hasanuddin Weblog


Humor Buat Tri Djoko Wahjono

Kanan ke Kiri

Seorang salesman Coca-Cola baru saja kembali dari tugasnya di Pedalaman Tembok China.

Dengan wajah yang sangat kecewa ia berhadapan dengan bossnya. Si Boss bertanya “Kenapa kamu gagal melakukan transaksi di China?”

“Saat tiba di China saya begitu yakin bisa menjual produk kita…” kata si salesman. “Cuma, ada satu masalah, saya tidak mengerti bahasa China, jadi saya memutuskan untuk mempromosikan produk ini melalui poster
bergambar….”

Poster pertama gambarnya seorang pria yang sedang sekarat & kehausan di tengah perjalanannya di Tembok China, poster selanjutnya bergambar pria tersebut kemudian meminum Coca-Cola, dan poster terakhir bergambar pria tersebut akhirnya bangkit kembali dengan kondisi yang segar bugar. Kemudian 3 poster tersebut saya tempel di seluruh penjuru China.”

“Lho bukannya itu ide yang brilian? Tapi kenapa kamu masih gagal dalam menjual?” tanya si Boss.

Si Salesman menjawab “Saya tidak tahu kalo orang China membaca dari kanan ke kiri.”

Zai yige

 

Ada 1 bule yang masuk restoran steak di Taipei. Waiter pun menyodorkan menu dalam bahasa Mandarin ke bule ini. Bule ini tidak bisa baca dan tidak mengerti. Lalu dia pun sembarang pilih harga yang lumayan murah: huanggua (arti: ketimun)….$10

Tak lama kemudian datanglah sepiring acar. Otomatis bule pun ga bisa cuma makan ketimun alias acar itu. Dia pun menengok-nengok sebelah mejanya dan melihat seberang mejanya ada yang makan steak. Dia pun berpikir, “Nah, gua mau makan itu saja!” Tapi dia tidak tahu namanya dalam Mandarin.

Saat dia masih berpikir, tiba-tiba orang di sebelah mejanya yang sedang makan steak itu berteriak ke waiter, “Shuaige, zai yige!” (Cowok ganteng, 1 lagi!).

Setengah menit kemudian, datanglah sepiring steak lagi ke meja yang teriak tadi. Bule pun berpikir, “Oh namanya ‘zai yige'”.

Lalu dia pun berteriak dengan pede ke waiter juga, “Shuaige, zai yige!”

 

Dan datanglah ketimun lagi.

 

 

Jiayou…jiayou

 

Di Taipei, seorang pengendara motor kehabisan bensin di jalan. Setelah berjalan jauh dan berkeringat, dia pun menuntun motornya masuk ke sebuah SPBU yang sepi.

Petugas SPBU yang sedang bengong dari jauh melihat pengendara motor itu masuk ke halaman SPBU-nya. Pengendara motor pun berteriak dari jauh, “Xiansheng, bang wo jiayou!” (artinya: Tuan, tolong bantu saya isi bensin).

Petugas itu pun terhenyak dan lalu berteriak, “O, hao! Jiayou, jiayou!!” (Oh, baik, Ayo, ayo semangat)

 

 

 

Baozheng Bu Tuise

 

Ada 1 orang pebisnis garmen di ITC Mangga Dua, namanya Akiong. Dia pergi ke Guangzhou mencari baju-baju baru.

Di Guangzhou, Akiong berdiri di 1 toko baju besar dan tertarik membaca 5 huruf slogan Mandarin di depan toko itu. Tulisannya: BAOZHENG BU TUISE (dijamin tidak luntur)

Dan Akiong pun membeli baju dari toko itu sebanyak 4 kontainer 20′ untuk dikirim ke Jakarta. Akiong pun menggunakan slogan itu di tokonya juga di ITC Mangga Dua: DIJAMIN TIDAK LUNTUR.

Satu minggu kemudian, pelanggan Akiong datang ke toko Akiong dan marah-marah, “Gimana nih bos, katanya ga luntur. Kok ini ketumpahan air putih dikit aja dah langsung luntur?”

Karena bertanggung jawab, Akiong pun datang lagi ke toko di Guangzhou itu dan marah-marah juga ke toko Guangzhou. Akiong pun menunjukslogan toko di Guangzhou itu.

Dengan enteng, bos toko Guangzhou itu bilang, “Xiansheng, zai Zhongguo women cong you wang zuo du: TUISE BU BAOZHENG”. Arti: Tuan, di China kita baca dari kanan ke kiri: LUNTUR TIDAK DIJAMIN.

Hasanuddin

05 PCT




Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai