Waktu cuti melahirkan hampir berakhir…saatnya siap-siap kembali kerja. Selain beli baju kerja baru (karena yang lama kekecilan, makluum…ukuran badan membesar hehe), ada persiapan yang puenting buanget, yaitu persiapan untuk Kimi. Sejak beberapa hari lalu, aku sudah meminta ijinnya untuk kembali kerja Januari nanti. Kadang, aku mengajaknya bicara setelah selesai mik…kadang juga aku berbisik padanya saat dia tidur pulas. “Bunda akan mulai kerja lagi, nanti Kimi kalo siang di rumah sama eMak ya, mik susu Bunda sama eMak.. jangan rewel ya, sore Bunda sama Ayah pulang kok. Main sama Kimi… Kimi juga bisa mik susu langsung lagi. Anak pinter dan sehat baik-baik ya, di rumah…”
Selain nyiapin Kimi, aku juga harus nyiapin diri sendiri. Persiapan psikologis, ternyata ga gampang memercayakan Kimi untuk dirawat orang lain, belum bisa lama-lama jauh sama Kimi. Lalu persiapan lain adalah untuk menyukseskan program ASI eksklusif 6 bulan untuk Kimi. Sebenarnya aku udah punya setumpuk buku dan sefolder info seputar manajemen laktasi untuk ibu bekerja, tapi ternyata itu saja belum cukup. Selain karena info yang berbeda-beda, ternyata memang susah menerapkan teori dalam praktek yang rutin. Akhirnya, sepakatlah aku dan Mas Aan untuk mengajak Kimi jalan-jalan ke klinik laktasi, dan pilihan kami adalah klinik laktasi RS. St. Carolus. Ternyata….bermanfaat banget!
Karena udah merasakan langsung manfaat dateng ke klinik laktasi, jadi pengen sharing info, siapa tau ada yang butuh info seputar klinik laktasi. O iya, kayaknya sebelum kunjungan sudah harus punya dasar informasi yang cukup dulu seputar manajemen laktasi ya, soalnya pasiennya banyak banget jadi dokter dan susternya nggak bisa rinci neranginnya 🙂
Jadi, tanggal 24 Desember kemaren jam 9 kami sampe ke Klinik laktasi Rs. St. Carolus (jam buka dari 08.00-12.00), langsung daftar dan disuruh antri di ruang 29 (kayaknya ada 2 ruang untuk konsultasi laktasi). Sekitar 2 jam kemudian, Kimi dipanggil untuk ditimbang (di sini, bayi ditimbang tanpa pake baju maupun pampers/ popok..hihihi…lucu juga, gimana kalo ada yang pis ato e’ok tiba-tiba ya). 6,1 Kg di usia 2 bulan 14 hari… gendut juga ya. Setelah ditimbang, kami masuk ke ruang konsultasi dan langsung ketemu dokternya.
Dan yang terjadi di dalam ruang klinik laktasi yang tersekat jadi 2 bagian itu adalah sebagai berikut:
Di depan dokter ada 3 kursi, setelah duduk kita akan ditanyain data diri dan pertanyaan seputar riwayat menyusui (kapan menyusui pertama kali, pernah dikasih sufor ga, ibu pernah ikut breast care/ penyuluhan gizi/ kehamilan ga, ibu makan cukup gizi ga, dsb). Setelah itu, kita boleh curhat apa masalah kita. Kalo aku kan tujuannya pengen tau manajemen laktasi ibu bekerja, misalnya pemerahan/ pemompaan ASI yang benar, penyimpanan ASIP, dan penyajian ASIP. Begitu diskusi singkat selesai, Ibu dipersilakan masuk ruang lain untuk praktek. Ada 3 hal yang dipraktekin disini, yaitu:
- Cara memerah yang benar
Ibu bekerja kan nggak bisa langsung menyusui bayinya dari payudara, jadi ASI harus diperah dulu. Sebenarnya ada 2 metode, yaitu memerah (dengan tangan) dan memompa (dengan breast pump, banyak dijual di baby shop). Di klinik laktasi Carolus, diajari cara merah ASI aja karena katanya ini lebih praktis dan efektif ngeluarin ASI. Emang sih awalnya tangan pegel dan ASI belepotan kemana-mana, tapi kalo udah expert, merah ASI pake tangan reccomended banget!
Cara merah yang benar adalah jempol dan jari telunjuk membentuk huruf U atau C, dimana jempol diletakkan sekitar 1 cm di atas aerola sedangkan jari telunjuk diletakkan di aerola bagian bawah. Selanjutnya kedua jari menekan kearah puting tanpa menggeser posisi… begitu berulang-ulang. Sruuuttt…si ASI ajaib-pun keluar! Untuk menampungnya, bisa pake gelas/ cangkir/ botol susu yang udah di steril. Tempelkan bbibir gelas ke bagian bawah aerola biar ASI ga tumpah-tumpah.
O iya, yang dipencet jangan putingnya ya, karena mencet puting ga akan mengeluarkan ASI. Kayak bayi juga kalo mik kan bukan Cuma putingnya yang dihisap-hisap.
Emang Subhanallah banget, ASI ini udah manfaatnya selangit, praktis pula!
- Cara massage payudara
Massage payudara dilakukan untuk memperlancar saluran ASI dan menigkatkan produksi ASI, bagus dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi ketika parudara dalam keadaan kosong (habis diperah/ di mik sama bayi kita). Caranya adalah, tuangkan minyak (aku pake baby oil) di tangan lalu balurkan ke kedua payudara. Dengan pangkal telapak tangan, buat gerakan memutar di kedua payudara selama 30 kali dimulai dari bagian dalam payudara (pas belahannya). Lalu gerakan kedua dilakukan dengan 2 jari yang digerakkan spiral dari pangkal menuju ujung payudara. Jangan lupa, tangan yang satunya harus menopang payudara. Ini juga dilakukan 30 kali. Lalu gerakan yang ketiga adalah gerakan ‘menguleg’. Tangan dikepalkan, lalu tempelkan pangkal telapak tangan kepayudara, buat gerakan memutar sebanyak 30 kali di setiap payudara. Terakhir, kompres payudara dengan washlap yang dicelup air anget dan dingin berganti-ganti sebanyak 7 kali.
Massage payudara ini harus yang ‘berani’ ya, jangan Cuma di elus-elus soalnya saluran ASI-nya ga bisa buka kalo mijetnya Cuma pelan. Pas di klinik aja Asinya sampe muncrat-muncrat waktu dipijet sama susternya. Hihi….
Sekedar info aja (buat persiapan psikologis), massage payudara by suster ini akan sedikit menyakitkan. Hehe….tapi gapapa, yang penting kan ASI lancar dan bayi sehat. Lagian, ngelahirin yang sakitnya setengah mati aja bisa kok, masak Cuma pijat payudara takut 😀
- Posisi menyusui yang benar
Sebenarnya di buku-buku udah banyak yang menerangkan tentang posisi menyusui ini, tapi selama ini aku menyusui seenak-enaknya aja. Kimi biasa nyusu sambil nggedebleh (tiduran telentang, pen). Tapi menyusui yang benar adalah seluruh badan bayi menghadap dan menempel di badan ibunya, sebagian aerola masuk ke mulut bayi, bukan Cuma putingnya tok. Kalo putingnya aja yang masuk ke mulut, jadinya lecet dan sakit tuh puting.
Selain praktek itu, dapet juga beberapa info berharga:
- selama ini kan Kimi pake sarung tangan, soalnya dia sukaaaa banget nguwek-uwek wajahnya jadi sering baret-baret. Pas dokternya lihat, langsung dilepas sarung tangan itu. Katanya sarung tangan (apalagi kalo udah diemut-emut bayi) itu sarang kuman. Bayi ga usah dipakein sarung tangan, kukunya aja yang sering dipotong.
- selama ini Kimi selalu digendong pake bantal, nyusu juga pake bantal. Ini juga ga boleh. Ya sudah, kemaren kursus singkat cara gendong dan menyusui tanpa bantal. Heheh…maklum orangtua baru, jadi canggung banget gendong bayi sendiri 😀
- Trik buat ibu yang mau masuk kerja setelah cuti melahirkan. Setiap 2 jam, bayi dikasih mik dengan satu payudara lalu payudara satunya lagi diperah.
Kata dokter, bayi pasti udah cukup mik 1 payudara. Dan emang cara menyusui yang benar adalah mengosongkan 1 payudara dulu, bukan berganti-ganti dengan 2 payudara. Soalnya komposisi ASI tiap saat kan beda, 5 menit pertama yang keluar itu namanya foremilk lalu yang keluar selanjutnya adalah hindmilk. Foremilk lebih encer sedangkan hindmilk mengandung lemak 4-5 kali lebih banyak dibanding foremilk. Naahhh…hindmilk inilah yang mengenyangkan bayi. Kalo nyusunya pindah-pindah, bayinya akan gampang laper lagi…akhirnya rewel deh…
Kenapa harus tiap 2 jam? Karena ASI itu prinsipnya adalah demand and supply, jadi makin sering di-mik ato diperah, akan makin banyak juga produksinya.
- Ngasih ASIP (ASI perah) sebaiknya jangan pake dot, itu alternatif terakhir banget karena bayi bisa bingung puting (nipple confuse). Jadi, kalo mik dari botol itu bayi tinggal nunggu susunya mancur, sedangkan kalo mik dari payudara bayi harus berusaha keras (4 kali lebih berat daripada kalo mik dari botol). Kalo bayi udah kenal dot, 2-3 kali lalu dikasih payudara, kemungkinan besar sekali bayi ga akan mau, puting ibu dilepeh-lepeh. Kalo udah gitu, puting lecet dan sakit, dan ujung-ujungnya ibu jadi takut nyusuin, kalo udah gitu…produksi ASI bisa berkurang deh. Selain itu, kalo bayi dikasih dot, nanti harus disapih lagi. Repot kan?
Untuk menyiasati ini, bayi dikasih ASIp pake sendok/ gelas (feeder cup, banyak yang jual di baby shop, di Carolus juga ada). ASIP ga boleh langsung dituang ke mulut, tapi sendoknya ditempel aja ke lidah bayi, nanti dia yang akan narik ujung sendok dan ASIPnya tumpah sedikit-sedikit ke mulut, trus ditelan deh pelan-pelan.
- Untuk Penyimpanan ASI di kulkas 1 pintu adalah 2 x 24 jam, di freezernya tahan sampai 2 minggu. Kalo di suhu ruangan tahan sampai 6 jam. Dan kalo di freezer khusus bisa sampe 3 bulan. ASIP beku yang sudah dicairkan ga boleh dibekukan lagi. ASI yang udah diminumkan juga harus habis, ga boleh disimpen lagi sisanya.
Sebelumnya, aku pernah baca kalo ASIP boleh dicampur asalkan masih dalam jangka waktu 24 jam dan suhunya sama, tapi menurut dokter yang di Carolus, batas waktu pencampuran ASIP itu hanya 1 jam. Itu juga harus langsung masuk freezer, ga boleh ditaruh kulkas bawah.
- ASI adalah positive thinking, makan bergizi, dan istirahat cukup! Inilah pesan favoritku. Banyak ibu yang gagal ASIX (ASI eksklusif) karena udah ragu-ragu dan negative thinking kalo ASInya ga akan cukup buat baby ato ASInya sedikit. Kalo kita yakin ASI cukup, maka pabrik ASI akan meningkatkan produksinya sesuai kebutuhan bayi.
Kemaren pas di Carolus, aku seruangan sama ibu-ibu yang mengeluhkan kalo ASInya berkurang (bayinya umur 4 bulan) setelah mulai kerja, jadi akhirnya bayi dikasih sufor. Waktu dia coba praktek perah, ASInya emang kelihatan dikit..Cuma netes-netes gitu. trus dia bilang ke susternya kalo ASInya udah habis, kata susternya: “Payudara itu ga pernah kosong, Bu, selalu berproduksi. Nih lihat…” susternya sambil mencet payudara si Ibu itu dan cuuurrrrr….. keluar banyak banget! Tuuuh…kan….si Ibu udah ragu-ragu kalo ASInya banyak siih..
Selain oleh-oleh info yang sangat berharga itu, Kimi juga bawa pulang botol penyimpan ASIP dan cup feeder yang dibeli di apotek carolus. Botol ASIPnya terbuat dari kaca dengan tutup logam, bentuknya mirip botol selai. Harganya 31rb/10 biji. Emang agak mahal dibanding botol ASIP yang biasa dipake Ibu-Ibu di milis-milis, yaitu botol bekas UC1000 yang harganya sekitar 1900-an di online shop, tapi yang ini lebih oke karena bisa langsung dipake merah ASI (kalo botol UC1000 kan lubangnya kecil jadi Cuma bisa buat simpen aja).
Sampe dirumah, langsung semua botol di cuci streril dan praktek merah ASI tiap 2 jam:) Semoga Kimi bisa terus mik ASI sampe umur 2 tahun nanti. Amiin.
http://devinzh4.multiply.com/journal/item/4/Kimi-jalan-jalan-ke-klinik-laktasi