, karena, bagaimanapun dia akan merekam dalam ingatannya,, bahwa berinteraksi bersama buku itu menyenangkan.. ![]()
2. SAAT Anak BALITA
– Upayakan untuk rutin membacakan buku/cerita dari buku tersebut dengan bahasa yang menyenangkan dan dimengerti anak. Waktu-waktu yang baik adalah saat anak dalam keadaan rileks, bersih, dan tidak lapar. Misal, sebelum tidur siang atau sebelum tidur malam atau di waktu lain sesuai kebiasaan dan jadwal anak.
– Kenalkan anak akan kepemilikannya terhadap buku-bukunya. Ajarkan pula untuknya menjaga dan menyayangi buku tersebut agar buku terjaga dari kerusakan. Misal: “Ini buku punya Meru, buka bukunya perlahan-lahan yah.. Bukunya disayang..”
– Taruh buku-buku kesayangannya di tempat yang dapat dia jangkau dengan mudah, misal di rak buku paling bawah, dengan tetap kita pantau. Untuk buku berbahan kertas yang mudah sobek, pastikan anak sudah mengerti akan konsep penjagaan dan kehati-hatian pada bukunya seperti yang tertulis pada poin sebelumnya.
– Rencanakan agenda khusus berjalan-jalan bersama ke toko buku. Ajak dia dengan antusias, dan ceritakan apa saja yang ada dan menarik di toko buku tersebut. Kunjungi bagian buku anak-anak agar dia semakin betah dan antusias.
– Rajin-rajinlah bercerita kepada anak, kapanpun kita sempat bersamanya. Tidak harus sambil membaca buku. Kegiatan ini dapat kita lakukan sembari memasak, membersihkan rumah, ataupun berjalan-jalan. Gunakan imajinasi kita terhadap segala sesuatu disekitar kita untuk merangsang pula daya imajinasinya dan rasa ingin tahunya.
– Terakhir, semua kegiatan di atas dari sejak hamil, lakukan dengan bekerjasama bersama pasangan kita. Samakan pandangan dan misi kita akan pentingnya mencintai buku sedini mungkin pada anak kita.
****
Sekian, lebih kurangnya silahkan ditambahkan atau disesuaikan dengan masing/masing kondisi keluarga anda.. ![]()
Semoga, tips-tips di atas bermanfaat untuk perkembangan anak-anak kita.
Dan semoga kita semua dapat melahirkan generasi-generasi penerus yang senantiasa mencintai ilmu dan menebar manfaat.
Karena, peradaban manusia yang gemilang terlahir dari manusia-manusia yang mencintai ilmu dan senang belajar.. ![]()
Dan semuanya itu berawal dari kita sebagai orang tua mereka.
Seperti gagasan dari salah seorang pakar pendidikan anak (Ayah Edy) bahwa “INDONESIAN STRONG FROM HOME”
Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin….
***
Tasikmalaya, 21 September 2014
TENTANG ENERGI

Energi tidak muncul sendiri..
Ketika kita diberi, Energi harus dialirkan (diproses)..
Energi adalah rezeki.. Energi adalah amanah..
(puisi Suami subuh ini).
***
Suatu waktu kepala saya mumet.
Jadi, di otak rasanya udah banyak banget list yang mesti dikerjain dan tahu tujuan ngerjain itu..
Ide, konsep, atau apapun hasil pemikiran maupun diskusi bareng suami yang tinggal dieksekusi.
Rasa mumet itu kayak bikin si kepala berkabut, dan berat..
“Hun, kenapa ya kalo pas giliran ke teknis, kayak pusing gini?” tanya saya pada Suami
“ Itu soalnya.. Otak udah nyuruh kerja, tapi tangan masih gak ngerjain.. Jadi nge-hank..” jawabnya.
Dug!
Jawabannya.. itu banget yang Saya rasain..
Nge-hank.. kata yang tepat banget buat gambarin kondisi Saya di atas.
Otak udah nyuruh kerja, tapi tangan masih gak ngerjain
Kok bisa bikin kondisi kayak stuck gitu ya?
Mikir..mikir..mikir..
Aha..!
Bayangin…
Jika ide, desain, konsep, pemikiran atau apapun itu yang ada dalam otak kita adalah suatu energi.
Energi yang tentu aja gak kelihatan.. hanya berbentuk visualisasi atau imaginasi di benak kita.
Kita tahu mesti ngapain, kita tahu harus gimana, dan kita tahu mau apa..
Energi itu muncul di otak alias fikiran, dan terus nambah setiap kita punya ide baru ataupun mikirin hal baru.
Kayak misalnya, kita habis mempelajari sesuatu atau mendapatkan suatu ilmu..
Ilmu yang menjadi informasi yang diterima otak kita.. dan tentu menjadi tambahan energi baru yang muncul di otak kita.
Kemudian oleh kita diterjemahkan menjadi rencana aksi yang semua itu masih dalam tahap imajinasi atau bayangan yang gambarannya dapat kita lihat di fikiran kita.
Menjadi tambahan energi lagi dan lagi..
Jika tidak dikerjakan, kebayang gak semua itu hanya numpuk di otak kita?
Mungkin ibarat air yang mampet, gak punya saluran untuk mengalir, berubahlah air itu menjadi sarang penyakit. Jentik nyamuk, bakteri dan semacamnya yang akhirnya hidup di air tsb.
Berbeda jika air tsb mengalir..
Contoh nya dalam pelajaran sekolah dulu,,
Energi yang tersimpan dalam air, adalah energi potensial.. masih berupa potensi..
Ketika air itu dialirkan, berubah bentuk lah energi itu menjadi energi gerak..
Dan akhirnya ketika energi gerak itu menggerakkan mesin turbin berubahlah energi itu menjadi energi listrik yang akhirnya energi listrik itu kita ubah menjadi berbagai energi lain yang bermanfaat untuk kehidupan..
Seperti itulah energi..
Begitu pula energi yang tersimpan dalam otak kita.
Dia butuh saluran.
Dimana saluran itu adalah berupa realisasi dalam bentuk tindakan.
Energi fikiran, berubah bentuk menjadi energi aksi.
Energi aksi berubah menjadi energi lain.. baik itu semangat, persistensi, manfaat, dan sebagainya..
Sehingga diri kita secara individu utuh adalah sebuah energi itu sendiri..
Yang jika positif, akan dapat menjadi sumber energi pula untuk individu yang lain..
Entah itu untuk teman, keluarga ataupun masyarakat.
Energi yang dapat meng”hidupkan”.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (Al Hadits)
Jika dihubungkan dengan energi.. ya mungkin bisa diibaratkan manusia yang baik adalah manusia yang energi positifnya, baik itu yang ada di fikiran dan hatinya, terus-terusan diubah menjadi bentuk energi lain, yaitu energi kerja atau gerak, energi aksi yang menjadi kebaikan dan kebermanfaatan untuk dirinya.. dan kemudian di rubah kembali menjadi energi yang menggugah orang lain untuk juga memiliki energi positif dalam hati dan fikiran mereka dan kemudian mereka ubah juga menjadi energi kerja dan aksi mereka..
Sehingga, energi itu terus menyebar… dan terus berubah bentuk menjadi kebaikan untuk banyak individu ataupun lingkungan.
Dan jika kita perhatikan.. orang-orang hebat di luar sana, saya yakin bahwa mereka adalah individu yang berhasil dalam merubah dan menyebarkan energi potensial yang tersimpan dalam dirinya (hati dan fikirannya) menjadi energi yang menggerakkan dan membuat orang lain terkena aliran energinya.. (energi yang positif).
Semakin tinggi level aliran energinya pada sekitar.. semakin tinggi pula dampak dan kebermanfaatannya..
Berkaca pada diri..
Jadi..
Sebanyak apa energi positif yang sudah masuk ke dalam diri dan sudah menunggu diri ini mengalirkannya pada aksi?
Dan sejauh mana level aliran energi ini? Sejauh mana energi aksi ini berubah menjadi energi yang mengalirkan energi baru untuk sekitar?
“Ya Allah..tenangkanlah hatiku dan jadikanlah aku orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk (HR. Bukhari).
***
Bandung, 21 November 2018
By : Siti Nurhardianti
JALAN CINTA PARA PEJUANG OLSHOP ❤️

Setiap saat adalah pilihan..😊
Termasuk memilih ilmu seperti apa yang mau Kita amalkan..
.
Karena ilmu itu ada yang menuntun pada kebaikan ada pula yang menuntun pada sebaliknya.
.
Di era online ini, sangat wajar bahwa semua batasan makin terlihat blur.. 🤓
.
Termasuk ilmu perbisnis olshop-an..
.
Yang semua nya tentu bertujuan untuk mendapatkan closing dan profit sebesar-besarnya..
.
Namun..
Nyatanya tekniknya beragam..
.
Yang jika kita pahami dan renungi.. tidak semua tekniknya sesuai dengan tuntunan, adab dan etika yang dibenarkan..
.
Demi profit.. nyatanya masih banyak yang menggunakan teknik yang kurang etis ataupun tidak sesuai dengan adab yang benar.. 😦
.
Tujuannya sama.. namun caranya berbeda.. dan yang sedih adalah keliru..
.
Padahal..
Berniat memperoleh profit dengan cara yang tidak etis, hanyalah menuai keuntungan yang semu..
.
Sisanya adalah kerugian yang besar…
.
Rugi dunia.. karena dicabutnya ketenangan dan keberkahan..
.
Rugi akhirat.. karena balasan yang menanti.
.
Karena bisnis bukan sekedar hitungan materi.. melainkan bisa menjadi sarana Kita menebar banyak manfaat bagi diri Kita maupun orang lain.. ❤️
.
