21
Jun
11

Mafawinda Putri Syahbaniah (Dinda)

18
Okt
09

Ukur Global Warming dengan Osteoporosis

“Apa hubungannya?” sudah pasti itu yang anda katakan. Belajar dari beberapa informasi tentang keduanya, osteoporosis bisa dikatakan sebagai gejala Global Warming.

Jumlah penderita osteoporosis semakin lama semakin menjadi-jadi. Salah satu penyebab yang tidak dapat dipungkiri adalah kurang berolahraga, atau setidaknya kurangnya aktivitas yang melibatkan gerak tubuh kita secara langsung, seperti halnya berjalan kaki.

Hal ini dikarenakan masyarakat terlalu membiarkan hidupnya dimanjakan oleh teknologi.

Singkatnya, semakin banyaknya penderita osteoporosis, berarti semakin banyak pula pengguna teknologi. Dan jika semakin banyak teknologi yang digunakan, semakin banyak pula energi yang digunakan.

Sedangkan Global Warming membutuhkan kita untuk menghemat energi, bukan?

17
Okt
09

‘cross culture’ in the Surabaya….So Amazing…

Tak sia-sia aku menjadi tamu pertama dalam festival malam ini. Meski pada akhirnya aku harus kehilangan tempat dudukku, untuk tamu dari luar negeri. Justru itulah yang mengantarkanku merasakan pengalaman paling berharga.

Aku sungguh tak menduga kalau ternyata aku duduk di tengah-tengah para fotografer yang membawa kamera-kamera keren. Pengalaman ini sangat berharga karena 2 hal, yaitu pertama, karena pada saat itu aku bisa mengintip beberapa trik mereka dalam memotret. Dan yang ke dua-sedikit memalukan- di situ, hanya aku yang memotret menggunakan Handphone berkamera. Coba anda bayangkan, tiap saat ada objek bagus untuk dipotret, dengan PD nya, aku ikut-ikutan berebut memotret dengan mereka –tak salah jika mungkin mereka terusik olehku-.

Festival ini sengaja diadakan secara rutinitas tiap tahun oleh Pemkot Surabaya dan seluruh jajarannya. Dan kebetulan, saat ini tema yang diambil adalah outdoor. G-Walk stage, di Singapore of Surabaya, yang memang berstandar internasional ini merupakan pilihan tepat menjadi sarana festival ini.

Pukul 20.00 WIB, acara yang bertajuk CROSS CULTURE ini dimulai. Tanpa banyak basa-basi, penonton pun langsung disuguhi secara berkala beberapa tarian daerah Indonesia (Bali, Gresik dan Jombang), Perancis (Cotemporer Dance), Korea, dan India.

Jika dilihat dari para peserta festival ini, CROSS CULTURE memang tajuk yang tepat karena ajang ini memang bertujuan tidak lain adalah untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang sangat menghargai budaya asli tiap-tiap negara, sekaligus memepererat persaudaraan melalui budaya. Semua ini dikemas dengan sederhana dan inovatif.

Semoga, festival ini menjadi inspirasi bagi kita untuk ikut mempertahankan sekaligus melestarikan budaya kita, Budaya Bangsa Indonesia…. Lanjutkan!!

06
Okt
09

Team Teaching? buat anak kok coba-coba…

Penggunaan sistem team teaching atau menggunakan lebih dari satu guru dalam kegiatan belajar mengajar diperbolehkan untuk menambah beban mengajar selama 24 jam/pekan dalam rangka memenuhi tuntutan mendapatkan sertifikasi. Demikian diungkapkan, Koordinator Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah (SMP-SMA), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkot Solo, Drs Sutarman MPd saat ditemui wartawan di Kantor Disdikpora, Jumat (28/8).

Yang menjadi pertanyaan buat saya,
1. Apakah Team Teaching merupakan inovasi yang efektif untuk lebih menjamin tingkat pemahaman siswa?

2. Jika memang benar jawaban no.1 adalah YA, bagaimana jika tidak ada “sertifikasi”, apakah sistem TEAM TEACHING yang menguntungkan ini juga tidak ada???

Saya tidak memiliki unsur ironisme bagi para guru, karena saya sendiri bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan (amin). Namun, lebih tepatnya, saya sekarang menjadi siswi yang sedang merasakan inovasi baru ini. Kalau memang sistem ini baru dicanangkan/dilaksanakan… mengapa diuji cobakan juga untuk kelas 3 yang membutuhkan perhatian penuh guru mapelnya untuk menghadapi UNAS? Berapa persentase jaminan peningkatan pemahaman yang dijanjikan dari inovasi ini?

05
Okt
09

my Lucky day

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah buat aku. Berawal dari tugas kimia berkelompok, temanku salah membagi tugas, dan akhirnya aku mengerjakan bagian temanku, dan bagianku yang belum aku kerjakan. Sungguh sayang, karena aku mengerjakannya sehari-semalam dengan mengumpulkan berbagai sumber agar aku lebih paham. Padahal, aku paling lemah dalam pelajaran ini –entah kenapa-.

Hari presentasi telah datang, kebetulan aku yang disuruh maju untuk mengambil undian mewakili kelompok, siapa yang harus maju untuk presentasi. Aku lebih memilih mengalah dari teman yang lain untuk mengambil undian terlebih dahulu. Dan hasilnya, mereka “selamat”. Sampai akhirnya tinggal aku dan 1 temanku, yang memegang kertas undian yang belum terbuka. Dan akhirnya, aku dan kelompokku pun “selamat”. ^-^
Presentasi pun selesai. Giliran Guruku yang memberi penyanggahan atas presentasi tadi. Sampai akhirnya, beliau memberi semacam sayembara, “Siapa yang bisa mengerjakan sekaligus menerangkan soal ini, nilai raportnya 90.”

“What? Perasaan soal ini yang aku pelajari waktu belajar dari internet kemarin?” Aku mencoba mengerjakannya di kertas, ternyata aku masih ingat dan bisa. Dengan sedikit ragu, aku mencoba angkat tangan. Ada 1 temanku yang memang lebih pintar dari aku, juga angkat tangan. Sempat mengalah, tapi aku tak ingin kerja kerasku sia-sia untuk kedua kalinya. Dan suit pun menjadi kebijakannya, alhamdulillah aku yang menang.

Setelah kukerjakan di papan tulis dan menerangkan, dan dicocokkan dengan jawaban dari soal tsb. Ternyata jawabannya ada yang berbeda! Jantungku berdetak cepat dan semakin cepat, dan perlahan melambat setelah guruku mengatakan bahwa jawaban dari seorang senior kimia itu salah.

Sekarang, tugasku adalah bagaimana aku bisa mempertahankannya. Bagaimana aku bisa memanfaatkan keberuntungan itu menjadi motivatorku agar bisa mengalahkan kata “sulit” untuk pelajaran kimia. Aku yakin, itulah yang diharapkan Allah saat memberiku mukjizat tsb. SEMANGAT!

04
Okt
09

Pabila Hadapi Gempa…

Pabila sudah terjadi suatu kasus bencana alam, tak ada satupun pihak yang bisa kita jadikan “tersangka” kecuali diri kita masing-masing. Semoga apa yang terjadi ini adalah suatu cobaan sekaligus peringatan bagi kita.
Sebelumnya, saya turut berduka-cita atas bencana gempa yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia yang terkena gempa, semoga ketabahan selalu menguatkan para korban. Amin.

Gempa yang semakin sering terjadi di Indonesia menerenyuhkan hati sekaligus memberikan rasa “was-was” bagi kita semua. Dan setidaknya, anda sudah memikirkan 2 hal :
1.” Apakah rumah saya sudah memiliki peluang kecil dalam kerusakan pada saat gempa terjadi?” dan
2.” Apakah saya sudah memiliki persiapan mental dalam menghadapi gempa? ”

Berikut saya mencoba membantu anda memberikan solusi mempersiapkan diri sebelum menghadapinya:
1. Terutama bagi penduduk di kawasan dekat dengan samudra / gunung merapi, hendaknya lebih memperhatikan konstruksi bangunannya. Dalam alternatif yang lebih spesifik, anda bisa mengkonsultasikan bangunan anda pada ahli bangunan/arsitek yang berpengalaman.

2. Benda-yang menempel di dinding (seperti lemari, pigura besar, dsb) disarankan dipaten/dipaku untuk meminimalisir keruntuhan pada saat terjadi gempa.

3. Jangan meletakkan benda-benda besar dan berat di atas lemari.

Dan pabila anda hadapi gempa:
1. Apabila anda merasakan gejala gempa, segera selamatkan wanita dan anak-anak dan berusahalah keluar dari ruangan/bangunan menuju tanah lapang dan jangan lupa sambil berteriaklah “AWAS GEMPA!”

2. Apabila anda terjebak oleh reruntuhan, segera berbaringlah disamping ranjang, sofa, atau meja dan usahakan lindungi kepala anda.

3. Atau apabila benar-benar sangat mendesak, merapatlah pada lipatan dinding (pondasi).

Semoga bermanfaat. ^_^

18
Sep
09

wall-E

WALLE Saya sangat suka dengan film kartun ini, sangat mendidik, tak banyak dialog, imajinatif, sehingga mudah dimengerti oleh semua kalangan umur.

Menurut Pengamatan saya, film kartun ini memiliki pesan moral yang tinggi. Film ini mengibaratkan suatu kondisi bumi yang sudah penuh dengan sampah anorganik dan sudah tidak mampu ditanggulangi lagi. Namun, jauh-jauh hari sebelumnya, para ilmuwan membuat sebuah kapal Luar Angkasa yang super canggih, untuk menampung manusia-manusia dari bumi. Kehidupan mereka terlalu dikendalikan oleh mesin, mesin dan mesin.

Sedangkan di bumi, ada sebuah robot pengemas sampah anoraganik. Dialah WALL-E. Dia sangat disiplin, suka menyanyi, sedikit childish, tapi berjiwa besar dan memiliki satu kainginan unik, yaitu bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang dilihatnya dari kaset  temuannya. Maklum, disini dia hidup seorang diri, meski memiliki kecoa, hewan peliharaannya.

Seperti biasanya, WALL-E memulai harinya dengan mengemas sampah-sampah setelah dia mengisi energi dengan SUN-PANEL nya. Di tengah-tengah kesibukannya, dia menemukan satu benda yang mengherankannya. Dia memilih untuk membawanya pulang. Benda itu adalah SEBUAH  TANAMAN  KECIL!!

Sampai akhirnya tumbuhan kecil itu bersama cerita cinta 2 robot yang penuh pengorbanan,  mampu membawa manusia-manusia di Luar Angkasa kembali ke bumi untuk memulai kahidupan baru dan memperbaiki bumi yang telah mereka rusak.

Tertarik untuk menontonnya???

15
Sep
09

the 2nd year

Yeach… From my self, i wanna say HAPPY BIRTHDAY to  http://www.dp48.wordpresss.com, my lovely blog.

you have 40 published posts / articles, the writing of my inspirations for all people..

Thanks a lot  for whoever already visit my blog…

everything is interesting,,not except of you…

15
Sep
09

Sekolah Fullday? What about u?

If about me….

Menurutku Sekolah FullDay (SFD) itu dilihat dari sisi manapun, paling dan sangat cocok bagi negara maju. Karena masyarakatnya dituntut untuk segera meningkatkan “skill” nya dalam waktu singkat, guna mempertahankan image-nya sebagai negara maju. Secara otomatis, mental mereka sudah terkondisikan seperti itu. Segala fasilitas dan kebutuhan yang sudah tersedia, mendukung mereka untuk lebih cepat siap bersaing di era globalisasi ini. Belajar dan bekerja keras, itulah yang sudah mereka terapkan sejak dini.

Kalau untuk negara berkembang, sangatlah berat dijalankan, baik secara fisik maupun mental, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun sosial. Semua sisi itu memiliki ketergantungan yang sangat erat. Sebagai contohnya, negaraku sendiri, Indonesia. Sebagian masyarakatnya yang tingkat perekonomiannya menengah ke bawah, sejak umur kurang lebih 16 th (usia anak sekolah SMA), mereka sudah banyak yang bekerja, guna mencukupi kebutuhan hidupnya, entah sudah cukup atau belum skill-nya.

Hal ini memang sudah membudi-daya, sehingga sangatlah sulit diantisipasi. Maka, untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan sekaligus stabilitas perekonomian masyarakat, memilih SFD bukanlah sistem pendidikan yang tepat untuk dipilih. Secara fisik dan mental, mereka akan sulit mengatur kondisi dan waktu. Sehingga menimbulkan keluhan yang mempengaruhi mental mereka, merubah image sekolah menjadi tempat yang menjenuhkan dan sedikit atau banyak pasti berimbas juga terhadap mutu pendidikan kita.

Itu masih dalam lingkup negara, dalam lingkup sosialnya juga terdapat gangguan. Menurut saya, lingkup sosial adalah salah satu lingkup yang sangat penting karena sepintar-pintar si anak, kesuksesannya ditentukan dalam realisasinya di lingkup sosial. Ironisnya, murid SFD terlalu sulit untuk memenuhi syarat tersebut. Belum faktor fasilitas dan kinerja pengajar yang belum sepenuhnya mendukung.

Saya berusaha menulis artikel ini dengan seobjektif mungkin. Namun tetap tak mengingkari bahwa pendapat tiap individu ada perbedaan. Tetap maju, untuk Pendidikan Anak Indonesia… Aku Bangga dengan Pendidikan Indonesia yang  Berbudaya.

So, what about u?

09
Sep
09

RAKYAT INDONESIA, MANA EKSPRESINYA???!!

“don’t visit indoneSIAL” -> sebagai WNI, kita pasti sangat marah saat membaca kalimat itu. Anda akan mengerti alasan saya membuat postingan seperti ini, setelah anda mengunjungi situs tak bernalar, http://dontvisitindon2008.blogspot.com.

Menurut saya, Malaysia dan Singapura seperti kacang yang lupa kulitnya. Karena merasa memiliki kemakmuran dan kekayaannya yang bersifat sementara, mereka menjelek-jelekkan, dan tidak mengakui negara yang masih satu suku dengannya dengan berbagai alasan. Ironisnya, justru sebagian kemakmurannya berasal dari hasil alam dan budaya Indonesia yang entah didapatkan dengan cara bagaimana.

<Kalau dalam cerita sehari-hari, seperti 2 anak kecil bersaudara(si A anak yang bertalenta, kaya tapi tak angkuh dan si B anak orang yang mendadak kaya, jadi lebih angkuh). Si B menjelek-jelekkan, menfitnah si A hanya untuk menarik simpati teman-teman si A. Padahal, si B sering merampas uang saku si A untuk membeli barang mewah untuk dipamerkan ke teman-temannya.>

Dalam hal ini, kita tidak seharusnya melimpahkan semua instruksi kita kepada pemerintah. Kita adalah negara demokrasi, kita harus berani menyampaikan pendapat (dengan cara yang benar), namun tetap dalam jalur yang diberikan pemerintah. Kalau perlu, kita bawa masalah ini sampai ke Mahkamah Internasional.

INDONESIA,, MANA SEMANGATMU? MANA SUARAMU??

INGAT! Indonesia merdeka terlebih dahulu dari Malaysia dan Singapura, dan kita merdeka dari tangan kita sendiri, bukan pemberian, persemakmuran, dll. Secara terpaksa kita harus buat mereka minta maaf di depan kita sendiri tanpa perantara media dan disaksikan oleh dunia. SEMANGAT!!




dp48

dp48_owner

Klik tertinggi

  • Tidak ada
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

link exchanges

Neptune Blog /
<a href=”https://dp48.wordpress.com”><img src=”https://dp48.files.wordpress.com/2009/09/dp48.jpg"></a>

Blog Stats

  • 14.838 hits

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai