My love is back *Chapter 5*

6 Apr

Tittle : My Love Is Back *Chapter 5*

Author : Amira Deani a.k.a Yoon Sohee

Rating : Tentuin sendiri aja yaaah~^^

Genre : Romance, Comedy (0,0000000000001%), Sad (tapi nggak terlalu berasa ==)

Main Cast:

 

-Yoon Sohee (gak boleh protes loh~ :p)

 

-Jo Kwangmin (ntar muncul di chapter 6^^)

 

Other cast :

-Shin Dongho/Yoon Dongho (anggap aja marganya Dongho itu ‘Yoon’ yah^^ soalnya disini dia jadi oppanya author =3)

-Lee Hyerin (well, ini temen author yang nama aslinya ‘opik’ ‘novita rosha putri’ XD)

-Kim Hyeyoung (ini sepupu author, namanya Hani faturrahmi)

-Park Hyinjae (ini bebeb (?) Author, namanya Aldila andrani)

-Yoon Aechan (OC)

-Jo Youngmin

-No Minwoo

-Lee Jeongmin

-Shim Hyun Seong

-Kim Donghyun

Yoon Sohee itu Author, Kwangmin punya author, Cerita punya author, yang lain di obral xP *pletak!*

 

Annyeong readers~!!! x) *muncul dari balik tirai(?)*

Annyeong!!! XD anaenya Kwangmin balik lagi bawa FF^^

Nah, ini chapter ke-5 nya, sama kayak yang chapter 4 agak mendramatisir gitu ==, author aja geli sendiri bikinnya karena nggak biasa bikin FF mendramatisir gitu.

 

Oh iya, disini tema ff nya sad, tapi author nggak ngerti gimana cara bikin readers kebawa sama ceritanya, jadi mian kalau sad nya nggak berasa ><.></.>

 

ini murni dari isi kepala aku~ jadi mungkin aja FF ini gaje, karena otak aku yang emang gaje (?) + aku masih author amatiran T.T *nangis di bawah shower*

 

oh iya, mian kalau misalnya ada kesamaan nama, adegan, kata-katanya atau apapun^^

mohon yang udah baca meninggalkan jejak ^^ jejak-jejak kalian sangat berarti buat author (?)

 

SIDERS~!!!!! Pergi aja kelaut, disumpahin jadi kolor lu :p *digebukin*

 

NO PLAGIATOR PLEASE!!!

 

adu du duh~ gak tau mau ngomong apa lagi ==a

Yasudlah, HAPPY READING ALL!! ^^

———————————————————————————————————————-

 

Sohee POV

 

“Sohee..  kita..”

 

“stop! Jangan katakan! Aku tidak mau mendengarnya! Kau pasti tidak mau berteman denganku lagi kan? Aku sudah tau itu..”

 

“ani! Ternyata kita saling menyukai!”

 

“eh?!” apa yang kudengar ini semua benar? apa aku sedang bermimpi? C’mon~ sadarlah Sohee.. ini pasti mimpi.

 

“nappeun! Oppa sengaja bicara seperti itu supaya aku senangkan?” tambahku.

 

“aku serius” raut wajah youngmin oppa berubah menjadi serius.

 

“ta.. tapi kan!” aku berfikir keras.

 

“Bukannya oppa bilang aku bukan tipe idealmu?!” tambahku.

 

“so..soal itu, aku sengaja supaya aku bisa menutupi perasaanku padamu. Aku takut kalau kau tau aku menyukaimu.” Youngmin oppa menundukkan kepalanya karena malu.

 

“Dan satu lagi..” kata-kata youngmin oppa terputus, ia merogoh sakunya.

 

“ige.. untukmu” youngmin oppa memberikan boneka teddy kecil yang kemarin kulihat dirumahnya.

 

“geotjimal! Huuuaaa! pasti mimpi” kataku.

 

“lagi pula kau juga sih~ aish! kan aku jadi bingung, harus ngomong dari mana nih?” youngmin oppa menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

 

“oh iya! Kau juga bilang aku bukan tipe idealmu! ==” tambah youngmin oppa.

 

“habisnya.. waktu itu oppa menghinaku, aku kan jadi kesal ==”

 

“aish! nomu paboyo! ==” youngmin oppa mengusutkan rambutku gemas.

 

“kan! Kusut =3=” aku merapikan rambutku lagi.

 

“Oh iya, sejak kapan kau menyukaiku?” tanya youngmin oppa.

 

“eungg.. sejak awal aku mengenal oppa.^^”

 

“aish jinjja! Kalau aku tau dari awal, aku tidak perlu tersiksa menahan perasaanku!”

 

“memangnya oppa sendiri sejak kapan menyukaiku?”

 

“kau ingat tidak, ketika pertama kali oppa mu mengenalkanmu padaku? Waktu itu kau masih TK, kau sembunyi dibelakang tubuh oppamu seakan-akan kau takut padaku, tingkahmu yang seperti itu justru membuatku tertarik padamu. Tapi, karena kelihatannya kau sangat takut padaku, aku tidak berani mendekatimu langsung dan mendekatimu secara pelan-pelan.” Jelas youngmin oppa

 

“sudah lama juga ya, aku bukannya takut oppa~ tapi malu..” aku mengerucutkan bibirku.

 

“Aku susah payah mendekatimu tau! == karena itu, aku memohon kepada Dongho untuk mengantarkanmu kesekolah.”

 

“jadi oppa sama sekali nggak dipaksa Dongho oppa? ==”

 

“ne^^ heheh..”

 

“aish! coba aja oppa jujur == pasti jadi nggak banyak salah paham begini kan?”

 

“kau juga salah! Coba aja, kau jujur dari dulu! Haaaaah!”

 

“oppa..”

 

“ne”

 

“oppa.. kita berdua ini sama-sama bodoh ya T.T”

 

‘DOEEEENGGGGG’

 

“geurae kau benar.. ==” kata youngmin oppa.

 

“ngg.. kurom, tunggu apa lagi? kita pacaran saja” kata youngmin oppa santai.

 

“eh? M..mwo?” kataku sontak kaget.

 

“mau tidak?”

 

“tentu saja!^^” jawabku semangat.

 

“kurom, mulai sekarang kau yeojachinguku^^” youngmin oppa.

 

“se-simple itu kah?” tanya Sohee.

 

“memangnya kau mau yang bagaimana? ==”

 

“molla oppa~ ._. tapi, biasanya kalau di drama-drama, ketika namja sedang menembak yeoja, nggak sesimple ini :3”

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

“memangnya kau mau yang bagaimana? ==”

 

“molla oppa~ ._. tapi, biasanya kalau di drama-drama, ketika namja sedang menembak yeoja, nggak sesimple ini :3” kata Sohee sambil menggamba-gambar gaje ditanah dengan batangan kayu kecil.

 

“kau gambar apaan?”

 

“teletubbies :3” jawab Sohee (author: author ngaku masih suka’ teletubbies walaupun udah 14 taun ._.v).

 

Aku menoleh ke arah gambar itu..

 

“Ya! memangnya ada teletubbies yang namanya youngmin? ==” kataku. Haaaah~ jadi, dari tadi Sohee itu menggambar teletubbies, dibawah gambar teletubbies itu ada nama Youngminnya == jadi aku mirip teletubbies gitu?

 

“molla” jawab Sohee sambil mengangkat bahunya, tiba-tiba saja dia menoleh ke arahku dan kemudian tersenyum hangat kepadaku, omo! kenapa aku deg deg-an begini?

 

“Sohee-ya..” panggilku.

 

“ne” sohee menatap mataku.

 

“hey! err.. Sohee-ya, aku mau menciummu sekarang!” kataku. Aish jinjja, Apa yang kukatakan barusan?! Otakku yang memerintahkanku untuk mengatakannya.

 

“eh? Kenapa buru-buru sekali?! K..kan, bisa kapan-kapan, masih banyak waktu oppa.” sohee sedikit membelalakkan matanya sepertinya dia terkejut.

 

“aku maunya sekarang!” aku rasa aku benar-benar gila.

 

“ta.. tapi..”

 

“boleh kan?” aku menatap matanya lekat. Tiba-tiba Sohee mengangguk pelan.

 

Aku memegangi dagunya dan sedikit mendongakkan kepalanya karena aku lebih tinggi, Sohee memejamkan matanya. Aku memiringkan kepalaku untuk mensejajarkan kepalaku dengan kepalanya. Perlahan tapi pasti aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan akhirnya bibirku berhasil mendarat di bibirnya. Aku menciumnya lembut, Awalnya mataku masih terbuka, aku melihat wajah Sohee yang sudah benar-benar memerah. Matanya benar-benar terpejam rapat-rapat, dia pasti sangat malu sekarang, aku tau ini yang pertama untuknya. Setelah beberapa lama, akhirnya mataku terpejam juga. Lamaaaa sekali, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit.. akhirnya aku melepaskan ciumanku.

 

-end of Youngmin POV-

 

Sohee POV

 

“hey! err.. Sohee-ya, aku mau menciummu sekarang!” kata Youngmin oppa tiba-tiba, jujur, kata-katanya barusan membuatku kaget >

 

“eh? Kenapa buru-buru sekali?! K..kan, bisa kapan-kapan, masih banyak waktu oppa.” aku sedikit membelalakkan mataku. Yang benar saja? Aku kan belum pernah ciuman, jadi mana kutau caranya.

 

“aku maunya sekarang!”

 

“ta.. tapi..”

 

“boleh kan?” youngmin oppa menatap mataku teduh. Kalau sudah seperti ini… aku tidak bisa memikirkan hal lain lagi. Youngmin oppa benar-benar membuatku lemah, aku cuma bisa menganggukkan kepalaku pelan.

 

Youngmin oppa memegangi daguku dan sedikit mendongakkan kepalaku, aku memejamkan mataku. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Omo! ige mwoya? Apa seperti ini rasanya? Ini adalah ciuman pertama untukku.

 

Setelah beberapa lama youngmin oppa melepas ciumannya.

 

“o..oppa” kataku.

 

“heheh.. mianhaeyo~ terlalu mendadak ya?^^”

 

“kan!! Aku jadi malu x3 aduhh.. bagusnya ngomong apa nih?” Aku merasa pipiku memanas, aish jinjja! Pasti sudah sangat merah sekarang.

 

“kau pikir cuma kau yang malu? Aku juga malu tau! ==” Tiba-tiba..

 

‘tes tes’ ada cairan kental berwarna merah, keluar dari hidung youngmin oppa. aish, apa lagi sekarang?

 

“omo! oppa! kau mimisan lagi, sudah ya.. kita kerumah sakit. Kumohon~” aku menyatukan kedua telapak tanganku dan memohon kepada youngmin oppa. kalau aku tidak seperti ini, youngmin oppa pasti tidak mau, dia kan keras kepala, aku saja tidak yakin cara ini ampuh.

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

“o..oppa” kata Sohee.

 

“heheh.. mianhaeyo~ terlalu mendadak ya?^^” kataku.

 

“kan!! Aku jadi malu x3 aduhh.. bagusnya ngomong apa nih?” Pipi Sohee memerah seperti tomat. Hahah.. lucu sekali.

 

“kau pikir cuma kau yang malu? Aku juga malu tau! ==” Tiba-tiba..

 

‘tes tes’ aku mimisan lagi.

 

“omo! oppa! kau mimisan lagi, sudah ya.. kita kerumah sakit. Kumohon~” sohee menyatukan kedua telapak tangannya dan memohon kepadaku.

 

“ani, sirheo”

 

“ige, tisue untukmu oppa, ayo pulang kerumah sakit ya” Sohee memberikan tisue kepadaku dan kemudian aku mengelap darah itu.

 

“Sirheo..”

 

“tapi..”

 

“sudah aku bilang, Sirheo!” aku menaikkan volume suaraku. Aku membentaknya.

 

“hiks, oppa.. a.. aku takut terjadi sesuatu yang buruk, dari tadi perasaanku sama sekali tidak enak” aigoo~ dia menangis lagi, aish jinjja! Apa yang kulakukan? Aku membentaknya, kau bodoh youngmin.

 

“uljima.. mian, aku membentakmu, tapi aku memang tidak mau kembali ke tempat itu, tenanglah, aku baik-baik saja, ini sudah biasa terjadi.” aku memegangi pipinya.

 

“arasseo” sohee menghapus air matanya dan kemudian tersenyum kecil tapi aku tau masih ada tersirat raut khawatir di wajahnya.

 

Tiba-tiba, aku merasa kepalaku sakit lagi, rasa sakitnya dua kali lipat dari yang tadi, perutku terasa penuh dan nyeri, seluruh persendianku juga rasanya sakit sekali. Aish, kenapa rasa sakit ini menyerangku lagi? apa sekarang sudah waktunya?

 

“Sohee, aku boleh baring di pahamu nggak?” tanyaku. Kepalaku sudah benar-benar berat sekarang, apa aku akan mati?

 

“tentu saja boleh, sini..^^” kata sohee, dia menepuk-nepuk pahanya.

 

“gumawoyo jagi” aku pun berbaring di pahanya.

 

“cheonmaneyo oppa..”

 

“Sohee-ya, mian, kalau selama ini aku terus menjitak kepalamu atau memarahimu, aku menjitakmu bukan berarti aku membencimu loh, tapi aku sangat menyayangimu^^”

 

“ne, aku tau, justru aku merasa kalau satu hari saja oppa tidak menjitak atau memarahiku, rasanya hampa oppa gyahahahah”

 

“kalau gitu sini kujitak, hari ini aku tidak ada menjitakmu kan? :p” kataku sambil mengambil ancang-ancang untuk menjitak Sohee.

 

“ja..jangan oppa~._.” Sohee memegangi kepalanya. aku tertawa kecil melihat tingkah yeoja chinguku.

 

“kau tau? Matipun aku sekarang aku rela^^” kataku.

 

“jebal~ jangan bicara seperti itu lagi oppa” kata Sohee sambil merapikan sebagian poniku yang menutupi wajahku. Aku cuma tersenyum kecil menanggapinya. Aku sudah tidak kuat lagi, tubuhku semuanya terasa sakit, dadaku terasa sesak, sulit rasanya bernafas.

 

“Sohee-ya, aku lelah, aku mau istirahat, bolehkan?” kataku lirih, aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk bicara.

 

“istirahatlah oppa~^^” kata Sohee.

 

“gumawo jagiya, saranghaeyo.. jeongmal saranghaeyo” aku rasa ini terakhir kalinya aku mengucapkan kata-kata itu kepadanya. aku memegang tangan Sohee erat, aku mengumpulkan semua tenagaku untuk menggenggam tangannya dengan erat.

 

“cheonmaneyo oppa, nado^^” Sohee mengelus kepalaku.

Kepala ku semakin sakit, tubuhku sakit semua, dadaku sesak, dan aku tidak bisa melihat apapun, gelap.. semuanya menjadi gelap… Tanpa aku sadari, genggamanku dengan tangan Sohee terlepas.

 

“o..oppa~ kenapa dilepas.” Sohee mengguncangkan tubuhku pelan.

 

“oppa ireona~” sohee mengguncangkan tubuhku lagi.

 

“oppa! jawab aku!” kali ini Sohee mengguncangkan tubuhku dengan kasar.

 

“oppa, kumohon jangan tinggalkan aku, kau kan sudah janji, kalau kau mau mengajariku main piano. Tapi kau belum pernah mengajariku sampai sekarang” mian, aku tidak bisa menepati janjiku Sohee.

 

“oppa, kau dengar aku kan?” ne, aku mendengar setiap kata yang kau ucapkan Sohee.

 

“oppa, kenapa kau diam saja? Jawab aku.” Sohee-ya, ingin sekali aku menjawab semuanya, tapi tenggorokanku terasa tercekat, aku tidak bisa bicara apa-apa lagi.

 

“oppa~ kau jahat, kenapa mendiami ku seperti ini? aku salah apa? Kau membenciku? Jebal, ireona” kau tidak salah apa-apa jagi, aku sangat sangat sangat menyayangimu, jeongmal saranghaeyo..

 

“oppa~ kenapa nggak ada denyut nadi lagi oppa? hiks” Sohee memegangi tanganku.

 

“oppa~ jangan tinggalkan aku, kita kan baru jadian, jebal~ hiks”

 

“o..oppa..”

 

Tubuh ku ringan, aku merasa tubuhku terbang di langit. Ahh, aku bisa melihatnya dari sini, dari atas ini. Aku melihat Sohee memeluk tubuhku sambil menangis, mianhaeyo Sohee-ya, aku tidak bisa menepati janjiku. Aku tidak bisa menjagamu dengan baik, mianhae, aku meninggalkanmu seperti ini. Aku harap kau bisa memiliki yang lebih baik  dari pada aku.. Aku sangat menyayangimu. Saranghaeyo.. Jeongmal saranghaeyo.

 

Selamat tinggal…

 

-end of Youngmin POV-

 

Sohee POV

 

Aku berbaring di kamarku sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba ada 3 pesan masuk di handphoneku.

 

From: Dongho Oppa~^^

Sohee-ya, kau ada dimana? Acara pemakaman youngmin sudah dimulai.. cepatlah kesini.

 

From: Hyerin-ahh~^^

Kau lama sekali sih? Kau dimana? Acara pemakamannya sudah mulai~ kami semua menunggumu^^

From: Aechan Babo~ :p

Ya! Yoon Sohee!! Kau dimana?! Lama sekali!!! Acara pemakamannya sudah dimulai tau!!! Ppali!! Semuanya menunggumu, lumutan nih =3=

 

Apaansih? -,-

 

Semuanya mengatai youngmin oppaku mau dimakamkan, dasar, ngapain coba’ youngmin oppa dimakamkan? Dia kan belum mati.

 

Aku melihat kearah jam, ternyata sekarang sudah 15.00, biasanya jam segini aku mengunjungi Youngmin oppa yang sedang bermain basket di lapangan yang sering ia kunjungi dan membawakan orange juice untuknya. Aku langsung bangkit dari tempat tidur, bersiap-siap dan pergi ke lapangan basket itu.

 

“Annyeong Youngminnie oppa!!^^” teriakku riang ketika sampai di lapangan basket itu.

 

Sesampainya disana aku tidak melihat siapapun, lapangan itu kosong, aku menunggu Youngmin oppa di lapangan basket itu. Sebentar lagi youngmin oppa pasti datang sambil membawa bola basketnya, pasti.. sebentar lagi.^^

 

‘JRESSSS~’ hujan turun, aku masih tetap menunggu, aku gak peduli berapa lama aku menunggu, tapi yang jelas aku mau bertemu dengan Youngmin oppa.

 

“Youngmin oppa! kau dimana?!” pekikku. Mana youngmin oppa? padahal dari tadi aku sudah menunggunya, dimana dia? Apa dia nggak latihan hari ini? apa dia lupa aku selalu menunggunya jam segini?

 

“Youngmin oppa!!!!!!!!!!!!” pekikku sekencang mungkin.

 

“ya! apa yang kau lakukan disini?! Kau bisa sakit!!” pekik seorang namja.

 

“Do..Dongho oppa?” aku menoleh kearah namja yang sedang membawa payung itu. tubuhku sudah gemetaran karena kedinginan.

 

“apa yang kau lakukan hujan-hujan begini huh?” tanya Dongho oppa.

 

“umm, aku sedang menunggu youngmin oppa, biasanya dia latihan disini^^”

 

“ya! kau sudah gila?! Dia sudah meninggal! Dan baru saja dimakamkan, Dia tidak akan menemuimu disini! seberapa lama pun kau menunggu, dia tidak akan muncul, Ayo pulang!” Dongho oppa menarik tanganku.

 

“sirheo! Lepaskan aku~” aku berusaha melepaskan tanganku dari genggaman Dongho oppa.

 

“Sohee-ya! sadar! Youngmin sudah tiada, sampai kapan kau mau begini hah?!” Dongho oppa mengguncangkan tubuhku kasar.

 

Tapi, tiba-tiba kepalaku pusing, semua disekitarku rasanya berputar, pandanganku kabur, semakin lama semuanya semakin gelap.

 

-end of Sohee POV

 

Dongho POV

 

Baru saja aku pulang dari pemakaman youngmin, Sohee mana ya? kenapa dia tidak ada tadi? Molla, mungkin dia sudah pulang duluan.

 

‘Jresssssss’

 

Aish, hujan.. padahal aku kan baru cuci mobil tadi == kotor lagi deh.

Ketika mobilku melewati lapangan basket yang biasa dipakai youngmin latihan, aku melihat seorang yeoja berdiri ditengah lapangan itu, eits! Chakkamman! Itu kan.. err.. Sohee?! Sedang apa dia hujan-hujanan disana?!

Aku memarkir mobilku di dekat lapangan basket itu dan kemudian turun dari mobilku sambil membawa payung.

 

“ya! apa yang kau lakukan disini?! Kau bisa sakit!!” pekikku.

 

“Do… Dongho oppa?” Sohee menoleh kearahku, tubuhnya bergetar, sepertinya dia sangat kedinginan.

 

“apa yang kau lakukan hujan-hujan begini huh?” tanyaku kepada Sohee yang dari tadi berdiri di tengah lapangan.

 

“umm, aku sedang menunggu youngmin oppa, biasanya dia latihan disini^^”

 

“ya! kau sudah gila?! Dia sudah meninggal! Dan baru saja dimakamkan, Dia tidak akan menemuimu disini! seberapa lama pun kau menunggu, dia tidak akan muncul, Ayo pulang!” aku menarik tangan Sohee.

 

“sirheo! Lepaskan aku~”

 

“Sohee-ya! sadar! Youngmin sudah tiada, sampai kapan kau mau begini hah?!” aku mengguncangkan tubuhnya, aku tidak tahan melihatnya seperti ini.

 

Tiba-tiba aku melihat Sohee sempoyongan, dia memegangi kepalanya. Dan tubuhnya pun ambruk, dia pingsan. Tubuhnya panas. Untung aja aku cepat menahan tubuhnya, jadi dia tidak jatuh ke tanah. Aigoo~ yeodongsaengku benar-benar babo kenapa kau terus membuatku khawatir?!

 

Langsung saja aku menggendongnya ke mobil dan membawanya pulang kerumah.

 

-end of Dongho POV-

 

Sohee POV

 

*in Sohee’s dream*

 

Ige mwoya? Kenapa putih semuanya serba putih? Tiba-tiba mataku berkunang-kunang. Semua terasa dipercepat.

 

+++

“wahhh~ Dongho-ya, ini yeodonsaengmu ya^^” kata seorang namja yang memiliki mata belo.

 

“annyeong, naneun Jo Youngmin imnida, namamu siapa?” kata namja itu kepadaku.

 

“Y.. Yoon Sohee imnida” kataku sambil sembunyi dibelakang tubuh oppaku. Wuuua! Dia namja tertampan yang pernah kulihat *O* seperti pangeran yang diceritakan omma sebelum aku tidur *lebeh*

 

“ng, mianhae youngmin-ahh^^ yeodongsaengku pemalu.”

 

“ahh, gwenchana^^”

 

+++

“ya!” seorang namja memanggilku, aku menoleh kearah namja itu dan ternyata dia..

 

“youngmin-sshi?” panggilku.

 

“kau dongsaengnya Dongho kan? Aigoo~ kenapa lututmu berdarah begini?”

 

“tadi aku jatuh T.T”

 

“aish jinjja! Yasudah sini!” dia menyodorkan punggungnya kearahku.

 

“mau apa?” tanyaku.

 

“tentu saja menggendongmu! Biar kuantar pulang.”

 

“hihi^^ gumawoyo youngmin-sshi^^” kataku sambil mencoba naik kepunggungnya.

 

“oh iya, jangan panggil aku dengan sebutan youngmin-sshi, panggil oppa saja ya, otte?”

 

“arasseo youngmin-sshi.. eh? maksudku oppa^^”

 

+++

“ini dongsaeng barumu^^ dia yeoja, beratnya 3000 gram” kata seorang suster yang baru keluar dari kamar bersalin omma ku sambil membawa donsaengku.

 

“wuaaa!^^ yeoja.”

 

“kau mau coba gendong dongsaengmu?” tanya suster itu.

 

“m..mwo? aku tidak bisa >

 

“coba saja dulu” kata youngmin oppa yang kebetulan dari tadi menemaniku menunggu ommaku bersalin. Appa masih ada di Jepang, Dongho oppa sedang ada pertandingan bola kaki dengan temannya.

 

“n..ne” aku mencoba menggendong donsaengku itu dengan ragu-ragu. Waah! Aku bisa ^o^

 

“hihi, matanya buka!^^ annyeong~^^” kataku kepada dongsaengku yang baru lahir itu.

 

“annyeong!^^” kata youngmin oppa sambil melambai ke bayi itu.

 

“hehe, aku onniemu^^”

 

“onnie yang babo lho~ :p” kata youngmin oppa.

 

“grrrrrrr!!!! Neo jinjja!” kataku.

 

“mehrong :p” youngmin oppa mencibirkan bibirnya.

 

+++

“saengil chukkae hamnida^^ ige, kau mau kucing persia kan?” youngmin oppa memberikan seekor kucing persia kepadaku.

 

“wuuua! Ini kan mahal oppa o.o gumawoyo!! >

 

“hahaha~ biasa saja kok, mau kau kasih nama apa?”

 

“eungg.. minhee^^, Youngmin Sohee^^” kataku sambl memeluk kucing itu.

 

“mwo?! Kenapa ada namaku?! ==”

 

“kan kau yang membelikannya untukku^^ anggap saja kau appanya, aku ommanya^^” kataku polos. Muka youngmin oppa berubah merah padam seketika, kenapa ya? o.o

 

+++

“oppa, untuk apa kau mewarnai rambutmu?” tanyaku.

 

“aku bosan yang lama”

 

“hoho, gwenchana^^ yang ini bagus juga kok^^”

 

+++

“eung.. kurom, tunggu apa lagi? kita pacaran saja” kata youngmin oppa santai.

 

“eh? M..mwo?” kataku sontak kaget.

 

“mau tidak~?”

 

“te..tentu saja!^^” jawabku semangat.

 

“kurom, mulai sekarang kau yeojachinguku^^” youngmin oppa.

 

“se-simple itu kah?” tanya Sohee.

 

“memangnya kau mau yang bagaimana? ==”

 

“molla oppa~ ._. tapi, biasanya kalau di drama-drama, ketika namja sedang menembak yeoja, nggak sesimple ini :3”

 

+++

“Sohee-ya, mianhaeyo, jeongmal mianhae, aku meninggalkanmu seperti ini, jebal~ jangan siksa dirimu terus, terimalah kalau aku sudah tidak ada di dunia lagi, aku harap kau bisa menemukan orang yang lebih baik dari pada aku. Tenanglah, aku akan selalu ada di dekatmu^^ jeongmal saranghaeyo~”

 

****

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, haaah~ kepalaku sakit sekali. Kenapa mimpiku aneh sekali tadi?

Aku melihat Dongho oppa sedang memegangi tanganku. Dan juga aku melihat hyerin yang sedang berdiri di dekat Dongho oppa, sejak kapan hyerin ada disini?

 

“aigoo! Kenapa aku bisa disini?! Youngmin oppa pasti menungguku di lapangan!” kataku spontan sambil berusaha turun dari tempat tidur, tapi kepalaku sakit.

 

“sadarlah, youngmin sudah tidak ada lagi, jangan menyiksa dirimu terus. Youngmin pasti tidak suka melihatmu seperti ini.” kata Dongho oppa.

 

“oppa~ kau bilang apa sih? Youngmin oppa itu masih hidup, pasti dia sedang latihan dilapangan tadi. Ya kan? Aku juga sudah membawakan orange juice untuknya^^”

 

“youngmin memang sudah meninggal dan baru dimakamkan tadi!!!”

 

“nappeun! Kenapa semua orang mengatakan kalau youngmin oppa sudah meninggal?!”

 

Tiba-tiba..

 

‘plak!’

 

Hyerin menamparku dengan kuat, kenapa sih?!

 

“ya! appo~!” aku memegangi pipiku.

 

“YOON SOHEE!! NOMU PABOYA!!!” pekik hyerin.

 

Tiba-tiba Hyerin menangis dan kemudian memelukku.

 

“Sohee-ya~ jangan begini. Hiks, terimalah kalau youngmin sunbae itu sudah tiada, aku nggak mau melihatmu kayak gini, kau benar-benar menyedihkan sekarang, kau bukan seperti Sohee yang kukenal tau! Aku mau Sohee yang lama, bukan yang ini. aku merasa sakit kalau melihatmu begini, hiks. Aku tidak tega melihatmu seperti ini. kau tau? Kau sekarang terlihat seperti orang bodoh! Sadarlah Sohee~ Youngmin sunbae sudah tiada.” Kata Hyerin sambil terisak, Hyerin mengeratkan pelukannya kepadaku.

 

“andwae! Youngmin oppa masih hidup!!” bantahku dan melepaskan pelukan hyerin.

 

“youngmin oppa masih hidup~” kataku lagi sambil memeluk lututku dan menenggelamkan wajahku dilutut.

 

“di.. dia masih hidup~” kataku lagi

 

“hiks, youngmin oppa masih hidup.” Kataku lirih.

 

“Sohee-ya, kau harus terima kenyataan~” Hyerin mengelus puncak kepalaku pelan. Aku terus mencerna kata-kata Sohee.

 

“jangan siksa dirimu terus… kau begini, malah akan membuat youngmin sedih” tambah hyerin. Akhirnya aku sadar, Youngmin sudah tidak ada, seberapa lama pun aku menunggu youngmin oppa, dia pasti tidak akan datang, aku baru bisa mencerna arti dari mimpiku tadi, tapi.. tapi.. aku tidak rela Youngmin oppa pergi.

 

“y..youngminie oppa..” kataku lirih dan masih menenggelamkan wajahku dilututku.

 

“tega sekali oppa meninggalkanku.. padahal kita baru saja pacaran.” tambahku.

 

“ottoke? Aku masih belum menerima kepergianmu..” kataku disela tangisanku.

 

“sa..saranghaeyo youngminie oppa, yeongwonhi saranghaeyo~” kataku lagi.

 

*****

2 years later…

Sudah satu tahun sejak kematiannya Youngmin oppa, semenjak hari itu aku sama sekali tidak ada berpacaran ataupun menyukai seorang namja, karena aku.. (author: menyukai yeoja XD *plak!*) tidak bisa mencintai seseorang lagi aku tidak tau kenapa, mungkin karena hatiku semuanya sudah dibawa youngmin oppa *najong kata-katanya*, aku benar-benar mati rasa dengan namja, se-perfect apapun namja yang ada dihadapanku, aku sama sekali tidak pernah berdebar lagi, berbeda ketika dulu youngmin oppa masih hidup, hampir setiap hari aku dibuatnya berdebar, haha. lagi pula aku tidak mau melupakan youngmin oppa dan kenangan-kenangan ku bersamanya. Walaupun Dongho dan hyerin menyuruhku benar-benar menghapusnya dari pikiranku dan hatiku, aku tidak pernah melakukannya, tidak pernah sedetikpun aku tidak memikirkan youngmin sunbae. Dulu, sekitar 3 bulanan, aku sempat seperti mayat hidup karena kehilangan youngmin oppa, tidak mau makan, pucat dan tidak punya semangat hidup, Aku tau aku menyedihkan, tapi sekarang aku udah kembali seperti semula kok^^

 

*****

@my class

 

Aku memilih duduk di bangku nomor 2 belakang sedangkan Hyerin duduk disampingku. Hari ini, hari pertamaku masuk SMU^^

 

Oiya, aku satu SMU dengan Hyerin kami sepakat masuk SMU yang sama. Dan kami memutuskan masuk ke Starship High School (author: bingung mau ngasih nama apa -,-). Kalau soal Dongho oppa, dia pindah ke SMU yang ada di Amerika, karena dia dapat beasiswa kesana. huahaha, kasian Hyerin, dia sangat kehilangan ketika tau Dongho oppa pergi ke Amerika, aduuuh~ mereka ini saling menyukai kenapa nggak pacaran aja sih? ==

 

“Hyerin-ahh, kira-kira pelajaran SMU susah tidak ya?” tanyaku.

 

“molla~ aku tidak tau bagaimana nasibku di SMU, pelajaran SMP saja aku banyak yang ragu-ragu -,-“

 

“huuuh, kita sama. Oiya, aku ketaman belakang sebentar ya, aku mau melihat-lihat, kau ikut?”

 

“umm, ani, aku disini saja, 10 menit lagi bel kan bunyi.”

 

“ahh, 10 menit itu lama, ayolahh~”

 

“sirheo, capek :p”

 

“aish, pemalas, yasudah aku pergi sebentar ya^^” kataku sambil berlari keluar kelas.

 

@taman belakang.

 

Wuuuaaa~ yeppeuda, taman belakang SMU ini benar-benar cantik. Hohoh~ karena aku yeoja tercantik, baik hati dan ternarsis sedunia *digampar readers* aku mengeluarkan Handphone ku dan.

 

‘Ckreek ckreeek’ aku berfoto ria disana, dari gaya jari telunjuk di depan mulut, *alay XD* nungging, sampai gaya tengkurep pun ada (?), sampai akhirnya…

 

‘BRUUUUK!’ aku menabrak sebuah barang. Dan pantatku menyentuh tanah.

 

“awwwwwwwwww!” pekikku.

 

“awwww.. aw aw aw~” keluh barang yang kutabrak. Ohh, bukan-bukan ternyata yang kutabrak itu orang bukan barang *peace* ehh? suaranya mirip suara seseorang, tapi lebih berat. Err, suara… youngmin oppa?

 

“ya! matamu kemana huh?!” kataku kesal ke orang yang kutabrak itu dan pada saat kulihat wajah orang itu, tiba-tiba aku membeku..

 

-TBC-

 

Hayoooo~ siapakah itu? xD jeng jeng jeng jeng!!!! XD

Huahahah! liat di chapter selanjutnya~!! XD

Mian, Youngmin aku buat meninggal T.T sebenarnya nggak tega juga sih. Tapi ini tuntutan FF (?) oh iya, chapter 5 sama chapter 4 terlalu mendramatisir, author geli sendiri bikinnya == huahahah, gpp kan readers? Mian ya, bikin yang berlebihan gitu^^ soalnya Author barusan nonton film yang mello mello gimanaaa gitu ._. jadi kebawa deh suasananya ke FF

 

RCL ya^^

Gumawo~ *bow*

My love is back *Chapter 4*

6 Apr

 

ittle : My Love Is Back *Chapter 4*

Author : Amira Deani a.k.a Yoon Sohee

Rating : Tentuin sendiri aja yaaah~^^

Genre : Romance, Comedy (0,0000000000001%), Sad (tapi nggak berasa)

Main Cast:

 

-Yoon Sohee (gak boleh protes loh~ :p)

 

-Jo Kwangmin (sabar-sabar, bentar lagi kok munculnya^^)

 

Other cast :

-Shin Dongho/Yoon Dongho (anggap aja marganya Dongho itu ‘Yoon’ yah^^ soalnya disini dia jadi oppanya author =3)

-Lee Hyerin (Ini temen author yang nama aslinya ‘opik’ XP)

-Kim Hyeyoung (Ini sepupu author yang nama aslinya ‘hani’)

-Park Hyinjae (Ini bebeb (?) author yang nama aslinya ‘dila’)

-Yoon Aechan (OC)

-Jo Youngmin

-No Minwoo

-Lee Jeongmin

-Shim Hyun Seong

-Kim Donghyun

 

Yoon Sohee itu Author, Kwangmin punya author, Cerita punya author, yang lain di obral xP *pletak!*

 

 

Annyeong readers~!!! x) *muncul dari balik tirai(?)*

Anaenya Kwangmin datang lagi!! pasti pada rindu kan sama author yang ini?! XD *dilemparin patung liberty (?)*

 

Nah, ini chapter ke-4 nya, chapter yang ini agak mendramatisir gitu == author aja rada geli sendiri bikinnya XD tapi gimana lagi? cuma ini yang lagi ada di kepala author, author lagi galau ._. (?)

 

Oh iya, disini tema ff nya sad, tapi author nggak ngerti gimana cara bikin readers kebawa sama ceritanya, jadi mian kalau sad nya nggak berasa ><.></.>

 

 

ini murni dari isi kepala aku~ jadi mungkin aja FF ini gaje, karena otak aku yang emang gaje (?) + aku masih author amatiran T.T *nangis di bawah shower*

 

oh iya, mian kalau misalnya ada kesamaan nama, adegan, kata-katanya atau apapun^^

mohon yang udah baca meninggalkan jejak ^^ jejak-jejak kalian sangat berarti buat author (?)

 

SIDERS~!!!!! Pergi aja kelaut, disumpahin jadi kolor lu :p *digebukin*

 

NO PLAGIATOR!!!

 

adu du duh~ gak tau mau ngomong apa lagi ==a

Yasudlah, HAPPY READING ALL!! ^^

———————————————————————————————————————-

 

Setelah sekian lama kami menunggu Dongho oppa akhirnya dia datang juga, tapi.. kenapa wajahnya murung begitu ya? apa terjadi sesuatu yang buruk? Ahh.. ani ani, semoga saja tidak.

 

“oppa, otte?” tanyaku sambil menarik lengan baju Dongho oppa pelan. Dongho oppa menggelengkan kepalanya pelan.

 

“aku tidak tau bagaimana cara mengatakannya padamu, Sohee-ya”

 

“memangnya ada apa? Ppali, Malhaebwa~”

 

“Youngmin, dia..”

 

“Youngmin oppa kenapa?”

 

“hhhhh~” Dongho oppa menarik nafas dalam. Kenapa perasaanku tidak enak ya?

 

“dia, dia mengidap penyakit leukimia, uisa bilang sisa waktunya tinggal sedikit.” Kata Dongho oppa.

 

‘JEDER!’

 

Aku merasa disambar petir mendengar kabar buruk ini. youngmin oppa? mengidap leukimia?

 

“leukimia?!” tanyaku Shock

 

“hm” Dongho oppa menganggukkan kepalanya pelan dan kemudian menundukkan kepalanya

 

“penyakitnya sudah mencapai stadium akhir, sedikit kesempatan bagi youngmin untuk sembuh.”

 

Tubuhku melemas seketika mendengar kabar ini. Andwae! Aku tidak boleh membiarkannya!

 

“geotjimal! jebal, katakan ini semua bohong” suaraku sudah mulai bergetar, aku menahan tangisku.

 

“Sohee-ya, aku sendiri juga tidak percaya, tapi ini semua kenyataan. Kuharap kau tabah.” Kata Dongho oppa sambil menepuk bahuku pelan. aku menutup mulutku karena aku sudah tidak tahan, aku benar-benar ingin menangis. Tubuhku merosot ketanah, aku menekuk lututku dan menenggelamkan wajahku disana. tangisku pun pecah.

 

“sssstttt.. uljima, tenanglah Sohee.” Dongho oppa mendekap tubuhku. sekita beberapa menit aku masih menangis di pelukan dongho oppa.

 

“ottoke? Youngmin oppa sedang berusaha melawan penyakit, tapi aku, teman dekatnya tidak bisa melakukan apa-apa, aku merasa kalau aku ini tidak ada gunanya” kataku yang sudah mulai tenang.

 

“jangan berkata seperti itu. sudah, lebih baik, kau pulang sekarang, biar aku yang menemani youngmin, nanti kalau misalnya ada kabar, kuhubungi deh. Otte?” kata Dongho oppa.

 

“Sirheo, aku mau menemaninya”

 

“tenanglah, dia pasti baik-baik saja, lebih baik kau kerumah saja, tampangmu sudah kusut karena menangis”

 

“Tapi..”

 

“tidak ada tapi-tapian, ppali, pulang sana, lagi pula aechan sendirian dirumah”

 

“aish, baiklah~” kataku.

 

“mau kuantar pulang?” kata Dongho oppa.

 

“gumawoyo, tapi, aku bisa pulang sendiri kok”

 

“yaudah, hati-hati ya..”

 

“ne, annyeong” aku pun beranjak dari tempat itu dan kemudian pulang.

 

 

***** (skip aja ya~^^)

 

Sepulang sekolah, aku langsung menuju ke toko buah lalu ke rumah sakit. Dongho oppa bilang, Youngmin oppa sudah siuman. Dan dia menyuruhku untuk menemani Youngmin oppa. Huuuaa! Aku senang sekali >< akhirnya dia siuman, sejak tadi di sekolah, aku tidak bisa konsentrasi belajar, karena sibuk memikirkan youngmin oppa yang sudah dua hari belum siuman juga, tapi untunglah sekarang dia sudah siuman^^.

 

Sesampainya di kamar rawat youngmin oppa..

 

‘cling.. cling..’

 

aku melihat seorang namja bening berambut blonde sedang duduk di tempat tidur rawatnya yang ada disamping jendela sambil membaca sebuah novel *belibet kata-katanya -,-*. Dialah youngmin oppa, Omo! dia benar-benar terlihat keren kalau diam seperti itu ! >o

 

“Annyeong oppa!!!^^ aku datang!!!!!!!!” pekikku dari depan pintu kamar sekuat mungkin karena aku sangat senang, youngmin oppa aja kaget dengernya sampai-sampai dia mengelus dadanya sendiri (?).

 

“kau ini! dirumah sakit jangan ribut! Berisik tau ==” kata youngmin oppa yang masih berbaring di tempat tidurnya.

 

“heheh, mianhaeyo~^^” kataku sambil duduk di tepi tempat tidur youngmin oppa.

 

“oh iya, aku bawa apel oppa” kataku sambil mengeluarkan sebuah apel dari kantong plastik putih.

 

“mana? Sini kukupas” youngmin oppa mengubah posisinya menjadi duduk.

 

“sirheo! biar aku yang kupas apelnya, oppa kan sedang sakit. Oppa berbaring saja ya” kataku sambil mengupas apel itu. jujur, sebenarnya aku tidak terlalu pandai mengupas apel ._. tiba-tiba..

 

‘creeees’

 

“GYAAAA!!! HUWEEEEE! Jariku keiris pisau!!” pekikku.

 

“dasar ceroboh” ledek youngmin oppa

 

“huh! Enak saja! Jangan ngomong begitu pada orang yang terluka! Liat nih, tanganku berdarah”

 

“jeongmal? Sini jarimu!” youngmin oppa langsung menarik jariku dengan tampang khawatirnya.

 

“eh?”

 

‘DEG’

 

aigoo~ kenapa aku berdebar begini disaat youngmin oppa memegang tanganku!

 

“Pabo! Ini sih nggak bisa disebut luka! Cuma tergores dikit! Jangan buat orang khawatir!!!!”

 

“tapi kan sakit!!!” kataku setengah berteriak, youngmin oppa merusak suasana nih ==

 

Tiba-tiba youngmin oppa memasukkan jariku yang tergores kedalam mulutnya. Huuuua! berdebar lagi!! X3

 

“o.. oppa..” kataku lirih. Setelah beberapa lama, youngmin oppa mengeluarkan tanganku dari mulutnya.

 

“sudah kan? Jangan ngomong lagi, berisik tau” kata youngmin oppa.

 

“ne..^^ hihi, gumawo oppa^^”

 

“lain kali hati-hati ya” youngmin oppa mengusutkan rambutku. aku cuma tersenyum kecil dan melanjutkan mengupas apelnya.

 

“nah, selesai..” aku selesai mengupas apelnya, dan kemudian memotongnya.

 

“nih oppa~ aaaaa” aku mau meyuapi youngmin oppa.

 

“si..sirheo, aku malu tau! biar aku suap sendiri.” Muka pucat youngmin oppa memerah.

 

“oppa malu ya? gwenchana, sini aku yang suapi, aaaaa…”

 

“aish, arasseo..” akhirnya youngmin oppa mau memakan apel itu. aku menyuapi apel itu satu persatu ke mulut youngmin oppa.

 

“gumawoyo” kata youngmin oppa lirih sambil memalingkan wajahnya, hihi, dia pasti malu.

 

“cheonmaneyo oppa~^^”

 

“oh iya, main ke pantai yuk, aku bosan disini” Kata youngmin oppa.

 

“lho? Emangnya boleh?”

 

“nggak sih, tapi aku bosan disini. Lagi pula, kau ulang tahun kan?^^ makanya kita rayakan di pantai”

 

“ne^^ terus, kita perginya gimana? Aku kan Cuma bawa sepeda.”

 

“yasudah, kita naik sepeda. Laut kan tidak jauh dari sini.”

 

“tapi kan oppa masih sakit, memangnya kuat bawa sepeda?”

 

“siapa bilang aku yang bawa sepedanya?”

 

“jadi siapa dong yang bawa?”

 

“tentu saja kau :p”

 

“aish, oppa tega T.T”

 

“huahahah, ayolaaah~ kakiku masih sakit”

 

“arasseo, aku yang bawa.” Kataku pasrah.

 

“kajja! sekarang kita pergi” youngmin oppa turun dari tempat tidur dan melepas infus nya.

 

“bahaya oppa! seharusnya kan oppa minta ijin dokter dulu.. terus..”

 

“diam, atau kucium kau” kata youngmin oppa sambil mengeluarkan smirk nya, sejak kapan dia jadi genit begini?! X3

 

“n..ne, aku diam” aku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku.

 

“hahahah, babo! bercanda tau. Mana mungkin aku menciummu? Ogah :p”

 

“berhenti mengerjaiku =3=” aku mengerucutkan bibirku.

 

“hahaha, kau ini lucu sekali.” youngmin oppa mencubit hidungku.

 

“oppa, kenapa nggak ijin dokter dulu?”

 

“kalau aku minta ijin juga nggak akan diijinin kok, jadi ngapain harus minta ijin, mendingan kabur” youngmin oppa mencoba melepaskan infusnya dengan kasar.

 

‘jressss’ tiba-tiba darah mengalir dari tempat tusukan infus itu.

 

“tuh kan! Udah kubilang bahaya!” kataku.

 

“gwechana, kau tidak perlu khawatir.^^”

 

Aku langsung mengambil tisue dan mengelap darah itu, tapi darahnya tidak mau berhenti.

 

“Aduhh~ gimana nih?” kataku panik.

 

“sini, tolong ambilkan obatku, kalau aku minum obat, nanti pendarahannya cepat berhenti kok”

 

“ige, minum obat dulu” aku memberikan obat kepada youngmin oppa. dia meminumnya dan lama kelamaan darahnyapun berhenti.

 

“sudahkan, kajja! Kita pergi!” youngmin oppa menarik tanganku keluar kamar, dia tidak seperti orang sakit, hahah.

 

“tapi..”

 

“tidak ada tapi-tapi, kajja!”

 

“ahh.. baiklah” aku pasrah saja, youngmin oppa kan keras kepala ==.

 

“kita lewat pintu belakang ya, kalau pintu depan nanti bisa ketauan. Ara?” kata youngmin oppa.

 

“arasseo..” kami pun jalan pelan-pelan ke pintu belakang rumah sakit. Tiba-tiba, tubuh youngmin oppa sempoyongan.

 

“oppa! gwenchanayo?!” aku langsung memapah tubuh youngmin oppa.

 

“ne, gwenchana” youngmin oppa berusaha berdiri dengan baik.

 

“oh iya, kau parkir sepeda dimana?” tanya youngmin oppa.

 

“hmm, disana *sambil nunjuk sepeda*”

 

“ahh.. kajja!^^” youngmin oppa menarik tanganku.

 

Kamipun menaiki sepeda dan kabur dari rumah sakit itu, aku yang membawa sepedanya, youngmin oppa duduk dibelakang, banyak orang yang memandangi kami karena youngmin oppa masih mengenakan pakaian rumah sakit terus, kami seperti orang gila dijalanan naik sepeda sambil teriak-teriak + ketawa-ketawa gaje ditambah lagi karena youngmin oppa itu ganteng *plak!*.

