
Frinchise batman sepertinya masih belum berakhir, entah akan berapa kalipun tokoh ini didaur ulang dengan media dan cerita yang berbeda akan selalu menarik perhatian para penggemarnya.
Kali ini batman hijarah ke ke negri jepang. Entah bagaimana bentuk kerja sama para korporat dibalik pembuatan film ini. Yang pasti filmnya berada dinaungan bendera warner bros namun sutradara dan segenap team berasal dari jepang.
Cerita dimulai ketika gorilla grodd menciptkan sebuah alat atau mesin waktu yang membawa batman dan segenap tahanan penghuni Arkham ke negri jepang di abad ke-15. Kenapa harus jepang ? dalam narasi gorilla grodd jepang adalah Negara terkuat yang kelak bila dikelola dengan baik sangat berpotensi menjadi penguasa dunia.
Setiap tokoh memasuki dimensi waktu tidak secara bersamaan, entah kenapa. Saat batman sampai dijepang, tiba-tiba saja joker sudah diceritakan telah menjadi lord dan berkuasa. Begitu pula dengan para penjahat lainnya macam two face, penguin dan penjahat ikonik batman lainnya. Namun anehnya bila para penjahat ini ikut terbawa oleh mesin waktu karena menghuni sel Arkham bagaimana dengan para tokoh protagonis pendamping , seperti Robin dan kawan-kawan yang tiba-tiba saja muncul menyelamatkan Batman ?

Dari segi cerita film ini sangat lemah. Bahkan menghianati konsep yang coba diusung, seperti dalam dialog batman saat semua peralatan modernnya musnah dihancurkan Joker. Apakah tanpa peralatan canggih Batman akan tetap menjadi batman kata Bruce wayne. Menarik mengubah superhero supermodern ini bersenjatakan perlatan ninja yang selama ini kita kenal lewat naruto bukan ? namun anehnya dipihak musuh justru sebaliknya perlatan canggih bahkan sampai robot gundam dimilikinya tanpa latar belakang yang jelas. Sepertinya sang sutradara ingin memasukan semua unsur kebudayaan jepang yang sudah dikenal dunia lewat film ini, namun sayangnya terlalu dijejalkan mentah-mentah.
Dari segi karakter saya rasa hanya Batman yang tampil dengan sempurna. Kostum batman dengan tambahan pernak pernik samurai terlihat keren dan elegan, sedangkan yang lain hadir dengan tampilan seperti yang sudah kita ketahui difilm-film animasinya namun tentu saja dengan balutan kostum jepang dimasa itu. Namun ada beberapa yang gagal, seperti tokoh robin yang tampil dengan kepala prolontos dan hanya menyisakan sejumput rambut dibagian tengah dan sisi sehingga terlihat konyol.

Kekonyolan belum berhenti sampai dipenampilannya saja, Robin dengan seruling ajaibnya membuat robot dari sekumpulan monyet untuk menghadapi gundam milik Joker. Film ini seperti dilema ingin memasukan unsur mistis dengan jurus-jurus ajaib macam naruto namun di satu sisi masih ingin mempertahankan keasliannya dengan pondasi logika khas amerika. Dan hasilnya ? gagal total.
Jika ada yang bagus dari film ini hanya pada bagian scene pertarungannya saja, sisanya sangat buruk. Imajinasi yang kelewat liar sehingga mengorbankan aspek logika bercerita. Sepertinya film ini memang hanya sebagai sarana menonton film Batman dengan rasa yang berbeda, yah hanya itu saja sepertinya. Namun tetap saja saya merasa kesal karena sudah terlanjur berharap tinggi ketika melihat posternya yang begitu ciamik.
Ya walaupun filmnya hasil donwloadan tapi tetep saja saya merasa rugi, seharusnya kuota yang saya keluarkan bisa dipakai untuk menonton film animasi lain..Sial!