Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day17

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketujuhbelas tentang aplikasi Zoom. Aplikasi ini paling hits sekarang karena masa darurat wabah, dunia serba online. Dengan adanya aplikasi seperti Zoom ini, rapat, diskusi, kuliah atau belajar online tetap dilaksanakan. Tinggal cari posisi sinyal oke.

Bagaimana tampilan Zoom ini? Cek video di link ini.

 

#hari17
#zoom
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 04042020@06.00

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day16

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keenambelas tentang aplikasi Home Design 3D. Saya baru menemukan aplikasi home design ini di android. Selama ini menggunakan aplikasi Sketchup di laptop. Saya memang suka design interior, atau sesuatu mengedit gambar atau video atau semacamnya keinginan jadi arsitektur tapi belum kesampaian. Pernah belajar AutoCad. Terakhir iseng-iseng mengembangkan ide membuat denah dan desain rumah menggunakan aplikasi Home Design 3D.

Bagaimana tampilan Home Design 3D ini? Cek video di link ini.

 

#hari16
#homedesign3D
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 03042020@06.00

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day15

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kelimabelas tentang aplikasi Power Director. Aplikasi memudahkan saya ketika menjabat menjadi admin medsos dan tim kreatif komunitas regional. Power director adalah aplikasi untuk edit video, yang biasa saya gunakan di smartphone. Biasanya edit video merupakan aplikasi berbayar untuk bisa menghilangkan watermark dari nama aplikasi tersebut. Aplikasi ini bisa dengan mudah menambahkan video, gambar, audio atau musik, dan efek tampilan gambar yang muncul. Aplikasi ini pun mirip dengan aplikasi edit video di komputer atau laptop, yaitu Pinnacle.

Bagaimana cara mengedit video atau menggabungkan gambar di Power Director? Cek video di link ini.

 

#hari15
#powerdirector
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 02042020@06.00

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day14

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keempatbelas tentang aplikasi My Tracker. Aplikasi ini khusus wanita yang sudah memasuki masa menstruasi. Aplikasi yang memudahkan dalam membuat catatan masa suburnya. Sebenarnya aplikasi kalender kesuburan seperti ini, tetapi saya pertama kali pakai dan tidak melihat-lihat yang lain lagi. Cukuplah untuk mengingatkan saya. Aplikasi ini jika kita hamil, tinggal kita ceklis tandanya, dan mulai menghitung perkembangan janin di dalam rahim.

Seperti apa My Tracker? Cek video di link ini.

 

#hari14
#mytracker
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 01042020@06.00

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day13

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketigabelas tentang aplikasi Trafi. Aplikasi ini real time menunjukkan posisi angkutan umum khususnya Jakarta. Sangat membantu kami dalam mengakses angkutan seperti transJakarta dan kereta. Dua moda transportasi yang biasa kami gunakan selama tinggal di Jakarta. Misalkan, posisi transJakarta yang akan kita tumpangi berada 3 halte sebelum halte terdekat, jadi kita mesti bersiap-siap dan tunggu. Kalau haltenya masih jauh bisa tinggal duduk dulu atau kalau sedang jalan bisa jalan santai.

Seperti apa Trafi? Cek video di link ini.

 

#hari13
#trafi
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 31032020@11.14

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day12

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keduabelas tentang aplikasi YI Home. Aplikasi ini terhubung CCTV. Ketika saya LDM, suami ingin melihat anaknya sewaktu-waktu tanpa harus menelpon atau video call saya dulu. Akhirnya kami memasang CCTV di rumah. Standar ya, saya beli seharga sekitar 600an. Alhamdulillah memudahkan dalam mengamati penampakan sekeliling rumah karena kameranya bisa berputar 360 derajat. Jadi ketika hp jauh dari saya sedangkan suami menelepon, pasti beliau akan cek CCTV, lagi apakah. Nah jadi ketahuan sedang ada apa di rumah.

Seperti apa Yi Home tersebut? Cek video di link ini.

 

#hari12
#yihome
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 30032020@17.31

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day11

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kesebelas tentang aplikasi Cookpad. Cookpad sangat membantu saya yang tidak ahli dalam mengolah makanan. Saya sangat berterima kasih kepada cookpaders yang setia berbagi waktu dan resepnya di aplikasi ini. Dengan aplikasi ini membantu produktivitas saya di dapur. Saya dengan mudah bisa mengikuti suatu resep dan langkah-langkah bagaimana cara memasak makanan tersebut. Saya pun pernah berbagi resep Rendang yang menjadi favorit paling banyak dilihat dan dicari para pemburu resep. Terima kasih jika resep saya pun menginspirasi kalian. Karena resep asli dari mama tercinta, khas kampung halaman.

Seperti apa ya penampilan si Cookpad? Cek video di link ini.

 

#hari11
#cookpad
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 29032020@23.00

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day10

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kesepuluh tentang aplikasi Samsung Notes. Fungsi buku catatan sekarang sudah bergeser ke smartphone dengan menggunakan aplikasi Samsung Notes. Aplikasi ini sangat membantu saya ketika berada di luar rumah.  Saya tidak perlu lagi membawa buku. Samsung Notes ini bagi saya sebagai ‘tempat persinggahan sementara’, ‘kertas buram’ di kala tidak menemukan kertas, tempat menyimpan link penting atau tulisan penting. Ternyata jika saya sedang chat di WhatsApp yang mengharuskan copy paste, kemudian diteruskan ke nomor lain, nah aplikasi ini memudahkan dalam hal menyimpan info apapun.

Yuk kita intip isi dalam Samsung Notes. Cek video di link ini.

 

#hari10
#samsungnotes
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 28032020@22.56

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day9

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kesembilan tentang aplikasi Canva. Canva sangat membantu saya ketika jadi admin medsos komunitas regional. Kelebihannya edit warna lebih mudah, edit text lebih mudah banyak pilihan font. File yang sudah disimpan tidak hilang jika kita menutup aplikasi dan ketika dibuka kembali bisa diedit lagi. Berbeda dengan PicsArt, file yang disimpan jika dibuka kembali tidak bisa diutak-atik lagi penempatan objek sebelumnya.

Bagaimana cara mengedit gambar dengan Canva? Cek video di link ini.

 

#hari9
#canva
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 27032020@22.06

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day8

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kedelapan tentang aplikasi PicsArt. PicsArt bagi saya adalah tempat menuangkan hobi desain mendesain. Dari kecil saya suka menggambar tapi tidak begitu diasah. Kuliah saya coba menggunakan Corel Draw. Lanjut punya smartphone atas saran Google saya menggunakan PicsArt. Bekerja di PicsArt dengan menggunakan layers, mudah menghapus objek yang tidak ingin dimunculkan dan stiker pilihan yang banyak. Kita pun bisa membuat stiker sendiri. PicsArt dapat meningkatkan produktivitas saya sebagai tim desain e-flyer di komunitas Ibu Profesional.

Bagaimana cara mengedit gambar dengan PicsArt? Cek video di link ini.

 

#hari8
#picsart
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 26032020@06.58

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day7

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketujuh tentang aplikasi Gojek. Gojek tak hanya ada di kota besar seperti Jakarta. Tetapi sudah masuk ke pelosok-pelosok seluruh Indonesia. Saya sangat terbantukan dengan gojek, memudahkan produktivitas saya dan keluarga. Apalagi kami yang belum memiliki kendaraan pribadi. Ketika tinggal di perantauan, dengan memiliki waktu yang lapang biasa menggunakan kendaraan trans untuk pergi ke suatu tempat. Tetapi jika memiliki waktu sempit baru menggunakan aplikasi gojek ini. Alhamdulillah ketika mudik, di tempat asal sudah ada gocar, sudah lebih mudah dan tidak menunggu waktu lama angkutan pun datang menjemput di depan rumah.

Fitur apa saja yang pernah saya gunakan pada aplikasi gojek? Cek video di link ini.

 

#hari7
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 25032020@20.55

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day6

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keenam tentang aplikasi Instagram. Jujur dulu saya paling sering buka media sosial seperti instagram dan facebook. Sudah 1 tahun belakangan ini saya tidak begitu mengikuti instagram dan facebook. Terkadang saya merasa terbawa hanyut mengikuti setiap postingan yang dirasa saya sesali tak bermanfaat jadi buang-buang waktu. Saya ambil manfaatnya sekarang, instagram ini lebih ke daya pikatnya menarik untuk menampilkan tata letak postingan foto acara kegiatan, apalagi ketika saya menjadi admin media sosial komunitas regional IP. Facebook lebih banyak disajikan dengan tulisan sedangkan instagram sangat bermanfaat dengan mengutamakan gambar dari pada tulisan.

Cek video di link ini.

 

 

#hari6
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 24032020@22.40

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day5

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kelima tentang aplikasi YouTube. Aplikasi ini juga sering dibuka tiap hari untuk pembelajaran. Saya bisa mencari video belajar tentang tahsin dan ilmu tajwid. Saya juga sering mencari dan menonton video tutorial apapun melalui YouTube. Juga menonton video edukasi untuk Zahra. Sekarang saya jarang menonton TV. Fungsi TV bisa digantikan oleh YouTube ini.

Cek video di link ini.

 

 

#hari5
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 23032020@23.30

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day4

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keempat tentang aplikasi V Recorder. Aplikasi ini ada dua macam, voice recorder dan video recorder.  Voice recorder merupakan aplikasi bawaan dari samsung A7, tinggal digunakan tanpa diinstal. Saya sering pakai untuk menyimpan suara tanpa gambar, misalnya merekam tugas hafalan Al Qur’an Zahra untuk kemudian disetor ke ustadzahnya. Bisa juga merekam percakapan telepon. V recorder lebih banyak saya gunakan tentunya merekam apa saja tampilan di handphone seperti dalam pembuatan video di bawah.ini

Cek video di link ini.

 

#hari4
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 22032020@23.10

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day3

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketiga tentang aplikasi Telegram. Aplikasi ini punya daya pikat tersendiri ya karena, chat grup beranggotakan lebih banyak dari pada aplikasi whatsapp. Whatsapp hanya 255 orang. Saya suka telegram karena dapat menyimpan chat yang penting, history chat masih ada walau kita sudah left grup dan join grup tersebut kembali.

Cek video di link ini.

 

#hari3
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 21032020@21.57

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day2

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kedua tentang aplikasi WhatsApp untuk berinteraksi jarak jauh berbasis internet. Telepon tidak pakai pulsa lagi walau pada dasarnya beli paket internet tetap beli pulsa dulu ya. Telepon, pesan singkat maupun panjang, video pun lebih mudah menggunakan whatsapp dari pada telegram. Tapi telegram pun punya kelebihan ya.

Cek video di link ini.

 

#hari2
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 20032020@07.54

rosc8332

Featured
Posted in Keluarga Multimedia

Game Level 12 Kuliah Bunsay : Keluarga Multimedia

Day1

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah naik level terakhir. Saatnya mereview aplikasi atau teknologi untuk manajemen diri/anak/keluarga, meningkatkan produktivitas, menambah amalan, dan mendidik serta memantau perkembangan anak. Sebelum mereview apa yang saya sukai atau saya sering pakai. Saya bertanya dulu pada diri, apa itu aplikasi dan apa itu teknologi.  Dari link ini dijelaskan bahwa pengertian teknologi mengalami perluasan makna.

Pengertian teknologi adalah berbagai keperluan serta sarana berbentuk aneka macam peralatan atau sistem yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi manusia. Teknologi berasal dari kata technologia (bahasa Yunani) techno artinya ‘keahlian’ dan logia artinya ‘pengetahuan’. Pada awalnya makna teknologi terbatas pada benda- benda berwujud seperti peralatan- peralatan atau mesin.

Seiring berjalannya waktu makna teknologi mengalami perluasan. ia tidak terbatas pada benda berwujud, melainkan juga benda tak berwujud. semisal perangkat lunak, metode pembelajaran, metode bisnis, pertanian dan lain sebagainya.

Teknologi adalah alat, mesin, cara, proses, kegiatan ataupun gagasan yang dibuat untuk mempermudah aktifitas manusia dalam kehidupan sehari hari. Manusia menggunakan teknologi dalam bidang komunikasi, pembelajaran, transportasi, bisnis, manufaktur, pengamanan data dan lain sebagainya. Definisi teknologi luas, setiap orang mempunyai cara sendiri memahami maknanya.

Yang jelas, teknologi tidak terbatas pada smartphone, laptop, komputer, pesawat, kereta. Peralatan sederhana seperti palu, sendok, kursi, botol pun adalah bagian dari teknologi.

Sejarah Singkat Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi adalah perubahan sistematis yang terjadi terhadap teknologi. Selama beri-ribu tahun lalu teknologi sudah dikenal oleh manusia, hanya saja bentuk- bentuknya tidak secanggih dengan apa yang kita temukan di masa kini.

1. Masa pra-Sejarah

Pada masa pra sejarah ini, teknologi yang digunakan terbuat dari batu, perunggu dan besi. Teknologi yang dikenal di zaman pra-sejarah contohnya adalah Pedang, kapak genggam dan bejana perunggu.

2. Teknologi Jaman Kuno

Pada masa ini teknologi sudah berkembang ke arah kontruksi, maritim, pertanian dan alat- alat tulis. Manusia sudah mengenal bagaimana membangun sebuah kontruksi bangunan sampai pada tahap rumit. Contohnya Piramid, Kapal, Mercusuar dan jam matahari.

3. Teknologi Abad Pertengahan Hingga era Modern

Pada masa ini teknologi yang digunakan sudah mulai mengalami kemajuan, hal ini ditandai dengan adanya berbagai penemuan, seperti di bidang astronomi, medis, matematika, militer hingga ilmu kartografi. Contohnya busur silang, mesin cetak, aljabar dan navigasi kapal.

4. Teknologi era Revolusi Industri

Perkembangan teknologi mulai terlihat semakin jelas di masa ini. Berbagai jenis mesin berhasil dibuat yang kemudian menggantikan tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Masa ini adalah cikal bakal perkembangan teknologi di masa kini. Contohnya Mobil generasi awal, telegrap, telepon, mesin tenun, mesin uap dan sepeda.

5. Teknologi di Abad 20

Pada masa ini. Neil Amstrong berhasil mendarat di bulan. Teknologi dalam bidang lain pun berkembang pesat. Dalam bidang militer, bom atom berhasil diciptakan. Transistor yang menjadi cikal bakal ukuran komputer kecil seperti sekarang ini juga ditemukan. Pada akhir abad ini Internet mulai diperkenalkan untuk umum dan komersil.

Contoh teknologi lain Abad 20: Kulkas, Teknologi vaksinasi, vakum, microwave.

6. Perkembangan Teknologi Abad 21

Pada masa ini, berbagai teknologi sudah mulai dikembangkan. Mulai dari teknologi yang dibutuhkan untuk rumah tangga, pendidikan, sosial, teknologi informasi, dan hal lainnya.

Jenis- Jenis Teknologi

Perkembangan dapat dilihat dari aneka inovasi teknologi yang ada saat ini. Kemajuan teknologi menyentuh berbagai macam sektor, mulai dari :

1. Teknologi Dalam Bidang Ekonomi

Kemajuan teknologi di bidang ekonomi ini berupa perkembangan sistem keuangan yang digunakan. Jika dahulu orang melakukan bertransaksi secara real atau nyata, atau berhadapan antara pembeli dengan penjual, maka kini beralih menjadi online. Selain itu, sistem keuangan juga jadi berubah menjadi e-money.

2. Teknologi Pangan

Sistem pertanian yang ada saat ini tentunya berbeda dengan sistem pertanian pada zaman dahulu, mulai dari bibir, sistem tanam, serta teknik menanamnya.

3. Teknologi Informasi

Kemajuan informasi ini ditandai dengan mudahnya masyarakat dalam memperoleh atau mendapatkan informasi melalui Internet dengan berbagai perangkat teknologi yang ada.

4. Teknologi Komunikasi

Kemajuan komunikasi ini ditandai dengan mudahnya seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain, walau dengan jarak yang cukup jauh.

5. Teknologi Transportasi

Salah satu kemajuan dalam bidang transportasi ini adalah adanya berbagai macam alat transportasi modern, yang mempermudah seseorang untuk mengangkut barang atau bepergian dari 1 temat ke tempat lain dengan mudah.

6. Teknologi Medis

Salah satu kemajuan dalam dunia medis ini adalah ditemukannya berbagai macam vaksin guna mencegah berbagai macam penyakit berbahaya.

7. Teknologi Pendidikan

Adapun teknologi yang turut berkembang dalam dunia pendidikan adalah, berkembangnya sistem pendidikan jadi lebih baik, tenaga pendidik serta murid mudah memahami berbagai pelajaran yang diberikan, dll.

Contoh Teknologi Terbaru di Dunia

Adapun berbagai contoh teknologi yang berhasil diciptakan dari mulai teknologi yang sering kita jumpai seperti Komputer, Laptop, Handphone, Mesin- Mesin, Mobil Motor dan lain sebagainya dan juga Teknologi terbaru yang mungkin belum anda kenal sebelumnya, seperti

  • Wigig adalah teknologi yang diproyeksikan menggantikan penggunaan Wifi
  • Matrix Power Watch dengan daya baterai yang dapat dicash dari panas tubuh
  • Invicible Car Mobil yang dapat mengubah warnanya sesuai lingkungan seperti bunglon.

Selanjutnya, teknologi yang paling sering saya gunakan setiap hari adalah smartphone. Beberapa hari ke depan, saya akan membahas aplikasi apa saja yang sering saya pakai, saya lihat, saya buka di smartphone saya ini. Karena dengan smartphone pun tugas menjadi ringan misal dalam hal membuat tulisan narasi tantangan kelas bunda sayang ini pun tidak lagi membuka laptop. Alhamdulillah sudah gampang dan cepat.

Tantangan hari pertama tentang aplikasi yang bernama Internet alias mesin pencari atau ‘mbah google’. Teknologi yang paling memudahkan saya sekarang ini adalah smartphone samsung A7 2018. Dulu lebih sering menggunakan laptop untuk menyelesaikan tugas-tugas online. Sekarang alhamdulillah fungsinya digantikan oleh semudah menggunakan dua jempol. Internet adalah aplikasi bawaan dari samsung A7, secara umum di semua handphone samsung. Setiap hari saya selalu membuka, menggunakan mesin pencari ini untuk mengetahui info-info yang dibutuhkan, apapun itu.

Cek video di link ini.

 

#hari1
#gamelevel12
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#keluargamultimedia
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 19032020@07.44

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day15

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kelimabelas menemukan artikel yang berjudul Pendidikan Seksual untuk Anak, Kenapa Tidak? di link ini https://www.google.com/amp/s/www.dakwatuna.com/2012/06/27/21327/pendidikan-seksual-untuk-anak-kenapa-tidak/amp/

Gencarnya promosi pendidikan seks untuk di terapkan di sekolah-sekolah cukup membuat risau para orang tua. Bagaimana tidak, karena cara penyampaian dan nilai-nilai acuan dasar dalam pendidikan seks yang di terapkan itu sendiri sangat jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.

Bahkan di barat pun, topik ini menjadi perdebatan seru di gereja pada sekitar tahun 1969. Ada yang tidak setuju, ada yang setuju. Pihak yang setuju dan dengan bangga mengaku masyarakat yang modern. Padahal dalam Islam, pendidikan seks bukanlah hal yang baru, Rasulullah SAW telah mengajarkannya dan mencontohkannya kepada kita. Namun tujuan dan caranya berbeda dengan pemikiran barat.

Apakah tujuan pendidikan seks itu menurut pandangan barat?

1. Menekankan pentingnya kesetiaan terhadap pasangan.

Entah itu dalam pernikahan, atau hanyazussamenleben (tinggal bersama), ataupun pacaran.

2. Menghindari kehamilan di usia remaja.

Maksudnya seks itu boleh saja, tapi jangan sampai hamil. Karena akan menganggu konsentrasi sekolah jika itu terjadi di usia remaja.

3. Agar anak terhindar dari pelecehan seksual.

4. Mampu menghindari hubungan seks jika tidak diinginkan atau seks yang tidak aman.

Jadi kalau tidak ingin berhubungan seks dengan orang itu, jangan segan-segan menolak. Tapi kalau suka sama suka, tidak apa-apa, tapi jangan lupa, seks yang aman. (Aman = jangan sampai hamil, jangan sampai terinfeksi penyakit yang di tularkan akibat hubungan seks yang tidak aman)

5. Keuntungan menunda hubungan seks.

Menunda bukan sampai pernikahan, lho. Maksudnya saat mereka sudah siap dan benar-benar menyukai orang itu.

Begitulah dangkalnya tujuan pendidikan seks barat yang di ajarkan di sekolah-sekolah. Bersamaan dengan itu pula media-media yang bebas dengan pertunjukan aurat, eksplorisasi tubuh-tubuh wanita dan pria. Orang-orang berlomba untuk memperlihatkan auratnya, film-film remaja, acara olahraga dan iklan yang selalu tak jauh dari seks. Seakan kalau tidak ada unsur seks, tidak mantap, tidak laku, tidak menarik.

Kalau kondisinya seperti itu, mampukah untuk mencapai walau hanya salah satu tujuan pendidikan seks seperti yang disebutkan di atas?

Itulah mengapa sampai sekarang barat tidak pernah mencapai walau hanya salah satu di antara tujuan tersebut. Bukan hanya tidak mampu mencapai salah satu tujuan tersebut, bahkan lebih parah. Kondisi yang semula ‘hanya’ dalam batas seks bebas, atau hamil di luar nikah, kini makin buruk dengan pelecehan seksual pada anak-anak di bawah umur, entah pada anak lelaki atau perempuan, pernikahan homoseksual sudah menjalar ke mana-mana dan menjadi trend, bahkan sampai lingkungan gereja-gereja mereka. Dan satu lagi yaitu sex trafficker, menculik dan mempekerjakan sebagai buruh seks dengan tidak pandang bulu dari usia anak-anak sampai remaja, laki-laki atau perempuan. Hal ini menjadi masalah yang mencuat pada beberapa tahun terakhir ini. Naudzubillahimindzalik…

Dan bagaimanakah Indonesia yang mengaku Islam tetapi selalu mengelu-elukan pemikiran barat?

Selama kita meninggalkan hukum-hukum Islam dan mengikuti gaya mereka, masyarakat kita akan jatuh pada kehancuran. Lihat saja, kerusakan yang ada di barat sana telah menjalar ke Indonesia. Pelecehan seksual di bawah umur, homoseksual, pertunjukan aurat berdalih seni, yang kesemua itu menghasilkan masalah baru, sex trafficker.

Pemikiran barat yang dielu elukan sebagai kemajuan masyarakat modern yang melahirkan perkawinan sesama jenis, pergaulan bebas, pakaian yang tidak mempedulikan aurat, sebenarnya adalah kemunduran peradaban menuju masyarakat jahiliyah seperti zamannya kaum-kaum sebelum diutus nabi-nabi dahulu.

Sex education di barat yang diajarkan di sekolah-sekolah mereka dengan membicarakan seks secara vulgar, pemeragaan alat-alat pencegah kehamilan di depan siswa, dan lain-lain, dipandang sebagai suatu kebanggaan oleh pihak barat atas kemajuan peradaban mereka.

Padahal seringkali akibat yang timbul adalah sebaliknya, siswa-siswa sekolah dasar mereka terangsang untuk menyalahgunakan masalah sex tersebut. Ini terungkap dalam berbagai surat kabar mereka.

Sekarang, mari kita lihat tujuan dan cara penyampaian pendidikan seks untuk anak secara Islam yang saya rangkum dan tambahkan dari buku ’50 Pedoman Mendidik Anak Menjadi Shalih ‘karya Drs. M. Thalib.

Tujuan pendidikan seks dalam Islam adalah untuk menjaga keselamatan dan kehormatan serta kesucian anak-anak kita di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian .baik anak laki-laki maupun perempuan akan terjaga akhlak dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.

Pola pendidikan seksual dalam Islam yang praktis di berikan oleh orang tua kepada anaknya tidaklah melalui metode pembahasan lisan yang menghilangkan rasa malu manusia. Metode pendidikan kenabian yang sejalan dengan fitrah manusia yang malu membicarakan hal-hal yang seronok, karena berdampak menggusur secara bertahap kepekaan terhadap nilai-nilai akhlak yang luhur.

Ini berbeda dengan metode barat yang penuh dengan muatan seronok dalam pendidikan seksual. Karena rangsangan seksual itu tidak memerlukan pembicaraan, Namun timbul karena terlihatnya bagian-bagian yang merangsang dari lawan jenisnya. Karena itulah Islam melakukan pencegahan sedini mungkin agar rangsangan yang bersifat naluriah itu tidak mengakibatkan bahaya bagi anak-anak.

Cara-cara pengajaran pendidikan seksual Islam yang diajarkan Rasulullah SAW antara lain adalah pemisahan tempat tidur.

Rasulullah SAW.bersabda:

“Suruhlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (tanpa menyakitkan jika tidak mau shalat) ketika mereka berumur sepuluh tahun; dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud).

Pada umur tertentu anak-anak telah mempunyai kesanggupan untuk menyadari perbedaan kelamin. Hal ini umumnya dicapai oleh anak-anak yang telah berumur 10 tahun. Umur inilah yang disebut sinnut tamyiz.

Perintah Rasulullah SAW untuk melakukan pemisahan tempat tidur ini secara praktis membangkitkan kesadaran pada anak-anak tentang status perbedaan kelamin. Cara semacam ini di samping memelihara nilai akhlaq sekaligus mendidik anak mengetahui batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

‘Mencegah kerusakan harus didahulukan dari pada mendapatkan keuntungan‘. Keuntungan membiarkan anak laki-laki dan perempuan sekamar tidur tidak ada. Tetapi kerugiannya jelas besar. Yaitu kemungkinannya terjadi pelanggaran keasusilaan secara Islam.

Dengan demikian hukum memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan adalah wajib.

Karena jika dua orang berlainan jenis bersentuhan dalam suasana sepi dan tak ada orang lain yang mengawasinya, maka akan timbul rangsangan birahi.

Dalam kenyataan sering terjadi perzinahan antara saudara kandung karena mereka sekamar tidur. Pada saat-saat puncak dorongan seksual tinggi, sulit untuk mengendalikan akhlaq dan iman yang bersangkutan untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Banyaknya kejadian di tengah masyarakat mengenai kasus perzinaan saudara sekandung cukup menjadi pelajaran bagi orang tua untuk menyadari pentingnya menaati ketentuan agama. Sudah pasti kejadian seperti itu tidak dapat diatasi dengan cara apapun, yang ada hanya penyesalan dan kerugian pada anak putri untuk selama hidupnya.

Jika ternyata perzinaan mereka membuahkan anak, betapa besar kehancuran mental dan akhlaq putra-putri kita yang terlibat di dalamnya. Untuk mencegah kejadian semacam itulah orang tua tidak seharusnya menunda-nunda pelaksanaan pemisahan tempat tidur antara putra-putrinya ketika batas umur mereka mencapai 10 tahun.

Walaupun 2 anak laki-laki berada dalam satu kamar tidur, tapi pisahkanlah selimutnya. Satu selimut hanya untuk satu orang.

Sekarang bagaimana jika orang tua mempunyai banyak anak dan kamar tidur yang tersedia tidak cukup untuk pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan.

Misalnya anak nya 5 orang sedang rumahnya hanya terdiri dari 2 kamar. Pemecahan sementara hendaklah anak-anak perempuan tidur di dalam kamar dan anak laki-laki tidur di ruang tamu atau ruang makan. Mereka tidak boleh tidur sekamar dengan alasan kamar kurang. Anak laki-laki harus diberi pengertian agar mengalah kepada saudara-saudara perempuannya.

Dengan pemisahan tempat tidur, mereka dapat menyadari perbedaan jenis kelamin dan batasan-batasan dengan lawan jenis serta mampu menerapkannya dalam pergaulan. Sehingga dapat mencegah pula hal-hal yang tidak diinginkan dalam pergaulan dengan lawan jenis.

Mengenalkan batasan aurat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, Kata ‘aurat’ berasal dari bahasa Arab, artinya yang tercela kalau tampak. Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu.

Rasa malu ialah rasa terhina atau di rendahkan kehormatannya oleh orang lain karena berbuat sesuatu yang kurang baik. Karena itu, bagian tertentu yang menimbulkan perasaan terhina kalau diketahui orang lain ini oleh agama dinamakan aurat.

Batas aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Hewan tidak memiliki rasa malu, karena bagian tubuh tertentunya terbuka sehingga terlihat oleh siapa saja. Karena itu, manusia yang tidak mempedulikan aurat sama saja dengan hewan-hewan yang berkeliaran di sekelilingnya, baik yang jinak maupun yang buas.

Mengapa manusia harus memahami ketentuan aurat? Karena hanya manusia yang membutuhkan pakaian dan perhiasan untuk menutupi tubuhnya.

Masalah batas aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat direkayasa oleh ide dan gagasan manusia sendiri, apalagi manusia yang tidak mengenal tanggung jawab kehidupan akhirat.

Setiap orang berkewajiban untuk memanusiakan martabat dirinya dengan mengikuti konsep aurat yang telah ditetapkan dalam Islam.

Aurat dalam Islam terbagi 2 yaitu Aurat Sughra, aurat yang wajib di tutup dari pandangan orang-orang yang haram melihat dirinya. Bagi wanita batas aurat sughra adalah seluruh badannya kecuali muka dan kedua telapak tangan. Bagi laki-laki aurat sughranya adalah batas antara lutut sampai pusat. Dan aurat kubra, aurat khusus bagi laki-laki dan perempuan. Aurat kubra nya laki-laki dan perempuan adalah kemaluan.

Orang tua berkewajiban menyuruh anak-anak putrinya menutup aurat sughranya. Yaitu seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, istri-istri orang –orang mukminin, supaya mereka menutupkan baju kurung mereka ke seluruh tubuh, demikian itu adalah agar mereka lebih dikenal, supaya mereka tidak diganggu…” (QS. Al Ahzab, 33; ayat 59).

Ayat di atas ditujukan kepada keluarga Nabi saw dan seluruh istri orang-orang mukmin. Jelas sekali semakin tinggi kedudukan seseorang di lingkungan masyarakatnya, para wanitanya harus lebih mendisiplinkan diri dalam menggunakan pakaian penutup auratnya. Pakaian penutup aurat semacam itulah yang disebut pakaian taqwa…

Surat An Nur ayat 31:

Katakanlah pada wanita-wanita beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan memelihara kemaluan- kemaluan mereka. Janganlah mereka memperlihatkan perhiasan-perhiasan mereka, kecuali yang tampak. Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka pada dada-dada mereka. Dan janganlah memperlihatkan perhiasan mereka, kecuali pada suami-suami mereka…”

Persoalan pakaian pada ayat ini sudah ditegaskan bahwa wanita wajib menutup seluruh badannya, kecuali yang tampak, atau yang biasa terlihat. Pengertian bagian yang biasa terlihat ini tidak dapat kita tafsirkan dengan selera dan kemauan kita sendiri atau mengikuti tradisi lingkungan dan kebudayaan setempat.

Hal ini juga tidak bisa di tafsirkan berdasarkan pertimbangan estetika, keserasian berpakaian, dan mode. Karena persoalan ini berkenaan dengan syariat agama, bukan tradisi dan kebudayaan, apalagi estetika dan mode.

Tanggung jawab orang tua, baik ibu atau bapak, mendidik anak-anak perempuannya untuk berpakaian taqwa atau mengenakan jilbab. Dan dengan membiasakan anak-anak perempuan mematuhi pakaian takwa sejak dini, kelak setelah dewasa mereka tidak merasa berat untuk mematuhi syariat agamanya.

Janganlah anak-anak yang telah baligh dibiarkan berpakaian sesuka hati berpakaian dengan dada terlihat, leher terbuka, dan terlihat pahanya ke bawah. Orang tua yang membiarkan putrinya berpakaian semacam ini berarti telah berbuat dosa dan durhaka terhadap Allah.

Menfilter acara-acara TV atau film kartun yang bermuatan seks.

Tontonan anak-anak zaman sekarang, bahkan mainan pun tak lepas pada hal yang menjurus zina dan muatan seks. Seperti boneka Barbie, cerita Princess-Princess Disney, atau kartun lainnya, orangtua harus jeli dan peka terhadap nilai-nilai yang bisa menjerumuskan anaknya. Jika tidak, sama saja dengan mengenalkan anak usia dini pada hal-hal yang mendekati zina. Dan itu akan terekam di otak sang anak yang akan membuat anak menjadi ‘biasa’ dengan hal-hal yang mendekati zina. Tidak ada perasaan malu atau terlalu biasa dengan hal-hal tersebut akan memberatkan si anak saat ia harus di hadapkan dengan kewajiban menjaga batasan-batasan aurat saat baligh nanti. Berbeda halnya dengan anak yang dijaga sedari kecil dari nilai-nilai di sekelilingnya dan terus dididik dalam nilai Islam, saat baligh, akan lebih mudah dan ringan dalam menjalankan syariat syariat Islam mengenai batasan aurat dan pergaulan.

Jadi menfilter tontonan anak dan mendampingi anak saat menonton TV adalah salah satu solusi. Selain bisa memantau nilai yang didapat anak dari luar juga bisa membuka komunikasi antar anak orang tua.

Dengan memahami ketentuan aurat dan menerapkannya, anak-anak akan menyadari perbedaan jenis kelamin, menjaga kehormatannya, bisa menghargai dirinya dan tahu privasi tubuhnya. Hal ini akan sangat berguna bagi anak-anak kita untuk mengenali dan menghindari pelecehan seksual, menghindari pergaulan bebas antar jenis, menjaga kesuciannya sampai jenjang pernikahan, dan bisa menjadi istri shalihah kelak yang bisa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya dan keluarganya.

Begitu pula dengan anak laki-laki. Dengan memahami ketentuan aurat dan menerapkannya, insya Allah akan sangat berguna untuk mengenali bagian privasi tubuhnya sehingga dapat mengenali dan menghindari pelecehan seksual, menjaga kehormatan diri, menjaga pandangannya, menghormati wanita sebagai manusia yang sama derajatnya, bukan memanfaatkannya menjadi suatu bahan eksploitasi murahan. Sehingga saatnya nanti ia akan bisa menjaga kehormatan keluarganya, menjaga kehormatan dan kesucian istrinya dan anak-anaknya.

Dengan demikian baik anak- laki-laki maupun perempuan, akan terjaga akhlaq dan agamanya sampai masing-masing memasuki jenjang keluarga dengan bersih dan selamat.

Begitulah pendidikan seks untuk anak-anak dalam Islam yang di ajarkan secara praktis dan alami sejak usia dini.

 

 

#hari15
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 06032020@07.00

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day14

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keempatbelas menemukan artikel yang berjudul Pendidikan Seksualitas dalam Islam untuk Anak Laki-laki oleh Ustadz Bendri Jaysurrahman di link ini https://majalahayah.com/pendidikan-seksualitas-dalam-islam-untuk-anak-laki-laki/.

Islam membuat patokan bahwa pendidikan seksualitas terkait dengan terpenuhinya tiga hal :

1. Seksualitas yang benar

2. Seksualitas yang sehat

3. Seksualitas yang lurus

Seksualitas yang benar, tentu patokannya adalah Syari’ah, yaitu bagaimana perilaku orang laki-laki secara AlQur’an dan Sunnah. Bagaimana mengajarkan anak sesuai dengan kaidah Syari’ah yang tidak boleh kita meniru cara-cara Barat yang diharamkan. Contohnya, cara Barat apabila seorang ayah ingin mengajarkan tentang laki-laki, khususnya tentang organ kemaluan, maka si bapak mengajak  anak laki-lakinya  untuk mandi bersama. Telanjang bersama, lalu ditunjukkan kemaluan, ini namanya ini, fungsinya ini, dan seterusnya.

Yang demikian itu sangat bertentangan dengan ajaran dan adab Islam, di mana seorang anak laki-laki yang mumayyis (sudah bisa membedakan antara kanan dan kiri), maka ia sudah punya adab terhadap orangtuanya.  Bahkan seorang anak untuk masuk ke kamar orangtuanya saja harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak sembarangan.  Itulah salah satu patokan pendidikan dalam Islam.

Contoh lagi cara Barat, bahwa seorang anak boleh bermain sebebas-bebasnya, misalnya seorang anak bermain di kamar mandi, mengubak-ubak air di WC, tidak apa-apa. Sementara dalam Islam yang demikian itu tidak boleh, haram, hukumnya najis.  Anak harus diperkenalkan mana yang suci dan mana yang najis.

Seksualitas yang sehat, yaitu berkaitan dengan faktor kesehatan.  Bagaimana disunahkan laki-laki untuk ber-khitan, terkait dengan fungsi kesehatannya. Dan itulah salah satu yang diajarkan dalam Islam.

Seksualitas yang lurus, artinya sesuai dengan fitrahnya.  Jangan sampai ada anak laki-laki badannya gempal, berotot, tetapi gayanya seperti orang perempuan (maho, homo). Dompetnya-pun berwarna pink. Dst.

Tugas orangtua adalah menjaga agar fitrah anak laki-lakinya sebagai anak laki-laki dan anak perempuan sebagai anak perempuan.

Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidaklah seorang bayi lahir kecuali dalam keadaan fitrah.  Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani  atau  Majusi.

Maka sejatinya sejak bayi  laki-laki punya fitrah yang berbeda dengan perempuan.

Orangtuanya-lah yang menyimpangkan fitrah anak laki-lakinya itu, yang berdasarkan Hadits tersebut fitrah anaknya disimpangkan menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.   Dengan kata lain, kalau laki-laki menjadi feminin, kewanita-wanitaan, menjadi gay, sejatinya bukan karena genetik. Dan itu dibantah oleh Allah subhanahau wata’ala.  Mana mungkin Allahsubhanahu wata’ala menciptakan suatu kaum lalu Allah sendiri melaknat. Sangat tidak mungkin.

Bagaimana mungkin Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki kalau itu merupakan fitrah.  Karena kalau sudah fitrah, maka orang tidak bisa menolak. Kalau ada seorang gay atau banci lalu mengatakan : “Saya begini karena memang sudah fitrah saya begini”, itu adalah dusta, bohong. Yang benar adalah karena pengaruh lingkungan. Dan lingkungan paling dekat adalah orangtuanya.

Maka orangtua-lah yang bertugas menjaga fitrahnya itu. Ketika ditanyakan dalam suatu komunitas kaum Gay, kenapa mereka menjadi gay, terbanyak dari mereka menjawab : Sejak kecil tidak punya sosok ayah.  Sejak kecil tidak pernah ada stimulasi ayah. Semua pengasuhan oleh ibunya tidak pernah mengenal ayah.

Hasil pengamatan dan diskusi dengan anak-anak gay : Kalau anak laki-laki itu tidak punya ayah sejak kecil karena ayahnya mati, atau cerai, tetapi tidak punya kebencian terhadap ayah, maka anak laki-laki itu paling-paling gayanya saja seperti perempuan (feminin) saja, tidak sampai menjadi gay.

Misalnya seorang anak laki-laki ayahnya tidak pernah mengurusinya, karena sibuk kerja, atau ayahnya meninggal tidak ada sosok ayah pengganti, paman atau kakeknya tidak ada, ia diurus oleh perempuan (ibunya) saja maka anak laki-laki itu cenderung bergaya feminin. Tetapi ia tetap punya ketertarikan dengan lawan jenis. Hanya gayanya saja tetap feminin, cara bicaranya, cara marahnya, karena selama ini ia hanya menirukan ibunya.

Yang parah adalah kalau seorang anak laki-laki trauma dengan sosok ayah. Bapaknya pulang kerja yang dilakukan hanya marah-marah, bicaranya keras, menampar, menendang, memukul kepada si anak laki-lakinya. Apalagi sering anak itu melihat bapaknya menampar ibunya di depan matanya. Maka anak laki-laki itu akan muncul kebencian dalam jiwanya : Laki-laki itu jahat,  ibuku disakiti, ibuku jadi korban kejahatan ayahnya, dst. Maka akan ter-stigma dalam otak anak laki-laki itu : Aku tidak mau menjadi laki-laki. Lalu lebih cenderung bermain dengan anak perempuan.  Itulah yang menjadi pemicu utama mengapa anak laki-laki menjadi Gay.

Mungkin ada faktor lain, tetapi dari pengamatan dan berkali-kali menangani kasus laki-laki menjadi Gay, umumnya disebabkan oleh hal-hal seperti disebutkan di atas.  Karena rasa trauma dengan ayahnya.   Walaupun akhirnya bapaknya berubah ketika anak laki-lakinya remaja, tetapi sudah terlanjur anak laki-lakinya membenci laki-laki karena masuk ke alam bawah-sadarnya.

Oleh karena itu pendidikan untuk anak laki-laki mutlak harus diasuh oleh sosok laki-laki. Seseorang ingin mendidik anak laki-laki menjadi laki-laki sejati, tetapi dalam kehidupan masa kecilnya tidak ada sosok laki-laki yang mengasuhnya, mana mungkin anak laki-laki itu belajar sebagai laki-laki. Fitrahnya itulah yang menjadi rusak.

Fitrah adalah sejenis software yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada seorang anak.   Berbeda dengan pemahaman orang Barat yang menyatakan bahwa anak itu ibarat kertas putih, tinggal orangtuanya yang mengisinya. Sedangkan dalam Islam, seorang bayi sudah mempunya program-software, sudah ada fitrahnya, pertama ia (bayi) itu Islam.

Lihat AlQur’an Surat Al A’raaf ayat 172 :

سُوۡرَةُ الاٴعرَاف

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَأَشۡہَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ۖ قَالُواْ بَلَىٰ‌ۛ شَهِدۡنَآ‌ۛ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ إِنَّا ڪُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ (١٧٢)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi“. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Seorang bayi (siapapun) masih dalm kandungan ibunya umur 4 bulan sudah bersaksi bahwa Allah adalah Tuhannya, berarti ia Islam. Itulah fitrahnya.

Laki-laki itu fitrahnya adalah dalam bermacam hal :

1.Jiwa Al Qowam (pemimpin).

Tentu otaknya berbeda dengan anak perempuan.  Maka pendidikan laki-laki berbeda dengan anak perempuan karena Allah subhanahu wata’ala menciptakan-nya berbeda.

Allah sebutkan dalam AlQur’an Surat Hujurat ayat 13 bahwa hanya ada dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan.  Tidak pernah disebutkan adanya manusia berjenisbanci (bencong).  Menuduh bahwa banci itu fitrah, berarti menuduh Allah berkhianat dalam penciptaan-Nya. Jadi tidak ada mansia berjenis Waria, kalau ada, maka itu penyimpangan dari fitrah.

2.Laki-laki punya keunikan/kelebihan dibanding perempuan.

Karena fitrahnya sejak awal berbeda (Lihat AlQur’an Surat An Nisaa’ ayat 34).

Laki-laki punya kelebihan dibandingkan perempuan. Laki-laki berpikiran singkat, kalau bicara seperlunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sebagai suami (laki-laki) kalau berkata-kata seperlunya, cukup singkat tetapi merangkum semua hal.  Maka bila orang laki-laki banyak ngomong, panjang sekali ngomongnya, itu karena selama ini ia tidak pernah mendapat stimulan laki-laki pada software-nya. Selama ini diasuh oleh perempuan saja.

Bagiamana kita mendidik anak laki-laki dan perempuan adalah berdasarkan AlQur’an, maka kita belajar dari keluarga yang ada dalam AlQur’an, salah satu jiwa laki-laki adalah Al Qowam (pemimpin) sebagaimana disebutkan di atas. Sebagaimana disebutkan dalam Surat An Nisaa’ ayat 34Bahwa kaum laki-laki itu adalah pemimpin (Al Qowam) bagi wanita. 

Artinya sejak lahir anak laki-laki oleh Allah subhanahu wata’ala diberikan software :Pemimpin.   Masalahnya software (kepemimpinan) bersesuaian atau tidak dengan hardware(yang diasuhkan).  Ternyata selama ini hardware-nya justru merusak jiwa Qowam-nya (jiwa kepemimpinannya). Sehingga ada orang laki-laki yang jiwa Qowam-nya hilang karena diasuh oleh ayah yang Cuek (tidak peduli) dan ibu yang otoriter.

Padahal yang benar adalah laki-laki (suami) menjadi penguat, penjadi faktor yang menegakkan keluarga.  Sehingga seorang perempuan mendapatkan suami yang Qowam(pemimpin, penegak keluarga) adalah beruntung.  Yang sebelumnya perempuan itu pesimistis, tiba-tiba menjadi orang yang termotivasi oleh suaminya, karena suaminya selalu berkata-kata yang positif.   Yang selama ini perempuan itu tidak punya potensi, karena menikah dengan seorang laki-laki yang punya jiwa kepemimpinan, maka perempuan itu menjadi bintang.  Itulah hebatnya laki-laki yang mempunyai jiwa Al Qowam (Pemimpin), sehingga isterinya bisa tumbuh potensinya.

Maka sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam yang menempatkan diri beliau dalam keluarganya sebagai Al Qowam (pemimpin keluarga) sehingga isteri beliau ‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha menjadi salah seorang ulama.  Hafal banyak Hadits, menjadi guru beberapa ulama laki-laki di zamannya.

Bagaimana pula Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mendidik isteri beliau yang lain yaitu Zainab binti Khuzaimah rodhiyallahu ‘anhuma, disebut juga Ummul Masakin (Ibu orang-orang miskin), karena beliau punya jiwa dermawan, jiwa sosial yang tinggi, sehingga dicap sebagai orang wanita yang punya jiwa sosial tinggi,. Bahkan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam memujinya dalam sebuah Hadits : Khoirukunna man tholayadiha – Sebaik-baik perempuan yang panjang tangannya (senang memberi).  Demikian pula isteri-isteri beliau yang lain menjadi contoh-teladan bagi perempuan-perempuan lain dizaman itu.

Makna “Al Qowam” juga berarti adil dan seimbang. Maka laki-laki dalam Islam dibolehkan poligami karena  punya  jiwa AlQowam (adil-seimbang). Dan bagi laki-laki yang tidak punya jiwa AlQowam jangan sekali-kali ingin menikah lebih dari seorang wanita.  Sebab akhirnya akan menjadi masalah, dan menimbulkan pertengkaran dalam keluarga.

“AlQowam – AlQoyyim”, menurut Imam Abubakar Arrozi dalam Kitab Mukhtar Ash Shihamaknanya adalah Pemimpin (Leader), bukan pengekor.

Maka sejatinya laki-laki adalah AlQowam, untuk menegakkan, menjadikan, membentuk, meningkatkan kemampuan anggota keluarganya, terutama isterinya, misalnya ketika isterinya sedang hamil, ia (suami) membantu dalam pekerjaan-pekerjaan keseharian di rumahtangganya.  Untuk meringankan tugas dalam rumah tangga yang biasanya dikerjakan oleh isterinya. Jangan sampai isterinya yang sedang hamil itu tetap terbebani pekerjaan-pekerjaan rumahtangganya.

Hal-hal yang demikian akan muncul pada jiwa anak-anaknya, apabila anak dalam pengasuhan yang benar. Terutama anak laki-laki yang tidak diasuh dengan benar, bisa-bisa ketika sudah dewasa ia akan sering menyakiti perempuan, jiwanya pengecut, tidak bisa menjadi Leadercengeng, dan seterusnya.  Itulah yang sering terjadi.

 

 

#hari14
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 05032020@17.49

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day13

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketigabelas menemukan resume tulisan Ust. Harry Santosa di blog https://www.google.com/amp/s/ekoharsono.wordpress.com/2017/12/24/prinsip-dan-tahapan-mendidik-fitrah-seksualitas/amp/

Harry Santosa, 23 Dec 2017

Mendidik Fitrah Seksualitas adalah merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.

Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)

Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.

Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Tahap Usia 0-2 tahun : Anak lelaki maupun anak perempuan lebih didekatkan kepada Ibu karena masa menyusui. Menyusui adalah tahap awal penguatan semua konsepsi fitrah termasuk fitrah keimanan dan fitrah seksualitas.

Tahap Usia 3-6 tahun : ini Tahap Penguatan Konsepsi Gender dengan Imaji imaji positif tentang gendernya masing masing. Anak lelaki maupun anak perempuan harus didekatkan kepada Ayahnya dan kepada Ibunya. Ayah dan Ibu harus hadir pada fase ini. Indikator tumbuhnya fitrah seksualitas di tahap ini adalah anak dengan jelas dan bangga menyebut gendernya di usia 3 tahun.

Tahap Usia 7-10 tahun : Ini tahap Penyadaran Potensi Gender dengan beragam aktifitas yang relevan dengan gendernya. Anak lelaki yang telah ajeg konsep kelelakiannya pada usia 0-6 tahun, maka kini disadarkan potensi kelelakiannya langsung dari Ayah. Anak lelaki lebih didekatkan ke Ayah. Ayah mengajak anak lelakinya pada peran dan aktifitas kelelakian pada kehidupan dan sosialnya, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib. Begitupula anak perempuan lebih didekatkan ke Ibu untuk disadarkan peran keperempuanannya dalam kehidupan sosialnya. Indikator di tahap ini adalah anak lelaki kagum dan ingin seperti ayahnya, anak perempuan kagum dan ingin seperti ibunya.

Tahap 11-14 tahun : Ini tahap Pengujian Eksistensi melalui ujian dalam kehidupan nyata. Anak lelaki yang telah sadar potensi kelelakiannya kini harus diuji dengan memahami mendalam lawan jenisnya langsung dari ibunya. Maka anak lelaki di tahap ini lebih didekatkan kepada ibunya agar memahami cara pandang perempuan dari kacamata perempuan (dalam hal ini ibunya). Anak perempuan juga sebaliknya, lebih didekatkan ke ayahnya agar memahami mendalam bagaimana cara pandang lelaki dari kacamata lelaki (dalam hal ini ayahnya). Indikator di tahap ini adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ayah bagi anak lelaki. Bagi anak perempuan adalah persiapan dan keinginan bertanggungjawab menjadi ibu.

Tahap => 15 tahun : Ini tahap penyempurnaan fitrah seksualitas sehingga menjadi peran keayahbundaan. Ini adalah masa AqilBaligh atau anak bukan lagi anak anak, tetapi mitra bagi orangtuanya. Secara syariah mereka telah Mukalaf atau mampu memikul beban syariah, termasuk kemampuan untuk menikah atau menjadi ayah sejati atau menjadi ibu sejati. Semua ulama sepakat bahwa anak pada tahap ini sudah tidak wajib lagi dinafkahi, jikapun masih dinafkahi itu karena statusnya fakir miskin. Maka kewajiban orangtualah untuk mengantarkan anak anak mereka untuk aqilbaligh sempurna dan mencapai peran peradaban bukan hanya dalam profesi namun juga untuk berperan menjadi ayah sejati dan ibu sejati.

Catatan 1:
Anak anak yang kehilangan salah satu sosok orangtua baik karena meninggal atau karena perceraian, maka wajib segera diberikan sosok pengganti sampai mencapai aqilbaligh baik dari keluarga besar maupun komunitas/jamaah kaum Muslimin.

Catatan 2:
Fitrah Seksualitas ini tidak tumbuh berdiri sendiri harus pula diiringi tumbuhnya fitrah lainnya seperti fitrah keimanan, fitrah individualitas dan fitrah sosialitas sehingga agar juga tidak mudah ditularkan penyimpangan seksual oleh lingkungan.

Catatan 3:
LGBT jelas adalah penyimpangan fitrah seksualitas, bukan genetik tetapi karena salah pengasuhan atau tidak diagendakan dalam pendidikan atau penularan perilaku lingkungan.

 

 

#hari13
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 04032020@18.00

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day12

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keduabelas resume dari artikel yang saya gunakan untuk tema kelompok 10 kemaren. 10 Pertanyaan Pendidikan Seksual yang Sering Ditanya Anak dan Cara Menjawabnya.

Sudah ga zamannya lagi ya, kalau kita itu main rahasia-rahasian, ga mau menjawab pertanyaan anak yang berkaitan dengan pendidikan seksual. Atau malah, masih merasa tabu? Ketika kita merasa tabu, anak justru bisa mencari jawaban di luar rumah, yang belum tentu benar. Lebih parah lagi, akibat ketidaktahuan mereka, akan ada banyak risiko  yang bisa dapatkan.

Secara garis besar, ada beberapa poin yang perlu diterapkan saat menjawab pertanyaan dari anak:

1. Tanya balik: memberi kesempatan kita untuk menenangkan diri , dan supaya kita tahu sudah sejauh mana pengetahuan anak serta supaya kita juga tahu kata atau istilah apa yang bisa kita pergunakan dalam menjelaskan jawaban nanti.

2. Terbuka dan jujur; tidak mengarang/berbohong.

3. Gunakan istilah/nama yang benar. Contoh, bilang saja penis, jangan diganti dengan sebutan ‘burung’.

4. Mulai dari yang umum, berkembang mengerucut mengikuti pertanyaan/komen anak.

5. Gunakan bahasa sederhana.

6. Berikan jawaban secukupnya, tidak lebih atau kurang.

7. Gunakan buku, gambar, internet, dll.

8. Ganti topik jika anak sudah terlihat puas.

9. Akui jika tidak tahu & ajak anak untuk cari tahu bersama.

Tantangan hari keduabelas ini saya hanya menulis poin apa saja yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan anak. Selebihnya 10 pertanyaan tersebut bisa dilihat di postingan tantangan hari kesepuluh.

 

Referensi :

https://mommiesdaily.com/2017/10/13/10-pertanyaan-soal-pendidikan-seksual-yang-sering-ditanya-anak-dan-cara-menjawabnya/

 

#hari12
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 03032020@21.22

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day11

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kesebelas membuat resume dari artikel yang didapat dari media. Kali ini saya berselancar melalui google menemukan artikel dari lifestyle, oleh Jurnalis – Hanizha Fatma, update Senin 28 Januari 2019 07:18 WIB. Judul artikelnya Tips Bunda Elly Risman Agar Orangtua Pede Bicara Seksualitas Pada Anak.

YANG tercetus di benak seseorang saat mendengar kata seksualitas umumnya adalah tabu untuk diperbincangkan. Karena masyarakat masih rancu antara kata seksualitas dan seks.

Seks memiliki artian yang lebih sempit dari seksualitas. Seks adalah jenis kelamin dan fungsinya yang berkaitan dengan perbedaan biologis atara laki–laki dan perempuan. Sedangkan seksualitas adalah konsep diri manusia itu sendiri, dimulai dari dalam kandungan hingga sepanjang hidupnya.

“Seksualitas adalah cara seseorang memandang dirinya sendiri, apa yang dirasakannya, apa yang dipikirkannya, apa yang dipercayainya hingga bagaimana ia bersikap, berbudaya, bahkan berpolitik,” ungkap Bunda Elly Risman Musa seminar parenting belum lama ini di Harris Convention Hall Bekasi.

Psikolog asal Aceh sekaligus Direktur Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati ini, memang dikenal tokoh yang gigih dalam menyuarakan soal pentingnya orangtua mendidik anak.

Ia menekankan, pertama kali harus dilakukan oleh orangtua dalam membangun komunikasi dengan anak adalah membenahi diri sendiri. Latar belakang keluarga, pola pendidikan yang diperoleh.

“Pengalaman maupun trauma psikologis, yang ringkasnya disebut back pack oleh Bunda, harus dikeluarkan lebih dahulu dan dibenahi. Hal ini bisa memakan waktu lama, bahkan bisa mencapai waktu satu tahun. Orangtua bisa meminta bantuan profesional untuk membantu mereka membenahi back pack ini,” bebernya.

Baca juga:

S

Kebiasaan orangtua yang memberikan gadget di usia dini dengan berbagai alasan sangat disayangkan oleh Bunda Elly. Sarana telepon genggam membuka kesempatan untuk anak menjelajah ke area berbahaya, di tambah dengan rasa ingin tahu yang besar dan belum sempurnanya kemampuan mereka untuk memilah, seperti membuka pintu menuju hutan lebat tanpa pendamping yang mengerti arah. Dan hampir dipastikan orangtua memberikan telepon genggam dengan fitur–fitur terbaru didalamnya

Dihadapan ratusan peserta seminar Bunda Elly membuat terkejut para peserta, saat ditampilkan slide berupa tulisan dari pertanyaan– pertanyaan mengenai seksualitas oleh anak–anak usia sekolah dasar.

“Coba perhatikan apa yang ditanya oleh para anak-anak. Pertanyaan tersebut ditulis dengan bahasa gaul sehari-hari, juga betapa mendetailnya pertanyaan mereka, jauh dibandingkan dengan yang pernah mereka sendiri dapatkan dari orang tuanya, “ tegas Bunda Elly.

Di salah satu sesi, Bunda Elly mengajak peserta untuk melatih cara berkomunikasi dengan anak. Bunda Elly menyebarkan pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh anak dan meminta peserta menjawab dengan bahasa yang singkat, mudah dipahami dan sesuai dengan pertanyaan. Bunda Elly mengingatkan orangtua harus sering berlatih menjawab pertanyaan – pertanyaan ini, membekali diri dengan pengetahuan yang berkaitan, bersikap tenang dan tidak menghakimi anak saat mereka bertanya.

Komunikasi yang sederhana dan jelas serta sikap orangtua yang santai akan membuat anak merasa nyaman dalam mengungkapkan perasaan dan pendapat mereka. Hal ini diakui oleh sebagian orangtua ternyata sulit untuk menjawab pertanyaan sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami dan singkat.

“Adanya peserta yang hadir dari para ayah merupakan kejutan menyenangkan bagi saya. Biasanya kalau seminar seperti ini yang hadir adalah kaum ibu. Saya minta para ayah untuk melatih cara berkomunikasi dengan anak. Sudah terbukti saat dipraktekkan, ayah yang paling sulit membuat diskusi menyenangkan dan mudah dicerna anak. Ayah juga diminta untuk membagi tugas dengan pasangannya dalam membangun komunikasi dengan putra putrinya di dalam rumah. Sehingga komunikasi dapat berjalan baik, sesuai visi antara ayah dan ibu, dengan begitu diharapkan anak–anak merasa nyaman dan terbuka kepada orang tua mereka”, tutur Bunda Elly.

Sementara di lokasi yang sama, Drg. Rima Zulkarnaen, Ketua Komite Sekolah Dasar Islam Labschool STAI Bani Saleh Bekasi sebagai pelaksana kegiatan seminar ini, mengungkapkan bahwa kegiatan seminar ini merupakan implementasi dari visi Komite yaitu menjadikan generasi yang sehat, shaleh/shalehah, jujur, mandiri dan bertanggung jawab serta misi Komite yaitu menciptakan generasi yang cerdas secara iman dan akal serta mempersiapkan anak–anak dari pengaruh negatif zaman sekarang.

“Kami berharap orangtua memiliki ilmu dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan hasil seminar ini, sehingga meningkatkan kesadaran anak untuk mengenali diri mereka sendiri baik secara fisik maupun psikis. Kesadaran dan pemahaman yang tepat akan menjadi benteng mereka bila dihadapkan pada pilihan–pilihan yang berkaitan dengan seksualitas nanti.” Ungkap Nila Kumalasari, Ketua Panitia Seminar Parenting ini.

 

 

 

 

#hari11
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 02032020@21.55

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day10

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema kesepuluh tema terakhir dari kelompok 10, yaitu kelompok PINK Putri Handayani, Ida Ismawati, Niki Martini dan Siti Khodijah. Temanya yaitu Ketika Anak Bertanya (FAQ yang sering ditanya anak dan cara menjawabnya). Presentasi berlangsung pada Sabtu, 29 Februari 2020, jam 20.00 – 22.00 WIB, yang dimoderatori oleh kelompok PINK sendiri.

 

TANYA JAWAB

1️⃣ Ruli

Kalau menjelaskan ke anak balita laki2 tentang sunat itu gmn yaa.. boleh sharingnya dong. Di sini si anak blm pernah tau tentang sunat, baru mau mau dikenalkan ttg sunat.

Jawab :

Putri ➡️ Mungkin lebih dijelaskan ke anak ttg fitrah manusia ya, krna khitan/sunat itu termasuk salah satu dari 5 fitrah.

Dijah ➡️ Karena mereka masih balita, kita menjelaskan dengan bahasa yang mereka mengerti, dan yang terpenting, kita juga jangan lupa mengatakan kalau sunat/khitan itu tidak sakit, jadi tidak ada ketakutan mereka untuk sunat.

Tanggapan :

Ruli ➡️ Apa saja mba 5 fitrah itu?

Putri ➡️ Benar.kata ni dijah, dan bagian ini, bilang juga klo “bagian kelamin adek ini kotor mengandung lemak, mesti dibersihkan, klo dibiarkan bisa menghambat pipis keluar.

Dari baca², sakitnya dikit kyak digigit semut, ga smpai 15 menit selesai.

