Saya selalu percaya bahwa bahagia itu kita yang menentukan
***
Sebagai seorang ibu dan sekaligus sebagai seorang Karyawan, saya dituntut untuk selalu “bisa”, selesai pekerjaan kantor juga urusan rumah harus beres, tidak semua hari berlalu dengan mulus malah kebanyakan hari terlewati dengan agak-agak berantakan…. namun begitulah kehidupan tidak semua harus berjalan sesuai dengan keinginan kita, terkadang kita harus banyak menyesuaikan mood kita dengan situasi yang ada, padahal katanya seorang ibu itu harus tetap bahagia biar roda kehidupan rumah tangga berjalan lancar….. emang iya ???
Saya selalu percaya bahwa kebahagiaan itu kita yang menentukan, makaโ
Sederhanakan Standar Bahagiamu
bahkan ada yang bilang standar bahagia saya itu receh banget, tapi itulah menurut saya yang membuat hidup saya lebih tenang, enjoy dan saya yang menentukan kebahagiaan saya bukan orang lain, bahkan ditengah suara tangisan bocah sayaโbisa menemuka kebahagiaan… karena saat mendengar tangisannya saya bilang begini ke diri sendiri…. “duh kangen banget denger bocil nangis” secara semakin besar doi semakin cool.
mmm…. apa lagi yah contohnya….., nah ini nih… contohnya saat deadline nya numpuk dan kepala rada2 ngebul, saya pasti bikin es teh tawar dan tehnya harus yang beraroma melati, itu sudah membuat saya bahagia banget dan kerjaan InsyaAlloh beres dengan hati yang senang, malah kadang temen-temen suka mengingatkan kalau udah mulai bolak balik bikin teh nya hehehe…
it’s very simple to make yourself happy,
maka berhenti merenggut kebahagiaanmu sendiri, dengan membandingkan kehidupanmu dengan orang lain, cari 1001 alasan untuk selalu berbaik sangka sehinga kita pandai bersukur… dan dari situlah kita lebih mudah menyederhanakan standar bahagia kita…
selamat menciptkan bahagiamu…
si fakir dan bodoh dihadapan Alloh Ta’ala
Ibunya Ibnu


Awal Januari 2017, menunggu datangnya si tamu bulanan…. antara takut dan harap, tanggal 1 Januari 2017 yang harusnya tamu bulanan datang tapi kok sampe malam hari ga ada tanda2 si tamu datang,