 

“huahahah! ppali! Ngebut sedikit Sohee!” teriak youngmin oppa dari belakang.

 

“aish, oppa berat sekali -,-” kataku.

 

“gyahahahah XD mianhaeyo..” youngmin oppa tertawa dibelakang.

 

Aku terus mengayuh sepedaku dengan cepat. Walaupun pegel sihh ==

 

Sesampainya di pantai..

 

“wuuuuaaa! Laut! Cari kerang yuk!^^” kataku dan kemudian menoleh kearah youngmin oppa. aku melihat youngmin oppa seperti menahan kesakitan, dia memegangi kepalanya.

 

“oppa? waeyo?!” tanyaku.

 

“ahh, ani.. gwenchana^^”

 

“jeongmal? Atau kita balik ke rumah sakit aja?”

 

“sirheo! Aku mau disini” youngmin oppa melipat kedua tangannya.

 

“tapi oppa kan sakit” kataku. Tiba-tiba..

 

‘kecipraaak!’ youngmin oppa menyipratkan air laut kearahku dengan kakinya.

 

“apa yang begini disebut sakit? Tangkap aku kalau bisa :p” youngmin oppa berlari.

 

“huuua! oppa curang!” aku mengejar Youngmin oppa.

 

“ya! chamkkanman~! hosh hosh” tidak kusangaka, lari youngmin oppa benar-benar cepat. Dia beneran sakit nggak sih? ==

 

“hahahah~ makanya, jangan seenaknya mangatai kalau aku sedang sakit. Sekarang siapa coba’ yang kayak orang sakit?” ledek youngmin oppa.

 

“aish, kakiku pegel nih oppa ==”

 

“yasudah, sini kugendong.” Tanpa permisi, youngmin oppa langsung menggendongku ala putri

 

“Omo omo! ya! turunkan aku x3!”

 

“Sirheo” bantah youngmin oppa. youngmin oppa pun berlari. Nggak capek apa gendong aku  sambil lari-larian gitu? =o=

 

“oppa! turunkan aku, aku malu, banyak yang liat.” kataku.

 

“pantai ini kan sepi, siapa yang mau liat coba’?” youngmin oppa menoleh kearahku dan mengedipkan sebelah matanya kearahku.

 

“omo! sejak kapan kau jadi genit begini oppa?! jebal~ turunkan aku.” Aku memohon.

 

“gyahahah XD iya, iya..” Youngmin oppa pun menurunkanku.

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

“gyahahah XD iya, iya..” Aku pun menurunkan Sohee dari gendonganku

 

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang menusuk kepalaku, rasanya pusing sekali.. aigoo~ kenapa sakitnya sering ilang timbul sih?

 

“haiiissh, jinjja!” gerutuku sambil memegangi kepalaku.

 

“oppa?! waeyo?!” tanya Sohee cemas.

 

“ahh.. ani, gwenchana^^” kata ku berbohong dan menahan rasa pusing di kepala ku.

 

“yasudah, kita istirahat dulu. Wajah oppa sudah benar-benar pucat” Sohee mengajakku duduk di tepi pantai dan aku menurutinya, kepalaku benar-benar sakit sekarang dan lututku rasanya juga nyeri. Aku memegangi lututku. Kumohon.. jangan sekarang. Masih banyak yang ingi kusampaikan pada Sohee. Tuhaaan, beri aku waktu sebentar saja.

 

“oppa, lututmu sakit ya? ini pasti karena kau menggendongku tadi, tuh kan” kata Sohee.

 

“Cuma ngilu biasa kok, kau tenang saja.” Kataku sambil mengelus kepala Sohee. Aku tidak mau dia khawatir.

 

“ahhh~ ada yang mau kutunjukkan, tunggu ya, jangan lihat!” kataku sambil mencoba membangun sebuah istana pasir. Pusingku sudah agak mereda sedikit

 

“memangnya ada apa oppa?” Sohee coba mengintip.

 

“jangan lihat! Tutup matamu!” perintahku

 

“aish, ne, aku nggak liat.” Sohee menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Memang, dia menutup matanya, tapi aku tau dia sedikit mengintip == dasar anak ini.

 

“jangan coba-coba mengintip! Kalau mengintip mati kau, Nanti kukasih aba-aba, baru buka mata.”

 

“nee.. arasseo” kata Sohee, sekarang dia benar-benar menutup matanya rapat-rapat.

 

“aigoo~ memangnya ada apa sih oppa? lama sekali, aku buka mata ya..” kata Sohee.

 

“chamkkanman, sebentar lagi..” kataku.

 

Beberapa saat kemudian.

 

“buka matamu” perintahku, Sohee pun membuka matanya perlahan.

 

“tarrraaaa~!! Hehehe~ istana pasir untukmu! Saengil chukkae hamnida nae babo chingu^^” Kataku sambil memperlihatkan istana pasirku dengan bangga. (readers: idiih istana pasir doang bangga :p)

 

“istana apa nya? Cuma gundukan pasir ditumpuk-tumpuk kok =3” kata Sohee sambil memperhatikan benda yang ‘kusebut’ istana pasir itu. dasar! Bukannya muji ==

 

“aish jinjja! Hargai aku dong -,- susah payah tau buatnya” aku mengerucutkan bibirku. Dan kemudian berdiri.

 

“huahahah XD oppa ngambek ya?” kata Sohee sambil tertawa dan ikutan berdiri.

 

“ugh!” aku memalingkan wajahku dari pandangannya.

 

“hehehe~ jangan marah ya oppa, bercanda kok^^ gumawoyo youngminnie oppa~^^” kata Sohee sambil menoel-noel *bahasa apa nih? ==* pinggangku dengan siku nya.

 

“huahaha, kena kau! siapa yang marah? hoho” kataku sambil menjulurkan lidahku.

 

“haish oppa~ == kukira marah beneran”

 

“babo :p, oiya, cari kerang yuk!” ajakku.

 

“huahaha! Kajja!” Kami pun mencari kerang sambil main air, akhirnya baju kami pun basah semua.

 

 

 

“oppa! aku dapat banyak nih~” kata Sohee.

 

“nado!” kataku.

 

Chakkaman! ige mwoya? Tiba-tiba tubuhku sempoyongan, aku pusing, sangat pusing. Semakin lama kepalaku semakin terasa pusing. Kenapa sih? Pusing nya datang pada saat yang tidak tepat terus? Tahaaan.. aku tidak boleh kelihatan lemah di hadapan Sohee.

 

“oppa! kau bertambah pucat, kau kenapa?! pasti kau kedinginan, bajumu basah” kata Sohee cemas.

Hampir saja tubuhku ambruk, tapi Sohee menahannya. Sohee pun mengajakku duduk. Aku menyandarkan kepalaku dibahunya. Kepalaku sangat sakit sekarang.

 

“oppa, kita kembali kerumah sakit ya, biar kutelfon Dongho oppa.” baru saja Sohee mengeluarkan handphonenya.

 

“jangan, aku mau disini saja” aku menahan tangan Sohee yang mau mengambil handphonenya.

 

“tapi.. kau sudah benar-benar pucat seperti mayat oppa”

 

“seperti mayat? Enak saja..” kataku sambil menjulurkan lidahku iseng.

 

“jebal, kita pulang ke rumah sakit aja ya” Sohee menarik-narik lengan bajuku.

 

“sirheo” youngmin oppa menggelengkan kepalanya

 

“ta.. tapi.. oppa, aku takut oppa, lebih baik kita kerumah sakit ya” suaranya sudah mulai bergetar. Sohee menangis.

 

“aigoo~ uljima” aku mengumpulkan tenagaku untuk menegakkan kepalaku dari bahunya. Perlahan aku menegakkan kepalaku dari bahunya.

 

“Aku takut terjadi apa-apa denganmu oppa. hiks” Sohee menangis sesenggukan. Apa yang sudah kulakukan? Aku sudah membuatnya menangis.

 

“sudahlah. Aku yang sakit kenapa kau yang nangis sih? Nan gwenchana.” aku mengelus puncak kepalanya.

 

“aku takut kehilanganmu oppa~ hiks nanti siapa lagi yang mau memarahiku dan menjitakku setiap hari? hiks” dia menundukkan kepalanya.

 

“jadi cuma karena itu kau takut kehilanganku? Pabo! ==”

 

“bu.. bukan itu saja!” raut muka Sohee sudah mulai serius.

 

“jadi? Karena apa lagi?”

 

“karena.. karena aku menyukaimu!!” kata Sohee. Mwo? Jadi dia..

 

Tiba-tiba Sohee menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

 

“babo.. apa yang kukatakan tadi?! x3″ kata Sohee kepada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya pelan

 

“Sohee-ya, kau.. kau menyukaiku ya?” tanyaku.

 

“a..aniyo~”

 

“kau jangan membohongiku” aku menatap matanya.

 

“eh? i.. itu? aku.. aish, iya sih.. tapi aku mau kita tetap berteman seperti biasanya, lupakan saja ya?”

 

“mana mungkin bisa seperti itu? setelah mendengarnya mana mungkin bisa dianggap teman lagi”

 

-end of Youngmin POV-

 

Sohee POV

 

“karena.. karena aku menyukaimu!!” pekikku. Omo! apa yang kukatakan barusan?!

 

Reflek aku menutup mulutku dengan kedua tanganku.

 

‘glek’ aku menelan ludahku.

 

“babo.. apa yang kukatakan tadi? x3″ kataku lirih sambil memukul kepalaku pelan.

 

“Sohee, kau.. kau menyukaiku ya?” tanya Youngmin oppa tiba-tiba.

 

‘DEG’

 

Tepat sasaran.

 

“a.. aniyo~”

 

“kau jangan membohongiku” youngmin oppa menatap mataku dalam, kalau begini aku tidak bisa berbohong lagi.

 

“eh? i.. itu? anu.. aku.. aish, iya sih.. tapi aku mau kita tetap berteman seperti biasanya, lupakan saja kata-kataku tadi ya?” kataku.

 

“mana mungkin bisa seperti itu? setelah mendengarnya mana mungkin bisa dianggap teman lagi”

 

Geurae, karena berteman, kami selama ini bisa jadi sedekat ini, haaah! babo! aku sudah mengahancurkan semuanya! Pasti youngmin oppa akan menjauhiku. Aigoo~ Sohee, neomu paboyo! Aish jinjja! Ottoke? Dia pasti akan menjauhiku T.T

 

“Sohee..  kita..”

 

“stop! Jangan katakan! Aku tidak mau mendengarnya! Kau pasti tidak mau berteman denganku lagi kan? Aku sudah tau itu..”

 

“ani! Ternyata kita saling menyukai!”

 

“eh?!” apa yang kudengar ini semua benar? apa aku sedang bermimpi? C’mon~ sadarlah Sohee.. ini pasti mimpi.

 

-TBC-

 

Hohohoho x)

 

Akhirnya selesai juga chapter 4, author bikinnya selama 1 jam 14 menit XD jadi mian kalo aneh, bela-belain buatnya pas UH susulan Matematika di kertas bekas coret-coret UH, terus baru diketik di kompi XD

 

Gyahahah XD gimana readers?^^

Aneh, gaje, jelek, ngebosenin?

 

Apapun comment kalian, kasih tau ya^^ komen kalian sangat berarti (?) buat author^^kalau bisa di like juga ya XD *plak!*

 

Gumawo^^

My love is back *Chapter 3*

6 Apr

Title : My Love Is Back *Chapter 3*

Author : Amira Deani a.k.a Yoon Sohee

Rating : Tentuin sendiri aja yaaah~^^

Genre : Romance, Comedy (0,0000000000001%), Sad (tapi nggak berasa)

Main Cast:

 

-Yoon Sohee (gak boleh protes loh~ :p)

-Jo Kwangmin

Other Cast:

-Shin Dongho/Yoon Dongho (anggap aja marganya Dongho itu ‘Yoon’ yah^^ soalnya disini dia jadi oppanya author =3)

-Lee Hyerin

-Kim Hyeyoung (ntar muncul di chapter 3^^)

-Park Hyinjae (ntar muncul di chapter 3^^)

-Yoon Aechan (OC)

-Jo Youngmin

-No Minwoo

-Lee Jeongmin

-Shim Hyun Seong

-Kim Donghyun

Yoon Sohee itu Author, Kwangmin punya author, Cerita punya author, yang lain di obral xP *pletak!*

 

Annyeong readers~!!! x) *muncul dari balik tirai(?)*

Anaenya Kwangmin datang lagi!! pasti pada rindu kan sama author tercinta ini kan?! XD (readers: nggak~ :p)

Nah, ini chapter ke-3 nya^^ Jeng! Jeng! (?) soal judul, ntar kalo ngikutin ceritanya sampai part akhir, pasti ngerti kenapa aku ngasih judulnya my love is back^^

 

Oh iya, disini tema ff nya sad, tapi author nggak ngerti gimana cara bikin readers kebawa sama ceritanya, jadi mian kalau sad nya nggak berasa ><.></.>

 

 

ini murni dari isi kepala aku~ jadi mungkin aja FF ini gaje, karena otak aku yang emang gaje (?) + aku masih author amatiran T.T *nangis di bawah shower*

 

oh iya, mian kalau misalnya ada kesamaan nama, adegan, kata-katanya atau apapun^^

mohon yang udah baca meninggalkan jejak ^^ jejak-jejak kalian sangat berarti buat author (?)

 

SIDERS~!!!!! Pergi aja kelaut, disumpahin jadi kolor lu :p *digebukin*

 

NO PLAGIATOR~!!

 

adu du duh~ gak tau mau ngomong apa lagi ==a

 

Yasudlah, HAPPY READING ALL!! ^^

———————————————————————————————————————-

 

 

 

Sohee POV

 

Hari ini, aku berangkat diantar dengan Dongho oppa, Youngmin oppa tidak mengantarku hari ini, tadi pelayannya menelfonku, katanya Youngmin oppa sedang sakit parah.

 

“hati-hati ya~^^ ingat jangan ceroboh” Dongho oppa mengusutkan rambutku.

 

“ne, ne, aku tau, annyeong oppa^^” aku turun dari mobil Dongho oppa.

 

“annyeong~^^” jawab Dongho oppa.

 

Sesampainya di depan gerbang sekolah, aku langsung bertemu dengan hyerin.

 

“Sohee-ya, mana youngmin oppa?”

 

“kata pelayannya, dia sedang sakit, nanti sepulang sekolah, aku mau menjenguknya, kau ikut?”

 

“ahh.. mian, aku ada jadwal kursus T.T”

 

Tiba-tiba..

 

“haha, tumben-tumbennya youngmin sunbae tidak mengantarmu, apa kau sudah menuruti perintahku kemarin untuk menjauhinya?” chorong sunbae mengahampiriku bersama teman-temannya.

 

“ani, aku bukan menjauhinya kok^^ kami masih berteman dekat, youngmin oppa sakit, karena itu dia tidak bisa mengantarku, tapi kalau dia sembuh aku pasti pulang pergi sekolah bersamanya lagi^^” kataku apa adanya.

 

“mwo?!” chorong sunbae menarik kerah bajuku.

 

“w..wae?” tanyaku takut-takut.

 

“ya! jangan sentuh Sohee!!” kata hyerin dengan tampang sadis. Chorong sunbae melepaskan genggamannya dari kerah bajuku terasa tangannya itu bergetar, apa dia takut? huahaha

 

“kajja! kita pergi.” Kata chorong sunbae kepada teman-temannya dan kemudian pergi. Pasti mereka takut dengan Hyerin XD huahahah~ tentu saja hyerin kan pemegang sabuk hitam taekwondo, juara pancak silat plus juara merpati putih (?)

 

Aku dan hyerin saling berpandangan sebentar dan kemudian tawa kami lepas mengingat wajah chorong yang ketakutan.

 

*****

‘tok tok tok..’ aku mengetuk pintu rumah youngmin oppa. tapi tidak ada jawaban.

 

‘tok tok tok tok tok tok tok tok!!!’ aku mengetuk pintu sekeras mungkin sambil meneriaki nama youngmin oppa.

 

“oppa!!! youngmin opppaaa!!!!!” tiba-tiba ada seorang namja berambut blonde membukakan pintu. Aku tidak sadar kalau pintu nya sudah dibuka, jadinya aku malah mengetuk kepala youngmin oppa.

 

“ya! appo!!! Sudah berapa kali aku katakan, Kenapa nggak pencet bel aja sih?” pekik youngmin oppa.

 

“mianhaeyo oppa ._. aku lupa kalau rumahmu punya bel^^” aku menggaruk-garuk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

 

“babo! == padahal kau sudah sering main kesini. Yasudah, Kajja! Kita masuk..” aku pun masuk ke dalam rumah youngmin oppa. dirumah youngmin oppa hanya ada kami berdua, appanya sedang pergi keluar negeri dan pelayan-pelayan nya sudah pergi dari jam 2 siang tadi (author: sebenarnya ini alasan author aja biar rumahnya kosong terus bisa berduaan sama youngmin xp *plak!*)

 

“oppa, pelayanmu bilang kau sedang sakit, memangnya kau sakit apa?”

 

“err.. aku.. eung-” youngmin oppa kelihatan ragu menjawabnya “-tadi pagi kepalaku sakit, jadi aku tidak pergi kesekolah^^ tapi sekarang aku sudah baikan kok, tenang saja” katanya. Aku langsung menatap youngmin oppa dengan tatapan menyelidik.

 

“ya! wae? Jangan menatapku seperti itu, menakutkan tau”

 

“oppa nggak bohong kan?”

 

“a..ani, aku nggak bohong kok” Youngmin oppa mengibaskan kedua tangannya.

 

Aku melihat sesuatu di meja tamu, sepertinya itu boneka, sejak kapan youngmin oppa main boneka? o.o

 

“ohh, yasudah, oh iya, itu boneka teddy siapa? oppa masih main boneka ya? o.o” tanyaku sambil menunjuk sebuah boneka teddy kecil yang hanya sebesar kotak pensil.

 

“babo! enak saja == aniyo, aku mau memberikannya kepada yeoja yang sangaaaat kusukai”

 

‘jleb!’

 

Yeoja yang dia sukai? Ternyata youngmin oppa sudah menyukai yeoja lain? ini adalah sebuah pukulan untukku. Huua! Hatiku hancur T.T (backsound: olga-hancur hatiku XD) pupus sudah harapanku (author: najong ih kata-katanya ==/readers: kan lu yang nulis -___-).

 

“ohh.. begitu.” kataku lesu.

 

“ng, karena kau sudah disini, gimana kalau kita main game? Aku punya video game baru” kata youngmin oppa

 

“jinja?! woooaaa! Kajja! Kita main! ^o^” kataku bersemangat. Hehe, kalau soal game, aku bisa lupa segalanya.

 

“giliran main aja, semangat ==”

 

“uhh, biarin == ppali, aku mau main, hihi”

 

ketika youngmin oppa mencoba menghidupkan playstationnya tiba tiba ia memegangi kepalanya seperti menahan sakit. Youngmin oppa yang tadinya berdiri langsung ambruk, lututnya menyentuh lantai.

 

“oppa! gwenchana?!” tanyaku panik dan langsung berlari kearah youngmin oppa.

 

“g..gwenchana..” jawab youngmin oppa.

 

Tiba-tiba..

 

‘tes.. tes..’

 

“oppa! lihat! Kau mimisan! Ayo kedokter.” Youngmin oppa segera mengambil tisu, dan mengelap darah yang mengalir itu, tapi darahnya masih tetap mengalir

 

“a.. ani^^ gwenchanayo~ cuma pusing sedikit kok, mungkin ini karena aku kelelahan, aku kekamar sebentar ya, kau tunggu disini, ara?”

 

“arasseo.” Kataku. Perasaanku tidak enak youngmin oppa kenapa ya?

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

Ketika aku mau menghidupkan playstation, tiba-tiba kepalaku terasa pusing, dan sendi-sendi ku terasa sakit dan ngilu, aish jinjja! Kenapa disaat ada Sohee gejala penyakitku kambuh? Aigoo~ Pusing sekali..

 

“oppa! gwenchana?!” tanya Sohee panik dan langsung berlari kearahku.

 

“g..gwenchana..” jawabku terbata-bata, aku masih sangat pusing.

 

Tiba-tiba..

 

‘tes.. tes..’ darah menetes dari hidungku.

 

“oppa! lihat! Kau mimisan! Ayo kedokter.” aku mengambil tisu dan mengelap darah yang mengalir dari hidungku, tapi darahnya juga tidak mau berhenti.

 

“a.. ani^^ gwenchanayo~ cuma pusing dikit kok, mungkin ini karena aku kelelahan, aku kekamar sebentar ya, kau tunggu disini, ara?” aku langsung berjalan kekamarku, aish, sendi di lututku benar-benar terasa sakit, tapi aku memaksakan berjalan ke kamarku.

 

“arasseo.” Kata Sohee.

 

Sesampai nya dikamar, aku langsung mengobrak abrik laci yang ada di meja belajarku, aku sedang mencari obat, ahh! babo! aku lupa minum obat, jadi kambuh deh gejalanya.

 

“aigoo, dimana sih?” aku mengobrak abrik laci ku.

 

“nah! Ketemu!” aku pun menemukan obat itu. aku langsung meminum obat itu dan kemudian berbaring sebentar di tempat tidur untuk menghilangkan rasa sakitnya.

 

‘cklek’ pintu kamarku terbuka.

 

“oppa~” kata Sohee yang sedang berdiri di dekat daun pintu dan kemudian dia menutup pintu kamarku.

 

“kan sudah kubilang, tunggu di ruang tv. Jangan kesini” kataku. Aku tidak mau dia melihatku seperti ini.

 

Sohee berjalan kearahku dan kemudian duduk di tepi tempat tidur, aku masih berbaring, kepalaku masih pusing.

 

“aku takut sendirian disana oppa. kalau ada setan gimana :3” katanya.

 

“haha, dasar bodoh.” Aku mengusutkan rambutnya pelan.

 

“aish~ ==, oppa sebenarnya sakit apa sih?” tanya Sohee.

 

‘DEG’

 

Aku harus jawab apa? Tidak mungkin kan aku jujur, aku takut kalau aku jujur dia malah akan menjauhiku.

 

“aku tidak sakit apa-apa, cuma kelelahan sedikit kok, mian membuatmu khawatir.” Aku merubah posisiku yang tadinya berbaring menjadi bersandar di kepala tempat tidur.

 

“kurom, oppa istirahat ya, cepat tidur. aku pulang saja. Annyeong^^” Sohee yang tadinya duduk di tepi tempat tidur langsung berdiri.

 

“ya! chamkkanman!” aku menahan tangannya.

 

“waeyo oppa?” Sohee menoleh kearahku.

 

“Jebal, jangan pulang, tetaplah disini.” Ntah kenapa tiba-tiba aku merasa ingin di dekat Sohee terus.

 

“tapi oppa harus istirahat. Nanti kau bisa sakit.”

 

“siapa bilang? aku sehat-sehat aja kok, niiih~ huph” Aku berusaha turun dari tempat tidur.

 

“Kajja! Kita main game^^” tambahku sambil menarik Sohee ke ruang tv. Syukurlah, pusingku sudah hilang.

 

-end of youngmin POV-

 

Sohee POV

 

“ya! chamkkanman!” Youngmin oppa menahan tanganku.

 

“waeyo oppa?” aku menoleh ke arah youngmin oppa

 

“Jebal, jangan pulang, tetaplah disini.” Youngmin oppa memohon. Yaampun, aku baru sadar kalau wajahnya pucat sekali.

 

“tapi oppa harus istirahat. Nanti kau bisa sakit.”

 

“siapa bilang? aku sehat-sehat aja kok, niiih~ huph” Youngmin oppa turun dari tempat tidur

 

“Kajja! Kita main game^^” Youngmin oppa menarikku ke ruang tv, hmmm.. kayaknya ada yang youngmin oppa sembunyikan, tapi apa ya? :3 ahh molla ==

 

“ne^^ tapi biarkan aku menang ya oppa :p”

 

“sirheo! ==”

 

“ahhh~ arasseo -,-”

 

*di skip aja ya, takut kepanjangan^^*

 

Setelah selesai main game, youngmin oppa lagsung mengantarkanku pulang dengan motornya, awalnya aku menolak dan menyuruh youngmin oppa istirahat saja dirumah, tapi dia yang memaksa mengantarkanku. Yaudah, aku nurut aja, dia sangat keras kepala ._.

 

Sesampainya didepan pagar rumahku, aku langsung turun dari motor youngmin oppa.

 

“besok kan hari sabtu, temani aku main basket ya.” kata youngmin oppa.

 

“arasseo, di lapangan biasa kan?”

 

“ne, jam 8 ya, awas kalau kau tidak datang, mati kau”

 

“aish, aku tau == Sekarang oppa pulang lah” kataku.

 

“ya! kau mengusirku? =3=”

 

“aniyo! Tapi sekarang sudah jam 11 malam oppa~ sudah terlalu malam, bahaya kalau kau jalan sendirian, jalan kan sepi. Makanya, cepat pulang sana” Kataku.

 

“baiklah”

 

“kurom, aku masuk dulu ya, annyeong youngminnie oppa~^^” aku pun langsung pergi ke dalam rumah. Tiba-tiba…

 

“chamkkanman!” youngmin oppa menarik tanganku.

 

“ne?” aku berbalik kearah youngmin oppa dan..

 

‘CHU~’ youngmin oppa mencium pipiku.

 

“annyeong jumuseyo~^^ aku pulang ya, annyeong” kata youngmin oppa sambil mengusutkan rambutku.

 

“n.. ne, annyeong~” jawabku tergagap-gagap kayak ajis gagap yang lagi niruin rapp nya kwangmin *plak!* kemudian youngmin oppa tersenyum kecil dan menghidupkan mesin motornya lalu pergi.

 

“ta.. tadi itu apa?” aku memegangi pipiku sambil mengerjapkan mataku.

 

“hihi^^” aku tersenyum kecil dan kemudian masuk kedalam rumah. Sesampainya di dalam.

 

“nona Sohee, lama sekali kau pulang” suara ini..

 

“Aechan?! Ya! sopan sedikit! Panggil aku onnie!”

 

“sirheo, kau tidak pantas dipanggil onnie wlek! :p”

 

“grrrrr.. anak ini!!!”

 

“sudahlah, jangan cari masalah denganku, aku ngantuk, kunci pintu ya..” aechan berlalu meninggalkanku, dia berjalan ke kamarnya sambil menyeret boneka teddy besarnya. Aish jinjja! Yang cari masalah itu siapa sih? Dia menyebalkan -,- benar-benar tidak sopan. Padahal mood-ku sedang bagus tadi, tapi dihancurkan dengan aechan.. aish -,-

 

Aku berjalan kekamarku dan kemudian aku melihat ada seekor kucing yang berjalan kearahku.

 

“minhee?^^” nde, ini kucing persiaku, ini pemberian youngmin oppa pada saat aku ulang tahun dulu^^

 

“meongg..” minhee mengeong dan aku menggendongnya.

 

“kau merindukanku ya? nado bogosshippo minhee-ya” kataku sambil berbaring di tempat tidur dan mengelus kucing itu.

 

“meongg~^^”

 

“kau tau tidak? Tadi youngmin oppa mencium pipiku! Huuua! itukan hal yang biasa dilakukan orang yang sedang pacaran >< aku senang sekali~~” aku memeluk minhee erat.

 

“meeoong!!! Meong meonggg meoonnggg!!!!!!! (sesaak!!!!! Lepaskan aku babo!!!!! (?))” pekik minhee *kerjaan baru author, penerjemah bahasa kucing (?)*

 

“hoho, pelukanku terlalu erat ya? mianhae^^” aku mengelus kucing itu.

 

“meonggg.. meooongg meong meong meonggg == (aku menderita punya majikan sepertimu ==)”

 

“sudah malam ayo tidur.. kajja!” aku mengendong minhee ke tempat tidur kecilnya yang ada disebelah tempat tidurku, kemudian aku mengganti bajuku lalu tidur.

 

*****

-paginya-

 

“huuuaahhhmm~” aku bangun dan kemudian menoleh kearah jam.

 

“MWO?! jam 8.02?! aku telat janjian!!” pekikku.

 

“ada apa sih? Pagi-pagi ribut-ribut?” kepala aechan timbul dari balik pintu kamarku.

 

“kenapa kau tidak membangunkanku?! Aku ada janji tau!”

 

“habisnya, kau tidur seperti orang mati”

 

“aigoo~” aku berlari kearah kamar mandi dan seperti kebiasaanku setiap hari, aku terpeleset di depan pintu kamar mandi, tapi kali ini daguku lecet =3= (fakta: kejadian ini terjadi 2 hari yang lalu xD)

 

“appo~” rengekku.

 

“sudah berapa kali  kukatakan? Kalau mau masuk kamar mandi hati-hati, dasar babo! ceroboh :p aku malu punya saudara perempuan sepertimu ==” ledek Aechan

 

“ya!! grrrr!! Awas kau ya!!! lihat saja nanti!!!! Kukadukan pada omma!!!”

 

“gak takut weeeek :p” aechan menjulurkan bibirnya dan kemudian pergi. Ugh! Anak itu!!

 

Aku buru-buru mandi dan setelah itu aku memakai pakaianku dengan cepat juga.

 

“aku pergi ya~” aku mengambil roti yang ada dimejaku kemudian memasukkannya sekaligus kemulutku.

 

“ohok ohok!” aku tersedak.

 

“pelan-pelan babo! ige~” Aechan memberikan segelas susu untukku. Aku meminum susu itu dan tiba-tiba Aechan

menempelkan plester di daguku. Aku sedikit bingung dengan tingkahnya.

 

“dagumu lecet kan? Nih~^^”

 

“wuuuaa~ kemajuan, tumben kau baik? O.o kau kerasukan apa?”

 

“yee! Yasudah kalau nggak mau dibaikin!=3=”

 

“haha.. bercanda, gumawo aechan-ahh^^- ” aku mencium pipinya “-aku pergi dulu ya, annyeong~ jangan lupa kasih makan minhee!” kataku sambil memasang sepatuku dan pergi. Aish! aku terlambat.

 

“aish!! jangan cium aku!!! =o=”

 

“hihi^^” aku Cuma tersenyum kecil, kadang-kadang anak itu manis juga.^^

 

*****

Sesampainya di lapangan..

 

“annyeong youngmin oppa!!!^o^” teriakku dari pinggir lapangan. Youngmin oppa menembakkan bolanya ke ring dan kemudian menoleh ke arahku

 

“ne, annyeong” youngmin oppa berjalan kearahku.

 

“kau sudah lama disini?” tanyaku.

 

“ani, baru 15 menit yang lalu.”

 

“wuaaa.. tapi keringatmu sudah banyak ya.” kataku.

 

“eh? dagumu kenapa?” youngmin oppa memegangi daguku yang sudah diplester.

 

“ige? Ahh.. lecet oppa, tadi buru-buru, jadinya aku jatoh pas mau masuk ke kamar mandi^^ hehe” aku menggaruk-garuk kepalaku.

 

“dasar ceroboh! == sekarang masih sakit?” tanya youngmin oppa.

 

“aniyo~^^ Cuma lecet dikit kok oppa”

 

“yasudah, lain kali hati-hati ya.” Youngmin oppa mencubit hidungku.

 

“aigoo~ oppa terlalu mengkhawatirkanku, seperti namjachinguku saja”

 

“si.. siapa bilang? Aku sama sekali tidak menghawatirkanmu kok, ngapain juga aku menghawatirkan yeoja bego :p”

 

“aish, untung aja moodku sedang bagus, kalau nggak, sudah kujadikan kau makanan minhee ==”

 

“wuuuu~ aku takut :p” ledek Youngmin oppa.

 

“ihhh! oppa jahat banget sih?!” aku memelototkan mataku.

 

“aduh, mataku perih, jangan melotot seperti itu 😛 bikin mataku perih tau”

 

“ugggh~!”

 

‘gretek!’ aku mengepalkan tanganku.

 

“hehe, jangan marah ya, kau yang sudah jelek bisa bertambah jelek nanti” kata Youngmin oppa.

 

“mwo?!?! aish jinjja! aku mau pulang saja =3=” aku mengerucutkan bibirku.

 

“hahaha, aniyo, bercanda^^ huahahah XD” tawa youngmin oppa lepas karena berhasil membuatku marah == dasar!

 

Tunggu, aku merasa ada yang ganjal, kenapa youngmin oppa dari kemarin semakin pucat ya?

 

“eh? youngminnie oppa, kenapa semakin hari kau semakin pucat? kau juga bertambah kurus. Jangan tutupi apapun dari ku, kau sakit ya?” Kataku lagi.

 

“jeongmal? Ahh.. mungkin perasaan mu saja. Aku sehat-sehat saja kok, buktinya aku bisa bermain basket sekarang. Kau tenang saja, ara?”

 

“arasseo..” jawabku. Tapi.. kenapa aku tidak percaya ya?

 

“oppa, kau pasti haus kan? Nih, aku membawakanmu orange juice. *‘glek’ author lagi puasa T.T*” Aku menyodorkan orang juice itu ke youngmin oppa.

 

“gumawoyo Sohee-ya” youngmin oppa mengambil orange juice itu sambil tersenyum dan mengelus kepalaku pelan.

 

“cheonmaneyo oppa^^”

 

“aku mau main lagi, hehe, kalau bolanya keluar lapangan, kau yang kejar ya”

 

“aish, bilang saja kau menyuruhku menemanimu main basket supaya aku bisa jadi…”

 

“tukang ambil bola :p” youngmin oppa memotong kata-kataku.

 

“ugh! =3=” aku menekuk wajahku.

 

“huahahah! XD jangan pasang tampang gitu dong! XD jelek tau! Huahahah XD”

 

“enak aja!! Yang jelek itu begini~” aku makin memperjelek raut wajahku.

 

“huahahah!! jelek!! XD” youngmin oppa tertawa sambil memegangi perutnya.

 

“hoho, lebih jelekan yang ini XD” youngmin oppa juga ikut memperjelek raut wajahnya.

 

“phuahahah!! XD jelek banget!! Youngmin oppa emang dasarnya udah jelek xp”

 

“apa katamu? ==”

 

“hehe, peace oppa ._.v yasudah, ppali! Main sana, biar aku yang tangkap bolanya^^”

 

“hoho, akhirnya mau juga”

 

Ketika youngmin oppa mau menembakkan bola ke ring tiba-tiba saja dia memegangi kepalanya seperti kemarin. Bola itu terjatuh dari tangannya, tubuh youngmin oppa ambruk.

 

“oppa! kau kenapa?!” teriakku dari pinggir lapangan dan kemudian lari ke youngmin oppa. aku bisa melihat ada darah lagi yang keluar dari hidungnya.

 

“a..appo..” youngmin oppa merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya.

 

“oppa! bertahanlah!” kataku

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

“aku mau main lagi, hehe, kau tunggu disini” Kataku kepada Sohee.

 

“ne oppa^^”

 

Ketika aku menembakkan bola ke ring, tiba-tiba saja kepalaku terasa pusing seperti kemarin tapi.. yang sekarang terasa sangat sakit. Aku tidak pernah merasa sesakit ini, persendianku sakit semua, perutku juga terasa nyeri.

 

“oppa! kau kenapa?!” Sohee berlari kearahku. Aish, aku tidak mau dia melihatku seperti ini.

 

“a..appo..” aku tidak bisa menahannya, aku merintih kesakitan ketika aku merasa ada yang menusuk-nusuk kepalaku dan aku juga merasa ada cairan kental berwarna merah yang keluar dari hidungku.

 

“oppa! bertahanlah!” kata Sohee.

 

“So.. Sohee..” perlahan kesadaranku menghilang. Semuanya semakin lama semakin gelap . . . .

 

-end of Youngmin POV-

 

Sohee POV

 

“So.. Sohee..” Youngmin oppa memanggil namaku lirih. Aku melihat youngmin oppa menutup matanya perlahan, dia pingsan. Ya tuhaaan, apa yang sedang terjadi?

 

Aku langsung menelfon Dongho oppa, ketika dia mendengar bahwa youngmin oppa pingsan dia langsung bergegas kesini dan membawa youngmin oppa ke rumah sakit. Aku ikut mengantarkan youngmin oppa.

 

Tuhaaan… kumohon jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk.

 

 

*****

aku menunggu Youngmin oppa di depan ruangan dimana youngmin oppa sedang ditangani oleh dokter.

 

aku takut…  sangat takut…

 

aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Youngmin oppa, aku takut dia akan meninggalkanku, aku takut kalau nanti dia tidak tau bagaimana perasaanku padanya. ottoke? Aku berusaha menahan agar aku tidak menangis, tapi akhirnya air mataku jatuh juga, aish.. kenapa aku jadi cengeng begini?

 

“Sohee.. uisa sedang menanganinya di dalam, tenanglah..” Dongho oppa mencoba menenangkanku, dia menarikku ke bahunya dan kemudian mengelus bahuku pelan.

 

“bagaimana aku bisa tenang? Yang di dalam itu youngmin oppa, orang yang sangat penting untukku, hiks” kataku sambil menangis.

 

-end of Sohee POV-

 

Dongho POV

 

Aku melihat Sohee menangis, aku benar-benar tidak tega jika melihat seorang yeoja menangis, apa lagi kalau yeoja itu Sohee, yeodonsaeng ku sendiri.

 

“Sohee.. uisa sedang menanganinya di dalam, tenanglah..” aku mencoba menenangkannya sambil mengelus  bahunya pelan.

 

“bagaimana aku bisa tenang? Yang di dalam itu youngmin oppa, orang yang sangat penting untukku, hiks” katanya sambil menangis. Pipinya sampai memerah karena dia menangis. Sebegitu pentingkah youngmin untuk Sohee? Aku tau Sohee sangat menyukai youngmin, walaupun dia menutupinya, tapi aku tau, karena aku oppanya. Aku juga tau youngmin juga menyukai Sohee, tapi mereka berdua saja yang bodoh tidak mau saling jujur.

 

“sssssttt.. uljima~” tanganku yang tadinya di bahunya naik ke kepalanya, aku mengelus kepalanya pelan.

Tiba-tiba seorang namja berbaju putih keluar dari ruangan dimana youngmin ditangani, ne, itulah uisa yang tadi menangani youngmin. wajah Sohee langsung berubah sumringah ketika uisa itu keluar.

 

-end of Dongho POV-

 

Sohee POV

 

Tiba-tiba seorang namja berbaju putih keluar dari ruangan dimana youngmin oppa ditangani, ne, itulah uisa yang tadi menangani youngmin oppa. aku langsung menghapus air mataku dan wajahku berubah senang karena akhirnya uisa itu keluar, tapi.. kenapa raut wajah uisa itu seperti itu? jebal~ semoga tidak terjadi yang aneh-aneh.

 

“uisa, bagaimana keadaannya?” aku mendekat ke arah uisa itu.

 

“ng.. apa disini ada keluarganya atau orang terdekatnya?” tanya uisa itu.

 

“nan!” seru Dongho oppa.

 

“kalau begitu ikut keruangan saya. Ada yang mau saya bicarakan.” Kata uisa itu.

 

“ne, Sohee-ya, kau tunggu disini ya^^” kata Dongho oppa sambil mengusutkan rambutku pelan.

 

“hm^^” aku menganggukkan kepalaku.

 

Setelah sekian lama kami menunggu Dongho oppa akhirnya dia datang juga, tapi.. kenapa wajahnya murung begitu ya? apa terjadi sesuatu yang buruk? Ahh.. ani ani, semoga saja tidak.

 

“oppa, otte?” tanyaku sambil menarik lengan baju Dongho oppa pelan. Dongho oppa menggelengkan kepalanya pelan.

 

“aku tidak tau bagaimana cara mengatakannya padamu, Sohee-ya”

 

“memangnya ada apa? Ppali, Malhaebwa~”

 

“Youngmin, dia..”

 

-TBC-

 

Penasaran apa yang terjadi dengan Youngmin? XD tunggu chap selanjutnya^^

Hoho, aku bakalan lanjutin FF nya kalo misalnya yang like udah lewat 10 xP phuahahahah!

RCL ya 😉 please~ jangan like doang T.T comment juga ya^^ Author butuh banget comment dari readers^^

oh iya, mungkin FF ini chapternya sampai belasan, mian ya kepanjangan T.T gpp kan readers?

 

itu aja deh yang mau aku kasih tau^^

Gumawo^^ *bow*

My love is back *Chapter 2*

6 Apr

Title : My Love Is Back *Chapter 2*

Author : Amira Deani a.k.a Yoon Sohee

Rating : Tentuin sendiri aja yaaah~^^

Genre : Romance, Comedy (0,0000000000001%), Sad (tapi nggak berasa)

Main Cast:

 

-Yoon Sohee (author xD)

-Jo Kwangmin

Other Cast:

-Shin Dongho/Yoon Dongho (anggap aja marganya Dongho itu ‘Yoon’ yah^^ soalnya disini dia jadi oppanya author =3)

-Lee Hyerin

-Kim Hyeyoung

-Park Hyinjae

-Yoon Aechan (OC)

-Jo Youngmin

-No Minwoo

-Lee Jeongmin

-Shim Hyun Seong

-Kim Donghyun

 

Yoon Sohee itu Author, Kwangmin punya author, Cerita punya author, yang lain di obral xP *pletak!*

 

Annyeong readers~!!! x) *muncul dari balik tirai(?)*

Anaenya Kwangmin datang lagi!! pasti pada rindu kan sama author tercinta ini kan?! XD (readers: nggak~ :p)

 

Nah, ini chapter ke-2 nya^^oh iya, soal judul, kalau misalnya kalian ngikutin ceritanya, ntar pasti ngerti kenapa aku ngasih judul ‘my love is back’^^

ini murni dari isi kepala aku~ jadi mungkin aja FF ini gaje, karena otak aku yang emang gaje (?) + aku masih author amatiran T.T *nangis di bawah shower*

 oh iya, mian kalo ada kesamaan adegan, nama tempat atau apapun^^

mohon yang udah baca meninggalkan jejak ^^ jejak-jejak kalian sangat berarti buat author (?)

SIDERS~!!!!! Pergi aja kelaut, disumpahin jadi kolor lu :p *digebukin*

NO PLAGIATOR!!!

 

adu du duh~ gak tau mau ngomong apa lagi ==a

Yasudlah, HAPPY READING ALL!! ^^

———————————————————————————————————————-

Youngmin POV

“kira-kira, alunan musik yang dimainkannya seperti apa oppa?” tambahnya.

“eumm, gimana ya? seperti..” baru saja aku mau bermain piano, tiba-tiba..

‘teng ting teng teng teng ting treeeeng.. tingining ning ning treeeng~’ tiba-tiba terdengar alunan musik, dan ini alunan… Revolutionary Etude – Chopin!!!! (author: anggap aja bunyinya gitu ya, jangan protes. *plak!*)

Ja.. jangan jangan..

Aku dan Sohee saling berpandangan sebentar dengan wajah yang sudah ketakutan.. dan..

1.. 2.. 3…

“huuuuuaaa!!!!” aku berteriak.

“kyaaaaaa!!!!!!” Sohee juga berteriak.

“Aku belum mau matiiiii!!!!!!!” pekikku bersama sohee serempak.

“se.. setaan, jangan bunuh kami~” kataku gemetaran.

Alunan musik itu masih terdengar sampai sekarang.

Tiba-tiba, Sohee memegang sakunya..

“kok getar ya?” kata Sohee.

Sohee merogoh sakunya dan mengeluarkan handphonenya. Dan dia memperhatikan LCD handphonenya

“ahhh~ ternyata tadi itu handphone ku yang bunyi oppa ._.” katanya.

‘GDUBRAKKK!!!’

Sial, padahal aku sudah benar-benar ketakutan tadi -,- niatnya tadi aku menakutinya, tapi kenapa malah aku ikutan takut siih? Memalukan.

-end of Youngmin POV-

Sohee POV

“ahhh~ ternyata tadi itu handphone ku yang bunyi oppa._.” aku melihat layar LCD ku dan ternyata ada telfon dari Aechan. ahh, aku lupa, ringtone handphone ku kan Revolutionary Etude – Chopin huahaha.

“ahh! dasar~ aku udah benar-benar ketakutan tau! Ngapain sih masang ringtone yang begituan? ==”

“suka suka aku dong :p oh iyaa.. telfon nya kuangkat dulu ya^^” aku pun menekan tombol hijau yang ada di handphone ku.

“yoboseyo~?” kataku kepada orang yang diseberang sana.

“YA!!! KAU DIMANA!! CEPAT PULANG!!!!!” pekik aechan, aku sedikit menjauhkan handphone ku dari kupingku, teriakannya keras sekali.

“ya!!! sopan sedikit!!!” balasku.

Tiba-tiba..

‘bak buk buk gdebuk gdubrak krontangg tang tang!!’ terdengar suara rusuh dari seberang sana.

“yoboseyo..” suara seseorang diseberang sana.

“lho? Dongho oppa? mana aechan tadi?”

“ohh.. dia sudah kuamankan”

——

(author: aechan’s condition now)

“mmmmhhhhh!!!” pekik anak itu.

“sssstttt, diaam~”

“mmmhhhh! Mmm! Rrrmmmmm!!!!” ternyata aechan mulutnya disumpel pake’ kain (?)

“sssssssssttttttt! Berisik” desis Dongho sambil memberikan death glarenya. akhirnya aechan yang hobi tereak-tereak 100 oktaf (?) itupun diam

——

“oh iya, kau ada dimana sekarang? Sudah malam! Cepat pulang! Tidak baik yeoja keluar sendirian malam-malam”

“mianhaeyo oppa.. aku masih disekolah sekarang.”

“mwo?! Kenapa masih disana?! dengan siapa?!”

“dengan youngmin oppa, tadi aku terkuci di ruangan musik”

“dengan… youngmin?” tanya Dongho oppa heran.

“hahaha XD dengan youngmin sunbae ya?^^ yasudah, pulang nya lamaan sedikit saja ya^^” tiba-tiba terdengar suara hyerin.

“hyerin? Sedang apa kau dirumahku?” tanyaku. Aku jadi curiga o.o belakangan ini dia dekat dengan dongho oppa.

“tadi Dongho oppa yang mengajakku kesini^^”

“oppa? Sejak kapan kau memanggil Dongho oppa dengan sebutan oppa? biasanya kau memanggilnya Dongho sunbae :3”

“ehhhmmm.. itu.. errr.. apa salahnya? Kami kan sudah lama kenal == oh iya, berikan telfon ku kepada youngmin sebentar, ada yang mau kukatakan”

“ne..” jawabku kepada Hyerin yang ada diseberang.

“youngmin oppa! Hyerin mau menelfonmu” aku memberikan handphone ku kepada youngmin oppa dan youngmin oppa pun mengambilnya.

“yoboseyo?” kata youngmin oppa. tiba-tiba wajah youngmin oppa memerah.

“m..mwo?! ada-ada saja kau ini..” kata youngmin oppa lagi.

“ta..tapi.. Ya!!!” pekik youngmin oppa. ada apa sih?

‘tut tut tut’ telfonnya ditutup.

-end of Sohee POV-

Youngmin POV

“youngmin oppa! Hyerin mau menelfonmu” Sohee menyodorkan handphonenya kepadaku  dan aku pun mengambilnya.

“yoboseyo?” kataku kepada Hyerin yang ada diseberang

“hoho, sunbae kau sedang berduaan dengan Sohee ya? kalian ngapain aja? Hoho.. jangan-jangan.. o.o”

“m..mwo?! ada-ada saja kau ini..” kataku.

