Berada dalam “Toxic Relationship”, menyebabkan banyaknya perdebatan antara satu dengan lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh orang-orang yang hidup dengan pola asuh Toxic Parents atau Toxic Family. Berada dalam ruang lingkup toxic, seperti keluarga, orang tua, adik, saudara, teman dan sebagainya. Yang di mana orang-orang toxic ini, secara tidak langsung sudah merusak mental seseorang ketika seseorang itu telah masuk ke dalam kehidupan ketoxicannya.
Sejujurnya aku baru pertama kali masuk ke dalam ruang lingkup ketoxicannya, mulai dari “Toxic Relationshipnya, Toxic Parentsnya sampai berhubungan dengan Toxic Familynya”. Berperang dengan orang-orang toxic akan selalu menguras energi yang ada di tubuh ini, melihat banyaknya perdebatan membuat ku sangat lelah jika terus berada di dalam kehidupan ketoxicannya.
Jika ditelusuri lebih dalam lagi, sejujurnya aku bukanlah orang yang mudah menyerah dalam mempertahankan suatu hubungan, namun di sini aku sudah sangat lelah jika terus menerus berperang dengan orang-orang toxic, orang tua toxic bahkan sampai berhubungan dengan keluarga toxic seseorang tersebut. Dengan banyaknya rintangan demi rintangan, perdebatan demi perdebatan, yang disebabkan oleh orang-orang toxic ini. Dan di sinilah titik di mana aku dan keluarga, berserta keluarga besar aku harus mengambil keputusan untuk mengakhiri semua itu.
“Sudah terlalu jauh jika harus bertahan, sudah terlalu sakit jika harus diteruskan”.
Memilih mengakhirinya bukanlah sesuatu yang mudah, namun jika aku terus menerus berada dalam Toxic Relationship dan Toxic Family mereka, yang ada bukanlah kebahagiaan melainkan kesakitan yang terus menerus didapatkan dari orang-orang toxic ini.
Ketika kita sudah masuk dalam Toxic Relationship dan masih dipengaruhi oleh orang-orang toxic, orang tua toxic, keluarga toxic. Percayalah siapapun itu ketika sudah masuk dalam ketoxicannya, tidak akan bertahan lama untuk berhubungan dengan orang-orang toxic ini tanpa terkecuali.
Ingatlah ketika masih dalam pengaruh orang-orang toxic, tidak akan mendapatkan kenyamanan bahkan kebahagiaan sekalipun. Karena ketika masuk ke dalam kehidupan toxic mereka bukan hanya merusak mental saja, tetapi juga menyebabkan emosi tidak stabil. Pada intinya fisik dan psikis pun akan berpengaruh dan menjadi buruk ketika kita sudah masuk kedalam kehidupan ketoxicannya. Jadi jika ingin mendapatkan kenyaman, kedamaian, kebahagiaan terhadap diri sendiri. Cukup dengan menghindari dan jangan biarkan kita masuk ke dalam kehidupan ketoxicannya.
Untuk kesekian kalinya aku menegaskan jangan sekali-sekali kalian masuk ke dalam lingkup “ketoxican”. Dan di sini aku akan membahas tentang tema “Toxic Parents”, karena toxic parents ini sangat berpengaruh besar ketika kita sudah masuk dalam kehidupan orang-orang yang toxic.
Toxic Parents tidak hanya berlaku bagi orang tua yang memiliki perilaku buruk dengan melakukan kekerasan fisik atau verbal pada anak tersebut. Namun, juga berlaku bagi orang tua yang bertindak untuk “meracuni” keadaan psikologis atau kesehatan mental anaknya.
Banyak orang tua yang tanpa sadar telah menjadi toxic dalam kehidupan anak-anaknya. Sejujurnya, kalau ditelurusi lebih jauh lagi, ini bukan sepenuhnya kesalahan anak-anaknya. Karena ini disebabkan oleh pola asuh yang keliru dan menyebabkan luka batin yang mereka pendam selama ini, hal ini juga dapat memicu mereka bersikap demikian. Orang tua tersebut tidak menyadari atau lebih tepatnya tidak tahu bahwa perbuatan mereka justru memberikan dampak buruk kepada anak-anaknya. Masalah yang muncul adalah orang tua tersebut tidak sadar bahwa ternyata dia telah menjadi toxic bagi anak-anaknya, dan orang-orang yang ada disekitarnya.
Toxic parents ini adalah orang tua yang selalu mengkritik anak. Anak ketika melakukan hal yang salah selalu dikritik, bahkan melakukan hal yang baik pun juga dikritik. Jadi anak ini pun menjadi serba salah apapun yang anak tersebut lakukan.
Ketika pola asuh orang tua menginginkan anak dalam lingkup “aman”, justru akan dianggap berlebihan dalam “melindungi” anak. Segala hal yang berkaitan dengan anak selalu dipantau dan diintai secara berlebihan, bahkan orang tua yang toxic akan selalu ikut campur dalam masalah anak terlalu jauh, bisa dalam masalah hubungan percintaan, masalah dalam karir, masalah dalam keuangan, masalah pertemanan, dan sebagainya.
Jadi ketika orang tua sudah menjadi toxic untuk anak-anaknya, justru ini akan membuat kehidupan anak menjadi tidak nyaman, berantakan, hancur, dan kehilangan arah karena telah dirusak oleh orang-orang toxic, orang tua toxic dan keluarga toxic.
Orang tua toxic ini biasanya sampai membuat anak merasa bersalah agar mau mengikuti keinginan orang tuanya. Segala macam hal yang pernah dilakukan anak tersebut semuanya akan selalu diungkit, bisa dalam masalah keuangannya, tenaganya, pengorbanannya dan materinya.
Jadi sampai kapanpun orang tua yang toxic ini akan selalu mengendalikan anak-anaknya, dan selalu dituntut harus bertanggung jawab atas kebahagiaan orang tuanya.
Terkadang orang tua yang toxic ini tidak menyadari bahwa sikap dan pola asuhnya yang dianggapnya sebagai yang terbaik justru menjadi beban dan merusak mental anak-anaknya.
Dan dengan pengalaman ini, aku belajar banyak dalam kisah cintaku. Aku sangat bersyukur bisa lepas dan bisa membatalkan pernikahan sebelum aku masuk dalam kehidupan ketoxican mereka. Terimakasih banyak untuk diriku yang bisa bertahan untuk melawan orang-orang toxic seperti mereka, aku sangat bersyukur dalam melalui banyak proses ini, dan bisa benar-benar lepas dari hubungan Toxic dengannya maupun dengan keluarganya.
Dan akhir kata aku juga mau berterimakasih untuk orang-orang yang selalu memberiku semangat dan meberiku saran dalam mengambil keputusan yang memang harus aku ambil, dan sangat-sangat bersyukur karena kalian aku bisa lepas dengan hubungan yang beracun ini.
Tidak bisa menyebutkan satu persatu, tapi tanpa kalian aku tidak tau akan jadi apa jika aku melangsungkan pernikahan dan hidup dengannya maupun dengan keluarganya yang toxic. Karena kalian juga aku bisa lepas dan melupakan rasa trauma-trauma aku yang sudah di rusak oleh mereka. Terimakasih banyak untuk kalian yang selalu ada untuk aku, yang tidak pernah bosan untuk mendengarkan semua ceritaku. Terimakasih ๐ญ๐
์ธ์ ๋ค ๊ด์ฐฎ์ ์ง๊ฐ์?
์ธ์์ ์ง์น ๋ ๋๊ฐ ์ข ์ ๋ฐ ์์์ค์, ํผ์์ ๋๋ผ๋ ๋ฐค์ด ๋ ๋๋ฌด๋ ์ซ์๊ธฐ์. ๋ด ๋ง์ ์ด๋ฆฌ ์ธ์ ํ๋ฐ ๋งํ ์ฌ๋์ด ์๋ค, ํด๋ํด๋ ๋์ด ๋ณด์ด์ง๊ฐ ์์ง, ๋ชจ๋ ๊ฒ ์ด์ ๋ ์ง๊ธ ์ง๊ธํด์ ์์ ์ผ๋ค์.
์จ์ ์ฌ์ง ๋ง ์ฃฝ์ ๊ฒ๋ง ๊ฐ์ ์๊ณ ์์ง๋ง ๋ ์ธ ๊ฒ๋ง ๊ฐ์์, ์ต์ง ๋ฏธ์ ์ง์ง ๋ง ๋ ํ๋ณตํ์ง ์์์.
