Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis

Minyak atsiri kayu manis selama ini banyak dimanfaatkan sebagai flavor makanan dan minuman, bahan kosmetik, parfum, serta sebagai antiseptik dan antimikroba dalam bidang kedokteran. Minyak atsiri kayu manis diproduksi secara komersial dengan cara penyulingan atau destilasi. Tetapi masih diperlukan penelitian tentang pengaruh metode destilasi terhadap minyak atsiri yang dihasilkan. Selain itu minyak atsiri dalam tanaman aromatik diselubungi oleh kelenjar minyak, serabut, kantung minyak atau granular.


METODE PENELITIAN

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 set alat destilasi, yang terdiri dari ketel suling, pendingin (kondensor) dan penampung hasil kondensasi. Sedangkan alat lain yang digunakan dalam analisa antara lain : neraca analitik terkalibrasi dengan ketelitian 0,001 g dan piknometer, refraktometer, viskometer, serta instrumen kromatrografi lengkap terdiri dari tabung gas berisi gas nitrogen “HP” dengan regulatornya, hydrogen, detektor ionisasi nyala (flame ionization detector FID), rekorder integrator, dan alat suntik dengan volume 1 mikroliter.

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang diperoleh dari Desa Bubakan, Girimarto, Wonogiri. Bahan – bahan yang digunakan dalam analisa antara lain aquadest untuk analisa bobot jenis dan analisa indeks bias, sedangkan untuk analisa kelarutan dalam alkohol digunakan etanol 70 %.

 

TahapanPenelitian

 

  1. Persiapan Bahan Destilasi

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang diperoleh dari Desa Bubakan, Girimarto, Wonogiri. Bahan divariasikan dalam 3 ukuran, yaitu gulungan, ukuran ± 1 cm dan gilingan kasar. Dimana yang dimaksud dengan ukuran gulungan yaitu kulit kayu manis yang tidak mengalami pengecilan ukuran (ukuran dalam kondisi basah ± 10 × 30 cm), sedangkan ukuran gilingan kasar adalah kulit kayu manis hasil dari mesin penggilingan, yaitu sekitar 7 – 15 mesh.

  1. Penyulingan atau Destilasi inyak Atsiri

Bahan yang sudah dipersiapkan dengan masing – masing ukuran didestilasi dengan menggunakan 2 macam metode destilasi, yaitu destilasi air dan destilasi uap – air. Untuk metode destilasi air, bahan dimasukkan dalam ketel suling kemudian ditambahkan air sampai bahan tersebut terendam, tetapi tidak sampai memenuhi ketel suling. Sedangkan untuk metode destilasi uap – air, bahan diletakkan diatas air dengan penahan (sangsang) dan diatur sedemikian rupa agar ruang antar bahan tidak longgar. Ketel tersebut dipanaskan dengan menggunakan kompor listrik. Waktu destilasi selama 4 jam diukur mulai dari tetesan kondensat pertama. Bahan yang dibutuhkan dalam setiap proses destilasi sebanyak 2,5 kg, kemudian waktu destilasi selama 4 jam. Pada metode destilasi air, kulit kayu manis terendam dalam air sehingga kulit kayu manis kontak langsung dengan air. Perbandingan air dan bahan yang digunakan yaitu 1 : 4. Sehingga pada destilasi dengan bahan 2,5 kg dibutuhkan 10 liter air. Sedangkan pada metode destilasi uap-air, kulit kayu manis dan air dipisahkan dengan sangsang (saringan). Permukaan air berada dibawah saringan, sehingga tidak ada kontak langsung antara air dan kayu manis.

 

Analisis Minyak Atsiri

Selain dilakukan penghitungan terhadap randemen yang dihasilkan, dilakukan juga analisis lain yang bertujuan untuk mengetahui kualitas dari minyak atsiri yang dihasilkan. Analisis yang dilakukan dijelaskan pada Tabel 1. Sedangkan diagram alir jalannya penelitian dapat digambarkan pada

Gambar 1.

Tabel 1

No Analisis Medote
1 BobotJenis Piknometer
2 Indeks Bias Reflaktomer
3 Kelarutandalam alcohol Dalametanol 70%
4 Viskositas Viskometer
5 Kadar Sinamaldehid Kromatrografi gas

Gambar 1

bora1

Rancangan Percobaan

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu variasi metode destilasi dan ukuran bahan (Tabel 2.2). Setiap sampel variasi akan dilakukan ulangan percobaan sebanyak dua kali. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan ANOVA. Jika terdapat perbedaan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan α = 0,05.

bora 2

Pengaruh Ukuran Bahan dan Metode Destilasi Terhadap Kualitas Minyak Atsiri Kulit Kayu Manis (2012). Fuki Tri Yuliarto, Lia Umi Khasanah, Baskara Katri.

 

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.