“hahah, bercanda^^ oiya, pulangnya lamaan aja, ajak Sohee jalan-jalan dulu, dia pasti senang kalau jalan-jalan denganmu^^ hehe.. sudah dulu ya, annyeong^^”

Sohee senang? Maksudnya apa sih? -,-

“ta..tapi.. Ya!!!”

‘tut tut tut’ telfonnya ditutup. Dasar! Dia hobi sekali menutup telfon sembarangan -,-

-end of Youngmin POV-

Sohee POV

“oppa, kajja! Kita pergi dari sini” aku menarik lengan youngmin oppa pelan.

“wae?”

“aku takut disini oppa, apa lagi karena mendengar cerita oppa tadi”

“huahahah! cerita tadi bohongan tau”

“ne, tapi merinding juga disini T.T”

“tenanglah, tidak ada apa-apa disini.^^ ada aku kok”

Tiba-tiba..

‘Krotaaaaaanggg!! Traaanggg!!!!!’ terdengar suara barang terjatuh, itu apa ya? o.o

“a..ahhhh baiklah, kita pulang” kata youngmiin oppa dengan tampang takut-takut.

“oh iya mau jajan es krim? Biar kutraktir.” Tawar youngmin oppa.

“oppa yang traktir? Tumben-tumbennya kau baik.”

“yaudah kalau nggak mau :p” youngmin oppa berniat meninggalkanku

“aish, bercanda oppa.. hihi” aku langsung menarik tangannya.

“kurom, kajja!”

*****

Youngmin oppa pun membeli es krimnya, aku menunggu di taman yang tidak jauh dari tempat youngmin oppa membeli es krim. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya youngmin oppa datang dengan membawa dua buah es krim.

“nih..” youngmin oppa menyodorkan sebuah es krim vanilla kepadaku. Dan dia ambil yang coklat.

“oppa, aku mau yang coklat” kataku sambil menunjuk-nunjuk es krim youngmin oppa.

“yaudah, nih..” youngmin oppa memberikan es krimnya kepadaku.

Baru aja youngmin oppa mau menjilat es krim nya, tapi langsung kutahan.

“eiiitsss! Chamkkanman!” kataku.

“ada apa lagi? -,-”

“kayaknya yang vanilla lebih enak deh oppa^^ tukeran lagi dong!”

“aish jinjja! Nih! Awas kalau mau tukeran lagi”

“ahh~ gumawo^^” aku mengambil es krim itu dan langsung menjilatnya. Kami memakan es krim sambil jalan-jalan di taman itu. tiba-tiba youngmin oppa memegangi kepalanya dan jalannya sempoyongan.

“oppa, kau kenapa?”

“ahh, aniyo^^” jawab youngmin oppa, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu, ahh molla.

“oppa, aku boleh tanya sesuatu tidak?”

“tentu.”

“eungg, aku boleh tau tidak? Yeoja.. err.. yeoja ideal oppa seperti apa? Cuma mau tau aja kok”

“eumm.. ok.. aku suka yeoja pastinya bertolak belakang darimu :p” kata youngmin oppa sambil menekankan suaranya di kata terakhir.

“kok gitu sih ngomongnya? ==”

“aku kan Cuma bilang yang sebenarnya, siapa coba’ yang mau sama yeoja serampangan, ceroboh, babo, dan lamban sepertimu? Aigoo~ sama sekali bukan tipeku :p”

“kalau gitu tipe idealku juga bertolak belakang darimu!!” balasku.

“syukurlah, aku terhindar musibah :p” youngmin oppa menjulurkan lidahnya.

“ugghhhh!” aku menghentakkan kakiku dan  langsung melahap es krim ku cepat-cepat karena kesal. Youngmin oppa senang sekali menghancurkan mood ku ==

“haha.. bercanda, jangan marah ya” youngmin oppa mengusutkan rambutku.

“aigoo~ kepalaku pusing @_@” kataku sambil memegangi kepalaku. Ini pasti karena aku makan es krim buru-buru

“babo! makan es krim jangan cepat-cepat begitu! Mukamu belepotan tuh!” kata youngmin oppa.

“jinja? ahh, akan kubersihkan” baru saja aku mau membersihkannya dengan tanganku, tapi tiba-tiba youngmin oppa menahan tanganku.

“jangan, tanganmu bisa kotor.” youngmin oppa pun membersihkannya. Omo! >< wajah youngmin oppa sangat dekat dengan wajahku!

‘glek’

Aish jinjja! Aku berdebar lagi kan.. aigoo~ youngmin oppa, jangan buat aku semakin menyukaimu.

“selesai” youngmin oppa menurunkan tangannya dari wajahku. Aku masih menatapi wajahnya yang sangaaaaat dekat dengan wajahku. Aku terus menatapinya..

‘DEG’

tatapan kami bertemu. Lamaaa sekali, babo! kenapa aku menatapnya seperti tadi? Tatapannya jadi ketemu kaaaan! >< aku langsung menggelengkan kepalaku cepat.

“mi..mianhae..” kataku.

“gwenchana..” youngmin oppa langsung memalingkan wajahnya cepat.

‘bruuukkkk!’ ada seorang anak kecil yang menabrakku, es krim yang kupegang tadi, jatuh ke bajuku.

“aigoo~ mianhae nuna, aku tidak sengaja” kata anak itu sambil membungkukkan badannya.

“gwenchanayo^^ lain kali hati-hati ya..” kataku sambil mengelus kepala anak itu.

“kamsahamnida nuna^^, oh iya kalian pacaran ya?”

‘blush’ aku tau sekarang wajahku seperti kepiting rebus, aku menoleh ke arah youngmin oppa. wajahnya juga memerah.

“m..mwo?! a.. ani” kataku sambil mengibas-ngibaskan tangan kananku.

“lalu, kenapa dari tadi kalian jalan sambil berpegangan tangan terus?”

Aku menoleh ke tangan kiriku youngmin oppa juga menoleh ke tangan kanannya, ah benar.. aku tidak sadar dari tadi kami berpegangan tangan. Reflek aku menarik tanganku, youngmin oppa juga melakukan hal yang sama.

“ti.. tidak kok. Siapa yang pegangan?” Kata kami serentak.

“jinja? kalian mesra sekali lo^^”

“siapa yang mesra sama babo yeoja ini? :p” ledek youngmin oppa.

“mwo?! Kok ngomongnya begitu?!” aku mendelik kearah youngmin oppa.

“kau kan memang babo”

“ihh!! Aku benci youngmin oppa >

“bagus deh, aku nggak bertepuk sebelah tangan”

“ugghhh!” aku mau memukul kepalanya.

“yee, nggak sampai! :p” youngmin oppa menahan kepalaku dengan telapak tangannya. Aish! dia tinggi sekali =3=

“huahahah! sayang sekali ya, padahal kalian sangat serasi^^”

“serasi apanya? Aku tidak mau dianggap serasi dengan sibodoh ini”

“mwo?! Grrrrr! Neo jinjja!!!” aku menendang tungkai youngmin oppa, habisnya, nggak bisa jitak kepalanya sih :3 yaudah kakinya aja.

“appo!!” pekik youngmin oppa.

“oh ya, aku harus pulang, annyeong^^” kata anak itu dengan tampang tak bersalahnya dan pergi.

“huahahahah XD anak itu bodoh ya, menganggap kita pacaran, padahal kan kita cuma teman dekat.”

“kau yang bodoh, mana dia tau kita pacaran atau tidak, yang jelas kalau misalnya seorang namja jalan dengan seorang yeoja, pasti orang berfikir kalau mereka lagi pacaran, lagi pula, kenapa kau pegang-pegang tanganku?”

“bukan aku yang pegang kok, aku saja tidak tau kalau kita pegangan tangan tadi =3=”

“yasudah, sekarang kita bersihkan noda es krim yang ada di seragammu, kajja!” youngmin oppa menarik tanganku.

“ani, aku bersihkan dirumah saja.”

“kalau kau bersihkan nodanya dirumah, nodanya pasti sudah kering duluan, nanti bisa membekas, besok baju ini masih di pakai kan?”

“iya juga sih..”

“kurom, kita bersihkan di dekat keran sana, kajja!” aku mengikuti youngmin oppa. sesampainya di dekat keran youngmin oppa langsung mengeluarkan sapu tangannya dan membasahkan sapu tangannya dengan air keran itu.

“buka rompi mu” perintah youngmin oppa.

“mwo?! Ma.. mau apa kau?!” reflek aku menyilangkan kedua tanganku di depan dadaku.

“babo! jangan berpikiran yang macam-macam, aku Cuma mau bersihin rompinya kok.”

“ohh, baiklah” kataku sambil membuka rompiku, youngmin oppa pun membersihkan noda itu sampai hilang dengan sapu tangannya.

“oppa, kemejaku juga kena noda es krimnya nih, ottoke?” aku noda di kemeja putihku yang tepat di dekat dadaku.

“yasudah, sini” youngmin oppa pun membersihkan noda itu.

Omo! i..ini..?! HUAAAAAA!

“eh? i.. ini? oppa!!!! da… dada?! >

“mi.. mian, aku tidak sengaja, bersihkan sendiri sana!” youngmin oppa melemparkan sapu tangannya kearahku.

“aku tunggu di dekat motor. Ppali!” youngmin oppa langsung berlari ke tempat dimana motornya diparkir.

Huuuuaaaa!! >< malu sekali.

*****

Youngmin oppa mengantarkanku pulang. Sesampainya di depan pagar rumahku aku langsung turun.

“gumawo oppa” kataku..

“cheonmaneyo, sudah ya, aku pulang annyeong” ucap youngmin oppa dan kemudian dia melajukan motornya. Huuaaa~ suasana antara aku dan youngmin oppa jadi aneh gini karena accident ‘mengelap noda (?)’ tadi T.T

Akupun langsung masuk kedalam rumah. Aku langsung naik ke lantai dua menuju kamarku dan kemudian tidur

-TBC-

Otte? XD

Ambur adul? Aneh? Gaje? Jelek? XD

Mian kalau FF nya kurang memuaskan, karena author lagi bikin FF ini dalam keadaan bad mood, terus aku masih author amatiran, jadi nggak tau gimana cara bikin FF yang bagus T.T *nangis darah*

Yasudlah, pokoknya comment ya^^

Gumawo^^ *bow*

My love is back *Chapter 1*

6 Apr

Title : My Love Is Back *Chapter 1*

Author : Amira Deani a.k.a Yoon Sohee

Rating : Tentuin sendiri aja yaaah~^^

Genre : Romance, Comedy (0,0000000000001%), Sad (tapi nggak berasa)

Main Cast:

 

-Yoon Sohee (gak boleh protes loh~ :p)

 

-Jo Kwangmin (ntar muncul kok^^ tunggu aja)

 

Other cast :

-Shin Dongho/Yoon Dongho (anggap aja marganya Dongho itu ‘Yoon’ yah^^ soalnya disini dia jadi oppanya author =3)

-Lee Hyerin

-Kim Hyeyoung

-Park Hyinjae

-Yoon Aechan (OC)

-Jo Youngmin

-No Minwoo

-Lee Jeongmin

-Shim Hyun Seong

-Kim Donghyun

Yoon Sohee itu Author, Kwangmin punya author, Cerita punya author, yang lain di obral xP *pletak!*

 

Annyeong readers~!!! x) *muncul dari bawah tempat tidur (?)*

Anaenya Kwangmin muncul~! XD *dilemparin tomat/tomatnya author masukin ke kantong (?)*

ini FF pertama aku yang cast nya boyfriend, hoho, author lagi suka-sukanya nih sama boyfriend uwuwuwu :*

oh iya, di FF ini, anggap aja Youngmin sama Kwangmin itu BUKAN SODARAAN ya^^

 

Heheh~

 

ini murni dari isi kepala aku~ jadi mungkin aja FF ini gaje, karena otak aku yang emang gaje (?) + aku masih author amatiran T.T *nangis di bawah shower*

oh iya, mian kalau misalnya ada kesamaan nama, adegan, kata-katanya atau apapun^^

mohon yang udah baca meninggalkan jejak ^^ jejak-jejak kalian sangat berarti buat author (?)

SIDERS~!!!!! Pergi aja kelaut, disumpahin jadi kolor :p *digebukin*

 

NO PLAGIATOR!

adu du duh~ gak tau mau ngomong apa lagi ==a

Yasudlah, HAPPY READING ALL!! ^^

———————————————————————————————————————-

Sohee POV

“Yoon Sohee! ireona, ppaliwa ireona!” Aechan menarik selimutku. Aechan itu adikku, dia masih TK tapi sudah bertindak seperti orang dewasa, dia sangat menyebalkan ==, jarang sekali dia memanggilku dengan sebutan onnie tapi aku sangat menyayanginya^^

 

“eungg.. 5 menit lagi ya jagi” aku menarik selimutku lagi.

 

“ya! youngmin oppa udah nungguin dibawah tau!” pekiknya.

 

“palingan bohong kayak kemaren :P” aku menyembulkan kepalaku dari selimut dan kemudian masuk lagi (?)

 

“ahhh~ dasar pemalas!” Aechan keluar dari kamarku. Kan benar,dia pasti bohong. Hehe.

 

Tiba-tiba..

 

“SOHEE-YA!!! PPALIWA IREONA!!!!” pekik seorang namja sambil loncat-loncat di tempat tidurku.

 

“youngmin oppa?” ahh, ternyata youngmin oppa memang sudah menungguku ==

 

“ppali! Ireona!” Youngmin oppa mengguncangkan tubuhku.

 

“aaa~ sebentaaar saja”

 

‘GDEBUUUK!’ youngmin mendorongku dari atas kasur. Tega T.T

 

“ya! appo~!” pekikku sambil mengelus pantatku yang sakit.

 

“makanya, cepat bangun, mandi sana”

 

“aish, nde.. aku mandi ==”

 

 

*****

“Omma, appa, aku pergi ya” kataku sambil memakai sepatuku.

 

“ne, hati-hati ya, oiya, nanti omma dan appa pergi keluar kota, mian, mungkin omma tidak bisa ada pada saat kau ulang tahun nanti.”

 

“ahh~ gwenchanayo, kan ada Dongho oppa, Youngmin oppa, Hyerin”

 

“namaku kok nggak disebut? ==” kata aechan tiba-tiba.

 

“kau selalu menyusahkanku :p”

 

“mwo?! Apa katamu?! Sohee Babo!” pekik Aechan. Dasaaaar! Tidak sopan -,-

 

“ya! jangan seenaknya sebut namaku seperti itu! setidaknya aku lebih tua 8 tahun darimu!” kataku.

 

“udah-udah kau ini sudah besar masih kelahi dengan anak TK!” omma memarahiku. Dongho oppa Cuma menggelengkan

kepalanya melihat tingkahku

 

“bweeeek!” aechan mencibirku. Anak ini ==

 

“Aechan! Cukup!” omma memarahi aechan juga, hehe.

 

“bweeek!” aku membalas mencibir aechan.

 

“yasudah, ppali! youngmin udah nunggu tuh”

 

“annyeong omma^^”

 

“ne, annyeong, hati-hati ya^^”

 

“hm” aku menganggukan kepalaku dan kemudian pergi kearah youngmin oppa.

 

“kajja!” aku menaiki motornya. Youngmin oppa langsung melajukan motornya

 

 

*****

@sekolah

Ahhh~ aku malas sekolah hari ini, ngantuk.. hwaa… malah gak enak badan lagi karena tidur kemaleman, lemeeesss~ =o= tunggu dulu, kenapa belakangan ini wajah youngmin oppa pucat sekali? Dia sakit ya?

 

“oppa, kenapa oppa pucat sekali?”

 

“ahh, aniyo, perasaanmu saja mungkin”

 

“jeongmal? Tapi belakangan ini kau benar-benar pucat oppa. wae? Oppa sakit ya?” aku memegangi kening youngmin oppa, dan sedikit berjinjit karena dia lebih tinggi 10 cm dariku.

 

“aku.. eung.. aku merasa baik-baik saja kok^^”

 

“baguslah.” kataku

 

“cepat masuk sana! Kau nggak mau telat kan?” perintahnya.

