Mobil

Saya mengandalkan mobil ini untuk mobilitas sehari-hari. Ibaratnya mobil ini jadi teman setia saat saya berangkat dan pulang kerja, antar jemput si kecil sekolah dan les, serta jalan-jalan bersama keluarga.

Bukan mobil muda. Usianya sudah 10 tahun. Dulu saya beli bekas dalam kondisi yang masih baik karena dirawat oleh pemilik sebelumnya. Saat itu kilometernya masih sedikit. Sekarang sudah banyak karena setiap hari saya pakai.

Di tengah godaan berbagai mobil keluaran terbaru -termasuk mobil listrik, saya masih bertahan dan menikmati mobil saya ini. Selain memang masih normal-normal saja, saya pun masih merasa nyaman menggunakannya. Memang, standar kenyamanan saya tidak tinggi-tinggi banget. Asalkan tidak mogokan, kaki-kaki normal, dan AC-nya dingin, cukuplah sudah.

Continue reading ‘Mobil’

Sindhunata

Judulnya Bola di Balik Bulan, karya Sindhunata. Tak sengaja saya melihat buku ini saat sedang merapikan rak. Buku lama itu dulu saya beli di Toga Mas, Yogyakarta. Saya tidak begitu ingat kapan membelinya. Mungkin sekitar tahun 2017, yang mana itu berarti sudah 9 tahun yang lalu.

Kalau tidak salah, saya sempat membacanya hingga seperempat buku, tapi kemudian belum melanjutkannya lagi karena kesibukan, hingga akhirnya tidak tersentuh lagi sampai bertahun-tahun kemudian.

Kondisi bukunya masih bagus, karena tersampul plastik, hanya memang di bagian dalamnya ada bercak-bercak jamur, selayaknya buku yang sudah lama disimpan. Kebetulan saat ini tidak ada buku yang sedang saya baca, jadi saya memutuskan untuk menikmati buku ini mulai dari nol lagi, dan saya niatkan sampai selesai.

Continue reading ‘Sindhunata’

Angkat Beban

Entah bagaimana awalnya, beranda media sosial saya mulai sering dilewati video-video edukasi kesehatan, khususnya tentang olahraga angkat beban.

Mungkin karena usia saya sudah mendekati kepala empat? Jadi algoritma media sosial mulai sering menghadirkan video tersebut.

Tapi ternyata saya suka. Maka kemudian video-video tersebut pun semakin sering lewat, misalnya video dari Ade Rai atau Dokter Tirta.

Continue reading ‘Angkat Beban’

Obat

Saat operasi wasir beberapa bulan yang lalu, saya sengaja memilih kamar VVIP agar merasa nyaman. Hal itu untuk menghibur diri karena saya sering mendengar bahwa operasi wasir sangat menyakitkan.

Dengan kamar yang nyaman, harapannya saya bisa melewati masa-masa rawat inap dengan nyaman pula.

Kamar tersebut dilengkapi dengan tempat tidur dan kasur yang empuk untuk penunggu pasien, serta kelengkapan standar lainnya seperti AC, smart TV dengan koneksi internet, air hangat, dan kulkas. Jadi istri dan anak saya yang menunggu saya di rumah sakit juga bisa beristirahat dengan nyaman.

Continue reading ‘Obat’

Operasi Wasir atau Ambeien di Panti Rapih

Kira-kira sudah 20 tahun lamanya saya mengidap sakit ambeien. Seingat saya, pada awal semester perkuliahan yang mana itu berarti 20 tahun yang lalu, saya BAB di kampus, dan saat itu terasa sakit, bahkan berdarah. Bisa jadi sebelumnya ambeiennya sudah muncul, hanya saja saya tidak begitu memperhatikan.

Hidup bersama penyakit ambeien dalam waktu yang sangat lama ternyata cukup menyiksa. Bertahun-tahun saya merasa sakit saat BAB. Apalagi ketika kambuh, sakitnya berlangsung cukup lama dan membuat keseharian menjadi sangat tidak nyaman.

Dalam rentang waktu tersebut, rasanya wasir yang saya derita juga semakin parah. Terlebih saat kuliah saya aktif bermain (meniup) trumpet karena bergabung dengan ekstrakurikuler marching band di kampus. Hal itu membuat saya sering mengejan. Kemudian setelah lulus dan bekerja, saya banyak beraktivitas di depan komputer, yang mana bisa berjam-jam duduk di kursi.

Continue reading ‘Operasi Wasir atau Ambeien di Panti Rapih’

[Baca Buku] The Dividend Investor

Ini adalah buku kedua yang saya baca dalam rangka belajar memahami investasi saham. Bisa dibilang buku ini melengkapi buku yang sebelumnya saya baca.

Jika buku Value Investing banyak membahas tentang fundamental perusahaan untuk melihat nilai sebuah saham, maka buku ini membahas tentang cara menarik untuk mendapatkan cuan dari saham, yakni lewat dividen.

Premis utama buku ini adalah bahwa keuntungan dari berinvestasi saham tidak hanya didapat capital gain saja, melainkan ada yang lebih menarik, yakni lewat dividen.

Buku The Dividend Investor, diterbitkan oleh Elex Media Komputindo

Singkatnya, dividen investing adalah berinvestasi di saham yang membagikan dividen dengan return di atas deposito, misal 6-15%. Tidak banyak saham yang seperti itu. Dari yang sedikit tersebut, kita perlu memahami fundamentalnya sehingga tidak terjebak membeli saham yang mungkin memberikan dividen tinggi, tapi ternyata harganya terlalu mahal.

Continue reading ‘[Baca Buku] The Dividend Investor’

[Baca Buku] Value Investing

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di sini, ada dua buku yang saya beli sebagai upaya saya untuk belajar berinvestasi di saham. Nah, buku pertama yang saya baca berjudul Value Investing (Beat The Market in Five Minutes!) karya Teguh Hidayat.

Saat ke toko buku, saya sudah tahu buku seperti apa yang hendak saya beli. Meskipun belum ada judul pastinya, tapi kira-kira yang bertemakan panduan saham untuk pemula, lebih khusus lagi investasi nilai (value investing), bukan yang technical investing.

Continue reading ‘[Baca Buku] Value Investing’

Bersih

Beberapa hari yang lalu, saya berjumpa dengan seorang teman. Ia merupakan teman yang baik, enak diajak ngobrol, dan punya hati yang baik pula. Hanya saja ia punya kekurangan, yakni jarang mandi sehingga (maaf) menguarkan bau yang kurang sedap.

Belum lama saya tahu, bahwa ternyata ia memang sudah dari dulu seperti itu. Selain jarang mandi, juga jarang mencuci baju. Saya mendengarnya dari teman saya yang lain yang akrab dengan dia.

Tidak ada yang berani mengingatkan beliau, khawatir bisa menyakiti hatinya, sebab konon orangnya mudah tersinggung. Selain itu, ia juga belum menikah. Tidak ada orang dekat yang bisa membujuknya.

Continue reading ‘Bersih’

Kenapa Saham?

Sejak zaman kuliah dulu sebenarnya saya sudah tertarik dengan manajemen finansial dan investasi. Saat itu saya cukup rajin membaca buku tentang dua bidang tersebut, misalnya buku-buku tulisan Robert T. Kiyosaki. Dari situ, muncul minat saya untuk belajar mengelola keuangan serta berinvestasi.

Saat mulai bekerja dan memiliki gaji sendiri, saya pun mulai rutin menabung. Hasilnya saya simpan dalam bentuk deposito di bank. Mungkin itulah investasi pertama yang saya lakukan.

Kemudian setelah kondisi finansial semakin maju, saya mulai mengembangkan investasi ke instrumen lain, yakni properti dan obligasi.

Continue reading ‘Kenapa Saham?’

Saham

Sudah lama saya ingin berinvestasi di saham, tapi baru bulan Oktober 2025 yang lalu saya mulai mencobanya.

Itu berarti sudah berjalan selama 4 bulan, dan sejauh ini hasilnya cukup positif. Saya sempat taking profit dengan menjual salah satu saham saya, karena saat itu kenaikannya mencapai 15%.

Memang sedari awal return yang saya harapkan dari investasi di saham ini tidak muluk-muluk. Sepuluh sampai lima belas persen saja sudah cukup.

Continue reading ‘Saham’

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 489 other subscribers

Selamat Datang!

Kategori


Design a site like this with WordPress.com
Get started