Dan setelah beberapa lama pengen punya mainan ini akhirnya bisa kesampaian juga. Awal kenal raspi pas dulu kumpul-kumpul bareng komunitas. Liat, coba dan cari informasi ternyata cukup menarik. Kebetulan juga ‘dikasih pinjam’ untuk beberapa hari. Raspi yang saya coba dulu adalah versi lawas yaitu Raspberry Pi 1 B+, dan sampai saat ini sudah sampai pada generasi Raspi 3.
Untuk versi teranyar ini memiliki spesifikasi yang bisa dibilang jempolan. Dengan prosesor quadcore 1,2 GHz RAM 1 GB serta didukung dengan wifi dan bluetooth menjadikan raspi ini semakin mantap dan gak ribet buat dihubungkan dengan device-device lain.
Raspi ini saya beli secara online melalui buk*lap*k, seharga Rp. 498.800, rupiah saja (11 Oktober 2016). Kebetulan saat itu sedang ada diskon sehingga bisa dapat dibawah harga normal. Dokumetasi buka kardus bisa dilihat pada video berikut.
Untuk post kali ini mungkin hanya sebatas unboxing saja. Semoga oprekan Raspberry Pi 3 ini bisa saya dokumentasikan dalam tulisan-tulisan selanjutnya.
Tulisan ini hanya dokumentasi kejadian yang mungkin akan berguna jika ada pembaca yang mengalami hal yang sama. Hari ini selesai troubleshooting CCTV salah satu kantor cabang di Batam yang menggunakan DVR Avtech H.264. Penyakit awal yang terdeteksi adalah bunyi beep yang menurut laporan orang cabang terdengar sekitar setengah jam sekali. Saya coba akses via remote dari kantor Jakarta, device tersebut ada respon ketika di ping namun tidak bisa diakses via browser.
Karena penasaran saya coba pandu salah satu rekan disana menghubungkan device tersebut langsung ke monitor untuk melihat tampilan apa yang terlihat dilayar. Dan hasilnya adalah NO HDD dengan pop up SCAN DISK yang berulang-ulang.
Kesimpulan saya memang penyakit ada pada Hardisk (HDD) yang tidak terdeteksi. Saya sarankan kepada rekan saya tadi untuk coba mengganti dengan Hardisk lain.
Tampilan pertama setelah penggantian Hardisk adalah pilihan untuk melakukan cleaning (atu mungkin lebih tepatnya format).
Dan benar saja, setelah proses tersebut selesai DVR tersebut bisa bekerja normal dan tidak mengeluarkan beep lagi.
Untuk hardisk bawaan DVR tersebut belum saya analisa lebih lanjut, apakah ada kerusakan hardware atau ada hal lain yang menyebabkannya tidak terdeteksi.
Masih seputar video editing menggunakan Kdenlive, tulisan ini saya buat sebagai lanjutan dari tulisan sebelumnya Editing Video Dasar Menggunakan Kdenlive. Namun dalam tulisan ini saya akan lebih mengkhususkan pada pembahasan salah satu effect list yaitu speed.
Efek ini merupakan efek yang sangat sering digunakan karena mampu memberikan kesan dan penggambaran yang lebih dalam sebuah scene dari klip video. Fungsi dari efek speed ini tentunya untuk mempercepat atau memperlambat sebuah klip video baik sebagian maupun keseluruhan.
Dalam kdenlive, efek tersebut dapat kita aplikasikan dengan sangat mudah. Berikut beberapa langkah-langkahnya sebagai gambaran.
Pertama pilih klip video yang akan kita berikan efek, pastikan terseleksi. Masuk kedalam tab Effect List.
Pada menu Motion kita pilih sub menu Speed. Disini kita akan mengatur presentase kecepatan dari klip video. Semakin besar nilai yang kita berikan maka video tersebut akan semakin cepat, begitu juga sebaliknya.
Sebagai contoh disini saya memberikan nilai 400 (dalam %) untuk mempercepat klip video 4 Kali lebih cepat dari klip video aslinya.
Selanjutnya bisa kita preview dan lihat hasil dari efek tersebut. Pada contoh tersebut saya memberikan efek dalam satu klip penuh, jika kita menghendaki efek hanya pada bagian-bagian tertentu saja maka kita harus melakukan cutting terlebih dahulu sebelum menentukan speed-nya. Dan selanjutnya bisa kita kembangkan sesuai dengan kreatifitas Anda.
Berikut saya sertakan juga tutorial dalam bentuk video.
Tulisan berikut merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya Kdenlive, video editor alternatif di Linux. Tulisan ini akan menjelaskan langkah-langkah video editing dasar menggunakan Kdenlive.
Untuk memulai editing video yang pertama kali kita lakukan tentunya memilih dan mengimport klip/video yang sudah kita tentukan. Pilih menu Project -> Add Clip atau langsung melalui Add Clip dari kolom Project Tree.
Selanjutnya drag klip yang sudah kita import tadi kedalam video track. Track yang disediakan secara default adalah 3 video track dan 2 audio track, namun kita dapat menambahkan dan mengurangi jumlah track tersebut sesuai dengan kebutuhan.
Apabila kita menghendaki adanya penambahan audio sebagai backsound untuk mengiringi video kita, maka cukup drag audio pada tracknya. Pastikan durasi dari audio yang kita pilih sesuai dengan durasi klip kita. Atau kita bisa memotong salah satunya agar durasinya sama.
Dan jika editing tersebut dirasa cukup maka langkah terakhir adalah melakukan rendering agar menjadi sebuah video yang utuh dan siap untuk dipublikasikan. Dalam langkah ini kita harus mentukan format dari file yang akan dihasilkan nanti.
Tulisan ini merupakan tutorial editing video yang sangat dasar, sehingga belum membahas efek, transisi, penambahan text serta pemotongan klip dan lain sebagainya. Semoga pada kesempatan lain saya bisa menuliskan kelanjutannya.
Berikut saya juga sertakan tutorial dalam bentuk video.
Jika Anda seorang sysadmin, sudah tentu mesin server adalah bagian dari keseharian Anda. Anda harus selalu memantau untuk memastikan bahwa mesin server dalam keadaan ‘running well‘.
Saat ini banyak sekali tools yang dapat digunakan untuk memantau sebuah server, dari yang memiliki konfigurasi kompleks sampai dengan yang cukup sederhana. Namun tentu saja itu akan sebanding dengan fitur yang ditawarkannya.
Salah satu tools monitoring yang simpel dan memiliki konfigurasi sederhana adalah Linux Dash yang dibuat oleh Afaqurk. Beberapa fitur dari Linux Dash tersebut adalah :
Berbasis web (sehingga cukup diakses melalui browser)
Ukuran hanya sekitar 1 MB (tanpa .git)
Widget yang refresh-able
Secara life menampilkan informasi dengan bentuk grafik
Hingga artikel ini ditulis Linux Dash support untuk beberapa distribusi linux berikut:
Arch
Debian 6,7
Ubuntu 11.04+
Linux Mint 16+
Centos 5,6
openSUSE
Berikut beberapa langkah untuk menginstall Linux Dash.
Disini saya mengasumsikan mesin server anda sudah terinstall aplikasi webserver serta servis-servis yang diperlukan sudah berjalan sebagaimana mestinya
Masuk kedalam direktori /var/www/html (saya menggunakan Apache/2.4.10)
Kemarin sempet iseng mau coba belajar edit-edit video, coba searching sana-sini untuk menemukan video editor yang kiranya paling cocok dan powerfull. Pertama saya coba Blender, saya pelajari fitur dan cara penggunaannya, Namun sayang sekali ada beberapa kendala, seperti tidak bisa import video hasil kamera handphone dan sering force quit ketika sedang melakukan editing.
Selanjutnya saya beralih ke Lightworks, sekilas tampilannya keren dan kaya akan fitur, meskipun saya sempat menemui kendala saat penginstalan seperti yang saya tulisakan sebelumnya disini. Untuk menggunakan Lightworks ini kita harus register terlebih dahulu, saya coba pahami cara penggunanaan fitur-fitur yang ada didalamnya. Belum sempat explore semua kemampuanya saya sudah beralih ke Kdenlive. Entah dapat rujukan dari artikel mana sehingga saya coba pindah ke Kdenlive.
Kdenlive ini saya anggap video editor yang sederhana, mudah dipahami dan memiliki fitur dan kemampuan yang baik untuk mengenali berbagai format video. Tidak seperti video editor lain yang sudah saya coba, dari Kdenlive ini setidaknya satu video rampung saya edit 😛 . Untuk penginstallan Kdenlive di Ubuntu dan turunannya bisa kita lakukan dengan perintah berikut :
sudo apt-get install kdenlive
Berikut tampilan dari Kdenlive.
