15 Years Old Love

Hari ini. gue kebangun jam 4 subuh, dan gue menutup mata gue dengan bantal guling.

Gue merenung.

Apa yang membuat gue begitu berambisi menjadi penulis.

Apa yang bikin gue merenung semalaman, bikin gue gak punya waktu untuk cukup tidur dan punya waktu untuk main, bikin gue terus menerus riset dan gak pernah merhatiin kesehatan gue sendiri.

Ternyata gue cuma mau mengejar dia.

Meski kini gue punya cita-cita sendiri, tapi gue tetap pada ambisi gue yang lama.

Gue mengejar dia yang jauh disana.

Cinta 15 tahun gue,

Malam itu, gue menangis. Kenapa gue bodoh, kenapa gue bermimpi, kenapa gue bego, kenapa gue membuang semua waktu gue, kenapa gue begitu berambisi…

Cuma karena cinta bodoh 15 tahun.

Mengapa gue begitu bangga menceritakan mimpi gue pada semua orang, mengapa gue suka pergi ke toko buku, mengapa gue membuang energi gue untuk menulis 24 jam demi target satu hari 25 halaman A4.

Cinta 15 tahun, dia penyebab semuanya.

Dia yang bikin gue begini.

Cinta anak berumur 14 tahun, yang berumur 15 tahun.

Tentang sebuah rentang waktu yang jauh, tentang mimpi bodoh, tentang kecintaan berlebihan akan sesuatu yang bodoh, tentang kebanggaan pada milik seseorang yang bahkan tidak mengenalmu sama sekali, tentang harapan yang dia tak pernah berikan tapi kita terima bulat-bulat. Gue telan bulat, sampai tenggorokan gue hancur, dan gue gak bisa bicara.

Akhirnya inilah gue. Yang baru, yang berbeda. Memendam gue yang dulu, mengoreksi diri gue, memperbaiki diri gue yang dulu, hingga gue bukan yang dulu lagi.

Semua karena cinta 15 tahun.

Jadi, gue akan memendam mimpi itu, dan menggalinya lagi ketika gue yakin.

I’ll stop writing.

Goodbye to you, my 15 years old love.

I’ll stop chasing you. 

Surat Protes Pada Waktu

Yang terhormat, waktu.

Saya menganggap anda sungguh tidak profesional. Saya heran, mengapa anda sulit sekali berhenti di satu momen, membeku dan membiarkan saya menikmati segalanya lebih lama. Namun anda membuat segalanya lebih lama ketika saya mengalami sesuatu yang sulit dan berat hingga saya tidak memiliki kaki-kaki untuk berpijak kuat di tanah.

Saya menganggap anda tidak tahu terimakasih. Saya sudah menghargai anda, menabung setiap detik dari diri anda namun anda tidak sama sekali memiliki jiwa toleransi dan anda malah membuang diri anda sendiri dengan bergulir tanpa henti. Ada apa dengan anda? Dimana hati nurani anda?

Dan, Waktu. Apakah anda tidak bisa berhenti bergulir sebentar saja, untuk beristirahat?

Terakhir, Waktu. Kenapa anda begitu sombong dan tertutup? Kenapa saya tidak bisa melihat ujung dari diri anda dan anda terlihat seperti jurang tak berdasar yang bila kita jatuh, kita langsung masuk ke inti bumi, cair dan larut bersama magma dan tak kembali.

Kenapa anda begitu sombong untuk dijelajahi?

Sudahlah, Waktu. Saya paham tidak banyak hal yang bisa diubah di dunia ini.

Selama saya menulis surat ini, saya pelan-pelan juga memahami kalau kita tak selalu mendapat apa yang kita mau.

Saya berharap anda bisa membaca surat ini.

Dari seseorang yang mengharap segalanya kembali,

 

Chel.

I Know What I Gonna Do Today!

Selamat datang di halaman belakang gue 🙂

Seperti halnya Phineas and Ferb, gue pengen punya halaman belakang sendiri. Disini gue akan lebih gak jaim, lebih mengacu ke diri gue sendiri (jadi agak egois dan gak posting soal stand-up comedy atau semacamnya), dan akan lebih banyak cerpen, cerbung, puisi atau calon-calon naskah novel 🙂

Disini sih gak ada bedanya sama blog satu lagi (http://www.rachelemmanuela.wordpress.com) tapi gue cuma pengen cari zona baru, coba mulai dari awal dan kabur dari tulisa-tulisan penuh typo dri entry2 lama di blog gue yg satu lagi itu -_- 

Sekedar curhat nyempil, gue lagi suka banget sama Ranma 1/2. Ini komik nyebar bgt di kelas, anak-anak pada baca sambil classmeeting ._. sumpah, isinya absurd banget. Gak tahu gue apa isi pikiran komikusnya -_-

Gambar

Ranma cewek ama ranma cowok :3

Ga tau kenapa gue lebih suka Ranma dipairing sama Ranma cewek daripada Akane. Tapi kalau romantis, dapetan sama Akane. Hehe, soalnya Akane lebih… err… polos gitu. Sama kayak gue lebih suka Shinichi sama Ai daripada sama Ran, tapi kalau adegan romantis gue lebih suka Shinichi sama Ran.

Entahlah, gue jatuh hati sama animanga jaman dulu. Simple, orisinil dan komedik. Yang sekarang? Hm, cuma K-On doang, sama yang lain-lain tapi jarang nonton. Kalau eechi sama action gue lebih suka H.O.T.D, cowoknya itu ghaaaaahhh!!!

Tapi pairing favorit gue tetep KaitoxAoko sama KogoroxEri dong :3

Tunggu aja, satu fanfiction Ranma 1/2 anget akan segera nemplok di blog baru ini.

So, the stress and idiot otaku is invite you to join in her backyard 🙂

BTW, tolong jangan bilang sama gue 27 Juni itu ada apaan yak, lagi frustasi banget sama tanggal itu -_-

*bertapa nulis FF Ranma 1/2*