28 Days Later: Petualangan 7 Hari untuk Selamanya. Short Version.

Semua itu dimulai 7 hari yang lalu. Bukan, actually bukan 7 hari tetapi lebih tepat kalau gue bilang itu dimulai 28 hari sebelum 7 hari yang lalu. Ketika itu pak Kamil selaku PIC PK mulai mengundang kami ke google groups PK BPI angkatan 22 dan menugaskan kami untuk memilih ketua angkatan pra PK (Persiapan Keberangkatan). Gue bahkan masih ingat itu hari itu, hari ketika semua dimulai yaitu tanggal 19 Oktober 2014.

Yang paling seru (walaupun sangat menyita waktu gue yang harus fokus kerja juga) tentu saja adalah pengerjaan tugas biografi, dimana masing-masing peserta harus berkenalan dan membuat biografi 22 teman yang tidak satu kelompok. Jadi gue kenalan dengan Atha, Nadya, Joan, Mariska, Mia, Miranda, Mully, Vina, Hanna, Monica, Ade, Agus, Edo, Hanna, Inte, Leni, Andra, Antoni, Gena, Indra, Usep,  dan Yandra. Kalo lo nanya kenapa porsi cewek-nya lbh banyak daripada cowok, yaahhh… karena itu memang sangat disengaja…hahaha… Anyway, beberapa dari mereka ternyata pernah crossing path dengan gue sebelumnya, either sekantor, setemen main, dsb. The world is small after all. Pembuatan buku angkatan juga sangat seru, di sini gue diminta jadi Editor in Chief, sehingga harus berkoordinasi dengan tim visual yang diketuai Calosa dan juga mengoordinasikan anggota tim editor untuk menyiapkan semua isi dari buku ini. Thanks to the editors, Karib, Agus, Ajie, Efrin, Tikeu, Zulmi, Dhani, and Dhoni.

Judul dari kisah ini sendiri diambil dari slogan angkatan kami, yang diambil dari bahasa Sansekerta, Sedya yang berarti niat, Sena yang berarti kuat, dan Sura yang berarti berani. Dalam kalimat singkat, kami berharap angkatan kami menjadi pemuda Indonesia yang memiliki niat untuk memajukan bangsa, kekuatan untuk menjalani perjuangan menuju kemajuan dan keberanian untuk mengambil tindakan demi perubahan menuju arah yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Setelah melalui 3 minggu, mengerjakan 22 tugas dan melaksanakan banyak pertemuan-pertemuan untuk pelaksanaan pra-PK yang melelahkan sekaligus menyenangkan berlalu, selama 7 hari terakhir, pelaksanaan PK angkatan 22 dilakukan. Dan inilah kisah kami:

Day 1: Teman baru!

Jam menunjukkan pukul 05.00, gue berangkat dari rumah pake B 1234 TY kesayangan, tp kali ini disetirin adek ipar gue karena gue gk mau bawa mobil ke lokasi. Sampe di sana, ternyata uda rame, cuy! Langsung aja gue samperin anak2 yang lucu-lucu (yang sengaja gue pilih buat kenalan di tugas biografi…hahaha) buat kenalan muka.  Gak lama sesi dimulai. Sesi pertama adalah perkenalan panitia dan pembahasan tata tertib. Di sesi ini gue dan anak-anak yang lain deal sama pak Kamil selaku “Kepala Sekolah” untuk peraturan-peraturan yang akan diterapkan. Sesi PK selalu diisi oleh pembicara-pembicara berkualitas yang memberikan pandangan-pandangan penting untuk masa depan Indonesia. Jadi, abis itu ada pembicara yang bernama Tantia, seorang mantan mahasiswa berprestasi yang sekarang jadi Head of Operations di Traveloka.com. Tantia mengingatkan pentingnya menjadi seorang yang otentik, adaptif dan kompetitif. Kebebasan berpendapat juga menjadi poin penting yang menurut Tantia harus terus diperjuangkan. Oia, hari ini diakhiri dengan diangkatnya gue dengan semena mena menjadi Ketua Kelompok, dan (hampir saja) jadi Ketua Angkatan… Thanks to Joan, gue akhirnya batal jadi Ketua Angkatan…hahahaha,, Oh, btw, nama Kelompok gue Ki Hajar Dewantara. Isinya orang-orang luar biasa tapi aneh bin ajaib semua macam Chitra, Nita, Niki, Astrid, Mu’ti, Fadhil, Medicia, Meti, Rijal, Gerhana, Franko, Tati, Elida, Bintang, dan Chaidir. Hahaha…piss guys!

Day 2: Dance!

Highlight of day 2 adalah gue nari untuk pembukaan! Jadi ceritanya sebelum sambutan pak Eko sebagai Direktur LPDP, ada tarian persembahan dari angkatan, dan gue bersama 11 teman lain menarikan 2 tarian khas daerah NTT (Ja’i) dan Papua (Yosim Pancar). Setelah latihan berhari-hari, akhirnya gue dan teman2 bisa menarikan tarian tersebut dengan sangat baik (at least menurut gue sih..hahaha). Ditambah gue tiba-tiba dipilih, melalui survey yang dilakukan sebelumnya, menjadi anggota paling kontributif selama persiapan. Pembicara hari kedua ada Prof Misri yang berbicara tentang Gagasan Inovatif, dan juga Menjadi Creativepreneur oleh Bang Jay seorang entrepreneur dan penulis buku.

Day 3: School Visit – Membangun motivasi anak muda Indonesia

Di hari ketiga, setengah hari pertama gue ama anak-anak Ki Hajar Dewantara main-main ke sekolah SMA Pelita di Depok. Kami berbagi kisah dan memotivasi anak-anak yang ada di sana untuk melanjutkan kuliah setelah SMA. Salah satu anak yang masuk kelompok kecil gue pas sharing session ingin melanjutkan ke LaSalle College of Arts di Singapore! Sesi itu diakhiri cukup seru…mungkin karena kurang doa, angkot yang kami tumpangi mogok setelah beberapa ratus meter… untung ada angkot lain jadi kita tidak perlu dorong-dorong angkot sepanjang Margonda… hahaha,, Abis itu ada Dik Doank! Sesi motivasi yang cukup seru sih gue bilang, intinya apapun yang terjadi, harus selalu pasrah pada Tuhan. Sesuatu yang masih jauh dari apa yang gue lakukan sekarang, bukan karena gue gak percaya Tuhan, tapi karena gue percaya kalo Tuhan juga akan ngelihat usaha kita dulu…

Day 4: Menjadi Pemimpin

Hari keempat dibuka dengan upacara bendera. Meski cuma jadi peserta, gue yakin upacara yang kami lakukan adalah upacara paling kompak yang pernah ada. Dan pak Kamil (PIC PK) juga mengakui hal yang sama. Setelah itu, Pak Arief memberikan pandangannya mengenai menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Harus gue akui, sesi pak Arief adalah sesi terbaik selama PK. Pembawaan sesinya sangat mirip seperti seorang comic (stand up comedian) yang sedang melakukan show. Gue inget gue ketawa sangat keras sampe gue ampir jatoh pas pak Arief bilang joke about “ternyata”-nya seorang mahasiswa…will tell you about the jokes in other post…hahaha,, Sesi sore diisi seorang purnawirawan Laksamana Muda Angkatan Laut yang sangat berapi-api di usianya yang ke-72. Gila, dia sukses membuat anak-anak yang rata-rata berusia sekitar 25-35 tahun ikut merasakan semangat nasionalisme yang luar biasa. Jadi malu gue sama tingkat nasionalisme gue selama ini.

Day 5: the BUMMER!

Hari kelima dimulai jam 00.30 AM, karena kita harus travel ke Bandung (approx 90 miles dari Depok) naik bus. There’s good news and bad news about it. Berita baiknya gue bisa tidur lbh lama di bus. At least lebih lama daripada yang gue dapet selama 4 hari sebelumnya…yang cuma 2 jam sehari… Berita buruknya…well it is a bus…gimana bisa gue tidur enaaakk…hahaha,, Tapi ternyata day 5 is the best day of PK. Diawali dengan ice breaking seperti layaknya outbound pada umumnya, kegiatan dilanjutkan dengan BUMMER (Building Unshakeable Mentality Race). Game pertama adalah 8 set games yang dilakukan bergantian. My favorite was the Breaking the Gate. Intinya harus mecahin balon yang digantung-gantung pake batang bambu. Dannnn…nilai yang kita dapet adalah nilai kebrutalan dan frustasi…hahahaha… gue ama anak-anak KHD akhirnya hanya ngayun-ayun dengan brutal sampe balon-balon itu pecah. Yang paling berkesan dr sesi siang itu adalah individual games. Gue yang takut ketinggian (acrophobia) ini memaksa diri gue sendiri untuk melawan rasa takut gue untuk melakukan rapelling (menuruni tebing dengan tali), flying fox (berayun turun lewat sloping rope line) and human jump (loncat dari tebing untuk nangkep sandsack). That was hell of a ride dan gue akan kasih detail-nya serta versi dramatis-nya di tulisan lain! Hahaha… Walaupun istruktur-nya agak kurang ajar…enak aja ngatain gue kaya tukang jahit (kaki gue gemeter pas turun rapelling). Hahahaha. Hari itu ditutup dengan paintball wars, dimana Ki Hajar Dewantara akhirnya menduduki posisi 2 dari semua peserta kegiatan!

Day 6: the Most Important Session!

Hari itu diisi sesi paling menarik dan paling ditunggu-tunggu… Sesi penjelasan cara pencairan Beasiswa Pendidikan Indonesia yang bisa dilakukan dengan segera. Hehehehe… Malamnya, dilakukan refleksi Merah Putih yang semakin membangkitkan rasa nasionalisme kami peserta PK-22. Pak Fahrizal membawa kita menghayati arti sang Merah Putih, dan arti rekan-rekan di samping kita… yang akan bahu-membahu membangun bangsa ini.

Day 7: The Closing

Hari terakhir diisi dengan sesi penutupan. Entah mengapa tiada penghargaan-penghargaan peserta terbaik, teraktif, dsb. seperti yang ada di PK sebelum2nya. Mungkin karena pada bandel-bandel kali yah…hahahaha… Terus yang bener-bener penutupannya adalah sesi Drama Musikal persembahan angkatan 22 yang menurut gue luar biasa sukses! Anak-anak ngambil cerita Ande-Ande Lumut yang dihubungkan dengan nilai-nilai LPDP (Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan). Dan seperti biasa, gak afdhol kalo gue cuma jadi pemain biasa-biasa aja…jadilah gue Klenting Kuning! Yes…gue lagi2 didapuk jadi bencong… tp at least kata anak-anak yg cewek gue lumayan cantik… Jadi menginspirasi buat ke Thailand nih…hahahaha… ya keleeuuusss…

Anyway, that was hell of a ride,, I met awesome people and had an awesome time together. High appreciation for the committee who had prepared this for us from the beginning until the end, for their hard work as well as their friendship and supports. Special thanks for Joan, Chitra, Ramda, Agus, Karib, Calosa, Atha, Mariska, Chief Vina and for sure my room mates Yudhis and Albert! Anw, this short notes is dedicated to the best group ever, PK-22! I believe this is not the end of our journey, but the beginning of everlasting adventures! PK-22… SEDYA! SENA! SURA!

Disclaimer: Post ini adalah kisah nyata yang melatarbelakangi cerita “28 Days Later: Petualangan 7 Hari untuk Selamanya” di post-post yang akan gue publish setelah yang ini. Karena yang kisah itu akan mengambil sudut pandang lain yang sedikit berbeda dan pastinya lebih detil (dan sedikit bumbu). Kalau ada perbedaan persepsi, please refer ke post yang ini yaah! hahaha… #sedangpengennulislagi

Time lapsed! Darn it.

I opened this old blog, the last post showed that it has been 6 years passed through… Darn it where have I been??

So, my resolution is to start a new journey, tapi semua yang uda gue tulis tetap tertulis (Pontius Pilatus, tahun 30). Gue akan mulai update-update lagi cerita2 hidup gue yang makin lama makin suram…hahahaha…

Perubahan yang terjadi:

1. Gue uda gak di Papua (that’s why judul blog-nya gue ganti)

2. Gue uda ngerasain nikmatnya Underground Mine, Open Pit Mine, dan Offshore Oil Platform selama hidup gue

3. Gue uda nikah…for the past 3 years…tp tetep gak suka anak-anak,, jadi belom memikirkan untuk punya anak… If I had a dollar for everytime gue harus jelasin ini ke org yang nanya, gue uda jadi milyader kayanya…

4. Gue uda sempat jalan2  ke Australia, Asia, Amerika dan sedikit Eropa…tinggal Afrika dan Antartika…

5. Gue sekarang hobi nonton pertunjukan (drama musikal, stand up comedy, dsb) terutama kalo bareng istri gue.

6. Gue uda promosi 2 kali di kantor

7. dst… and, a whole lot of things happened in my life thus far… well, 6 years is definitely not a short time… Mungkin akan ada juga cerita flashback dikit2 tp yang seru2 aja deh…

Best, CP.

Grasberg, 11.08.08

Hari ini akhirnya gw naek ke Grasberg, gunung yang memiliki ketinggian 4700 meter dpl… *Sekitar 3 mil dari Cartenz… (Puncak Jaya, 5080 m dpl)* Di gunung inilah tambang tembaga terbesar ketiga di dunia, dan tambang terbesar di Indonesia berada. Ternyata gunung ini gak sedingin yg gw kira…cuma LEBIH DINGIN…Damn… *sampe2 pas jam makan siang, turun hujan Es!!! Beneran!!* Banyak pengalaman baru selama gw naek k Grasberg…yang kurang cuma Eidelweiss…hehehehe…

Yang spesial dari perjalanan gw hari ini adalah TRAM. Yup, untuk naek k Grasberg, ada 2 jalur yang bisa dilewati. Yang pertama adalah HEAT (Heavy Equipment Access Trail) road, kalo lewat sini, lo harus duel sama alat2 berat tambang, karena ini emang jalur mereka…ada Loader, Dozer, Haul Truck (truk segede gaban yang diameter ban-nya aja ampir 2 kali tinggi gw…*gw bayangin kalo dibawa ke cuci mobil, buat moles ban-nya aja abis berapa y??…huahahahahaha* tapi harga sebiji ban-nya cuma…300 juta…siaaal…gaji gw setahun jg gak nyampe segitu…). Nah HEAT raod ini wujudnya kaya jalan Wonosari, daerah Irung Petruk…cuma beda dikit. Bedanya, HEAT road ini berbatu2, trus berlumpur, dan sama-sekali-gak-rata karena dilalui Heavy Equipment tiap jam…n sebelah kanan tebing, kiri jurang… ancurrr…

HEAT road ni...gak bayangin nyetir di sini...
HEAT road ni...gak bayangin nyetir di sini...

Jalur yang kedua adalah TRAM. Tram ini semacam kereta gantung yang menghubungkan Mill 74 ke GBT (orang sini bacany: Ji Bi Ti…padahal kepanjangannya Gunung Bijih Timur…jadi versi Cincha Lawra…JUNUNG BIJIH TWIMURRR…huahahahahaha). Nah di dalem TRAM ini suasananya kaya naek Trans Jogja yang posisi berdiri (secara gk ada kursinya), tapi pemandangannya beda…kaya naek pesawat!! naek-naek-naek…trus tiba2 cuma ada kabut…huaaaahhhh kerennnn… Cuma kadang2 Tram ini suka ngambek…nah, kalo pas ngambek bisa2 pas nyame tengah2 jalur macet deh…bisa mpe 2-3 jam baru jalan lagi…huaaaa seremmm…

liat deh jendelanya...gak kliatan ap2 kan?? Kabut tuh!!!
liat deh jendelanya...gak kliatan ap2 kan?? Kabut tuh!!!

Mpe di atas, gw disambut udara 10 derajat Celcius…dinginnnn… malahan seperti yg gw critain, pas jam lunch, malah turun hujan es… dingin en sakit…hihihihihihi… Tapi, tambang raksasa itu emang luar biasa… Ukuran open pit (tambang terbuka) seakan-akan duulu ada meteor besar yang menghantam bumi…damn!! Gw kerja di OpEx room di Surabaya office..oia, dalam sehari gw udah menjelajah Indonesia, mulai Surabaya, Toraja, dan besok gw mw k Bali!!! *padahal itu nama2 lokasi di tambang…Surabaya Office, Bandara Toraja, dan Bali Dump..hehehehe*

Ni tambang dilihat dari HEAT
Ni tambang dilihat dari HEAT

 

the mine from the air
the mine from the air

Eniwei, lanjut di post berikutnya deh…maap2…ngantuk berat gw…

Regards,

CPraband

Few Facts here…

Hmmm, mulai masuk minggu kedua nih… Thank God I’m still comfort being here… Talking about being here, gw baru dapet banyak fakta yang ada di sini… Ada yang lucu, sedih, serem, dsb… Let’s get started…

1. DILARANG MEROKOK…

DI tempat gw kerja, ada aturan dilarang merokok di sembarang tempat, especially di dalem bus transport dalam kota… Tapi namanya daerah dingin,,orang cenderung milih ngangetin dirinya dibanding ngikutin aturan… Let say Pak H, he’s a bad smoker… Suatu hari pak H naek bus dan mulai dia masuk, dia langsung nyalain rokok… Maka, pak C yang merasa terganggu menegurnya…

Pak C : Pak, di sini dilarang merokok…

Pak H : *ngeliatin pak C, trus pindah ke belakang tanpa matiin rokoknya….*

Pak C : Maksud saya di dalem bis ini, pak…

Pak H : Halah, kamu itu, orang tinggal ikut ngisep gak usah ikut beli aja protes…

*gw kalo juga jadi pak C bakal sakit ati bgt…tapi dengan brilian pak C bales…*

Pak C : Brarti kalo saya muntah trus kena bapak gimana??? Gak boleh protes…ntar saya jawab “tinggal dapet muntahan gak ikut makan aja protes”, mau????

