BOLU PISANG DAN ES KRIM February 12, 2020
Posted by KD in Ihsan Nurani.add a comment
Kisah nyata ini saya dapat dari grup WA.
entah siapa penulisnya.
“Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim,” rengek Dika putra sulungku.
Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku.
Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
“Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu,” janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.
Dika cemberut.
Aku tahu dia kecewa.
Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu.
Tapi bagiku itu barang mahal.
Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.
Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh.
Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.
Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.
Aku pasrah.
Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.
Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun.
Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.
Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue.
Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.
(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.
Aku bersorak.
Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku.
Ada pesanan masuk.
(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)
(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)
(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.
(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja.
Anakku alergi gula.)
(Siap, Mbak. Otw dibuat.)
(Berapa harganya?)
(50.000 Mbak.)
(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)
Aku menelan ludah.
Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.
(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)
(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak.
Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)
(Oke siap.)
Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja.
Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang.
Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.
Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.
Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.
Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan.
Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat.
Si bungsu sedang tidur siang jadi kugendong saja.
Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah.
Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.
Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian.
Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.
Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.
Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.
Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat.
Sudah hampir satu jam menanti.
Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.
Ting! Sebuah pesan masuk.
Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.
(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa.
Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru.
Jadi gak sempat kasih kabar.
Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)
Aku langsung terduduk lemas.
Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini?
Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.
Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.
Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?
Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.
Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku.
Lama ia menatapku iba.
Kedua netranya mulai berkaca.
Tak tega hati ini melihatnya.
Ia hanya ingin es krim seharga 5.000 ya Allah.
“Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis.”
Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar.
Sepertinya ia pun menahan tangis.
“Kita pulang, Nak,” ucapku.
Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda.
Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.
Ya Allah, beginilah rasanya.
Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku.
Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.
Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya.
Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.
Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.
Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.
“Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang.”
“Ada apa Bu?” tanyaku.
Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan.
Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima.
Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia.
Aku kembali membuang anganku.
“Gini, ibu jangan tersinggung ya.” Bu Tia menatapku.
Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.
“Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara.
Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. “
Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.
“Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah.
Padahal anakku kan masih batuk pilek parah.
Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya.”
Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.
Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.
“Asikkk.” Dika bersorak, aku masih bergeming.
“Lo, yang ibu bawa itu apa?” tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.
“Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. “
“Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis.
Saya beli ya untuk cemilan.”
“Benar Bu?” Aku bertanya tak percaya.
“Iya, berapa harganya?”
“Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang.”
“Ya sudah.” Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.
“Ya Allah Bu ini kebanyakan ,” ucapku.
“Sudah, gak apa.
Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu.”
Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.
Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi.
Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.
*
Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.
Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.
Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu.
Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.
Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.
“Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu.”
lapor putra sulungnya.
“Bagus dong, les dimana dia?”
“Gak les kok, Ma.
Orang dia miskin kok.”
“Hey, gak boleh menghina orang lain.”
Bu Tia melotot pada putranya.
“Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin.
Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang.
Kasihan banget Dika ya , Ma.
Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak.
Malu mungkin ya, Ma.”
Fahri bercerita panjang lebar.
Bu Tia terdiam.
Ya Allah mengapa ia tak tahu?
Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu.
Namun ia abai akan keadaan di sekitar.
“Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak,” ucap Fachri membuyarkan lamunannya.
“Sengaja, makannya bukan gitu.
Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah.”
“Ohhh, gitu ya.
Tumben mama pesan bolu tawar.”
“Lagi pengen aja.”
Bu Tia menghela napas panjang.
Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.
Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.
*
Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.
Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.
Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.
Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.
Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya.
Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.
Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala.
Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya.
Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?
Pengingat diri agar lebih peka….
Adakah teman yang bisa memberikan kesimpulan yang paling utama pada cerita di atas?
Bisa karena Biasa December 22, 2018
Posted by KD in Ruhani.add a comment
Sudah sering banget ya kita dengar…
Ada pepatahnya deh…
Alah bisa karena biasa..
Banyak juga kebiasaan kita di dunia ini yang menjadikan bisa akan sesuatu… atau meraih sesuatu…
Misalnya, kita bisa menjadi orang yang menghormati orang lain, karena kita biasa menghormati siapapun…
sudah pasti kita biasa menghormati orang tua kita
kita biasa menghormati orang yg lebih tua dari kita
kita biasa menghormati temen kita
dan kita biasa menghormati yg lebih muda dari kita…
biasanya, kita biasa menghormati yg lebih tua, tetapi kita biasa utk sulit menghormati yg lebih muda, karena ada persepsi bahwa kita lebih baik dari yg lebih muda… ini membuat kita gak biasa menghormati semua orang…
ROKOK vs PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT December 22, 2018
Posted by KD in Ihsan Nurani.add a comment
Benar, Khutbah Jumat kemarin di MRPI simple, tapi sangat mengena. Khatib kemarin adalah Prof. Dr. H. Yunasril, M.A., dosen UIN Jakarta Syarif Hidayatullah.
Menurut beliau, semangat pemberdayaan ekonomi umat belakangan ini yang dimotori alumni 212 sangatlah bagus dan perlu diapresiasi. Tapi ada satu hal yang kita tidak boleh lupa bahwa selama umat islam masih merokok, maka selamanya ekonomi umat akan terserap dengan mudah ke para taipan.
Ilustrasinya begini, jumlah rokok yg terjual setiap hari di Indonesia mencapai 90 juta bungkus. Yakinlah kita bahwa setidaknya 80% dari itu pembelinya adalah umat Islam. Bila satu bungkus rokok dibeli seharga Rp 10.000 (meski kenyataannya harga sebungkus rokok sudah di atas itu), maka setiap hari Rp 900 milyar uang masuk kantong para pemilik industri tembakau.
Bila sehari Rp 900 milyar terbakar, maka dalam 4 hari saja jumlahnya mencapai Rp 3,6 trilyun rupiah. Bandingkan dengan total jumlah WAZIS yg terkumpul dari semua LAZIS di tahun 2016 di seluruh Indonesia yg “hanya” Rp 3,7 trilyun, itu artinya jumlah ZIS yg dikumpulkan dengan susah payah selama satu tahun penuh ternyata sama besarnya dengan uang yg “dibakar” lewat rokok selama 4-5 hari saja!! Ini adalah perbandingan yg luar biasa mencengangkan!!
Seandainya umat Islam kompak dengan penuh kesadaran berhenti merokok selama satu pekan saja, maka lihat berapa uang rokok tersebut bila disisihkan utk dana pemberdayaan umat. Luar biasa, ‘kan? Bagaimana bila umat Islam berhenti merokok sama sekali dan uang rokok kompak disisihkan utk dana pemberdayaan ekonomi umat? Yakinlah insyaAllah umat Islam akan maju.
Siapa saat ini yang mayoritas menguasai industri rokok dari hulu hingga hilir? Tentu kita tahu jawabannya. Mereka itu 40-50 tahun lalu disebut sebagai tauke atau cukong dengan kepemilikan satu gudang tembakau dan satu pabrik rokok. Sekarang ini, anak-cucu mereka bukan lagi sekedar cukong atau tauke, melainkan mereka sekarang disebut taipan atau konglomerat. Cek saja, dari data Majalah Forbes, berapa dari mereka yg masuk 50 besar orang terkaya di Indonesia atau bahkan Asia? Mereka jadi besar tidak lain dari hasil rokok yg dibeli oleh puluhan juta umat Islam.
Sekarang mereka bilang sebagai taipan, mereka besar bukan dari rokok saja. Sekarang mereka punya pertambangan besar, real estate/properti raksasa, hingga perkebunan yg luas. Padahal semua itu modalnya didapat dari hasil industri tembakau juga. Sampai sekarang industri tembakau masih jadi pemasukan utama mereka. Selama umat tetap merokok, maka mereka akan terus semakin kaya!
Lihatlah, buruh tembakau adalah buruh yg –maaf– hidup mengenaskan. Mereka miskin di bawah kaki para taipan yg luar biasa kaya. Siapa para buruh tembakau ini? Mereka mayoritas umat Islam juga. Padahal bos-bos mereka kaya raya dari hasil jual rokok yg dibeli umat Islam.
Para pecandu rokok sulit percaya bahwa rokok itu beracun dan bisa membunuh penghisapnya pelan2. Bila ada makanan atau minuman pada kemasannya ditulis “Beracun dan Membunuh”, maka orang nggak ada yg berani beli dan memakannya. Anehnya, biarpun pada kemasan rokok sudah ditulis demikian, tetap saja orang beli dan menghisapnya tanpa ragu.
Jadi umat Islam harus berhenti merokok SEKARANG JUGA! Alasannya bukan karena kesehatan, tapi alasan pemberdayaan ekonomi umat! Kalo alasan kesehatan ‘kan para perokok sudah nggak percaya, meski sudah dibilang bahwa para taipan dan cukong itu sendiri tidak mau menghisap rokok yg mereka jual. Alasan PEMBERDAYAAN UMAT saat ini jauh lebih relevan utk berhenti merokok.
Berhentilah merokok sekarang juga dan sisihkan uang rokok tersebut secara berjamaah utk membangun perekonomian umat. Ekonomi umat harus dibangun secara bersyarikat, seperti halnya Syarikat Dagang Islam (SDI) yang dibangun oleh H. Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Jadi sudah lebih dari satu abad lalu tokoh umat Islam mempelopori pemberdayaan umat secara bersyarikat atau berjamaah, tidak bisa ekonomi dibangun sendiri-sendiri. Umat Islam tinggal mencontoh dan melanjutkan apa yang sudah pernah dilakukan oleh SDI H. Samanhudi di masa lalu.
(disarikan dari Khutbah Jumat oleh Prof. Dr. H. Yunasril Ali, M.A. di Masjid Raya Pondok Indah hari Jumat, 10 November 2017)
Di luar sana orang masih sibuk dan bingung mengatasi persoalan rokok.
Alhamdulillah kita sdh dpt aplikasikan hidup tanpa rokok.
Perang Nyamuk December 22, 2018
Posted by KD in CoPas.add a comment
Perlu dicoba
Kami sudah 8 tahun tidak pernah fogging dan tidak pernah punya masalah dgn nyamuk. Ini yg kami lakukan, baik di rumah dan di hotel. Di hotel awalnya fogging 3 x seminggu, tapi tidak efektjf dan masalah nyamuk jadi gangguan. Hotel yang luas nya 4 hektar dgn kebun yg luas banyak pohon, juga tidak pernah fogging selama 5 tahun terakhir dan tidak punya masalah nyamuk lagi.
- Tampung air, boleh air sumur, air hujan atau air pdam di ember/bekas cat/atau apa saja. Taruh di tempat agak gelap/pojok/sekitar pohon di mana nyamuk senang berada
- Enam hari kemudian, saring air tersebut menggunakan saringan teh, akan banyak jentik nyamuk
- Buang jentik tersebut ke dataran kering agar mati, atau kasi makan ikan
- Air bekas saringan tadi, taruh lagi di tempat yang sama
- Enam hari kemudian, saring lagi, jentik akan lebih banyak dari minggu pertama
- Sisa saringan di taruh lagi, begitu seterusnya. Puncak jumlah jentik biasanya, minggu ke 3 dan ke 4, setelah itu jentik akan terus berkurang, karena populasi nyamuk semakin berkurang
KUNCI nya,
- pakailah air yg sama terus, karena air tersebut sudah mengandung unsur yg mengundang nyamuk untuk bertelur disana.
- Jika air sudah semakin sedikit, bisa di tambahkan
- HARUS 5 atau 6 hari di panen, jika lewat, maka keburu jadi nyamuk.
Begitu yg kami lakukan sehingga tidak perlu fogging yg nota bene kurang bagus juga untuk kesehatan manusia dan binatang peliharaan.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Rumah kami bebas nyamuk, *Hotel tempat kami kerja juga hampir bebas nyamuk tanpa harus fogging sekali pun selama 5 tahun terakhir
🍀IKATAN ALUMNI PGKP IPB🍀
*Yuuuuk kita Lakukan secara Serentak dan Masal setiap Warga se RT dan se RW…
Melakukan Hal yang sama….
Agar dilingkungan kita “BEBAS NYAMUK” dan TIDAK PATUNGAN TERUS UNTUK “FOGGING”
-Bahrisaif-
diambil dari group WA
SUAMI DAN KERIDHOANNYA December 5, 2018
Posted by KD in Ihsan Nurani.Tags: WAGroup
1 comment so far
Ada seorang ibu, mau cerai dari suaminya. Lalu dia diskusi panjang dengan saya….
- Pak Nas, sy sdh ga kuat dgn suami saya. Saya mau cerai saja…
-: emangnya kenapa bu? - ya suami saya udah ga ada kerjanya, ga kreatif, ga bisa jadi pemimpin utk anak2. Nanti gimana anak2 saya kalau ayahnya modelnya kayak begitu. Saya harus cari nafkah cape2 dia santai aja di rumah.
-: oh gitu, cuma itu aja? - sebenarnya masih banyak lagi, tapi ya itu mungkin sebab yg paling utama.
-: oooh… iya… mau tahu pandangan saya ga bu? - boleh pak Nas.
-: gini… ibarat orang punya kulkas, tapi dipakainya untuk lemari pakaian, ya akhirnya ga bakal puas dengan produk kulkas tersebut. Sudahlah ga muat banyak, ga ada gantungan pakaiannya, ga ada lacinya, ga bisa dikunci, malah boros listrik…
Nah… itulah kalau kita pakai produk ga sesuai fungsi. Sebagus apapun produknya kalau dipakai tidak sesuai peruntukannya ya ga akan puas.
- Mmm… trus apa hubungannya sama suami saya?
-: ya… ibu berharap banget suami ibu jalankan fungsi yang sekunder, bahkan tersier barangkali. Tapi fungsi primernya ga dipakai. - saya ga berharap lebih koq pak Nas. Sy cuma pengen dia nafkahi keluarga dengan baik. Saya cuma pengen dia jadi pemimpin yang baik.
-: iya… itu mah cuma fungsi sampingan dari suami. Sayang atuh suami cuma diharapkan jadi begitu aja. Fungsi primernya yang paling utama malah ga ibu harapkan dan kejar. - mmm… emang apa fungsi primernya seorang suami ?
-: Fungsi primer suami ibu itu adalah untuk jadi tameng bagi dosa2 ibu di neraka.
Saat ibu dapat ridho dari suami, maka… semua dosa2 ibu langsung dimaafkan sama Allah atas keridhoan suami ibu.
Jadi, seorang suami duduk diem aja, itu sangat manfaat untuk ibu, tinggal ibu aja gunakan fungsinya dgn maksimal. Lakukan apapun yang terbaik yang ibu bisa lakukan untuk dapatkan ridho suami.
Dalam sebuah hadits shohih disebutkan “ayyumam roatin maatat wa zaujuha ‘anha roodhin dakholatil jannah”
Yang artinya “ Seorang istri meninggal dunia dan suaminya ridho sepenuhnya kepadanya, maka langsung masuk syurga ”
Selebihnya, itu cuma fungsi2 sekunder dari suami. Kejar dulu yg utama ini.
Suami ga kerja ya ga apa2… yang penting sudah jadi suami ibu. Jangan lepaskan, jangan dicerai. Biarkan dia jadi tameng saja bagi neraka.
Kalau cerai, nanti ibu langsung berhadapan dengan api neraka. Dosa2 ibu ga ada yang menghapusnya, kecuali amalan ibu sangat spesial dan udah ga ada dosa sama sekali.
Ibu tinggal cari ridhonya suami. Kalau mmg ibu yang cari nafkah ya gpp. Semua harta yg ibu berikan ke anak dan rumah tangga itu semuanya terhitung sedekah yang sangat mulia. Jauh lebih mulia daripada sedekah ke anak yatim.
- koq bisa lebih mulia dari anak yatim?
-: ya krn anak yatim ini bukan bagian dari hidup ibu. Memberikannya adalah sedekah yg hukumnya sunnah. Sementara suami, sdh terikat dengan akad nikah, sudah menjadi bagian dari ibu.
Silahkan dibagi sedekah untuk org lain dengan sedekah untuk keluarga, tp yg untuk keluarga, itu yg lebih utama.
- Tapi… kalau suami zalim bgm? Bahkan KDRT ke keluarga?
-: ya gpp juga… tetap pertahankan. Krn semua perbuatan zalim akan kembali kepada yang melakukannya. Suami akan menanggung akibat KDRT yang dilakukannya. Siksaan Allah sangat pedih bagi suami yang tega menyakiti keluarganya.
Sementara… Ibu fokus aja terus cari ridhonya suami.
Pernah dengar? Istrinya Fir’aun masuk syurga? Apa kurangnya coba Fir’aun melakukan KDRT? Bukan hanya ke sang istri, Fir’aun bahkan tega membunuh bayi2.
Ke istrinya Asiyah, Fir’aun menyiksanya dan bahkan membunuhnya. Doa terakhir Asiyah diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.
Dia tidak meminta Fir’aun di adzab. Dia hanya meminta imbalan atas kesabarannya “ ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim ” (66:11)
- ya Allah… pak Nas… trmksh atas diskusinya. Lalu apa yang harus saya lakukan?
-: ibu mau ikuti games dari saya? - Apa itu Pak Nas?
-: Lakukan ini selama 7 hari saja… setiap malam, tanyakan ke suami, “abang, berapa persen ridhonya abang sama aku hari ini?”
Kalau dia jawab 95%… jangan tidur. Lakukan apapun untuk membuatnya menjawab sampai 100%. Mungkin dipijitin, mungkin dibuatkan makanan, teh, hidangkan buah, apapun… sampai dia mau jawab 100%. Baru setelah dia jawab “ iya, aku ridho sama kamu 100% ” nah silahkan tidur….
Lakukan selama 7 hari dan rasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang akan ibu dapatkan.
- siap pak Nas
-: Smg Allah muliakan ibu dan suami. - Aaaamiin ya Rabb… trmksh pak Nas…
BARU 5 HARI BERLALU
- Pak Nas…. ya Allah… trmksh banyak… saya ga tahu mau ngomong apa sama pak Nas… trmksh sudah merubah hidup saya… hanya Allah yang bisa memuliakan pak Nas dan keluarga…
-: Alhamdulillah… gimana, gamesnya dijalankan? - Iya pak Nas… dan saya rasakan saya lebih bahagia sekarang. Ini suami juga sudah mulai inisiatif cari kerjaan… walaupun belum dapat, saya sudah cukup bahagia pak Nas, dia mau bantuin saya nganter ke mana2…. ya Allah… enak banget pak Nas…
-: Alhamdulillah… - €Saya mau terusin gamesnya, ga 7 hari… mau selama2nya boleh pak Nas…?_
-: Buoleh banget… lakukan sampai salah satu dari ibu atau suami, dijemput malaikat dengan husnul Khotimah… - Huhuhu… makasiiiiih pak Naas…
-: Sama2
Warning :
“Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh istri dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama suami untuk membaca dan melakukannya ☺.
Selamat membaca para istri 💖💖🙏🙏🙏
Disadur dari group WA… semoga bermanfaat
KISAH MANJURNYA DO’A IBU June 6, 2016
Posted by KD in CoPas, Ihsan Nurani.add a comment
Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait pernah menulis di Twitter tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata efek dari twitter itu telah mengubah jalan hidup banyak orang.
Isi twitternya sebagai berikut:
” Aku menyumpahmu demi Allah wahai setiap Ibu , agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya , dan aku menyumpahmu demi Allah agar engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu. Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing. Begini doanya:
اللهم إني أُشهدك أني راضية عن إبني/إبنتي (…..) تمام الرضا وكمال الرضا ومنتهي الرضا
فاللهم انزل رضوانك عليهم برضائي عنهم
” Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah ‘an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka ‘alaihim biridhooii ‘anhum”
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (….) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun.
Maka berceritalah si Ibu itu:
Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya. Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya…. dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak? Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya…….
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku “Apa kabar ibu?” dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu. Aku gembira tak terkita walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali…..
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : “Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku , bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat bias mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku. Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan. Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya. Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.
Jangan pernah bilang : “Ah anakku masih kecil , ngapain didoakan? Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi ?
Jadi doakan mereka mulai sekarang , dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka. Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau , dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur………
Wassalam……..!😍😇👳
Disadur dari WA Group yang dapat menjadi inspirasi sehingga disimpan dalam blog ini
Merasa Sulit? February 16, 2016
Posted by KD in CoPas, Ruhani.add a comment
Seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali menjawab, “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah!”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah!”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Sayidina Ali bin Abi Tholib
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Sayidina Ali bin Abi Tholib
“Tidak juga” jawabnya.
Lalu Sayidina Ali berkata,
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan.
Tersenyumlah ! karena rizkimu telah dibagi dan urusan hidupmu telah diatur.
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur.”
Kemudian Sayidina Ali bin Abi tholib meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur. Sementara Allah berfirman,
“Allah akan Memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imran: 144)
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran. Allah berfirman,
“Hanya orang2 yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS.Az-Zumar: 10)
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Mari kita perbaiki hati.🙏❤🙏
*disadur dari Grup WA
Muhammad Idris Ahsan Ferriswara February 6, 2016
Posted by KD in Idris, Omar.add a comment
Adek Idris sayang…
Adek Idris meski jadi anak bungsu Papa sama Mama saat ini, bukan berarti Adek Idris itu menjadi anak yang lebih muda dari Abang Omar, ternyata Adek Idris sudah lebih bisa duluan komunikasi dengan kita… Adek memang hebat… itu yang selalu Papa sama Mama bilang ke Adek, juga ke Abang…
Adek mulai hari ini, Papa sama Mama bakal batasin apa-apa keinginan Adek, tapi bukan berarti Papa sama Mama g sayang sama Adek… jangan sampai Adek sakit hati ya… ini semua supaya Adek tidak merasa, apa saja keinginan Adek pasti bisa Adek dapatkan…
Papa sama Mama baru belajar gimana caranya jadi Orang Tua, dengan tulisan ini, Papa sama Mama berharap, suatu saat, Adek sama Abang jika sudah jadi Orang Tua, janganlah malu bertanya, jangan malu minta tolong kepada siapapun yang memang lebih dulu mengurus anak-anak… dan seandainya nanti Adek dan Abang jadi Kakek dan punya cucu, Papa sama Mama berharap, Adek dan Abang mau membantu cucu kalian semua… Semoga Allah beri kesempatan itu ya anak-anaknya Papa Mama…
Mulai besok kita coba yuk belajar untuk memahami pelajaran hidup yang seharusnya kita jalanin…
Semoga Papa masih bisa cerita ke Adek dan Abang tentang cerita hari ini ya, biar Papa sama Mama bisa minta maaf dengan cara memberikan kasih sayang dan cinta kita kepada kalian semua…
Papa sama Mama tidak berharap yang tinggi-tinggi kok, yang penting Adek sama Abang jadi manusia yang sholeh… dan bisa menghapalkan Al Qur’an…
We love You Adek dan Abang…
Omar Ali Raqilla Ferriswara February 6, 2016
Posted by KD in Idris, Omar.add a comment
Omar yang Papa sayangin,
hari ini Papa sama Mama mengantarkan Omar ke tempat terapi perilaku, karena Omar waktu hari jumat minggu yang lalu diobservasi mengalami hiperaktif, kita pikir hari ini Omar belum diterapi, akan tetapi ternyata hari ini Omar langsung dapat sesi terapi perilaku, selama 2 jam…
Maafkan Papa sama Mama ya Nak, bukan berarti kita berdua tidak sayang sama Omar, bukan berarti kita berdua tidak mau bantu Omar saat Omar diterapi dengan menangis dari awal sampai akhir terapi, tapi kita berdua merasa Omar perlu dibantu agar bisa cepat berkomunikasi baik dengan kita maupun dengan lingkungannya… jika nanti Omar sudah bisa komunikasi, insya ALLAH, Omar akan bisa lebih banyak berdiskusi sama Papa, juga sama Mama…
Maafin Papa sama Mama juga ya Omar, karena Papa sama Mama baru pertama kali punya anak, akibatnya Papa sama Mama g tau mesti mengajarkan Omar apa saja, sehingga Omar akhirnya karena kesalahan Papa sama Mama menjadi hiperaktif, meskipun kita berdua juga g tau, kenapa Omar bisa jadi hiperaktif…
Nah, klo Omar nanti ternyata sudah besar, Papa yang akan ajarin Omar untuk dapat melalui hari-hari Omar, insya ALLAH Papa akan selalu bantu Omar… Semoga Papa diberi kesempatan ya sayang ya…
Seandainya Papa g dikasih kesempatan, nanti yang baca blog ini pasti bakal mau bantu Omar… dan juga Omar akan tau klo Papa sama Mama sayang sama Omar…
Omar adalah anak Papa sama Mama yang luar biasa, juga Adek Idris…
Untuk terapi hari ini, Omar ternyata sudah bisa membuat blok tumpukan… Omar memang hebat…
We love You Omar, Idris…
Untuk terapi berikutnya, insya ALLAH Papa cerita lagi disini ya sayang…
Siapa yang bisa tau? October 3, 2015
Posted by KD in Ihsan Nurani, Ruhani.add a comment
Ternyata, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui,
apakah seseorang itu sesat ataupun mendapat petunjuk dari ALLAH…
Qur’an Surat An Nahl Ayat 125
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”
artinya, kita tidak bisa menyalahkan seseorang dan kita juga tidak bisa sombong…