Negeri Larangan

Posted in Renungan on April 11, 2008 by DM
Ada banyak larangan yang terjadi selama negeri ini berdiri. Bahkan sebelum nama Republik Indonesia syah sebagai negara, beribu larangan telah menjadi warna pemerintahan Hindia Belanda baik kepada inlander maupun Timur Asing.

Pada zaman Orde Baru, soal larangan tidak saja mencapai tingkat kuantitas, namun juga masuk ke dalam ranah kualitas. Pemerintah saat itu bisa dengan mudah melarang serta memerintahkan menarik sebuah buku yang telah beredar hanya karena tidak sesuai dengan selera pemerintah yang sedang berkuasa.

Bagaimana seorang penyair mesti menyetorkan sejumlah sajaknya kepada pihak kepolisian untuk diseleksi terlebih dahulu: bakal naskah sajak mana saja yang boleh dibacakan di depan publik pada acara pembacaan sajak.

Kebebasan berpendapat, berserikat, serta berkumpul diatur dan diawasi secara ketat, baik bentuk, warna, serta muaranya. Organisasi ditentukan, partai diciutkan, cara pandang serta olah pikir diseragamkan. Penyelenggara negara menentukan betul bagaimana atmosfir sebuah negara disesuaikan dengan selera penguasa.

 

 

Baca lebih lanjut

Mertuaku Melarangku Nge-blog Lagi!

Posted in Ceritera on April 11, 2008 by DM
Setelah Depkominfo menyodorkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta menutup beberapa situs di Indonesia, ternyata ancaman “larangan” berinternet tidak saja datang dari pihak penyelenggara negara.

Suatu malam seorang kawan menelpon dengan segala keluh kesahnya. “Aku pusing,” keluhnya sembari menghela nafas.

“Kenapa?” tanyaku.

“Mertuaku melarangku nge-blog lagi.”

“Ha?!”

“Iya.”

“Lho-lho, kenapa…” 

Baca lebih lanjut

Surat dari Tias Tatanka

Posted in Ceritera with tags , , , on April 4, 2008 by DM

surat-surat.gifsalam,

semoga setiap doa teman-teman mengalirkan energi positif kepada mas gong, sehingga kondisinya membaik dan sembuh.

sabtu-selasa (29/3-1/4) saya dan anak-anak membesuk mas gong, dan jadwal seharusnya pulang senin (31/3) terpaksa harus mundur sehari karena anak-anak masih kangen papahnya, begitu pula sebaliknya. jadi, barang-barang yang sudah masuk bagasi harus turun lagi. ya begitulah, ikatan bapak-anak, juga suami-istri, hehehe…

kondisi mas gong cukup bagus, masih harus pakai neck collar, tidak boleh beraktivitas terlalu berat, dan masih menjalani berbagai macam terapi. bahkan ada terapi baru yang membuatnya sempat mimpi buruk, karena pengaruh energi yang dikeluarkan alat terapi, dan itu lumrah.

minggu ini mas gong menjalani terapi jus, segala yang ia makan berupa jus buah dan air putih. dari pagi hingga pagi lagi. alhamdulillah tensi darah normal.

Baca lebih lanjut

Anak Zaman

Posted in Catatan Harian, Ranah Kerja, Renungan with tags , , , , , on April 4, 2008 by DM

editing-unpad.jpg

Kamis siang kemarin datang berkunjung ke kantor kami rombongan mahasiswa Jurusan Editing Universitas Padjadjaran. Muda-muda, semangat-semangat, dengan penampilan khas mahasiswa semester-semester awal.

Mereka melakukan kunjungan praktek atau apalah namanya. Kami pun menyambut, memperkenalkan diri, dan bincang-bincang. Hal pokok yang kami perbincangan seputar editing dan yang paling utama: dunia penerbitan.

Di tengah obrolan, satu per satu kutanyai mereka: mengapa mengambil Jurusan Editing, dan apa proyeksinya ke depan setelah lulus nanti. Dan yang membuatku tersenyum geli tentu saja jawaban masing-masing dari mereka.

Baca lebih lanjut

Gola Gong Sakit, Mohon Doa

Posted in Kunjungan with tags , , on April 3, 2008 by DM

gg.jpg

Teman-teman, sejak 2 maret 2008, mas Gola Gong dirawat di Rumah Sakit Holistik Purwakarta. Mas Gong mengalami pengapuran di tulang belakang hingga leher. Kaki kirinya yang biasanya kesetrum, alhamdulillah, sudah baikan. Tinggal rasa kesemutan di kaki dan tangan kanannya saja. Kepalanya masih migrain dan suka blank. Mohon doanya, agar mas Gong sehat dan pulih kembali. Amin. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas dukungan moril dan materilnya. Insya Allah, semua kebaikan teman-teman mendapat imbalan setimpal dari Allah (Tias Tatanka).

Baca lebih lanjut

Dicari Naskah Siap Terbit!

Posted in Peluang, Penerbitan, Penulisan, Publishing Service with tags , , , on April 3, 2008 by DM

buku-balik.jpg

Detik@ Integrated Publishing Service mencari naskah siap terbit yang dipesan puluhan penerbit di Indonesia.

Naskah-naskah tersebut meliputi:

  • Bisnis/Kewirausahaan
  • Novel Islami
  • Komputer
  • Tokoh/Biografi
  • Psikotes/CPNS
  • Panduan (Mencari Kerja, Mengelola UKM, Teknik Presentasi Efektif, Seni Negoisasi)
  • Bahasa Asing untuk Pemula (Perancis, Korea, Jepang, Mandarin, Italia, Belanda, Spanyol)
  • Bahasa Inggris (IELTS, TOEIC)
  • Buku Anak (Tes Kecerdasan, Perkembangan Anak, Belajar Membaca, Science Anak)

Informasi serta naskah ditujukan pada:

Daniel Mahendra
Head of Publishing Detik@
Email: redaksidetika@gmail.com
Site: www.detika-ips.com
Blog: www.detik4.wordpress.com

Hanya untuk Anda yang berminat.
Kami tunggu naskah-naskah Anda untuk diterbitkan menjadi buku.

Kredo Pagi Hari

Posted in Catatan Harian, Renungan with tags , , , , , on April 2, 2008 by DM

Kemarin beberapa simpul mulai terurai. Beberapa persoalan mulai menemukan solusinya. Beberapa kendala mulai tertangani. Beberapa hal mulai diambil langkahnya.

Terkadang kita terlampau melihat persoalan dari cakupan yang besar. Padahal persoalan demi persoalan bisa diurai satu per satu. Kecil mengecil. Kita tinggal mengambil jarak di ketinggian, maka akan tampak lah butiran persoalan itu di bawah kita. Sementara kita bisa memungutnya satu per satu.

Hukum Law of Attraction akan berlaku manakala kita fokus pada solusinya, bukan pada persoalannya. Bukankah masalah sebetulnya bukan lah masalah. Tetapi bagaimana menyelesaikan masalah, justru di situlah sebetulnya masalah sesungguhnya.

Ada hukum tak tertulis yang mengatakan bahwa, orang pintar hanya bisa dikalahkan oleh orang yang diberkahi Tuhan. Mau sepintar apa, kalau hidupnya tidak diberkahi Tuhan, maka yang tersisa hanyalah kepintaranya belaka. Sementara orang yang diberkahi Tuhan, ia dipertemukan pada jalan-jalan kedamaian hidup. Maka orang pintar yang diberkahi Tuhan, itulah senikmat-nikmatnya hidup.

Kredo setiap pagi adalah: kita siap untuk memulai hari ini. Melakukan afirmasi setiap pagi bahwa hidup akan betapa indahnya hari ini. Maka akan muncul lah kekuatan yang tak pernah kita kira datangnya.

Anda tak mesti percaya dengan rawian tulisan ini. Setiap dari individu punya caranya masing-masing.

Nah, selamat pagi…

Bandung, 3 April 2008, 06.56 wib.

Duplikasi Kerja

Posted in Ranah Kerja with tags , , , , , on April 1, 2008 by DM

kerja-tim-02.jpgApakah kalian suka jika berada pada posisi di mana kalian menjadi satu-satunya penentu, pengambil keputusan, pengambil kebijakan, serta segala kapasitas yang dimiliki seorang pemimpin pada umumnya? 

Kalau aku disodorkan pertanyaan semacam itu, jawabanku cepat dan jelas: tidak! Kenapa?

Menurutku, kalau kita menjadi satu-satunya orang dengan level serta kapasitas semacam itu, berarti selamanya kita kerasan pada posisi itu dan tak ingin mencapai sesuatu yang lebih dari sekadar kapasitas yang kita miliki. Yang lebih parah: kita tak mengharapkan orang lain, katakanlah orang di dalam tim (atau staf?) kita berkembang.

Kalau ada kepala bagian tidak membiarkan stafnya menduplikasi kerjanya, berarti si kepala bagian tidak ingin menjadi manager. Kalau seorang manager tidak membiarkan kepala bagian menduplikasi kerjanya, berarti si manager tidak ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi.

Bagiku pribadi, aku sangat-sangat senang jika stafku bisa melakukan apa yang bisa kulakukan dalam kapasitasku. Itu artinya terjadi duplikasi kerja. Itu artinya pekerjaan tetap bisa berlangsung saat kita tak di tempat. Itu artinya sistem berjalan dengan baiknya. Itu artinya kita punya penilaian pada staf mana yang punya kans untuk bisa mencapai lebih dan menonjol untuk diberikan prioritas perhatian.

Baca lebih lanjut

Status: Menikah

Posted in Ceritera, Renungan on April 1, 2008 by DM

lelaki.jpgJika ada kawan pria dari luar kota yang berkunjung ke Bandung sembari menemuiku, terkadang aku lebih senang pada kawan dengan berstatus telah menikah. Lho-lho-lho… kenapa?

Biasanya, kawan-kawan priaku yang telah lagi menikah, ke Bandung dengan tujuan jelas. Ketika pada akhirnya kita bertemu untuk, katakanlah, melepas kangen, kita betul-betul bertemu, di kantor, di rumah, berbincang, bakar rokok, makan, atau jalan mengitari kota. Tujuan mereka jelas dan tak macam-macam.

Sementara kawan yang belum lagi menikah, meski tetap bertujuan jelas, ditambah menemuiku, kita pun bertemu, pun berbincang, pun bakar rokok, pun makan dan pun jalan mengitari kota. Hanya saja, pada beberapa kasus ada tambahannya. Apa itu? Mereka kadang memintaku hal-hal yang tak kumiliki, semisal:

“Ada cewek nggak, Dan?” Sableng!

“Punya film bokep nggak, Dan?” Sialan!

Betul, memang tidak semua kawanku seperti itu. Tapi pada beberapa kasus (terutama pada kawan pria belum menikah. Belum kujumpai kawan pria berstatus menikah tapi brengsek di luar kota, hehe!), aku seperti nyaris selalu menemukan polah semacam itu.

Kalau aku tak mampu menjawab (atau memenuhi?) permintaannya, paling-paling ia akan berkata: “Ah, payah kamu, Dan!” Aku memang hanya tertawa-tawa. Tapi kenapa aku kerap kali menemui kejadian semacam itu…

Kalau ada kawan yang sudah menikah tapi sekadar lirak-lirik sembari berkomentar: “Cewek Bandung cantik-cantik ya…” Ah, itu wajar. Pria manapun berhak punya penilaian berseloroh macam itu. Seperti halnya perempuan toh, berhak pula punya penilaian terhadap pria. Tapi kalau dengan sengaja cari perempuan?

Maaf Kawan, aku tak bisa memenuhi permintaanmu…

Bandung, 2 April 2008.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai