Setelah menjelajah Siem Reap dan Angkor Wat, Kamboja, bersama Tichu, saatnya gw melanjutkan perjalanan gw solo travel ke Thailand. Perjalanan ini dimulai dari Bangkok. Perjalanan dari Siem Reap ke Bangkok ditempuh dengan menggunakan bis Travel Mart. Ini adalah bis terbaik sepanjang perjalanan gw keliling Asia Tenggara selama 67 hari. Bis ini double decker, ada bus assistant, toilet dan juga gratis makan siang. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 9 jam.
Bis Travel Mart, bis terbaik sepanjang perjalanan keliling Asia Tenggara
Di Bangkok, gw menginap di hostel bernama Travelier Hostel di mana satu kamar berisi 6 orang wanita dengan harga Rp 135.000 per malam. Karena gw pernah ke Bangkok dan mengunjungi landmark-nya jadi trip kali ini berisi kuliner dan jalan-jalan ke Mall, secara udah 2 minggu ga liat kota besar ya hahahaha.
Berikut adalah restoran yang gw sambangi yang gw research berdasarkan rekomendasi di internet:
1. Jok One Table
Terletak di Chinatown dan termasuk dalam restoran yang masuk ke Michelin Guide. Rekomendasinya adalah Shrimp Dumplings yang jika dirupiahkan seharga Rp 44.000
2. Thong Smith
Boat Noodle terkenal yang terletak di Mall Central World. Yang aku pesen harganya di Rp 67.000. Lumayan ngantri buat makan di restoran ini.
3. Pang Cha
Kedai Thai Tea yang juga masih terletak di Mall Central World. Harga: Rp 88.000.
4. After You
Saat itu Milk Bun-nya viral banget sampe orang Indo banyak yang bela-belain jastip buat makan ini.
Ki: Boat Noodle Thong Smith. Ka: Thai Tea Pang Cha
Nah, selain kulineran di Bangkok, gw juga eksplor kota sebelah yaitu Ayutthaya. Ayutthaya tadinya berbentuk kerajaan dari abad ke-14 hingga abad ke-18 sebelum akhirnya dihancurkan oleh Burma. Kota ini bisa disambangi dari Bangkok dengan waktu tempuh 1.5 jam. Gw ke sana naik travel (bis kecil) dengan harga Rp 66.000. Vibe-nya mirip sama travel Jakarta-Bandung. Sebenernya bisa juga naik kereta kalau mau ke Ayutthaya tapi setelah diliat-liat, tempat berhenti travel ini lebih dekat ke tourist spot-nya. Jadilah gw naik travel aja. Nah, tourist spot yang terkenal di Ayutthaya ini adalah temple. Banyak banget temple yang bisa didatangi di Ayutthaya.
1. Wat Mahathat
Ini adalah temple yang paling terkenal. Tiket masuknya sendiri adalah 50 Baht (Rp 22.000) dan dibedakan antara warga lokal dengan turis asing. Di sini juga ada patung kepala Buddha yang menempel di pohon. Kalau mau foto dengan patung ini harus duduk agar sejajar dan menghormati Buddha. Nah di deket sini gw makan Boat Noodle lagi yang cukup terkenal namanya Pa Lek. Dia masuk ke Michelin Guide juga walau lokasinya bukan di restoran dan harganya jauh lebih murah dibanding yang kemarin.
Ki: Patung Kepala Buddha. Ka: Kompleks candi dengan dominan bata merah.
2. Wat Phra Si Sanpet
Harga tiket masuknya juga sama dengan Wat Mahathat yaitu 50 Baht (Rp 22.000). Tadinya pengen pura-pura jadi orang Thailand biar bisa dapet tiket lebih murah tapi udah ketawan duluan kalo foreigner sama staff-nya. Hahahhaa. Temple ini tadinya adalah Royal Palace, istana yang hanya digunakan oleh keluarga kerajaan.
3. Wat Chaiwatthanaram
Temple yang satu ini jaraknya lebih jauh dari 2 temple sebelumnya, jadi gw memutuskan untuk naik Grabbike ke sini. Nah pas ini gw main nyelonong masuk aja ga beli tiket karena ga dijaga, tapi jangan ditiru ya gaes, hehehe. Bentuk candi-nya seperti bentuk candi-candi sebelumnya di Ayutthaya dengan dominan bata merah.
Sebenernya masih banyak temple yang bisa didatangi di Ayutthaya tapi karena gw kepanasan, jadinya cuma 3 temple paling populer aja yang gw kunjungi. Habis itu gw melipir ke cafe kucing bernama Fun Dee untuk bermain-main bersama kucing di sana dan juga ngopi sambil ngadem. Karena di sini ga ada makanan dan gw laper akhirnya gw pergi ke cafe lain bernama Chirp Cafe & Cat Space untuk snacking sembari menunggu travel balik ke Bangkok.
Kucing-kucing yang membangkitkan mood saya di Fun Dee Cat Cafe
Keesokan harinya gw sudah berpindah kota lagi yaitu ke Chiang Mai. Kota yang bikin gw penasaran dari dulu semenjak liat blog-nya pergidulu.com. Gw ke Chiang Mai dengan naik kereta. Ikuti keseruan (dan tragedi)-nya di post selanjutya ya! 🙂 🙂













































