Si mahasiswa (2)/ stasiun kereta dan kenangan orang tua
“trenggg …”, suara kereta menyadarkan sabil dari setengah-tidurnya.
Matanya masih sendu dan melihat barang-barang di sekelilingnya masih utuh, batinnya mengucap “alhamdulilllah”. Masih ada hari ini untuk dihidupi.
Siang ini, stasiun masih sepi tampaknya orang-orang sudah berada di tempat kerja. Udaranya cukup panas, inikah yang disebut akibat pemanasan global?. Dia bisa merasakan angin hangat menerpa mukanya, lumayan perih. Ditambah lagi dengan pikiran yang menuntunnya mengingat kejadian tadi pagi.
“tunggu, kamu mau kemana?”, kata seorang pria pada istrinya yang baru saja berjalan melewatinya.
“aku mau minta dia keluar, pak, dengan baik-baik”, jawab istrinya. Baca selengkapnya…












