Sepekan ini berada di Nairobi untuk agenda yang menyenangkan: Digital Media Africa, AI workshop dan Guild! Yang terakhir adalah yang paling ashoy karena I get to see “my people” — women leaders in Media houses!
Ini adalah kali pertama gw ke Nairobi, dan kali kedua ke Afrika di tahun 2025!
Sesi pertama: AI workshop bareng Lindsay Jones. Ini seru banget karena gw lagi bikin AI Implementation Playbook. Lindsay jelasin macem-macem soal AI, termasuk soal Google Zero Click — orang tidak lagi datang ke website karena jawaban atas pertanyaan mereka sudah disediakan AI summary.
Gw ada di kelompok bareng teman-teman Zimbabwe, Ethiopia dan Kenya — the dynamic group! Sesi diskusi terakhir bikin degdegan: what if there is no website and appsite, how will you reach your audience?


Hari kedua, memasuki Digital Media Africa 2025. Ini kali pertama gw ikut DMA yang Afrika, sebelumnya pernah ikut DMA yang Asia. Yang di Asia kayaknya lebih megah dan banyak orang, di sini lebih sedikit. Tapi crowd-nya asik banget — aktif nanya, pertanyaan bagus-bagus. Jadwalnya padat banget dan lelah, tapi semua diskusinya itu bagus-bagus.


Hari ketiga, gw kebagian jatah masuk ke diskusi panel. Format diskusinya menarik juga sih — ada speaker, ada panel. Speaker ini bikin presentasi. Lalu setelah speaker selesai, maka lanjut tanya jawab. Kalau ada 2 speaker, ya formatnya gitu lagi. Abis selesai speaker, maka lanjut panel. Nah di panel ini bisa menghadirkan orang baru — yang akan terlibat diskusi saja, tidak bikin slide.
Gw ini masuk kaum panel. Asik kaaan. Gw nyiapin data-data terkait Podcaster Hunt, lalu cuap-cuap. Selebihnya ya improvisasi dong.
Yang paling membara dari sesi ini adalah presentasinya Jen Aquino dari Probe, Filipina. Dia sharing soal gimana Probe kerjasama dengan content creator dengan semangat “duty of care” dan tidak keluar duit!


Sumpah deh ya dua hari ini capek banget dan kepala berasap banget.
Maka di hari ketiga yaitu Guild gathering, kita bersepakat bersama kalau sesi hari ini harus selesai cepet. Otherwise, Nairobi buat kami ya hanya hotel dan venue belaka. “Please, we need to go shopping!” kata Noura dari Mesir.
Diskusinya menarik-menarik. Dimulai dengan wrap up dari DMA, dan apa yang mau kita kerjain. Lalu Dima memandu kita untuk unlocking our super powers dan menempel semua di tembok sebagai “Superpower Market”. Lalu sesi diskusi soal team development – gw share soal People Roadmap yang lagi dibikin di kantor.


Sesi terakhir adalah sesi di mana gw jadi fasilitator. Hehehe, kali pertama nih. Tujuan sesi ini adalah setiap orang bikin action plan pasca Nairobi. Gw diskusi sama Tamala, bahwa gw mau pakai Canva biar langsung sekalian digital. Dia bilang terserah gw aja. Lalu ngobrol sama Dima, dia kasih insight bagus. Kalau mesti melibatkan device, maka potensi distraksi tinggi banget dan bisa ada aja kendala teknologi.
Yaudah akhirnya gw switch jadi manual aja. Gw minta semua orang menulis di kertas dengan format begini: “I’m going to ____(active sentence)__ by ___(add month)___ and I need support from __(mention names)___ to help me ___(do what)___.” Dan untuk accountability aspect, maka setelah sharing action plan, maka si peserta akan foto bareng “pledge”-nya dan supporternya. Mantap kaaan!
Dengan begitu, semua saling tahu apa yang mau dilakukan. Minta tolong ke support system di Guild ini juga dilakukan terbuka dan in advance. Plus foto untuk kasih pressure hahha.



Setelah selesai sesi, Tamala memuji cara gw fasilitasi sesi uwuwuwuwuw senang!
Yuk mari kita ajojing lagi. Feeling recharged!!







































