๋ ์ด์ ์ฌํผํ๊ณ ์ถ์ง ์์์, ์ ๋ฐ ์ ๋ฅผ ๊ตฌํด์ฃผ์ธ์.
ํ์ ์ํ ๊ธฐ๋ ๐
์ฃผ๋, ๋น์ ์ด ๋ด ์ธ์์์ ํ์ ๋ชจ๋ ์ผ์ ๊ฐ์ฌ๋๋ฆฝ๋๋ค. ๋น์ ์ ๋ช ๋ฒ์ด๊ณ ๋ค์ ๋ํ๋ฌ๊ณ ๋๋ ๋น์ ์ด ์ง๊ธ ๊ทธ๋ ๊ฒ ํ ๊ฒ์ด๋ผ๊ณ ๋ฏฟ์ต๋๋ค. ๋ด๊ฐ ํ์ํ ๋ชจ๋ ํ์ด ๋น์ ์ ์์ ์๋ค๋ ๊ฒ์ ์๋๋ค. ์ฃผ๋, ์ด ์๋ จ์ ์์ ๋ฌ๋ผ๊ณ ๊ตฌํ๋ ๊ฒ์ด ์๋๋๋ค. ๊ทธ ๋์ , ๋๋ ๋จ์ง ๋น์ ์ ๋ป์ด ๋ด ์ถ์์ ์ด๋ฃจ์ด์ง๊ธฐ๋ฅผ ๊ฐ๊ตฌํฉ๋๋ค. ๊ทธ๊ฒ์ด ๋ฌด์์ ์๋ฏธํ๋ ๊ทธ๊ฒ์ด ๋ด๊ฐ ์ํ๋ ๊ฒ์ ๋๋ค. ํ์ง๋ง ์ด๋ ต์ต๋๋ค, ์ฃผ๋. ๊ฐ๋์ ๊ณ์ํ ์ ์์ ๊ฒ ๊ฐ์ ๊ธฐ๋ถ์ด ๋ค ๋๊ฐ ์๋ค. ๊ณ ํต๊ณผ ๋๋ ค์์ ๋์๊ฒ ๋๋ฌด ํฌ๋ฉฐ, ๋๋ ์ด๊ฒ์ ๊ทน๋ณตํ ๋ ์์ ์ ํ์ด ์๋ค๋ ๊ฒ์ ์๋๋ค. ๋ด๊ฐ ๋น์ ์๊ฒ ๊ฐ ์ ์๊ณ ๋น์ ์ด ๋ด ๊ธฐ๋๋ฅผ ๋ค์ด์ฃผ์ค ๊ฒ์ ์๋๋ค. ๋๋ฅผ ์ด ํ๋ ๊ณณ์ ํผ์ ๋ด๋ฒ๋ ค ๋๋ ค๊ณ ๋๋ฅผ ์ฌ๊ธฐ๊น์ง ๋ฐ๋ ค์จ ๊ฒ์ด ๋น์ ์ ์๋๊ฐ ์๋๋ผ๋ ๊ฒ์ ์๋๋ค. ์ฃผ๋, ์ค๋ ์ ๊ฐ ๊ฐ๋นํด์ผ ํ ํ์ ์ฃผ์ญ์์ค. ๋๋ ๋ด์ผ์ ๋ํด ๊ฑฑ์ ํ ํ์๊ฐ ์์ต๋๋ค. ์ค๋ ๋์๊ฒ ํ์ํ ํ์ ์ค๋ค๋ฉด ๊ทธ๊ฒ๋ง์ผ๋ก๋ ์ถฉ๋ถํฉ๋๋ค. ์ด ์๋ จ ๋์ ์ฃ๋ฅผ ์ง์ง ์๊ฒ ํด์ฃผ์ญ์์ค. ๋์ ์ ๊ฐ ๋น์ ์ ๊ณ์ ์ฃผ์ํ๋๋ก ๋์์ฃผ์ธ์. ๋น์ ์ ๊ฑฐ๋ฃฉํ์ ์ฃผ๋์ด์๋ฉฐ ๋ด ๋ชจ๋ ํฌ๋ง์ด ๋น์ ์์ ์์ต๋๋ค. ์ ๊ธฐ๋๋ฅผ ๋ค์ด์ฃผ์ ์ ๊ฐ์ฌํฉ๋๋ค.
์์์ ์ด๋ฆ์ผ๋ก. ์๋ฉ ~ ๐๐ป