Ikan Busuk dari Kepala: Cara Memutus Lingkaran Setan di Kepolisian

Saya yakin kita semua pernah mendengar atau bahkan merasakan sendiri: urus SIM agak lama langsung ditawari “jalur cepat”, lapor kehilangan malah disuruh “kasih bensin”, sampai berita besar soal jenderal yang main judi online miliaran. Dari Mabes sampai polsek kecil, rasanya sulit menemukan yang benar-benar bersih. Pepatah “ikan busuk mulai dari kepala” memang pas sekali untuk kondisi ini.


Kenapa kita harus ribut soal polisi yang bersih?
Karena polisi adalah ujung tombak hukum. Kalau ujung tombaknya tumpul dan berkarat, negara ini tidak akan pernah maju. Investor takut, rakyat kecil selalu kalah, dan anak-cucu kita hanya mewarisi hukum rimba. Sederhana saja: tanpa polisi yang jujur, impian Indonesia maju cuma mimpi.
Masalah terbesarnya sekarang adalah lingkaran setan di rekrutmen.


Calon siswa siap bayar ratusan juta supaya lolos. Rekruter (biasanya oknum polisi aktif atau pensiunan) dengan senang hati menerima. Begitu lulus, orang itu sudah punya “utang budi” dan pikiran “harus balik modal secepatnya”. Akhirnya dia melakukan hal yang sama ke masyarakat atau ke juniornya. Lingkaran ini terus berputar puluhan tahun.
Lalu, cara memutusnya dari mana?

  1. Potong aliran uang dari calon siswa. Umumkan keras-keras: siapa pun yang ketahuan memberi atau menerima suap rekrutmen langsung dipenjara, baik calon maupun penerima. Saluran pengaduan anonim harus benar-benar dilindungi KPK. Beberapa kali orang divonis berat, calon lain pasti takut bayar.
  2. Bongkar mafia rekrutmen dari dalam. Tim seleksi harus campuran: KPK, akademisi, psikolog independen, dan hanya sedikit polisi. Semua proses direkam 24 jam, panitia diganti total tiap tahun, tidak boleh orang yang sama berkuasa terus.
  3. Buat satu “angkatan bersih” sebagai terobosan
Pilih satu tahun (misal 2026) sebagai angkatan percobaan. Kuota dikurangi drastis, gaji langsung dinaikkan, seleksi dilakukan di tempat terpencil tanpa HP, diawasi drone dan tim eksternal. Kalau satu orang saja ketahuan main suap, seluruh panitia dan calon di lokasi itu dipidana. Satu angkatan bersih akan jadi “antibodi” yang perlahan membersihkan senior-seniornya.

Contoh nyata: Georgia tahun 2004 memecat hampir seluruh polisi lalu rekrut ulang dari nol. Hasilnya sekarang polisi di sana jadi yang paling dipercaya rakyat di kawasan itu. Kita tidak harus memecat semua, cukup satu angkatan bersih dulu sebagai bukti bahwa ini bisa dilakukan.
Ini butuh nyali besar dari Presiden dan Kapolri. Tapi kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Kita sebagai masyarakat juga punya tugas: terus bersuara, laporkan kalau tahu ada praktik kotor, dan dukung setiap langkah pembersihan.
Polisi bersih bukan mimpi. Hanya butuh kemauan untuk memotong lingkaran setan itu—dan mulainya dari rekrutmen.


January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Design a site like this with WordPress.com
Get started