Untuk tutorial instalasinya bisa dilihat pada video berikut:
Pengenalan serta penggunaan Kdenlive mungkin akan saya sambung pada artikel selanjutnya, Insya Allah 🙂
Kemarin saya mencoba install Lightworks, salah satu aplikasi untuk mengedit video. Saya download installernya secara langsung dari web resminya. Ubuntu yang saya gunakan adalah versi 14.04 LTS 64 bit. Namun setelah coba saya install muncul error berikut:
sudo dpkg -i lwks-12.6.0-amd64.deb
Selecting previously unselected package lightworks.
(Reading database ... 853028 files and directories currently installed.)
Preparing to unpack lwks-12.6.0-amd64.deb ...
Unpacking lightworks (12.6) ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of lightworks:
lightworks depends on nvidia-cg-toolkit; however:
Package nvidia-cg-toolkit is not installed.
lightworks depends on ; however:
Package libportaudiocpp0 is not installed.
dpkg: error processing package lightworks (--install):
dependency problems - leaving unconfigured
Processing triggers for fontconfig (2.11.0-6.4) ...
Processing triggers for gnome-menus (3.13.3-8) ...
Processing triggers for mime-support (3.60) ...
Processing triggers for desktop-file-utils (0.22-1ubuntu1) ...
Processing triggers for bamfdaemon (0.5.1+14.04.20140409-0ubuntu1) ...
Rebuilding /usr/share/applications/bamf-2.index...
Errors were encountered while processing:
lightworks
Dari error tersebut ternyata masih ada dependensi yang kurang yaitu nvidia-cg-toolkit dan libportaudiocpp0.
PC yang saya gunakan tidak menggunakan grafik nvidia, jadi untuk mengatasi error tersebut saya cukup install dependensi libportaudiocpp0 yang kurang tadi dengan perintah berikut.
sudo apt-get install libportaudiocpp0
Setelah dependensi tersebut terinstall saya lakukan penginstallan kembali dan akhirnya Lighworks dapat terpasang dengan sukses.
Sebagai catatan, sebelum menggunakan Lightworks kita harus register terlebih dahulu.
Sebagai pemilik ataupun pengelola sebuah website, adakalanya kita dihadapkan dengan urusan pemindahan hosting. Entah karena pelayanan penyedia hosting yang kurang memuaskan atau mungkin ada hal lain yang mengharuskan kita melakukan migrasi website kita pada hosting baru.
Dan berbicara mengenai hosting tentu tidak akan lepas dari yang namanya domain. Pada umumnya kita membeli sebuah domain dan menyewa hosting pada penyedia jasa yang sama. Lalu bagaimanakah jika kita membeli domain pada penyedia jasa ‘A’ dan ingin melakukan hosting pada penyedia jasa ‘B’?. Jawabannya sangat mudah, kita hanya perlu mengarahkan domain tersebut pada hosting baru kita. Berikut langkah-langkah sebagai gambaran untuk melakukan hal tersebut.
Pastikan Anda sudah mendapatkan name server dari penyedia jasa yang Anda gunakan. Biasanya nameserver ini dikirimkan melalui email.
Login pada akun panel tempat Anda membeli domain, kemudian masuk pada domain terdaftar milik anda (sebagai contoh disini saya menggunakan Indoreg)
Masuk pada pengaturan domain terdaftar milik Anda
Pada bagian nameserver ganti name server anda sesuai dengan nameserver yang anda dapatkan dari hosting baru anda.
Perubuahan nameserver ini biasanya memerlukan waktu maksimal 1×24 jam atau bisa lebih cepat. Hal tesebut tentu saja berbeda-beda pada masing-masing penyedia jasa layanan, tergantung pada DNS yang mereka gunakan.
Untuk melakukan pengecekan apakah domain kita sudah mengarah pada hosting yang baru bisa dilakukan dengan mengakses website kita secara langsung. Apabila tampilan website telah berubah menjadi default dari penyedia layanan/tidak ada konten didalamnya berarti telah sukses. Atau dengan cara lain kita bisa menggunakan nslookup untuk mengetahui ip dari server domain kita yang baru. Jika IP server dari domain kita sudah berubah berarti proses tersebut berhasil. Pekerjaan selanjutnya adalah memindahkan semua konten website kita ke hosting yang baru.
Yap, sabtu kemarin tepatnya tanggal 14 Mei 2016 adalah hari dimana Forum Ubuntu Indonesia menggelar event tahunannya. Tema yang diangkat kali ini adalah “Ubuntu Now! Desktop & server untuk semua kebutuhan”. Acara diselenggarakan di Gedung Kementrian Komunikasi dan Informatika Jakarta Pusat.
