Batman Ninja : film animasi yang labil

MV5BYmFhYzZhYzgtZjZiYS00NWEwLWFhYTUtN2UxM2FmYzdhNDUyXkEyXkFqcGdeQXVyNDk2Nzc1Mg@@._V1_UY268_CR4,0,182,268_AL_

Frinchise batman sepertinya masih belum berakhir, entah akan berapa kalipun tokoh ini didaur ulang dengan media dan cerita yang berbeda akan selalu menarik perhatian para penggemarnya.

Kali ini batman hijarah ke ke negri jepang. Entah bagaimana bentuk kerja sama para korporat dibalik pembuatan film ini. Yang pasti filmnya berada dinaungan bendera warner bros namun sutradara dan segenap team berasal dari jepang.

Cerita dimulai ketika gorilla grodd menciptkan sebuah alat atau mesin waktu yang membawa batman dan segenap tahanan penghuni  Arkham  ke negri jepang di abad ke-15. Kenapa harus jepang ? dalam narasi gorilla grodd jepang adalah Negara terkuat yang kelak bila dikelola dengan baik sangat berpotensi menjadi penguasa dunia.

Setiap tokoh memasuki dimensi waktu tidak secara bersamaan, entah kenapa. Saat  batman sampai dijepang, tiba-tiba saja joker sudah diceritakan telah menjadi lord dan berkuasa. Begitu pula dengan para penjahat lainnya macam two face, penguin dan penjahat ikonik batman lainnya. Namun anehnya bila para penjahat ini ikut terbawa oleh mesin waktu karena menghuni sel Arkham bagaimana dengan para tokoh protagonis pendamping , seperti Robin dan kawan-kawan yang tiba-tiba saja muncul menyelamatkan Batman ?

batman-ninja

Dari segi cerita film ini sangat lemah. Bahkan menghianati konsep yang coba diusung, seperti dalam dialog batman saat semua peralatan modernnya musnah dihancurkan Joker. Apakah tanpa peralatan canggih Batman akan tetap menjadi batman kata Bruce wayne. Menarik mengubah superhero supermodern ini bersenjatakan perlatan ninja yang selama ini kita kenal lewat naruto bukan ? namun anehnya dipihak musuh justru sebaliknya perlatan canggih bahkan sampai robot gundam dimilikinya tanpa latar belakang yang jelas. Sepertinya sang sutradara ingin memasukan semua unsur kebudayaan jepang yang sudah dikenal dunia lewat film ini, namun sayangnya terlalu dijejalkan mentah-mentah.

Dari segi karakter saya rasa hanya Batman yang tampil dengan sempurna. Kostum batman dengan tambahan pernak pernik samurai terlihat keren dan elegan, sedangkan yang lain hadir dengan tampilan seperti yang sudah kita ketahui difilm-film animasinya namun tentu saja dengan balutan kostum jepang dimasa itu. Namun ada beberapa yang gagal, seperti tokoh robin yang tampil dengan kepala prolontos dan hanya menyisakan sejumput rambut dibagian tengah dan sisi sehingga terlihat konyol.

batman-ninja-joker-image

Kekonyolan belum berhenti sampai dipenampilannya saja, Robin dengan seruling ajaibnya membuat robot dari sekumpulan monyet untuk menghadapi gundam milik Joker.  Film ini seperti dilema ingin memasukan unsur mistis dengan jurus-jurus ajaib macam naruto namun di satu sisi masih ingin mempertahankan keasliannya dengan pondasi logika khas amerika. Dan hasilnya ? gagal total.

Jika ada yang bagus dari film ini hanya pada bagian scene pertarungannya saja, sisanya sangat buruk.  Imajinasi yang kelewat liar sehingga mengorbankan aspek logika bercerita. Sepertinya film ini memang hanya sebagai sarana menonton film Batman dengan rasa yang berbeda, yah hanya itu saja sepertinya. Namun tetap saja saya merasa kesal karena sudah terlanjur berharap tinggi ketika melihat posternya yang begitu ciamik.

Ya walaupun filmnya hasil donwloadan tapi tetep saja saya merasa rugi, seharusnya kuota yang saya keluarkan bisa dipakai untuk menonton film animasi lain..Sial!

Teruntuk pemuja senja

Hai

apa kabar  ? sudah lama kita tidak bertemu, aku harap kamu baik-baik saja.

selamat ulang tahun, maaf kali ini aku tak bisa memberimu kado spesial seperti tahun-tahun sebelumnya. hanya surat ini sebagai tanda bahwa aku masih mengingatmu, aku harap ditengah sibuknya rutinitas yang selalu kamu keluhkan itu mau untuk mengunjungi blogku dan membaca surat ini. kalaupun kamu sudah lupa alamat blogku ini, biarlah tulisan ini menjadi catatanku saja.

aku senang bisa mengenalmu. wanita terlogis diantara ribuan wanita-wanita yang dibutakan cinta. aku ingat saat kamu bilang kita bukan pasangan gila yang akan menentang tuhan , kita bukan romeo dan juliet yang rela mati hanya demi cinta. aku selalu tersenyum ketika mengingatnya.

masih ingatkah dulu saat aku merengek kepadamu bahwa kita bisa berjuang, bahwa kita bisa melawan segalanya dengan cinta. tampak menggelikan bila kita mengingatnya sekarang bukan ? sayangnya sampai sekarang aku belum bisa menemukan jawaban bahwa cinta bisa dilogiskan, semoga aku bisa cepat menemukan jawabannya.

dulu begitu banyak pertanyaan akan rahasia tuhan yang aku tulisakan dalam catatan. seiring berjalannya waktu satu persatu  mulai terjawab dan mengubur rasa penasaran, tapi tahukah kamu setiap kali pertanyaan itu terjawab maka akan muncul pertanyaan baru. hal tersebut membuatku lelah dan berhenti untuk bertanya, dan hari ini aku sedang berusaha menjadi manusia normal seperti yang kamu minta dulu. “kita tidak boleh melanggar batasan yang telah dibuat  bukan ?” kata-katamu itu selalu terngiang ditelingaku.

terima kasih untuk  pemikiran-pemikiran brilianmu, kamu memang wanita yang berbeda, mematahkan stereotif bahwa wanita adalah makhluk perasa.

sebagai hadiah ulang tahunmu bolehkah aku berterus terang dan memberi wejangan ?

berhentilah berusaha terlihat normal, berhentilah menentukan standar kebahagian berdasarkan versi orang-orang, dan berhentilah untuk sesaat menggunakan kepalamu yang brilian itu untuk memberi kesempatan hatimu mendeklarasikan keinginannya.

dan mengenai surat yang kamu kirim terakhir kali tentang pertanyaan “mengapa perasaan begitu rumit dan sukar untuk dimengerti ?” aku harap kamu sudah menemukan jawabannya, karena akupun tak bisa menjawabnya.

Gegap gempita turn back crime tak ubahnya topi tersayang

Pada awalnya saya yang nista informasi ini tak pernah mengenal kata turn back crime, hingga akhirnya aksi heroik polisi berjibaku dengan teroris di thamrin berbuah simpati dan ribuan tepuk tangan (karena tampang gantengnya). Layaknya aksi superhero marvel yang memberantas kawanan Loki tentu saja sang tokoh akan segera menjadi idola baru. Semua pernak-pernik sang idola akan diikuti supaya bisa tampil sama dan digilai ibu-ibu muda.

Melihat Pak Krishna Murti di televisi mengenakan polo shirt ketat berwarna biru tua dipadu padankan dengan celana khargo lengkap sepatu boot dan kaca mata hitam mengingatkan saya pada tokoh Ethan di mission imposible. Ini adalah titik balik dari kostum polisi yang akan segera naik daun menyaingi kostum TNI yang sudah lebih dulu menjadi bagian dari fashion masyarakat kita. seragam polisi yang selama ini terasa canggung untuk dijadikan busana sehari-hari kini telah bertransformasi, polo shirt bertuliskan turn back crime telah menyamai kegagahan jaket loreng-loreng milik TNI.

Melihat fenomena ini para pembisnis tak mau menyia-nyiakan peluang pasar, maka dalam hitungan hari meledaklah berbagai atribut dengan embel-embel turn back crime. tukang jahit, tukang sablon dan tukang kainpun kebanjiran rejeki. Konsumen terpuaskan pedagang dapat keuntungan, simbiosis mutualisme.

Namun pro dan kontra terus berlangsung, ada  yang ikut meramaikan dan tenggelam dalam euporianya, namun sebagian lagi sibuk mempergunjingkan masalah dibalik kata turn back crime yang katanya sebagai kampanye melawan kejahatan dan bukan fashion semata. Memangnnya kenapa kalau Cuma fashion ? apakah untuk mengenakan sebuah pakaian harus seribet itu sampai harus tahu filosofinya, saya bukan tipe pemikir yang harus membuang tenaga hanya untuk memikirkan sebuah kata. Asal pakaian itu bisa membuat kagum dede-dede gemes dan ibu-ibu muda maka selesailah perkara.

Berhentilah menebar terror dengan menyebar pesan hoax yang menakuti pedagang dan pemakai atribut turn back crime. Jika anda suka belilah, sekalian bisa buat referensi baju lebaran. kalau tidak suka maka diam dan saksikan saja, toh pada akhirnya sebuah trend akan berlalu seiring berjalannya waktu.

Masih ingatkah trend seheboh ini juga pernah terjadi ditahun 90 an. Bedanya kalau sekarang trend polo shirt bertuliskan turn back crime, nah dulu topi bertuliskan logo tersayang lengkap dengan gambar tangan dan mawar merahnya. sebelum Pak Krishna Murti yang jadi panutan sekarang, maka Dion (Anjasmara) sudah lebih dulu menjadi guru saya dalam berpakaian.

Bayangkan pria dengan kaos dan celana gombrang plus topi biru berlogo bunga telah berhasil menggaet wanita secantik Jihan Fahira, pemuda mana yang tak akan mengikutinya. Namun waktu memang jahanam dan peradaban kelewat kejam, busana mahatrendi milik Dion yang sederhana itu kini sudah tak lagi memiliki arti, telah turun kasta dari gaya anak gedongan menjadi gaya anak pinggiran.

Pria yang urakan dan berantakan dulu dianggap keren namun kini tak lebih dari gambaran pemuda tanpa harapan. Kebutuhan pria akan fashion kini sudah menyamai kerumitan wanita hanya demi menyandang status keren, jadi tak heran jika kami harus tetap mengikuti perkembangan mode hanya agar bisa beradaptasi.

Mungkin trend fashion ini bisa menjadi inspirasi pak ahok sebagai jurus jitu di ajang kampanye tahun depan, bukankah bapak harus move on dari kemeja kotak-kotak. Mari bikin terbososan baru yang lebih spektakuler, kalau perlu cari desainer kondang untuk merancangnnya. Dan jangan lupa sertakan label halal agar lebih universal untuk membungkam hater-hater bapak yang selalu ribut mempergunjingkan agama bapak itu.

Lalu sampai kapan huru hara turn back crime ini akan berakhir, biar waktu yang akan menjawabnya. Bukankah Ariel selalu mewanti-wanti bahwa tak ada yang abadi. Karena keren dimasa sekarang belum tentu dimasa depan, nora di tahun 2016 mungkin akan menjadi trend di tahun 2020. Seperti kata mba Agustin “Hina atau terhormat pada akhirnya hanyalah masalah nilai dan persepsi yang bisa bergeser pada setiap titik peradaban”.

Jadi daripada sibuk mempermasalahkannya, bo ya dicoba dulu bajunya lalu bercermin apakah anda sudah menyamai kegantengan Pak  Krishna Murti atau bahkan melebihi. Biarkan wanita-wanita yang melihatnya berdecak kagum karena kegantengan anda. Asal jangan dipakai untuk modusin cewe atau modal mencari uang dengan penipuan, ingat penjara itu pedih seperti kata bang ipul karena ga bisa pegangg gadget.

Kalau anda ga pegang gadget jadi percuma pakai atribut turn back crime juga, ga bisa selfie, ga bisa ngepost di instagram, ga bisa mendulang banyak pujian. kecuali situ mau selfie pas acara sidang di pengadilan.

Jangan risau jangan sedih, untuk tampil gaya tak perlu uang mahal, jika anda tak percaya dan masih bingung mencarinya dimana, Cek IG kita sis…

Aku ingin bermain drama

untuk satu jam saja mari kita bermain drama. baiklah hanya ada dua tokoh dalam drama ini, aku dan bapakku. mari kita buat sebuah drama yang mengharu biru, mari kita buat sebuah cerita perjuangan seorang ayah yang mendukung perjuangan anaknya untuk meraih mimpi. sang bapak seorang yang optimis , sedangkan aku seorang yang pesimis, mari kita buat saja karakternya seperti itu, agar terjadi konflik batin dan cerita drama ini semakin menarik.

marilah kita bayangkan sebuah adegan dengan latar tempat dipadang ilalang, matahari sore diufuk timur yang tak rela dirinya tenggelam dilautan, langit berwarna jingga dihiasi garis awan dan burung walet yang berterbangan.jangan lupakan juga angin sore yang bertiup lembut sehingga menggoyangkan ilalang, suara jangkrik sore yang bertautan bernyanyi menyambut datangnya malam.

Bapaku sedang duduk diatas kursi goyang, terbalut switter hangat hasil rajutan ibuku. rambutnya yang mulai jarang, garis kerutan diwajahnya tak bisa disembunyikan. namun Bapaku masih dalam keadaan bugar, walaupun dia akan mengeluh sakit pinggang saat mencoba beranjak dari kursi goyang.

aku masih mengenakan toga dengan ijasah sarjana ditangan, duduk bersimpu diatas tanah menghadap bapaku. mataku berkaca-kaca, tak kuasa menatap mata bapaku hingga rasa pegal dileher ini tak terasa lagi karena membungkuk begitu lama. dengan bibir yang gemetar dan berusaha menahan tangis aku mulai berbicara

“Pak. lihatlah ditanganku ini pak, sebuah kertas hasil keringat, perjuangan, puasa dan doa bapak. menurut orang-orang ini  berharga, menurut mereka kertas ini sebagai identitas intelektualitas.pak bisakah kertas ini menjadi bekal hidupku selama menunggu izrail tiba ? bisakah aku bahagia dengan kertas ini pak ? bisakah aku membalas semua jasa bapak dengan kertas ini pak ? bisakah…”

Namun sebelum seribu pertanyaan keluar dari mulutku, Bapak menyentung wajahku kemudian mengangkatnya hingga kami saling berpandangan. ida hanya memberi anggukan, dan setelah itu senyuman.

“Pak, maukah bapak menunggu ? sampai tiba saatnya aku dipercaya tuhan  untuk memegang rejeki yang lebih besar. maafkan aku yang sudah menjadi bebanmu selama ini hingga menghalangimu untuk memeluk ka’bah yang bapak rindukan.”

ah andai saja aku bisa berucap seperti itu di kehidupan nyata dan bukan dalam drama.

Serba-serbi diet plastik ala #Pay4plastik

Pada dasarnya saya adalah orang yang pesimis. Pengalaman hidup yang telah menjadikan saya memandang segala hal dengan apatis. Kesempatan kerja yang sempit dan kesempatan untuk mendapatkan gebetan yang sempit pula cukup menjadi alasan untuk menguapnya rasa optimis.

Sudut pandang saya berubah setelah mendengar kebijakan yang dikeluarkan dalam surat edaran menteri lingkungan hidup dan kehutanan terkait pengurangan volume sampah dengan #pay4plastik, saya tidak pernah merasa seoptimis ini. Jujur pa program ini adalah cara yang paling efektif untuk menyadarkan masyarakat bahwa kantong plastik telah mengancam kelangsungan peradaban kita.

Disaat rasa optimis saya mulai tumbuh, dan mulai peduli dengan kebijakan yang pemerintah buat malah ada sebagian masyarakat yang meragukan kebijakan #pay4plastik ini karena dinilai kurang efektif, tapi tenang pak, saya akan berdiri dibelakang bapak dan membela habis-habisan bila perlu sampai titik darah penghabisan.

Dikota bandung sendiri tempat dimana saya tinggal kebijakan ini akan mulai di uji coba tanggal 21 februari mendatang, namun antusias masyarakat urban sudah mula terlihat, dari banyaknya time line twitter yang berseliweran dengan tagar #pay4plastik. Pemkot Bandung sebenarnya telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2012 terkait pelarangan pemakaian kantong plastik, namun pada kenyataan kantong plastik masih berseliweran. Alasan ini lah yang dipakai salah satu warga yang bernama sukab sebagai alasan bahwa #pay4plastik hanya akan menjadi trend sesaat kemudian berlalu seperti perda yang dibuat namun tidak dijalankan dengan serius, ah pak sukab ini tidak tahu apa-apa tentang arti dari serius, bagi saya orang yang serius itu adalah orang yang tidak serius dalam mengerjakan hal serius itu baru disebut serius.

Alasan lainnya yang dikemukakan warga bernama sukab pula bahwa #pay4plastik tidak akan mempengaruhi kesadaran masyarakat apalagi harga plastik yang dibandrol disetiap supermarket Cuma Rp. 500. Mungkin pak sukab tidak mengerti akan arti nominal di negri ini, masih ingatkah bapak dengan kenaikan harga Bensin tahun lalu dengan nominal Rp. 500 juga ? yang hampir saja akan mengakibatkan tragedi penggulingan kepala Negara untuk yang kesekian kalinya. Saya yakin para borjuasi akan sadar dengan tamparan nominal Rp. 500 dan akan berpikir dua kali untuk membungkus belanjaan mereka dengan kantong plastik. sedangkan untuk masyarakat kelas bawah seperti saya ? tenang pak keluarga saya pergi ke supermarket bisa dihitung dengan jari, menjelang hari idul fitri dan saat gajih ketiga belas kakek saya turun hanya dua kali dalam setahun.

Kekhawatiran lainnya soal #pay4plastik ini yang hanya diterapkan di supermarket-supermarket membuat pak sukab semakin pesimis akan keberhasilannya, bagaimana dengan kantong plastik pedagang gorengan, cilok, martabak, dan pedagang kaki lima lainnya, bagaimana dengan sampah plastik pembungkus biskuit, keripik dan jajanan-jananan anak sebangsanya. Pak sukab juga menambahkan lagian kebijakan ini sangat terlambat diterapkan, pasar-pasar tradisional sudah lebih dulu melakukannya, bila anda belanja ke pasar tradisional, akan ada anak kecil berseliweran menawarkan kantong plastik dengan harga Rp 500 untuk ukuran kecil dan Rp 1000 untuk ukuran besar.

Kali ini saya tidak bisa lagi membantah ucapan pak Sukab, karena saya tak mau dicap sebagai anak durhaka yang suka menentang bapaknya. Lagian #pay4plastik ini kan Cuma diet sampah plastik, namanya juga diet bisa berhasil bisa engga.

dua sikap yang berujung mis

“semua akan indah pada waktunya”

orang-orang optimis selalu mengatakannya. dan sialnya aku bukan bagian dari mereka, bukan bagian dari generasi dengan semangat menggebu-gebu dengan harapan palsu.

akulah bagian dari generasi pesimis, yang memandang dunia dengan realistis. hanya seorang pemberani yang bisa menjadi bagian dari generasi kami, dibutuhkan ilmu ke ikhlasan tingkat tinggi bila ingin menjadi seperti kami.

“gantungkan cita-citamu setinggi langit”

mudah bagi borjuasi, karena mampu beli tiket pesawat, namun tidak bagi kami karena masih terkekang hukum gravitasi, jadi daripada mengacung-ngacungkan galah yang tak kunjung sampai. lebih baik kami benamkan dibawah kaki.

kami musuh para motivator, bagi mereka kami kaum bebal yang tak usah didengar. si optimis adalah anak kesayangannya karena bagi mereka adalah ladang rupiah yang yang tak kunjung habis.

walaupun begitu mari kita saling berdampingan dan saling mengingatkan, ingatkan kami bahwa masih ada harapan dan akan kami ingatkan kalian bahwa  hidup bukan cuma mengawang.

