Krisis Kesenjangan Ekonomi: Ancaman bagi Stabilitas Indonesia

Kesenjangan sosial di Indonesia bukan lagi sekadar isu akademik atau bahan diskusi di seminar-seminar. Ini adalah realitas pahit yang kita saksikan setiap hari, dari sudut-sudut kampung kumuh hingga kilau gedung pencakar langit. Data mencengangkan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 1% penduduk terkaya menguasai hampir separuh kekayaan nasional, sementara mayoritas rakyat harus puas dengan remah-remah. Apakah kita rela membiarkan jurang ini terus menganga, menggerus fondasi kebersamaan sebagai bangsa?

Ketimpangan yang ekstrem ini bukan tanpa konsekuensi. Ia melahirkan frustrasi yang membesar di kalangan masyarakat yang merasa dikesampingkan. Ketika akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang layak, dan peluang ekonomi hanya menjadi privilese segelintir orang, rasa ketidakadilan pun mengakar. Frustrasi ini adalah bara yang siap menyulut gejolak sosial, bahkan ketidakstabilan politik. Kita telah menyaksikan bagaimana kemarahan publik bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik jangka pendek, yang justru memperparah perpecahan.

Kekeringan likuiditas di golongan menengah dan bawah diperparah dengan maraknya judi daring (judi online) dan pinjaman daring (daring) sehingga daya beli terus menurun. Padahal selama ini ekonomi kita ditopang oleh konsumsi kelas menengah dan menengah bawah. Data menunjukkan bahwa kelas tersebut adalah kelas paling royal dalam membelanjakan uangnya, sedangkan semakin kaya akan semakin perhitungan dan hati-hati dalam mengelola keuangan.

Lebih jauh lagi, kesenjangan ini menjadi siklus yang sulit diputus. Kemiskinan yang diturunkan dari generasi ke generasi bukanlah dongeng, melainkan fakta di banyak wilayah Indonesia. Anak-anak dari keluarga miskin sering kali tak punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang memadai, apalagi bermimpi meraih profesi bergengsi. Mobilitas sosial yang tersumbat ini tidak hanya menciptakan ketidakadilan, tetapi juga mendorong sebagian orang ke jalan yang kelam. Tak heran jika studi di berbagai provinsi menunjukkan korelasi antara tingkat ketimpangan dan angka kriminalitas — ketika pintu peluang tertutup, jalan pintas melalui kejahatan sering kali menjadi pilihan terakhir.

Dampaknya tak berhenti di ranah sosial. Ketidakstabilan yang ditimbulkan oleh kesenjangan juga mengancam perekonomian nasional. Investor, baik lokal maupun asing, akan berpikir ulang untuk menanamkan modal di tengah situasi yang rawan konflik. Demonstrasi dan ketegangan sosial yang berulang bukan hanya mengganggu produktivitas, tetapi juga mencoreng citra Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman. Jika ini dibiarkan, mimpi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan hanyalah ilusi.

Sudah saatnya kita berhenti memandang kesenjangan sebagai masalah pinggiran. Ini adalah ancaman nyata yang harus segera diatasi dengan kebijakan yang berani dan terukur. Redistribusi kekayaan melalui sistem perpajakan yang lebih adil, penguatan jaring pengaman sosial untuk kelompok rentan, serta perluasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan adalah langkah-langkah yang tak bisa ditunda. Pemerintah harus menunjukkan komitmen nyata, bukan sekadar retorika, untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir elite, tetapi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dan di bulan ini, Juli 2025. BPS akhirnya merilis angka kemiskinan yang sempat ditunda beberapa waktu yang lalu. Mereka menyatakan angka kemiskinan menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Agak sulit dipercaya, dengan melihat realitas yang terjadi di sekitar kita. Kita hanya bisa berdoa, lembaga statistik negara masih mempunyai integritas dalam menyajikan data.

Kita berada di persimpangan jalan. Apakah kita akan membiarkan ketimpangan ini terus menjadi bom waktu yang mengancam keutuhan bangsa, atau kita bergerak bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara? Pilihan ada di tangan kita, dan waktu untuk bertindak adalah sekarang.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kinerja Saham IPO tahun 2024 pada Bursa Efek Indonesia

Pada tahun 2024, pasar modal Indonesia diperkirakan akan mengalami perkembangan yang signifikan, di mana terdapat peningkatan jumlah perusahaan yang mendaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menjadi fokus penting bagi para investor yang mencari peluang baru. Studi mengenai kinerja saham IPO di tahun 2024 memberikan wawasan berharga bagi investor dalam membuat keputusan investasi yang strategis dan terinformasi dengan baik.

Jumlah perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2024 mencapai 41 perusahaan dari berbagai sektor industri, dengan total dana yang berhasil dihimpun sebanyak Rp. 14,86 trilyun. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 79 perusahaan yang tercatat melakukan IPO pada tahun 2023, di mana total perolehan dana berhasil mencapai Rp. 54,14 trilyun. Penurunan ini bisa diindikasikan sebagai berkurangnya minat perusahaan untuk melakukan IPO di tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang tentunya memicu pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan dalam memilih untuk melantai di bursa.

Kapitalisasi pasar terbesar pada tahun ini adalah PT. Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), yang merupakan anak perusahaan dari Adaro Energy (ADRO), melakukan listing perdana pada tanggal 5 Desember 2024 dan berhasil meraup dana segar sebanyak Rp. 4,321 trilyun. Ini diikuti oleh PT. Daya Intiguna Yasa (MDIY), sebuah perusahaan retail yang dimiliki oleh pengusaha asal Malaysia, yang mulai mencatatkan sahamnya di bursa pada tanggal 19 Desember 2024 dengan total pengumpulan dana mencapai Rp. 4,156 trilyun. Kedua emiten ini bersama-sama menyumbangkan hampir Rp. 8,5 trilyun dari total dana IPO, yang mencerminkan hampir 57% dari keseluruhan dana yang dihimpun sepanjang tahun 2024.

Dengan mempertimbangkan Prinsip Pareto, terungkap bahwa 20% dari emiten dengan kapitalisasi terbesar berhasil menghimpun sekitar 80% dana IPO. Sementara itu, 80% sisa emiten lainnya hanya menyumbang 20% dari total dana, menyoroti ketidakmerataan dalam penarikan dana di pasar modal.

Kinerja harga saham IPO selama tahun 2024 menunjukkan hasil yang bervariasi. Dari 41 emiten baru yang listed, sampai tanggal 24 Desember 2024, sebanyak 21 emiten atau sekitar 52,5% berhasil mencatatkan harga penutupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga penawaran perdana. Hal ini tentunya menjadi sinyal positif bagi para investor, menunjukkan adanya potensi keuntungan melalui investasi di saham IPO. Namun, di sisi lain, 20 emiten atau 47,5% justru menghadapi penurunan harga saham dibandingkan dengan level harga penawaran perdana, yang menunjukkan volatilitas dan risiko yang terkait dengan investasi di perusahaan-perusahaan yang baru terdaftar.

Berdasarkan analisis terhadap kinerja saham IPO di tahun 2024 ini, dapat disimpulkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki prospek yang cukup baik, meskipun tren penurunan minat perusahaan untuk melakukan IPO menjadi tantangan tersendiri. Variasi kinerja harga saham membuka peluang bagi investor untuk lebih selektif dalam memilih perusahaan IPO yang memiliki potensi kuat untuk memberikan hasil positif dalam jangka panjang. Keputusan yang tepat dalam memilih emiten yang berkualitas dapat membantu mengoptimalkan hasil investasi, dan hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh para investor (Ramadhan, 2022).

Referensi:

Ramadhan, P. (2022). The Performance of Renewable Energy Companies Before and After Initial Public Offering. In E-Jurnal Akuntansi (Vol. 32, Issue 3, p. 672). Udayana University. https://doi.org/10.24843/eja.2022.v32.i03.p09

artikel utama publish di https://medium.com/p/16b723aec830

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Mbah Pijet

Di sebuah kota kecil di provinsi Jawa Timur, saya dibesarkan hingga lulus SMA. Sejak saya kecil ada seorang nenek yang mata pencahariannya tukang pijat yang dipanggil ke rumah, kami biasa memanggilnya “Mbah Pijet”, sejujurnya saya tidak pernah tahu nama aslinya. Waktu saya masih usia SD, beliau sudah cukup berumur, mungkin antara 60 sampai 70 tahun. Almarhumah Ibu dan saya memakai jasa beliau apabila sedang demam, masuk angin, keseleo, atau kecelakaan. Karena jaman itu belum ada teknologi komunikasi seperti sekarang, untuk memanggil beliau kami titip ART pulang pergi yang rumahnya dekat. Jarak rumah beliau dengan rumah kami sekitar 1,5 km, biasanya beliau datang dengan berjalan kaki atau diantar anaknya menggunakan sepeda motor.

Memori saya saat dipijat masih melekat dengan minyak tawon yang digunakan, pijatannya yang tidak terlalu sakit namun badan dibuat segar setelahnya. Pernah beberapa kali beliau cerita bahwa beliau punya langganan seorang dokter, lalu beliau bertanya kepada dokter tersebut kenapa masih menggunakan jasa pijat padahal menurut dia ilmu kedokteran cukup dapat membuat badan sehat. Pertanyaan yang polos dari seorang nenek di kampung. Dokter itu lalu menjawab bahwa dalam ilmu kedokteran pun pijat diperlukan untuk merelaksasi atau menyembuhkan rasa pegal di badan.

Setelah saya sudah tinggal di Jakarta, karena alasan jarak saya tidak pernah lagi memakai jasa beliau, sampai Ibu saya memberi kabar bahwa beliau telah wafat. Pada saat itu memori saya langsung kilas balik saat saya dipijat, bagaimana saya ketiduran, sedikit kesakitan, atau saat mengantar beliau pulang. Sampai saat ini saya apabila sedang dipijat selalu teringat beliau.

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Kelly Services Salary Guide Indonesia 2019

Di waktu pandemi seperti ini, mungkin kita berpikir tidak banyak perusahaan yang melakukan rekrutmen. Karena seiring melambatnya perekonomian yang diakibatkan pembatasan mobilitas manusia sehingga menyebabkan pengurangan baik pada penawaran maupun permintaan. Namun terlepas dari kondisi tersebut, ternyata masih banyak HR perusahaan yang melakukan prekrutan. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya email yang saya terima dari LiNa Jobstreet. Untuk para praktisi HR mungkin tidak asing dengan Kelly Services atau Michael Page yang secara tahunan mengeluarkan Salary Guide, serta statistik sektor dan skill yang banyak dicari oleh pemberi kerja.

Demikian kami sampaikan Kelly Services Salary Guide 2019.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Lebih Baik Sewa Atau Beli Rumah?

Dalam hidup kita harus mengambil beberapa keputusan yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan kita selanjutnya, contohnya adalah tempat sekolah/kuliah, menikah, tempat kerja, dan keputusan untuk membeli tempat tinggal. Pembelian properti pertama ini adalah keputusan yang berani dan krusial, bahkan ada reality show di Kanada berjudul “Property Virgin”. Acara tersebut berkisah tentang seorang broker properti yang memberikan petunjuk kepada pasangan muda yang sedang mencari properti pertama mereka.

Lalu timbul pertanyaan dari benak saya, apakah memang kita harus membeli properti, atau dalam hal ini adalah rumah tinggal? Apakah kita harus terjerat dalam hutang belasan tahun yang tak kunjung usai? Saya melakukan perhitungan kecil-kecilan.

Saya mulai dari biaya sewa. Biaya yang kita keluarkan untuk menyewa properti secara umum adalah 3–5% dari nilai jual rumah, bahkan lebih rendah. Beberapa rekan menyewa properti hunian senilai 1 milyar atau lebih hanya dengan 25 juta rupiah per tahun. Misalnya dengan tarif tersebut dan terdapat kenaikan 10 persen per tahun selama 15 tahun, maka total biaya yang dikeluarkan adalah sebesar 794 juta.

Nilai tersebut jauh lebih rendah daripada apabila kita harus membeli dengan cara KPR, yang pertama kita harus menyiapkan uang muka minimal 10%, yaitu sebesar 100 juta rupiah. Dengan asumsi floating rate normal KPR perbankan sebesar 11% per tahun dengan utang 900 juta selama 15 tahun, maka muncul angka cicilan sebesar 10,229 juta rupiah per bulan. Selama 15 tahun maka uang yang dibayar total adalah sebesar 1,841 milyar rupiah, yaitu dua kali lipat dari pokok utang ditambah uang muka.

Tapi akhirnya kan saya dapat aset berupa properti hunian?

Betul sekali, dengan asumsi kenaikan harga rumah 10% per tahun, maka harga rumah tersebut menjadi 3,797 milyar rupiah 15 tahun kemudian.

Berarti saya ga rugi dong? Kalo sewa saya ga punya rumah sampai sekarang

Betul namun kita harus membandingkan selisih antara cicilan dan biaya sewa, selisih pada tahun awal adalah 8 juta lebih per bulan hingga pada tahun tahun akhir tinggal 2 jutaan, namun setelah dihitung apabila selisih tersebut diinvestasikan selama 15 tahun pada reksadana saham dengan asumsi return 12% per tahun (CAGR indek IHSG 2003–2018 adalah 19%) maka nilai uang tersebut menjadi 4,155 milyar rupiah. Yaitu masih lebih tinggi daripada nilai rumah pada perhitungan sebelumnya. Sehingga kesimpulannya apabila menurut perhitungan dengan keadaan di atas maka sewa terlebih dahulu lalu membeli rumah lebih menguntungkan.

Tentu perhitungan tersebut berlaku dengan asumsi-asumsi tersebut di atas dan negara dalam keadaan normal. Apabila asumsi berubah maka hasil perhitungan dapat berupah pula.

Kekurangan metode ini adalah tidak memperhitungkan perilaku ekonomi dan konsumsi masyarakat. Dalam perhitungan ini selisih antara biaya sewa dengan cicilan diinvestasikan ke reksadana saham, sedangkan biasanya masyarakat apabila mempunyai disposable income digunakan untuk membeli barang barang konsumtif. Selain itu juga belum diperhitungkan biaya kepemilikan rumah seperti pajak properti dan biaya pemeliharaan rumah.

perhitungan excel kami lampirkan di bawah, dapat anda gunakan untuk mengubah asumsi yang saya gunakan. Ditunggu kritik dan masukannya

file excel:
https://drive.google.com/file/d/1Bnmc4a9Mhh9jPUEPph71E2J58Urp4FAx/view

tulisan asli dapat diakses di

https://medium.com/@devino.rizki/lebih-baik-sewa-atau-beli-rumah-64f1481d704

Lihat di Medium.com

Lihat di Medium.com

Lihat di Medium.com

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, perencanaan keuangan, piece of mind

Sudah Ga Jaman Beli Mobil

Tren di atas mungkin akan terjadi beberapa tahun ke depan, karena semakin maju nya sharing economy. Di UK misal nya, data registrasi plat nomor kendaraan sudah turun 14% year on year. Apakah hal ini baik? Ya, untuk lingkungan dan lalu lintas. Pemerintah tidak perlu lagi menyiapkan lahan parkir yang memakan lahan yang cukup luas dalam lingkungan perkotaan, less car means less pollution, dan jalanan seharusnya tidak terlalu penuh maka kualitas hidup penduduknya akan meningkat. Dampak negatifnya mungkin pada industri kendaraan khususnya mobil. Akhirnya pertimbangan kita membeli mobil adalah apabila terdapat keadaan darurat seperti butuh kendaraan segera ke rumah sakit.

https://amp.theguardian.com/commentisfree/2017/oct/23/owning-car-thing-of-the-past-cities-utopian-vision
https://amp.theguardian.com/sustainable-business/2016/jul/23/car-sharing-helps-environment-pollution
Lots to lose: how cities around the world are eliminating car parks
https://www.theguardian.com/cities/2016/sep/27/cities-eliminating-car-parks-parking
http://uk.businessinsider.com/evidence-uber-destroying-demand-cars-2017-6

https://www.theverge.com/2016/10/3/13147680/uber-new-jersey-free-ride-parking-lot-train-commute

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Pemilu dan Krisis

Our Brand Is Crisis (2015)

Pernah menyaksikan film tersebut? Cerita tentang konsultan politik untuk sebuah pemilu presiden di Bolivia, berdasarkan cerita nyata presiden Gonzalo Sánchez de Lozada dengan perubahan nama dan bumbu drama. Capres yang tidak populer dan pernah menjabat presiden sebelumnya merekrut konsultan politik diri AS, yang kemudian membuat strategi untuk menaikkan popularitas capres dengan cara
1. Kampanye nya membuat seolah olah negara dalam sebuah krisis luar biasa dan butuh perubahan serta hanya dia yang mampu melakukannya (hutang, pekerja asing, dan agama)
2. Menaikkan popularitas capres ketiga untuk menggerus suara lawan utamanya
3. Menghembuskan berita palsu bahwa capres lawan terberat nya adalah simpatisan Nazi ( kalo disini PKI kali ya).

Ketika sudah terpilih, kebijakan presiden tersebut ternyata tidak sesuai ekspektasi yang membuat para simpatisannya berbalik dan ikut unjuk rasa

Strategi yang terus berulang dan semua itu hanya strategi untuk memenangkan pemilu. Ketika sudah terpilih, itu adalah hal yang berbeda. Saya tidak mendiskreditkan pihak tertentu, tetapi hanya mengajak kawan kawan untuk tidak polos betul terkait politik.

https://xx1.tv/movie/nonton-our-brand-is-crisis-2015-subtitle-indonesia-7yl/play
https://en.wikipedia.org/wiki/Our_Brand_Is_Crisis_(2015_film)

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Penak Jamanku To?

“Enak jaman ku kan?” Slogan yang sering kita baca di meme dengan foto presiden kedua RI, Pak Harto. Apakah jawaban kalian daripada pertanyaan ini? Kalo menurut saya jelas enak jaman Pak Harto.
Karena pada saat zaman orde baru, saya masih SD. Saya tidak perlu bekerja untuk membayar tagihan, masalah terbesar saya waktu itu hanya belajar dan uang jajan untuk main di rental playstation.

Tinggalkan komentar

Filed under piece of mind

Pain of Paying

Ketika kita membeli barang, misalnya ponsel pintar dengan harga 3 juta. Lebih nyaman manakah buat kita, membayar secara tunai, dengan kartu kredit, atau cicilan tanpa bunga selama 12 bulan? Tentu membayar tunai bukan pilihan utama, karena pada dasarnya membayar tunai itu secara psikologi menyakitkan, karena kita melihat sendiri dan secara sadar sejumlah uang dengan nominal lumayan tersebut berpisah dari kita. Oleh karena itu para pengusaha dan retailer mempunyai strategi untuk menunda atau mengalihkan rasa sakit tersebut agar penjualan mereka meningkat, dengan memberi alternatif cara pembayaran seperti kartu kredit, kartu debit, kartu prabayar, e wallet. Hal tersebut efektif dan mungkin beberapa kali melakukan kita pembelian barang dengan tanpa rasa sakit, sakitnya baru terasa ketika tagihan kartu kredit terbit dan sakitnya tuh disini,,,, (tunjuk rekening)

Bagaimana dengan anda?

Debit is the favorite, credit cards reign for big buys, alternative payments growing in popularity
https://www.creditcards.com/credit-card-news/payment-method-statistics-1276.php
The pain of Paying – Dan Ariely
https://youtu.be/PCujWv7Mc8o
Mobile money in emerging markets: The business case for financial inclusion
https://www.mckinsey.com/industries/financial-services/our-insights/mobile-money-in-emerging-markets-the-business-case-for-financial-inclusion

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis, perencanaan keuangan

Fintech

“Banking is necessary, banks are not – Bill Gates”
Dengan adanya gelombang startup yang bergerak di bidang keuangan (fintech), keberadaan bank konvensional terus terancam dengan adanya pesaing yang tidak kasat mata. Para fintech tersebut memanfaatkan ceruk pasar yang belum terjangkau oleh perbankan, seperti kegiatan ekonomi informal, serta fakta bahwa banyak warganegara yang belum mempunyai rekening bank. Cepat atau lambat pergeseran ini akan terjadi, oleh karena itu perbankan sadar dan mulai berinovasi dengan adanya branchless bank, membuat dompet elektronik, hingga startup fintech mereka sendiri. Dampak ke depannya adalah kantor cabang perbankan konvensional akan semakin berkurang, otomatis akan berpengaruh langsung terhadap kebutuhan tenaga kerjanya.

Saya tanya anda, kapan terakhir anda ke kantor bank?

https://wolfstreet.com/2017/11/17/is-e-commerce-really-crushing-brick-and-mortar-sales/
https://en.wikipedia.org/wiki/Financial_technology
https://youtu.be/q1O2KPgH2cA
https://www.finextra.com/newsarticle/28680/fintech-boom-will-lead-to-30-bank-staff-cuts—citi
https://m.detik.com/finance/moneter/d-3902718/jumlah-pegawai-bank-terus-berkurang?

Tinggalkan komentar

Filed under bisnis