Dijah ➡️ Sebetulnya khitan itu bisa dibilang gak sakit bun, hanya pada saat dibius sedikit terasa sakit, apalagi sekarang sunat itu ada yang pakai laser. Malah ketakutan anak-anak yang membuat mereka menangis.

Putri ➡️ pengalaman tiap anak beda² ya, arahin aja mba ruli biar dianya tenang, tidak tegang, nyaman, insyaAllah lancar & cepat. Klo tegang, takut, ya akan terasa menyakitkan.

2️⃣ Mega

Kira2 biasanya anak akan bertanya kritis begitu diukur berapa ya?

Jawab :

Putri ➡️ Bertanya kritis sepertinya umur 5 th keatas ya.. karena keingintahuannya bertambah apalagi di usia >5 th organ reproduksi sudah mulai berkembang, anak sudah bisa merasakan respons seksual..

Tanggapan :

Mega ➡️ Mksdny respon seksual mb put

Dijah ➡️ Di usia 5 tahun sesuai dengan perkembangan psikoseksualnya, anak ada dalam fase falik, atau fase di mana si anak mulai merasakan sensasi seksual di kelaminnya pertama kali.

Kalau ditelusuri lagi ada tahapan fase-fase sensasi seksual yang berbeda di tahapan perkembangannya.

Usia baru lahir sampai dua tahun, sensasi seksualnya di mulut, sehingga disebut fase oral.

Usia 2-3 tahun sensasi seksualnya di dubur, sehingga disebut fase anal.

Usia 3-5 atau 3-6 tahun sensasi seksualnya di kelamin, yang disebut fase falik tadi, seringkali tanpa disadari dan dipahami dengan baik, misalnya anak-anak laki-laki sering memegang penisnya.

Usia 6-11 tahun adalah fase laten di mana si anak tidak fokus dengan sensasi seksual tetapi lebih banyak di tumbuh kembang fisik dan kognitif (masa sekolah).

Usia 12 tahun ke atas sudah masuk fase genital, memasuki perkenalan dan tahapan kehidupan seksual sesungguhnya yang ditandai dengan adanya tanda-tanda pubertas, dan sensasi seksual sudah dinikmati di organ-organ seksnya secara sadar.

 

#hari10
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 01032020@17.46

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day9

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema kesembilan dari kelompok 9, yaitu Devi Fitriani, Megawati Anggraini dan Sismiyati Kusumaningsih. Temanya yaitu Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual. Presentasi berlangsung pada Jum’at, 28 Februari 2020, jam 16.30 – 17.30 WIB, yang dimoderatori oleh Putri Handayani.

Kekerasan terhadap anak terutama di usia emas 0-5 tahun, tidak boleh dianggap biasa. Di usia-usia tersebut, memorinya begitu kuat sehingga semua tersimpan dengan lekat. Anak yang mendapat perlakuan kasar ketika kecil cenderung mengalami kesulitan dalam tumbuh kembangnya.

Allah sudah menganugerahkan insting mengenal bahaya pada setiap makhluk termasuk manusia. Akan tetapi terkait kemampuan membela diri, meski ada insting yang bermain, tetap saja secara naluriah anak adalah anggota terlemah.

• Usia 0-5 tahun belum dapat membela diri bukan karena tidak mampu tapi secara tenaga, ukuran badan, pikiran, dll memang kalah oleh orang dewasa atau anak yang lebih besar darinya. Sehingga cenderung lebih mudah “dikalahkan”.

• Usia 6-12 tahun anak sudah mulai lebih sering berinteraksi dengan dunia luar. Dari sini pengalaman mereka tak sebatas apa yang terjadi di rumah, tapi juga apa yang dialami di lingkungan. Sehingga anak dapat mulai memahami tentang pembelaan diri. Setidaknya berupaya meminta pertolongan dengan cara berteriak.

• Usia 13-18 tahun umumnya sudah mulai masuk fase baligh jadi bukan lagi disebut “anak”. Di fase ini anak sudah mampu mengantisipasi akan bahaya yang mengancam dirinya.

Maka disinilah lingkungan berperan mengurangi atau malah kalau bisa, menghilangkan kekerasan terhadap anak.

Peran yang dapat di ambil dari tiap anggota lingkungan diantaranya :

1. Orang tua

Orang tua harus menyiapkan dan memahami peran orang tua dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak.

Memberikan Pendidikan seks sejak dini (mengenal anggota tubuh dan fungsinya, mengajarkan perbedaan jenis kelamin, dll).

Mengajarkan anak bahwa tubuhnya berharga dan harus dijaga (menginformasikan bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain).

Mengajarkan anak untuk tidak mudah percaya orang asing.

Mengajarkan anak untuk selalu berhati-hati dimana saja.

Latih anak saat menghadapi bahaya di tempat umum.

Bangun komunikasi dengan anak, menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian, hargai pendapat anak (missal saat anak menolak dicium atau minta berhenti saat digelitiki).

Menjadi sumber referensi utama anak, untuk mengetahui segala hal terkait seksualitas

2. Masyarakat

Patroli wilayah, berfungsi untuk mengatur masyarakat agar bekerjasama dengan keamanan setempat untuk mencegah dan mengendalikan kejahatan seksual pada anak di lingkungan tempat tinggal.

Pendidikan kepada warga oleh penegak hukum

Pehatian terhadap lingkungan

➡Dengan saling mengenal antar tetangga, mempelajari kejadian-kejadian wajar di lingkungan sehingga langsung sadar ketika tejadi hal di luar kewajaran, mencari informasi kejahatan yang terjadi di sekitar lingkungan melalui media informasi, dll.

➡Memajukan lingkungan (memperbanyak penerangan jalan, memasang CCTV di sekitar tempat tinggal dan sekolah).

Jika kita mencurigai atau bahkan mengetahui ada anak yang menjadi korban kejahatan seksual, maka kita bisa melakukan hal- hal sebagai berikut:

✨ Beri anak lingkungan yang aman agar dia dapat bicara kepada anda atau orang dewasa yang dapat dipercaya.

✨ Yakinkan anak bahwa dia tidak bersalah, dan tidak melakukan apapun yang salah. Yang bersalah adalah orang yang melakukan hal tersebut kepadanya.

✨ Cari bantuan untuk menolong kesehatan mental dan fisik.

✨ Laporkan kejadian ini pada Komisi Anak Nasional.

✨ Konsultasikan dengan aparat negara yang dapat dipercaya bagaimana menolong anak tersebut.

✨ Jaga rahasia kejadian dan data pribadi anak agar tidak menjadi rumor yang akan menambah beban penderitaan mental anak, dalam Undang-Undang Hak Anak, anak yang menjadi korban kejahatan seksual berhak untuk dirahasiakan namanya.

TANYA JAWAB

1️⃣ Putri

Slide penyebab kejahatan seksual, bagian korban…
Karena takut… Hmm.. kira² apa ya yg kita bekali biar anak jadi pemberani, tidak takut dengan ancaman?

Jawab :

Devi ➡️ Dengan menumbuhkan disiplin positif di diri anak tanpa ancaman dan sogokan

2️⃣ Putri

Brarti mengkomunikasikan apa² saja yg harus anak tau ttg pribadinya atau kenyamannya ga boleh diganggu orang itu mesti berulangkali ya dibilangin biar anak paham.

Kira² sudah ngerti sejak usia brapa ya?

Jawab :

Mega ➡️ Iya mb..kemaren sempet nonton i news bunda Elly wisman..mulai 2 tahun itu sudah bisa. Ini link youtubenya https://youtu.be/DMevNyqEs6Q

 

#hari9
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 29022020@22.55

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day7

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema ketujuh dari kelompok 1, bunda DELiLah yaitu Devy Cendekia, Extin Faulinza, Ruli Khusnu Rizka, dan Fadhilah Assalamah. Temanya yaitu Menjaga Diri Dari Kejahatan Seksual. Presentasi berlangsung pada Rabu, 26 Februari 2020, jam 20.15 – 21.30 WIB, yang dimoderatori oleh Yuyun Yuliyani.

Apa itu kejahatan seksual?

Kejahatan seksual adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang menimbulkan kepuasan seksual bagi dirinya dan mengganggu kehormatan orang lain.

(Sumber: Jurnal Kedokterdan Diponegoro Vol.7 No.2 Mei 2018).

Bentuk Kejahatan seksual

(Menurut Komnas Perempuan)

a. Perkosaan

b. Intimidasi seksual (ancaman percobaan perkosaan)

c. Pelecehan seksual

d. Eksploitasi seksual

e. Perdagangan perempuan untuk tujuan seksual

f. Perbudakan seksual

g. Pemaksaan perkawinan (termasuk cerai gantung)

h. Pemaksaan kehamilan

i. Pemaksaan aborsi

j. Pemaksaan kontrasepsi dan sterilisasi

k. Penghukuman tidak manusiawi bernuansa seksual

l. Praktik/tradisi bernuansa seksual yang membahayakan/mendeskriminasi perempuan

m. Penyiksaan seksual

n. Kontrol seksual

Pelaku Kejahatan Seksual

Pelaku kekerasan bisa siapa saja. Orang yang dikenal maupun tidak dikenal oleh korban.

Mayoritas pelaku adalah orang yang dikenal oleh korban. Memiliki hubungan darah, perkawinan ataupun kekerabatan.

Sasaran

Semua umur, orang tua, dewasa bahkan anak dan balita.

Dampak kejahatan sosial:

Mencakup beberapa aspek, yaitu:

a. Fisik: luka ringan, luka berat, cacat

b. Psikis: depresi, ketakutan, trauma, dll

c. Seksual: rusak dan atau tidak berfungsinya organ seksual

d. Relasi sosial: pengucilan, berkurangnya kesejahteraan sosial, stigmatisasi

e. Hak melanjutkan pendidikan: dilarang mengikuti ujian, dikeluarkan dari sekolah, diminta mengindurkan diri dari sekolah

f. Hilangnya nyawa

Cara Menjaga Anak kita dari Kejahatan Seksual:

✅Jalin komunikasi yg baik dengan anak, sehingga anak terbuka dengan orang tua.
✅Gunakan bahasa anatomi bagian tubuh yang benar.
✅Perkuat fitrah seksualitas sejak dini, ajari tentang aurat, aturan bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh, serta adab pergaulan Islami.
✅Ajari anak menggunakan teknologi secara tepat.
✅Ajari anak berfikir kritis tentang hal yang membahas kejahatan seksual.
✅Ajari cara membela diri dan berani mengatakan tidak pada permintaan orang lain yang menjurus ke arah kejahatan seksual.
✅Jangan lupa terus berdoa kepada Allah supaya melindungi anak2 kita.

 

TANYA JAWAB

1️⃣ Ade

Prnah dnger berita benarkah menurut survei trnyta kejahatan seksual trtinggi malah pelaku nya dr keluarga sendiri, kenapa bisa bgtu ya, adakah saran dan masukan untk kita.. Krn bener kata bang napi kejahatan bkn hny krn niat pelaku tp krn ada nya kesempatan.

Jawab :

Dilah ➡️ Iya betul.. karena kadang kita mengesampingkan fakta bahwa keluarga adalah manusia biasa yang punya nafsu syahwat..

Jadi terkadang kita tidak terlalu memperhatikan penampilan/pakaian kita. Padahal telah jelas di dalam Al quran aturan menutup aurat..

Adakah yang masih tidak memakai hijab ketika di depan sepupu lain jenis? Karena kita sudah merasa akrab dari kecil.. jadi sudah seperti saudara.

Untuk menjaga diri dari itu sudah dipaparkan oleh mba Ruli ya..

2️⃣ Neneng

Klo dari definisi ini, berarti yang melakukan hubungan seksual dengan dalih suka sama suka tidak bisa di kategorikan kejahatan seksual ya?

Jawab :

Dilah ➡️ Betul mbak neng.. azas suka sama suka.. siapa pelaku siapa korban tentu gak bisa ditentukan. Bisa jadi masuk kategori penyimpangan atau perzinahan jika mereka belum halal…

Tanggapan :

Neneng ➡️ Izin menanggapi ya mba

Ini krn saya baruuu aja baca kasus suka sama suka sampai terjadi kehamilan d luar nikah. Lalu si laki2 meninggalkan perempuannya dlm keadaan di pecat dr pekerjaan, dan tidak punya lagi kemampuan menopang finansial dirinya.

Sampai akhirnya ketika dipaksa bertanggung jawab, pihak keluarga laki2 hanya bersedia menanggung biaya hidup si anak.

Dg kondisi yg seperti ini saya jadi greget pas baca jenis2 kejahatan seksual yg tadi. Nanti di akte kelahiran tdk ada nama ayah yg tercantum kan berarti ya..

Dilah ➡️ Miris ya mbak neng… Azas suka sama suka akhirnya menimbulkan kejahatan seksual (tidak bertanggung jawab terhadap kehamilan pasangannya). Ini juga yang bikin sedih.. karena tidak ada pernikahan yang sah jadi nama ayah tidak bisa dicantumkan.

Neneng ➡️ Dan hak2 si anak jadi ada yg terabaikan ya mba.

Dilah ➡️ Iya.. jadi turunan dari kejahatan seksual ini banyak dan sangat merugikan.

Itulah perlunya tuntas pendidikan Fitrah anak dari segala aspek. Mulai dari fitrah keimanan hingga fitrah seksualitas… Ketika semua tuntas, anak-anak akan tumbuh paripurna menyambut peran spesifik hidupnya yang telah digariskan oleh Allah.

3️⃣ Yuyun

Apa lagi mbak yg bisa kita lakukan untuk mengantisipasi kejahatan yg berasal dari keluarga sendiri?

Jawab :

Dilah ➡️ Sebenarnya dalam islam sudah jelas ya aturan ttg lawan jenis. Bahkan terhadap saudara kandung.

Bahkan aturan tidur sudah harus dipisah sejak usia 7-10th. Tidak boleh tidur dalam satu selimut.

Imam Abu Dawud meriwayatkan hadits nabawi dengan sanad hasan berikut ini:

“Perintahkan anak-anak kamu untuk shalat pada usia tujuh tahun. Pukullah mereka, ketika meninggalkan shalat pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

Ini saudara kandung ya.. lalu bagaimana dengan keluarga lainnya? Sama seperti terhadap orang lain pada umumnya.

Tanggapan :

Ruli ➡️ Saya tambahkan, untuk poin2nya yaa mba

1. Memahamkan tentang mahrom dan menutup aurat dg sepupu, ipar,

2. Mengubah asumsi bahwa saudara dekat itu aman, atau anak yang dititipkan belum tentu aman, apabila tidak banyak yang mengawasi

3. Memberi pemahan tentang sentuhan yang boleh dan tidak boleh kepada anak kita

4. menanamkan pengetahuan menjaga diri pada anak, seperti berterian, melarikan diri, menendang.

4️⃣ Dijah

Mba…mau tanya ttg conth praktek/tradisi bernuansa seksual?

Jawab :

Ruli ➡️ Sy coba jawab pertanyaan mba Dijah⁩ yaa..

Praktek-praktek budaya tradisional tersebut seperti:

• Pemotongan alat kelamin perempuan (FGM)

• Pemaksaan perkawinan di usia sangat muda

• Berbagai hal tabu atau praktek yang menghalangi perempuan mengontrol kesuburan mereka, seperti tabu terhadap gizi dan praktek melahirkan tradisional

• Mengutamakan (preferensi) anak laki-laki dan implikasinya atas status anak perempuan, pembunuhan bayi perempuan

Hal2 tersebut masih kita ditemui dalam tradisi di sekitar kita.

5️⃣ Ade

Terus bgaimna dgn batasan hubungan ayah kandung dan ank perempuan nya smpe dmna batasnya? Adakah btasan smpai usia brp, misal sperti menyeboki ank perempuan nya.

Jawab :

Dilah ➡️ Nah ini aku pernah baca.. tapi lupa buku yang mana. Nanti aku cariin lagi bukunya.. kalo gak salah sebaiknya usia 3-4 tahun anak perempuan sebaiknya gak usah lagi dicebokin ayahnya.

Tapi aku masih suka minta tolong sama ayahnya kalo situasi darurat…

Ruli ➡️ Ini hasil browsing yaa mba..
Mungkin mba Dhila nanti bisa menambahkan:

Ada batasan-batasan aurat antara orangtua dan anak. Ustadz Khalid Basalamah menerangkannya dalam video singkat yang diunggah di salah satu akun Youtube.

Beliau menyampaikan bahwa anak laki-laki berusia 7 tahun, auratnya tidak boleh terlihat atau dilihat oleh ibunya. Begitu pun anak perempuan berusia 7 tahun, auratnya tidak boleh dilihat oleh ayahnnya.

Karena pada usia 7 tahun adalah usia yang bisa membedakan jenis kelamin. Maka dari itu, seorang ayah tidak boleh lagi memandikan anak perempuannya yang sudah berusia 7 tahun. Begitu pun seorang ibu terhadap anak laki-lakinya.

Meskipun sebagian ulama mengatakan batasan maksimal adalah usia 10 tahun. Itu artinya menurut Ustadz Khalid Basalamah pada usia belum baligh pun sudah tidak boleh.

“Mahram kita, ayah, ibu, anak, hanya diperbolehkan melihat dari leher ke atas, siku ke bawah dan lutut ke bawah. Paha sampai di dada tidak boleh dilihat,” jelas Ustadz Khalid.

Sumber: https://muslimobsession.com/inilah-batasan-aurat-orangtua-dan-anak/

6️⃣ Yuyun

Aduh klo ibu di rmh lumayan seksi gmn dooong?Tmn2 klo di rmh gmn sih? Aku seksi loh, apakah itu juga gak baik????

Jawab :

Dilah ➡️ Eh ada ya materi kemarin yang berhubungan dengan ini. Bagaimana dengan anak2 yang melihat aurat kita.. bagian yang seksi tentunya.

Masih dalam buku *Cara Nabi mendidik anak* dijelaskan juga bahwa penglihatan anak terhadap sesuatu di usianya yang masih muda akan mempengaruhi kehidupannya di masa akan datang. Terkadang, pandangan tersebut menyebabkan munculnya penyakit-penyakit jiwa yang sulit disembuhkan.

Untuk itu kedua orangtua sebaiknya selalu menjaga aurat di hadapan anak-anak. Untuk mencegah anak terjangkit penyakit jiwa akibat dorongan biologis. Naidzubillahminzalik.

Tanggapan :

Mega ➡️ Maksudnya pandangan yang tidak menutup aurat meski di dalam rumah y mb..

Dilah ➡️ Aurat yg tidak boleh diperlihatkan pada anak seperti yang disampaikan oleh ruli diatas.

7️⃣ Mega

Bagaimana MB cara mengatasi jika berada atau berkunjung ke rumah saudara yang sering terbuka auratnya/seksi?

Jawab :

Dilah ➡️ Hindari aja dah. Bisikin saudaranya untuk menutup bagian terlarang walau cuma terlihat intip-intip… Jika tidak memungkinkan bawa aja keruangan lain..

Perkuat dirumah mbak.. insyaallah anak2 kita juga akan menghindari dari melihat yg tidak semestinya.

Bahkan kalo anaknya kritis dia akan menegur secara langsung. “Eh tante itu auratnya terbuka, malu”

 

#hari7
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 27022020@14.46

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day6

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema keenam dari kelompok 8, bunda DIRISA yaitu Diah Ayu Setyorini, Rizki Lainatussifah Siregar, dan Sari Eria. Temanya yaitu Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas. Presentasi berlangsung pada Selasa, 25 Februari 2020, jam 14.00 – 15.00 WIB, yang dimoderatori oleh Ruli Khusnu Rizka.

Apa sih Media Digital itu?

Media digital adalah media yang dikodekan dalam format yang dapat dibaca oleh mesin. Menurut WIKIPEDIA.

Program-program komputer dan perangkat lunak seperti citra digital, digital video; video games; halaman web dan situs web, termasuk media sosial; data dan database; digital audio, seperti mp3, mp4 dan e-buku adalah contoh media digital.

Banyak Kasus di Indonesia yang dsebabkan oleh penyimpangan media digital.

Sebagai contoh Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) di tahun 2002-2003, remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada: usia 14-19 tahun, perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%. Sedangkan pada usia 20-24 tahun perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%.

