[REQUEST] INNOCENT KILL



Tittle : Peterpan
Author : L near
Genre : Hurt
Cast : Kim Jongin, Ahn Yoo Ah
Subcast : other.
Note : cerita ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri. Maaf jika ada perkataan yang menyinggung dan membuat readers tidak nyaman.
‘Tinkerbell’
sudah 2 bulan berlalu setelah insiden cidera di kaki yang membuat lelaki bernama lengkap Kim Jongin itu tak dapat menari.
Kai, begitulah teman-teman disekolah memanggilnya, ia adalah pria yang ramah dengan kecintaan dan bakat yang menonjol dalam bidang dance,balet dan tarian lainnya. Ia adalah calon idola yang akan bersinar di panggung hiburan kpop nantinya, mungkin aku adalah fans pertamanya.
Hari itu aku melihatnya untuk pertama kalinya, bibirnya terus-menerus mengucapkan kata maaf tanpa letih. Sahabat kecilku ini menangis karena tak dapat menari untuk ku di hari ulang tahun ku yang ke-17. Tak dapat menepati janjinya, tak dapat menari dengan seluruh perasaannya.
“YooA-ah jeongmal mianhae…”
Aku tersenyum lembut, ah lelaki ini benar-benar sudah membuat dunia ku hanya diisi tentang dirinya setiap harinya. Perlahan aku menghapus air mata yang meleleh membasahi pipinya, setidaknya aku masih bisa melakukan hal yang berguna untuknya. Aku, Ahn Yoo Ah bukan lah gadis yang spesial, aku tidak secantik Jung soo jung, aku hanya gadis yang selalu mendukung Kai dalam setiap pilihan yang ia pilih untuk kehidupannya, menenangkannya ketika banyak masalah yang menghantamnya, menghapus air matanya, memberinya hadiah kecil dan doa ketika ulang tahun nya, selalu mengkhawatirkan nya, selalu memikirkannya dan menjadi orang yang berteriak paling keras ketika ia meraih kesuksesannya. Ia idolaku, ia sahabatku, ia oppaku, ia orang yang kucintai, ia cinta pertamaku.
“Gwaechanayo, kau bisa menari lagi ketika sudah pulih arra?”
Kai menatapku dengan senyuman kecil di sudut bibirnya, ah ia masih merasa sangat kecewa karena keadaannya saat ini.
“tapi..”
“jaga saja kesehatanmu cengeng, jangan sampai kakimu cidera lagi..”
‘CLETAK’
Aku menyentil dahinya dengan keras hingga lelaki dengan kulit yang agak gelap dari orang korea pada umumnya itu meringis kesakitan.
“kau tau banyak sekali yang khawatir padamu.. jangan menari terlalu keras arrachi?”
Aku menasehatinya seperti menggantikan posisi ibunya, bahkan terlihat lebih kasar dan cerewet. Ia perlahan menganggukkan kepalanya dengan tangan yang masih mengelus dahinya yang terasa nyeri karena ulah ku. Ia kembali tersenyum setelah beberapa detik kemudian
“Arraseo ahjumma.. nan yaksokae, tidak akan membuatmu khawatir lagi, dan… aku berjanji tidak akan menyakitimu”
Aku mengangguk perlahan. Masih ku ingat janji itu hingga hari ini, aku percaya padanya ia tidak akan mengingkarinya tidak akan.
Tapi ketika dinding kepercayaan yang kubangun sudah kupastikan benar-benar kuat dan tak akan tegoyahkan hancur dalam satu kali hantaman.
“Kau tau Kai? Kudengar dia berkencan dengan Soo jung sunbae hingga menginap di sebuah hotel”
“jinjayo? Astaga .. apa mereka tidak sadar bahwa mereka masih SMA?”
Dua siswi dengan dandanan menor melewatiku, sejenak aku terdiam di depan loker ku. Dinding kepercayaan itu tidak hancur karena gosip murahan itu, anni.
‘Neomu appo …’
Aku memegangi dadaku yang terasa sesak, tanpa sadar aku meremas dasi yang ku pakai kuat-kuat. Ini bukanlah ashma atau penyakit lain nya, tapi ini benar-benar menyakitkan.
Entah sudah sejauh mana aku berjalan di koridor siang ini, aku tak memperhatikan sekelilingku karena gosip murahan yang terus menyebar yang terus dibicaran di berbagai sudut kelas itu.
