Bagai siang tanpa malam
Bagai penyesalan tanpa air mata
Bagai ilmu tanpa iman
Bagai akal tanpa hati
Bagai kemarau tanpa hujan
Bagai pena tanpa tinta
Dan bagai jasad tanpa jiwa
Ku mendamba, dia yang mencinta-Mu,
Melebihi cintanya terhadap apapun selain diri-Mu,
Lalu menyempurnakan separuh dari dien-Mu,
Merajut bersama beriringan,
Menuju keindahan cinta-Mu.
Engkau Maha Mendengar ya Rabb, bisikan-bisikan hati kecilku,
akan harapan hadirnya mutiara yang menentramkan jiwa,
juga rintihan-rintihan hati, atas ketidakmampuannya.
Untuk meredam ingin yang menyala-nyala.
Engkau Maha Mengetahui ya Rabb,
tak ada yang lebih mengetahui diriku, melainkan hanya Engkau semata.
Yang pada akhirnya, tempat terbaiknya segala urusan adalah pada sisi-Mu,
yang pada akhirnya, mendamba apa yang engkau titipkan dibalik kehendak-Mu.
Anugrahkanlah ya Rabb,
Hamba hati yang hidup, hati yang tajam, dan hati yang lapang.
Ku mohon ampunan atas segala keberlebih-lebihan-ku.

Your Comment