Event tersebut merupakan event yang sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta IT di indonesia khusunya bidang opensource. Para pembicara dan pemateri yang didatangkan juga tak tanggung-tanggung, beliau-beliau adalah sosok yang sudah tidak asing lagi dalam bidangnya. Bahkan beberapa pembicara merupakan tokoh dan sesepuh penggiat opensource di Indonesia, beliau adalah Bapak Rahmat M. Samik Ibrahim dan Teddy Sukardi. Selain itu, salah satu pembicara yang tak kalah menarik adalah Bapak Kolonel Ir. Rifki Indrakusuma, M.Sc dari Badan Intelejen Strategis TNI yang menyampaikan tentang penggunaan opensource dalam militer khususnya TNI.
Acara seminar dimulai dari jam 09.00 WIB hingga jam 12.00 WIB, setelahnya dilanjutkan dengan sesi lokakrya dengan tiga kelas yang berbeda. Masing-masing adalah kelas IoT dengan Arduino dan Cubieboard oleh Kang Engkur, kelas Customizing GNOME Desktop oleh Kang Kukuh Syafaat dan terakhir kelas Opensource, Git dan GIthub oleh Kang Adam Ramadhan.
Dan yang tak kalah menarik dari rangkaian acara ini adalah beberapa hal yang dipersiapkan oleh panitia, mulai dari souvenir kit berupa T-Shirt, USB Flash Drive Installer dan beberapa kit lain dari Qwords. Belum lagi coffe break dan menu makan siangnya yang mantap.
Berikut beberapa foto yang diambil pada saat acara :
Peserta melakukan registrasi ulangAntrian Coffe break
Sesi seminar yang di ikuti oleh seluruh pesertaSalah satu pembicara menyampaikan materi presentasiPertanyaan dalam sesi tanya jawabSesi Lokakarya dalam salah satu kelas
Yah, itulah beberapa dokumentasi kemeriahan Release Party Ubuntu 16.04 LTS (Xenial Xerus) yang diselenggarakan Oleh FUI. Bagi Anda yang tidak bisa mengikuti acara tersebut namun menginginkan file presentasi yang disampaikan oleh para pembicara dan pemateri bisa mengunduh pada website resminya disini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Sebagai catatan, judul diatas hanya berlaku untuk Anda yang memiliki web hosting dengan fitur Addon Domain. Bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki web hosting tanpa fitur tersebut mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan apabila ingin berpindah/atau menyewa hosting baru.
Lalu apakah Addon Domain itu? Apakah keuntungannya bagi kita?. Sederhananya, Addon Domain adalah sebuah fitur yang ditawarkan oleh penyedia jasa hosting untuk menambahkan domain baru kedalam hosting yang kita sewa. Keuntungan bagi kita tentu saja untuk efektifitas dan penghematan. Sehingga ketika nantinya kita berencana membangun website baru kita cukup membeli domain saja, tanpa perlu menyewa hosting lagi.
Saat ini banyak sekali jasa hosting yang menawarkan paket hosting dengan berbagai fitur dan layanannya. Untuk jumlah Addon Domain sendiri menyesuaikan dengan harga paket yang akan kita pilih. Berikut contoh jumlah Addon Domain dari salah satu penyedia jasa hosting di Indonesia.
Untuk menambahkan domain sebenarnya cukup sederhana, kita hanya perlu beberapa kali klik saja. Sebagai gambaran berikut saya sertakan langkah-langkahnya. Disini saya anggap Anda telah memiliki domain aktif yang akan ditambahkan. Jika belum silahkan lakukan pembelian terlebih dahulu, untuk cara pembelian domain saya pernah menuliskannya pada tulisan sebelumnya Cara Membeli Domain Pada Indoreg.
Login kedalam Cpanel, kemudian cari Addon Domain
Lengkapi Field yang diminta, dari nama domain, username serta password kemudian klik Add Domain. Untuk Subdomain or FTP Username secara default akan mengikuti nama domain kita, namun tentu saja itu bisa kita sesuaikan sendiri.
Selanjutnya Akan terlihat bahwa domain baru kita sudah memiliki direktori tersendiri dalam File Manager Cpanel kita
Selesai, pekerjaan selanjutnya adalah mengisi konten dari website kita. Demikian dan semoga bermanfaat.