Jakarta again and again in this 2008

Sebenarnya sih Medan ke Jakarta itu jauh, 2 jam naik pesawat n harganya lumyan mahal. Tapi, dalam 1 bulan belakangan ini aja, wa uda 4 kali ke Jkt, dimulai dgn Bandung, trs pulang, trs ke Jkt utk briefing, trs pulang, hanya 2 hari di Medan, trs berangkat ke Founders’ Trophy di Jkt lagi, trs pulang semalam, n tiba2 diberitahu oleh DIKTI bhw saya akan mewakili USU menghadiri workshop di Jkt Jumat ini, berarti besok harus berangkat deh ke Jkt lagi…

Yah, memang sih itu uang pemerintah, tapi kadang2 rasanya sayang aja. Trs belabelain hrs ke Jkt utk briefing lah, workshop lah, cuapeee deh… Senang sih kalo buat pengalamannya, tapi… I’m sick of being in the airplane.

Moga2 besok perjalanannya menyenagkan.

Comments (1)

Jakarta again

I’m flying again to Jkt tomorrow, and I’ll be back to Medan on Monday. Then, I’ll fly to Jkt again on Thursday. It will be a tiring journey, but worth of experiences….

Comments (5)

Pikir2 dan Komitmen

Hehe, aku ini cewek yg mungkin ga bisa lepas dari debat saat ini, hehe. Jika saya pikir2, saya uda berapa banyak pake uang USU ya, buat dikirim-kirim ke luar kota, ditambah uang saku yg lumayan banyak. Td pagi wa disuruh kirim CV oleh TV1, dan baca2 pengalamanku, ternyata dari thn 2007 sampe sekarang saya sudah ke luar kota bbrp kali, ke Jakarta, Purwokerto, Depok, Bandung, Jkt lagi, Bali, Padang, Jakarta lagi, Semarang, Jogja, Bandung, Jakarta lagi, dan terakhir lagi saya baru ke Bandung ikuti acara GeMasTIK. Biasanya kalo dikirim, urusannya debat semua, tapi terakhir di Bandung bukan debat sih, itu kompetisi karangan, dan kalo bukan dimotivasi oleh USU utk ikut kompetisi, mungkin wa ga akan dapat pengalaman sebanyak itu, dan bertemu org2 yg hebat, yang ramah, dan membuka horizon aku.

Kadang-kadang, saya berpikir apalah yg bisa saya berikan kepada USU selain komitmen, dan pengembangan klub debat di USU. Dan mmg itulah hal yg saya sangat fokuskan utk dikembangkan, dan bisa dibilang sekarang sudah ada titik terangnya, sudah ada 40 anggota di USU Society for Debating, dan moga2 aja regenerasi yg berjalan dengan baik dan bisa dikirim mewakili USU dibandingkan sebelumnya hanya 4 atau 5 orang dan kita pun hanya bisa debat di kansas (kantin sastra), dan sekarang BAHKAN klub debat kami sudah ada kantor tersendiri. 

Tiap hari saya berpikir dan mencoba cara2 memotivasi teman-teman agar berbuat lebih banyak bagi USU, dan pastinya utk diri sendiri, soalnya dgn partisipasi yg lebih banyak, mereka juga akan mendapatkan dasar yg baik untuk karir mereka selanjutnya. Cthnya, para anggota klub debat, dalam hal2 ini senior yg sudah meninggalkan contoh/ model yg baik, mereka mendapatkan pekerjaan yg baik, dan semuanya mengakui kalo ini dikarenakan klub debat yg pernah mereka ikuti, jadi saya sarankan pd junior ataupun teman2 utk partisipasinya.

Dan tgl 27 November ini, saya akan berangkat ke Jakarta lagi, untuk mengikuti acara debat Founders’ Trophy yang diselenggarakan UI, dan itu cukup susah sih, soalnya diikuti oleh para kawakan dlm debat, ada yg udah tamat, ada yg uda jd pelatih, dan mmg kompetisi ini dibuka oleh siapa aja, mau dr SMA kek sampe yg tamat pun gpp, jadi saya pikir2 saya mau coba aja, apalagi ini pake sistem yg agak jarang, yaitu British Parliamentary System, dan para junior belum ada nyali utk ikut.  Kemungkinan besar, saya akan pigi sama Mona, teammateku di PIMNAS, tapi dia masih dalam tahap memikirkannya, moga2 aja dia mau. Di sana, pengen sekali wa belajar, n kemudian disalurkan melalui workshop yg sudah disiapkan anggaran dan proposal ke DIKTI setelah pulang nanti dari Founders’ Trophy.

Ya, banyak pekerjaan yg harus dilakukan, dan wa dengan rela melakukannya. Anyway, wa sepertinya gak akan lama di USU, soale saya uda dapat beasiswa ke Inggris utk tahun depan. Hiks… Komitmenku harus lebih diperlihatkan lagi, supaya USU bisa bangga dan setidaknya tidak merasa saya terus menguras sumber daya mereka, setidaknya dalam hal pemberian uang saku.

Thanks to USU so much, yg pastinya, saya harus lebih giat lagi dalam meningkatkan program2 yg sudah berjalan di USU.

Comments (7)

FYI, Universitas Sumatera Utara…

dsc01887

Inilah USU alias Universitas Sumatera Utara yang luas kali, aku aja belum jelajahi semua, hehe, masih bisa tersesat. Tapi ini masih jalan yg ada di pintu satu. So, di USU ini ada 4 Gerbang, namanya Pintu 1, 2, 3 dan 4. Luas kan? Tapi ga seluas UI kok…  Yg pastinya, kesan pertama masuk tempat ini, weleh, kok luas kali kampus ini, dan tentunya tempat ini sungguh penuh kenangan, hiks…hiks…

Bahkan di dalamnya terdapat becak-becak, yang kalo dipake, jauh dekat Rp.4000, mahalan daripada angkot! Tapi kalo ga pake becak, ga efisien utk jalan, tapi yg paling efisien ya, pake sepeda motor lah, kayak gue, hehe… Nih, becak-becak yang berderet menunggu mahasiswa yg kelelahan karena jalan, dan menyerahkan diri mereka ke becak. 

dsc01905

 

So, kemarin gue keliling sama Mona,  sambil ambil foto, ternyata masih ada tempat yg gue ga tau… Maklum ketahuan jarang masuk kampus… Tapi justifikasinya ya, kan luasssss banget, mana sempat keliling-keliling!

dsc01901

Nah, ini nih warung netral, warung tempat mahasiswa teknik suka bertengger. Konon, kabarnya penuh cowok-cowok beringas semua, hehe, maaf…maaf, penuh cowok-cowok yg suka ngerumpi, dari soal cewek, sampe soal pelajaran n macam-macam lagi.

Di USU ini, ga usa takut kelaparan deh, atau susah cari kantin, soale di fakultas-fakultas yg tersebar di seluruh penjuru USU tetap ada kantinnye, n kadang2 di satu fakultas, ada 2 kantin, ditambah lagi warung2 seperti warung netral yg td diceritain, plus pajus alias pajak USU. Pajak USU itu tempat nongkrongnya mahasiswa/i yg mau belanja dr cd bajakan, baju keren, aksesoris sampe makanan2 paling enak sedunia. Tapi ga gue jamin yah kebersihannya, hehe, itu mungkin bisa dijadikan penelitian, manatau ada solusi n bisa ke PIMNAS thn depan bagi yg berminat.

Dan ini nih fakultas sastra yg tercinta, saya lalui masa2 sweet seventeenku di sini nih, bermula dr OSPEK yg meninggalkan sweetest memory, dan jg hehe, masa2 kekesalan, dan di sinilah, sy bertemu org2 yg asyik bgt. Tiap hari, kalo masuk kuliah, saya harus melangkahi jalan ini masuki ruangan kelasku dgn slogan di atas “Datang juga rupanya ya”

dsc01895

 

Nah, di dalam fakultas sastra ini, ada 2 kantin, tapi tempat nongkrong yg paling kita sering kunjungi ya, kansas alias Kantin Sastra, di sinilah saya pertama kali belajar debat bahasa Inggris, dan tempat ini, u mau teriak kek, nyanyi, main kartu, debat, belajar, browsing kalo wi-finya lg ok, mau gosip, mau angkt kaki kek, ga ada yg peduli, asalkan u tak bugil aja pastinya. Idiih…

dsc01891

 

dsc01892

Kemarin pagi saya datang, ada pula mahasiswa sastra lagi demon ke pak Dekan soal fasilitas2, ga taulah, terserahlah, itu freedom of expression, harap ajalah pak Dekan mau dengar aspirasi mahasiswa.

dsc01885

Dan kalo kita keluar dari fakultas sastra kita akan dapati perpustakaan yg sangat besar sekali, dan banyak koleksi buku2nya, itu juga tempat nongkrong buat gue dan teman2.

 

 

dsc01914

Dan ini jalan setapak menuju perpustakaan…

dsc01913

Kalo kita ke dekat pintu 4, ada hutan USU, dan rumah kaca, plus perusahaan NGO Leuser

dsc01921

dsc01920

dsc01922

Anyway, masih ada banyak spots/lokasi yang ga mungkin semua dipost di sini, jadi kalo di Medan ini, salah satu tempat yg harus didatangi oleh mahasiswa ya, Universitas Sumatera Utara. ^o^

Comments (6)

Another bric a brac

Have you ever found yourself in a situation where your reactions of anger or hurt seem uncontrollable? Perhaps this event caused you much pain and no matter how much you convince yourself that there is a proper way of dealing with your feelings there seems to be something deeper in you being affected that you cannot make it go away easily?

Have you met people in your life and you know right away that they were meant to be there? No matter how short this encounter may be, they were there to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you want to become. You never know who this people may be but when you come face to face with them and look them in their eyes, you know that every moment you are with them will affect your life in some profound way.

If this someone angers you, hurts you, betrays you, or breaks your heart, forgive them, regardless of how painful and misery-bound the situation may be. They may be there to help you learn about trust and the importance of being cautious to whom you open your heart. But if someone is nice to you or loves you, don’t hold back. Thank them and return the favor, not only because of their sincerity but also because they are teaching you to open your heart and eyes to little things. We sometimes become engross in collecting stones that we tend to forget to pick out the diamonds.

There will also be times when things unexplainable happen to you. At that time, they may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you will realize your potential, strength, will power your heart. You might not wish for this thing to happen, but it happened and you cannot prevent it from happening. All you’ve got are the pains and sufferings that must be fully dealt with great understanding and wisdom for you to be able to accept all that happened. The challenge for us is to face this with courage. Running away from it would only aggravate these matters because we will only be masking the hurt than healing it.

Similar incidents will continue to haunt us. Just when we are about to recover from that old feeling of loneliness and pain, fate seem to find the time to rekindle that past hurt in a very strange way, yet another chapter and page in our life to forget. I guess no matter how hard we try, we are bound to hurt over and over by our past until we are able to hold firmly of the future.

We don’t want to think that we can’t and don’t control our life, don’t we? I believe in the thought that we make our own destiny and future, though our lives have already been set to by a greater plan. Still, it is our choice of how we decide to accept those paths. We are all given privilege to choose. What we are today, what we will be in the future is not by chance but wholly by choice. The successes and downfalls we experienced can create who we are, and the bad experienced can be learned from. In fact, they are probably the most poignant and important ones; and no one will make restitutions for our actions but our own selves.

Eventually, we will learn that everything happens for a reason, not by chance or by means of good luck. Though we ask ourselves why it happened to us, we will know that these all occur to test the limits of or soul. Without these small tests, life would be safe and comfortable but dull and pointless.

I just wish that the next time something great comes my way I will learn to appreciate every moment and take from it everything that I possibly can, for I may never come to experience it again. Everything has its time, its own season, its own reason for coming and going. We can only embrace it when it arrives and let it go when it chooses to leave.

Talk to people who you have never talked to before, and actually listen. Surround yourself with those who can make you smile, laugh and make you happy before it’s too late. After all we don’t know what’s gonna happen next.

Improve yourself, learn focusing on things that matters at the moment, break free and set your sights high. Tell yourself you are a great individual and believe in yourself, for if you don’t, no one else will. Create your own life then LET GO and LIVE IT!

Comments (1)

CES Gallery

dsc01554Banyak anak jalanan yang sering beredar di kampus, mencari uang degan memulung botol-botol plastik dan mengamen di perpus, juga di pajus alias pajak USU, katanya sih buat kepentingan keluarga dan biaya lainnya, sampe menyemir sepatu, dan pakaian compang-camping, asli!Kalo dekat mereka, juga ada bau tak sedap. Tapi sungguh, hal ini seharusnya bukan penghalang bagi kami untuk mendekati mereka.

Bocah-bocah ini sering kami dapati memulung, mengamen, sehingga tidak heran jika pendidikan mereka terbengkalai.

Pada dasarnya anak-anak ini sangat polos, energik, tapi mereka mereka tidak memiliki pemahaman akademis yang memadai, dan waktu mereka banyak habis untuk memulung, mengamen shg tidak memungkinkan mereka buat belajar, dan orang tua mereka tidak bisa membantu mereka dalam mengerjakan PR, walaupun mereka bersekolah, terutama dalam pelajaran seperti bahasa Inggris dan Matematika.

Untuk membantu mengatasi itu, atas ide yang timbul wkt ngobrol2 di kamar temanku, terwujudlah CES Gallery. CES alias Catherine (anak yg ngaku suka sosial, mahasiswi Sastra Inggris), Eli( pria yg uda mau tamat tapi msh bertengger di fak.pertanian), dan Suwanto (mawapresnya USU, anak fak.Kedokteran). Hehe, dan namanya dimodified jadi Creative, Educative, Supportive.

Program kerjanya kami menyediakan pengajaran ketrampilan menggunakan barang2 bekas, diolah jadi pembatas buku, n macam2, shg mereka bs memiliki ketrampilan yg bs dijual. Plus mereka dikasih bimbingan gratis belajar matematika dan bahasa Inggris yg merupakan momok buat anak-anak SD kayak mereka.

dsc01552

    Anak-anak yang sangat ekspresif, tapi kadang susah diatur…hehe, jadinya kami jg harus ngajar disiplin.dsc01555Anak-anak serius membuat produk dari majalah-majalah bekas, di bawa ke kantor Unit Bina Kokulikuler USU, hehe, jadinya supaya saya bisa berdebat di sana selain megawasi mereka. Hehe… (Produk yang dipasarkan di dies Natalis USU, di Pendopo, laris manis 😉 )dsc01558

 

Senyum anak-anak jalanan juga merupakan senyum kami…Semoga program ini berjalan baik dan betul2 mendukung ekonomi mereka, membuat mereka lebih kreatif, plus menjadikan mereka lebih edukatif sesuai slogannya CES Gallery… Amin… ^_^

Comments (3)

Ambition

Ambition, means “an eager or inordinate desire for preferment, honor, superiority, power, or attainment.” The desire to achieve prominence is very strong. Even some persons succumb to it.

At one point’s of people’s life, our necessities change.And I myself have experienced it, that my goal has changed, I’m not really who I used to be. I can say I was more ambitious in the past, with a lot of ambitions, and wishes… However I have come to realise one thing, that if we lean upon the thingamabobs of this worldly system, our core satisfaction isn’t accomplished. So, my message to myself, don’t lean, but use it as to support my goal, make my life balance, in addition to relinquishing my previous ambitions.

Well, does it mean, that if we relinquish our high ambitions, we won’t develop any longer? My answer is NO, because we’ll still develop, mind, mentally and spiritually, depending on whether we still read, watch or learn.

For me, I have another goal to achieve, but a humble goal, not a high ambition, still I have to educate myself a lot in order to achieve it, something that most common people won’t comprehend.

Comments (2)

Presentation and presentation

What a boring morning to begin with. I was just told yesterday that I will have to present in front of DIKTI on our PKMM CES Gallery project. I have reached here but none is done about it. The DIKTI is completely late, it was said to be 8 am, and now, It’s 12 o’clock already, and nothing has started… Waiting and waiting…Pheewh…

Leave a Comment

Leave a Comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started