Puisi Hidup

Standar
Hidup memang sebuah anugera
Hidup memang sebuah kenikmatan
Tuhan, selalu memberi yang terbaik
Satu hal dalam kehidupan adalah kebersamaan
Tak sedikit orang ingin merasakan kebersamaan

Ilalang akan terlihat indah
Saat semua terlihat bersama-sama dengan ilalang lain
Layaknya kehidupan manusia akan terlihat indah 
Saat semua berkumpul bersama dan membuat kesan tanpa batas
Cinta dan kasih sayang menghujan dengan riang

Kesendirian bukan sebuah kemauan
Terkadang kesendirian salah satu keinginan khusus
Ketenangan hati dan pikiran salah satu jawaban
Lain pengertian menyatakan makhluk hidup
Tak pernah ingin sendiri

Hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia
Mereka berjalan selaras
Langit diatas sana pun selalu berdekatan
Tak ada arti hidup sendiri
Kecuali, ada hal lain yang menjadi sebuah alasan yang kuat




Puisi Mimpiku untukmu

Standar
Kata maaf yang hanya bisa ku ungkap
Hanya baru-baru saat ini ku katakan
Tetes air mata mengalir karena rasa bersalah
Maafkan aku yang terlalu sering berbuat dosa

Tuhan apakah aku masih pantas menjadi manusia
Menjadi manusia cinta dan kasih
Tuhan masih layakkah aku untuk bernafas
Masihkah kau menyayangiku

Aku berlumur dosa
Selalu melakukan sebuah kesalahan
Tuhan bantu aku
Berubah menjadi lebih baik

Jauhkan aku dari lembah hitam itu
Jauhkan aku dari sifat hina
Forsir aku untuk berubah Tuhan!
Bantu aku bantu aku

Mimpinya ada ditanganku
Kebanggaannya adalah aku
Karena aku mutiaranya
Karena aku sesuatu yang istimewa untuknya

Tuhan jangan biarkan aku mengecewakannya
Ia hanya ingin aku bahagia di masa depan
Ia tidak ingin aku menjadi benalu
Pecundang besar yang memalukan

Tuhan, tuntun aku kejalanmu
Jangan biarkan aku menyimpang dari jalanmu
Jangan pernah biarkan aku merasa terbebani
Ibuku adalah Malaikatku yang berwujud nyata dalam hidupku

Puisi Titik

Standar
Ku tulis semua riwayat
Dalam lembaran putih tak ternoda
Luapan emosi ku tulis
Kalimat penuh arti tertuang
Semua pikiran ku lepas

Berhenti sejenak dengan penuh maksud
Ku lanjutkan atau tidak
Seperti napas dalam kehidupan
Ku berhenti bernapas kelak ku mati
Ku lanjutkan bernapas kelak ku akan terus hidup

Seperti kalimat yang ku tulis
Titik hanya sebuah tanda jedah
Bukan tanda berhenti untuk selamanya
Titik hanya hembusan napas yang tertahan sesaat
Bukan tanda napas kematian

Akhirnya hidup
Semua berawal dari cerita bukan dari titik
Titik hanya memberitahu
Titik bukan masalah dari semua yang terjadi
Semua karena cerita dan takdir itu sendiri

Puisi Neptunus

Standar
Hai, dewa laut
Aku ingin bercerita padamu
Tentang bidadari yang aku kagumi
Dia baik dan cantik
Seperti gemerlap cahaya laut di sore hari
Yang penuh cahaya kedamaian
Senyumnya bersinar
Seperti bintang terang yang menerangi laut di malam hari
Dewa laut! bisakah kau sampai pesan ku padanya
Lewat ombak lautmu yang indah
Aku ingin sekali mengenalnya lebih jauh...
Lewat surat yang berisikan kalimat penuh kasih
Sayang dan cinta :)
Dewa laut! Tahukah kau
Aku dengannya terbentang jauh
Seperti antar pulau yang terhubung oleh laut
Tapi, tidak! untuk hati ini
Yang selalu merasa dekat padanya
Dewa laut! bantu aku untuk bisa bertemu dengannya
Entah! esok atau pun lusa
Aku berharap dan sangat berharap...
Aku bisa bertemu serta bercanda tawa dengannya
Dan membuat cerita harmoni di tepi laut
Seperti aku yang sedang menulis puisi untuknya

Puisi Untukmu Cinta

Standar
Cinta melumpuhkan logika
Cinta membuat seseorang menjadi sempurna
Entah! bagaimana harus memulai
Melakukan semua hal hanya untuk cinta
Tak habis pikir semua bisa di lakukan
Hanya karena cinta, bisa terlaksanakan
Tidak aneh, tapi ini lah cinta
Semua yang mustahil
Menjadi tidak mustahil
Lakukan apa saja untuknya
Hanya untuk membuat dia bahagia
Dari hal kecil sampai hal besar
Dari dingin sampai hangat
Semua karena cinta
Hari-hari istimewa
Berbeda menjadi sempurna
Masalah tak terpikirkan
Karena cinta.... ya karena cinta...
Kepadanya yang mengerti cinta ini

 

Puisi tak lebih dari kata merindukan

Standar
Empat mata yang saling bertatapan
Indah dan tak terlupakan
Dunia terasa tanpa waktu
Sayang itu semua hanya ilusi semata
Tipu daya pikir atas dasar cinta
Tak bisa mengelak dari apapun
Karena hati yang tidak bisa berbohong
Memang tak mungkin untuk memiliki
Layaknya sang pangeran memiliki sang ratu
Yang selalu berpegangan tangan dengan erat

Itu memang mungkin!

Apabila Tuhan berkendak merubah hatinya
Itu semua bisa menjadi kebenaran
Namun, semua tak lebih
benar-benar tak lebih

Untukku!

Karena semua telah terlapis oleh cinta yang lain
Dihatinya....

Puisi Merasa bodoh

Standar
Tanda tanya penuh kegelisahan
Melemah lalu terdiam
Mendengar namun tak paham
Otak terasa tak berfungsi
Panca indra tenggelam
Ingatan menghilang
Tampak tersesat
Tak menemukan jalan keluar
Kebodohan menghantui
Misteri perusak otak
Pola pikir tak karuan
Hanya bisa memohon
Kembali lah cahaya terang
Terangin pikiran yang hancur
Lelah sangat lelah
Seperti tak berguna

Puisi kepalsuan

Standar
Tak mengerti dari maksud semua ini
Semua terlibat dalam kepalsuan
Tak pernah terkira semua itu rekayasa
Pembohongan merajalela
Tertawa dalam derita
Merasa paling benar
Bagaikan sang penguasa jeruji!
Ini hati bukan baja
Aku manusia bukan robot
Aku merasa bukan tak merasa
Hanya saja aku tak ingin ungkapkan
Hanya bisa terdiam dan terdiam
Melihat ulahmu yg semakin terlihat bodoh
Memainkan rasa cinta, cinta yg tulus
Terimakasih cinta bayangan semu
Dan terimakasih cinta penipu

Puisi all about you

Standar
Terlalu indah
Terlalu manis untuk di kenang
Mencintai secara terhormat
Selalu terbalas kesejukan
Itu lah kamu...
Masih teringat di benak ku
Sentuhan demi sentuhan hangat
Menghangatkan hati
Tapi kini semua hilang!
Kau pergi terlalu cepat
Tanpa meninggalkan jejak
Bagai, melodi yang kehilangan nadanya
Disini hanya mengenang kisahmu
Merasa kehilangan sebuah kebahagian
Tak akan ada yang bisa menggantikan sosokmu
Disini..
Disini..
Tanpamu hidupku berubah menjadi kehampaan
Bagai bunga yang tak pernah segar dan selalu layu
Kisahmu, akan ku ukir di hati dan selalu terkenang
Layaknya cinta yang tulus

Puisi The rain

Standar
Perlahan air hujan turun membasahi bumi
Perlahan air mata turun membasahi pipi
Memandang ke langit setengah senyum manis
Menenggak segelas kopi setengah derita

Bercerita pada awan gelap di atas sana
Apakah aku tak berguna?, Hanya di pandang sebelah mata
Layaknya matahari yg kau halangin dengan awan gelapmu
Dan kau biarkan terang saat kau kasihani

Badan merasa rapuh terkena hembusan angin dan tetesan hujan
Dari ujung kepala sampai ujung kaki rasa tak bernyawa
Muka memucat seakan ingin pergi
Pergi sejauh mungkin

Ingin tinggalkan semua orang didunia ini
Dan hanya ingin merasakan ketenangan saja di surga
Sudah letih dan sudah tak ingin menopang caci maki hidup
Bersandar di batu nisan yg bertuliskan tetap tersenyum