Kalau menurut wikipedia arti kata yang saya temukan dan yang ingin saya bahas di tulisan saya yg ada di dalam http://www.dewikamal.com adalah Reuni Kelas yang arti di wikipedia itu sendiri adalah “Pertemuan mantan teman kelas yang biasanya diadakan di atau dekat sekolah”
Yang sedang booming menurut saya adalah reuni sekolah, dimana yang berkumpul adalah teman-teman satu sekolah, entah itu teman sekolah saat SD, SMP atau teman sekolah saat kita SMA dan teman kuliah.
Saat reuni saat kita bernostalgia saat-saat kita sekolah dimana kita mengingat kejadian-kejadian saat sekolah. Cerita-cerita konyol, mengharukan, menyebalkan bahkan menyakitkan.
Dari reuni yang aku dapatkan ada cerita yang membuat aku merasa bodoh, dan lebih kasarnya lagi tolol yang kebangetan.
Saat SMA kelas 1 aku mempunyai teman 1 meja ( kalau di bilang satu bangku gak mungkin karena bangkunya hanya cukup untuk 1 orang😀😀😀).
Anaknya cantik, hitam manis, bibirnya yang tipis dan jadi primadona di kelasku. Ada tahi lalat di sudut bibirnya. Bicaranyapun sangat manis dan lemah lembut, agak sedikit gemuk.
Teman-teman cowokku di kelas atau bahkan di luar kelas sering bertanya “Wi Ita sudah punya pacar belum” dan awalnya aku memang selalu menjawab “belum punya” karena yang memang aku tahu belum punya.
Dari sekian banyak teman laki-laki aku ada 1 laki-laki keturunan dan mualaf yang diterima Ita sebagai pacarnya. Aku sebut saja ya dengan Suga ( hahaha nama yang aku sebut gak ada yang sama ya).
Diantara aku dan Ita ada sahabat kami juga namanya Nisa . Aku dan Nisa yang selalu menjemput Ita ke rumahnya jika Ita dan Suga ingin pergi berdua.
Itu kami lakukan karena Ita belum boleh pacaran sama orang tuanya.
Pernah suatu kali kami berempat naik bajaj dan ternyata ibunya Ita memergoki kalau putri ya pergi dengan laki-laki…..
Aku ingat kami semua harus turun dari bajaj. Tetapi kami semua takut dan hanya bisa menunduk tanpa berani melihat ibunya Ita.
Tetapi ternyata persahabatan antara aku dan Ita menjadi bubar dengan alasan apa aku tidak tahu.
Aku ingat kejadian saat aku kelas 2 SMA. Dan aku sednag bayar SPP ti a-tiba Ita mendatangi aku dan memarahi aku dan teman-teman lain sedang berolah raga semua menatap kami dan pastinya mereka berfikir yang tidak-tidak kepadaku, karena Ita menunjuk-nunjuk ke wajahku…….
Aku yang bingung cuma bisa bengong ketika Ita menceracau dan aku yang tidak mengerti hanya diam seperti asistan rumah tangga yang dimarahi oleh majikannya.
Aku tersadar ketika Ita mengatakan “dasar orang tua lo gak bisa ngedidik lo”
Dan aku langsung menjawab ” Eh lo boleh marah dan ngata-ngatain gw seenak udel lo, tapi jangan sekali-kali lo nyebut orang tua gw gak bisa ngedidik gw. Klu orang tua gw gak bisa ngedidik gw , gw pasti akan ngelakuin seperti apa yang lo lakuin ke gw sekarang!”.
Habis mengatakan itu aku langsung ngloyor pergi.
Dan kepergianku dari depan muka Ita menjadi tatapan seluruh teman-teman yang sedang berolah raga.
Aku gak tahu apa yang ada dalam benak teman-temanku.
Sejak saat itu Ita seperti dendam kepadaku. Setiap aku menulis di papan tulis karena mendapat tugas dari guru, Ita selalu mengata-ngataiku…..tapi buatku Life must go on. “Anjing menggonggong kafilah berlalu”.
Kehidupan tetap aku jalani dan aku menyelesaikan SMA ku tanpa ada hambatan apapun…..
Setelah 30 tahun berlalu tanpa pernah ada kontak sama sekali tiba-tiba Ita datang ke kantorku dan meminta tolong kepadaku untuk bisa menelpon sahabatku yang pejabat di kepolisian.
Ita perlu saran apa yang hatus di lakukan terhadap teror mantan s
uami sirinya.
Dan setelah itu Ita sering datang ke kantorku dan kami akrab kembali seolah-olah tidak pernah ada kejadian 30 tahun lalu. Dan akupun sudah memaafkan dan melupakannya.
Acara jalan-jalan ke Ciwidey dengan teman-teman SMA semakin mengakrabkan kami.
Setleah pulang dari Ciwidey aku sering menginap di rumah Ita.
Ketika Ita sering datang ke kantor kemudian mencoba membantuku mencari proyek. Tetapi sebelumnya sempat aku bilang bahwa aku belum sanggup untuk menggajinya. Jadi kalau mau boleh saja.mencari proyek dan nanti aku akan memberikan komisi saja dan Ita setuju.
Aku pernah menanyakan kepada Ita kenapa dia saat SMA memusuhi aku. Dan Ita jawab bahwa mantan pacarnya dulu meninggalkan Ita karena dia curiga aku yang menghasut Suga supaya pisah dari Ita.
Astaghfirullah….dan aku langsung menjawab bahwa tidak sebersit dalam otak dan fikiranku untuk menghasut Suga supaya menjauhi aku. Sedangkan dulu aku yang menjadi comblang antara Suga dan Ita, bagaimana mungkin aku hal itu aku lakukan.
Karena penasaran Ita mengajak aku ketempat kerja Suga di daerah kemayoran dan ingin menanyakan langsung kepada Suga siapa dulu yang menghasut Suga supaya meninggalkan Ita. Dan ternyata jawaban Suga adalah Nisa. Dan aku langsung istighfar dan bingung kenapa Nisa sampai jahat seperti itu. Tapi yang pasti itu bukan urusan aku jadi biar Ita yang menyelesaikannya sendiri. Tetapi kalaupun Ita sampai mau perpanjang itu kan sudah lalu dan Suga pun sudah punya keluarga. Jadi aku katakan pada Ita untuk tidak mempermasalahkan hal ini dan Itapun tidak perlu menegur Nisa. Karena kejadiannyapu sudah lewat jauh.
Dan setelah aku tahu permasalahanya aku jadi lega karena Ita sudah tahu yang sebenarnya yang membuat Ita putus dengan Suga bukan aku.
Suatu hari saat Ita ke kantor dan kami ada rencana keluar kantor untuk menagih customer di Kota Kasablanca, Ita tiba-tiba bicara mau pinjam uang Rp.2.000.000,- katanya untuk bayar listrik rumahnya.
Aku tanpa fikir panjang langsung mentransfer ke rekeningnya sejumlah 2 juta rupiah.
Kemudian Ita pernah meminjam lagi uang. Awalnya mau pinjam uang 2 juta rupiah lagi tapi aku bilang aku cuma punya 2 juta dan uang tersebut untuk membayar kos-kosan putriku. Tapi karena Ita memaksa dan aku kasihan akhirnya aku pinjamkan lagi tapi hanya 1 juta rupiah.
Ketika aku tanya untuk apa uangnya. Dan Ita bilang untuk bayar cicilan mobilnya.
Tanggal 13 Maret 2016 Ita kembali mendapatkan jodohnya dan Ita menikah secara siri karena suaminya belum ada akte cerai dari gereja. Dan pernikahan Ita ini untuk yang ketiga kalinya. Dan saat itu aku hadir dan kakaknya Ita yang entah tinggal dimana karena sedang buron karena dituduh melakukan penipuan mobil sewaan, dan Alhamdulillah datang.
Setelah menikah Ita berbulan madu ke Bali bersama suaminya.
Tanggal 26 Maret 2016 Ita menelpon aku dan meminjam uang lagi sejumalah 4.5 juta rupiah dengan alasan ATM suaminya ketelan dan tidak bisa mengambil uangnya.
Aku yang saat itu hendak berangkat kantor agak bimbang memberikan pinjaman kembali karena pinjaman sebelumnya saja belum di kembalikan.
Teyapi karena Ita memaksa akhirnya aku transfer juga sebesar Rp.4.500.000,- dan Ita betjanji akan mengembalikan uangnya setelah suaminya kembali ke Gorontalo.
Dari waktu yang di janjikan aku telp Ita tapi tidak pernah ada kejelasan untuk mengganti uangnya. Dan yang aku dapatkan hanya janji, janji dan janji tanpa ada kelejelasan kapan di kembalika uangku.
Suatu saat di awal Mei temanku yang kebetulan Pak RW di daerah Ita dan juga kebetulan 1 SMA juga menanyakan ke aku “Wi emang bener Ita nikah lagi? Bukannya waktu itu udah nikah sama sama angkatan 84? Kok sekarang nikah lagi namanya beda?
Temanku sampai kebingungan dan menanayakan.
Dan aku cuma bisa bilang ” Gak tahu Din….gw gak terima undangan”?
Temanku Udin sampai bingung….”Loh kan lo akrab sama Ita masa gak tahu”?.
Aku cuma diam dan tidak menjawab pertanyaan temanku Udin.
Setelah mendapat informasi dari Udin aku coba menelpon Ita dan mencoba ingin menanyakan masalah uangku yang di pinjam.
Dan alhamdulillah di angkat, tetapi baaru juga aku.menanyakan kabarnya dia langsung nyerocos dan bilang “iya nanti akhir bulan gw balikin duit lo tapi dengan perhitungan” dan telpon ditutup tanpa sama sekali aku bicara apa-apa.
Jengkel pasti tapi ketika aku coba menlpon kembali nomorku seperti ya sudah di blokir sama Ita. Karena setiap aku telpon selalu.mendapat jawaban “nomor yang anda hubungi sedang sibuk”.
Untuk kedua kalinya aku di musuhi oleh Ita yang jelas-jelas salahku.
Dan sahabat-sahabatku yang lain begitu tahu cuma bilang “Lo si wi bloon amat jadi orang. Makanya jadi orang jangan terlalu baik, akhirnya di kerjain orang”.
Aku fikir setelab 30 tahun dia berubah tapi ternyata tidak. Ita memang cuma memanfaatkan aku.
Ini kisah reuni aku dengan teman SMA aku. Aku mengatakan ini bukan berarti reuni itu negatif, banyak.positifnya tapi kita memang harus menyikapinya dengan bijak jika ada hal-hal yang negatif ya tinggalkan. Ambil positifnya saja.
Note :
Mungkin Allah tidak mengizinkan aku buat mengupload foto bukti transfer dan bukti chat aku dengan Ita, screenshoot tidak bisa aku upload via smartphone ini.
16 Ramadhan 1438 H
11 Juni 2017
Gogoleran di kasur.