Yah. Tapi Mellow.
Sebelum nulis masih suka bertanya-tanya sih. Kenapa sekalinya nulis blog lagi malah blog curhat mele. Blog traveling terbengkalai mati suri. Malah blog traveling blom diperpanjang domainnya. Hahaha. Maintaining itu memang lebih susah ya, niatnya doang kenceng, pas beli domain , eh meni ribet meintenancenya -_-
Jadi, waktu aku memutuskan langsung program hamil, ternyata kebantu banget sama blog bunda-bunda yang lagi promil juga. Dari mulai rekomendasi dokter, step-step pemeriksaan, bahkan harganya. Kadang, saya ngembeng berkaca-kaca, melihat perjuangan wanita-wanita yang lagi berusaha punya anak. Ada yang kerjaannya bolak balik RS, suntik sana suntik sini, minum pil hormon ini-itu, oprasi ini-itu, kadang udah keluar puluhan juta untuk bayi tabung, tapi gagal. Kadang aku tersenyum melihat perjuangan mereka melalui jalan yang panjang, sampai akhirnya dikaruniai anak sama Allah walau harus menunggu beberapa tahun. Kadang, aku merinding, membaca kisah mereka yang akhirnya menerima dengan ikhlas dan hidup bahagia, meski belum dikaruniai buah hati.
Dari situ aku memutuskan, ya udah deh aku mau sharing juga, siapa tau juga ada yang baca dengan kasus yang sama. Siapa tau ada nanti di tengah jalan bisa saling kasih support.
Tapi ternyata, sekarang pas mau sharing, udah mellow duluan
First time
Hari kedua mens, aku datang ke BIC Morula Menteng. Sengaja datang sendiri, gak sama suami, karena isin kalau suami liat aku pas cek-cek gitu heuheu. Padahal pas sampe ruang dokter, juga ditanya “suaminya mana?”. Ternyata memang sudah hampir defaultnya ya, cek kandungan tuh ditemani suami. Kenapa cek pas hari kedua mens? disuruhnya sih begitu. Kalo dipikir-pikir, ya nightmare ya lagi bleeding terus dilakukan transvaginal USG alias harus dimasukin benda asing T_T. O’o … namun ternyata itu belum seberapa. Baru awal permulaan. Oh iya, aku pertama kali ini memutuskan untuk ke Dr.Irham Suhaemi di BIC Morula Menteng. Selagi USG TransV, kita bisa liat di layar keadaan di dalam perut kita. So far kata Dr. Irham, gak ada apa-apa gak ada kista atau miom, juga tidak ada endometriosis. Dokter saranin untuk cek saluran tuba falopi apakah ada yang tersumbat atau engga, supaya gak mengganggu jalan sperma masuk. Aku diminta cek HSG di hari ke 10 mens (pas sudah bersih). pulang dari sini, hati tenang, terus update ke suami hasil periksanya.
Biaya Kontrol include Transvaginal USG IDR650.000
Cek HSG
Sesuai arahan, aku datang lagi di hari ke-10 mens. Untuk Cek HSG bukan di BIC Morula tapi di RS Bunda Menteng yang baru. 1 jam sebelum cek, suster ngasih arahan kalau harus minum pain killer, semacam ponstan. Karena, katanya kalau ada penyumbatan, akan sakit perutnya. Lalu, disarankan juga sudah sarapan yah. Sebelum pemeriksaan, suster-suster menjelaskan dari prosedur hingga biayanya. Ngeri-ngeri sedap ya. Karena Miss V akan dimasukkan alat yang akrab dipanggil cocor bebek sama kateter, lalu disemprotkan cairan supaya keadaan tuba falopi bisa terbaca. Detik-detik masukin kateter itu.. ya rabb.. ini baru kateter doang ya, belum melahirkan T_T. Terus bener juga, pas cairan masuk, perut muless banget kaya mens hari pertama, sambil mules disuruh relax (yang mana sangat kontradiksi ya hahaha. plis suster.. ) dan ngeliat ke layar. Dokter radiologi bilang, alhamdulillah ga ada penyumbatan ya di saluran tuba falopi, alhamdulillah bagus salurannya. surprisingly, proses HSG ini gak lebih dari 10 menit. Jadi mules-mules di awal itu cuma sebentar banget, gak sampai 5 menit ^ ,^ .
Suster bilang, setelah HSG biasanya akan flek-flek, max 3 hari. Terus kalau masih sakit perutnya setelah pemeriksaan, dibolehkan minum painkiller selama beberapa hari juga atau minta resep dokter saat itu. Aku pilih, ponstan aja cukup. Hasil HSG sudah jadi 1 jam kemudian, bisa langsung di bawa pulang untuk kita bawa kontrol.
Biaya cek HSG ini IDR1.499.000 dengan kateter biasa. Kalau dengan kateter khusus 2jtan (lupa berapanya).
Setelah HSG, alhamdulillah aku flek cuma sampai 12 jam dan tidak ada mules-mules lagi.
Kontrol Ketiga
Pada waktu kontrol pertama, dokter irham minta aku balik lagi di hari ketiga belas juga sesudah cek HSG dan analisa sperma. Tapi, analisa sperma belum sempat. Lebih tepatnya, kita berdua masih sungkan đ . Jadi hari 13 aku balik lagi. Kali ini minta ditemenin suami, biar suami juga dengar penjelasan dari dokter. Oh iya, hari ke 13 ini katanya masa subur yaa. Waktu kontrol, ternyata di TransV USG lagi.. untuk dilihat kondisi rahim. Ternyata, ditemukan miom yang menekan rahim atau polip. Waktu Dokter bilang demikian, aku masih santai, mungkin karena nama miom atau kista sudah gak asing lagi. Aku tanya, miom obatnya apa? Dokter bilang, kalau gini-gini hanya operasi obatnya, sambil santai sama senyum-senyum aja. Mungkin bagi Pak Dokter ini kasus yang kesekian ratus, jadi keliahatan santai banget. Anehnya, dia blm merekomendasi untuk operasi. Diminta untuk dibawa dulu analisa spermanya.
Biaya Kontrol masih sama dengan kontrol pertama ya IDR650.000
Setelah dari kontrol, di jalan aku baru bengong. Setelah browsing-browsing apa itu miom. Langsung murung. Ada banyaak banget kisah wanita yang bisa hamil dengan miom. Atau bisa hamil setelah miom diangkat. Atau malah terpaksa rahimnya diangkat dengan miom.
. . . . . . . . .
Duh sedih sekali bacanya.
Aku langsung rayu-rayu suami, mau operasi angkat miom aja. Tapi suami bilang jangan buru-buru. Kita jaga dulu makanan sebulan ini, sambil jalanin analisa sperma. Sedih ya. Ternyata Allah memutuskan jalan yang penuh lika liku buat aku. Nothing comes easy. Kadang suka kepikiran, why can’t i be like any others people yang jalannya lurus aja. Habis kuliah, nikah. Nikah langsung punya anak. Abis punya anak, lulus S2. Kerjaan karyawan permanen. Gitu aja lurus.
Tapi, dosa banget kalau aku sampai mempertanyakan jalan yang sudah Allah berikan ya. Toh, di dalam jalan yang lika-liku, aku juga dapat banyak kebahagiaan.
Sekarang lagi mengikuti ceramah suami. Kalau kita harus selalu punya pikiran yang positif. Supaya hasilnya positif. Termasuk berbaik sangka sama Allah dan percaya Allah punya rencana yang terbaik.


