Ada enam timbangan yang membantu diri kita membentuk suatu pemahaman: self-concept (konsep diri), objectives (tujuan), obligations (kewajiban), sentiments (sentiment), ideals (hal – hal ideal), dan experiences (pengalaman) atau disingkat menjadi SOOSIE. Katz menamakan enam timbangan tersebut sebagai “unsure – unsure yang mempengaruhi interpretasi seseorang terhadap keadaan.
Timbangan self-concept bekaitan dengan sikap Anda terhadap diri sendiri, tentang orang macam apa yang Anda yakini adalah Anda. Self-concept Anda menentukan apa yang Anda harapkan dari diri sendiri dalam suatu keadaan yang memerlukan pemecahan.
Timbangan objectives berhubungan dengan apa yang ingin Anda capai pada keadaan tertentu. Kita akan mewaspadai dan lebih menaruh perhatian terhadap hasil dari suatu keadaan yang menawarkan peluang untuk mempermudah pencapaian sesuatu yang sedang kita tuju.
Timbangan obligations berkaitan dengan apa yang Anda pikir orang lain harapkan dari Anda dalam keadaan tertentu. Ketika pandangan atau pemikiran pihak lain yang terlibat dalam keadaan itu penting bagi kita, kita akan menaruh perhatian lebih pada apa yang mereka harap kita pikirkan, ucapkan, atau lakukan dalam keadaan tersebut.
Timbangan sentiments menentukan pilihan, perasaan, emosi, pendapat, kesetiaan, prasangka, rasa suka dan tidak suka Anda terhadap individu atau kelompok tertentu, yang terbentuk dalam diri Anda bersama dengan waktu. Sekadar menyebut kebangsaan, profesi atau lingkaran persahabatan seseorang saja telah cukup untuk memicu pandangan positif atau negatif tentang orang tersebut.
Timbangan ideals berhubungan dengan cara Anda berpikir bagaimana seharusnya orang – orang bersikap dan bagaimana seharusnya sesuatu terjadi. Seperti kita memiliki model yang kita gunakan untuk membentuk diri sendiri, banyak di antara kita juga memiliki model yang kita harapkan digunakan oleh orang – orang lain sebagai dasar pemikiran dan pola perilaku mereka.
Timbangan experiences berkaitan dengan harapan Anda tentang bagaimana para individu atau kelompok benar – benar bersikap dalam keadaan tertentu. Dengan bertambahnya usia dan kian beragamnya pengalaman hidup, kita mendapat lebih banyak kesempatan untuk menguji patokan yang telah kita bentuk tentang bagaimana seharusnya sesuatu terjadi. Bersama dengan patokan ini, kita membentuk pengharapan berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh kenyataan kepada kita tentang bagaimana orang benar – benar bersikap dalam keadaan tertentu.
Ditulis dalam Pengetahuan