 

“aish, ne oppa” aku pun menuju ke gedung sekolahku dan youngmin oppa langsung melajukan motornya ke SMU nya

Oh iya, kalian pasti penasaran youngmin oppa itu siapa ku? (readers: nggak tuh :p)

 

Well, Youngmin oppa adalah sahabat oppaku sejak SD dulu, ketika dia kelas 2 SD, aku masih TK, jarak umur kami 2 tahun^^ aku lumayan dekat dengannya, karena itu aku bisa memanggilnya dengan sebutan oppa. Sebenarnya aku sangat menyukainya bahkan sangat mencintainya mungkin, hahaha.. Kalau dihitung-hitung, sudah sekitar 9 tahun aku menyukainya^^ lama kan? Hahah.. tapi aku sama sekali tidak punya keberanian untuk menyatakannya. Aku memang pengecut.

 

Belakangan ini aku sering pulang pergi sekolah bersamanya, katanya sih, dia ‘DIPAKSA’ oleh Dongho oppa untuk mengantar dan menjemputku kesekolah == coba saja itu keinginannya sendiri aku pasti senang.

 

“ya! Sohee-ya” panggil seorang yeoja

 

“ne.^^” kataku sambil menoleh kearah yeoja itu dan yeoja itu ternyata hyerin, nah kalau dia sahabatku sejak TK dulu, Dari TK sampai sekarang kami masuk sekolah yang sama, kami juga terus sekelas^^.

 

“diantar youngmin sunbae lagi ya?” goda hyerin sambil menyikut lenganku. Hyerin tau kalau aku menyukai youngmin oppa, Cuma dia yang tau.

 

“hmm, ne^^ hohoho”

 

“waaah, senangnya, apa saja yang kalian bicarakan dijalan? Ada perkembangan?”

 

“sama sekali tidak, batas hubungan kami seperti dulu-dulu saja.” Kataku sambil menundukkan kepalaku.

 

“tenang.. suatu hari nanti pasti kau bisa mendapatkannya, FIGHTING!^^” hyerin mengepalkan tangannya sambil menyemangatiku.

 

“heheh, gumawo hyerin-ahh~^^” kataku.

 

*****

Yeeiii! Akhirnya jam pulang sekolah^^ (readers: cepet banget thor ==)

Aku bisa melihat Youngmin oppa lagi^^.

Baru saja aku mau ke depan pintu gerbang untuk menemui youngmin oppa, tapi tiba-tiba ada 7 orang yeoja yang menahanku, mereka menyebut geng mereka dengan sebutan A-pink. Oh iya, mereka semua sudah kelas 3, jadi mereka itu seniorku.

 

“mau apa kalian?” tanyaku takut-takut. Tentu saja aku takut, hampir setiap hari mereka menindasku T.T padahal dulu, pada saat Oppaku masih bersekolah di SMP ini, mereka tidak berani menindasku, karena Dongho oppa ketua osis.

 

“kau dijemput youngmin sunbae lagi ya?” tanya chorong sunbae, leader mereka.

 

“n.. ne..” kataku.

 

“sudah berapa kali kukatakan! Jauhi dia! Dia milikku seorang!” chorong sunbae menamparku. Well, youngmin oppa alumni SMP ini, jadi wajar saja kalau masih ada tersisa fangirlnya disini. Tapi chorong sunbae lah yang paling gila ==

 

“appo~” kataku sambil memegangi pipiku.

 

“makanya! Jangan mendekatinya lagi!” pekik chorong sunbae sambil mendorongku.

 

“aku tidak mendekatinya kok, aku cuma pulang pergi sekolah bersamanya itu saja, kau salah paham..” kataku.

 

“masih melawan! Girls! Seret dia!” kata chorong sunbae, apa kubilang.. aku disiksa lagi T.T.

 

Mereka menyeretku ke ruangan musik dan menyiksaku disana, ada yang menjambakku, menamparku, ada juga memukuliku.

 

“aigoo~ kasian, appo?” kata namju sunbae salah satu anggota dari a-pink.

 

Aku cuma bisa menganggukkan kepalaku pelan.

 

“makanya! Jangan ganggu Youngmin ku!” kata chorong sunbae.

 

“sudah ku bilang, aku tidak..”

 

‘plak!’ kali ini chorong sunbae menampar ku lagi.

 

“pokoknya! Aku tidak mau tau, besok jangan dekat-dekat dengan youngmin sunbae lagi!” pekik chorong sunbae.

 

“sudah! Kita tinggalkan dia disini!” kata chorong sunbae.

 

“tidak apa kita tinggalkan dia disini?” tanya naeun sunbae, yeoja berparas imut yang sebenarnya ganas o.o.

 

“hahah, kau tenang saja, palingan subuh besok penjaga sekolah menemukannya, kajja!” kata chorong sunbae, aku yang masih terkulai lemas cuma bisa mendengarkan percakapan mereka.

 

“bye bye Sohee~ awas kalau kau mengadukan hal ini!” chorong sunbae bersama teman-temannya keluar dari ruangan musik dan kemudian mengunci pintunya dari luar.

 

“andwae, jebal~ buka pintunya..” kataku berjalan kearah pintu itu. aku mendengar suara tawa mereka dari luar ruangan musik, ottoke? T.T aku harus minta tolong kemana?

 

“jebal! Bukakan pintunya~” aku memukul-mukul pintu itu. suara mereka tidak terdengar lagi, apa mereka sudah pergi? Aahh~ siapa yang akan mengeluarkanku dari sini? Semua orang kan sudah pulang, apa aku baru bisa keluar ruangan ini subuh besok?

 

“jebal, siapapun tolong aku!” pekikku dari ruangan itu.

 

“buka pintunya!!” tapi sama sekali tidak ada jawaban, aku putus asa, tubuhku langsung merosot kelantai, akupun menekuk lututku dan menenggelamkan wajahku disana, aku menangis.

 

“ottoke? Omma~” kataku sambil menangis.

 

Tiba-tiba..

 

Braaaaaakkkk!!!’ ada seseorang yang mendobrak pintu.

 

“Sohee-ya!” pekik orang itu.

 

“y..youngmin oppa?”

 

“aigoo~ gwenchana?” youngmin oppa mendekat kearahku dan merapikan rambutku yang sudah kusut.

 

“hm, hiks” aku menganggukkan kepalaku pelan tapi masih terisak.

 

“uljima..”

 

“tadi, aku takut sekali disini sendirian.. hiks”

 

“tenang, kan sudah ada aku” youngmin oppa memelukku dan mengelus kepalaku pelan.

 

‘DEG’

 

Omo! seumur hidup youngmin oppa tidak pernah memelukku >< huua! Jantung ku berdetak cepat, aku harap youngmin oppa tidak mendengarnya. Aku langsung melepaskan pelukan itu pelan.

 

“kenapa oppa bisa tau aku disini?” tanyaku.

 

“Dari tadi aku mencari mu di setiap ruangan, pas aku lewat di dekat ruang musik, aku mendengar teriakanmu dari sini.

Teriakanmu itu keras sekali!” Jelas youngmin oppa.

 

“gu.. gumawo oppa~” kataku.

 

“siapa yang melakukan ini semua padamu?” tanya youngmin oppa.

 

“nggak ada kok^^ tadi itu, aku kekunci diruangan musik karena tadi aku sedang mencari dompetku nah, pas lagi nyari, penjaga sekolah tidak tau kalau aku di dalam, kekunci deh..” kataku berbohong, tiba-tiba youngmin oppa menatap mataku dalam dan menatapku dingin.

 

“kau bohong” katanya.

 

“memangnya apa pedulimu?”

 

“tentu saja aku peduli! Karena kau itu….” kata-kata youngmin oppa terputus.

 

“ne?” tanyaku.

 

“karena.. eungg..”

 

“wae?” tanyaku penasaran.

 

“karena.. karena kau itu bodoh”

 

‘pletak!’ aku mendaratkan tanganku di kepalanya.

 

“sakit tau!” omel youngmin oppa.

 

“enak saja mengataiku bodoh == memang apa hubungannya?” tanyaku. Aish, padahal aku mengharapkan jawaban yang lain.

 

“lupakan!” kata youngmin oppa.

 

“kenapa tidak telfon aku?!?!” tanya youngmin oppa sambil marah-marah.

 

“hehe.. aku lupa kalau kau punya handphone” aku menggaruk-garuk kepalaku yang sama sekali tidak gatal.

 

“babo!” youngmin oppa menjitak kepalaku.

 

“aish, appo~ oppa tega sekali T.T” youngmin oppa sejak dulu hobi sekali menjitakku ==

 

“huahahah! muka jelek! jangan pasang ekspresi gitu dong~” tawa youngmin pecah.

 

“huuh~ =3=” aku mengerucutkan bibirku.

 

“eh, ada piano, temani aku main piano sebentar, kajja!” youngmin oppa menarik tanganku kearah piano itu.

Aku pun duduk disebelahnya dan memperhatikannya yang sedang bermain piano, omona! Dia bertambah tampan kalau sedang bermain piano >< Sohee, tenang, tenang, jangan seperti ini. aku menikmati setiap nada yang dimainkannya, youngmin sunbae bermain piano sambil bernyanyi.

 

‘trenggg… ting.. *kayak donghyun pas di UCC XD*’ youngmin sunbae mengakhiri permainan pianonya.

 

“wuaaa! daebak! ^o^” aku menepuk kedua tanganku.

 

“choayo^^?”

 

“ne, nomu nomu nomu choooaaaayo!!! >

 

“syukurlah kalau kau suka~” youngmin oppa mengelus kepalaku pelan. Omo! Aku yakin sekarang jantungku sudah meledak (?) (readers: tapi kok masih idup thor?/author: saya gak tau ._. *ditimpuk readers*)

 

“aku juga mau coba main sunbae^^” kataku.

 

“memangnya kau bisa?”

 

“ahh~ jangan meremehkanku-,- aku ini profesional, sana minggir.” Kataku.

 

“arasseoyo miss. Yoon :p” ledek youngmin sunbae dengan nada yang dibuat-buat, youngmin oppa pun beranjak dari bangku itu, sekarang aku yang duduk di bangku itu.

 

“kumulai ya~^^”

 

“ppali! == lama sekali”

 

“haaaahh~” aku menarik nafasku pelan dan kemudian membuangnya. Dengan penuh penghayatan (?) aku memulai permainanku

 

Dan permainan piano Yoon Sohee dimulai!! Jeng jeng jeng jeng~!!! *ala bethoven virus*

 

Hana..

 

Deul..

 

Set..

 

“Tinky winky.. dipsy.. lala.. po^^..” aku memainkan lagu teletubies.

‘GDUBRAAAAK!!’

 

“jadi Cuma itu yang kau bisa? ==” .

 

“begitulah^^” kataku.

 

“itu bukan pianist profesional namanya”

 

“oppa tau tidak! Aku susah payah mempelajari lagu teletubbies barusan, walaupun satu bait, tapi itu penuh perjuangan oppa ”

 

“gyahahahah XD penuh perjuangan katamu?!” tawa youngmin sunbae lepas.

 

“memangnya salah?!”

 

“salah sih nggak, Cuma bego” ledek youngmin oppa.

 

‘gdubraaakkk!!’

 

“apaan sih?! Seharusnya oppa berinisiatif untuk mengajariku, bukan malah meledekku =3=”

 

“kapan kapan kuajari deh..” youngmin oppa mencubit pipiku sambil tersenyum.

 

“janji?” aku mengacungkan kelingkingku.

 

“ne, janji, bawel ah”

 

“kait kan dulu kelingking oppa dikelingkingku” kataku.

 

“apa perlu seperti ini? == babo”

 

“ppali! Kait kan kelingking oppa ya, ya, ya ya^^” paksa ku.

 

“aish ne! == aigoo~ aku merasa bodoh sekali ==” youngmin oppa pun pasrah dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku

 

“oh iya, jam berapa sekarang?” tanya youngmin oppa.

 

“eung.. sekarang jam 7 lewat 18 menit 17 detik.. sekarang udah 18 detik.. 19 detik.. 20..” *fakta: terkadang author emang babo kayak gini XD*

 

“jangan sedetail itu babo!” youngmin oppa menjitak kepalaku.

 

“appo~ T.T oppa hobi sekali menjitak kepalaku” aku memegangi kepalaku.

 

“salah sendiri, kenapa terlalu bodoh!”

 

“tapi kan aku bisa bertambah bodoh kalau kepalaku dipukul terus”

 

“ahh.. ne, ne~ mianhaeyo.” Youngmin oppa mengelus bagian yang dijitaknya tadi (author: aduuh, enak nih dielus youngmin, readers cemburu kan XD hayoo ngaku!/readers: *asah golok*)

 

-end of Sohee POV-

 

Youngmin POV

 

“oh iya, jam berapa sekarang?” tanyaku kepada Sohee.

 

“eung.. sekarang jam 7 lewat 18 menit 17 detik.. sekarang udah 18 detik.. 19 detik.. 20..” kata Sohee sambil menghitung dengan jarinya, aigoo~ yeoja ini benar-benar babo == tapi menurutku justru itu sisi manisnya^^

 

“jangan sedetail itu babo! ==” aku menjitak kepalanya.

 

“appo~ T.T oppa hobi sekali menjitak kepalaku” dia memegangi kepalanya.

 

“salah sendiri, kenapa terlalu bodoh!”

 

“tapi kan aku bisa bertambah bodoh kalau kepalaku dipukul terus”

 

“ahh.. ne, ne~ mianhaeyo.” Aku mengelus bagian yang kujitak tadi, hahahah, kasian juga sih dia..

 

“oh iya, Sohee, kau tau tidak? Katanya ruangan musik ini angker loh o.o” kataku dengan ekspresi yang menyeramkan. Hahah, aku mau menakutinya, kira-kira reaksinya gimana ya?

 

“jeongmal? Kenapa bisa oppa? nan mollasso.” tanyanya penasaran.

 

“jadi, dulu ada seorang siswa SMP ini, dia meninggal terbunuh ketika bermain piano yang itu.” kataku sambil menunjuk piano yang ada disebelah Sohee. Perlahan dia menjauh dari piano itu dan mendekat kearah ku. jadi dia benar-benar takut? Hahaha XD padahal kan ceritaku bohong, polos sekali, dia benar-benar percaya.

 

“katanya setiap orang yang berada malam-malam diruangan musik ini, pasti tidak ada yang selamat” tambahku.

 

“y..yang benar oppa? merinding nih T.T” Sohee memegang lengan ku erat.

 

“ne, anak itu suka sekali memainkan lagu ‘Revolutionary Etude – Chopin’ dengan piano itu, katanya setiap malam, terdengar alunan musik piano dari ruangan musik ini” tambahku.

 

“oppa~ a.. aku takut” tangannya yang memegang lenganku mulai bergetar.

 

“kira-kira, alunan musik yang dimainkannya seperti apa oppa?” tambahnya.

 

“eumm, gimana ya? seperti..” baru saja aku mau bermain piano, tiba-tiba..

 

‘teng ting teng teng teng ting treeeeng.. tingining ning ning treeeng~’ tiba-tiba terdengar alunan musik, dan ini alunan… Revolutionary Etude – Chopin!!!! (author: anggap aja bunyinya gitu ya, jangan protes. *plak!*)

 

Ja.. jangan jangan..

 

Aku dan Sohee saling berpandangan sebentar dengan wajah yang sudah ketakutan.. dan..

 

1.. 2.. 3…

 

“huuuuuaaa!!!!” aku berteriak.

 

“kyaaaaaa!!!!!!” Sohee juga berteriak.

 

-TBC-

 

Huahahah~ bagaimanakah nasib kedua babon itu? *plak!*

Ralat:

Bagaimanakah nasib Youngmin dan Sohee?

 

Tunggu chap selanjutnya ^^

Otte? xD

Gaje? Aneh? Jelek? xD

Mian >< aku masih amatiran T.T *nangis darah* terus mian juga karena FF nya kepanjangan T.T

Please~ comment ya^^ comment para readers bisa ngebantu author^^

Gumawo^^

 

Hello world!

6 Apr

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Design a site like this with WordPress.com
Get started