Jika bisnis Kita jalankan dengan cara curang dan tidak etis.. lalu bagaimana mungkin Kita dapat menghasilkan manfaat?
.
Status ini Saya buat atas keprihatinan Saya pada merebaknya cara-cara yang tidak etis dalam dunia olshop..
.
Entah itu penjualan barang KW, pendomplengan nama brand lain untuk toko yang bahkan dia tidak menjual produk brand tsb, dsb yang bisa Kita nilai sendiri dengan fikiran yang jernih.. 😦
.
Saya percaya, saya atau siapapun yang menjadi objek dari ketidak etisan TIDAK mengalami “kerugian” karena Saya yakin bahwa Allah menilai segala langkah dan proses yang Kita jalani.. 💐
.
Namun Saya merasa prihatin dengan siapapun yang menjalankan cara yang “di luar koridor” tsb terlepas mereka dalam kondisi yang memang belum paham atau sengaja.. semoga Allah memberikan petunjuk Nya.. 🙏
.
Kita…
Para pelaku olshop.. sadar atau tidak, insya Allah adalah salah satu dari sekian banyak yang memiliki kesempatan menjadi penggerak ekonomi umat, bangsa, dan negara… ✊❤️
.
Bahwa jalan yang Kita pilih ini adalah salah satu jalan kita berkontribusi..
maka… semoga cara kita dalam menjalaninya adalah cara yang terbaik yang menjadi amal yang baik pula..❤️
.
Sekecil apapun..
Sesedikit apapun.. 🌸😊
.
Sungguh…
.
Tak ada yang sia-sia..
.
Tak ada yang tanpa “perhitungan” dari Nya..
.
Percayalah…
Karena…
.
Ini adalah “Jalan Cinta Kita..” 😊
.
Jalan Cinta Para Pejuang Olshop..❤️❤️
.
Aamiin.. insya Allah…
.
Barakallah fiikum.. ❤️😊
.
.
.
.
***
/By : Siti Nurhardianti
Bandung, 30 Oktober 2018/
TERJEBAK HUJAN BADAI DI TENGAH WADUK JATILUHUR

Tanggal peristiwa : 13/10/2018
Tempat : tengah waduk jatiluhur di atas perahu
Pagi ini kami terbangun dengan membawa ingatan akan pengalaman tidak biasa dan cukup menegangkan yang sempat kami alami kemarin sore.
.
Sore kemarin, sabtu 13 oktober 2018.
Di waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
.
Saya, suami, 3 putra kami (Meru, kaysan, Rahman), ibu mertua (ibut), kakak ipar & suaminya (Mba Tet & Mas) serta kedua anaknya (Zidane & Zia).
.
Berawal mendadak kemarin Siang, Mas mengajak kami sekeluarga, “Ke Jatiluhur, yuk!”
.
Kami yang memang dari dulu juga berencana suatu saat ingin kesana namun belum kunjung terlaksana, tanpa pikir panjang pun mengiyakan.
.
Dengan berbagai persiapan dadakan, kamipun berangkat dengan konvoi 2 mobil di waktu yang sebetulnya agak tergolong kesiangan karena satu dan lain hal, sehingga sampai di kawasan waduk dalam kondisi yang agak kesorean. Kami sampai ke waduk jatiluhur sekitar pukul 4 sore..
.
.
Cuaca saat itu cerah.
Danau buatan tersebut terhampar begitu indah.. membentang di hadapan kami.. kekuningan dan bening bersinar terkena pantulan sinar matahari.
.
Angin sepoi-sepoi, pemandangan sekitar yang hijau, membuat kami begitu enjoy menikmati suasana di waduk (danau buatan) itu.
.
“Naik perahu, yuk..”
Kami tak tahan untuk mencicipi sejenak menjelajahi waduk itu..
Berbekal pengetahuan yang kami dapat dari guide sekaligus Mamang yang mengendalikan perahu, kami bersemangat untuk merasakan sensasi mampir di kolam terapung (keramba ikan) di tengah waduk, dan bersantai2 sejenak di restoran terapung yang berdiri di tengah waduk tsb.
.
.
Satu persatu kami naik ke dalam perahu.
Menggunakan safety live vest yang seadanya, kami melaju perlahan dengan perahu motor kecil tsb.
.
.
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Membelah waduk yang tenang.. Dan cerah.
Campur rasa antara menikmati riak yang keemasan dan kengerian jika membayangkan kedalaman waduk ini..
.
.
Perjalanan menuju tempat terapung itu awalnya baik-baik saja..
.
.
Namun..
Tiba-tiba pemandangan di arah kami menuju, membuat kami semua berdebar..
.
Langit di hadapan kami menjadi begitu hitam..
.
Angin bertiup membesar…
.
Dan udara berubah menjadi dingin dan lembab… Sesekali cahaya kilat terlihat di langit.
.
Tanda hujan deras yang mirip badai akan segera tiba.