Senja

jika kamu percaya hujan adalah tetesan air mata awan, maka kamu gila. namun tidak untuk senja, dia percaya semua benda yang ada dibumi ini memiliki nyawa.

jika kamu ingin melihat senja, kamu harus naek ke bukit. jauh dari perkampungan penduduk, karena memang disana rumah senja berada.

senja akan turun saat pagi sampe siang, dan akan kembali ke rumah saat sore tiba. senja si bocah perempuan itu berkeliling bersama neneknya untuk berjualan bayam.

pergi saja ke lapangan bola, dimana biasanya sore hari penuh dengan para pemuda yang berolah raga. dari sini terlihat jelas gubug kecil diatas bukit sana milik nenek senja, mereka hanya tinggal berdua. ibu senja katanya sudah 3 tahun pergi ke malaysia, namun tak ada kabar sampai sekarang. sedangkan ayahnya mendekam dipenjara karena kasus curanmor, tapi 2 hari kebelakang isu kematian ayah senja karena disiksa didalam penjara sempat hangat jadi pembicaraan.

dindingnnya terbuat dari bilik bambu, lantainya papan kayu, atapnya dari daun rumbia, bangunan sederhana itu hanya memiliki dua ruangan, kamar dan ruang tengah saja. sebuah istana kecil tempat tinggal senja.

bila angin malam kadang tak bersahabat, nenek senja akan pergi ke dapur dan menyalakan tungku api, untuk mengusir rasa dingin. senjapun ikut ke dapur karena kain batik tipis tak cukup untuk menghangatkan badannya. sambil menikmati segelas teh tawar hangat nenek senja bercerita, tentang hujan, kadang tentang malam, namun senja lebih suka ketika neneknya bercerita tentang hujan.

dibelakang rumah senja, sebuah kebun bayam tumbuh dengan subur, daun nya besar dan berwarna hijau. bayam menjadi sumber kehidupan untuk senja dan neneknya.

musim penghujam tiba, memaksa nenek senja pulang lebih siang saat berjualan karena  sore hari biasanya hujan datang, membuat licin jalanan. untuk usia nenek senja sangat sulit berjalan ditengah hujan, apalagi kalau kabut datang, penghlihatannya sudah kurang tajam.

saat hujan biasanya senja tidak ikut berjualan. dia akan tinggal dirumah untuk menyiapkan makanan. bila tugasnya sudah selesai, dia akan duduk diteras menatap langit, sambil  terus berpikir kenapa awan menangis.

hujan belum juga reda, hari sudah hampir malam, senja gelisah karena neneknya belum juga datang. senja sangat ingin menyusulnya ke bawah, namun gelegar halilintar  mengurungkan niatnya.

saat senja membuka mata, hujan sudah reda dan langit sudah terang, namun neneknya belum juga datang.

sekarang bila kamu pergi ke bukit, rumah senja masih ada, namun sudah lapuk dimakan usia. kebun bayamnya  sudah tidak ada berganti dengan sebuah kuburan dengan berhias batu nisan.

jika kamu bertanya senja dimana ?

dia disini, sedang menuliskan kisah hidupnya.

Kamu adalah Aku

kamu sedang berdiri diemperan toko untuk menghindari hujan. kamu terus menatap jam tangan, gelisah karena sebentar lagi malam.

angin bertiup sangat kencang, menerbangkan ranting yang patah dari pohon yang tumbuh dipinggir jalan. halilintar terus menggelegar sambil menujukan kilatannya yang mengerikan. hujannya yang lebat membuat jarak pandang berkurang, memaksa beberapa pengendara motor ikut berteduh bersamamu.kamu sekarang sedikit tenang karena tidak lagi sendirian.

udara yang dingin membuat perutmu lapar, kamu melihat sekeliling tak ada pedagang makanan. semua toko sudah tutup, jalanan sudah mulai sepi. disini hanya ada kamu dan 3 orang pengendara motor yang sekarang sedang sibuk dengan gadgetnya.

angkot 05 belum juga terlihat, kamu terus menengok ke sebelah kanan, dari arah sana biasanya angkot yang kamu tunggu datang.

samar-samar suara adzan isya terdengar, tidak begitu jelas karena tertutup suara gemuruh hujan. satu orang pengendara motor yang ikut berteduh bersamamu akhirnya memutuskan untuk pergi, tak peduli dengan badannya yang basah kuyup dia menyalakan motornya kemudian melaju dengan pelan mencoba menyibak air hujan yang menggenangi jalan. perlahan namun pasti, kini si pengendara semakin menjauh dan tak terlihat lagi.

lututmu mulai gemetar karena dingin dan lapar, kemudian kamu ingat bahwa di tas ransel yang kamu bawa  masih ada sisa makan siang. kamu membuka kotak tupperware, didalamnya terdapat setengah porsi mie goreng bercampur dengan potongan sosis dan sawi.

kamu sudah tidak sabar ingin segera melahap makanan yang sudah kamu siapkan. lebih enak lagi kalau sambil duduk ditemani segelas lemon tea yang hangat, namun itu cuma khayalan. mie goreng dinginmu sudah cukup untuk memenuhi rasa lapar.

kamu mengunyah suapan pertama dengan rasa cangguh, sepertinya dua pengendara motor yang berada disamping memperhatikanmu. tiba-tiba saja kedua pengendara itu berjalan menembus hujan, menyelakan motor dan mereka berdua pergi. mungkin mereka teringat makanan yang telah disiapkan istirnya dirumah.

sialnya, saat kamu memperhatikan mereka berdua pergi membuat kamu lengah dan ceroboh sehingga kotak makanan yang kamu pegang terjatuh, mie goreng yang kamu idam-idamkan bakal mengisi perut kini jatuh ke tanah hanyut terbawa air hujan, masuk kedalam selokan.

kamu kesal, dan mengeluarkan kata-kata makian. namun semuanya sia-sia, perkataan kotormu tak membuat hujan reda dan rasa lapar hilang.kamu melihat lagi jam tangan, jarum pendeknya menunjuk angka sembilan. rasa kesal kini berubah menjadi rasa takut.

hujan deras kini berubah menjadi gerimis, bila kamu berdua dengan kekasih akan menjadi hal yang romantis, namun bila seorang diri hanya akan membuat kamu ingin menangis.

Sudah tidak mungkin angkot yang kamu tunggu melintas dijam sembilan, apalagi dalam kondisi hujan. jalanan benar-benar sepi hanya ada beberapa mobil pribadi yang lewat itupun bisa dihitung dengan jari.

Dari kejauhan nampak sebuah taksi melaju dengan pelan, mungkin ini satu-satunya harapan, namun saat kamu merogoh kocekmu sangat dalam, kamu hanya menemukan 3 lembar uang dua ribuan. kamu pun teridam sambil membiarkan taksi itu lewat tanpa harus melambaikan tangan.

kamu berdiri seorang diri dipinggiran toko dengan perut lapar dijam 10 malam dengan uang 6 ribu disakumu apa yang akan kamu lakukan ? ya berjalan, hanya itu cara satu-satunya agar kamu bisa pulang.

kamu akhirnya melangkahkan kaki, karena sadar hujan takan berhenti.

Katanya mimpi itu seperti api

api ini masih tetap menyala, walaupun sudah tidak membara. api ini masih tetap kujaga, walaupun terkadang harus kututupi dengan tangan sepanjang hari.

namun belakangan ini badai datang terlalu sering, angin dan topan juga kadang muncul dipagi hari, hampir saja aku lengah menjaga api, untunglah tanganku cekatan untuk menjaga apinya tetap menyala.

ketika cuaca tenang dan malam tiba, aku sangat merasakan guna dari api yang aku jaga, bisa menerangi dan menghangatkan, tapi terkadang aku bosan yang harus terus melindunginya dari bahaya.

aku terus berjalan menelusuri jejak manusia yang entah akan membawaku kemana, katanya sih kalau salah langkah mengambil jejak  bisa membawaku ke jurang.