Dampak terburuk menurut Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 menyimpulkan empat hal: Pertama, 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Kedua, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks. Ketiga, 62,7% remaja SMP tidak perawan. Dan yang terakhir, 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat pada tahun 2015 terdapat 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan, berarti sekitar 881 kasus setiap hari. Angka tersebut didapatkan dari pengadilan agama sejumlah 305.535 kasus dan lembaga mitra Komnas Perempuan sejumlah 16.217 kasus. Menurut pengamatan mereka, angka kekerasan terhadap perempuan meningkat 9% dari tahun sebelumnya.

Bahkan mungkin sampai saat ini lebih banyak kasus yang bisa terjadi.

Faktor Penyebab Penyimpangan Media Sosial dalam Penyaluran Seks Remaja :

1. Reaksi frustasi diri

2. Gangguan berpikir dan intelegensia pada diri remaja,

3. Kurangnya kasih sayang orang tua/keluarga

4. Kurangnya pengawasan dari orang tua

5. Dasar-dasar agama yang kurang

6. Tidak adanya media penyalur bakat/hobi,

7. Masalah yang dipendam

8. Pengaruh kawan sepermainan

(sumartini, 2011)

Di zaman yang serba modern saat ini, di mana media digital menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan, baik dewasa, remaja bahkan anak-anak semua seperti sangat membutuhkan media digital dalam hidupnya.

Seperti halnya narkoba, kecanduan pornografi juga mengakibatkan kerusakan otak yang cukup serius. Pornografi bukan hanya merusak otak dewasa tetapi juga otak anak. Kerusakan otak tersebut sama dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan sangat tinggi.

Seperti yg di ambil dari website RSUP Sardjito:

Kerusakan otak yang diserang oleh pornografi adalah Pre Frontal Korteks (PFC), bagi manusia bagian otak ini merupakan salah satu bagian yang paling penting karena bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia sehingga manusia memiliki etika bila dibandingkan binatang. Bagian otak ini berfungsi untuk menata emosi, memusatkan konsentrasi, memahami dan membedakan benar dan salah, mengendalikan diri, berfikir kritis, berfikir dan berencana masa depan, membentuk kepribadian, dan berperilaku sosial.
Awalnya saat melihat pornografi, reaksi yang ditimbulkan adalah perasaan jijik, hal ini terjadi karena manusia mempunyai sistem limbik, sistem ini pula yang mengeluarkan hormon dopamin untuk menenangkan otak, tetapi dopamin juga akan memberi rasa senang, bahagia sekaligus ketagihan. Dopamin mengalir ke arah PFC, PFC menjadi tidak aktif karena terendam dopamin. Apabila dopamin semakin banyak maka seseorang akan timbul rasa penasaran dan semakin kecanduan melihat pornografi, namun untuk memenuhi kepuasan dan kesenangannya, seseorang akan melihat yang lebih porno / vulgar lagi untuk memicu dopamin yang lebih banyak. Karena terus dibanjiri dopamin, PFC akan semakin mengkerut dan mengecil dan lama-lama menjadi tidak aktif akibanya fungsi dari bagian otak ini semakin tidak aktif.

 

 

 

TANYA JAWAB

1️⃣ Dijah

Media digital pasti sangat berpengaruh kepada fitrah seksualitas, apalagi sekarang media sosial dan internet sangat mudah didapat, sejatinya digital itu pasti bisa memberikan hal positif dalam fitrah seksualitas anak kita.

Yang ingin dijah tanyakan kepada kel DIRISA apa peran penting kita supaya anak menjadikan digital itu hal yang positif?

Jawab :

Sari ➡️ jawaban dari kelompok kami Bun

1. Bekali diri dengan ilmu : Sebelum kita mengajarkan anak-anak, kitalah orang pertama yang harus belajar. Bagaimana caranya? Terus dan teruslah belajar. Karena sekolah orang tua adalah seumur hidup, sementara masa kecil anak tidak akan terulang lagi.

2. Jangan berikan anak gadget sebelum waktunya : Jangan terburu-buru memberikan gadget kepada anak. Menurut Abah ihsan , semakin lama waktu kita memberikan anak gadget, maka itu akan semakin baik untuk perkembangan anak.

3. Meminta anak menggunakan internet diluar kamar : Agar lebih mudah mengawasi anak-anak.

4. Protek situs yang negatif di Internet atau Hp : Ada beberapa cara melindungi anak kita dari konten-konten negative yang tidak layak dilihat salah satunya adalah mengaktifkan fitur yang ada di Internet atau HP.

5. Bangun bonding yang kuat dengan anak : Bonding yang kuat akan membuat anak nyaman.

6. Perbaiki cara berkomunikasi dengan anak :Bangunlah komunikasi dua arah dengan anak. Dengan demikian anak merasa nyaman tidak mencari kenyamanan diluar rumah.

2️⃣ Ruli

Kalau meminimalisir dampak dari lingkungannya bagaimana ya bunda DIRISA? Jadi kita sbg orang tua sdh berusaha dari dalam rumah, tapi kan semakin anak besar semakin sering sosialisasi dengan banyak pihak di luar yang bisa mamberikan dampak negatif itu sendiri..

Jawab :

Diah ➡️

1.Saat mendoakan anak-anak menjadi shalih, maka doakan pula lingkungannya, teman-temannya adalah orang-orang yang shalih. ini kl menurutku bun.

2. Bangun bonding yang kuat dengan anak, dan komunikasi yang baik dengan anak.

3.Jangan membiarkan TV dan Gadget menjadi pengasuh anak. Tantangan ketika orang tua sedang sibuk.

Tanggapan:

Rizki ➡️ Sepertinya ini memang peran orangtua sangat diutamakan ya bun..

Kecuali jika ada peran yang tidak tersampaikan seperti adanya bencana alam, perceraian, dan perang itu semua bisa berdampak negatif dilingkungan.

Diah ➡️ Tanggungjawab kita sebagai orang tua sungguh sangat besar. Gempuran tantangan anak-anak kita sangatlah banyak dan dari berbagai arah, maka mintalah pertolongan kepada Allah SWT untuk selalu menjaga anak-anak kita, untuk selalu membimbing kita dalam menjaga amanah yang diberikan kepada kita. Semoga kita semua dimampukan untuk memberikan pendidikan dan pengasuhan untuk anak-anak kita, agar mereka menjadi pribadi yang tangguh pembela Agama Allah SWT.

 

#hari6
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 26022020@17.08

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day5

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema kelima dari kelompok 5, yaitu Helda Kusuma Wardani, Alin Sri Maulina, Neneng Roshida, dan Apri Kurniasih. Temanya yaitu Pentingnya Aqil Baligh Secara Bersamaan. Presentasi berlangsung pada Senin 24 Februari 2020, jam 20.00 – 21.45 WIB, yang dimoderatori oleh Rizki Lainatussifah Siregar.

Pengertian Aqil Baligh

1. Aqil secara bahasa artinya berakal, mengetahui dan memahami.

Aqil dapat dimaknai sebagai seseorang yang memiliki akal sehat, mampu membedakan baik buruk, benar salah, serta mengetahui kewajiban dirinya.

2. Baligh berasal dari bahasa Arab, yang artinya sampai. Maksudnya adalah adalah seseorang telah sampai pada tahap kedewasaan.

Seseorang dikatakan telah baligh apabila:
1. Telah mengalami mimpi basah bagi laki-laki
2. Mengalami haid bagi perempuan.

Aqil baligh berarti seseorang telah mencapai tahap kedewasaan sert memiliki akal sehat, sehingga secara syariat telah mendapatkan kewajiban utk melaksanakan perintah agama.

Tahapan pendidikan aqil baligh

A. Pre aqil baligh 0-7 tahun

Mengenalkan Allah dan menikmati kebesaran-Nya (fitrah keimanan), ajak anak kaya wawasan dengan menginspirasi, mengenalkan, mengencourage dst terutama pengajaran tutur bahasa dan explore alam (fitrah belajar), mengexplore bakat anak dengan mengajak anak melihat berbagai profesi/bakat (fitrah bakat), dan mengikuti pola Rasulullah dalam menguatkan fisik anak seperti pola makan, tidur dll (fitrah perkembangan).

B. Pre aqil baligh 8-10 tahun

Latihan dan pembiasaan melakukan kewajiban syar’i melalui keteladanan (fitrah keimanan), intelectual curiosity contohnya dengan project based learning atau experimental learning (fitrah belajar), mengenalkan beragam aktivitas untuk menemukan minat dan bakat anak agar kenal diri (fitrah bakat).

C. Pre aqil baligh 11-14 tahun

Fase latih dimana wawasan dan gagasan berubah menjadi pendalaman potensi dan aksi.

D. Aqil baligh >15 tahun.

Anak sudah menjadi individu dewasa yang memiliki peran khalifah fil ardl, memikul kewajiban syar’i, tanggung jawab sosial dan mengusung visi peradaban.

Aqil Baligh dalam Islam

Dalam sejarah Islam tercatat nama-nama pemuda yang tangguh sebagai contoh bahwa aqil dan baligh adalah sesuatu yang seharusnya muncul bersamaan.

1. Rasulullah SAW

2. Usamah bin zaid Panglima berusia 18 tahun

3. Zubair bin Awwam masuk islam usia 15 tahun

4. Thalhah bin Ubaidillah Memiliki kelebihan salam strategi berdagang, 16 tahun mendapat gelar Syahid yang Hidup

5. Zaid bin Tsabit Penulis wahyu, 13 tahun

6. Sa’ad bin Abi Waqash, 17 tahun, orang ketiga yang masuk islam, pahlawan qadisiyah, pembebas madain

7. Umair bin Abi Waqash Pahlawan kecil pada perang besar (Perang Badar)

8. Muhammad Al fatih, Menaklukkan Konstantinopel pada usia 22 tahun

9. Imam Syafii, Menjadi mufti pada usia 17 tahun

Faktor yang menyebabkan Aqil dan Baligh pada anak terjadi tidak bersamaan

1. Faktor Lingkungan

Sebuah Journal Psikologi tahun 2009 menyebutkan bahwa penyebab penyimpangan perilaku generasi muda adalah karena lambatnya pengakuan sosial pada kedewasaan mereka. Di Amerika, bahkan kecenderungan seorang dianggap dewasa ketika berusia 26 tahun. Misalnya disebut dewasa kalau sudah lulus kuliah dan bekerja. Di masyarakat modern, jarang ada yang mau menerima anak-anak berusia 14-16 tahun dalam sebuah peran-peran di sosial masyarakat.

Lingkunganlah yang menyebabkan kedewasaan itu melambat dan terhalang. Konsep sosial masyarakat kita membuat pembatasan-pembatasan yang tidak berlandaskan fitrah perkembangan manusia. Mengapa anak-anak remaja susah diatur, melawan, suka pulang malam, menginap di rumah teman dan lain-lain itu karena sejatinya mereka telah menjadi dewasa. Bukankah orang-orang dewasa tidak suka diatur? Karena orang dewasa itu pada galibnya suka mengatur dirinya sendiri. Tanpa kita lakukan apapun, anak-anak akan menjadi dewasa pada waktunya, itu fitrah Allah.

2. Sistem persekolahan Modern

Dalam masyarakat yang menyerahkan anaknya pada persekolahan modern, sulit untuk melahirkan generasi aqil baligh. Sistem persekolahan yang ada telah mensegregasi anak-anak menjadi kelas-kelas sosial yang seolah-olah telah baku.

Menurut seorang pakar psikolog Muslim, bernama _Malik Badri_ dalam buku beliau yang terkenal dan banyak diterjemahkan adalah *Dilema Psikolog Muslim*, mengatakan penjenjangan toddler, kids, teenager, adults dengan masing-masing punya tahap awal, tengah dan akhir, bukan berasal dari landasan ilmiah. Itu hanya pengamatan psikolog barat terhadap masyarakat mereka, yang kemudian diadopsi menjadi jenjang persekolahan.

Malik Badri mengatakan bahwa Islam hanya mengenal dua periode kehidupan di dunia, yaitu sebelum aqil baligh dan sesudah aqil baligh. Baligh adalah kondisi tercapainya kedewasaan secara biologis. Kalau anak pria, biasanya suara membesar, tumbuh jakun, mimpi basah dan sebagainya. Kalau anak wanita ditandai dgn menstruasi, buah dada membesar, dan seterusnya. Kondisi baligh dicapai umumnya pada usia 13-16 tahun.

Secara syariah ketika seorang anak mencapai aqil baligh, maka berlakulah _sinnu taklif_ yaitu masa-masa pembebanan syariah. Artinya anak kita yang mencapai aqil baligh maka kewajiban syariahnya akan setara dengan kedua orangtuanya. Ketika itu anak-anak kita akan setara kewajibannya dengan kedua orangtuanya dalam shalat, puasa, zakat, haji, jihad, nafkah dan kewajiban sosial lainnya. Mereka telah menjadi manusia dewasa, yang memikul semua beban kewajiban seorang manusia dewasa.

Artinya pendidikan Islam sejatinya menyiapkan anak-anak Islam agar mampu menerima kewajiban syariah ketika mereka mencapai aqil baligh. Islam tdk mengenal konsep BALIGH belum AQIL dan AQIL namun belum BALIGH, alias remaja. Istilah remaja atau Adolescene bahkan tidak dikenal di seluruh dunia sampai abad ke 19.

Baligh (kedewasaan fisik biologis) mesti sejalan dengan Aqil (kedewasaan psikologis, sosial, syariah). Transisi menuju aqil baligh boleh, sepanjang tidak terlalu lama. Jadi home education mengantarkan anak agar sampai di waktu yang tepat. Ketika perkembangan sekunder (reproduksi) sudah dimulai, maka kedewasaan yang menjadi penjaganya.

Kita bisa saksikan bahwa anak-anak muslim generasi kini, mereka sudah baligh di usia 13-16 tahun, namun baru benar bisa mandiri di usia 23-26 tahun. Semua ulama Fiqh sepakat bahwa anak yang sudah aqil baligh (terutama pria) maka tidak wajib lagi dinafkahi. Jikapun masih dinafkahi, itu namanya shodaqoh karena statusnya adalah dewasa faqir miskin. Subhanallah, kita bisa bayangkan andai amanah Rasulullah SAW tentang pendidikan generasi aqil baligh ini dijalankan oleh ummat Islam. Terjadi percepatan peradaban yang luarbiasa. Kenakalan dan penyimpangan remaja yang menguras banyak tenaga, pikiran, air mata, nyawa dan bahkan kehormatan tidak akan terjadi. ZERO WASTE GENERATION. Itulah mengapa peradaban Islam dahulu excelent.

Para pemuda belia belasan tahun telah mencapai peran-peran peradabannya di usia aqil baligh. Karya-karya peradaban akan melimpah, bukan sampah-sampah peradaban. Apakah Allah SWT lalai ketika menjadi seorang pria mampu bereproduksi maka wajib berproduksi, yaitu memampukan dirinya mengemban amanah syariah dan peran peradabannya? Tentu tidak. Karena kelalaian dan “tidak paham” dalam mendidik anak sebelum aqil baligh, akhirnya generasi kita benar-benar jauh tertinggal dari pendidikan anak dalam islam sebenarnya.

Sepanjang sejarah manusia dalam peradaban apapun kita temukan bahwa kedewasaan sosial psikologis (aqil) umumnya dicapai pada saat kedewasaan biologis (baligh). Jika Allah SWT telah memberi kemampuan reproduksi (baligh) apakah Allah lalai bahwa anak-anak itu tidak mampu dewasa secara sosial psikologis (aqil)?

3. Era Revolusi Industri

Sejak Era Revolusi Industri yang menjadikan sebagian besar orang tua bekerja minimal 8 (delapan) jam sehari di luar rumah, menjadikan orang tua mengalihkan peran mereka pada orang lain, mensuplai makanan dan mainan yang berlebihan kepada anak, tontonan dan gaya hidup yang tidak sehat sehingga membuat kematangan biologis bertambah cepat, sementara kematangan mental bertambah lambat.

Rasul mengajarkan bahwa waktu setelah Isya adalah hak keluarga, yang kita sebut saat ini sebagai Family Time. Artinya tidak ada forum apapun setelah waktu sholat Isya. Kalau para sahabat saja bisa melakukannya, tentunya kita yang meyakini Rasul sebagai uswatun hasanah, Insya Allah bisa mewujudkan Khairu Ummah kembali di jaman ini. Permasalahannya bukan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau, untuk itu terus semangat menggali mutiara-mutiara Islam yang terpendam, dan mengamalkan semampunya untuk generasi berikutnya.

Lalu apa ikhtiar kita sebagai orang tua agar Aqil dan Baligh pada anak terjadi bersamaan?

1. Mari kita kembali mendidik anak-anak di kehidupa dan realitas

2. Mari kita sedikit memiliki rasa tega (sebuah sikap tegas melaksanakan prinsip kedewasaan)

3. Mengajari anak bertanggungjawab

4. Berikan masalah agar anak dapat memecahkan masalahnya atau memikul beratnya kehidupan mulai usia 7 tahun

5. Selambat-lambatnya usia 15 tahun, ajari anak untuk mencari nafkah

6. Berorganisasi

TANYA JAWAB

1️⃣ Dijah

Tentang Dilema Psikolog Muslim, jadi jenjang sekolah anak selama ini sudah salah? Jadi apa yang mesti kita lakukan?

Jawab :

Neneng ➡️ Coba jawab ya, tidak salah, tp sistem persekolahan modern membuat ortu pasrah ke sekolah, dan tdk mengimbangi dg home education utk mempersiapkan anak menuju aqil baligh..

Solusinya adalah :

Orang tua boleh mendelegasikan tugas pengajaran, namun jangan limpahkan tanggung jawab pendidika. Orang tua tidak sepenuhnya menyerahkan tugas pengajaran kepada sekolah.

2️⃣ Alma

Kalo sesuai dg fitrah sebagaimana contoh pemuda-pemuda hebat yg disebutkan tadi, sejak umur >15 thun hendaknya seseorang purna aqil baligh ya.

Nah, tugas kita sbg ortunya untuk menuntun sebagaimana fitrah itu. Masyaallah, sebuah amanah penting sekaligus superrr sekali ya.

Tp kita tahu beragam perubahan jaman skrg dg dahulu yg jd faktor penghalang purnanya aqil baligh itu. Seperti dijabarkan ada faktor lingkungan.

Bisa saja kita membatasi dan membuat set sedemikian rupa untuk mengaplikasikan contoh lalu, tp bgaimana agar kita ttp bisa berjalan beriringan dg keadaan jaman skrg? Misalnya ttg digitalism.

Jawab :

Apri ➡️ Personal kurikulum di rumah, dimanapun sekolahnya. Baik sekolah formal maupun home schooling.. ortu ttp perlu membuat personal kurikulun sesuai dg kebutuhan anak. Dimana mau tidak mau ttp melibatkan unsur digital sebagai alat.

Solusinya dengan membangun Komunitas agar bisa saling mendukung dalam mendidik anak. Anak diajak untuk kaya wawasan dan kaya kegiatan.

Perlu juga membuat komunitas anti gadget, family forum dengan quote 18-21 , 18-21 no gadget time. Fokus urusan keluarga.

3️⃣ Devie

Mungkin saya termasuk generasi yang Aqil baliqh nya tidak bersamaan …krn bebrapa faktor diatas …
Setelah belajar sedikit tentang home education sekarnag mencoba menerapkan itu ke anak2 Alhamdulillah 1 sdh memasuki memasuki tahap baliqh sedang dipersiapkan menapak untuk bisa ke tahap Aqil baliqh secara bersamaan. Ada tips atau kiat2 atau berbagi pengalaman2 untuk bisa meraihnya Aqil baliqh secara bersamaan ?

Terus bagaimana untuk anak yang berkebutuhan khusus ( anak spesial) ….apa bisa diterapkan dan apakah sama mengingat mempunyai anak spesial yang sebantar lagi masuk masa baliqh nya.

Jawab :

Alin ➡️ Coba menjawab ya bunda

Seperti yang dipaparkan di slide.. Tips agar Aqil dan Baligh pada anak terjadi bersamaan

1. Mari kita kembali mendidik anak-anak di kehidupa dan realitas

2. Mari kita sedikit memiliki rasa tega (sebuah sikap tegas melaksanakan prinsip kedewasaan)

3. Mengajari anak bertanggungjawab

4. Berikan masalah agar anak dapat memecahkan masalahnya atau memikul beratnya kehidupan mulai usia 7 tahun

5. Selambat-lambatnya usia 15 tahun, ajari anak untuk mencari nafkah

6. Berorganisasi

7. Kembalikan peran ayah dalam pendidikan anak

Untuk anak spesial, saya pernah denger ceramah Ustadz Salim A Fillah, kebetulan saudara kandung beliau anak spesial. Konon katanya beliau mendalami ilmu agama karena mencari tau, tentang hukum bagi anak2 spesial ini. Dan akhirnya menemukan jawaban bahwa tidak ada tuntutan apapun bagi mereka yang diberi Allah keistimewaan ini..