.
.
Semua diam.
Perahu terus bergerak ke depan.
Karena tidak mungkin kami kembali dalam kondisi seperti itu..
.
.
Jalan kembali lebih jauh.. Jika nekat kembali, bahaya terjebak badai di atas perahu mengintip.
.
.
Hujan belum turun..
Namun kegelapan suasana sudah mengepung.
Mungkin itu sekitar pukul 5 sore.
Menepi di daratan terdekat, sebelah kiri, juga bukan opsi ..
Tidak ada bangunan pelindung, hanya gundukan daratan gersang, tak dapat melindungi kami dari hujan dan petir yang mungkin datang.
Satu-satunya yang paling mungkin kami tuju saat itu hanyalah tujuan awal kami, yaitu restoran dan keramba ikan terapung yang bangunannya sudah mulai terlihat di depan sana.
Membelah kegelapan dan angin dingin, perahu terus melaju ke depan.
Kami semua hanya dapat pasrah..
Berdoa semoga kami semua selamat.
.
.
.
Hingga sampailah kami di pinggir dermaga kecil di tengah waduk itu..
.
Dermaga yang terdiri dari papan-papan kayu yang menghubungan antara satu keramba ikan dan keramba ikan yang lain di tengah waduk ini.
.
Di tengah kompleks keramba ikan itu, berdirilah restoran terapung yang nyatanya di luar ekspetasi.
.
Saya kira restoran tsb terdiri dari bangunan beton permanen.. ternyata restoran itu adalah saung yang full terbuat dari kayu dan papan..
.
Dikelilingi saung-saung kecil dan kolam keramba ikan terapung, restoran ini tepat terapung di tengah kompleks di atas waduk itu.
.
Saat perahu menepi, bergegas kami satu persatu turun.
.
Saya sambil menggendong si bungsu, berusaha berjalan melewati gerimis yang mulai turun dan angin yang semakin berhembus kencang.. berjalan perlahan di atas dermaga kecil yang menuju bangunan saung utama.
.
Semua nya berjalan beriringan untuk berteduh.
.
Perahu diikat kuat-kuat.
.
.
Dan..
Sesampainya kami semua di dalam saung utama yang disebut restoran terapung itu.. hujan deras pun turun.. disertai angin yang lumayan kencang.
Sesekali guruh terdengar.
.
Restoran itu sepi..
Hanya rombongan kami disini..beserta Mamang perahu dan koki resto.
.
Menatap ke arah waduk, angin membuat gelombang waduk menjadi terlihat lebih besar. Tidak ada satupun perahu yang sedang melaju. Sepi..
.
Berada dalam situasi seperti ini adalah pertama kali bagi Saya.
.
Fikiran yang “membayangkan” segala hal buruk, membuat Saya menatap suami dan bilang padanya, “Yah.. maafin bubu ya..kalau Bubu punya banyak salah..” berjaga jika sesuatu terjadi.. semoga saya meninggal dalam keadaan suami ridho..dan semoga Allah juga ridho..
.
Istighfar dan zikir… Berdoa padaNya..
.
Anak-anak yang masih murni menjadi penghibur kami.. amazing, mereka tetap riang. Bermain-main dan tetap ceria. Meski saat itu kondisi kami berada di tengah waduk dalam kondisi hujan badai.
.
Menghangatkan diri, kamipun memesan beberapa menu seperti air kelapa dan mie hangat sambil menunggu hujan berhenti.
.
“Kalau sampai malam, gimana?”
Sebentar lagi maghrib ternyata.. .
“Berarti malam kita balik laginya..”
.
Pasrah dan berserah diri pada Allah.. tidak ada jalan lain.
.
.
Alhamdulillah..
Tak lama kemudian.. maghrib.. hujan pun reda..
.
Tidak menunggu lama, segera kami semua kembali ke perahu..untuk melaju kembali ke seberang sana…
.
Suasana sudah gelap betulan.. bukan gelap mendung melainkan gelap karena matahari sudah terbenam.
.
Perahu tanpa lampu ini mengapung dalam kegelapan dan kabut yang mulai datang.
.
Terus perlahan melaju…
Hanya suara riak air dan suara motor perahu yang terdengar..
.
Sepi..
.
Cahaya kilat di langit sesekali terlihat..
.
Bergerak.. terus bergerak…
.
Menuju titik perhentian.
.
.
Kata Mamang Perahu, beliau tidak dapat menurunkan kami di titik awal.. karena titik tersebut sangat licin dan batu2 kecil serta lumpur pasca hujan tidak mungkin kami lewati.
.
Kami akan diturunkan di titik lain yang lebih mungkin dilewati jalan untuk naiknya..
.
.
Dan akhirnya kamipun sampai..
Ternyata di titik perhentian itu, kami tetap harus melalui sedikit lumpur untuk menuju jalan beton yang menanjak ke arah jalan raya tepi waduk di atas sana.
.
Membawa 5 anak dengan rentang usia 1-6 th membuat kami harus extra berhati-hati..
.
Mencoba turun dari perahu, mencari pijakan yang kuat di atas tanah basah berlumpur.. sampai mendarat aman di tanjakan beton.
.
Lalu setelah semua mendarat..
.
Kami masih harus terus berjalan menanjak ke atas.. terus menanjak.. menuju jalan raya yang Saya sebut tadi.
.
Sambil menanjak, Saya dan suami sesekali menoleh ke belakang.
Dan dibelakang kami terhampar di bawah.. waduk yang sore tadi saat kami datang terlihat indah dengan kilau keemasannya.. menjadi waduk yang berkilat dengan kegelapan dan kabut yang tebal yang barusan kami tembus.
.
.
Sungguh Allah Maha Pelindung….
.
Istighfar atas segala kesalahan kami.. Allah masih memberi kami perlindungan, kesempatan dan penjagaan..
.
Hingga pengalaman berharga ini dapat Saya tuliskan di esok pagi setelah kejadian itu.. dalam kondisi nyaman.. di kasur yang empuk dan kamar yang hangat.
.
.
Betapa Kita.. manusia adalah makhluk yang sangat lemah.
.
.
Disuguhi peristiwa Alam seperti itu saja kami tidak memiliki daya apa-apa.. membuat kami memikirkan kondisi orang-orang yang mengalami bencana alam akhir-akhir ini..
.
Sungguh.. Kita manusia.. adalah makhluk yang tidak memiliki kuasa apapun..
.
Bahkan atas diri Kita sendiri..
.
.
Sebelum Saya menulis ini, Suami bercerita.. bahwa tadi beliau bercakap dengan si Sulung kami, Meru yang bulan depan menginjak usia 6 th.
.
Begini kira-kira percakapannya:
.
Ayah: “Meru.. kemarin seru yah.. Kita ke danau melihat kebesaran Allah. Kemarin kan Kita naik perahu.. Meru tahu gak, kemarin Kita yang di perahu pada tegang?”
.
Meru : “Meru mah gak tegang..”
.
Ayah : “Kenapa?”
.
Meru: “Karena Meru berdoa sama Allah..”
.
Ayah: “Berdoa gimana, Meru?”
.
Meru: “Ya Allah.. lindungilah kami..”
.
Ayah: “ooh.. Meru berdoa disuruh sama Bubu ya?’
.
Meru: “Enggak..”
.
Ayah: “Disuruh sama Nenek?”
.
Meru : “Enggak..”
.
Ayah: “Trus kenapa Meru berdoa?”
.
Meru: “Iya kan Meru juga lihat (suasana mendung maksdnya). Trus Meru takut badai.. tenggelam.. jadi Meru berdoa sama Allah”
.
Ayah: “Meru berdoanya dalam hati?”
.
Meru: “Enggak.. Dikerasin.. trus dedek Zia ngeliatin..”
.
Ayah: (speechless)
.
.
Dan .. setelah kami ingat-ingat.. ternyata kemarin meskipun selama di perahu, langit sudah sangat hitam tinggal menumpahkan isinya saja… hujan deras baru turun tepat saat kami masuk ke dalam restoran terapung itu..
.
Benar-benar..
Semua adalah kekuasaan Allah…
.
.
Semakin kah Kita bersyukur? Semakin kah Kita taat padaNya?
.
.
Alhamdulillah.. alhamdulillah ..
.
Terimakasih ya Allah.. atas segala kesempatan yang Engkau beri…
.
.
****
By Siti Nurhardianti
*Ditulis di Bandung,
14 oktober 2018 pagi

Mau Kemana Kamu?
Ada masa ketika saya insomnia berhari-hari hanya karena satu hal:
Takut akan hari baru yang datang begitu cepat.
Insomnia alias sulit untuk tidur karena rasa yang seolah mencoba menahan memori, menahan waktu agar tidak cepat pergi.
Seolah dengan terjaga, waktu akan tetap sama, dan tidur adalah hal yang dapat mempercepat waktu berlalu.
Semacam ketakutan akan waktu yang terasa mengalir begitu cepat dan menyadari bahwa diri ini belum melakukan banyak hal yang berarti.
Hari berganti hari..
Minggu berganti minggu.
Bulan berganti bulan..
Sementara saya disini kadang terjebak dalam arus rutinitas yang nyaris sama hampir setiap harinya.
Dan yang terasa begitu berbeda adalah ketika terlihat anak-anak begitu cepat bertumbuh dan berbeda.
Waktu adalah fana..
Sefana kita yang ada di dalam arusnya..
Fana sefana segala materi yang kita cari setiap hari bersama kefanaan diri kita..
Fana sefana segala urusan duniawi yang kita tersibukkan di dalamnya..
Dan nyatanya yang pasti adalah:
kita yang semakin mendekat pada masa yang sebenarnya..
Kematian..
Gerbang menuju ke masa yang tanpa akhir..
Ke masa kita menjadi abadi dalam kehidupan di sana..
Hidup dalam kenikmatan selama-lamanya..
Atau..
Hidup dalam penderitaan dan siksa selama-lamanya..
Dan kefanaan ini adalah mutlak tanpa meninggalkan bekas apapun, jika tanpa diiringi pemaknaan dan amalan yang Rabb kita mau..
Karena yang tersisa dari kefanaan yang pergi hanyalah makna yang tersisa..
Makna apa yang melekat dalam jiwa..
Jiwa yang bagaimana yang terisi dalam masa fana ini..
Karena sesuai janjiNya..
Adalah jiwa yang menjadi penanda jalan abadi yang kita tempuh di alam abadi nanti..
Apakah jiwa yang membawa kepada kenikmatan abadi..
Atau jiwa yang membawa kepada penderitaan dan siksa abadi?
Astaghfirullahal ‘adzim……astaghfirullahal ‘adzim….
“Fa aina tadzhabuun…”
“Maka kemanakah kamu akan pergi?”
(QS At takwir: 26)
*Bandung, 25 Juni 2018
@sitinurhardianti
FIKIRAN…
Fikiran..
Mungkin ia adalah semacam Operating System yang Allah install pada makhluk bernama manusia..
Namun.. nyatanya ia lebih dari sekedar itu..
Fikiran yang membuat manusia, makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, berbeda dengan makhluk lainnya (hewan atau tumbuhan) .
Fikiran yang dengan ia, manusia bisa mengemban peran sebagai pemimpin di muka bumi ini.
Memakmurkan bumi dengan kemampuan yang dianugerahkan Allah untuk mampu membuat karya dan makna.
Namun, ternyata fikiran yang merupakan kelebihan manusia itu, justru juga menjadi kelemahan terbesarnya.
Fikiran yang ia bagai belantara lebat..
Tak semua manusia mampu melewatinya dengan selamat.
Fikiran yang ia bagai samudra luas.
Tak semua manusia mampu mengarunginya dengan tenang dan puas.
Fikiran bagaikan misteri tiada akhir..
Arena awal yang dilewati setiap manusia setiap detiknya sebelum langkah dan sikap nyatanya ada..
Fikiran yang setiap manusia bebas bisa melukiskan apa saja di dalamnya, tanpa batas..
Namun tetap akhirnya tanggungjawablah yang membuatnya harus dibatas.
Fikiran yang bisa membuat manusia menapaki jalan selurus-lurusnya,
Atau fikiran yang bisa membuat manusia menapaki jalan sebengkok-bengkoknya.
Fikiran yang bisa membuat manusia menjadi mulia semulianya..
Atau bahkan fikiran yang bisa membuat manusia menjadi sehina-hinanya..
Fikiran adalah jalan sunyi yang siapapun kecuali Sang Khalik, tidak dapat mengintervensinya..
Cerminan asli dari kesejatian seorang manusia tentang siapakah dia sebenarnya.
Fikiran dimana ia adalah ruang bebas berekspresi tanpa batas, baik ataupun buruk, ketika ia ingat ataupun sedang tak ingat akan siapa yang menciptakannya..
Fikiran, dimana tak ada satupun angka yang sanggup menghitung sejauh mana kedalamannya.
Fikiran.. yang membuat semua rasa larut harmoni..
Atau malah carut marut yang terjadi..
Fikiran yang bahkan manusia manapun tak dapat menentukan fikiran manusia lainnya..
Fikiran yang hanya penciptaNya lah yang bisa membolak-balikan sesukaNya..
Yang bahkan manusia itupun tak sanggup..
Sama sekali tak sanggup menguasainya..
Hingga hanya dengan harap ia mampu ucapkan..
Yaa Robbi.. tsabbit qolbi ‘alaa diinik..
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72).
*Bandung, 20 Maret 2018
Catatan sore hari saat hujan.
@sitinurhardianti
“Jangan Menyantet Diri Sendiri..”

Jangan menyantet diri sendiri..
Kalimat jleb yang saya dapat di workshop yang diisi oleh Bang Ical Ferzal @joypreneur beberapa pekan lalu yang masih terngiang-ngiang di kepala.
Apa maksudnya?
***
Sadar gak sih, kita (baca: saya) seringkali tanpa sadar sudah mencap diri kita sendiri begini.. bahwa diri kita begini.. begitu.. dll.
Berbekal pengetahuan sederhana akan diri sendiri dari berbagai metode penilaian kepribadian lantas seringkali jadi semacam pembenaran akan kita yang begini adanya. (Kita? Lo aja kali Dian..).
Misal, hasil penilaian, menyatakan bahwa kita introvert, lantas iya aja nurutin pas ketemu orang bawaannya agak males dan berujung pada kuper alias kurang pergaulan.. (contoh aja ya..padahal ngomong sama diri sendiri..hikss ).
Boleh-boleh aja menjadikan hasil penilaian kepribadian itu sebagai rujukan.
Namun, jadikan ia sebagai rujukan untuk bahan perbaikan diri agar semakin berkembang. 🙂
Oohh saya itu kuat nya disitu toh.. lemahnya disini.. gimana ya caranya supaya yang lemahnya bisa diminimalisir.. atau gimana ya caranya supaya kekuatan itu digunakan untuk menjadi lebih manfaat lagi untuk diri dan orang lain..
Karena.. Pada dasarnya manusia itu bisa terus berkembang.
Namun, faktor utama yang mempengaruhi seberapa jauh kita bisa berkembang salah satunya adalah mindset kita.
Mindset bisa terbentuk dari bahan-bahan yang masuk, baik sadar ataupun tidak.
Nah, pembenaran semacam “Ya gue emang begini.. mau gimana lagi” itu masuk nya ke dalam bawah sadar..
Semakin lama, semakin sering, semakin kuat membentuk alam bawah sadar kita..
Sehingga hasilnya ya “Gue yang kayak gitu” nya itu semakin menguat dan menguat.
Terus gimana donk?
Intinya adalah seberapa besar kemauan kita untuk membuka hati dan mengembangkan cakrawala berfikir menjadi lebih luas. 🙂
Karena ketika hati sudah tertutup, ya susah yang namanya masukin insight-insight baru. 😦
Dan siap-siap aja jalan di tempat. Karena fikirannya segitu-gitu aja.
Namun, jika kita membuka hati, maka bersiaplah setiap waktu akan menjadi banyak hal-hal baru yang menyenangkan. 😀
Insight-insight positif yang membuat fikiran pun mengembang gak terbatas terbebas dari pagar-pagar batas, pada yang kita tahu semata.
Sunnatullah setiap manusia adalah unik. Namun, tetap.. setiap manusia bisa terus berkembang menjadi lebih baik lagi dengan keunikannya tersebut.
Jadi..
Jangan menyantet diri sendiri..
Jangan berfikir sebatas diri yang begini..
Hanya karena belum banyak yang kita tahu, rasa dan maknai..
*Catatan&NasehatBuatDiriSendiri
**Ditulis bisi keburu lupa
***Bandung, 08 Maret 2018
By @sitinurhardianti
(PERNAH) Pengen Jadi Anggota DPR..
Dulu.. saya pernah punya cita-cita terpendam, yaitu… menjadi anggota DPR..
What?? Serius?
Iya.. seriuslah.. wkwk
Cita-cita yang mungkin rada aneh ya buat seorang anak jaman Now (ralat: sekarang udah jadi emak jaman Now denk..hehe.. 😀 ) buat yang namanya punya cita-cita yang berbau-bau politik kayak begitu.. hihi..
Ya namanya juga cita-cita..
Masa sih gak boleh?
Masalah realisasi, ya lain cerita..
***
Bermula dari jaman baheula, dari mulai SD dan suka baca.. Entah kenapa Saya udah tertarik baca-baca berita ataupun artikel-artikel yang bertema sosial, sejarah, dan politik. Entah itu koran, majalah, atau buku.
Kayak emejing gitu, mengamati betapa kompleksnya kehidupan manusia yang beragam kepentingan, historis, dan sosial budaya masing-masing bersatu menjadi suatu tatanan sistem yang memiliki aturan, nilai, kebijakan, dan visi bersama.. dan betapa semua itu terakomodir dengan alat yang bernama politik.
Wait.. maksudnya?
Nah.. politik yang saya bicarakan disini jangan dianggap sekedar parpol-parpolan yang kadang drama nya suka bikin kita sebel ya pemirsa..hihi..
Tapi, politik disini maksudnya adalah politik yang sesuai definisinya itu sendiri.
Kalau menurut Wikipedia sih, ada beberapa definisi dari politik secara umum, yaitu:
- Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
- Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
- Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
- Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Nah..
Terlepas dari apapun bentuk pemerintahannya, mau demokrasi kek, mau sosialis, mau kerajaan, atau khilafah sekalipun, yang namanya politik itu pasti ada.
Karena.. ya simpelnya, politik adalah cara untuk mengatur si pemerintahan itu sendiri..
Gimana caranya bikin tatanan dan kebijakan untuk kebaikan masyarakat itu sendiri.
Itulah politik..
Dan itulah menariknya bagi saya.
Nyeni banget deh..
Dulu, meski anak IPA, tapi mata pelajaran yang paling “gue banget” dan paling saya tunggu-tunggu adalah pelajaran sejarah.
Di pelajaran sejarah, deskripsi lebay nya adalah, saya merasa seolah masuk lorong waktu, hanyut dalam pusaran cerita dinamika manusia dengan segala baik buruknya. Dimana kalau kita amati, ya semua kisah dalam pelajaran sejarah itu terkait politik.
Mau itu pelajaran tentang peradaban kuno, perang dunia, ataupun sejarah Indonesia itu sendiri.. semua dinamikanya terkait erat dengan sebab akibat dari yang namanya politik..
Trus..
Alhamdulillah, dulu sempet juga mengalami masuk dalam dunia politik versi miniatur nya.. yaitu pas kuliah berkesempatan menjadi anggota Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), semacam DPR versi kampus gitu deh.. sampai 2 periode pula (eciee..)..
Dan… ya ampun.. itu salah satu organisasi yang istilahnya mah “gue passion bangetttt disitu..” wkwk
BLM yang biasanya punya image “ngapain aja sih??” ternyata behind the scene nya itu penting banget.
Dengan fungsi nya sebagai legislasi, aspirasi, dan monitoring, BLM menjadi semacam watch dog buat eksekusi-eksekusi kebijakan yang dijalankan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam ranah dunia mahasiswa.
Meski gak nyumbang banyak hal yang berarti, Alhamdulillah saya berkesempatan berkenalan dengan yang namanya proses perlegislasian, dari mulai proses perumusan, pengkajian, dan keputusan atas aturan-aturan yang dibuat untuk alat BEM dalam menjalan fungsi-fungsi kebijakannya dalam lingkup kemahasiswaan.
Dan yang namanya passion, ya itu dijalankan dengan senangggg hati..alhamdulillah..
Hingga saat ini berkecimpung dalam dunia birokrasi yang hanya bisa melaksanakan kebijakan yang sudah ada, kadang kalau jiwa perlegislasian itu muncul kembali sering jadinya jatuhnya greget sendiri.. hihi (u know what I mean.. ).
***
Trus??
Sekarang gimana?
Masih pengen jadi anggota DPR atau parlemen?
Jawabnya:
masih asal gak mesti lewat parpol..wkwk
Ya gak mungkinlah..
Iya sih emang, karena sistem kita saat ini untuk memasuki dunia politik mesti lewat parpol, yoweslah saya di tepi dulu. (Gak minat masuk parpol.. kalau ditawarin juga ogah). Tapi, ke depannya kalau tatanan dunia berubah, who knows?
Sambil menjalani jalan saya yang lain dengan baik yang Alhamdulillah sudah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Allah..
Saat ini jadi pengamat aja sambil menjadi bagian kecil dari sistem dengan menyumbang peran yang baik..
Gak konsisten amat sih sama cita-citanya..
Biarin.. wekkk :p
Kan tiap-tiap kita bebas memutuskan mana yang terbaik yang mesti kita jalani saat ini. Selama yang kita jalani okay dan memberikan sumbangsih yang baik untuk dunia ini.. why not?
Lah.. terus ngapain cerita ini?
Pengen aja.. habisnya tadi baca-baca berita politik jaman Now, jadi tiba-tiba kepikiran deh.. hihi..
***
Jadi..
Pesannya apa?
Pesannya adalah, buat orang-orang yang berkesempatan berkecimpung dalam dunia perumusan kebijakan tersebut, ingat-ingatlah apa why atau alasan kuat yang kalian miliki dalam memasuki dunia tersebut.
Bahwa politik bukanlah sekedar alat untuk bagaimana cara berkuasa, maka berpeganglah kembali kepada untuk apa politik itu ada..
Bahwa inti dari politik itu adalah cara mengatur untuk mewujudkan tatanan yang baik dan kebaikan untuk semua.
Seperti Rasulullah yang dengan kecerdasan, kepiawaian dan kemuliaan visi nya membuat tatanan peradaban yang super elegan bernama Madinah, kota dengan beragama suku dan agama (muhajirin, anshar, yahudi) bersatu dalam damai dan indah..
Seperti Rasululullah yang dengan kebesaran dan kejeniusan perhitungannya menggolkan perjanjian Hudaibiyah yang berpengaruh secara signifikan akan perkembangan peradaban di bangsa Arab saat itu dan islam secara umumnya..
Dan seperti yang banyak Rasulullah teladankan yang bisa kita teladani secara universal.
Karena pada dasarnya yang namanya kebaikan dan kebenaran itu memang berlaku universal dan lintas zaman.
Dan..
Harapan saya, semoga makin banyak orang-orang baik di luar sana yang makin mewarnai dunia politik kita..
Semoga juga makin banyak orang yang sudah berkecimpung dalam dunia tersebut yang berubah menjadi lebih baik dan lebih memahami visi yang sebenarnya untuk kebaikan dan kebenaran yang sebenarnya. (Aamiin….).
Udah.. itu aja ya curhatnya..
Sekedar mencurahkan fikiran dan isi hati..
Moga manfaat pokoknya mah..
Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…
*Bandung, 08 Maret 2018
By @sitinurhardianti
#OcehanEmak-emakPagi-pagiSuka-sukaHatiHanyaUntukBerbagiYangPentingHappy