Yang KITA butuhkan Hanya TERTAWA

kamu sedang duduk menikmati segelas bir dingin sambil menatap matahari terbenam di lantai 12 sebuah hotel mewah dengan view sebuah laut yang indah.

kamu sedang menikmati segelas kopi instan yang kamu beli diwarung sambil menatap daftar tagihan yang kamu harus lunasi bulan sekarang disebuah kontrakan kecil yang pengap, dan kadang-kadang bocor kalau hujan lebat tiba.

jenis orang pertama atau yang keduakah kamu ?

Bulshitt!! jangan pedulikan dengan perumpamaan dua paragraf diatas yang memisahkan dua jenis manusia berdasarkan kelas sosial.

Apakah yang kamu perlukan uang segepok ? SANGAT PERLU.

apakah kamu tipe orang yang lebih membutuhkan ketenangan daripada segepok uang ? BULSHIT.

pada kenyataannya kita butuh uang butuh hidup, bukan sih sebenarnya butuh makan dan minum tapi kedua hal itu bisa didapatkan dengan uang (kecuali mungkin kamu masih tidak bisa move on dengan sistem barter yang udah dianut sama nenek moyang kita dahulu kala).

entah itu diwarung kopi kecil yang sering ditongkrongi tukang beca, atau cafe-cafe  yang sering jadi tempat anak muda ngumpul, bahkan sampai dirumah bersama keluarga, tahukah kamu apa yang sering aku dengar dengan seputar obrolan mereka ? UANG, UANG, yess fucking money.

semua masalah sepertinya bersumber dari uang ? (sebagian orang meng-iya-kan dan sebagian lagi tidak setuju).

tapi apakah benar semua masalah akan beres dengan uang ? MUNGKIN IYA MUNGKIN TIDAK.

pada kenyataannya masalah menjadi bagian orang hidup, bukankah itu yang sering diucapkan motivator atau bahkan agama juga. jadi kalau kamu berpikir masalah akan hilang dengan setiap uang yang kamu punya, berapa lembar uang yang kamu butuhkan untuk menutupi semua masalah yang setiap harinya terus bertambah dan berubah.

didesaku, tepatnya desa cimanglid. sebuah desa kecil yang terletak dikabupaten subang jawa barat. setiap tahunnya para petani didesaku mengadakan pesta, semacam acara sukuran untuk hasil panen  dan juga sekaligus doa harapan untuk hasil pertaniannya agar terus melimpah, acara ini lebih dikenal didesaku dengan nama “Ruatan Bumi”.

para petani yang jumlah sawahnya sedikit dan banyak ini bergotong royong untuk mengumpulkan dana, para petani ini digolongkan berdasarkan kelas, ini dilakukan untuk memisahkan kemampuan finansial mereka untuk jumlah uang yang harus mereka sumbangkan untuk acara ruatan bumi ini.

ruatan bumi diakhiri dengan acara sebuah pementasan wayang golek.semua masyarakat didesaku berkumpul disebuah lapangan untuk menyaksikannya, hiburan yang hanya terjadi setahun sekali bagi mereka ini, tentu saja tak mau terlewati begitu saja. dari waktu setelah adzan isya sampai adzan subuh lapangan berubah menjadi pasar malam dadakan.

saat muncul tokoh yang ditunggu-tunggu, disetiap pertunjukan wayang golek didesaku ada satu momen dimana hampir satu jam waktunya dihambiskan dengan lawakan yang dilakukan sang dalang lewat tokoh wayang yaitu si cepot, atau dikalangan yang lebih modern dikenal dengan istilah stand up komedi, namun bedanya kali ini dilakukan oleh tokoh wayang.

hanya dalam kurun satu jam dengan menatap berbagai ekpresi tawa dari beragam wajah itu aku baru sadar.

Ada berbagai macam isi kepala dari ratusan orang yang hadir, tak peduli mereka yang memiliki sawah hektaran atau hanya 1 petak saja, entah anak mereka lulusan sd atau strata, entah istri mereka cantik atau biasa, entah uang dalam saku mereka jutaan atau bahkan ribuan, dalam satu jam mereka hanya ingin tertawa tak peduli lagi dengan isi kepala mereka yang beraneka ragam sebelumnya kini semua melebur isinya menjadi sama yaitu AKU TERTAWA.


kalender

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Design a site like this with WordPress.com
Get started