4️⃣ Mega

Bahasanya keren…bagaimana jika terlanjur melewati masa Aqil baliq yang tidak bersamaan? Misal sebagai ibu ataupun ayah?

Putri ➡️ Ngikut mba mega, mau nanya ini juga..

Kira² apa yg perlu diperbaiki jika sudah terlanjur?

Jawab :

Apri ➡️ Sebenarnya contoh Aqil Baligh tidak bersamaan itu, dikalangan Generasi Muda terjadinya Aborsi artinya anak-anak sudah siap bereproduksi namun belum siap menjadi ayah ibu..

Contoh lainnya : Perceraian dalam rumah tangga, dimana suami tidak mengemban amanah/tanggung jawab menafkahi.

Jika sudah terlanjur, kita sebagai orang tua pastinya belajar dari pengalaman dan banyak melakukan perubahan. Seperti yang kita lakukan saat ini, mengikuti kelas-kelas parenting, seminar dll.

Selain itu, kita perlu kembali pada fitrah, mengasah fitrah-fitrah yang hilang.

Contohnya : fitrah feminitas yang hilang di lingkungan keluarga karena ada dua “sosok” ayah yakni ibu yang terlalu maskulin.

5️⃣ Fadhilah

Bagaimana jika sesudah aqil baligh tp anak belum terlihat kesiapannya, misal untuk masuk ke sekolah boarding/pesantren? Ini sebenernya pernah ada yg nanya ke aku. Maksudnya sebaiknya dilanjutkan aja sekolah boarding/asrama? Atau kekep dulu sama ortunya.. sampai dia siap lahir batin… Kan banyak skrg udah masuk asrama padahal blm mimpi basah atau menstruasi (tingkat SMP).

Jawab :

Neneng ➡️ Artinya jika orangtua ada keinginan memasukkan anaknya ke pesantren, seharusnya melakukan hal-hal tertentu yang dapat melatih kemandirian anak, selanjutnya orang tua bisa melihat sendiri, seberapa besar kesiapan anaknya untuk bisa mandiri..

Nah jika sudah dilakukan pengasuhan kemandirian dll tetapi anaknya masih belum siap, maka seperti kita bahas sebelumnya, bahwa tanggung jawab pendidikan ada pada orang tua.

Pilihan memasukkan anak ke pesantren mungkin kembali lagi ke kondisi lingkungan keluarganya. Kalau memang didalam lingkungan keluarga tidak bisa memberikan keteladanan atau pendidikan yang baik, bisa jadi memasukkan ke pesantren jadi solusi terbaik bagi masa depan anak.

Saya pernah baca gini: Pesantren sebaiknya dilakukan pd tahap SMA, dan diperuntukkan bagi anak yg memang memiliki bakat utk jd ulama, sehingga anak tdk akan mengikuti rutinitas semata, tp ada ketertarikan untuk mendalami dan melanjutkannya setelah lulus pesantren..

Jadi harus mempertimbangkan berbagai aspek ya.. tidak hanya keinginan orangtua untuk memasukkan anak ke pesantren saja..

 

#hari5
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 25022020@16.37

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day4

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema keempat dari kelompok 2, yaitu Siti Hani Zati Bayani, Monika Febrianti Utami, dan Devie Wahyuni. Temanya yaitu Peran Ayah dalam Pengasuhan untuk Membangkitkan Fitrah Seksualitas. Presentasi berlangsung pada Minggu 23 Februari 2020, jam 20.00 – 21.15 WIB, yang dimoderatori oleh Neneng Roshida.

Ayah dalam Al Qur’an disebutkan :

Surah An-nisa ayat 34:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, karena Allah telah melebihkan kaum laki-laki daripada kaum perempuan, dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”.

Surah At tahrim ayat 6:

“Tanggung jawab pendidikan ada pada ayah”.

Alquran adalah mukjizat islam dari Allah yang diturunkan kepada Rasulallah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang, serta untuk membimbing ke jalan yang lurus.

Dalam alquran surat at tahrim ayat 6 secara jelas berbunyi “tanggung jawab pendidikan ada pada ayah” .

Alquran telah menyebutkan beberapa tokoh ayah dan peranny dalam membangun karakter anak, diantara tokoh tersebut yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Ya’qub, Nabi Nuh dan Luqman. Dari kisah ini bisa diambil hikmahnya khususnya untuk para ayah.

Apa itu Fitrah Seksualitas?

Menurut Ust. Harry Santosa dalam bukunya, Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki atau perempuan sejati.

Dalam tahap pendidikan Fitrah Seksualitas sosok ayah dan ibu harus senantiasa hadir untuk tiap tahapnya:

Usia 0-2 tahun

👦🏻👧🏻↔👩🏻

Anak laki-laki dan perempuan dekatkan dengan ibunya karena menyusui.

Usia 3-6 tahun

👦🏻👧🏻↔👨🏻👩🏻

Anak laki-laki dan perempuan dekat dengan ayah ibunya.

Agar memiliki keseimbangan emosionalnya dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitasnya.

Usia 7-10 tahun

👦🏻↔👨🏻

Anak laki-laki dekatkan pada ayahnya,

👧🏻↔👩🏻

Anak perempuan dekatkan dengan ibunya.

Agar mereka mengetahui tanggung jawabnya mereka masing-masing.

Usia 10-14 tahun

👦🏻↔👩🏻

Anak laki-laki didekatkan kepada ibunya,

👧🏻↔👨🏻

Anak perempuan di dekatkan ke ayahnya.

Karena mereka memasuki tahap puncak seksualitas dimulai serius menuju peran kedewasaan dan pernikahan mereka sudah tertarik pada lawan jenis dengan bertukar kedekatan seperti itu di harapkan lebih mengenal sosok wanita ideal atau sosok laki-laki ideal dari ayah ibunya.

Peran ayah yang seharusnya dilakukan agar anak tumbuh Fitrah Seksualitasnya:

1. Kuatkan pondasi keimanan sejak dini
2. Mendidik anak mulai dari aspek, akhlak, aqidah, sosial, jasmani dan kemanusiaan
3. Ajarkan anak membaca dan memahami Al Qur’an
4. Menjadi figur ayah sebagai sosok lelaki sejati dan menjadi panutan bagi anak
5. Mendidik anak sesuai kodratnya seperti:

• Anak laki-laki 👦🏻
🚗Latihlah ia menjadi imam sholat berjamaah
🚗Melatih sikap kepemimpinan
🚗Melatih untuk menjadi seorang yang bijak
🚗Melatih keterampilan fisik

• Anak perempuan👧🏻
🌸Perintahkan untuk menutup aurat
🌸Bersama ibu, Latihlah ia untuk senang mengerjakan pekerjaan rumah

Sesibuk apapun ayah dalam perannya mencari nafkah. Ayah harus tetap berperan dan meluangkan waktu untuk pendidikan anak – anaknya sehingga Fitrah Seksualitas anak dapat bertumbuh optimal.

TANYA JAWAB

1️⃣ Putri

Dari sini kliatan ya klo peran ayah ga didapat, akan sangat berefek.

Lalu klo sudah terlanjur tidak dapat peran ayah misalnya anak laki² jadinya ga bisa memimpin, ga bijak, dll kira² apa yang bisa diperbaiki ya kedepannya?

Jawab :

Hani ➡️ Kalau ayahnya masih ada. Peran bunda sangat penting disini sebagai apa? Sebagai partnernya. Bunda yang harus menyemangati sehingga fitrah ayahnya kembali. Ajak Ayah beristighfar, kita harus menjadikan ayah percaya diri kembali. Menumbuhkan citra baik ayah di depan anak-anak. Setelah Ayah mampu mengembalikan fitrah ayahnya. Mari ajak anak berbicara. Sebelum kita panjang memberi nasihat. Ajak anak bicara ttg masalahnya, perasaannya ttg sesuatu. Ingatlah untuk berbicara bersama anak, bukan bicara kepada anak. So buat anak berbicara nyaman kepada kita orangtuanya baik ayah atau ibu.

2️⃣ Alma

Ijin bertanya ya, Bunda Bahagia.

Menguatkan pondasi iman itu jabaran rekomendasi kegiatannya apa sajakah? Barangkali bisa dijadikan panduan.

Jawab :

Monika ➡️ Saya coba jawab yang mba alma ya.. Banyak kegiatan untuk menguatkan pondasi iman

Rekomendasi kegiatannya :

Mengajarkan tentang tauhid kepada anak..

Mengenalkan nama2 Allah

Membaca dan mentadaburi alquran

Mengajari anak bersungguh2 dalam beramal sholeh, contohnya, bisa ajak anak jalan2 melihat keindahan alam, dan diberi tahukan bahwa itu semua ciptaan Allah..

3️⃣ Dijah

Bagaimana kalau dalam membersmai anak untuk point 2 dan 3 dikerjakan oleh ibu, apakah nanti akan berdampak ke fitrah seksualitas anak.

Jawab :

Devie ➡️ Mencoba menjawab yang mbak dijjah dulu ya.

Menurut kami bisa berdampak ke fitrah seksualitas anak. Sarannya mencoba merangkul kembali ayah disini peran bunda untuk mengajak dan mengingat kan ayah akan perannya sehingga ayah bisa berperan kembali sesuai perannya walaupun tidak maksimal paling tidak bisa menjadi panutan dan contoh buat anak – anak nya agar fitrah mereka tumbuh optimal

Hani ➡️ Tambahan. Karena ada sifat ayah yang ga ada di ibu, karena dari ayah anak-anak belajar tentang ketegasan, sebesar-besarnya supplier maskulinitas. Jadi lebih baik jika bersama sama.

4️⃣ Novi

Q.S. At Tahrim : 6 artinya bukan “Tanggung jawab pendidikan pada ayah”

tapi..

“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Mohon penjelasannya mba..

Jawab :

Monika ➡️ Saya jawab pertanyaan 4 ya mba.. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Ayat ini ditujukan kepada para kepala keluarga, secara redaksional yaitu ayah.

Tafsir yang dimaksud al-Ahl (keluarga) adalah istri, anak-anak dan pembantu.

(Wahbah, Tafsir al-Munir jil. 14, …, hlm. 692)

Tanggapan :

Neneng ➡️ tujukan pada para ayah ya bund…

Novi ➡️ saya kira langsung arti ayat.. ternyata tafsir ayat..

5️⃣ Neneng

Poin k 4, ketika figur ayah betul2 tidak ada secara fisik.. apakah bisa di gantikan dg tokoh laki2 yg lain dalam keluarga besar.. misalnya kakek atau paman dalam hal membangun pondasi keimanan dll?

Jawab :

Monika ➡️ Dari yg sy baca bisa mba.. Contoh nyatanya ada pada Rasulallah yg dlm pengasuhan kakeknya.

Tanggapan :

Neneng ➡️ Oh iya ya.. Terimakasih jawabannya mba

 

#hari4
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 24022020@09.03

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day3

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema ketiga dari kelompok 3, tim Bunda Kece, yaitu Fauliza Septi Yustisia, Zunlut Viana Lisa, Giska Raisa Nansi, dan Yeni Rochsianawati. Temanya yaitu Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas. Presentasi berlangsung pada Sabtu 22 Februari 2020, jam 20.00 – 21.30 WIB, yang dimoderatori oleh Alma Prisilya.

 

 

TANYA JAWAB

1️⃣ Ruli

Kalau misalnya nih masa-masa kelekatan orang tua ada yang terlewat, misal di usia 7-10 tahun, anak laki2 kurang dekat dengan ayah, dan sebaliknya.. apakah masih bisa diperbaiki ketika usianya di atas itu yaa bunda2?

Jawab :
Yeni ➡️ Menurut kelompok kami, hal tersebut masih bisa diperbaiki Bun..
Karena terlewat, jadi pasti akan terlambat tidak sesuai dengan tahapan umurnya. Tapi tidak mengapa, lebih baik terlambat drpd tidak sama sekali. Apalagi jika anak sudah masuk usia remaja, sangat perlu peran orang tua untuk berdiskusi dengan anaknya. Bisa diawali dari memahami karakter anak di usia itu sehingga kita bisa lebih mudah untuk mendekatinya.

Kuncinya harus saling membuka diri. Harus dibenahi untuk menghindari anak mendapat pengaruh dan informasi dari luar yang kurang bertanggungjawab.

Di usia 10-14 yg seharusnya dilakukan pendekatan silang tapi ayah/ibu masih bisa sembari melakukan tahapan di usia 7-10. Jadi ayah/ibu bisa lebih mendekatkan diri dengan ananda dengan obrolan” sekitar pre aqil baligh.

Tanggapan :

Putri ➡️ Izin menanggapi boleh.. tadi pertanyaan mba Ruli ya.. Pernah ikut kulwap dari ahli psikolog, katanya juga gtu klo ada tahap yg terlewati, ya diulang tahap yg tertinggal itu.

2️⃣ Mega

Izin bertanya juga Apakah program BKKBN ini berpengaruh penting dalam peran ortu menumbuhkan fitrrah seksual anak.

Jawab :

Fauliza ➡️ Menurut kami berpengaruh bunda. Ketahanan keluarga adalah kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin (UU Nomor 10/1992).

Jadi menurut pendapat kami, di dalam keluarga yang harmonis tentu akan mudah dilakukan pembagian tugas dan peran anggota keluarga, terutama orang tua.

3️⃣ Friska

Referensi materi? Jawab :

Fauliza ➡️ Referensi kami:

1. Fitrah Based Education, versi 3.5. Harry Santosa

2. http://www.bkkbn.go.id

3. Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas, dalam https://ekoharsono.wordpress.com/2a017/12/24/prinsip-dan-tahapan-mendidik-fitrah-seksualitas/

4️⃣ Ade

Izin brtnya ya bun. Klo ada penyimpanan seksual oleh seseorang brrti fitrah seksualnya tdk selesai atau tdk lulus ya? Apakah masih bisa diperbaiki lagi??

Jawab :

Fauliza ➡️ Mungkin bukan tidak selesai atau tidak lulus ya mba Ade, tapi menyimpang. Tidak sesuai dengan fitrahnya.

InsyaAllah masih bisa diperbaiki. Bisa dilakukan observasi untuk melihat bagaimana dan seberapa jauh penyimpangan itu, sehingga akan memudahkan untuk mencari solusi penanganannya yang tepat. Tentu saja hal ini juga membutuhkan keinginan dan tekad kuat yg datang dari diri yg mengalami penyimpangan tersebut.

Mengutip penjelasan dari buku FBE oleh Ust. Harry Santosa hal. 190 dijelaskan. Jangan abaikan pengaruh lingkungan, mari kita sadarkan dan selamatkan kerabat, teman, dan orang dekat yang berperilaku gay atau homoseksual. Sembuhkan mereka. Jika tidak mereka akan menularkan perilakunya. Jika tidak mampu menyembuhkan mereka maka hijrahlah.

5️⃣ Friska

Mbak bagaimana mengembalikan fitrah anak yg telah menyimpang? Lalu sebaiknya mulai kapan ya anak dilarang mandi bersama orang tua?

Jawab :

Putri ➡️ Ikut nimbrung karena habis baca buku dr. Boyke tadi, maksimal umur 5 th lah ya boleh mandi bareng

Zunlut ➡️ Psikolog berlisensi Dr Richard Beyer bilang aturan umumnya ketika anak udah mulai sekolah atau usia 5-6 tahun baiknya mereka berhenti mandi bareng orang tuanya. Walaupun Richard menekankan ini kembali lagi pada nilai dan budaya di masing-masing keluarga.

Sumber: Haibunda.com

Fauliza ➡️ Untuk mendidik anak kembali ke fitrah, perlu berubah, dan yang seharusnya pertama kali berubah adalah kita, sebagai orang tua.

Mengutip dari pesan Ust. Harry Santosa: Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak-anak kita, agar anak-anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejatu, dan agar anak-anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.

Karena anak-anak adalah amanah yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya ya mbaa

Alma ➡️ Mulai dari diri sendiri, mulai dari yg paling kecil (aa gym).

 

 

#hari3
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 23022020@18.03

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day2

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Presentasi tema kedua dari kelompok 6, kelompok KARA (terakhir diubah menjadi KAKA), yaitu Alma Prisilya, Arini Utami Ningrum dan Sri Khadijah. Temanya yaitu Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini. Presentasi berlangsung pada Jum’at 21 Februari 2020, jam 20.00 – 21.30 WIB, yang dimoderatori oleh Yeni Rochsianawati.

Apa itu fitrah seksualitas?

Fitrah seksualitas itu adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai gendernya. Contohnya : jika dia perempuan maka bersikaplah sebagai perempuan, begitu juga kalau dia laki-laki harus bersikap sebagai laki-laki.

Kenapa harus dikenalkan sejak Dini?

• Membuat anak mengerti identitas seksualnya. Iindikator: Anak sudah mengerti bahwa dia laki-laki/perempuan. Sejak usia 3thn anak sudah paham identitasnya. Orangtua memperkenalkan organ seksualitas mereka. Sebaiknya menggunakan nama ilmiah.

• Mengenali peran seksualitas pada dirinya. Anak mulai paham dengan peran seksualnya. Dari cara berpakaian, bertingkah laku dll.

• Mengajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual. Anak diajarkan area area yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

• Bahaya akhir zaman. Tingginya kasus perceraian, sosial patriaki,dan pornografi. Hamil diluar nikah, aborsi, dan kejahatan seksual.

• Kekerasan seksual pada anak. Fenomena media sosial.

• Ketidaktahuan  tentang apa dan siapa itu mahram. Pubertas pada remaja.

Tahapan apa saja yang harus dilakukan dalam memperkenalkannya?

Untuk anak usia dini bisa dilakukan dengan cara mewarnai, memberikan contoh barang yang dipakai anak perempuan/anak laki-laki.

Berikut cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak menurut Harry Santosa (Fitrah Based Education) pada gambar di bawah.

TANYA JAWAB

1️⃣ Ruli

Mengenai tahapan penumbuhan fitrah seksualitas, kenapa yaa usia 7-10 dekatkan sesuai gender, dan 11-14 dekatkan lintas gender?

Jawab:

Fitrah Seksualitas
Oleh : Harry Santosa

Punya suami yang kasar? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.

Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.

Kok sebegitunya?

Ya karena sosok ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna. Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, boarding school dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.

Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, sosok ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.

Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 – 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”.

Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.

Hati hati memasukkan anak kita ke PAUD yang gurunya tidak sepasang, karena bisa mengganggu keseimbangan emosional dan rasional. Anak lelaki yang gurunya lebih banyak perempuan berpotensi “melambai”, sementara anak perempuan gurunya lebih banyak lelaki cenderung tomboy dsbnya.

Ketika usia 7 – 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.

Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, bermain dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.

Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.

Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.

Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.

Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 – 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.

Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.

Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.

Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki dewasa atau suami yang kasar, egois dsbnya.

Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.

Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.

Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=487089238305266&id=268413820172810

Tanggapan :

Panjaaang penjelasannya dan lengkaaap. Makasih mba Alma, sdh terjawab pertanyaan saya.

2️⃣ Dijah

Izin bertanya mba tentang pubertas, pada umur berapa seharusnya kita mengajarkan pada anak kita?

Jawab :

Menurut alma pribadi, baiknya sudah mulai ‘sounding’ sejak dini mbak. Bisa dari umur 0 bulan malah. Pendekatannya disesuaikan dg umur tadi. Misal bisa dg nyanyi, dg gambar, dll.

 

3️⃣ Ade

Sperti penjelasan dlm materi bahwa Orang tua memperkenalkan organ seksualitas sebaiknya menggunakan nama ilmiah, tetapi sy belum menggunakan bhsa ilmiah tsb. Msih pake istilah bukan menyebut kelamin wanita dgn vagina.atau kelamin pria dgn penis.
Karena lingkungan dr keluarga jg yg penyebutannya bgtu sudah turun temurun pake istilah bkn bhsa ilmiah, bagaimana ya cara merubah nya ya mbk, aku jg nyebut nya masih agak kaku kalo bilangnya vagina.

Jawab :

Cara praktisnya: tetap sebutkan ilmiahnya mbak Alma pas banget kejadian td sore. Ibuk mandiin faraz dan bilang: burungnya mana? Alma sautin dr dapur: faraz ga tau kalo disebut burung buk. Jadinya apa? Tanya ibuk. Alma jawab: penis. Kemudian hening.

4️⃣ Neneng

Kami di rmh nyebutnya kemaluan… Belum sebut nama. Kira2 jadi masalah ga ya nantinya.

Jawab :

Kalo jadi masalah atau nggak belum tau mbak ya soalnya kalo realistis, kita pun yg diajarin begitu dulu tak semuanya jadi bermasalah. Tp menilik pada kebutuhan jaman now, menurut alma memang perlu dijelaskan dg gamblang.

Tanggapan :

Neneng ➡️ Hmmm… oke oke.. sepertinya saya yg masih mencari timing untuk mengenalkan ‘nama’ ini ke anak2.

Alma ➡️ Alma ada temen yg dia itu konsisten banget soal ini. Juga ttg hal lain yg masih dianggap tabu sama kebiasaan orang tua jaman dulu.

Ade ➡️ Brti memang hrus gamblang yaa pnyebutanya.

Alma ➡️ Pernah ikut kulwap beliau juga di salah satu grup mommies. Jadi dia campaign ttg pentingnya edusex sejak dini. Salah satunya ttg pengenalan organ intim itu.

Neneng ➡️ Saya dan suami awalnya sekalian mengenalkan ke anak2 bahwa yg namanya kemaluan ya malu jika sampai terlihat org lain. Konsep aurat maksudnya.

Alma ➡️ Kaitannya nanti, agar anak tidak merasa malu ketika ada hal asing dan jelas menceritakannya (seperti naudzubillah kekerasan atau kejahatan seksual itu).

Neneng ➡️ Tapi tdk pernah juga membahasakan burung dll nga.

Alma ➡️ Keren ini mbakneng. Inti tujuannya jelas. Jujur, alma juga malu nyebutin ngenalis penis ke Faraz. Tp berhubung bertiga aja di rumah, jadi aman. Bapaknya setuju setelah dijelaskan konsep tujuannya. Nah, pas ada keluarga lain atau pas ada orang lain rasanya jg masih malu.

Zunlut ➡️ Iya mbk…tapi kalau nyebut vagina rasanya kaya nyebut penis…. Agak parno ya rasanya….. Atau otak saya yg perlu di setel agar tidak demikian ya.

Alma ➡️ Karena kita memang ga terbiasa dan sudah terframing itu ga sopan, jorok, dll.

 

 

 

 

#hari2
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 22022020@14.34

rosc8332

Featured
Posted in Fitrah Seksualitas

Game Level 11 Kuliah Bunsay : Fitrah Seksualitas

Day1

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillah sekarang game level 11. Tantangan di level ini tidak praktik bersama anak tetapi meresume presentasi dari setiap kelompok pemateri. Materi berupa tema yang sudah disusun oleh tim Bunsay. Ada 10 tema dan kami di kelas Sumatera 1 dengan 34 mahasiswi dibagi 10 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 3 dan 4 orang. Jadwal berurut setiap tema dan boleh dipilih oleh masing-masing kelompok. Saya masuk kelompok 10 dengan tema dan jadwal terakhir. InsyaAllah kebagian presentasi tanggal 29 Februari.

Presentasi tema pertama ini dari kelompok 7, kelompok SARINANDE, yaitu Ade Apriliyani, Rini Dwi Kusumaningsih dan Sri Ulfatmi. Temanya yaitu Pemahaman Perbedaan Gender. Presentasi berlangsung pada Kamis, 20 Februari 2020, jam 20.00 – 21.30 WIB, yang dimoderatori oleh Giska Raisa Nansi.

Pengertian gender

Kata gender berasal dari bahasa Inggris yang artinya “jenis kelamin”. Gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Tahap perkembangan gender pada anak

1. Anak mengembangkan kepercayaan tentang identitas gender.

2. Anak mengembangkan keistimewaan gender, sikap tentang jenis kelamin mana yang dikehendaki.

3. Mereka memperoleh ketetapan gender, suatu kepercayaan bahwa jenis kelamin seseorang ditentukan secara biologis, permanen dan tak berubah-ubah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan gender pada anak usia dini

•  Biologis : identitas bawaan lahir.

• Sosial : pola pengasuhan, teman sebaya, guru, sekolah, media.

• Kognitif : ciri fisik, pakaian, potongan rambut.

Strategi Pendidikan Gender Pada Anak

1. Metode Modelling : Memberi contoh langsung perilaku sehari-hari.

2. Metode Perlakuan : Memberi tanggapan atas aktivitas anak dengan bijak tanpa menuduh/melarang anak.

3. Metode Permainan Peran (Dramatisasi) : Mengajak anak bermain peran, pengalaman hidup, profesi.

Alternatif pemecahan masalah kesalahpahaman gender anak

• Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak.

• Tidak melarang anak dengan cara yang kasar.

• Latihlah anak untuk berpikir logis.

• Berikan gambaran mengenai orang dewasa laki-laki dan perempuan.

• Tanamkan ke setiap anak sikap saling menghormati dan menghargai antar jenis kelamin.

Tanya Jawab

1️⃣ Putri

Poin no. 2 tu maksudnya gimana ya? “Anak mengembangkan keistimewaan gender, sikap tentang jenis kelamin mana yang dikehendaki”. Sikap yg dikehendaki? Mana sikap yg seharusnya dilakukan perempuan mana yg seharusnya laki² gitukah?

Jawab :
Ulfa ➡️ Bismillah. Menurut saya anak itu sudah ditentukan gendernya ketika dia masih dalam kandungan. Ketika dokter menyatakan apa jenis kelaminnya. Disanlaah orang tua mulai membedakan apa yang akan di pakai oleh anaknya. Mksdnya kalo anaknya perempuan dia ce derung membelikan baju² wrna pink. Dan ketika anak laki² dia membelikan wrna biru.
Untuk membedakannya bunda. Dan menekankan kodrat nya sebagai laki² atau perempuan.

Tanggapan :

Brarti bagaimana bersikap yg seharusnya ya spt yg sy maksud ini ya..

Oke mba rini. Terima kasih

2️⃣ Friska

Kalau di bahasa inggris di isian begitu biasanya kan ditulisnya “sex” ya? Bukan “gender”, kenapa ya? Lantas apa perbedaan sex n gender?

Jawab :

Rini ➡️ ‘Seks’ lebih mengacu pada profil biologis laki-laki dan perempuan, sedangkan ‘gender’ lebih tepat untuk merujuk pada sikap, perasaan dan perilaku yang diasosiasikan dengan jenis kelamin seseorang.

Ade ➡️ Karena sex lebih ke biologisnya dan sudah terbentuk dgn Sendirinya, sedang klo gender lebih terbentuk dr sosialnya (lingkungan).

Perbedaan seks dan gender

Gender adalah karakteristik pria dan wanita yang terbentuk dalam masyarakat. Sementara itu, seks atau jenis kelamin adalah perbedaan biologis antara pria dan wanita. Perbedaan biologis tersebut dapat dilihat dari alat kelamin serta perbedaan genetik.

Seseorang memiliki seks atau jenis kelamin sebagai perempuan, apabila ia memiliki vagina dengan 46 kromosom XX. Sedangkan pria memiliki organ reproduksi berupa penis dengan 46 kromosom XY.

Seks terbenduk dengan alami, dapat dilihat sejak seorang individu lahir. Sedangkan gender dibentuk oleh sosial dan budaya.

Seks cenderung tidak bisa dipertukarkan, bahwa penis adalah milik laki-laki dan vagina milik perempuan. Sementara itu, gender bisa dipertukarkan. Misalnya, perempuan bisa bersifat maskulin dan laki-laki ada yang bersifat feminim.

Tanggapan :

Poin 3 berarti yg dimaksud adalah sex ya? Sedangkan gender seperti mb ade ketikan bisa dipertukarkan?

Iyaa mbk bgtu mksdnya, klo sex tdk bs ditukar, klo gender bisa ditukar-tukar.

Misalnya begini, laki-laki memiliki penis, scrotum, memproduksi sperma. Sedangkan perempuan memiliki vagina, rahim, memproduksi sel telur. Alat-alat biologis tersebut tidak dapat dipertukarkan sehingga sering dikatakan sebagai kodrat atau ketentuan dari Tuhan (nature).

Sedangkan konsep gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Misalnya, laki-laki itu kuat, rasional, perkasa. Sedangkan perempuan itu lembut, lebih berperasaan, dan keibuan. Ciri-ciri tersebut sebenarnya bisa dipertukarkan. Artinya ada laki-laki yang lembut dan lebih berperasaan. Demikian juga ada perempuan yang kuat, rasional, dan perkasa. Perubahan ini dapat terjadi dari waktu ke waktu dan bisa berbeda di masing-masing tempat.

Terimkasih mb ade n mb rin penjelasannya.

3️⃣ Alma

Tentang metode bermain peran ini kebetulan yg sering saya pakai, Bun. Anak saya laki-laki umur 2 tahun. Pertanyaannya, apakah maksud bermain peran di sini seperti menentukan perannya sebagai tokoh laki-laki? Apakah jika dia sering memerankan sebagai tokoh anak bear (nama hewan yg dia suka) kemudian sering berpura-pura menangis, itu belum pas? Karena jujur dia 80% waktunya sama saya aja saya takut salah.

Maksudnya, gimana pola pengasuhan sesuai sex ini agar orientasi gendernya mengikuti. Kasusnya, anak saya laki2 tapi dlm bermain peran belum ada dijelaskan dg detail tokoh yg dia perankan itu. Masih umum banget: anak beruang. Gitu bun. Dan pas bermain peran itu, anak beruangnya sering pura2 nangis. Kayanya kurang manly gitu takutnya kebawa asuhan saya perempuan, nanti malah jd feminin.

Jawab :

Rini ➡️ Iya bermain peran sesuai gendernya. mungkin saat anak bermain peran menangis bunda bisa pura-pura menanyakan sebab dia menangis, diberi penjelasan kalau menangis itu boleh tetapi setelah itu diberi solusi atau apa yg harus dilakukan.

Ulfa ➡️ Ga bunda. Anak umur 2 tahun kan masih belum mengerti dengan gendernya spt apa. Kita yang mengarahkan bagaimananya. Bermain peran sesuai gendernya. mungkin saat anak bermain peran menangis bunda pura-pura menanyakan sebab dia menangis, diberi penjelasan kalau menangis itu boleh tetapi setelah itu diberi solusi atau apa yg harus dilakukan.

Tanggapan :

Makasih pencerahanny mbak. Dan perlu dikasih tau kali ya kalo dia ini anak beruang laki2.

Iya mbk, tdk melulu jg koq yg nangis itu hny ank perempuan sj anak laki2 jg bs menangis, krn itu fitrah setiap manusia bs merasakan sedih.

4️⃣ Neneng

Jadi ini dr tontonan anak2 sih… Itu si kembar dr negeri jiran. Kan ada tokoh abang s*lly yg agak2 gitu ya.. Nah d rmh kita berusaha menjelaskan Allah ciptakan Laki2 dan perempuan. Ketika ketemu tokoh “tadi” gimana ya menjelaskannya untuk anak laki2 usia 4 tahunan.

Jawab :
Ulfa ➡️ Seseorang memiliki seks atau jenis kelamin sebagai perempuan, apabila ia memiliki vagina dengan 46 kromosom XX. Sedangkan pria memiliki organ reproduksi berupa penis dengan 46 kromosom XY.

Seks terbenduk dengan alami, dapat dilihat sejak seorang individu lahir. Sedangkan gender dibentuk oleh sosial dan budaya.

Seks cenderung tidak bisa dipertukarkan, bahwa penis adalah milik laki-laki dan vagina milik perempuan. Sementara itu, gender bisa dipertukarkan. Misalnya, perempuan bisa bersifat maskulin dan laki-laki ada yang bersifat feminim. Berarti pada dasarnya ada faktor bawaan dan lingkungan.

Sally itu adl berjenis kelamin laki-laki, mungkin karena ketika msih kecil lingkungan atau Klrgany sering memposisikanya mnjd perempuan dbelikan mainan ank perempuan, bnyk bermain Sm ank perempuan, suka berdandan, sehingga smpai dewasa iya mengikuti pola2 wanita.

Tanggapan :

Oh jadi d jelasin dulu asal usul kenapa bisa gitu ya bund…

Mungkin dijelasin lg sma ananda lebih ke agama ya bun, bilang sama kakak kalo anak laki2 hrus sperti ayah yg tangguh kuat dan bertanggung jawab, krn kita tidak boleh melawan kodrat /takdir yg udah Allah berikan. Bahwa Allah melaknat orang laki2 yg menyerupai perempuan atau sebaliknya.

Cara terbaik menjelaskan kepada anak tentang *gangguam identitas gender* adalah dengan cara mengatakan bahwa Allah tidak menyukai laki-laki yang menyerupai perempuan begitu juga sebaliknya.

Allah tidak suka perbuatannya, tapi tidak membenci orangnya. Jadi ajarkan kepada anak bahwa kita tidak boleh membenci orangnya, melainkan jauhi perbuatan *kebanci-bancian* nya. Tanda Allah tidak benci orangnya adalah Allah akan mengampuni hambaNya ketika hambaNya memohon ampunan..

 

 

#hari1
#gamelevel11
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#fitrahseksualitas
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 21022020@06.32

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day15

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari ini saya temani Zahra tidur malam dengan mendongeng tentang Zeze dan Zami. Asal sebut nama saja karena belum tau ini manusia atau hewan. Belajar dari pengalaman kemaren, bagian cerita yang menjadi fokus perhatian Zahra di malam hari diingat sampai pagi. Jadi saya cerita tentang hafalan doa saja karena mau menuntaskan doa tersebut. Saya berhenti cerita, Zahra malah nyuruh lanjut. Ternyata dia pun suka walau pada intinya saya sebenarnya mengajak Zahra menghafal dan muroja’ah hafalannya. Karena tadi siang saya ajak baca ga mau. Saya bilang Zeze dan Zami malam-malam ke masjid belajar bersama ustadzahnya. Keesokan hari Zahra bertanya, “kok ke masjid malam-malam?”. Saya jawab karena mereka burung hantu, Zeze dan Zami adalah hewan. Mereka siang tidur, malam hari baru bisa belajar. Saya tanya balik, apa doa semalam, alhamdulillah dia masih ingat.

 

#hari15
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 07022020@19.41

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day14

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan kali ini saya gagal lagi dalam penyampaian pesan. Cerita jadi tidak tuntas karena waktu berdongeng kurang tepat. Lagi lagi saya terus sampaikan ke Zahra untuk jadi anak kuat dan pemberani, tidak malu-malu di depan orang. Tapi yang jadi masuk dalam pikiran Zahra adalah penyampaian tentang mau makan dan minum yang banyak agar kuat, sehat dan cepat besar.  Karena sesekali saya katakan “ayo makan yang banyak biar cepat besar” maksud hati biar badan berisi sih, hee. Zahra makan masih tergantung mood kadang tidak bersemangat. Awalnya semangat tapi tidak dihabiskan. Suka mie, tapi ga mungkin juga terus-terusan masak mie. Jadi kadang kalau dia sedang makan pasti bilang apa yang biasa saya katakan dengan kalimatnya sendiri “Zahra mau besar, makan yang banyak bu” katanya. Hehe.. Okelah sayang.

 

#hari14
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 06022020@23.45

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day13

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Sebelum tidur saya cerita pada Zahra tentang Kucing dan Kuda Poni. Ceritanya si kucing menangis karena kaus kakinya hilang. Ini cerita paling aneh menurut saya dan benar-benar ngarang tanpa pikir. Karena Zahra tidur sedang bawa boneka kucing dan kuda poninya. Jadilah saya sebut saja mereka. Maksud hati sebenarnya mau bilang ke Zahra kalau berkeinginan tidak boleh memaksa ke orang lain, ga usah terlalu cengeng dan merengek apalagi menangis. Itu ceritanya belum selesai saya berhenti. Ternyata Zahra menyimak apa yang saya ucapkan dan menyuruh saya untuk lanjutkan cerita. Belum sampai selesai saya cerita, saya diam kembali, Zahra pun ikut diam. Kami berpelukan dan tidur dengan diiringi doa dari suara hafidzah doll.

Keesokan harinya bangun tidur, Zahra ingat dong cerita saya dan nanya mana kaus kaki kucing. Antara gagal paham atau gagal menasehati. Lalu saya instropeksi dan koreksi untuk hari-hari selanjutnya kalau isi cerita dan penyampaiannya benar-benar jelas pada tujuan. Singkat cerita Zahra mengambil kaus kakinya di lemari dan meletakkan ke atas sendalnya di rak sendal sepatu.

 

#hari13
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 05022020@20.56

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day12

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Selesai shalat maghrib, saya peluk-pelukan sama Zahra sembari menunggu Ayah pulang dari masjid. Lalu saya bercerita kembali tentang kelanjutan nasehat kemaren tentang anak kuat jangan cengeng dan baper. Kali ini saya ganti pemain si Burung Hantu dan Burung Pipit. Si Burung Hantu yang terbang malam sedang mencari makanan. Lalu bertemu dengan si Burung Pipit yang belum tidur. Terjadilah perbincangan antara mereka, karena si Burung Hantu kelaparan dan melihat Burung Pipit punya makanan.

Inti cerita kita harus saling berbagi kepada teman-teman. Saling meminjam dengan syarat barang yang dipinjam harus dijaga, dirawat, jangan dirusakin. Kalau punya makanan kalau ada temannya di samping ditawari makanan yang dipegang. Zahra antusias menyimak cerita saya sampai si Ayah pun datang dan memecahkan keseriusan kami, hehe. Lalu kami lanjut muroja’ah surat Al Qur’an yang sudah dihafal.

 

#hari12
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 04022020@13.51

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day11

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Mendongeng kali ini saya isi ketika Zahra tengah bermain bersama si Ayah. Saya sibuk memasak sesekali ikutan nimbrung dengan permainan Zahra. Zahra bermain dengan magformersnya dan ikan serta boneka gajah. Lalu saya ingat ingin menjelaskan tentang nasehat kalau kita harus kuat, teguh pendirian, tidak cengeng. Karena Zahra kalau ditegur sedikit jadi nangis. Kalau minjam mainan ke temannya tapi temannya ga mau pinjamin jadi baper trus berakhir nangis. Begitu juga kalau keinginannya tidak diikuti, memaksa harus dituruti, kalau tidak dituruti jadi nangis.

Jadi saya nasehati melalui dongeng Si Ikan dan Gajah. Sambil bercerita saya sebenarnya bertanya-tanya, ingin tau perasaan Zahra. Misalnya si Ikan bertanya, si Gajah jawab tidak, lalu saya tanya “kok gajah ga mau”. Begitu juga jika si Gajah jawab iya, saya tanya balik “kenapa mau”. Kami terus bermain bercerita sampai 15 menit kemudian Zahra bosan. Ganti permainan.

 

#hari11
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 03022020@22.00

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day10

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ini saya bilang gagal lagi. Saya tidak sempat mendongeng. Setengah hari Zahra sama saya ke masjid ikut kajian fiqih. Setengah hari lagi Zahra main sama Ayahnya. Zahra sudah seminggu tidak ketemu Ayah karena si Ayah tugas luar kota. Si Ayah pun kangen sama anaknya. Bagi saya kalau Zahra main sama Ayahnya, kesempatan saya untuk “me time”. Jadi saya biarkan mereka mau ngapain. Saat bermain, saya lihat mereka sempat bermain peran sambil membangun berbagai macam bentuk rumah, gedung, masjid, menara, mobil dari mainan magnet magformers. Niatnya saya mau mendongeng menjelang tidur, sambil menemani Zahra tidur. Seperti biasa, saya bereskan Zahra dulu, cuci-cuci, bersih-bersih, ganti baju, lalu siap di atas kasur. Kemudian giliran saya yang beres-beres. Sembari menunggu saya selesai beres-beres, Zahra sudah terlelap duluan. Semoga besok bisa dilanjutkan menanam karakter baik untuk Zahra.

 

 

#hari10
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 02022020@20.56

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day9

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ini saya bacakan buku tentang Nabi tapi dengan gaya dongeng dan mengambil karakter baik apa yang ada pada Nabi tersebut. Tadinya Zahra tertarik dengan buku tersebut karena ada gambar ikan. Padahal buku tentang Nabi ini kan kisah yang sebenarnya, sudah terjadi. Kalau dongeng belum tentu terjadi dalam penggambaran tokoh, tempat dan waktunya. Saya ceritakan tentang Nabi Syu’aib dengan dakwahnya pada kaum Madyan yang penduduknya pintar berdagang tetapi curang dan para pembeli yang ingin minta lebih. Kemudian saya juga ceritakan Nabi Musa tentang tongkatnya yang bisa berubah jadi ular. Lalu Nabi Harun bersama Nabi Musa mendakwahi Fir’aun. Karakter yang diambil dalam cerita tersebut adalah bagaimana saya bisa menanamkan tauhid pada Zahra. Para Nabi pemberani, kuat karena Allah سبحانه وتعالى. Belum selesai saya lanjut cerita, Zahra minta main kartu hijaiyah.

 

 

#hari9
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 01022020@22.12

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day8

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan kali ini merasa ada sesuatu. Jadi entah saya berkisah entah saya berdongeng atau bercerita. Setiap saya bernarasi sama Zahra, Zahra seolah belum tertarik menyimak. Ga suka kali ya, hehe. Tidak tuntas mendengarkan alur cerita. Kalau saya bacakan buku misalny, maunya liat apa yang saya bacakan. Kalau ga ada gambarnya, dia tidak mau menyimak lagi lalu berpindah ke yang lain. Alhasil saya ngomong sendiri saja. Ada buku kisah tentang karakter baik, gambarnya sedikit dan tulisannya juga sedikit. Saya mau ngarang ceritanya mau saya tambahkan versi saya. Belum tuntas cerita sudah ganti judul, hoho. Saya ceritakan tentang kasih sayang pada binatang, si unta yang malang. Mau lanjut cerita lagi, Zahra sudah beranjak pergi. Lalu kami belajar yang lain. Zahra tertarik membaca buku iqra lagi yang belum tuntas sampai huruf ي.

 

#hari8
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 31012020@19.21

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day7

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari ini saya kalah karena melewati tantangan game level. Kalau begitu saya tetap bikin narasi ya kenapa saya kalah. Saya tidak sempat mendongeng untuk Zahra. Sepulang Zahra sekolah kami murojaah apa yang sudah dipelajari. Zahra semangat tentang belajar warna dalam bahasa Arab. Lalu saya tuliskan di kertas dan ditempel di pintu kulkas supaya ingat terus. Walau Zahra belum bisa membaca huruf berangkai, tapi dia belajar mengingat posisi letak dan warna yang saya buat. Dengan semangat dia bilang ”  أَحْمَرُ merah, merah أَحْمَرُ “, sambil menunjuk tulisan yang diucapkan. Malam mau tidur pun tidak sempat mendongeng keburu Zahra ngantuk dan duluan tertidur. Tapi sempat saya kasi pujian dan nasehat untuk terus semangat belajar. “Ibu senang suara Zahra tadi keras pas murojaah, semangat, ga malu-malu, Ibu dengar kok” kata saya. Terus Zahra respon “kenapa Ibu ga kasih jempol tadi”. Seperti biasa saya kalau memuji Zahra, perbuatannya baik selalu saya kasih unjuk dua jempol. “Oke deh besok, kalau suaranya keras lagi, Ibu intip ya di kelas terus Ibu kasih jempol”.

 

#hari7
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 30012020@18.00

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day6

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keenam saya tidak sempat mendongeng untuk Zahra. Dari pagi saya sudah disibukkan pekerjaan rumah kemudian lanjut ke masjid jadwal kelas tahsin. Menjelang zuhur saya juga ke bank untuk suatu urusan. Balik ke rumah, kami istirahat, makan siang dan shalat. Kemudian lanjut antar Zahra ke masjid untuk kelas TPA. Alhamdulillah Zahra bersemangat sekolah ngaji di masjid. Menjelang ashar, saya sempat setor hafalan sama guru saya. Sesampai di rumah kami malah bersemangat sekali murojaah. Saya ajarkan Zahra baca doa dimudahkan urusan. Lanjut sambung ayat yang sudah dihafal dari juz 30 sampai maghrib. Setelah shalat dan makan, si Ayah video call dari pulau sebrang. Mata Zahra sayup-sayup redup. Kami beberes ritual mau tidur. Zahra sudah siap di atas kasur. Saya pun bersiap untuk mendongeng dengan bantuan buku. Ketika saya ke kamar mandi, dan balik lagi ke kamar tidur, Zahra sudah tidak kuat menahan kantuk. Ingin saya cepat rebahan di sampingnya dan memeluk saya sambil memejamkan mata.

 

#hari6
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 29012020@06.24

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day5

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kelima saya mencoba dongeng tentang anak beruang dan ibunya. Lagi baca referensi dari diskusi game level. Gambar di bawah diambil dari web serusetiapsaat. Saya memilih karya dari Ana Falesthein, beliau adik tingkat saya di kampus IPB, sama-sama jurusan Fisika. Ceritanya menyentuh dan sangat berarti untuk selalu bersyukur apa yang sudah diberikan Allah. Saya dongeng si beruang ini dengan sudah saya modif sendiri. Saya tambah ceritanya untuk keperluan Zahra. Dongeng sebelum tidur seperti biasa sambil berbaring di atas kasur. Alhamdulillah Zahra suka saya dongengin, sabar menunggu apa yang terjadi dengan si beruang ini. Semoga Zahra paham dan selalu merasa percaya diri setelah mendengar dongeng si anak beruang.

 

 

#hari5
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 28012020@23.30

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day4

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari keempat mendongeng tentang Tata dan Sisi. Tata adalah anak harimau yang berteman dengan Sisi si anak singa. Saya mau membangun keinginan Zahra untuk bersemangat makan dan minum yang banyak. Apalagi menyuruh Zahra minum air putih itu sangat menantang penuh kesabaran untuk membujuk. Sebelum tidur malam, di atas kasur, kamar sudah gelap, saya ajak Zahra berimajinasi dengan Tata dan Sisi. Si Tata punya fisik besar dan gendut sedangkan Sisi fisiknya kurus kering. Saya bercerita menggambarkan dua teman ini. Lalu saya bertanya pada Zahra, “Tata kenapa badannya besar ya?”. Spontan Zahra jawab “karena banyak makan”. Yess.. itu yang saya mau. “Lalu Sisi kenapa badannya kurus?” tanya saya lagi. “Karena ga mau makan ga mau minum”, jawab Zahra. Akhir cerita saya ajak Zahra untuk berkomitmen mau menghabiskan makanannya dan mau minum air putih yang banyak. Apalagi Zahra sekarang lagi batuk karena makan coklat dan permen.


Update 15 jam kemudian

Alhamdulillah mau makan dan minum lumayan banyak dari hari kemaren. Mau makan sayur dan mau minum air madu untuk mengobati batuk.

 

#hari4
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 27012020@21.05

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day3

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari ketiga mendongeng tentang seorang anak yang mau memberi waktu untuk Ayahnya berenang. Zahra kalau ada Ayahnya pasti Ayahnya diajak main terus sampai Ayahnya ga ada waktu mau istirahat sebentar. Ngebujuk Ayahnya untuk mandi dan shalat aja lama. Alhamdulillah ngerti sih kalau Ayahnya ke masjid mau shalat udah diam. Diajak tidur siang sama Ayahnya ga mau. Sore hari Ayah mau berenang. Kalau bilang Zahra pasti ga dibolehin. Kalau perginya ngumpet-ngumpet juga ga baik. Akhirnya saya siapkan keperluan baju renang si Ayah dan lainnya masuk ke dalam tas. Kami bilang Ayah mau pergi sebentar. Di luar dingin habis hujan. Lalu saya ajak Zahra ke kamar liat pemandangan di luar jendela. Ayah berhasil keluar rumah. Lalu saya mulai mendongeng tentang si Ayah berenang, Ibu dan anaknya menunggu di rumah. Saya bilang kalau habis hujan, berenang jadi ingin. Karena Ayah badannya besar, tahan dengan dinginnya air. Kalau Zahra ga kuat, nanti jadi menggigil. Alhamdulillah Zahra paham.

 

 

#hari3
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 26012020@20.53

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day2

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari kedua masih mendongeng tentang gajah yang berani pergi sekolah dan berani tampil di depan kelas. Melanjutkan dongeng kemaren tentang gajah. Kali ini gajahnya punya banyak teman. Mereka berangkat sekolah bareng-bareng. Saya menggunakan bantuan media buku Big Animal. Karena Zahra ingin saya membacakan buku tersebut. Saya tetap baca penjelasan hewan yang ada di buku tetapi ada rangkaian kata yang ditambahkan sehingga menjadi dongeng. Gajah yang bertemu dengan jerapah kemudian beruang.

Lalu mereka jalan menyusuri pantai bertemulah mereka dengan hiu dan paus. Sempat menyapa dengan hiu dan paus, mereka pun melanjutkan perjalanan ke sekolah. Singkat cerita kembali mengingatkan Zahra akan karakter mandiri dan berani yang ingin saya tanamkan. Zahra memahami alur dongeng ini sehingga dia memunculkan pertanyaan “kenapa hiu dan paus tidak ikut sekolah sama gajah?”. Saya jawab dengan santai, “gajah, jerapah dan beruang beda kelas dengan hiu dan paus. Mereka kelas pagi, sedangkan hiu dan paus kelas siang. Hiu dan paus kan hewan laut, mereka suka berenang, sekolah mereka di lautan, mereka sekelas dengan ikan, gurita, cumi-cumi, udang, bintang laut, dll. Sedangkan gajah hewan darat. Zahra paham dengan penjelasan saya. Lalu saya akhiri dongeng ini.

 

#hari2
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 25012020@22.26

rosc8332

Featured
Posted in Membangun Karakter Lewat Dongeng

Game Level 10 Kuliah Bunsay : Membangun Karakter Lewat Dongeng

Day1

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Tantangan hari pertama level 10 Membangun Karakter Lewat Dongeng. Dulu waktu zaman SD-SMP saya suka baca dongeng di majalah Bobo. Kalau dipikir-pikir, dulu saya suka membaca apa saja tapi makin kesini kok rada malas. Benar-benar “Hp” itu mengalihkan dunia ya, padahal buku juga masih ada. Tantangan tersendiri jadi orang tua di zaman 2020.

Jadi ceritanya saya tu mau membangun karakter mandiri dan berani pada Zahra. Ketika di sekolah, Zahra keseluruhan masih belum terlihat aktif. Awal jam kelas, Zahra masih rada-rada merengek “mau sama Ibu”. Ngasih buku muthoba’ah ke ustadzahnya aja masih malu-malu minta ditemani. Taruh botol minum di depan kelas juga minta ditemani, padahal cuma jarak sekian centi. Zahra maunya nempel sama saya. Sepulang sekolah, setelah beberes, saya ajak tidur siang ke kamar sambil mau mendongeng tentang si anak gajah dan ibunya. Sebelumnya saya bilang “Ibu punya dongeng, Zahra mau dengar?”. “Zahra pilih, mau dengar dongeng tentang siapa, gajah, popon (kuda poni) atau kucing” kata saya sambil menunjukkan bonekanya. Lalu dia memilih gajah. Dalam dongeng itu saya ceritakan kalau anak gajah berani berangkat sekolah sendiri tanpa ditemani ibunya. Ibunya menunggu di rumah. Anak gajah pun berani ke depan kelas kalau ditunjuk sama gurunya. Dia tidak malu-malu dan berani tampil di depan orang. Di akhir cerita, saya tanya Zahra, apa Zahra mau seperti anak gajah, berani dan mau mandiri. Lalu Zahra mengiyakan setuju.

Anak gajah

 

#hari1
#gamelevel10
#tantangan10hari
#BunsayBatch5
#Sumatera1
#GrabYourImagination
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

PutriHandayani
Candung, 24012020@12.59

rosc8332

Posted in Application

Painting Mountain Mural

Halo halo semua..

Kali ini giliran saya nih dapat tantangan dari HIMA Regional untuk cuap-cuap kegiatan liburan saya alias GFoS dibaca Gadget Free on Sunday. Eh tunggu dulu, HIMA Regional apaan ya? Itu lho himpunan mahasiswa Institut Ibu Profesional. Udah tau kan apa itu Institut Ibu Profesional, kampusnya ada dimana. Yang belum tau coba ceki-ceki ini dulu deh. Klik link ini ya.

Kembali ke laptop!

Ke Bunaken beli kacamata baru
Ditemani suami yang siap siaga
Mau weekendnya seru?
Hayuuk bersama keluarga!

Hehee.. #maksadeh

Jadi apa kegiatan GFoS kemaren?
Kegiatan kami adalah Painting Mountain on the Wall alias Ngecat, yaitu Ngecat Kamar.

Kegiatan ini beride dari suami yang mau mengubah nuansa kamar. Beliau mau mengubah warna plafon yang berwarna coklat dan dinding kamar yang berwarna kuning pucat menjadi putih supaya kamar keliatan lebih terang. Saya pun sependapat dengan suami. Merasa jenuh dengan pemandangan kamar yang berdiam diri dirumah aja. Mau ganti furniture kamar yang bergaya klasik nuansa coklat menjadi simple minimalis tidaklah mungkin. Jadi lebih irit ganti cat dari pada ganti perabot.

Sabtu sore, saya chat suami dan Zahra yang masih berada di rumah neneknya, supaya pulang nanti udah bawa cat. Ternyata belum dibeli sodara-sodara. Duh kan mau ngecat secepatnya ya. Ahad pagi pokoknya udah mulai deh.

Keesokan hari, pagi-pagi suami sudah keluar membeli cat. Tiba dirumah kembali pukul 10.00. Setelah makan minum cemal-cemil, mulailah persiapan ngecat. Suami gotong tangga lipat sambil memperhatikan kamar mau mulai kerjanya dari mana dulu. Saya menyiapkan peralatan yang kurang, yang diambil di gudang, scraper alat dempul, kuas roll dan wadahnya, ember atau kaleng bekas, kain lap dll. Zahra sibuk dengan kaleng-kaleng cat dengan nyanyian khas “mau cat, mau cat”.
Kegiatan pun dimulai dengan gotong-gotong perabot kamar keluar, dan menutupi bagian-bagian kamar yang tidak terkena cat nantinya. Bersih-bersih debu plafon dan dinding. Mulai dari atas, si plafon yang berbahan triplek, bagian sambungannya ditutupi dulu dengan plester lalu didempul. Yang dibeli hanya cat tembok, tetapi nekat pakai untuk bagian berbahan kayu atau triplek. Harusnya sih cat minyak. Tapi kami main “coba aja dulu” cat plafonnya dengan cat tembok warna putih, kalau berhasil lanjutkan, hehee.. Alhamdulillah no problem lah. Karena kamar itu privacy ya, mau acak kadul juga ga masalah lah, ga rata pun catnya ga masalah, ga dinikmati orang ramai ini, hee. Jadilah kami tukang cat amatiran selama 3 hari.
Hari pertama bagian plafon.
Hari kedua bagian dinding.
Hari ketiga finishing mural dan bersih-bersih lantai.
Alhamdulillah kami semua senang menikmati prosesnya dan menikmati hasilnya sekarang.

#liburanyangberkesan

Sebenarnya kegiatan ngecat kamar ini sudah kami bahas jauh hari sebelumnya via videocall. Saya dan Zahra di kampung sedangkan suami di rantau. Saya kasih tau Zahra kalau kita mau main cat, mau melukis di dinding kamar. Zahra pun ikut semangat, dan saya antusias menunggu kepulangan suami. Udah lama sih saya pengen ganti warna kamar ini tapi tak tersampaikan maksud. Malah suami yang mencetuskan kalimat “ayo kita ganti warna cat kamar”. Yeaayy saya girang. Kok antusias banget ya?

Tau kenapa?

Jadi ngecat ini serasa menjemput mimpi saya. Mengembalikan ingatan puluhan tahun lalu ketika saya berada di puncak anak tangga yang berbatasan dengan pintu ke arah rooftop garden, yang sebenarnya mau dibangun untuk lantai 2 rumah tetapi pending karena ga cukup biaya. Jadilah atap yang dicor itu menjadi tempat jemur dan kebun bunga yang berjajar dalam pot.
Kembali ke ingatan masa lalu, dengan ditemani semilir angin yang menari-nari bahkan ketika tetesan demi tetes air yang turun dari langit pun ikut menemani saya yang sedang memegang buku gambar, pensil dan cat air. Ya, ketika itu usia SMP. Saya suka menggambar dan mewarnai. Entah hobi entah apa suka ke rooftop menuangkan pikiran. Usia ketika itu lebih ke menggambar orang dan menggambar baju. Mungkin karena terpengaruh dengan teman sebangku yang suka gambar orang dan terpengaruh dengan mama sendiri yang suka desain dan jahit baju. Melihat buku tebal mama penuh dengan desain baju dan kode-kode serta ukurannya, yang kala itu saya tidak mengerti. Terakhirnya saya mengerti sekarang. Beranjak usia, hobi menggambar berubah suka ke gambar pemandangan, bunga, pohon, gunung, laut. Lambat laun menggambar dan melukis ini sekarang jadi menciut, tersimpan dengan rutinitas yang berganti.

Haa.. “masa lalu.. biarlah masa lalu…
Sungguh hatiku…” (jadi nyanyi Inul deh)

__________________________________________________

Rencana Awal

Ukuran kamar (3,8 x 3,8)m, 1 sisi plafon dan 3 sisi dinding dicat warna putih, 1 sisi dinding lagi dicat warna teal (hijau kebiruan).

Asumsi kamar panjang x lebar = (4 x 4)m dengan tinggi 3 m
Luas dinding 3 sisi 3 (4 x 3) = 36 m2
Plafon 4 x 4= 16 m2
Total warna putih 16+36= 52m2
Daya sebar cat 6m2/l (2lapis)
Kebutuhan cat 52/6 = 9 liter
Masa jenis 1,5kg/l
>> 1.5×9=13,5kg
1 kaleng cat = 5kg
Cat putih 13,5/5 = 3 kaleng
Cat teal 1 kaleng

Fakta di Toko Cat

Cat warna teal tidak tersedia. Alternatif ambil 2 warna, hijau + abu untuk perpaduan warna nantinya.
Cat putih 3 kaleng
Cat hijau 1 kaleng (harusnya hanya 1 kg aja, karena tak ada jadi ambil yang 5 kg deh)
Cat abu 1 kaleng (1 kg)
Biaya Rp 417.000

Rencana Kemudian

1 sisi plafon dicat putih, 2 sisi dinding dicat putih dan 2 sisi dinding lagi dicat hijau motif pegunungan.

Alat & Bahan

3 kaleng cat putih
1 kaleng cat hijau
1 kaleng (1 kg) cat abu
1 kaleng dempul
1 plester plafon
Lakban kertas
Scraper si alat dempul
Kuas roll
Kuas kecil
Wadah cat untuk kuas roll
Wadah atau kaleng bekas
Gunting
Pengaduk cat
Lap kain dan air secukupnya

Hari Pertama

Plafon bagian sambungannya diplester, lalu didempul dan ditunggu kering. Setelah kering diberi cat putih selapis dengan kuas roll, kemudian tunggu kering lagi. Setelah kering, dicat kembali satu lapis lagi. Begitu juga dengan bagian 2 sisi dinding dicat putih selapis.

Hari Kedua

Bagian 2 sisi dinding yang dicat putih dilanjutkan dengan menambah satu lapis cat putih lagi. Sekarang sudah menjadi 2 lapis. Kita lanjut dengan 2 sisi dinding lainnya hanya dicat selapis dengan cat putih, yang kemudian baru dicat hijau dengan motif pegunungan. Buat dulu sketsa pegunungan dengan pensil, berapa tingkat gunung yang diinginkan, dan kemudian tandai dengan post it setiap tingkatan warna yang sama. Disini ada 8 tingkat warna. Dari atas hijau terang terus ke tingkat bawah hijau gelap.

     

Hari Ketiga

Melanjutkan melukis pegunungan ke tingkat paling bawah. Setelah selesai lanjut mengikis lantai dari sisa cat yang berceceran. Baru deh bersih-bersih sedot debu dan kembali tata ruangan dengan perabot kamar.

Mountain Mural

 

Tips ngecat:

  1. Mulai ngecatnya dari atas ya
  2. Cat dikasih air sedikit supaya mudah untuk mengeroll, tidak terlalu kental jadi ga bertumpuk nantinya.

 

Agam, 07.09.2018@07.13