Better Than Barcelona…

•November 30, 2010 • Leave a Comment

lagi jalan-jalan di wiki dengan niat nyari informasi tentang The Football League (Championship, League One, dan League Two). waktu liat-liat profile beberapa club-nya dapet sesuatu yang menggelitik di profile club Bury F.C, entah ini memang slogan klub tersebut, atau kerjaan iseng pendukung Real Madrid yang barusan dibantai Barcelona. silahkan perhatikan gambar berikut ini atau silahkan langsung liat di wiki page dari Bury F.C

Bury are better than Barcelona. ๐Ÿ˜†

Siapa yang tega membandingkan Bury dengan klub sebesar Barcelona, atau siapa yang Gila membandingkan klub sebesar Barcelona dengan Bury. sekilas info aja, Bury adalah klub kecil dari daerah Manchester yang sedang berjuang di League Two atau Divisi 3 Liga Inggris.

Barcelona, Sama…

•November 29, 2010 • Leave a Comment

Habis nonton pertandingan El-Classico antara Barcelona vs Real Madrid, kaget juga Barca bisa ngehancurin Madrid dengan skor telak 5-0, secara sebelum kalah di pertandingan pagi ini Madrid belum terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir mereka. tapi bukan jalannya pertandingan ini yang mau saya bahas, karena saya bukan penggemar salah satu dari 2 klub ini. saya hanya tertarik dengan formasi yang di pakai Entrenador Barcelona, Pep Guardiola. karena formasi Pep ternyata hampir sama dengan taktik buatan saya di Football Manager. ๐Ÿ™‚

Formasi yang saya pakai untuk Aston Villa ini bener-bener hasil pemikiran sendiri, makanya saya agak seneng juga ternyata saya bisa buat taktik yang mirip dengan pelatih sekelas Pep Guardiola. ๐Ÿ˜†

kira-kira seperti ini taktik yang di pakai Pep Guardiola semalem, dimulai dari 2 bek yang berdiri sejajar di depan Kiper, ditemani wingback kiri & kanan yang siap membantu saat menyerang. 1 pemain jangkar di plot untuk bertahan dan membantu 2 midfielder yang akan melakukan pasing-pasing berbahaya ke 3 penyerang di depan. di lini depan, ini yang jadi perbedaan. Pep Guardiola selalu memasang 3 pemain bertipe striker, sedangkan saya karena keterbatasan pemain, hanya bisa menempatkan 1 Striker murni yang didampingi 2 Attacking Midfielder. tapi secara garis besar menurut saya peran mereka sama. 2 penyerang kanan & kiri milik barcelona memainkan role Inside Forward, yang senantiasa memasuki pertahan Madrid dengan cara menusuk masuk dari sektor sayap. dan hal itu juga yang saya terapkan pada pemain saya meskipun mereka bukan striker murni.

satu lagi, sebisa yang saya liat pola serangan Barcelona semalem selalu dimulai dari kanan, yang kemudian bola akan diberikan ke David Villa (Left Forward) yang akan dengan cepat mendrible masuk bola ke kotak penalty madrid untuk kemudian di eksekusi (entah itu akan di shoot atau di pass kepada temannya yang berada di kotak penalty). hal ini sedikit berbeda karena tim saya justru selalu memulai serangan dari kiri yang kemudian akan diberikan kepada pemain Right Forward saya untuk dia eksekusi. Hasilnya cukup menyenangkan. saya bisa menang dari beberapa tim dengan komposisi pemain yang lebih baik dari tim saya (walau ga semuanya bisa saya menangin) ๐Ÿ˜†

Entrenador

(Football Manager Story) Aston Villa: The Begining

•November 29, 2010 • 1 Comment

Seminggu yang lalu Adik & saudara sepupu saya datang ke Jakarta untuk ngambil oleh-oleh yang saya bawa buat Ibu dari kalimantan. ketika kami sedang ngobrol macem-macem termasuk soal sepakbola, adik saya tiba-tiba nyeletuk “bang, udah main FM (Football Manager) yang baru?”. dan saya yang beberapa bulan belakangan tinggal di daerah yang minim informasi jelas balik nanya “emang udah release?”. akhirnya adik saya pun cerita kalau dia udah dapet game itu dari beberapa minggu yang lalu. Akhirnya hari rabu kemarin saya dapet Installernya dari temen kantor, dan berhubung cuti masih panjang saya langsung install & main game yang terkenal selalu menyita waktu ini.

Perjalanan karir saya di Football Manager 2011 saya mulai di Villa Park dengan menangani salah satu klub tertua di inggris yaitu Aston Villa, klub favorit saya yang merupakan tim dari kota Birmingham ini adalah tim kuda hitam di kompetisi liga inggris yang sampai saat ini masih sering mengganggu konsistensi & posisi The Big 4 (Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea) di papan klasmen liga Inggris.

Diawal musim Randy Lerner sang pemilik klub tidak meminta ekspektasi macam-macam, dia hanya meminta klub ini untuk dapet top-half finish yang berarti saya ga harus berjuang memperbutkan title apapun asal saya bisa membawa klub ini finish dipapan tengah. dengan berbekal squad muda aston villa yang didampingi beberapa pemain senior saya merasa target tersebut bisa saya lakukan bahkan tanpa tambahan pemain sekalipun, tapi karena saya punya mimpi untuk ngeliat tim favorit saya ini berlaga di Liga Champions Eropa, maka saya pun menaikan target dengan memilih Continental Qualification Through League Finish untuk season perdana, yang berarti saya harus bisa membawa tim ini masuk ke zona eropa entah itu Liga Champion ataupun Piala UEFA

Dengan mendapat transfer budget sebesar 38 Juta dollar, maka saya mulai membenahi squad utama tim saya. Pertama saya mulai memilah mana pemain yang pantas bertahan & tidak dibutuhkan di squad tim ini, hasilnya 5 pemain yaitu Emile Heskey (terlalu tua), John Carew (tidak cocok dengan formasi yang saya pakai), Habib Beye (terlalu tua), Isiah Osbourne dan James Collins (keduanya tidak kompeten) saya coret dari daftar squad dan saya simpan ke transfer list.

Kedua sebagai penggemar klub ini saya tau betul titik lemah Aston Villa ada di posisi Wing Back dan Striker. dengan analisa sebagai berikut. Wing Back Kanan & Kiri aston villa adalah posisi yang jarang banget di rotasi karena minimnya pemain Aston Villa yang bermain untuk posisi ini, kondisi ini sudah terjadi saat Martin O’Neill masih ngelatih Aston Villa, padahal kondisi Luke Young (Wing Back Kanan) udah ga muda lagi, 2 game berturut-turut jadi starter dan bertanding penuh akan membuat fisik dia drop dan rentan cedera, begitu juga di Wing Back Kiri, Stephen Warnock mungkin masih dalam usia prima, namun dengan ketatnya jadwal kompetisi yang dimiliki klub ini, Warnock tetap butuh pelapis yang sepadan, walaupun sudah memiliki Eric Lichaj dari tim pelapis, tapi saya belum percaya kemampuan pemain muda ini. maka saya pun memilih untuk meminjam Rafael dari Manchester United untuk mengisi WB kanan, dan membeli Jose Angel dari Sporting de Gijon sebagai pelapis Stephen Warnock di sektor WB kiri. Sementara di posisi depan, dengan dicoretnya Emile Heskey & John Carew (dibeli Chelsea dengan harga 6 juta dollar) otomatis hanya menyisakan 2 pemain yaitu Gabriel “Gabby” Agbonlahor dan Nathan Delfouneso, tapi sayangnya 2 pemain ini memiliki role yang sama persis sebagai Poacher. dan karena kebutuhan taktik saya yang menggunakan formasi dengan 2 striker maka saya memutuskan untuk membeli Andy Carroll dari Newcastle United untuk mengisi role Target Man dan mendampingi Agbonlahor di sektor penyerang.

Ketiga diposisi Winger dan Midfielder saya sebenernya hampir tidak menemukan masalah. karena di sektor sayap saya punya 2 pemain yang sangat bagus yaitu Ashley Young di kanan, dan Stewart Downing di Kiri, bahkan jika salah satu dari mereka cedera pun saya masih punya Marc Albrighton seorang Wonderkid (versi saya), namun untuk antisipasi saya tetap mencari pemain muda potensial untuk melancarkan rotasi pemain yang sering saya lakukan, dan akhirnya saya mendapatkan Martin Zeman dari Sparta Praha. squad sudah komplit sampai saat pertandingan kesekian di pre-season (saya lupa tepatnya) Stephen Ireland mendapat Cedara yang mengharuskan dia istirahat sampai pertangahan musim, hal ini memaksa saya untuk mencari pemain tengah tambahan karena dengan cederanya Ireland saya hanya memiliki Steve Sidwell, Nigel Reo-Coker, dan Stiliyan Petrov dan apesnya ketiga pemain tersebut adalah pemain tengah dengan karakter bertahan. entah ada angin darimana Agen dari Jermaine Jenas menawarkan pemainnya kepada saya dengan harga yang cukup murah (untuk seorang pemain sekelas Jenas). di pertengahan musim saya kembali mendatangkan 2 pemain yaitu Alex Smithies kiper muda dari Huddersfield, dan Sotiris Ninis playmaker potensial dari Panathinaikos yang terpaksa saya beli karena lagi-lagi Stephen Ireland mendapat cedara panjang, sementara tim saya harus berjibaku dengan jadwal super ketat di 4 kompetisi (Premier League, F.A. Cup, Carling Cup, dan Piala UEFA).

Berikut hasil dari pergerakan saya di bursa Transfer musim pertama

mungkin ada yang bingung, gimana mungkin dengan budget 38jt + 6 juta dollar (dari hasil penjualan Carew), saya bisa melakukan pembelian pemain dengan total belanja 58 juta dollar. apa saya melakukan pembelian dengan cara curang?. enggak, saya ga suka main game dengan cara curang. tipsnya adalah, saya beli beberapa pemain itu dengan cara nyicil. seperti Andy Carroll yang saya beli dengan cara nyicil 48 bulan dan dengan DP 2 juta dollar saja. sebagai info, saya masih menyisakan sekitar 19 juta dollar di transfer budget saya sampai akhir musim.

Oke sementara ini dulu yang bisa saya tulis, untuk perjalanan Aston Villa selama semusim akan saya ceritakan di tulisan berikutnya. ๐Ÿ™‚


Dirgahayu Indonesia-ku

•August 16, 2010 • 7 Comments

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 65

Meskipun pada kenyataanyaย  kita baru merdeka secara De Facto dan De Jure, Walau pada kenyataannya kita belum merdeka secara harafiah. Namun semangat merah putih harus tetap kita kibarkan, Ingatlah untuk selalu berani berjuang demi mencapai kesucian. Karena adalah tugas kita untuk Merdeka-kan Indonesia dari kebodohan, kemiskinan, dan kelaparan. Jayalah Selalu Bangsa dan Negara-ku. MERDEKA!!

musik latar :

Hari Merdeka (H. Mutahar)

Thank You, Martin O’Neill

•August 11, 2010 • 4 Comments

Just thought I’d write this to list all the good times under Martin O’Neill who will certainly go down as one of the most enigmatic managers Villa have had, a real personality but one who gave us more good times than bad.

Thanks for the win against Manchester United at last.

Thanks for the flawless record against the birmingham shity, we firmly put them in their place.

Thanks for the top 6 finishes and the top 4 challenges.

Thanks for the cup runs last season and the days out at Wembley.

Thanks for the quirky interviews which bought a smile to this miserable Villa fan’s face.

Thanks for bringing in some exciting young talent – Ashley Young, Milner, Delph, as well as some players who could go on to be Holte End Heroes John Carew, Richard Dunne, and Stewart Downing

Thanks for building a solid squad of good young talent

Thanks for the touchline war-dances during games.

Good luck and I hope that you look back on your time at Villa fondly.

Mike Portnoy Puji Drummer Cilik Indonesia

•August 9, 2010 • 8 Comments

Sebelumnya saya ga pernah tau siapa drummer cilik bernama J.P. Millenix ini, saya juga ga pernah nonton ajang pencarian bakat yang dia ikuti di tv. tapi tadi siang pas buka facebook, saya liat Pages milik Mike Portnoy (Drummer Dream Theater) menunjukan link video performance dari cewek berusia 10 tahun ini, video itu mendapat respon berupa “Like” dari 1200an user dan “Comment” dari 320an user. maka saya pun nyoba untuk streaming video itu dan saya bener-bener kaget ngeliat kemampuan J.P. bermain drum. membawakan lagu “Nightmare” milik Avenged Sevenfold (yang Drum-nya juga diisi oleh Mike Portnoy), skill bermain drum milik gadis kecil ini benar-benar layak diacungi jempol. gak heran kalau beberapa waktu lalu Mike Portnoy juga sempat memuji J.P. ketika dia memainkan lagu “Erotomania” milik Dream Theater, karena di usia-nya yang masih anak-anak J.P. sudah bisa memainkan Teknik dan Skill kelas tinggi. sayang kata teman saya ngikutin acara ini, dia udah keluar (tereliminasi). yang jadi pertanyaan saya, kalau nama acaranya ada embel-embel mencari bakat, kenapa bakat se-luar biasa ini bisa keluar?. ๐Ÿ˜€ Continue reading ‘Mike Portnoy Puji Drummer Cilik Indonesia’

