Percikan-percikan air menghujani wajahku
tatkala subuh belum tiba dan kantuk masih berkuasa.
Kembali ruhku kedalam jasad, terjaga dalam kesunyian.
Disambut senyuman bening berlatar indah alunan suara surgawi,
keluar dari wajah teduh yang basah oleh air suci.
Suara kepekatan malam masih terdengar sepi. Hening dan tenang.
Bersama kita mulai bermunajat, rukuk dan sujud penuh harap.
Hari ini..
Inginmu juga adalah inginku,
harapku adalah harap kita.
Menadah aku, berdo’a kita,
Puja dan puji hanya kehadhiratmu ya Allah,
Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Mu
Tempat kami bergantung,
Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan,
Tidak ada sesuatupun yang mampu menyerupai-Mu
Sholawat dan salam atas makhluk-Mu yang terbaik,
Panutan kami dan seluruh umat akhir zaman,
yang mengajarkan kami arti hidup yang sesungguhnya,
yang mencontohkan kami indahnya hidup berumah tangga.
Bahtera ini telah memasuki samudera luas,
tak tampak lagi ujungnya, begitupun pangkalnya.
Entah arah mana yang harus kami tuju,
Entah persinggahan mana yang harus kami datangi,
Untuk itu, berikan pada kami petunjukmu Ya Salam
Lindungi kami Ya Mu’min Ya Muhaimin
Gelombang demi gelombang menggetarkan peraduan kami,
Tak jarang, air laut bertambah asin karena air mata kami,
Aku yang selalu ego terkadang lupa untuk memahami,
Bersamaku saat ini ya Rabb,
sosok bidadari yang selalu mengalah, lebih mendahulukanku
bidadari yang selalu berkorban, demi keselamatanku
Banyak perkara yang ia fikirkan, ketika aku hanya berfikir satu.
Pelihara ia dari kotornya dunia ya Hafiz,
cukupkan segala keperluannya ya Muqit,
Karna Engkaulah yang Rahman dan Rahim..
Bersamaku saat ini ya Rabb,
sosok bidadari yang selalu mengingatkanku akan Mu
jadikan setiap pahalaku juga mengalir untuknya
jadikan setiap jariyahku juga menjadi jariyah baginya,
Oleh itu, lengkapi hari kami dengan zuriat yang sholeh sholeha ya Bari’ ya Mussawir
lengkapi hari kami dengan permata hati yang baik,
yang akan menegakkan asma mu dimuka bumi ini ya Wahhab, ya Razzaq, ya Fattah
Yang setiap do’anya akan mengalir pahala bagi kami ketia kami telah tiada ya Mujib
Kumpulkan kami kelak di Syurgamu ya Jami’
Sebagai raja dan ratu di istana megah yang tak terbayang,
di taman indah yang tak berujung,
dengan sungai-sungai mengalir indah penuh berkah.
yang tak mungkin kami kesana tanpa izinmu ya ‘Azim
Bersamaku saat ini ya Rabb,
Sosok bidadari yang Engkau sematkan cintaku padanya.
Lindungi ia, sayangi ia, bahagiakan ia.
Kuatkan kami, tebalkan Iman kami, tambahkan taqwa kami,
karuniakan kesabaran tak berujung, keikhlasan tak berbatas.
Terima taubat kami kabulkan do’a kami.
subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuun
wa salamun ‘alal mursalin
wal hamdulullahi rabbil ‘alamin.
Fazrol Rozi
January 1, 2013 at 4:58pm