My Life is Back

Agustus 6, 2011 Tinggalkan komentar

Setiap titik terendah dalam hidup seringkali merupakan awal menuju titik tertinggi dalam hidup.

Dalam sebuah seminar saya diminta menggambarkan siklus kehidupan saya. Saya diminta mengingat-ingat titik terendah dalam hidup. Titik terendah adalah ketika ayah saya meninggal lalu ketika diminta untuk mengingat bagaimana kehidupan saya kembali bangkit, saya sendiri tidak terlalu menyadari apa sebenarnya yang membuat saya menjadi bangkit dari keterpurukan. Setelah diminta menganalisa ternyata kuncinya hanya satu yaitu memberi arti positif dalam kehidupan. Saya juga diberi pelajaran untuk membuat kalimat.

“Saya tahu kejadiannya memang tidak baik, tapi saya tahu bahwa dengan kejadian ini saya bisa menjadi …. …… (lebih positif) dengan melakukan …. …. (tindakan positif)”.

Sesuatu positif bisa diisi lebih baik, lebih hebat, lebih kuat, lebih kaya, lebih sehat dll, sementara tindakan positif diisi dengan belajar lebih giat, berjuang dengan tabah, lebih disiplin dll.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat terpuruk lalu ada seorang teman yang menelpon dan berkeluh kesah. Saya memberikan beberapa nasehat yang menurut saya biasa-biasa saja. Diakhir pembicaraan dia berkata ” Terimakasih Mas atas ngobrol-ngobrolnya saya menjadi kembali bersemangat” Wowww amazing kata saya dalam hati. Kalau saya bisa memberi semangat orang lain kenapa saya tidak punya semangat. Semangat adalah fuel of life. Bahan bakar hidup yang abadi selama kita tahu cara menyalakannya.

My life is back and i am unstoppable

I start what i have stopped. I am ready to jump to high higher point

Stay Hungry Stay Foolish

November 7, 2010 3 komentar

Tetaplah lapar dan tetaplah bodoh, begitulah pesan Steve Jobs mengakhiri pidato pada acara wisuda Universitas Stanford pada tahun 2005.  Pidato yang sangat revolusioner dan mendapat acungan jempol oleh berbagai pihak. Steve Jobs membuktikan seberapa besar halangannya ia tetap hidup dengan apa yang dicintainya dan dia menyebut bahwa kunci dari kesuksesannya adalah melakukan hal yang dia cintai

Ada 3 hal yang disampaikan oleh Steve Jobs :

1. Menghubungkan titik titik

Segala sesuatu akan terlihat jelas jika kita melihat apa yang sudah terjadi, apa yang akan terjadi tidak akan pernah terlihat jelas. Hanya dengan keyakinan kita bisa melihat apa yang akan terjadi. Steve Jobs membuktikan ketika ia kembali memimpin Apple. Apple yang sebelumnya terus menerus turun sekarang mempunyai product yang sangat sukses di pasar yaitu ipod, iphone dan ipad. Semua itu diraih karena keyakinan. Baca selengkapnya…

Menjadi Tikus Berhati Harimau

September 3, 2010 Tinggalkan komentar

Seekor tikus merasa hidupnya sangat tertekan karena takut pada kucing. Ia lalu menemui seorang penyihir sakti untuk meminta tolong. Penyihir memenuhi keinginannya dan mengubah si tikus menjadi seekor kucing.

Namun setelah menjadi kucing, kini ia begitu ketakutan pada anjing.
Kembali ia menemui penyihir sakti yang kemudian mengubahnya menjadi seekor anjing.

Tak lama setelah menjadi anjing, sekarang ia merasa ketakutan pada harimau.
Sekali lagi penyihir sakti memenuhi keinginannya dan mengubahnya menjadi seekor harimau.

Apa yang terjadi? Kini ia sangat ketakutan pada pemburu. Ia mendatangi lagi si penyihir sakti meminta agar diubah menjadi pemburu. Kali ini si penyihir sakti menolak keinginan itu sambil berkata, Baca selengkapnya…

Pursuit of Happiness

Agustus 28, 2010 Tinggalkan komentar

Thomas Jefferson, Deklarator Kemerdekaan Amerika Serikat, menuliskan kata happiness sebanyak 3 kali dalam draft deklarasi kemerrdekaan Amerika, meskipun pada akhirnya direvisi menjadi dua buah namun kata tersebut tetap ada dan bahkan menjadi utama karena disitu disebutkan bahwa pursuit of happiness atau mengejar kebahagiaan adalah hak asasi dari manusia.

We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness.” Dalam Bahasa Indonesia kalimat deklarasi kemerdekaan tersebut berbunyi “Kami memegang kebenaran ini menjadi bukti bahwa manusia diciptakan sama, bahwa mereka dianugrahi Sang Pencipta dengan hak asaasi yang diantaranya Hidup, Kebebasan dan pencarian kebahagiaan

Kebahagiaan itu kita rasakan jika kita melakukan yang kita cintai. Itu kenapa Thomas Jefferson menuliskan  “Pursuit of Happiness” bukan hanya sekedar kata “Happiness”. Kebahagiaan itu tidak datang dari langit tetapi ada proses “Pursuit” dan itu adalah hak asasi setiap orang. Thomas Jefferson menuliskannya untuk Deklarasi kemerdekaan 4 Juli 1776. Dua ratus tahun lebih sudah berlalu namun masih banyak orang tidak bahagia dengan hidupnya. Baca selengkapnya…

Mario Teguh, Braveness and Commitment for Life Mission

Agustus 26, 2010 Tinggalkan komentar

Keluar dari pekerjaan bukanlah suatu hal yang mudah terlebih ketika sudah masuk ke dalam comfort zone. Gaji yang cukup, fasilitas dari perusahaan seperti rumah dan mobil tidak akan banyak membuat orang berani lepas dari kenyamanan dan memulai melaksanakan misi hidup. Keinginan saja tidak akan cukup, butuh suatu keberaniaan dan keberaniaan saja tidak cukup butuh komitment untuk terus loyal terhadap misi hidup. Mario Teguh membuktikan tidak hanya dengan nasehatnya di acara Golden Way Metro TV tetapi dengan kisah hidupnya. Mario teguh berani keluar dari jabatan Vice President dan memulai misi hidupnya.

Berikut artikel Mario Teguh :

MT Personal Rule 35-40-45 (Sumber : Facebook Mario Teguh)

Sejak muda saya belajar dan bekerja keras TIDAK UNTUK MENCARI UANG sampai usia 35 tahun. Saya tidak mendasarkan keputusan pribadi dan karir atas jumlah uang, tetapi atas kegunaannya bagi kekuatan jiwa, kebaikan nama, dan kompetensi profesional saya.  Jika kita tidak berfokus pada uangnya, kita MENJADI LEBIH PANTAS DIBAYAR LEBIH MAHAL DAN LEBIH AWAL.

Bagaimana dengan yang 40?

Setelah menjadi Vice President di Bank menjelang usia 34 tahun, saya memasuki tahap kedua dari Personal Rule ini; yaitu Dari usia 35 – 40 tahun, saya MENETAPKAN HARGA untuk pelayanan saya yang TIDAK BISA DITAWAR. Baca selengkapnya…

Defying Gravity

Agustus 19, 2010 Tinggalkan komentar

Something has changed within me
Something is not the same
I’m through with playing by the rules
Of someone else’s game
Too late for second-guessing
Too late to go back to sleep
It’s time to trust my instincts
Close my eyes: and leap!

It’s time to try
Defying gravity
I think I’ll try
Defying gravity
Kiss me goodbye
I am defying gravity
And you wont bring me down!

….

Defying gravitasi adalah sebuah lagu dalam serial drama komedi yang diputar oleh stasiun TV di amerika. Saya tidak akan membicarakan mengenai drama tersebut saya lebih tertarik pada lagu defying gravity yang dibawakan oleh Lea Michele. Defying gravity yang berarti melawan gravitasi.

Gravitasi menurut hukum tarik menarik Newton (Maklum saya orang yang menyukai mekanika fisika 🙂 ) merupakan suatu gaya tarik menarik antara dua benda yang mempunyai massa. Tarik menarik tergantung dari massa, jari-jari dan jarak antar benda. Akibat tarik menarik antara bumi dan matahari, bumi dapat teratur mengelilingi matahari. Tarik menarik antara manusia dan bumi mengakibatkan kita tidak bisa secara alami melayang di udara karena kita ditarik oleh bumi. Sehingga terdapat sisi positif dan sisi negatif dari gravitasi. Sisi positifnya adalah kita terikat akibat gravitasi dan sisi negatifnya adalah kita membutuhkan energi yang besar jika ingin terlepas dari gravitasi misalnya terbang dengan pesawat jet, helikopter. Baca selengkapnya…

Farah’s Passion

Agustus 17, 2010 Tinggalkan komentar

Memasak mungkin bukan sesuatu yang luar biasa. Pada tahun 80an mungkin semua ibu rumah tangga juga bisa memasak. Tetapi jika memasak itu datangnya dari passion yang kuat, ramuan resep yang dihasilkan bukan lagi sekedar masakan tapi sudah terdapat jiwa sang koki dalam masakan tersebut. Farah Quinn adalah orang yang memilih memasak sebagai jalan hidupnya karena ia tahu persis bahwa memasak adalah passionnya. Karir memasaknya pun juga butuh waktu untuk bisa menjulang tapi karena terdapat passion yang kuat, rintangan hanyalah bagian kecil dari perjalanan. Silakan baca artikelnya dibawah  :

Seperti Punya Baby (sumber : Kompas.com)

Gara-gara terkesima menonton film seri televisi Beverly Hills 90210, Farah jadi ingin tinggal di Amerika Serikat.
”Kayaknya seru sekolah di sana,” kata dia mengenang peristiwa tahun 1996. Farah yang waktu itu kelas I SMA di Bandung lantas mengikuti program pertukaran pelajar. ”Ini pertukaran pelajar yang bayar sendiri. Aku dapat jatah di Pennsylvania,” kata Farah.

Hijrahnya Farah ke AS seperti mengarahkan hidupnya pada bidang yang ia cintai sewaktu kecil, memasak. Lulus sebagai sarjana keuangan, ia sempat bimbang ketika hendak melanjutkan S-2. ”Dalam hati, aku selalu suka baking. Passion-ku ternyata di masak. Daripada S-2, mending memasak, jelas ada gunanya. Kalau enggak masuk industri, minimal bisa memasak di rumah,” kata dia. Baca selengkapnya…

Cindy, Unpopular Decision for Passion

Agustus 16, 2010 Tinggalkan komentar

Cindy, seorang penata rias wajah. Jika orang melihat profesinya saat ini tidak mungkin orang akan berpikir bahwa ia adalah lulusan Ekonomi Universitas dari Amerika.  Cindy berani memilih langkah tidak populer memilih pindah kereta karena merasa kereta yang ditumpangi adalah kereta yang salah. Cindy berpindah ke dunia make up artist dan menentang lingkungannya demi sebuah passion.

Dari kisah ceritanya jelas terlihat bahwa Cindy mempunyai talent di bidang art dan mempunyai passion tata rias wajah. Acungan jempol untuk Cindy seorang yang berani melawan arus dan bahagia dengan hidup yang dipilih. Artikel lengkapnya silakan dibaca dibawah. Baca selengkapnya…

Vision and Mission Statement

Agustus 16, 2010 Tinggalkan komentar

“Bermimpilah dan Tuhan akan memeluk mimpimu” – Novel Edensor, Andrea Hirata
Semua diawali dari sebuah impian, dari impian itulah saat ini Gedung-gedung pencakar langit berdiri. Pesawat bisa terbang mengangkasa. Listrik bisa mengalir melalui kabel,  Gelombang Elektromagnetik bisa terpancar di udara.

Saya menuliskan artikel ini karena banyak orang yang mempunyai talent dan passion luar biasa dalam dirinya namun hanya hidup dalam menciptakan impian orang lain, bukan impiannya sendiri. Semua orang pasti dianugerahi talent dan semua orang pasti diberi passion tapi passion dan talent itu tenggelam karena kita tidak mempunyai vision. Baca selengkapnya…

Finding Passion

Agustus 15, 2010 Tinggalkan komentar

Talent saja tidak cukup. Jika dianalogikan, talent adalah mesin, mesin tersebut membutuhkan bakan bakar untuk bisa bergerak dan bahan bakar tersebut adalah Passion. Passion adalah bahan bakar yang akan terus mentenagai dan membuat kita betah berlama-lama dengan apa yang kita lakukan. Talent adalah potensi diri sementara Passion adalah kecintaan.

Ada 3 kemungkinan kombinasi antara talent dan passion.

1. Kita punya talent tapi kita tidak punya passion
Hal ini ibarat mesin honda 125 cc kita gunakan untuk motor di sepeda. Saya teringat dengan Guru Fisika SMA saya. Saya percaya guru fisika tersebut cerdas karena dia sering menggunakan soal-soal olimpiade fisika untuk mengajar. Dalam menyelesaikan soalpun dia sangat cepat. Namun dari cara dia mengajar yaitu mengajar sambil duduk di kursi. Lebih banyak melihat papan tulis daripada berbicara dengan muridnya. Cara mengajar tersebut menunjukkan bahwa Guru saya tersebut sama sekali tidak mempunyai passion sebagai guru karena menjadi seorang guru diperlukan passion dalam membuat engagement dengan murid-muridnya. Talent kecerdasan IQ tidak akan membuat Guru saya tersebut menjadi bahagia karena ia tidak mempunyai passion dalam mengajar. Ada juga contoh lain, saya pernah memeriksakan diri ke dokter dan dokter tersebut hanya hanya melakukan tiga hal memeriksa dengan stetoskop bertanya sedikit dan menulis resep tanpa mengajak saya berkomunikasi. Saya yakin untuk menyelesaikan pendididikan dokter perlu talent yang cukup tapi tanpa passion praktek dokter tersebut menjadi hambar karena saya tidak melihat sedikitpun wajah antusias dan semangat dalam menangani pasien. Baca selengkapnya…

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai