Udah berjam2 makanan yang di mangkuk ga disentuh2 sama anak2 bulu. Mungkin karena pas gue kasih, mereka masih kenyang. Dan karena kelamaan, udah melempem. Udah ga enak lagi buat dikunyah. Mungkin. Sorenya, gue tuang lagi yang baru. Mereka lantas menyerbu makanan kering itu, dan mengabaikan yang tadi pagi gue kasih.

Gue lalu membawa makanan kering yang tidak mau disentuh mereka ke luar rumah. Gue dapati si Kuning, kucing liar yang ada di ujung gang. Melihat gue bawa bungkusan, seolah tau itu diperuntukkan khusus buat dia, dia mengeong keras. Seakan dia bilang, “Hei, itu buat aku kan? Cepetan… Aku lapar…”
Gue letakkan makanan kering yang gue bungkus plastik itu tepat di hadapannya. Serta merta, tanpa ragu lagi dilahapnya makanan itu. Sejenak gue lupa, bahwa dari 9 ekor anak2 bulu di rumah tak satupun mau menyentuhnya tadi. Apakah ini keajaiban, di mana makanan ini mendadak garing lagi, enak lagi buat dikunyah? Atau anak2 bulu gue yang manja, yang hanya mau makanan2 baru aja? Atau si Kuning terlalu lapar?
Iya. Sepertinya si Kuning terlalu lapar. Dia ga peduli makanan ini udah seharian, berjam2 lalu, melempem, ga garing. Lapar membuatnya mengabaikan gagalnya syarat2 bagaimana idealnya makanan itu menurut anak2 bulu gue. “Udah bisa makan aja udah untung.” Mungkin kalimat ini ada di benak si Kuning.
Dan si Kuning tidak sendiri. Dia bukan satu2nya kucing yang mungkin harus puasa jika ga nemu makanan seharian penuh. Berebutan dengan sesama kucing2 liar lainnya. Belum lagi kesialan lainnya jika bertemu manusia yang otaknya lupa difungsikan. Tendangan, pukulan, dan lain sebagainya bisa jadi bagian dari satu hari apesnya itu.
Hidup kok susah ya, Mpus. Padahal maunya hidup alamiah, kembali ke alam, seperti beberapa orang pernah komentar di postingan tentang steril. Mereka kontra, tapi lupa. Nasib kucing2 seperti si Kuning justru mendominasi. Populasi kucing itu banyak sekali. Diawali dari nenek moyang mereka tahunan lalu yang hidup dimanja2 oleh manusia. Tapi keturunan mereka yang kesekian generasi harus hidup di luar sana, kembali ke alam yang bukan alam mereka sesungguhnya.






