
Seminggu yang lalu Adik & saudara sepupu saya datang ke Jakarta untuk ngambil oleh-oleh yang saya bawa buat Ibu dari kalimantan. ketika kami sedang ngobrol macem-macem termasuk soal sepakbola, adik saya tiba-tiba nyeletuk “bang, udah main FM (Football Manager) yang baru?”. dan saya yang beberapa bulan belakangan tinggal di daerah yang minim informasi jelas balik nanya “emang udah release?”. akhirnya adik saya pun cerita kalau dia udah dapet game itu dari beberapa minggu yang lalu. Akhirnya hari rabu kemarin saya dapet Installernya dari temen kantor, dan berhubung cuti masih panjang saya langsung install & main game yang terkenal selalu menyita waktu ini.

Perjalanan karir saya di Football Manager 2011 saya mulai di Villa Park dengan menangani salah satu klub tertua di inggris yaitu Aston Villa, klub favorit saya yang merupakan tim dari kota Birmingham ini adalah tim kuda hitam di kompetisi liga inggris yang sampai saat ini masih sering mengganggu konsistensi & posisi The Big 4 (Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea) di papan klasmen liga Inggris.
Diawal musim Randy Lerner sang pemilik klub tidak meminta ekspektasi macam-macam, dia hanya meminta klub ini untuk dapet top-half finish yang berarti saya ga harus berjuang memperbutkan title apapun asal saya bisa membawa klub ini finish dipapan tengah. dengan berbekal squad muda aston villa yang didampingi beberapa pemain senior saya merasa target tersebut bisa saya lakukan bahkan tanpa tambahan pemain sekalipun, tapi karena saya punya mimpi untuk ngeliat tim favorit saya ini berlaga di Liga Champions Eropa, maka saya pun menaikan target dengan memilih Continental Qualification Through League Finish untuk season perdana, yang berarti saya harus bisa membawa tim ini masuk ke zona eropa entah itu Liga Champion ataupun Piala UEFA

Dengan mendapat transfer budget sebesar 38 Juta dollar, maka saya mulai membenahi squad utama tim saya. Pertama saya mulai memilah mana pemain yang pantas bertahan & tidak dibutuhkan di squad tim ini, hasilnya 5 pemain yaitu Emile Heskey (terlalu tua), John Carew (tidak cocok dengan formasi yang saya pakai), Habib Beye (terlalu tua), Isiah Osbourne dan James Collins (keduanya tidak kompeten) saya coret dari daftar squad dan saya simpan ke transfer list.
Kedua sebagai penggemar klub ini saya tau betul titik lemah Aston Villa ada di posisi Wing Back dan Striker. dengan analisa sebagai berikut. Wing Back Kanan & Kiri aston villa adalah posisi yang jarang banget di rotasi karena minimnya pemain Aston Villa yang bermain untuk posisi ini, kondisi ini sudah terjadi saat Martin O’Neill masih ngelatih Aston Villa, padahal kondisi Luke Young (Wing Back Kanan) udah ga muda lagi, 2 game berturut-turut jadi starter dan bertanding penuh akan membuat fisik dia drop dan rentan cedera, begitu juga di Wing Back Kiri, Stephen Warnock mungkin masih dalam usia prima, namun dengan ketatnya jadwal kompetisi yang dimiliki klub ini, Warnock tetap butuh pelapis yang sepadan, walaupun sudah memiliki Eric Lichaj dari tim pelapis, tapi saya belum percaya kemampuan pemain muda ini. maka saya pun memilih untuk meminjam Rafael dari Manchester United untuk mengisi WB kanan, dan membeli Jose Angel dari Sporting de Gijon sebagai pelapis Stephen Warnock di sektor WB kiri. Sementara di posisi depan, dengan dicoretnya Emile Heskey & John Carew (dibeli Chelsea dengan harga 6 juta dollar) otomatis hanya menyisakan 2 pemain yaitu Gabriel “Gabby” Agbonlahor dan Nathan Delfouneso, tapi sayangnya 2 pemain ini memiliki role yang sama persis sebagai Poacher. dan karena kebutuhan taktik saya yang menggunakan formasi dengan 2 striker maka saya memutuskan untuk membeli Andy Carroll dari Newcastle United untuk mengisi role Target Man dan mendampingi Agbonlahor di sektor penyerang.
Ketiga diposisi Winger dan Midfielder saya sebenernya hampir tidak menemukan masalah. karena di sektor sayap saya punya 2 pemain yang sangat bagus yaitu Ashley Young di kanan, dan Stewart Downing di Kiri, bahkan jika salah satu dari mereka cedera pun saya masih punya Marc Albrighton seorang Wonderkid (versi saya), namun untuk antisipasi saya tetap mencari pemain muda potensial untuk melancarkan rotasi pemain yang sering saya lakukan, dan akhirnya saya mendapatkan Martin Zeman dari Sparta Praha. squad sudah komplit sampai saat pertandingan kesekian di pre-season (saya lupa tepatnya) Stephen Ireland mendapat Cedara yang mengharuskan dia istirahat sampai pertangahan musim, hal ini memaksa saya untuk mencari pemain tengah tambahan karena dengan cederanya Ireland saya hanya memiliki Steve Sidwell, Nigel Reo-Coker, dan Stiliyan Petrov dan apesnya ketiga pemain tersebut adalah pemain tengah dengan karakter bertahan. entah ada angin darimana Agen dari Jermaine Jenas menawarkan pemainnya kepada saya dengan harga yang cukup murah (untuk seorang pemain sekelas Jenas). di pertengahan musim saya kembali mendatangkan 2 pemain yaitu Alex Smithies kiper muda dari Huddersfield, dan Sotiris Ninis playmaker potensial dari Panathinaikos yang terpaksa saya beli karena lagi-lagi Stephen Ireland mendapat cedara panjang, sementara tim saya harus berjibaku dengan jadwal super ketat di 4 kompetisi (Premier League, F.A. Cup, Carling Cup, dan Piala UEFA).
Berikut hasil dari pergerakan saya di bursa Transfer musim pertama

mungkin ada yang bingung, gimana mungkin dengan budget 38jt + 6 juta dollar (dari hasil penjualan Carew), saya bisa melakukan pembelian pemain dengan total belanja 58 juta dollar. apa saya melakukan pembelian dengan cara curang?. enggak, saya ga suka main game dengan cara curang. tipsnya adalah, saya beli beberapa pemain itu dengan cara nyicil. seperti Andy Carroll yang saya beli dengan cara nyicil 48 bulan dan dengan DP 2 juta dollar saja. sebagai info, saya masih menyisakan sekitar 19 juta dollar di transfer budget saya sampai akhir musim.
Oke sementara ini dulu yang bisa saya tulis, untuk perjalanan Aston Villa selama semusim akan saya ceritakan di tulisan berikutnya. ๐
Posted in Aston Villa, Football Manager 2011, Game