Tiada Janji Kuingkari

Bijak pituahmu ku hormati
Kehendakmu ku turuti
Bukan kerana aku takuti
Itulah sekeping rasa dihati

Kau sinis memberi vonis
Ucapanmu bagai genderang
Pecah didaun telinga

Amarah dan ego membumbung tinggi
Sungguh menyusutkan waktu terlewati
Keruh nuansa indah yang terbina
Menguras alam fikir sayang

Semula cinta ditautkan
Dua jiwa menyamakan hati
Tak sekedar mendengar suara hati

Tiada janji kuingkari
Tiada sumpah terlangkahi
Sebelum ragaku berkalang tanah
Kau abadi berpijak di ranah hati

Cara Membuat Spoiler di Kaskus

avatar anonymousCara Cepat | Tips Mudah

Cara Membuat Spoiler di Kaskus Cara Membuat Spoiler di Kaskus dengan mudah. Gambar di spoiler dan teks spoiler cepat dan sangat mudah, bagi yang belum mengetahui Cara Membuat Spoiler di Kaskus alias newbie dan malu bertanya pada teman sebelah karena takut disangka gaptek  jangan khawatir. Kami akan memberikan informasi Cara Membuat Spoiler di Kaskus baik gambar spoiler atau teks spoiler. Untuk sekedar spoiler teks:

 

[spoiler=ganti ini dengan judul spoiler kaskus anda]Isi ini dengan Spoiler Kaskus anda[/spoiler]

Menambahkan gambar show hide spoiler. Untuk menambahkan gambar pada spoiler, anda hanya perlu menambahkan [IMG].

[spoiler=Judul spoiler][IMG]http://url gambar spoiler anda[/IMG][/spoiler]

Mengapa Menambahkan gambar / teks Spoiler di Kaskus? Kebanyakan orang menggunakan spoiler untuk menghemat space tetapi komunikatif, tapi ada juga yang menganggap bahwa pembuatan spoiler itu membawa modus tertentu (hihihi kidding bro, sekedar mengingatkan u/ tdk melakukan hal tsb). Mudahnya, definisi fungsi spoiler tergantung menurut pribadi masing-masing aja (clear kan? hehe)

Mungkin Anda sudah sering lihat

Lihat pos aslinya 36 kata lagi

Tiada Janji Kuingkari

Bijak pituahmu ku hormati
Kehendakmu ku turuti
Bukan kerana aku takuti
Itulah sekeping rasa dihati

Kau sinis memberi vonis
Ucapanmu bagai genderang
Pecah didaun telinga

Amarah dan ego membumbung tinggi
Sungguh menyusutkan waktu terlewati
Keruh nuansa indah yang terbina
Menguras alam fikir sayang

Semula cinta ditautkan
Dua jiwa menyamakan hati
Tak sekedar mendengar suara hati

Tiada janji kuingkari
Tiada sumpah terlangkahi
Sebelum ragaku berkalang tanah
Kau abadi berpijak di ranah hati

Apapun Kata Orang, Inilah Jalanku.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:

aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik sok lebay
dan sok bau surga.

Ku jawab:

Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada,
meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku memang sok lebay. Karena aku adalah manusia yang lemah yang terserang makhluk kecil macam virus saja tubuhku sudah ambruk, manusia yang bodoh yang tidak mengetahui nasib hidupku satu detik setelah ini, manusia yang serba kurang dan punya batas waktu yang ketika waktu itu habis aku tidak bisa mengulurnya ataupun mempercepatnya

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali Islam dan Muhammad sebagai pembawa huda dan haq
Juga, manusia juga dibekali akal oleh Tuhannya
Namun, manusia diberi kebebasan memilih untuk hidupnya
Dan, there is only one choice

Untuk itulah aku memilih jalanku
Memilih jalan hidupku
Hidup yang aku dambakan
Mendamba apa yang telah dijanjikanNya
Janji yang tak akan pernah diingkari

Whatever… what they said

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Qs. Al-An’am 116).

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Risalah Hati

Sajak ini ialah caraku menafsirkanmu
sebuah kebingungan jelang tidur yang tak bisa kujawab sendiri.
Sebab diingatanku, kau bayangan yang tak ditenggelamkan gelap malam.
Kau telah menjelma duri tajam
duri yang telah kuikhlaskan menancap,
ke dinding hati ketulusan.

Perihal pertama kebingunganku ialah wajahmu.
Bagaimana bisa hadirmu, ada di saat pejam tidurku?
Kau serasa racun menyebar dalam diri, tak teraba tapi terasa pasti.
Kau pil pahit merusak isi dada, terbuat dari kenangan cantik kita berdua.
Ia mendadak menjelma kunang-kunang yang bergerak tiada letihnya; terbang beterbaran bermain di taman ingatan.
Entah gambaran apa ini,
Mungkin ini yang kemudian disebut orang sebagai kenangan.
Ia seolah mempunyai mata
mata yang menyalak dalam gelap minta diperhatikan.

Apa itu karena matamu dulu
Mata yang kuingat paling cantik, tempat meleburkan duka-hitam-pahit.
Ya, tatapanmu. Ia serupa pusat putaran rotasi bumi, dimana pun aku pergi.
Padamulah arti pulangku kembali.
Matamu berair.
Sedihku hadir.

Ah, kenapa Tuhan ia tidak bisa keluar dari pikiranku
Aku seperti pintu yang terus menerus diketuk, padahal pintu itu jelas sudah tertutup.
Bukankah kau Tuhan, selalu mengajarkanku syukur
Aku sudah menjalani apa yang bisa kujalani, menanggung apa yang telah kusanggupi.
Sebab seperti pelukan dari belakang.
Kudiamkan lengan. Agar kau bukan lagi di lingkaran dekapan.

Kini tak apa aku menjadi abu, yang terbang agar tanaman lain bisa tumbuh.
Sedangkan kau tungku api,
terus menyala membakar entah sampai kapan.

Tapi mengapa ketika aku mulai bersyukur, selalu muncul bayanganmu yang kufur.
Kamu begitu fasih mengelabui hati, mengganti arti membahagiakan dengan melepaskan.

“Bahagia seperti apa itu?, hujatku dalam hati, bukankah bahagia tak lebih dari gambar yang kita ciptakan dalam kepala?
Sedang keterbatasanku. Bukankah ia cobaan? Bukan, alasan kita saling melepaskan.”

Inilah membawa kebingunganku selanjutnya,
kita saling ‘melepas’ tapi mengapa bayangmu tak tanggal lekas.
Selalu datang disaat jelang tidurku.

Bagaimana kau bisa disana, apa kau menungguku tidur?
Selalu sesaatku perlahan memejam mata kenanganmu pecah dalam kepala.
Ia menjelma pedang yang menghunus jantung, lalu merobek-robeknya tanpa ampun.
Tidakah kau mengerti, hal itu membuatku perih?

Pasti itu karena senyummu?
Lengkungan yang kuingat paling memikat, tempat isi ulang peluhku menjadi semangat.
kau kolam untukku tenggelam; tenggelam menyelami mata air ketabahan.
Bius ampuh penghilang rasa sakit yang selalu kuandalkan.
Kau muram.
Tawaku karam.

Sedangkan sentuhan kulitmu.
Ialah bumi dimana kuberpijak, langit yang menerangi setiap tapak.
Kemanapun aku pergi, sebenarnya tetap kaulah alam berlindung diri ini.
Peluhku jatuh, kau hadirkan angin sepoi sesaat.
Kumenangis, kau hadirkan hujan untuk menutupinya cepat.
Kau udara, yang tak habis-habisnya tempatku bergantung napas.
Tanpamu, hempaskanku ke jurang sedih tanpa batas.

Berikutnya, ciumanmu.
Bagaimana aku melupakan ciuman itu?
Dosa termanis yang kudapatkan, peredam amarahku dengan sekali kecupan.
Kau pernah berkata: “Jika cinta kita pupus, kau tak perlu takut. Setidaknya kenangan kita jadi cahaya kunang kunang penuntun jalanmu yang lurus”
Aku diam saat itu, kau ingat?
Karena tak ada terbayang di’angan’ku, untuk kau jadi ‘angin’ lalu.

Dan kini kau memang berlalu.
Jauh.
Meninggalkan ragaku.

Kini kepakan kunang-kunang itu pun menggangguku setiap malam.
Cahayanya gemintang, ia terbang berputar-putar mengitari taman ingatan. dari tempat ke tempat. Bekas tawa kita pecah melekat.

Pada mulanya kunang-kunang itu muncul di mimpiku, di dalam tidurku, di pejam kedua mataku.
Kemudian ia keluar dari tanganku; tangan yang pernah kubalas sentuhanmu yang hangat.
Kini kunang-kunang itu keluar juga dari mulutku; mulut yang kuingat membalas kecupanmu singkat. Dan sampai kemudian kulihat, seluruh tubuhku mengeluarkan kunang-kunang.

Sungguh kebingungan ini tak bisa kujawab sendiri.
Kini mereka terbang gentayangan. melayang di kamarku. Kemudian dengan kompak membuat konstelasi wajahmu yang manis. Lambat laun kulihat muncul lehermu disana. Kemudian lengan tanganmu.
Tangan dari tempatku bertahan, kekalahan hidup pun tak apa jika pelukanmu ada setiap kubutuhkan.
Dekap lengan yang setara embun pagi surga. Masuk menyelinap mengugurkan perih cobaan dunia.
Hingga kau benar-benar masuk dalam jiwa.
Merasuk, mengisi kekosonganku disana.

Kuingat, semua begitu terasa menyenangkan, saat lenganmu merengkuh badan.
Tapi tidak saat kau tiba-tiba melepaskan,
dan tubuhku keburu tak mengetahui cara bertahan.

Nah! mengertilah kamu apa yang kurasakan sekarang.
Tapi jika itu kurang?
Tambahkanlah perasaan itu; perasaan sekarang dengan sepi jelang tidurmu,
taburkanlah suasana gelap kamar tidurmu,
padukanlah juga dengan sunyimu.
Kemudian aduklah dengan kuat semua itu.
Pekat benarkan?
Sesaat sesak pun meruak.

Kini semua kunang-kunang terbang berhamburan; di mejaku, tempat tidurku, Lemariku, sobekan poto-poto kita yang lucu, dan tentu barang-barang pemberianmu. Semuanya menyala bak pasar malam.
Dan tentu wujudmu yang kini utuh dibuatnya.
Kulihat kau masih terpaku di depanku, lalu tak lama kemudian kau tersenyum, dan melambaikan tangan.
Aku pula tersenyum gemetaran.

Ah, kini kau makin menyelamiku lagi.
Bagaimana untuk berhenti.
Tuhan, entah apakah dengan berdoa seribu kali ini akan terhenti?
Tapi bagaimana bisa, jika sudah mendarah daging begini.

“Tolong pergilah kunang-kunang”, teriakku dalam hati. Tapi kunang-kunang itu pun masih saja keluar dari kepalaku, tanganku, mulutku dan seluruh tubuhku.
Tidakkah kau tahu?
Tubuhku istirahat itu bukan untuk memikirkanmu.

Sungguh kebingungan ini tak bisa kujawab sendiri
Aku sudah letih.
Sesak.
Menanggungnya sendiri.

Oh Tuhan ini yang paling lagi aku tak sanggup, apa cukup bersyukur ini akan selesai? Pun ditambah doa dan sabar?
Rasanya tidak! karena air mataku ternyata tidak sabar; tidak sabar berdoa agar selalu disyukuri ketabahan.
Sebab

air mataku kutanyapun terjatuh, tak mengerti hendak ia jatuh untuk apa dan siapa.
Akukah yang sebenarnya merindukanmu yang pergi?
Atau semua ini tanda kau berpisah denganku;
Sebuah tanda kau pergi meninggalkan tubuhku ini?

Salah Satu Film Favorit Saya ”The Prestige” (2006).

Gambar

Sinopsis:

Menceritakan rivalitas antara dua pesulap, The Great Danton / Robert Angier (Hugh Jackman) dan The Professor / Alfred Borden (Christian Bale). Angier dibantu oleh seorang insinyur John Cutter (Michael Caine) dan asistennya Olivia Wenscombe (Scarlett Johansson), sedangkan Borden hanya dibantu oleh asistennya Mr. Fallon. Dipenuhi ambisi untuk saling mengalahkan, rivalitas tidak sehat itu kemudian berujung pada tragedi yang menyedihkan.

Gambar

Gambar

Gambar

Review:

Film kelima Christoper Nolan ini ditulisnya bersama sodaranya, Jonathan Nolan (yang juga menulis screenplay film Memento) dan merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karangan Christoper Priest tahun 1995. Prestige, merujuk pada tiga tahapan dalam sulap. Tahap pertama, The Pledge : pesulap menunjukkan suatu benda yang kelihatannya biasa-biasa saja, dan menyuruh penonton untuk memastikan bahwa benda itu tidak menyimpan trik. Tahap kedua, The Turn : pesulap menghilangkan sesuatu dengan benda yang biasa-biasa itu. Namun dua tahap ini belum cukup, sesuatu yang hilang tersebut harus dimunculkan kembali. Makanya kemudian ada The Prestige, ketika benda yang hilang tersebut muncul dan membuat para penonton bertepuk tangan sambil bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi.

Sejauh yang saya baca nih dari plot The Prestige novel di wikipedia, tampaknya Nolan bersaudara melakukan beberapa perubahan pada filmnya (coba deh baca aja sendiri plot novelnya di wikipedia. Tapi ini cuma berlaku bagi yang uda nonton lho, yang belum nonton SAYA SARANKAN jangan baca dulu karena kenikmatan nonton anda akan SANGAT JAUH BERKURANG karena udah bisa tahu endingnya. Serius deh.. Bagi saya, adaptasi tersebut dilakukan dengan jauh lebih baik dari novelnya. Nolan melakukan beberapa dramatisasi pada filmnya, contohnya adegan kecelakaan istri Angier yang kayaknya gag ada di novelnya. Selain itu endingnya juga dilakukan beberapa perubahan. Tapi menurut saya sih emang lebih asyik filmnya daripada novelnya (*berdasarkan plot yang saya baca di wikipedia lho yaaa… saya sih belum baca buku aslinya). Nolan juga menyajikan plot yang maju mundur, dan plot berjalan ketika masing-masing pesulap saling membaca jurnal lawannya masing-masing. Twisted endingnya pun baru dibuka pada lima menit terakhir, bersamaan dengan Borden digantung di tali gantung setelah sebelumnya bilang, “Abracadabra…”. Sungguh, setelah bersenang-senang dengan twist dari Memento, jujur The Prestige juga punya twist yang sama baiknya. Saya kira itu berkat adaptasi yang sangat baik dan Nolan juga menggarap naskahnya dengan cukup baik. Walaupun ya memang, agak kesulitan juga sih untuk mengikuti alur yang maju mundur itu.

 

Salah satu surprise lain yang istimewa mungkin juga hadirnya tokoh Nicolas Tesla, seorang scientist sungguhan. Jadi kesannya seolah-olah film ini bukan rekaan. Dan tebak dong siapa pemerannya? David Bowie. Musisi glam rock itu lho… Pemeran asistennya, Mr.Alley juga cukup mengejutkan : Andy Serkis. Kalo anda pernah nonton LOTR, Serkis memerankan Gollum, monster aneh botak berkaki kurus dengan mata lebar dan suka bilang, “Masterrr… Masterrr…” dengan suaranya yang serak-serak gimana gitu. Nonton ini saya pun langsung manggut-manggut sambil mbatin, “Ohh.. ini to tampang aslinya…”. Hehe.

Selain itu, tentu saja yang patut diperhatikan adalah jajaran pemain utamanya. Christian Bale (Empire of The Sun, The Fighter, Nolan’s Batman), Michael Caine (aktor gaek yang baru-baru ini main sebagai Alfred di Nolan’s Batman), Hugh Jackman (Wolverine), dan Scarlett Johansson (Lost in Translation). Jackman dan Bale cukup baik lah memerankan karakter yang penuh obsesi dan ambisi yang tidak jelas. Tapi emang sih, sedikit kritik juga, bahwa karakter keduanya terasa minim sekali. Hilangkan perasaan obsesi dan ambisi itu, maka akan terlihat bahwa keduanya tidak punya karakterisasi yang kuat. Btw, kalo ditanya di film ini saya mihak yang mana, saya jawab saya ada di tim Batman, bukan tim Wolverine. Habis Bale di sini ganteng banget… #pleaseabaikan ^^ Caine, mungkin bermain tanpa beban, mukanya sendiri udah cocok banget untuk jadi Bapak-Bapak bijaksana yang harus sabar melihat kelakuan anak-anaknya yang ancur.

 

Anyway, film ini memang bukanlah masterpiece dari seorang Christoper Nolan, namun dengan dipenuhi oleh aktor-aktris terkenal dan jalan cerita yang cukup keren dan mengejutkan, saya pikir The Prestige menjadi sebuah pilihan film yang baik untuk ditonton. Lagipula, film ini juga cukup memanjakan mata melalui art direction dan sinematografinya yang menawan (FYI: The Prestige dinominasikan di ajang Oscar untuk kedua katagori itu). Oh ya, ending film ini benar-benar semakin sempurna karena ada lagu pacar saya (*iya, kali ini saya ngakunya pacar saya*=D). Analyse, by Thom Yorke – frontmannya band terbaik sepanjang masa – Radiohead.

 

Direkomendasikan untuk:
Semua penggemar film yang pada belum nonton.

 

Best Moment :
Of course, ketika semuanya dibuka pada ending.

Untukmu, ‘M’.

Apakah aku sedemikian tidak berharga
hingga kaupun hinakan diriku dengan nafsumu
lalu untuk apa bunga yang pernah kau berikan
kalau hanya untuk tumbuh menjadi layu
 
 
Sungguh kuterfatamorgana
dengan segala gerak tubuhmu
ternyata kau tak lebih
hanyalah menjadikanku budak birahimu
 
 
Lalu kemana rindu kusambangi
ketika ku menginginkan wanita sebagai kodrat sejati
untuk menemaniku
merajut asa menggapai mimpi
 
 
meski lewat syair tiada tersuka
aku berharap
kau hadir menjelma dalam nyata

Dermaga Senja Terakhir

dermaga tua dimuka kota
disana kita selalu menatap-lepas senja
diwajahmu… selendang senja jingga berderai
dan senyummu adl kuncup-mekar teratai

kasihku,
masih kurasa peluk yang mencengkeram hati
senja terakhir yang kita selami
dalam pelukmu aku hanya terpaku
pelepasan kali ini kau tangisi
tersedu menyesak senja. beku.

senja itu kuhangati janji
kau dan aku.. aku dan kau
kita dekat, erat diikat!
jauh jarak mmbentang tak merenggang!
biar tangan hatimu dan tangan hatiku tetap bergandengan!

Ruang Jiwa Luka

dalam ruangan sempit-menghimpit
sayup-redup semua tentang kita
hampir hilang lepas semua cerita
karena dari jenuh aku tak mampu berkelit
kubiarkan saja diri jatuh kepeluk sakit

dalam ruangan sempit-menjepit
pada botol-botol whisky tanganku mengapit
rayakan malam dalam tenggakkan caci
rayapi setapak curam benci
tinggalkan cinta manis madu
lupakan gelayut hati rindu
berlari terus aku dari diri dan hati

duniaku makin kelam, kasihku!
api dari unggun kecil dulu sisa tinggal abu.
kini aku sendiri melucuti nurani
ingkar pada janji, ingkar pada hati.