Un-Install SEP 11 tanpa Password

There’s an easy way, when password prompt opens,
run task manager and END task called MSIEXEC
that runs under your user account (not system).
The password go away and uninstall continues !!

Meningkatkan Performa Windows XP

Banyak cara dapat dilakukan guna meningkatkan performa Windows XP,
salah satu yang pernah dibahas di sini adalah tweak Registry.
Selain cara itu, masih ada beberapa cara lain,
misalnya menghilangkan program-program yang tidak perlu,
menambah kapasitas memory dan lain sebagainya.

Tambah Memory

Menambah RAM adalah salah satu cara yang mudah untuk
meningkatkan kecepatan komputer.
Selain lebih murah dibandingkan jika mengupgrade komponen
hardware lain, dampak yang dihasilkan cukup besar terhadap system PC.

Mengapa pengaruh RAM sangat penting ?

Ketika system PC hanya memiliki kapasitas memory terbatas,
hard disk akan berperan sebagai virtual memory.
Memory “tiruan” ini memang bekerja dengan baik,
tetapi dampaknya cukup memperlambat komputer.
Karena itu, jauh lebih menguntungkan bila menggunakan
RAM yang memadai agar PC tidak memaksakan hard drive menjalankan
virtual memory.
Apalagi harga memory saat ini jauh lebih murah dibanding beberapa
tahun lalu, sehingga pilihan untuk upgrade adalah cara yang tepat
guna mendapatkan peningkatan performa.

Setting Grafis
Tips lain untuk meningkatkan performa Windows XP adalah mengubah
setting grafis. Semakin serampangan anda melakukan setting grafis
akan berdampak kurang baik bagi kinerja komputer.
Seperti diketahui, tampilan Windows XP cukup beda daripada versi
Windows sebelumnya, dan ini dibayar dengan kebutuhan resource yang
lebih besar. Dampaknya kecepatan system akan berkurang.
Karena itu, mengubah tampilan grafis menjadi tampilan yang lebih
sederhana (misalnya, Windows Classic) akan berpengaruh pada
peningkatan performa Windows Xp.

Cara settingnya sebagai berikut :

Control Panel > Display>Themes, ubah theme yang ada menjadi Windows
Classic.
Klik Appearance, set tampilan sesuai selera anda.

Windows juga menggunakan kekuatan grafis dalam menyediakan
efek-efek spesial yang ada (misalnya menu-menu seperti fade,
shadow dibawah cursor mouse, dan lain lain).
Semua efek tersebut sebenarnya menyedot performa Windows.
Anda bisa mengatasinya dengan cara sebagai berikut :
Control Panel>System >Advanced>Performance>Settings>
pilih “Adjust for best performance”.
Atau anda dapat memilih Custom dan bebas memilih setting yang ada.
Semakin sedikit anda memberi tanda cawang,
akan semakin sedikit yang harus dikerjakan komputer.

Percepat Browse File

Saat anda membuka sebuah folder atau browsing Windows Explorer,
secara otomatis Windows akan mencari network untuk folder dan
printer yang mungkin anda akses.
Cara ini ternyata menyita waktu,
bahkan terkadang cukup menjengkelkan bila kita tak ingin mengakses
saat itu.

Anda dapat memberi tahu Windows untuk tidak melakukan
pencarian (searching) jika tidak diminta. Caranya sebagai berikut :
Buka My Computer> menu Tools> Folder Options> View>
Hilangkan cawang pada “Automatically search for network folders and printers” >klik OK.
Setelah anda merestart komputer, browsing folder akan menjadi lebih cepat.

Buang File Usang
Tips berikutnya adalah membersihkan hard drive dari file-file yang sudah tidak digunakan lagi.
Tujuannya agar akses file-file menjadi lebih cepat.
Sebelum memulai, ada baiknya memeriksa space hard disk yang tersisa.
Caranya : My Computer> klik kanan icon hard disk> Properties>
catat besar free space hard disk anda.
Lewat folder My Documents, hapus (Delete) file-file yang tidak lagi diperlukan,
atau jika file-file tersebut masih penting anda dapat memindahkan ke CD atau DVD.

Uninstall Software
Menghapus software yang jarang dipakai sangat perlu guna meningkatkan kecepatan system.
Anda bisa melakukannya dengan pergi ke Control Panel,
pilih “Add or Remove Programs”, akan muncul daftar software yang terinstall pada system.
Uninstall semua software yang anda kenal namun tidak diperlukan.
Selanjutnya, klik tombol disebelah
“Add/Remove Windows Components.” Akan muncul daftar komponen-komponen XP
secara otomatis diinstall bersama Windows.
Hilangkan komponen yang tidak anda perlukan.

Eliminasi Font
Buatlah sebuah folder (bisa dalam My Documents) dengan nama “Unused Fonts.”
Gunakan Windows Explorer untuk menuju folder C:\WINDOWS\FONTS,
lalu drag font-font yang tak pernah anda gunakan kedalam folder Unused Fonts.
(Anda bisa mengklik double sebuah font untuk melihat tampilannya.)
Dengan memindahkan font-font tersebut bisa mempercepat beberapa aplikasi yang dijalankan.

Bersihkan Hard disk
Anda juga dapat menyetting Windows untuk mencari sampah-sampah yang tidak berguna.
Caranya : dari My Computer, klik-kanan hard drive>Properties>“Disk Cleanup.”
Butuh beberapa waktu menscan hard disk untuk file-file yang dapat anda hapus.
Jika selesai, klik OK dan Yes.

Bersihkan Registry
Meskipun anda telah menguninstall beberapa program,
banyak diantara program-program terseut meninggalkan residu atau sisa dalam Windows Registry.
Ada baiknya membersihkannya dari system karena tidak lagi dibutuhkan.
Di Internet banyak dijumpai software Registry cleaners,
salah satu yang mudah digunakan dan gratis adalah EasyCleaner.

Saatnya Defrag

Setelah membersihkan semua, saatnya mendefragment hard drive.
Defragment dibutuhkan karena ketika komputer menyimpan semua file dalam drive,
file-file tersebut diletakan dalam space kosong yang ada.
Jika hal ini berlangsung lama, file-file individual akan terpisah
dan tersimpan dalam beberapa tempat.
Defragmenting menyatukan potongan-potongan file kembali sehingga komputer lebih cepat
mengakses file.

Caranya : matikan semua program yang berjalan,
disable screen saver lewat Control Panel>Display.
Pergi ke My Computer> klik kanan hard drive> Properties> Tools>“Defragment Now”.
Biarkan komputer menyelesaikan pekerjaan tersebut.

sumber: http://ayadinata.com/meningkatkan-performa-windows-xp

Membersihkan “file-file” Windows XP Yang Tidak perlu

Membersihkan “file-file” Windows XP Yang Tidak perlu
1. Pembersihan Standar

Setelah Anda selesai memasang Windows XP dan aplikasi-aplikasi yang Anda butuhkan, saatnya Anda melakukan pembersihan standar terhadap file-file sampah pada sistem operasi Windows XP Anda. Caranya?

a. Klik kiri icon MY COMPUTER di desktop Anda, atau pilih menu MY COMPUTER yang ada di Start Menu.

b. Selanjutnya akan muncul jendela MY COMPUTER berisi daftar drive yang terpasang di komputer Anda. Klik kanan pada drive “C”.

c. Klik kiri tombol Disk Cleanup yang terletak di kanan bawah lingkaran diagram kapasitas ruang hard drive Anda.

d. Selanjutnya akan muncul daftar jenis file sampah yang ingin Anda hapus. Beri tanda centang untuk semua entri (atau yang Anda inginkan), lalu klik OK. Sistem akan mengkonfirmasi proses pembersihan, jawab “Yes” untuk setuju.

e. Jika proses pembersihan selesai, Anda akan kembali ke jendela Properties hard drive. Beri tanda centang pada entri “Compress drive to save disk space” (untuk mengkompresi file-file di hard drive sehingga memberi ruang penyimpanan lebih besar), lalu klik OK. Saat muncul konfirmasi untuk mengkompresi hard drive, klik OK untuk setuju.

2. Singkirkan File Uninstall Windows Update

Jika Anda melakukan update terhadap sistem operasi Windows, baik itu berupa patch, hotfix, atau komponen lain yang dibutuhkan Windows, maka komputer akan melakukan backup terhadap file sistem Anda. Jadi, Anda dapat meng-uninstall update tersebut jika diperlukan.

Namun, penulis berasumsi bahwa Anda membutuhkan update terbaru dan tidak akan mengembalikan file sistem yang tidak “up-to-date.” Jadi, alangkah baiknya jika Anda menghapus backup file sistem Anda, sehingga dapat menghemat sedikitnya 100 MB ruang kosong pada hard drive Anda.

Untuk itu, lakukan langkah berikut…

a. Pada jendela Windows Explorer, klik menu TOOLS, lalu pilih FOLDER OPTIONS. Selanjutnya, klik tab VIE
Untuk itu, lakukan langkah berikut…W, dan aktifkan opsi berikut sesuai instruksi penulis, lalu klik OK.

– Show hidden files and folders (On)
– Hide protected operating system files (Off)

b. Masuk ke folder Windows (umumnya C:\WINDOWS), dan hapus folder dengan awalan nama $, misalnya $NtUninstallKB______$. Tapi jangan hapus folder $hf_mig$, mengingat folder tersebut berisi informasi yang berhubungan dengan proses update sistem Anda.

c. Jalankan lagi proses pada poin a., dan kembalikan opsi yang telah Anda rubah ke posisi seperti semula.

3. Hapus Precompiled Setup Files

Precompiled Setup Files adalah kumpulan file cache dari aplikasi-aplikasi yang terpasang di sistem operasi Windows XP. File-file ini akan membuat aplikasi yang pernah Anda buka dapat berjalan lebih cepat. Biarpun demikian, beda kecepatannya tidak signifikan, dan akan menghemat sekitar 30 MB jika dihapus. Nah, jika Anda ingin menghapusnya, silahkan ikuti langkah berikut.

a. Klik START, lalu pilih RUN.

b. Pada kotak dialog RUN, ketik CMD lalu klik OK atau tekan ENTER.

c. Anda akan masuk ke modus Command Prompt. Ketik del c:\windows\inf\*.pnf, lalu tekan ENTER. Jika ada konfirmasi, tekan Y untuk setuju.

d. Jika sudah selesai, ketik EXIT dan tekan ENTER untuk keluar dari
modus Command Prompt.

4. Ganyang file-file Software Distribution!

Software Distribution adalah kumpulan file-file sampah hasil instalasi Windows Update, besarnya dapat mencapai 300 MB! Tak ada ruginya jika Anda menghapusnya, karena file-file ini bahkan tidak disentuh Windows jika Anda ingin meng-uninstall update yang pernah Anda lakukan.

a. Klik START, lalu pilih RUN.

b. Pada kotak dialog RUN, ketik C:\WINDOWS\SOFTWARE DISTRIBUTION\DOWNLOAD, lalu klik OK atau tekan ENTER.

c. Saatnya mengganyang habis seluruh file di jendela folder yang Anda lihat!

5. Buang DLL CACHE

Jika Windows mengalami masalah, misalnya file sistem terhapus, terkena virus, atau terkontaminasi, secara otomatis Windows akan me-restore file-file penting tersebut dengan mengambil file cadangan di folder DLLCACHE yang tersembunyi. Jika folder DLLCACHE dihapus, maka Windows akan meminta Anda memasukkan CD instalasi Windows XP jika ada masalah dengan file sistem Anda.

Ingat! Penulis menawarkan Anda untuk menghapus folder ini karena ukurannya yang sangat besar, kira-kira 400 MB!

Jika Anda pengguna komputer yang tak pernah mengutak-atik sistem, rasanya aman-aman saja untuk menghapusnya.

Namun, jika Anda seorang yang gemar bongkar pasang aplikasi, sebaiknya menjadikan pilihan ini sebagai opsi terakhir.

a. Klik START, lalu pilih RUN.

b. Pada kotak dialog RUN, ketik C:\WINDOWS\SYSTEM32\DLLCACHE, lalu klik OK atau tekan ENTER.

c. Anda ingin jadi eksekutor file sistem Windows? Jangan beri ampun semua file yang Anda lihat, hapus semua…!

6. Matikan Fungsi Hibernation

Fungsi Hibernation memungkinkan Anda menyimpan pekerjaan lalu mematikan komputer, dan begitu dinyalakan, Anda akan berada tepat di keadaan terakhir saat Anda menyimpan pekerjaan Anda sebelumnya. Fungsi ini memakan ruang hard drive Anda sesuai dengan jumlah RAM yang terpasang. Jadi, jika memori Anda 512 MB, maka ruang hard drive akan dipakai sebanyak 512 MB.

Untuk mematikannya, buka START MENU, lalu pilih CONTROL PANEL. Pilih POWER OPTIONS, lalu klik tab HIBERNATE.

Non-aktifkan opsi hibernate yang terdapat dalam tab tersebut, lalu klik OK.

sumber: http://andresmile88.blogspot.com/2009/04/membersihkan-file-file-windows-xp-yang.html

Perintah Dasar Operating System DOS

Perintah Dasar Windows

Perintah DIR
Bentuk umumnya : DIR#[drive:][path][filename][/p][/w][/a][(:atribs)][/o][(:)(/s)(/b)(/l)(/c(h)] [enter]
Perintah dir digunakan untuk melihat isi sebuah directory. . /p :untuk menampilkan nama file per halaman(page).
. /w :untuk menampilkan nama file secara mendatar/melebar (wide).
. /a :menampilkan semua file terutama file yang dihidden dengan attribute+h
(Hidden).
. /o :untuk menampilkan file dalam bentuk terurut:
o n berdasarkan nama file (alphabet).
o e berdasarkan tipe file (extension).
o S berdasarkan ukuran dari kecil ke yang besar
o D berdasarkan tanggal dan waktu
o – untuk mengembalikan instruksi.
. /s :untuk menampilkan file dan root directory sampai sub-directory.
. /b :untuk menampilkan file dan directory perbaris.
. /l :untuk menampilkan file atau directory dalam bentuk huruf kecil.
. /c :untuk menampilkan rasio pengkompresan.

Perintah MD|MKDIR
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori atau sub direktori.
Bentuk umum:
MD [Nama_direktory]
Contoh:
C:\>md dos622
C:\>md data
Untuk melihat direktori yang telah dibuat ketikkan: dir

Perintah CD/CHDIR
Change directory atau pindah directory. Perintah ini digunakan untuk pindah directory atau mengubah directory aktif.
Contoh:
C:\>cd dos622
Terlihat sekarang bahwa direktori yang aktif adalah direktori dos622

Perintah RD
RD (Remove Directory), perintah untuk menghapus direktori, maupun sub direktori, namun harus dilakukan pada posisi yang tepat.
Bentuk Umum:
RD [nama_sub_directory]
Perintah Rd digunakan utuk menghapus subdirectory.Syarat agar bisa menghapus sebuah directory adalah:

  • Posisi penghapusan subdirectory yang akan dihapus harus berada diluar dari subdirektori tersebut.
  • Direktori yang akan dihapus harus benar-benar kosong.Jika tidak kosong gunakan insstruksi del*.*

Kemudian Perintah RD Bisa digunakan.
Kemudian Hapus directory dos622

Perintah COPY
Perintah COPY adalah perintah internal yang tidak memerlukan file khusus pada MS-DOS.

Contoh:
C:\>COPY#DATA.BAT#A: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin file yang bernama DATA yang berektensi (ber-extentantion) BAT dan berada pada drive C ke disket yang berada pada drive A. Ingat antata nama file dan ekstensinya ada tanta titik (.).

A:\>COPY#COMMAND.COM#C: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin (copy) file COMMAND.COM dari A ke C.

A:\>COPY#*.TXT#C: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin semua file yang berekstensi TXT dari drive A ke drive C. Hasilnya, pada drive C akan terdapat semua file yang berekstensi TXT.

A:\>COPY#*.*#C: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin semua file drive A ke drive C. Hasilnya, pada drive C akan terdapat semua file yang sama persis dengan file yang ada di drive A.

A:\>COPY#F*.*#C: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin semua file drive A yang dengan nama file diawali dengan huruf F ke drive C. Hasilnya, pada drive C akan terdapat semua file dengan nama dimulai huruf F.

A:\>COPY#*.C*#C: [enter]
Maksudnya: perintah untuk menyalin semua file drive A yang dengan ekstensi dimulai huruf C ke drive C. Hasilnya, pada drive C akan terdapat semua file dengan ekstensi dimulai huruf C.

Masih banyak variasi perintah yang dapat dilakukan, baik mengcopy file dari drive A ke drive C, atau sebaliknya, dan dari atau ke drive-drive yang lainnya.
Jadi perintah umumnya: COPY#[file_Sumber]#[file_Target][enter].
Contoh berikut adalah cara lain untuk menyalin file dengan perintah COPY dari disket ke hardisk C pada folder latdos.
A:\>copy a:\tugas c:\latdos [enter]
Perintah diatas menunjukan perintah untuk mengcopy file pada directory tugas di disket, dan disalin atau dicopykan ke direktori c:\latdos.
Contoh lainnya:
A:\>copy a:*.* c:\latdos [enter]
Digunakan untuk meng-copy semua file dari drive a ke c:\latdos
A:\>copy ??g*.* c:\latdos [enter]
Digunakan untuk meng-copy semua file yang huruf ketiganya g ke c:\latdos.

Perintah CLS
CLS, singkatan dari Clear screen digunakan untuk membersihkan semua tulisan yang ada di layar computer.

Perintah TYPE
Digunakan untuk menampilkan file text. Perintah ini hanya bisa digunakan untuk satu file saja dan hanya untuk file text.
Contoh:
A:\>type#surat.txt [enter] dengan asumsi file surat.txt ada di disket (drive A).

Perintah VER
VER, digunakan untuk menampilkan versi DOS yang digunakan. Contoh:
C:\>ver

Perintah DATE
DATE, berfungsi untuk mengubah tanggal dari DOS. Bentuk/format pengisiannya adalah mm-dd-yy atau bulan,tanggal,tahun.

Perintah TIME
TIME, gigunakan untuk mengubah sistem waktu yang ada pada DOS

Bentuk umumnya:
PROMPT [prompt_text] [$parameter]
Parameter yang ada:
. $g :menempilkan karakter>
. $h :menghapus kerekter sebelumnya(berfungsi seperti backspace).
. $n :menampilkan default disk yang digunakan.
. $p :menampilkan posisi direktori yang sedang aktif dari drive default.
. $q :menampikan karakter “=”
. $t :menampilkan jam yang aktif.
. $v :menampilkan versi MS-DOS yang dipakai.
. $$ :menampilkan karakter “$”.
. $_ :pindah baris (line feed).
. $1 :menampilkan karakter
Untuk selalu mendapatkan bentuk tanda prompt seperti yang anda inginkan maka kita bisa menempatkan perintah prompt tersebut pada file AUTOEXEC.BAT

Perintah REN
Digunakan untuk mengubah (Rename) nama file dengan file yang baru.Perintah ini tidak akan mengubah isi dari file tersebut. Bentuk umumnya:
REN [nama_file_lama]#[nama_file_baru] [enter]
Contoh:
C:\>ren tugasm~1.doc#tugasku.doc [enter]
Perintah diatas berarti mengubah nama file dari tugasm~1.doc menjadi tugasku.doc

Perintah MOVE
Perintah ini digunakan untuk memindahkan satu atau beberapa file pada tempat yang kita inginkan.Instruksi Move selain untuk memindahkan file,juga bisa mengganti nama direktori dan nama file yang dipindahkan.
Bentuk Umum:
MOVE#[drive:]#[path]#[filename]#[drive]#[filename[…]#[target][enter]
Parameter:
[drive:]#[path]#[filename] : menspesifikasikan lokasi dan nama dari file-file yang kita pindahkan.
Contoh:
A:\>MOVE#A:\tugas#tugasm~1.doc#C:\latdos[enter]
Artinya memindahkan file command.com ke dalam sub direktori latdos di drive C:
Catatan:
Instruksi diatas hanya dapat berjalan jika file move.exe ada pada dos anda dan berada di root direktori atau berada didirectori lain dengan catatan direktori tersebut telah diberi path.

copy dari http://javansclub.wordpress.com/perintah-dasar-windows
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai