Syukur

Mengapa tiba-tiba aku merasa rumahku terlalu kecil.

Mengapa juga sekarang aku merasa mobilku sangat jelek dan tidak memberikan rasa nyaman seperti yang seharusnya.

Mengapa begitu? Padahal kemarin semua terasa sempurna .

Add a comment Oktober 6, 2012
Tag: , ,

Lately

Lately, I feel that I’m very lonely (I’m not talking about domestic stuff)
At one side I realize that I still have to learn about how to accept some one else opinion. Not perfect yet, but I have progress in it. But the other side, I feel that my opinion not so welcomed anymore.

Several months ago, I feel very honored because the previous boss .. don’t know how to write it. What I’m trying to say is , what happened now is not that pleaset like before. At this point I’m trying to understand where is my position now, what direction I have to go.
Or… should I start to keep silent?

Add a comment September 4, 2012

Selfish

Meski tawaran sudah di tarik, harapan itu terlanjur ada.
Dan harapan itu semakin tumbuh ketika melihat kelucuan anak kecil. Dan kemudian aku berandai-andai jikalau aku punya juga , setidaknya satu.

Tapi harapan itu membuat kita menjadi egois kan?

Beberapa kali alam bawah sadarku menginginkan keadaan ekonomi orang tua anak itu menjadi tambah sulit atau hubungan antara bapak dan ibu anak itu semakin genting sehingga merelakannya padaku
Ah alangkah mengerikannya keinginan itu. Kenapa aku menginginkan hal buruk terjadi pada orang lain? Semoga Allah mengampuni.

Begitu sulitnya melepas sesuatu bahkan terhadap makhluk yang belum pernah bertatap muka dengannya. Ironisnya merasakan hal seperti itu membuatku bisa lebih berempati pada ibunya. Kalau aku merasakan berat melepasnya, bagaimana pula dengan ibu kandungnya yang mengandung dan melahirkan, merawatnya selama itu. Yang pasti kuatnya ikatan batin terhadap anak itu tak bisa dibandingkan denganku. Alhamdulillah setelah memahami itu semua perasaanku jauh lebih baik karena tak terlalu dibebani dengan kekecewaan lagi.

Dan isi Surat Al Kahfi ayat 46 pun membantu menenangkanku..

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”

Add a comment Agustus 8, 2012

Ahli???

Waktu secara tidak langsung dia mengatakan bahwa dia ahli.

Kok perasaanku terganggu ya?
Semoga ganggungan itu bukan didasarkan iri.

Tapi kalau mau fair menilai menurutku yang benar-benar ahli itu di sini cuma satu.

The one and only, My previous Boss.

Add a comment Juli 25, 2012

Pupus

Misalkan seseorang menawarimu sesuatu . Tawaran itu menarik hati hanya saja keinginanmu untuk memilikinya tidak begitu besar. Dan ketika engkau mengambil pilihan untuk menerima tawaran itu sebagai konsekuensinya komitmen besar menantimu yang kamu tidak yakin bisa memikulnya. Meskipun menarik, semua faktor-faktor tadi melemahkan keingingananmu. Tapi tetap saja, sekecil apapun keinginanan akan menimbulkan harapan. Harapan, tak peduli betapa lemah atau kecilnya , ketika secara paksa harapan itu dipupus, hatimu akan terasa sakit karena kehilangannya.

Pagi tadi aku mengalaminya. Berawal dari sms dari abang iparku yang dua minggu sebelumnya menawarkan keponakannya untuk kuadopsi. Melalui sms dia berkata bahwa aku tak perlu memikirkan tawaran itu lagi karena orang tua anak itu sudah berubah pikiran.

Sebelumnya tawaran adopsi sudah beberapa kali kuterima tapi selalu kutolak dengan halus karena suamiku belum siap meski aku cenderung untuk menerimanya. It takes two to tango, right?

Berbeda dengan tawaran terakhir, entah kenapa suamiku legowo, mungkin karena beberpa kali aku mengatakan padanya sudah sangat ingin punya anak. Kakak ku dan suaminya pun meyakinkan ku bahwa adopsi ini untuk kebaikan sang anak, karena ibunya berecana menyerahkannya pada orang lain, jadi menurut mereka dari pada di serahkan ke orang lain lebih baik diserahkan padaku yang masih punya pertalian saudara dengan mereka.

Singkat cerita aku mengiyakan meskipun sejak itu otakku tak henti-hentinya bekerja. Bagaimana aku bisa menjaganya dengan baik sedangkan setiap hari pulang malam. Membayar pengasuh pasti kupikirkan tapi aku tidak begitu percaya dengan pengasuh anak zaman sekarang. Keluhan selama ini yang kudengar tentang pengasuh yang lebih sibuk mengasuh hape nya dari pada mengasuh anak, yang datang dan pergi sesuka hati, membuatku ingin mencari alternatif lain. Seperti daycare tapi harganya mahal dan lumayan jauh dari tempat tinggal. Ada lagi yang harus kupikirkan.Apa pendapat ibu mertuaku nanti? Apakah dia setuju atau tidak.

Kembali ke sms tadi. Hatiku merasa sedih kehilangan peluang memiliki anak. Tapi harus bagaimana lagi? Belum jadi rejekiku untuk punya anak. Mau berbuat apa lagi selain bersabar. Bahkan sampai saat tulisan ini kubuat aku belum memberitahukan berita itu pada suamiku. Aku belum siap melepas harapan itu sepenuhnya karena di celah-celah hatiku masih tersisip harapan kalau tawaran itu datang lagi, dan kali ini orang tuanya tidak berubah pikiran lagi.

NB : Semoga kamu mengerti isi dari tulisanku yang ga keruan ini

Add a comment Juli 23, 2012

Ngayal

Meskipun sehari sebelumnya aku benar-benar merasa jenuh dan muak dengan masalah pekerjaan, sehingga berjanji week end ini menjauhkan semua bahan bacaan terkait dengan itu, dan memuaskan kesenangan membaca novel yang sudah lama sangat ingin kulakukan, tapi tetap saja siang tadi,setelah menamatkan satu setengah novel (setengah karena aku memulainya dari tengah) yang sudah pernah kubaca sebelumnya, ada dorongan yang mendesakku membuka guidelines keluaran OECD atau TP Manual Gareth Green. Mungkin karena sudah terbiasa sehingga aku merasakan kehilangan dengan rutinitas itu. Barangkali begitu.

Kerinduan dengan masa-masa sebelum Bos lamaku pergi semakin menggigit. Kenapa mentorku itu dimutasi terlalu cepat membuat keadaan semakin tidak jelas arah. Mau kemana dan mau apa?
Semuanya serba dangkal.

Tapi bisa saja besok hari aku menemukan semangat belajarku lagi, hanya saja sampai saat ini justru hasrat menulis yang telah lama kuabaikan yang muncul.

Well..well.well… Mungkin ini petanda kalau mulai sekarang ada baiknya proyek novelku menjadi prioritas utama lagi bukan yang lain. Proyek masa depan yang mungkin terlalu ambisius tapi menjanjikan. Setidaknya menurutku.

Siapa tahu satu saat nanti aku bisa jadi the next Stephany Meyer.

Add a comment Juli 17, 2012

Please Boss, Come Back Here

Right now, I fell so demotivated.
Pertama kalinya sejak setahun terakhir.
Beberapa hari yang lalu aku sampai pada titik “I fell like going no where”.

Ups maaf.. kalo belum ngerti kemana arahnya keluhan ini. Well, work things.

Teori yang berbelit-belit dengan susah payah kupelajari ternyata sangat absurd untuk dipraktekkan, paling cuma 10% yang kepake. I’m not happy.Ditambah mentor yang selama ini jadi sandaran, motivator, pengayom, sudah tak di sini lagi, bahkan kemungkinan dalam waktu dekat, dia akan pergi lebih jauh lagi. Ke Luar Negri. Untuk waktu yang sangat lama.

I miss you Boss!! I don’t know what to do without you here. Everything seems hard and boring.

I know some people out there questioned by existence here. Couples month a go when you were here. You conviced me to ignore them. You support me all the way you can. Ain’t no body support me better.
Everything is changed.

But now, I don’t really care what they say about me because it doesn’t make any difference at all. I think it will never be the same again.

I do miss U Boss. Wish you were here.

Add a comment Juli 17, 2012

Kaperlek

Up date blog? Dah luppa tuchhh… wkwkkwk
jangankan update punya blog aja dah ga inget lagi. Sampe hari ini ada teman baik yang mengingatkan via komennya yang masuk ke sini. Thax ya Frennn 🙂

Kalo diitung2 keingat up date blog kalo ada lagi yang mo dimuntahin ajahh a.k.a. keperlek (kapan perlu pake).. Makanya sebagian besar isinya cuma keluhan. Waktu nulis sih kayanya udah bagus, tapi waktu baca lagi…mualuuuuh.. ternyata isinya cemenn, ga mutuuu..

Tapi dah rindu nulis lagi kok?
Tapi kapan ya?
kalo ada waktu kaliii..
Ahhh itu mah alasan klise. Jawaban yang tepat harus dipaksa. Kan kebaikan itu mang harus dipaksa kalo ga gitu ya ga jalan.

Da ahhh…mo kerja lagi

2 komentar Juni 11, 2012

Dont Underestimate The Thing That I Will Do

Akhir-akhir ini waktu sangat berharga, every minute counts, tapi untuk meringankan beban di dada kusempatkan membuat tulisan ini.

Hampir dua belas tahun bekerja baru kali ini aku benar-benar bahagia dengan apa yang kulakukan. Tugas baru membuatku sangat bergairah, karena sangat sesuai dengan minat dan jiwaku. Jika ada waktu senggang baik di kantor maupun di rumah kumanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan itu. Berbagai literatur kukumpulkan dan kubaca. Atasan ku yang baik hati dan sangat kukagumi, membanjiriku dengan pujian. Bahkan kesempatan yang bahkan sebelumnya tak pernah hadir di mimpiku yang paling liarpun ditawarkan didepan mataku. Whenever you ready, we’ll send you abroad, begitulah kira-kira yang dikatakan atasanku dan bos besar.

Serasa berada di puncak dunia. Aku merasa sangat pintar dan spesial. Tapi pagi ini kebanggaanku terluka. Berawal dari obrolan dengan teman di bagian lain. Ia berkata kalau dia tidak mengerti kalau diajak bicara tentang pekerjaannya, pengetahuannya hanya sebatas rutinitasnya saja. Lalu temanku yang lain, yang bertugas satu divisi denganku tiba-tiba berkomentar. “Ya itu sama dengan Mba Dewi diajak ngomong tentang ilmu X (ilmu yang terkait dengan tugasku sekarang).” Ironisnya disaat dadaku sedang membusung dengan prestasiku, dia malah mengecilkan kemampuanku. Jangankan diperhitungkan bahkan untuk diajak berbicara tentang ilmu itu saja aku belum layak menurutnya.

Aku berusaha memaklumi bahwa dia tidak mengetahui perkembanganku tapi tetap saja rasa sakit itu belum hilang. Terasa berat dan membuat sesak. Well semoga rasa sakit karena ucapannya menjadi cambuk semangatku, katalisator kemajuanku. Well no pain no gain right?
Don’t underestimate the thing that I will do (Adelle-Rolling In The Deep)

Add a comment Oktober 25, 2011

How To Tell Him

Bagianku mendapat tambahan orang baru. Biasanya kalau mendapat tambahan tenaga akan disambut suka cita, para kepala seksi terutama. Tapi bagiku ga selalu begitu. Karena keterbatasan meja dan komputer, aku selalu bingung jika ada datang penghuni baru. Ujung-ujungnya aku yang pusing ngurusinya.

Seperti sekarang ini. Dalam dua minggu kedatangan tiga pegawai baru.Setelah sedikit maksa akhirnya masalah pun terselesaikan (untuk sementara). But unfortunately its not the only problem. Salah seorang newbie yang mengambil tempat tak jauh dari tempatku tampaknya memiliki masalah bau badan.

Dari jarak 10 meter aromanya sudah tercium. Dohh.. jadi kepikiran macem-macem. Maksudnya kepikiran ngirim pesan kaleng tentang BB nya, atau ngasih hadiah penghilanng BB, sampe mikir pindah tempat.

Tapi semakin sore baunya dah ga gitu nganggu lagi mungkin karena hidungku sudah beradaptasi. Tapi bagaimana dengan besok-besok? Bagaimana baiknya ya cara memberitahunya tanpa membuat orangnya tersinggung?
Satu lagi, semoga dia tak pernah membaca tulisan ini.

Add a comment Agustus 2, 2011

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai