Lengkap

Istriku cantik,yang ku cinta dan ku sayang,
yang selalu tersenyum,
meski kadang kala cemberut,

yang suka tertawa,
walau terkadang ia menangis,

kepribadiannya teramat dewasa,
disela kekanak-kanakannya,

tetap tenang disisi dengkurku,
tetap bertahan di lasak tidurku.

yang selalu mendorongku dari belakang,
tapi selalu tampil didepan ketika aku kewalahan.

santapku kurang tanpa bersamamu,
tidur gelisah bila tak ada mu.

kita berlomba kejar mengejar juz,
cengkerama kita ibarat majelis ilmu,
gurauan kita berhadiah pahala,
suapan kita bernilai sedekah,
keringat ku menafkahimu adalah jihad,
santunku menghadapimu adalah kebaikan untukku,
sabarku dan sabarmu,
semoga menuntun kita untuk bersama hingga di hari abadi.
أحب زوجتي

Lengkap

Manusia suci

Ku lihat orang-orang besar karena ilmu,
diselamatkan oleh Yang Maha Kuasa di zaman hidupnya,

melalui kesalahan atau pendapat ganjil yang mereka utarakan,
atau karena perkara lain yang diskenariokan indah oleh Sang Pencipta.

Mungkin agar kita sadar,

bahwa tidak ada yang terbebas dari kesalahan.
Ulama besar sekalipun.

Maka buka kekangan itu
dan teruslah belajar wahai aku.

10-3-15

Manusia suci

DO’A KU..

Percikan-percikan air menghujani wajahku

tatkala subuh belum tiba dan kantuk masih berkuasa.

Kembali ruhku kedalam jasad, terjaga dalam kesunyian.

Disambut senyuman bening berlatar indah alunan suara surgawi,

keluar dari wajah teduh yang basah oleh air suci.

 

Suara kepekatan malam masih terdengar sepi. Hening dan tenang.

Bersama kita mulai bermunajat, rukuk dan sujud penuh harap.

 

Hari ini..

Inginmu juga adalah inginku,

harapku adalah harap kita.

Menadah aku, berdo’a kita,

 

Puja dan puji hanya kehadhiratmu ya Allah,

Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Mu

Tempat kami bergantung,

Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan,

Tidak ada sesuatupun yang mampu menyerupai-Mu

 

Sholawat dan salam atas makhluk-Mu yang terbaik,

Panutan kami dan seluruh umat akhir zaman,

yang mengajarkan kami arti hidup yang sesungguhnya,

yang mencontohkan kami indahnya hidup berumah tangga.

 

Bahtera ini telah memasuki samudera luas,

tak tampak lagi ujungnya, begitupun pangkalnya.

Entah arah mana yang harus kami tuju,

Entah persinggahan mana yang harus kami datangi,

 

Untuk itu, berikan pada kami petunjukmu Ya Salam

Lindungi kami  Ya Mu’min Ya Muhaimin

 

Gelombang demi gelombang menggetarkan peraduan kami,

Tak jarang, air laut bertambah asin karena air mata kami,

Aku yang selalu ego terkadang lupa untuk memahami,

 

Bersamaku saat ini ya Rabb,

sosok bidadari yang selalu mengalah, lebih mendahulukanku

bidadari yang selalu berkorban, demi keselamatanku

Banyak perkara yang ia fikirkan, ketika aku hanya berfikir satu.

 

Pelihara ia dari kotornya dunia ya Hafiz,

cukupkan segala keperluannya ya Muqit,

Karna Engkaulah yang Rahman dan Rahim..

 

Bersamaku saat ini ya Rabb,

sosok bidadari yang selalu mengingatkanku akan Mu

jadikan setiap pahalaku juga mengalir untuknya

jadikan setiap jariyahku juga menjadi jariyah baginya,

 

Oleh itu, lengkapi hari kami dengan zuriat yang sholeh sholeha ya Bari’ ya Mussawir

lengkapi hari kami dengan permata hati yang baik,

yang akan menegakkan asma mu dimuka bumi ini ya Wahhab, ya Razzaq, ya Fattah

Yang setiap do’anya akan mengalir pahala bagi kami ketia kami telah tiada ya Mujib

 

Kumpulkan kami kelak di Syurgamu ya Jami’

Sebagai raja dan ratu di istana megah yang tak terbayang,

di taman indah yang tak berujung,

dengan sungai-sungai mengalir indah penuh berkah.

yang tak mungkin kami kesana tanpa izinmu ya ‘Azim

 

Bersamaku saat ini ya Rabb,

Sosok bidadari yang Engkau sematkan cintaku padanya.

 

Lindungi ia, sayangi ia, bahagiakan ia.

Kuatkan kami, tebalkan Iman kami, tambahkan taqwa kami,

karuniakan kesabaran tak berujung, keikhlasan tak berbatas.

Terima taubat kami kabulkan do’a kami.

 

subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuun

wa salamun ‘alal mursalin

wal hamdulullahi rabbil ‘alamin.

 

Fazrol Rozi

January 1, 2013 at 4:58pm

DO’A KU..

Mengapa aku berorganisasi?

Kawan, mungkin kau bertanya-tanya: mau maunya aku aktif berorganisasi.

Akupun terkadang sama, bertanya-tanya juga, mau maunya aku disuruh sama senior berlagak itu.
Atau, menghabiskan waktu untuk mempersiapkan suatu acara, yang aku sendiri tak mengerti apa isinya.
Atau, bergadang malam-malam membuat spanduk.
Atau, masuk hutan mencari bambu hingga tersengat lebah.
Atau, bersitegang menjelang pencalonan ketua baru.
Atau, menanggung beban dengan deadline kegiatan yang ngantri.
Atau banyak lagi…

Tapi entah mengapa, aku tetap bertahan disana.

Terkadang iri juga melihat rekan-rekan lain yang hidup tenang bahagia. Selesai kelas, mereka bisa pulang ke kos, ataupun ngumpul-ngumpul di kafe untuk sekedar bercanda ria. Betapa santainya..

Tak perlu mereka untuk memikirkan dana penerbitan majalah yang sangat minim.
Atau, konflik intern karena ramai yang rangkap jabatan.
Atau, proposal kegiatan yang belum ditanda tangani.
Atau, bertegang urat leher ketika rapat kerja.
Atau, tepe tepe tebar pesona menawarkan sebuah tiket seminar.
Atau merelakan diri tak pulang kampung karena ada pelatihan.
Atau banyak lagi..

Di tambah lagi tugas kuliah yang menumpuk. Huah. Senang rasanya melihat teman sekelas, memiliki banyak waktu untuk mengerjakan tugas, sedangkan aku.

Mobil untuk menjemput pembicara seminar belum ada.
siangnya harus dijemput kebandara.
Kemudian standby duduk manis sebagai ketua panitia.
Sorenya rapat lagi untuk acara esoknya.
Belum lagi tugas yang kemaren, soalpun belum ada.
Dan banyak lagi…
Huwow.

Kawan, maaf aku terlambat menjawab tanyamu.
Aku berorganisasi bukan karena mahir membagi waktu, justru karena tak mahir, aku berorganisasi.
Membagi waktu tanpa kegiatan itu hampir mustahil bagiku.

Aku berorganisasi bukan karena aku pandai, justru karena tidak pandai aku berorganisasi.
Melatih kebodohanku bersama rekan-rekan yang ingin belajar.

Aku berorganisasi bukan karena aku hebat, justru karena tidak hebat aku berorganisasi.
Orang besar tak akan menjadi besar sebelum melalui sebuah keadaan yang bernama kecil.

Aku berorganisasi bukan karena apa…
Aku tak mau, ketika tamat nanti, hanya sedikit cerita yang akan kubawa.

Fazrol Rozi
Tetap Semangat Mahasiswa 😀

Indahnya masa itu akan kian terasa, ketika kita tak lagi ada disana..

Mengapa aku berorganisasi?