Apakah saya siap menikah?

Saya sempat shock baca cerita beberapa waktu lalu ada anak2 kecil yang menikah karena takut tidur sendiri. Lalu dilanjutkan pembelaan bahwa “lebih baik langsung dinikahkan sedini mungkin daripada berzina”

OMG, sedangkal itukah arti pernikahan di mata dunia saat ini? Hanya sekedar legalisasi hubungan intim?

Pernikahan jauh lebih dari itu!

Memang di Alkitab ada ayat yang juga mengatakan seperti ini :

1 Korintus 7:9 (TB)
Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Tapi dalam membaca Alkitab kita tidak boleh mencomot sepotong-potong lalu menggunakannya untuk keinginan kita. Kita harus baca Alkitab secara keseluruhan.

A. Pernikahan penuh dengan “kesusahan” bukan hanya sekedar happy

Dalam 1 perikop itu (baca sendiri ya nanti 1 korintus 7) Paulus juga memperingatkan kalau orang yang kawin akan ditimpa kesusahan badani. Maksudnya apa?

Kesusahan badani itu ya kerepotan-kerepotan yang ga akan kalian alami kalau belum menikah.

Ini mungkin sekedar lucu-lucuan tapi itu bener lho. Contoh simpel, Sebelum menikah, buat saya pribadi, nulis renungan gini bisa jadi dalam beberapa menit. Sekarang setelah menikah? 4 hari baru bisa dipost 😂 karena apa? Karena lagi nulis, eh anak nangis, nulis lagi, eh suami pulang. Trus hujan, jemuran perlu diangkat. Dll dll.

Dan masih banyak lagi “kesusahan” lain. So, kalau kamu ga punya tujuan yang kuat maka mustahil pernikahanmu akan bertahan.

B. Pernikahan butuh persiapan

Amsal 24:27 (TB) Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu.

Memulai pernikahan tanpa persiapan itu seperti masuk medan perang tanpa senjata. Artinya bersiap untuk kalah dan gagal.

Amsal mengingatkan bahwa sebelum mendirikan rumah, kita punya pekerjaan di luar yang HARUS diselesaikan lebih dahulu.

Pekerjaan itu berupa persiapan-persiapan yang perlu dipersiapkan sebelum menikah

Setidaknya buat saya ada beberapa persiapan sebelum menikah.

1. Punya tujuan yang benar

Apa tujuanmu menikah?
Tanpa tujuan, pernikahan tidak akan bertahan menghadapi masalah. Lah gimana mau bertahan, orang ga ada yang mau dicapai 🤔

Seperti apa sih tujuan yang saya maksud?

Untuk para pria, apakah kamu sudah tau tanggung jawabmu sebagai seorang suami? Apakah kamu sudah tau kewajiban yang harus kamu lakukan untuk istrimu? Kamu siap ga mengasihi istrimu seperti Kristus mengasihi jemaat?

Untuk para wanita, kamu siap ga 24 jam sehari tunduk sama suamimu dan menghormati dia sama seperti kepada Allah? Kamu tau ga kewajiban seorang istri?

Lalu apakah kalian siap menjadi orang tua? Kalian tau bahwa Tuhan memiliki mandat dalam Kejadian 1 :28 untuk beranakcucu dan bertambah banyak, tapi bukan sekedar beranakcucu saja. Tuhan ingin keturunan yang ilahi!

Artinya? Kalian harus mendidik anak sungguh-sungguh sampai karakter ilahi itu ada dalam diri anak yang Tuhan percayakan

Maleakhi 2:15 (TB) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

Apakah kamu siap menjadi ayah? Ga cukup hanya sekedar jadi ayah sperma (sorry to say), kamu siap ga jadi ayah rohani untuk anakmu?

Kamu siap ga menjadi seorang ibu? Mau jadi ibu yang seperti apa? Siap ga dengar tangisan 24 jam sehari dengan kondisimu capek dan lelah?

Apakah kamu sudah punya gambaran bagaimana membesarkan anakmu dan mendidiknya untuk jadi anak yang takut akan Tuhan?

Itu realitas yang ada dalam pernikahan. So sebelum menikah, gali dulu Firman Tuhan, pelajari dulu apa-apa saja kewajiban yang akan kalian hadapi.

Lalu tetapkan tujuanmu mau dibawa seperti apa keluargamu. Tanpa itu semua pernikahan tidak akan menyenangkan hati Allah

2. Persiapan secara finansial

Uang bukan segalanya tapi segala-galanya butuh uang. That’s true.

Memang ga perlu punya tabungan ratusan juta dulu buat menikah (tapi terserah orangnya sih hehe), tapi tetap menikah ga boleh modal nekat.

Dari awal menikah sebaiknya sudah menghitung kebutuhan finansial yang akan kalian hadapi nanti. Apakah cukup dengan gaji berdua? Apakah dua2nya harus bekerja atau cukup salah satu?

Itu perlu pertimbangan dan hitung-hitungan. Pasangan perlu saling tahu pemasukan masing-masing. Ga boleh ditutup-tutupi. Ingat ayat Firman Tuhan

Kejadian 2:24-25 (TB) Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Telanjang bukan cuma soal fisik tapi soal keuangan. Harus transparan.

Saya dan suami sebelum menikah kami sudah punya perhitungan untuk menikah. Dua tahun sebelum menikah kami mulai menabung untuk pernikahan.

Kami sepakat untuk tidak menghamburkan uang untuk acara resepsinya. Kami batasi pengeluaran sekian. Tidak boleh lebih dari itu. Karena bagi kami buat apa menghamburkan banyak resepsi apalagi sampai hutang tapi besoknya setelah menikah mau hidup aja susah.

Jadi tabungan pernikahan kami terbagi menjadi dua, resepsi dan setelah resepsi. Setelah resepsi itu ya untuk persiapan kalau punya anak nanti (biaya lahiran), biaya tempat tinggal dll.

So, menikah ga bisa modal nekat ya. Tetap harus ada perhitungan finansial nya.

Memang betul Tuhan itu Allah yang menyediakan, tapi ingat Tuhan sudah menyediakan akal budi untuk kita merencanakan!

Setelah menikah juga kami sudah diskusi dan sepakat bahwa saya akan resign dari pekerjaan saya di kantor. Karena saya mau fokus dengan anak kami. Untuk itu kami perlu punya hitung-hitungan matang apakah dengan gaji suami saja cukup atau tidak. Nah hal-hal seperti ini harus dibicarakan SEBELUM menikah supaya ga timbul pertengkaran setelahnya.

3. Persiapan secara karakter

Sebelum menikah buka mata lebar-lebar, setelah menikah tutup mata rapat-rapat

Itu adalah nasihat yang kami dapatkan di kelas pranikah. Mentor kami mencecar kami supaya membuka semua kelemahan pasangan pribadi di depan satu sama lain. Dosa kami semua terbuka.

Pernikahan adalah sekali seumur hidup oleh karena itu jangan kayak beli kucing dalan karung.

Maleakhi 2:15b-16 (TB) Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

So, bagi kita anak Tuhan jangan sampai romansa membutakan matamu dari kelemahan pasanganmu. Sebelum menikah, buka matamu perhatikan semua kelemahannya. Memang ga akan ada yang sempurna. Justru yang kamu harus pertimbangkan, sanggup ga kamu hidup dan menerima kelemahan itu?

Jangan berpikir : “ah nanti bisa diubah.” Gimana kalau ternyata ga berubah nanti setelah menikah ? Pasti menyesal kan, kamu juga yang menderita.

Jadi tanyakan baik-baik pada dirimu sendiri :

“Apakah aku MAU menikah dengan orang ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya?

Saya menggunakan kata MAU untuk menyatakan bahwa itu adalah pilihan atas dasar KEINGINANMU sendiri. Jadi konsekuensi apapun yang akan dihadapi nanti harus kamu siap tanggung.

Selain karakter pasangan, yang paling terutama adalah bagaimana persiapan karaktermu sendiri.

Contoh :

Sebagai suami, apa kamu sudah latihan mengasihi istrimu seperti dirimu sendiri?

Latihannya dengan cara apa? Cek apakah kamu mengasihi ibumu? Bagaimana kamu bicara terhadap ibumu? Apakah kamu kasar terhadap ibumu? Itu gambaran tindakanmu kelak kepada istrimu.

Sebagai istri, apakah kamu sudah latihan tunduk pada suami?

Cek bagaimana kamu bicara kepada ayahmu? Apakah kamu membentak? Apakah kamu selalu protes terhadap semua yang dikatakannya?

Kalau memang tindakan kita masih belum baik, cicillah diperbaiki sebelum menikah.

4. Persiapan doa

Inilah yang TERPENTING. Ga ada artinya persiapan lain kalau ga berdoa.

1 Petrus 4:7 (TB) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Sebelum berdoa untuk pernikahan,tenangkan dulu dirimu. Minta Tuhan berbicara atas kehendakNya.

Apakah Tuhan setuju dengan pernikahan kalian? Apakah Tuhan setuju dengan calonmu? Apakah motivasimu menikah lurus di hadapan Tuhan?

Amsal 16:2

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Dia Allah yang hidup! Dia bisa berbicara dengan bahasa yang kamu mengerti. Mungkin lewat Firman yang kamu baca, mungkin lewat khotbah yang kamu dengar, mungkin lewat orang tuamu atau mungkin lewat keadaan.

Setelah dapatkan iman dan peneguhan, serahkan semua rencanamu kepada Tuhan.

Amsal 16:3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Selamat mempersiapkan pernikahan ❤

Siapkah saya menikah?

“Hah anak kecil menikah karena takut tidur sendirian?”

Saya kaget sampe melotot baca berita di medsos suatu hari. Belum habis kekagetan saya, muncul lagi berita pernikahan-pernikahan anak kecil lainnya di timeline medsos saya.

Saya mencoba mencari sudut pandang mereka dan alasan yang membuat saya bisa menerima pernikahan dini si anak-anak ini. Dan sampai selesai saya baca berita saya masih geleng-geleng kepala.

“Menghindari zina”

“Lebih baik langsung menikah daripada pacaran supaya menghindari zina”

Duh dek. Susah deh kalau yang dipikirkan hanya soal urusan itu. Pernikahan itu bukan sekedar hubungan sex. Saya langsung aja to the point deh. Kalau yang dipikiran anda pernikahan hanya hubungan intim, anda salah besar.

Pernikahan itu kerja keras. Pernikahan itu pera

Pernikahan itu

Pacaran Kudus (?)

Upload foto cekrek kasi caption : Sepi nih malam minggu ga ada pacar

Upload instastory cekrek kasi caption : Duh hapeku sepi nih ga ada yang nanyain kabar

Hmm. Pacar mulai menjadi pusat kehidupan banyak anak muda di dunia ini. Banyak yang beranggapan kalau ga punya pacar = ga laku atau bahkan terkutuk -__-

Please itu kata dunia loh, yuk kita denger apa kata Firman Tuhan soal pacaran

  1. Carilah Tuhan dahulu dibanding cari pacar

 Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Harusnya yang kita cari itu Tuhan lebih dulu guys. Coba cek lagi apa motivasimu datang ke persekutuan? Cari Tuhan atau gebetan?

Gunakanlah waktu singlemu untuk mengenal lebih dalam siapa Tuhan yang mengasihimu. Karena hatimu perlu lebih dahulu diisi oleh kasih Tuhan, sebelum kamu pacaran. Percayalah bukan pacaran yang bisa mengisi kekosongan hatimu, tetapi Yesus.

Kak lalu apa tandanya saya sudah penuh dengan kasih Tuhan? Jangan-jangan saya masih kosong nih kak hatinya 😦

Tanda seseorang sudah penuh dengan kasih Tuhan adalah dia tidak sibuk meratapi nasib karena belum punya pacar sebaliknya dia gunakan energi masa mudanya untuk melayani Tuhan.

Istilah simplenya : No boyfriend/girlfriend (yet), no worry ^^

Bagaimana saya bisa mengenal Tuhan lebih dalam? Bacalah Alkitabmu, berdoalah setiap hari. Ikutkan dirimu di pembinaan rohani (pemuridan). Berinvestasilah untuk hubunganmu dengan Tuhan.

Jangan malah di masa-masa single ini malah melakukan hal yang lebih banyak membuatmu galau misalnya berjam-jam nonton drama ***** dan kamu mulai meratapi nasib karena merasa tidak seberuntung film itu. Atau mendengarkan lagu galau yang membuatmu makin galau -___-

Dear anak muda, galau membuatmu tidak produktif.

Daripada kamu fokuskan energimu untuk kegalauan sia-sia tak berujung itu, lebih baik kamu mulai baca Alkitabmu dan berdoa, okaaay? ^^

2. Kapan saya bisa mulai pacaran kak? Bagaimana saya tau dia orangnya?

Memulai hubungan pacaran harus didasari iman. Iman bukan sekedar “saya yakin kok ka dia orangnya, soalnya saya suka sama dia”. No. Iman itu dasarnya adalah pendengaran akan Firman Tuhan.

Jadi, iman timbul dari pendengaran,dan pendengaran oleh firman Kristus
Roma 10:17

Artinya BERDOALAH SUNGGUH-SUNGGUH sampai kamu mendapatkan janji Firman Tuhan sebelum memulai suatu hubungan pacaran. Tanya Tuhan benar-benar siapa orangnya karena Dia Bapa yang baik yang akan menjawab orang yang bertanya padaNya

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami,  yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Yeremia 33:3

Selain setelah mendapatkan janji Firman Tuhan, mulailah menjalin hubungan pacaran saat kalian sudah mulai punya planning untuk menikah dan sudah punya plan yang jelas untuk kehidupan ke depannya (misal rencana kerja dan lain-lain).

AMSAL 24:27 (BIS)
Janganlah mendirikan rumah tangga sebelum kau menyiapkan ladangmu dan mempunyai mata pencaharian.

Karena pacaran harusnya merupakan tahap yang mengarah ke pernikahan jadi bukan sekedar coba-coba atau ingin sekedar have fun saja. Kalau pacaran tanpa punya tujuan ke pernikahan akan menjadikan sia-sia dan mengarah ke hal-hal negatif.

Baca di post ini ya –> Pacaran Kristen

3. Seperti apa pacaran kudus itu kak?

Banyak pertanyaan dari rekan-rekan mahasiswa seputar pacaran nih. Misalnya “kak boleh ga pacaran pegangan tangan?” “ka boleh ga pacaran tapi panggil sayang?”

Pada dasarnya setiap orang yang lahir baru bukan lagi hidup dalam hukum “ini boleh ini tidak” tapi lebih ke “apakah ini menyenangkan hati Tuhan atau tidak?”

Markus 7:21-23
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. 7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Semua dosa dimulai dari hati kita. Cek hati masing-masing. Apa motivasimu melakukan hal yang ingin kamu lakukan dengan pacarmu?  jangan-jangan hanya nafsu?

Lihat ayat di atas, hati kita bisa menjadi sumber nafsu yang menyesatkan. Oleh karena itu kembali ke poin 1 : penuhlah dulu dengan kasih Bapa sehingga kita tidak mencari-cari kepuasan dari manusia melainkan dari Allah?

Tapi kaak semua temenku begitu kok pacarannya,mungkin begitu yang ada di pikiranmu. Tapiii jangan tiru apa yang dunia ini ajarkan mengenai pacaran.Coba renungkan ayat ini baik-baik.

1 Petrus 1:18

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Yesus sudah mati bagi dosa-dosamu untuk menebusmu. Ingatlah pengorbanannya di kayu salib! Dia sudah membeli tubuhmu! Jadi jangan gadaikan tubuhmu untuk hawa nafsu. Perlakukanlah pacarmu dengan pandangan yang sama. Tubuhnya sudah ditebus oleh Yesus Kristus. Apakah kamu berani sembarangan terhadap pribadi yang dikasihi Allah?

Pacaran Kudus

Jadi bagaimana saya harus memperlakukan pacar saya?

1 Petrus 1:22
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Anggaplah dia sebagai saudara kandungmu. Untuk para pria, kalau seandainya pacarmu ini adik perempuanmu, apakah kamu rela melihat seorang pria berbuat seperti yang akan kamu lakukan kepadanya? Untuk para wanita, kalau kalau seandainya pacarmu ini adalah saudara laki-lakimu, apakah kamu rela melihat apa yang akan kalian lakukan?

Kasihilah pacarmu dengan sungguh-sungguh. Dan kalau kamu sungguh-sungguh mengasihinya, maka perlakukanlah dia DENGAN KUDUS!

Dan untuk para pria dan wanita yang masih single, kalau kamu sungguh-sungguh ingin mendapatkan pasangan hidup dari Tuhan, berdoalah sungguh-sungguh, bukan sibuk tebar pesona sana-sini apalagi menggunakan pelayanan sebagai modus. Para pria di pelayanan, jagalah perasaan saudarimu perempuan dengan tidak seolah-seolah memberi harapan melainkan berdoalah kepada Tuhan untuk menunjukkan siapa orangnya baru kemudian nyatakan imanmu. Dan untuk para wanita, hindarilah terlalu baper dengan perbuatan baik pria. Kalau engkau mulai merasakan degup-degup itu dalam jantungmu, segera masuk ke kamar doamu dan bertanyalah kepada Bapamu. Alangkah lebih baiknya jika kalian mempunyai pembimbing rohani yang bisa diajak berdoa bersama-sama (akan dibahas di post yang berbeda).

Tuhan memberkati 🙂

 

Jangan lupa share artikel ini supaya lebih banyak orang yang terberkati ya 🙂

 

Artikel sebelumnya tentang pacaran :

  1. Pacaran Kristen
  2. Mendoakan Pasangan Hidup

Mengampuni Masa Lalu Pasangan? Bisakah?

“Sudah berapa kali pacaran, Corel, Kiky?”

Itu adalah pertanyaan pembuka waktu kami mengikuti kelas pranikah di gereja. Sebenarnya sebelum kami ikut kelas pranikah di gereja, kami pernah dapat pemberlengkapan pranikah juga dari Sion Ministry waktu awal kami ambil komitmen berTH dan kami sudah memutuskan untuk terbuka soal masa lalu kami satu sama lain sebelum kami berjalan makin serius dalam komitmen menuju pernikahan.

Nah, kenapa pertanyaan soal masa lalu itu penting? Karena dalam pernikahan nanti kita akan menjadi satu dengan pasangan, tidak ada kesempatan untuk berpisah lagi, jadi pastikan bahwa kalian tidak saling menyembunyikan sesuatu dari pasangan.

Bagi kami, masa lalu kami menyimpan banyak cerita dan bisa dibilang penyesalan. Sebelumnya kami hidup dalam kegalauan, kekosongan hati, pergaulan yang salah dll. Kami baru mengerti dan diajarkan mengenai kudusnya perTHan di pemuridan waktu kami kuliah dan dimuridkan di Sion Ministry (terima kasih untuk orang tua kami yang senantiasa berdoa sewaktu kami masih aneh-aneh dan terima kasih untuk pembimbing rohani kami yang berjuang sampai akhirnya kami diubahkan. Words can’t describe how grateful we are :” )

Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.

Amsal 21:25

Itulah sebabnya kami tidak bosan-bosan mengingatkan kepada adik-adik rohani kami dan pembaca blog ini : mulailah hubungan bukan karena kamu sekedar ingin punya pacar, mulailah hubungan karena kamu sudah berdoa dan betul-betul sudah dengar janji Tuhan bahwa dialah orangnya. Jangan buru-buru masuk hubungan pacaran hanya karena kamu kosong. Kalau kamu merasa kosong, maka satu-satunya yang kamu perlu adalah Yesus. Bukan pacar.

Kenapa pacaran gonta ganti sangat tidak baik? Karena itu membuat hatimu luka dan berbekas. Itu ibarat menempelkan selotip di tembok kemudian mencabutnya dan menempelkan yang lain. Bayangkan kalau sudah ada 10 kali pacaran (atau lebih?), ada berapa kenangan yang ada di hati dan pikiranmu?

Okay kembali ke kesaksian ya hehe. Jadi saat kami mulai terbuka mengenai masa lalu,  itu menyakitkan bagi kami satu sama lain. Buat saya pribadi ada ketakutan untuk dibandingkan, cemburu dll. Dan itu cukup mengganggu saya beberapa lama.

Kami masing-masing bergumul dalam doa meminta Tuhan Yesus menolong kami mengampuni masa lalu satu sama-lain. Tapi di titik itu Tuhan membuka mata saya bahwa saya masih sombong. Ketika saya susah mengampuni pasangan saya, artinya saya masih berpikir bahwa saya lebih kudus dibanding dia, saya merasa hidup saya lebih baik dll. Di situ Tuhan ingatkan saya bahwa sayapun orang berdosa. Dan kalau saya yang berdosa ini sudah Tuhan ampuni lewat Yesus Kristus maka apa alasan saya untuk tidak mengampuni masa lalu pasangan saya?

Semua kesalahan pasanganmu sudah Aku ampuni waktu Aku mati menebusnya di kayu salib 2000 tahun yang lalu. Demikian juga kesalahanmu.
Kamu tidak berhak menuntutnya atas dosa yang sudah Aku ampuni.

Dan ya merhema sekali ayat yang pernah saya dapatkan waktu saya mendoakan siapa pasangan hidup saya :

Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Yesaya 55:7

Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
-Lukas 1:6

Jadi sekalipun kami dulu adalah orang fasik, tapi saat kami kembali kepada Tuhan Yesus, Ia mengampuni kami. Total. 100%. Tidak diingatNya lagi masa lalu kami.

Allah menyebut kami benar. Bukan karena kami tidak pernah berdosa melainkan karena dosa yang kami perbuat sudah diampuni oleh Yesus Kristus. Kami dibenarkan karena Tuhan Yesus sudah menanggung dosa kami di kayu Salib. WOW betapa luar biasa kasihNya.

Kabar gembira ini juga ada buatmu, mungkin kamu pernah berbuat dosa yang kamu sesali di masa lalu dan kamu meragukan apakah Tuhan akan mengampunimu? Apakah mungkin kamu akan dapat pasangan hidup dari Tuhan?

Jawabannya adalah Ya ya ya ! Sebab di dalam Tuhan masa depanmu sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang!

Dan kalau saat ini kamu bergumul tentang mengampuni dosa pasanganmu, ingatlah bahwa dirimu juga orang berdosa yang sudah diampuni. Memang susah sekali untuk mengampuni dengan kekuatan sendiri. Mustahil bahkan. Oleh karena itu mintalah Tuhan membuat kita mengerti betapa besarnya dosa kita di hadapanNya dan betapa dalamnya kita sudah diampuni.

I’ll never know how much it cost
To see my sin upon that cross.

Dan saat ini setiap kali iblis berusaha menggoda saya dan TH saya untuk menuduh satu sama lain akan masa lalu, kami berpaling lagi kepada Tuhan Yesus Kristus karena di sanalah masa lalu kami sudah disalibkan dan dibasuh dengan darah Kristus yang mebawa pengampunan untuk kami.

Tuhan berkati 🙂

 

Bacaan yang lain mengenai Teman Hidup:

1. Pacaran Kristen

2. Mendoakan Pasangan Hidup

3. Kesaksian Pertunangan

Akhirnya saya melanjutkan blog ini :)

Saya sempat terintimidasi apakah saya mau melanjutkan blog ini atau tidak hehe. Alasannya karena saya merasa terintimidasi kenapa saya terus menerus menulis mengenai pasangan hidup dan teman hidup sedangkan rekan-rekan saya sepertinya menulis hal-hal yang “jauh lebih keren” menurut saya hehe.

Tapi puji Tuhan setelah beberapa bulan vakum menulis, akhirnya saya menemukan hasil merenung yang menguatkan saya lagi.

Saya diangkat dari masa lalu yang tidak jauh-jauh dari kejatuhan-kejatuhan seputar teman hidup. Dan setelah Tuhan memulihkan saya, Tuhan pakai kejatuhan saya menjadi kesaksian buat orang lain. Saya diambil dari jurang yang dalam mengenai hal tersebut, itu sebabnya pemulihan yang saya rasakan begitu luar biasa berlimpah dan secara natural itu membuat saya banyak menulis soal itu 🙂

God can turn mess into mess-age

Dan saya bersyukur kalau tulisan saya soal Teman Hidup selalu menjadi top article di blog ini, artinya banyak pembaca blog ini dan anak-anak muda di luar sana yang memang membutuhkan kesaksian dan Firman Tuhan soal itu. Jadi silahkan ya share ke rekan-rekan kalian 🙂

 

Screenshot_20171123-121441

Nah jadi siap-siap ya karena waktu-waktu ke depan akan mulai panas lagi blog ini dengan artikel-artikel baru 🙂

Untuk yang kesulitan buka wordpress setiap saat bisa follow instagram saya dan Teman Hidup saya ya. Kami akan sering update di sana juga soal perenungan dan sharing kami.

Ini instagramnya yaa : www.instagram.com/kikycorelya silahkan difollow 🙂

Screenshot_20171123-122912

 

 

 

Kebiasaan Menabung – Pengajaran Pranikah

Seberapa penting menabung dalam kehidupan?

Punyakah kita tabungan?

Menabung itu sangat penting guys dan alkitabiah juga loh.

Matius 6:26 (TB)

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Kita percaya bahwa Allah adalah Allah yang menyediakan apa yang kita butuhkan. Tapi Allah sudah mengaruniakan kita sesuatu yang jauh lebih penting : akal budi. manusia dikarunia akal budi bukan untuk pajangan saja.

Menabung itu bukan berarti tidak percaya penyediaan Tuhan melainkan mempergunakan akal budi yang Allah berikan untuk mengelola berkat yang diberikan. Memang benar kalau kita tidak boleh menggantungkan hidupnya sepenuhnya pada tabungan apalagi men-Tuhankan tabungan dengan cara pelit banget sampe-sampe ga mau perpuluhan/menabur/membantu orang.

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

1 timotius 6:17

Tapi bukan berarti menabung itu salah ya!

Burung tidak bisa menabur dan menanam, tetapi manusia bisa. Kita bisa mengusahakan tanah, bumi dan banyak hal lainnya. Kita bisa bekerja dan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.

Hampir semua manusia bisa menabur dan menanam. Hampir semua manusia tahu caranya mencari uang.

Tapi….

Sedikit yang memiliki kemampuan untuk “mengumpulkan bekal di dalam lumbung”

Apa itu?  Tabungan!

Di dalam hidup kita, ada musim-musim yang berubah. ada musim kelimpahan dan musim kering. Sama seperti musim pada umumnya, musim itu akan berganti. Kalau saat ini kita sedang dalam musim kelimpahan, sudah sepatutnya kita mengumpulkan “bekal di dalam lumbung” alias tabungan untuk musim-musim kering di depan yang kita tidak tahu kapan datangnya.

Amsal 6:6, 8 (TB)  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Kita disuruh belajar ke semut dalam hal menabung 🙂

Semut adalah binatang yang rajin menabung.

Dia tau bahwa tidak akan selamanya musim panas, jadi dia menabung dari yang dia dapat di musim panas untuk musim dingin di depan.

savings

Nah jadi dari sejak muda, kita harus belajar menabung. Entah kita masih sekolah, kuliah, kerja ataupun sudah menikah. Jadikan menabung sebagai salah satu prioritas keuangan ya!

Jangan tunggu “musim kering” dulu baru kita menyesal karena tidak pernah menabung ya

Saya belajar banyak dari TH (teman hidup) saya soal menabung. Mas adalah orang yang memiliki manajemen keuangan pribadi yang baik dan selalu mengalokasikan tabungan bahkan sejak mahasiswa.

Dia bisa menabung berapapun income-nya. Karena menabung itu sebenarnya bukanlah tergantung seberapa besar pendapatan kita melainkan bagaimana kita mencukupkan diri kita dengan apa yang kita miliki.

Kita tidak diciptakan

Lalu suatu ketika setelah setahun dia bekerja di Bandung, Tuhan minta dia pindah ke Samarinda, kaltim. Bukan pindah tugas loh tapi resign dari kerjaan yang lama, melangkah dengan iman ke Samarinda padahal ga ada keluarga di sana, mengirim barang dan motor dari Jawa ke Samarinda kemudian apply kerja dan menunggu Tuhan berikan pekerjaan.

Berapa lama waktu penantian pekerjaan di Samarinda? Hampir 7 bulan!

Tanpa keluarga di sana, tanpa minta bantuan dana bahkan tidak ke saya. Semua orang yang mengenal kami bertanya bagaimana mas bisa bertahan secara keuangan di kota asing itu.

Tentunya karena Tuhan menjaga ya jelas haha tapi mas juga tidak lupa menambahkan : tabungan! Mas sudah belajar menabung dari mahasiswa hingga awal bekerja. Tuhan menunjukkan teladan menabung lewat TH saya. Mas mempersiapkan “musim dingin” kehidupan dengan cara menabung saat “musim panas”.

Dan tabungan itu tepat mengantarkan mas hingga Tuhan buka pintu pekerjaan yang tepat. Puji Tuhan!

Sekali lagi, ketika kita membaca ayat ini :

Matius 6:26 (TB)

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Ingatlah bahwa kita lebih cerdas dari burung, oleh karena itu kita perlu menabung.

Tuhan Yesus memberkati 🙂

Kesaksian Pertunangan 

Kalau saya membuat cerita berTH (berteman hidup) terlihat mudah, please ask for detailed story haha

Nyatanya ikut Tuhan itu memang tidak mudah tapi seru dan penuh kejutan. Di masa-masa kami sedang mempersiapkan biaya pernikahan (kami mulai memakai salah satu rekening utk menabung bersana langsung 1 bulan setelah berTH) dan meminta restu untuk mulai mempersiapkannya dari ortu, Tuhan meminta saya resign dari pekerjaan di Bandung dan pindah ke Balikpapan.

Saya menunggu 4 bulan sblm akhirnya Tuhan berikan saya pekerjaan yang baru di Balikpapan. Kemudian tidak lama setelahnya Tuhan meminta mas resign dari pekerjaan di Bandung dan pindah ke Samarinda. Mas harus menunggu 7 bulan sebelum akhirnya Tuhan berikan pekerjaan.

Pertentangan dari keluarga? Jelas. Lagi siapkan biaya pernikahan kok malah resign dan pergi ke kota yang belum jelas kerjanya matas dasar “kata Tuhan”. Lagi siap2 minta restu untuk pernikahan kok malah ambil pilihan yang beresiko ditentang keluarga. Tentu tampak ga masuk akal.

Di titik itu saya sempet mikir “kok Tuhan hobi banget bikin orang deg2an ya. Kok jalan2Nya ga masuk akal.”

Duh kalau diceritakan jantung saya deg2annya kayak apa di masa2 itu udah ga ngerti lagi pokoknya.

Tapi lalu Tuhan berikan janjiNya :

Yohanes 14:1 (TB)  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Seketika itu juga hati saya nyess gitu. Tuhan bilang percaya padaNya. Bukan percaya pada rencana kami. Bukan juga percaya pada berapa saldo di rekening kami. Melainkan hanya percaya padaNya.

Tuhan ingatkan “kalau kalian ga Kuminta resign dan menantang iman, kalian pasti tidak mengandalkan Aku. Kalian akan tenang karena merasa izin sudah didapat dan tabunganpun ada. Kalian jadi mengandalkan kemampuan kalian”

Saya lalu perkatakan janji itu “Aku tidak gelisah. Aku percaya pada rencanaNya”

Singkat cerita mas dapat pekerjaan dan 2 bulan setelahnya mas dapat penugasan sementara ke Jakarta. Di masa-masa itu kami mendapat peneguhan bahwa ini saatnya untuk memulai meminta restu dari orang tua.

Mazmur 66:12 (TB)  Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas.

Saya mendapat rhema dari ayat di atas. Tuhan berbicara lewat ayat tsb di suatu pagi jam 3 waktu saya terbangun tiba-tiba. Rhema yang saya dapat “Aku sudah menguji kalian, aku membiarkan orang-orang lain menikah lebih dahulu tetapi sekarang ini saatnya bagi kalian memasuki masa2 pernikahan”

Secara logika, ga masuk akal. Kan baru aja dapat pekerjaan, apa yang akan dipikirkan orang tua nanti.

Tapi itulah kehebatan Tuhan.

Amsal 21:1 (TB)  Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.

Di luar dugaan, orang tua langsung memberikan restu. Sampai kami berdua pun terheran-heran. Acara lamaran dan pertunanganpun langsung dikebut persiapannya dalam waktu sekitar 1-2 bulan. Puji Tuhan 🙂

Mohon dukungan doa untuk masa-masa ke depan. PerTH-an kami tidaklah sempurna tapi kami rindu berbagi dengan rekan-rekan melalui tulisan ini bahwa Tuhan peduli mengenai hidup kita. Bahkan dalam urusan pasangan hidup.

Percaya padaNya lebih daripada apapun yang bisa kita percaya lainnya. RancanganNya adalah yang terbaik sekalipun seringkali terlihat tidak masuk akal.

Tuhan berkati 🙂

Orang Kristen berbohong?

Sebagai orang yang besar dalam keluarga Kristen, saya hafal banyak lagu Kristen yang bagus-bagus. Terlalu bagus malah.

Saya ambil contoh lagu sekolah minggu ini :

Sungguhlah hidupku tlah ditebus

Oleh kuasa darah yang kudus

Sekarang hidupku bukan milikku lagi

Apapun yang Tuhan mau lakukan

Apapun yang Tuhan inginkan

Asalkan Tuhanku senang

Semua kurelakan

NamaNya dimuliakan

Lagu : Suka-sukaMu Tuhan

Kita menyanyikannya dengan mudah dan lancar. Tapi kita terkadang tidak menghidupi apa yang kita nyanyikan..

Paul Washer pernah berkhotbah demikian :

CHRISTIANSDON'T LIETHEY SING IT

Waktu saya dengar khotbah itu jleb sekali ya. Banyak dari kita fasih sekali menyanyi “sekarang hidupku bukan milikku lagi” tapi ketika Tuhan meminta kita untuk mengerjakan penginjilan, duuuh kok ga gerak2.

Waktu pekerjaan Amanat Agung butuh taburan, kita kunci dompet dan atm kita rapat-rapat.

Waktu Tuhan bilang “ampuni orang yang kamu benci”, kita menolak mentah-mentah.

Duh. Tadi kenapa nyanyi “sekarang hidupku bukan milikku lagi” kalau masih melakukan semuanya sesuai kemauan sendiri dan bukan sesuai Firman?

Yuk belajar menghidupi apa yang kita nyanyikan 🙂

​Aturan itu dibuat untuk menjagamu, Sayang

Jadi ceritanya saya baru pulang dari Bandara mengantar TH saya yang sedang berangkat ke luar pulau. Pulang dari bandara saya keluar dari parkiran motor ke arah pintu keluar.

Jalan keluar motor itu sempit sekali, dibatasi oleh separator orange yang memisahkan batas antara motor dan mobil.

Dalam hati saya mulai berbicara :

“ini pembatas nyusahin deh bikin jalan sempit aja”

seketika itu satu suara yang saya kenal berbicara di dalam hati saya :

“Itu untuk menjagamu, Nak”

Saya terdiam nyaris menghentikan motor saya. Seketika itu juga air mata keluar dari mata saya dan tau apa yang sedang Ia ajarkan pada saya malam itu.

Betapa seringnya kita mengeluh akan adanya aturan karena berpikir aturan itu menghilangkan kebebasan kita. Tapi tahukah kamu kalau aturan itu sebenarnya untuk menjagamu agar tetap sapat menikmati kebebasanmu?

Kenapa jalan tol disebut bebas hambatan? Apakah karena disitu semua bisa bertindak semaunya?

Tidak.

Jalan tol menjadi bebas hambatan karena orang yang melintasinya takluk pada aturan tertentu sehingga kebebasan berkendara dapat dinikmati semua orang yang melewatinya. Bisa bayangkan kalau semua orang saling berkendara melawan arah di jalan tol? Bukannya kebebasan malah kecelakaan yang didapat.

Apakah kamu mengerti bahwa ini juga berlaku untuk hubungan pacaran dan teman hidup?

Mengapa seolah-olah hubungan per-TH-an di SION sangat penuh aturan?

harus mendoakan dulu, melewati tahap konseling dengan pembimbing, tahap pengujian lagi, dan lain sebagainya.

Apakah itu untuk menghilangkan kebebasanmu dalam memilih pasangan?

Tidak sama sekali. Itu untuk menjagamu, Sayang. Percayalah 🙂

Bersambung..

(CEA)

Jangan tanyakan “kemana gereja?” tanyakan saja “kemana saja saya?”

Jutaan orang sedang tenggelam dalam dosa mereka dan mereka tidak tau arah. Mereka kosong dan mereka mencari sukacita dengan mencoba berbagai macam hal : rokok, narkoba, minuman keras, drugs, shopping. Bukannya mendapatkan apa yang mereka pikir kebahagiaan mereka malah bertambah hancur dan makin kosong.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6)

Mereka butuh bantuan! Ada beberapa orang yang menolong mereka dengan menceritakan Yesus kepada mereka. Mereka berupaya mati-matian menolong orang yang sedang tenggelam. Sementara ada BANYAK juga orang yang HANYA duduk- duduk dan menonton upaya penyelamatan itu.

1000075859

Jangan tanyakan “kemana gereja?” tanyakan saja pada dirimu “kemana saja kamu?”

Continue reading “Jangan tanyakan “kemana gereja?” tanyakan saja “kemana saja saya?””