The End…

•August 7, 2010 • 10 Comments

Ternyata emang harus berakhir. jurang itu terlalu jauh untuk dilompati, tembok itu terlalu tebal untuk diruntuhkan, dan laut itu pun terlalu luas untuk diseberangi. Daripada ngeyel dan akhirnya kita berdua yang sakit, lebih baik kita akhiri saja sekarang. yakinlah diluar sana masih banyak opsi yang bisa kita pilih. terimakasih untuk segala sesuatunya di 2 tahun belakangan ini. i’ve really enjoyed each and every minute of it.

Continue reading ‘The End…’

Netral…

•August 1, 2010 • 8 Comments

Hari jum’at kemarin ceritanya baru pulang ke Jakarta lagi setelah 2 hari main ke Bandung sama adik saya, karena ada beberapa urusan. waktu udah mau deket rumah saya baru inget, kalau susu di kulkas udah habis karena ketika mau berangkat ke Bandungย  saya ga jadi sarapan sereal karena kehabisan susu cair. akhirnya kami memutuskan untuk mampir dulu ke Circle K yang lokasinya ga begitu jauh dari rumah. setelah beberapa menit belanja sampai lah kami di depan kasir dengan belanjaan berupa 2 kotak susu cair, 6 kaleng beer, dan1 botol jus buah. setelah sempat meminta 2 bungkus rokok juga pada mas-mas kasir, mulailah belanjaan saya di hitung dan tiba-tiba si mas kasir ngomong begini ke kami :

Mas Kasir: bir sama susu, netral ya mas?.

Saya: ha?. kayaknya engga deh mas..

Adik Saya: Netral mah Bagus, Choky, sama Eno, Mas.

Mas Kasir: Hahaha, mas-nya bisa aja.

Saya: haha (ketawa garing)

๐Ÿ˜€

Avengers Cast Assemble!! (SDCC 2010)

•July 29, 2010 • 8 Comments

Avengers Official Cast

Setelah lama ditunggu-tunggu akhirnya Marvel bersedia memperkenalkan secara resmi cast untuk movie Avengers , Captain America, dan Thor. Marvel memperkenalkan mereka kepada para pecinta komik di hari ke-2 “Pesta Para Geek dan Fanboy” San Diego Comicon pada tanggal 24 juli 2010. Para pengunjung yang sudah mau keluar dari area Comicon dikejutkan dengan keluar-nya Samuel L. Jackson dipanggung utama, dan memperkenalkan cast untuk film-film Marvel sebagai berikut : Continue reading ‘Avengers Cast Assemble!! (SDCC 2010)’

Disco 2000 (Pulp)

•July 23, 2010 • 8 Comments

Barusan habis istirahat siang iseng ngobrolin hal-hal jadul sama temen-temen seruangan. mulai dari mainan, makanan, serial tv, sampai musik. tiba-tiba aja temen saya nyetel lagu ini, dan efeknya ternyata bisa bikin saya dan 2 orang teman yang lain langsung nanyi-nanyi dengan suara yang sama sekali ga dinamis, sampe ada bos yang masuk ke ruangan saya dan langsung geleng-geleng karena ngeliat kelakuan bodoh 3 orang staff kreatif-nya.

Tapi beneran ngedengerin lagu ini emang nostalgia banget. saya pertama kali denger lagu ini pas masuk SMP, waktu itu padahal musik grunge lagi jaya-jayanya. tapi ga tau kenapa sayaย  lebih “nyaman” ngedengerin musik-musik british (baik itu britpop ataupun new wave). bahkan gara-gara hal ini, saya pernah dimusuhin sama temen sekelas karena saya ga mau diajak ngeband pas acara 17an (atau pensi, saya lupa), dan alasan saya nolak ajakan mereka karena band kelas saya itu mau ngebawain lagu-lagu Nirvana & Pearl Jam. ๐Ÿ˜€

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started