Ajaib…pak H langsung matiin tuh rokok…huahahahahahaha

2. ORANG PAPUA ITU KAYA…

Kejadian ini dialamin oleh temen satu tim gw… Jadi critanya, di sekitar wilayah kerja PTFI banyak pendulang2 emas liar yang notabene orang Papua asli, mereka biasanya beroperasi di sungai…yang banyak ngebawa emas lewat arusnya… Nah siang itu, temen gw baru aja keluar dari Hero di Tembagapura Family Shopping… *Ciehhh, Mall-nya Tembagapura nehhh…hahahaha*, tiba2 ada orang Papua deketin dia… Udah kumel, gak pake sandal, bau banget, rambut gak keurus, tiba2 bilang…

Orang Papua Kumel Tanpa Sandal Yang Bau Dan Gak Keurus (OPKTSYBDGK) : Bapak bisa tolong saya??

Temen gw : Tolong apa??

OPKTSYBDGK : bisa tolong ambil uang di situ (ATM), saya tara bisa…

Temen gw : (mikir:buseet lo kira ini mesin sumbangan???) Wah, tara (tidak) bisa, harus ada kartu…

OPKTSYBDGK : Ini kartu, ada nomor pin XXXX

Temen gw : (mikir:serius loh??? punya ATM???)

OPKTSYBDGK : Bisa toh??

Temen gw : (ngecek keaslian kartu) Iya, bisa…

OPKTSYBDGK : Ambil 500 ribu saja, saya tara punya uang…

temen gw : (Buseeet…banyak amat duit orang gini…minta 500 ribu…)

Trus temen gw langsung masuk ke ATM, nyolokin tu kartu, masukin pin, narik 500 ribu…trus SHOCK…nyaris pingsan…ternyata… Setelah duit keluar, nongol deh saldo si orang Papua itu…nominalnya…400 juta… GILAAAAAA…

3. Kabarnya, di Papua itu apa2 mahal… Umm, ada benarnya ada enggaknya…let’s see the Myth vs Facts

  • Myth = Mi Instant harganya sebungkus 10,000 –> Fact = Di sini ada Hero jadi harganya sama…1000an
  • Myth = Tembagapura di tengah hutan rimba –> Fact = this place is much more modern than Wonosari…(no offense)
  • Myth = manusia bisa mati bosan di sini –> Fact = dg full internet n TV kabel…manusia bisa kok nikmatin hidup disini
  • Myth = Tembagapura rawan Malaria –> Fact = nyamuk gak sanggup hidup di tempat sedingin Tembagapura yang memiliki ketinggian 2700 meter dpl…
  • Myth = kerja di tambang bikin banyak penyakit –> Fact = kalo lo gak kelamaan di underground, lo tetep sehat koo…
  • Myth = gaji di sini gede –> Fact = nope…standar aja koo…

Yah…masih banyak sih Myth-nya tapi di sambung di laen post…

4. SAYUR/RUJAK TERMAHAL DI DUNIA…

Hmmm, ternyata gosip bahwa papua itu mahal berlaku bagi makanan2 segar terutama nabati (sayur dan buah)…ini beberapa daftar fresh things (per kilo) hasil pengamatan gw…

  • Timun = 26000
  • Wortel = 47000
  • Sawi = 18000
  • Bayem = 19000
  • Mangga = 40000
  • Pear = 52000
  • Jeruk = 49000
  • Apel Fuji = 50000

*Damn…this is why gw slalu nyolong apel di kantin… huahahahahaha*

5. TILANG

Hmmm, baru 3 hari di sini, gw nyarissss kena tilang…alesannya gak pake sabuk pengaman… Gini ceritanya… Pas hari Jumat, gw maen2 ke Kuala Kencana bwt ketemu orang Material Management di sono… nah di jalan, pasti ngelewatin pos sekuriti… Nah di cek tuh safety belt masing2 penumpang… *NB:gw duduk di kursi belakang yang posisinya saling berhadapan…*

Petugas Sekuriti Yang Baek Banget Udah Maapin Gw (PSYBBUMG) : Pagi bapak2, ibu2… maaf saya cek sebentar…

Gw : *nyante2 aja secara gak ngerti…trus malah dengan ramahnya nyapa tu sekuriti en bukain pintu* Pagi, pak…

PSYBBUMG : Pagi juga, Pak…

Gw : *stay cool..*

PSYBBUMG : Ummm, itu off ya pak…*sambil nunjuk gw..*

Gw : Enggak, ini mau kerja tapi di KK…

PSYBBUMG : Iya, tapi itu off…

Gw : (mikir: ngeyel ni orang, dibilangin kerja gak off) Enggak kok, Pak…

PSYBBUMG : Itu SAFETY BELT-nya off…

Gw : (panik) Haduh…maap, pak…saya gak ngerti..baru hari ketiga di sini…maap…maap…

PSYBBUMG : Ohhh, orang baru yah??? Ya sudah 400 ribu saja…

Gw : (mikir: Anjritttt…mampus gw…gaji aja gak nyampe segitu…*mulai keringatan) Ahhh, kan belom tau pak…

PSYBBUMG : Hahahahaha…laen kali dipake ya… Ok, hati2 bapak2 ibu2…

Gw : *LEGAAAAAA*

*di sini gak boleh sembarangan, banyak aturan2 yang beda dengan lalu lintas pada umumnya…

  • manusia (pejalan kaki) diutamakan…dan aturan ini bener2 dijalankan…
  • speeding (ngebut) didenda 400 ribu
  • nyetir sambil mabok dipecat
  • nyetir sambil ngantuk, warning 3…satu langkah sebelum dipecat
  • gak pake sabuk pengaman 400 ribu
  • nyetir tanpa sim perusahaan, dipecat
  • de el el

6. ATI-ATI NYETIR DI PAPUA

Di tanah Papua, lo musti ati-ati nyetir di kota selaen Tembagapura ato daerah Karya PTFI laennya… bisa-bisa lo harus keluar duit milyaran rupiah… For example: ada karyawan yang pernah nabrak BABI-nya orang lokal n orang itu minta ganti rugi 800 juta… mw tau alesannya?? Pemilik menhitung berdasarkan = Harga Babi + Harga anak yang mungkin dihasilkan Babi itu + Harga anak2 dan cucu2 anak dari Babi itu… DAMN… Trus ada juga karyawan yang nabrak anak kecil mpe kakinya patah…diminta ganti 4 milyar…alesannya…si anak jago maen bola, jadi besok jadi pemaen bola, gajinya gede, tapi sekarang udah gak bisa… GEBLEK GAK???

Pesan Moral Hari Ini : Gw besok ada training jam setengah 8 pagi en sekarang udah ngantuk buangettt…trus akhirnya minggu depan gw naek k GRASBERG!!!! Doain ya semua….

Regards,

Cpraband

Sekarang gw tau knapa FIFA nglarang Bolivia maen di stadion nasional mereka…

Kemaren Sabtu gw maen futsal di sporthall Hidden Valley… Secara gak ada lapangan *lapangan bola dipake ama kejuaraan 17an* Akhirnya gw ama team cukup maen Futsal…di sporthall… Kondisinya sebenarnya cukup berbahaya…maen di ketinggian 2000 m dpl…udara tipis…temperatur dingin…otomatis kadar oksigen rendah…jadi kalo otak kekurangan oksigen…bisa “lewat”…hhhh…untung masi idup… Makanya sekarang gw tau knapa FIFA nglarang pertandingan di Bolivia…secara stadion mereka di ketinggian segitu juga…

gw critain kronologisnya deh…

  1. Menit 0 : Taruhan yang kalah nraktir di Lupa Lelah Club
  2. Menit 1 : Mulai maen 3 org vs 4 org…
  3. Menit 2 : gw ngumpan ke Angga dan GOLLLL
  4. Menit 4 : gw nggocek 2 org langsung (gw jadi paling jago di sini…gila gak…)
  5. Menit 7: kaki gw ditendang Putri (ank mgang dr ITB… *oia, kita gak bedain cowo’ cewe’)
  6. Menit 8 : gw ngeGOLin…
  7. Menit 10 : Musuh (Rado n Yudi) mbales 2 gol langsung berturut-turut…
  8. Menit 11 : napas gw mulai abis…
  9. Menit 13 : gw gak mau ngejar bola lagi…capekkkk…
  10. Menit 15 : paru-paru gw mw meledug…
  11. Menit 17 : quarter 1 slese… gw langsung tepar… hahahahahahahaha

Nah itu berlanjut slama 4 quarter n gebleknya…masih aja diterusin mpe skor akhir 23-21…tentunya buat kemenangan tim gw…heheheheheh

PESAN MORAL : Lo harus coba maen bola di gunung!!! SERU…tapi jangan dipaksain…bisa2 mampus…

Regards,

Cpraband

Weekend Mantabbbb…

Last Saturday was my first weekend in Tembagapura… Gw kira gw bakal bosen… ternyata… weekend pertama gw seru bangettt…

  1. Masuk kerja… Yup, gw kerja di hari Sabtu…mana pagi2 ada meeting jam setengah 8…sial… Tapi, abis slese meeting gak kerja ding…nongkrong di kantor doang…trus lunch…trus ngecek e-mail bentar…trus pulang jam 3…
  2. Maen futsal… Nahhh, di Tembagapura ini ada kota satelit yang namanya Hidden Valley…di situ ada sporthall, lap basket, lap futsal, dan… kolam renang aer panas!!! Tapi gw milih maen futsal… Detailnya ntar di posting berikutnya ya…
  3. Club Lupa Lelah… pas futsal kan gw taruhan ama atasan kalo menang ditraktir di Club Lupa Lelah… Ini semacam kafe eksklusif gitu di sini… Lo bisa maen bilyar, makan pizza, nongkrong, nikmati pemandangan (kalo cerah), maen piano, dsb… Gw maen bilyar mpe jam 10 malem…n pastinya ditraktir pizza!!!
  4. Hari Minggu gw turun ke Timika… ni kota hidup karena ada Freeport… berbagai kegiatan, tempat makan, pasar, ada semua di sini… dan yang terkenal… KEPITING… gw beli satu yang lumayan gede…and as I said, harganya worth it… 100rb, tapi puassss beratttt…
  5. Biz gituh mampir di warung Coto Makassar… lagi2 mantebbb… bumbunya ngreseppp… *tapi gw ngambil sambel kebanyakan…jadi puedesssss…hehehehehe*
  6. Sorenya gw mampir Kuala Kencana lagi…n beli martabak manis… rasanya… GAK KARUAN… mending yang deket rumah gw di Jogja… hahahahahaha

Eniwei, emang si capek berattt, tapi fun bangettt… Pengen deh kapan2 ke sana lagih…

Attachment: KEPITING TIMIKA –> must try… gak kalah ama Kepiting Tarakan atw Sepinggan… Kemaren gw beli yang saus lada hitam…emang agk pedes sih… tapi dagingnya manteb…masih tebel…which means that the Crab still fresh…ukurannya juga gede bgt…trus bumbunya juga ngresep, tapi rasa kepitingnya masih kuat, jadi gak ketutup bumbu… Oia, kadang2 di situ juga jual King Crab gitu..yang capitnya segede lengan bayi…jadi penasaran… Besok deh kalo pas ada mw nyobain…

PESAN MORAL : KEPITING TIMIKA ITU MANTABBBB…

Regards,

Cpraband

Koteka

Ummm, pada tau Koteka kan??? Itu tuh, yang dipake di anunya orang lokal… Nah kemaren Jumat gw turun ke Kuala Kencana (the same day with the last post references..) buat ngeliat kantor Material Management, di mana gw bakal dealing with a lot of people next month bareng R,D,S, dan A. Nah di Kuala Kencana tuh ada town centernya gituh, isinya Hero (so, gosip bahwa Indomie di sini 10.000 sebungkus itu bo’ong belaka…harga di Hero sama koo…), trus ada ATM center, Restoran Kuala Oriental (yang harga menunya juga gak beda jauh sama di Jogja, untuk ukuran restoran sekelas itu…), Kantin, dsb. Kebetulan kemaren di tengah Town Center itu ada orang asli papua yang jual cinderamata asli Papua, such as Kain ber-ornamen (50rb), gelang tradisional (20rb), gelang rajutan (25rb), dan pastinya….KOTEKA…yang harganya 150rb…hufff mahal… gw akhirnya gak jadi beli bwt oleh2…besok aja lah…kalo udah gajian….hehehehehehehehe… Tapi yang seru pas gw and beberapa anggota tim gw ngeliat2 and nanya2 harga gituh…

Gw : “Wezz, ada cinderamata neh…lumayan buat oleh2…”

S : “Mana2…eh iyaaa…wah, gelangnya bagus…”

Ibu-ibu penjual cinderamata asli papua yang logatnya masih kental (IIPCAPYLMK) : “mari, beli…murah ini murah-murah”

gw : “eh ada koteka juga…ini berapa bu??”

IIPCAPYLMK : “Itu seratus lima puluh saja…”

A : “buat apaan, Ya’, mo lo pake??”

gw : “gak lah…gak muat kaleee…huahahahahahaha”

R : “halah sok lo…eh D mo beliin buat cowo’nya??? Suka yang gimana?? Panjang ato yang gede?? hahahahaha”

D : *dengan polosnya* “Gak ahh, belom gw ukur… *mulai bego* …kalo ntar gw beli musti yang PAS…”

gw, R, A : *ngakak* “huahahahahahahahahahaha*

gw : “emg lo mw cari yang gimane?? yang itu bagus, melengkung-lengkung gituh…hehehehe”

D : “pokoknya kalo buat cowo’ gw, musti di CUSTOMIZE dulu…” *makin gak jelas*

A : “lo customize berdasarkan ape?? diameter?? panjang?? luas penampang?? hahahahaha”

D : ” yang penting sih diameternya…” *ni orang polos banget, langsung kepancing..*

gw : “yawis, lo kan besok fly-back..nah, lo ukur tu punya cowo’ lo…huahahahahahaha”

IIPCAPYLMK : “jadi beli tidak??? yang mana??”

S : “laen kali deh, bu, slalu jualan di sini kan??”

IIPCAPYLMK : “tidak, saya jarang-jarang ke sini, putar-putar…”

S : “oh, ya sudah, laen kali saja…” *ngerti gak sih, kalo maksud ibu itu, “LO MUSTI BELI SEKARANG KARENA GW GAK JUALAN DI SINI TERUS”…hehehehehe*

Trus kita pergi deh dari konter cinderamata IIPCAPYLMK, dan balik ke kantor… Pas lagi nyebrang, tiba-tiba si D dengan polosnya nanya…

D : “ehhh, kalo orang pake KOTEKA, trus pake CELANAnya gimana yah???”

Gw, R, S, A : *ngakak lagi*

R : “celananya dibolongin dulu baru bisa dipake…gitu”

D : “oooohhhh…” *gak nyadar dibo’ongin*

gw : “huahahahaha…trus kalo pas gak pake koteka, bolong dong…langsung nongol2 gitu…hahahahaha…gak lah… D, namanya orang pake koteka itu, gak pake baju laen…ya cuma koteka aja…”

D : “ohhh, pantes, makanya gw bingung, gimana masukinnya ke celana…”

Gw, R, A, S : *lagi-lagi ngakak*

*btw, gw jadi inget kemaren ada yang nyangka KOTEKA itu bisa dipake buat cewe’ juga… Lahhh, apanya yang dipasangin KOTEKA??????? Huahahahahaha…piss*

Eniwei, akhirnya pagi ini matahari bersinar…so, I won’t really miss it too much… Gw mo k Timika dulu, cari Kepiting Lada Hitam yang katanya mantabbbb… seporsi 80rb…tapi puasnya katanya worth 100rb, jadi, masih untung 20 rb…hahahahaha… d post berikutnya, mungkin gw ceritain kisahnya…

*PESAN MORAL POSTING KALI INI : Indomie itu enak…bisa ngingetin kampung halaman…hehehehe…secara gw ngepost sambil makan indomie gorang…*

Regards,

Cpraband

Bokep di kantor???

Gw baru aja denger funny story selama project di sini… Jadi tadi pagi gw turun ke Mile 38, Kuala Pelabuhan trus ke Kuala Kencana, kota bikinan Freeport yang lumayan modern lah… perjalanan kira2 1.5 jam… *and again melalui “jalan ajaib” ituh…tapi kali ini lebih ajaib karena baru aja ujan deres, so jalannya berlumpur buangettt, bikin gampang selip…* Nah, pas gw di mobil gw diceritain kisah ajaib 2 tahun lalu di project gw…

BEGINI CERITANYA… *Kismis banget, Jadul ihhh*

Pagi itu, salah seorang anggota team Accenture , sebut saja si A, dateng ke kantor jam 8…trus tanpa basa basi dia ikutan meeting mpe jam 10…nah, jam 10, makhluk2 laen mulai komplit di kantor… Si A langsung masuk trus nghidupin laptopya, dan cabut ke toilet… TERNYATA… Laptopnya ituh cuma standby, karena semalem dia ketiduran…dy pasang otomatis gituh… Nah, setelah nyala tu laptop, mulailah si Laptop bersuara2 gituh…

Laptop : Ah…ah…ah…

anggota tim 1 : “Heh?? apaan tuh?? pada denger gak??”

*mulailah semua anggota tim nyimak…

laptop : Oh yes…oh yes…

anggota tim 2 : “ihhhh, ko gituh??? iya apaan tuh??”

*tim mulai meng-inspeksi ruangan dan menemukan sumber suara…tenyata…Laptop si A lah yang mengeluarkan suara2 ituh…karena…si A belom matiin BOKEP yang dy tonton semalem…huahahahahahaha… Biz gt si A masuk dan dengan muka polos, nanya,

A : “Ngapain pada ngumpul di situ??”

Anggota tim 3 : “Gila lo…ckckckckck”

A : (belom nyadar) ” apaan sih…laptop sapa tuh?? seru yah?”

Anggota tim 1 : “Anjrottt lu masang apaan A???”

A : “HAH????” *baru nyadar…*

PESAN MORAL : Sayangilah lingkungan, jangan print blog ini, kecuali emang lo butuhhhh bgettttt….sayang pu’unya…hehehehe…gak ding…yg bener…Jangan lupa matiin bokep sebelum lo matiin laptop. Atw, pastiin lo GAK KETIDURAN pas nonton bokep…

Regards,

CPraband

Day One… cont’d

Ummm… ternyata Shuttlenya emang blom berangkat… Tapi gak papa, yg penting bisa nyampe tujuan…

Makin naek, kabut makin tebel, temperatur makin dingin…jarak Timika – Tembagapura kira-kira 46 mil, jadi perjalanan kira-kira 2 jam… tapi jangan salah… *coba bayangin jalan di Kaliurang atas, dengan kondisi jalan berbatu-batu (jadi tiap detik ada suara klotak-klotak dari bagian bawah bus), jarak pandang 5 meter (sumpah gak keliatan apa2), kiri ato kanan jurang (kalo ini lumayan keliatan secara tiba2 dah gak ada daratan menghampar), dan belokan 2 kali lebih curam…HUAAAAAAA…

Pikiran gw sepanjang jalan:

  1. Mile 50, hmmmm daerahnya keren…kiri kanan hutan alami yang puunnya guede-guede…gak kaya Hutan Buatan UGM…
  2. Mile 55, wahhh, tiang listriknya gede-gede juga yahh, ni dulu gimana bikinnya yah??
  3. Mile 58, hmmm, ujan…
  4. Mile 60, wahhh keren mulai berkabut…
  5. Mile 62, hmmmm…itu apa yah??? gak keliatan *jarak pandang tinggal 15 meter*
  6. Mile 65, busssseeeetttt, busnya mundurrrrr…. mampus gw…
  7. Mile 66, haaaaahhhhh…kok gak kliatan apa2…piye iki?? *gw udah mau teriak2…ternyata emang lewat terowongan..sial*
  8. Mile 67, haaahhh akhirnya lewat juga tuh terowongan…sebelah kiri ada apa yah?? kok gak keliatan… *ternyata emang gk ada apa2…JURANG…*
  9. Mile 68, nyampe juga di Tembagapura…gw masi idup…slamet…slamet…

trus d terminal bus, gw dijemput sama Angga (ini juga nama sebenarnya) ke kantor. Arloji di tangan gw menunjukkan pukul 19.32…gw mikir “masih ada orang ya di kantor??”…dan ternyata…MASIH KOMPLIT… Kata mereka sih ni masih waktu normal kerja… *perasaan gw jadi gak enak…*

Biz tu gw ditunjukkin yang namanya Flamboyan…entah kenapa nama itu emang identik ama tempat makan… Flamboyan disini juga kantin buat semua karyawan PTFI… tapi ada bedanya…disini semua GRATIS…gw cuma perlu nunjukin kartu lo ke mesin, trus masuk deh ke buffet… *karena blom bisa update gambar, jadi lo bayangin aja Hartz Chicken Buffet…tapi skali lagi…GRATISSSSS…huahahahaha…bisa gemuk gw disini…aminnn…

Biz tu gw pulang ke apartemen gw di sektor PALAPA, bayangan gw…namanya aja nih apartemen, paling2 barak ato rumah susun…hahahaha… Dan gw nyampe…trus…TAKJUB… Apartemen gw buagus buangett… at least 100 kali lebih bagus dari Kontrakan lahh (hehehehe…no offense, Gon).. *maap, gk ada gambarnya…besok deh gw pasang foto-fotonya…gw gak bawa kabel data ke sini…sial…*

Trus gw mandi…n trus tidur…

Attachment: Kasus pas gw merasakan mandi pertama di sini…

  1. Begitu buka pintu trus nginjek lantai kamar mandi, gw kaget…duiiiingiiiinnnn kaya es… *mampus gw, alamat gak mandi gw selama assignment…hehehehehe…*
  2. Gw nyalain keran, dingin…sial…perusahaan keren kok kondisinya begini…
  3. Gw mandi pake shower…hufff…*niat gw: airnya dikit aja ah, yang penting sabunnya ilang…*
  4. Gw terusin mandi pake shower…
  5. Gw masih mandi pake shower…
  6. Ummm, lo bisa nebak kan? yup, gw masih di shower… *tapi kok lama-lama anget yah??? wahh lumayan..*
  7. Gw sabunan, shampoan, dsb… *jangan dibayangin!!!!*
  8. Gw masuk lagi ke shower yang emang gak gw matiin… *untungnya tangan dulu…*
  9. Gw loncat… PUANASSSSSSS…

*ternyata emang water heaternya lama kalo proses manasin, soalnya airnya terlalu dinginnnnn…damn…hahahahahaha*

Hufff…ituh kejadian hari pertama gw… What a lot of experiences in one time… Tooooo much… hehehehe…

Eniwei, gw bakal berusaha nyari card reader deh bwt transfer foto2 di sini…semuanya UNIMAGINABLE….ntar gw upload…keep reading!!!

Regards,

CPraband

Day One.

Pagi ituh gw brangkat ke Papua. Rencananya dari jakarta, gw naik pesawat Airfast dengan rute Jakarta-Surabaya-Makassar-Timika. Trus dilanjut naek shuttle ke Tembagapura. Setelah semua siap, gw berangkat dari rumah sodara gw. Pas mo berangkat, gw rencananya dianter lewat Ambassador, Kuningan, dst..tapi bude gw bilang mending lewat Pancoran lebih cepet. Secara gw cuma numpang, gw mah ngikut aja yang penting nyampe bandara. Trus kakak gw insist lewat Mampang..ehhh, baru 2 km perjalanan, ternyata STNK mobil sodara gw (baca:Fransiska Ratnasari, pebulutangkis nasional) ketinggalan, jadilah mobil ituh puter balik..dan..akhirnya..lewat Pancoran…huahahahaha

Setengah jam kemudian, gw udah nyampe bandara… Flight jam 7, cek in jam stg 6… kurang kerjaan gak sih?? Tapi emg disuruhnya jam segitu kok..ysudahlah dijalani aja.. Jam stg tujuh, penumpang mulai komplit..dan bener aja..sesuai dugaan (no offense)…80% item…termasuk gw…hahahahaha… Tapi mostly orang PTFI (PT Freeport Indonesia) sih.. Jadi makin excited…banyak sodara.., =P

Di pesawat gw dapet seat number 31E, yang artinya pas di depan toilet n tepat disamping mesin jet (bayangin ributnya…). Untungnya, ada penumpang yang gk jd naek, so gw pindaaaahhh dengan senang hati ke seat 16B, tepat disamping orang papua asli. Mukanya serem tapi baek bgt kok, gw gk diapa-apain…yaiyalah…secara mulai pesawat boarding mpe landing (di tiap bandara) dia tidur…ajaibnya, pas tengah2 lagi makan bisa2nya ketiduran…kerenn…huahahahaha

Kejadian ajaib gw alami di Bandara Hassanuddin, Makassar. pas itu lagi transit di sono, katanya sih setengah jam. Nah, setengah jam kemudian ada tuh panggilan dari Wanita Di Pengeras Suara Yang Bikin Gw Panik Setengah Mati (WDPSYBGPSM).

WDPSYBGPSM : Kepada penumpang Airfast tujuan Timika, dipersilakan naik pesawat melalui Gate DELAPAN.

Itu gw!! Ok gw tinggal ke Gate 8 tus naik lagi ke pesawat. Gw mulai nyari tuh gate 8, secara gw lulus SD, gw urutin dari gate 1…2…3…4…5…6…mentok… LOHHH, Mana Gate DELAPAN-nyah???

WDPSYBGPSM : Panggilan bagi penumpang Airfast tujuan Timika, dipersilakan naik pesawat melalui Gate DELAPAN

Gw mikir lagi…bner kok, gw gak salah denger, emg Gate 8… Trus gw urutin lagi…Gate 1…2…3…4…5…6…mentok… GILAAA, ni Bandara emg cuma punya Gate mpe 6…mana ada Gate DELAPAN???

WDPSYBGPSM : Panggilan terakhir bagi penumpang Airfast tujuan Timika, dipersilakan naik pesawat melalui Gate DELAPAN

Mampus gw!!! di tengah kepanikan, akhirnya gw coba ke arah sebaliknya…dan ternyata…Gate 8 ituh di sebelah Gate 1…DAMN!!

*sekarang gw mulai berpikiran guru SD gw salah ngajarin itungan…dulu gw diajarin 1…2…3…4…5…6…7…8… Ternyata, kalo di Makassar urutannya 7…8…1…2…3…4…5…6…mentok…NAHHH LO!!! Salah Sapa nih…huaahahahaha

Trus akhirnya gw sampai di Timika… Sesuai instruksi atasan, gw mampir di ruang visitor untuk mengambil kartu sementara gw di Freeport sebelum dapet ID permanen… *kartu ini (visitor dan ID permanen) multi fungsi lohh!! bisa untuk akses masuk ke lokasi, buat naek bus/shuttle, sampe ngambil makan gratis..mantabbb…* tapi, ternyata gw kelamaan di visitor room, akibatnya…GW KETINGGALAN SHUTTLE… Trus gw nelp ke kantor..dr kantor gw disuruh nanya sekuriti ato naek bus… Akhirnya gw nanya ke Sekuriti Yang Gak Jelas Niat Bantuin Apa Enggak Tapi Akhirnya Bantuin Juga (SYGJNBAETABJ)

Gw : “Pak, maap, kalo shuttle yang ke Tembagapura udah berangkat ya??”

SYGJNBAETABJ : “Shuttle?? Cari aja di sana” sambil nunjuk tempat parkir

Gw : “yang kaya apa ya, pak?”

SYGJNBAETABJ : “Yang ada tulisannya SHUTTLE gitu!!!”

Gw : “(mikir) Nenek2 juga tau pak, mobil shuttle ada tulisannya shuttle…sabar…sabar…”

Gw lagi : “Tapi udah lewat sini, pak?”

SYGJNBAETABJ : “Kalo shuttle belum…”

Gw : “(mikir) lahhh, knapa lo nyuruh gw ke sono kalo blom lewat??? Damn…”

SYGJNBAETABJ : “Sudah, kamu tunggu saja disini..nanti pasti lewat itu Shuttle… (dengan logat Papua yang khas)

Gw : “Oh gitu, makasih, pak..”

10 menit berlalu…

Gw : “pak, bener shuttlenya belum lewat??” (udah setengah panik, secara katanya shuttle berangkat jam 4 tepat…oia, di sini, jadwal kendaraan jauuuuhhh lebih disiplin dibanding Jogja…tepat waktu (hampir) semua…)

SYGJNBAETABJ : “Kamu tanya saja sana sama sopir bis, biasanya juga dia nyetir shuttle..atau…ya sudah, saya antar…”

Gw : “akhirnya…baik juga ni orang…”

SYGJNBAETABJ : (ngomong sama supir bis) “Ini, ada yang ketinggalan shuttle…”

Gw : “(mikir) tadi katanya blom lewat…sekarang langsung bilang gw udah ketinggalan…piye tho, pak???”

Sopir bis : ” Ya sudah kamu naik bis saja, memang shuttle itu berangkat sesuai jamnya…tepat jam 4…ada gak ada, berangkat…”

Gw : “Ya sudah, pak. Terima kasih” (berusaha sopan di negeri orang…)

SYGJNBAETABJ : “Sudah ya, kamu naik bis ini saja…sama-sama ke Tembagapura toh??” (logat Papuanya kentel buangettttt)

Gw : “Iya, pak. Terima kasih.” (tetep…sopan…)

Tus gw naik tuh bis, yang langsung jalan 5 menit setelah gw masuk… Huaaaahhhh, slametttt….pikir gw… Tiba-tiba, ada mobil putih nyalip bis gw. Di mobil itu ada tulisan gede “SHUTTLE SERVICE”… Kampretttt…

*bersambung dulu ye, ngantukkk…

Regards,

CPraband