“bagaimana mungkin EXO masih menganggap Kai sebagai bagian dari mereka kalau lelaki itu sama sekali tak memikirkan reputasi grupnya? Bukan kah mereka adalah tim dance terbaik sekolah ini yang akan debut di sebuah agensi besar?”
Hantaman itu terus menghujam hatiku, rasanya sakit sekali. Jadi ini perasaan tinker bell yang di khianati?
Aku mempercepat langkahku, entah dimana sekarang Kai berada aku harus menemuinya dan melurus segalanya, aku ingin menanyakan padanya ‘apa yang orang bicarakan benar?’ ‘apa kau benar mengkhianatiku?’. Langkah ku berhenti di ambang pintu klub dance, seorang lelaki tengah sibuk berlatih seorang diri dengan keadaan kaki yang baru saja sembuh dari cidera yang membuatnya tak dapat menari untuk ku di hari ulang tahun ku. Ia berlatih dengan serius disana, keringat membasahi sebagian rambut dan pakaian tipis yang di kenakannya, tubuhnya terus bergerak dengan alunan musik yang mengiringi setiap gerakan nya.
“Kai !”
Lelaki itu berhenti dan menoleh kearahku. Ia tersenyum kemudian dengan segera mematikan mp3 player yang memutar musik bergenre pop r&b itu.
“Waegeure YooA-ah?”
Aku melangkah kan kaki ku perlahan memasuki ruangan dengan cermin besar itu.
“Aku… aku ingin bertanya padamu …”
“nde, bertanya apa ?” ia bicara sambil sibuk melap keringatnya dengan sebuah handuk kecil yang memang di sediakannya.
“kau…Soo Jung sunbae… kalian benar memiliki hubungan khusus? Pacaran?”
Seperti tersentak lelaki itu menghentikan aktifitasnya dan menatapku dengan tatapan yang lain dari biasanya, tatapan aneh kemudian mengalihkan pandangannya. Ia diam tak menjawab pertanyaanku
“Kai !! jawab …”
“Ne aku berpacaran dengan Soo jung sunbae, wae?”
“Wae? Kau masih bertanya kenapa ? kau bodoh ?”
Aku memakinya tanpa kendali, yang jelas aku sangat kesal saat ini. Bagaimana mungkin ia membuat sebuah janji dan ia yang menghancurkannya, apa manusia didunia ini semunafik itu?
“Kenapa kau berlebihan begini Yooa ? ada apa denganmu .. ayolah jangan menghalangiku begini”
“Mwo? Menghalangi……. kau lupa janjimu? Kau lupa bahwa aku sangat mencintaimu hah? Kau lupa bahwa ini akan menyakitiku?”
“aku tak pernah tau kau mencintaiku sejauh ini, aku rasa ini tidak akan menyakitimu Yooa-Ah. Maafkan aku”
Blam.
Rasanya sebuah batu besar meremukkan dadaku, rasanya sebuah pedang baru saja menembus jantungku hingga terbelah menjadi dua, maaf? Semudah itukah?. Aku menatap lelaki itu dengan sejuta beban, dengan berton-ton kekuatan untuk tetap menyeimbangkan kaki ku yang rasanya mulai melemah. Mataku sudah menyerah, aku sudah menangis sejak tadi.
“Kau mengingkari janjimu, Bukan kah sudah terlalu jelas untukmu Kim Jongin-ssi bahwa aku mencintaimu? Kau mengatakan tak akan menyakitiku tapi hari ini kau menyakitiku dengan keputusan bodoh dan kata kata jangan menghalangiku yang sangat menyakitiku itu, aku ini apa? Hanya penggemarmu? Hanya sahabat kecilmu ? hanya orang yang menghalangimu? Kim Jongin, apa kau pernah menatapku dengan cinta sekali saja?. Jika tidak untuk apa kau buat janji bodoh itu? Bulshit, omong kosong itu hah?”
Ia terdiam, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam membiarkan ku terus memakinya dalam amarah yang terus membesar dan meledak-ledak. Tanpa sepatah katapun, ia meraih tas nya dan pergi meninggalkan ku sendiri di ruangan luas yang terasa sangat pengap untukku itu.
‘Kim jongin kau bagaikan seorang peterpan dan aku adalah tinkerbell, kau berpetualang di neverland dengan aku yang terus mengawasimu, kau menari dengan indah dengan doa dan dukungan yang selalu ku berikan untukmu, tapi akhirnya kau menemukan Wendy dan memilihnya sebagai takdirmu, menjaganya, bersamanya, melindunginya. Kau bukan lagi yang dilindungi, kau bukan lagi yang di jaga. Tinkerbell harus pergi ketika peterpan menemukan Wendy. Tapi aku bukan sepenuhnya seorang Tinkerbell, aku bukanlah seorang pengecut yang pergi meninggalkan Peterpan, aku akan selalu menjaganya, mendukungnya meskipun tanpa cinta yang berlebih, meskipun rasa sakit itu akan muncul ketika mendoakanmu, aku akan selalu mendukungmu seperti yang biasanya aku lakukan.”
Seseorang menggenggam lenganku dengan kuat.
“jangan berbalik, cukup dengarkan aku”
Aku mematuhi sesosok yang sangat ku kenali di belakang ku saat ini, sosok yang masih menggenggam lengan ku dengan hangat ini.
“Maaf kan aku sudah mengingkari janji yang telah ku buat, bencilah aku sesuka hatimu. Maaf sudah membuatmu menangis dan melakukan banyak pengorbanan dengan hasil yang sia-sia, entah sudah berapa banyak dosa ku padamu. Jeongmal mianhae Yooa-ah .. maaf sudah mencintai orang lain dan menyakitimu.”
‘Drep’
Ia menarikku kepelukannya, ia memelukku dengan erat seolah melarangku untuk menatap wajah barang sedetik, nafasnya tak beraturan.
“Jeongmal Mianhae Yooa-ah .. Mianhae”
Suaranya terdengar berat dan serak, tunggu apa dia menangis?
“Kai? Kau … kau menangis?”
Aku mencoba melepaskan pelukannya namun ia masih bersikeras untuk menahannya, ia diam dengan isakan kecil.
“Maaf sudah menjadikan mu Tinkerbell yang tersakiti.. Mianhae.. jeongmal mianhae”
Dia menangis untukku, dia menyesal. Aku tau cinta ini akan bertepuk sebelah tangan, tapi apa harus sesakit dan sekacau ini? Aku benar-benar belum siap, rasanya aku belum cukup dewasa untuk menerima kenyataan pahit dari semua ini.
Sekarang semua sudah terjadi ketika diriku belum dewasa, ketika diriku belum siap. Aku tersakiti tapi aku akan terus bersamanya, mengobati perih ini dengan terus mendukungnya. Berbahagialah kalian, aku akan terus disini sebagai seorang yang menganggap dirinya LUCKY karena bertemu dengan seorang PETERPAN.
.
.
-End-

INI REQ NYA HOPE YOU LIKE IT.
CR. CC_design

halo stellar’vi dragomir ini cover yang kamu req
hope you like it 🙂
take out with full credit ya
cr.CC_design

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it. The cols theme looks better with longer posts, so we’ll fill this one out with some filler text.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Praesent consequat malesuada pellentesque. Sed vel quam vitae orci lobortis luctus. Aliquam sagittis ultricies lacus, id commodo ex tempus sit amet. Fusce non quam dolor. Nulla a dictum orci, in finibus lorem. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Curabitur gravida blandit risus. In lorem urna, faucibus vel vestibulum eget, pellentesque eget leo. Vestibulum et ornare tortor, at maximus ligula.
Integer vestibulum ut tortor a aliquet. Sed dui arcu, congue ac ornare at, condimentum id dolor. Integer iaculis sagittis volutpat. Nam eget ante at metus rhoncus aliquam. Morbi suscipit laoreet magna at accumsan. Cras sit amet lobortis massa. Vestibulum dignissim tempus iaculis. Quisque quis leo ut libero mattis egestas. Ut vel massa ut magna interdum laoreet. Vestibulum eu nunc ut felis cursus suscipit non sit amet massa. Duis id erat erat.
Vivamus luctus at est at efficitur. In libero justo, porta vel nulla eget, elementum sodales risus. Nulla dapibus erat diam, id suscipit libero laoreet ut. Mauris sodales lectus iaculis volutpat fermentum. Phasellus mattis neque vel volutpat vehicula. Nunc vel faucibus turpis. Ut luctus nisi nec tellus dictum egestas. Etiam placerat leo malesuada eros dignissim, at pellentesque augue laoreet. In ornare posuere tristique. Nulla facilisi.
This is an additional placeholder post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.