“Apa” yang kau perjuangkan dalam gelapnya kota
Kelalaianmu dulu itulah dia
Ketika kau memaki kepada angin malam yang menerjang
Dengan raut wajah tenggelam dalam senang sendiri
Memancarkan aura hasrat dikasihani
Keunggulanmu dulu aku kini
Mengecap manisnya gula kehidupan
Menari-nari dalam lumuran keberuntungan
Ringan berkata tanpa takut karma
Aku berkata “ahh …”
Besar rasa ketika telah lewat masa bersua
Menyentuhmu, memelukmu dan mencium aroma tubuhmu
Semua yang lesu kini dulu tak begitu
Maka berilah aku setetes darahmu
Dan semua yang bagus kini kelak masih begitu
Berjalan mendaki dan berliku
Ditemani pagi dan gelapnya malam
Terlahir untuk bersembunyi dalam dunia basa basi
Dalam langkah ini ada dirimu
Dalam masa depan nanti kupastikan kau telah mati
Aku adalah warna baruku sendiri
Dan kini, jelang matahari bersinar aku berkata
“Tuhan, kini aku telah dewasa”!!!?