Andalan

Cinta

Secarik cerita yg dikisahkan oleh seorang remaja, yang hatinya selalu ingin bebas dari namanya belenggu cinta, cinta yg selalu membuatnya merasa bahagia namun tak jarang pula membuatnya bimbang goyah dan terguncang hatinya. Menyebabkan butian air mengalir tanpa henti di pipi seakan membasahi bumi yg tidak mengerti akan rasa dihatinya. Jiwanya bergoncang karna baginya cinta yg dulu pernah pergi seakan menjajaki perlahan namun pasti ia kembali, perasaan cinta yg selama ini ia pendam dalam-dalam namun perlahan mulai menampakkan diri.
Kini ia beranikan diri untuk memastikan perasaannya itu tanpa ragu ia mulai lah sebuah jalinan tali komnikasi lagi. Namun tak pernah ia sangka ternyata itu semua semakin menyayat nyayat hatinya yg sudah pernah terluka oleh sembilu. Tidak disangka sebuah niat baik untuk menjalin silahturrahmi malah menjadi sebuah penyesalan yg belum berhenti, karna sudah tidak sanggup ia memendam rasa sakit ini ia beranikan lah untuk bercerita kepada ibunda tercinta.
Dia dulu adalah seorang wanita yang berjiwa baja yang sama sekali tidak pernah membicarakan yang namanya cinta. Baginya cinta hanya lah sebuah penyemangat penghibur lara yang tidak akan pernah menyakitinya. Namun kini ia sadar bahwa cinta juga dapat medorongnya ke jurang kegelapan yg membuat hatinya buta akan cinta yg tak jarang berusaha menjajakinya. “Bunda kenapa niat baikku untuk menjalin silahturrahmi lagi dengannya malah menjadi sebuah penyesalan dalam diriku?” tanyanya polos pada ibunda “Wahai anak ku sebuah niat baik jangan pernah engkau sesali, karna tidak ada niat baik yg akan menghancurkan mu nak”, “Tetapi bu mengapa seolah-olah ia sama sekali tidak ingin berkominikasi lagi pada ku bu?. Tanyanya dengan nada sedikit tinggi. “Anakku kamu tidak tahu akan perasaannya yg sebenarnya pada mu, karna rasa yg dulu pernah ia miliki bisa hadir kembali kapan pun tanpa kamu ketahui”. Sejenak ia terdiam dengan penjelasan sang ibunda “Tapi kan bu aku menjalin talisilahturrahmi dengannya tidak bermaksud untuk kembali menjadi kekasihnya bu, aku hanya ingin kembali bersahabat seperti dulu dengannya bu”, “Anakku sebuah pertemanan yg terlalu dekan antara wanita dan pria itu akan menumbuhkan yang namanya benih-benih cinta, mungkin memang kalian sekarang belum merasakannya namun setelah bertahun-tahun kalian bersama semua itu akan hadir diantara kalian berdua”, “Oohh seperti itu bu”.
Setelah mendengar penjelasan dari bundanya iya pun pergi keluar sejenak, ia duduk di sebuah kursi di bawah pohon rindang dan menengadahkan kepalanya kelangit malam. Kala itu lembut angin malam membelai wajahnya yg sembab, tampak olehnya bintang begitu indah bertaburan sembari menemani rembulan yg kesepian dalam kegelapan, Seketika terlintas difikirannya “Aku merasa diriku bagaikan rembulan yg memiliki banyak bintang disekelilingku, ia hanya lah salah satu bintang yg pernah bersinar terang dalam hidupku namun kini ia hanya mulai meredup dan tak tampak lagi olehku, jdi aku yakin ia masih berada disana tanpa ku tau yg ia rasakan sebenarnya, aku hanya berharap ia tetap hidup bahagia dimanapun ia berada”.

~SELESAI~

Andalan

Sedikit Tentangku

field-of-greensudah terlalu larut rasanya bagiku tuk mengulang kembali. banyak hati yang menyinggahi hati ini, namun semua tiada berbeda. semuanya  membuat diriku gugup dan tak nyaman berada di dekatnya. namun dalam keheningan malam itu ku duduk sendiri termenung dan termangu, ku tau Engkau sangat dekat dengan ku bahkan Engkau berada dalam urat nadi ku, dan ketenangan dan ketentrama yang seperti ini lah yang selalu membuatku nyaman dan melepaskan semua beban fikiran dan kehidupan yang penuh dengan fatamorgana dan permainan. sesaat ku tersadar dan tersentak dari fikir ku. beberapa orang disekitar ku mengingatkan ku untuk mulai membuka hati untuk para kaum adam di muka bumi. terimakasih teman engkau telah mengingatkan diri ku. Kini ku tau hanya ada 1 dari kaum adam yang sangat aku cintai, yaitu seorang pria tegas, bijaksana, hangat serta humor pada saatnya. ia seorang pekerja keras yang rela mengorbankan segalanya untuk orang-orang yang ia cintai dan salah satunya adalah diriku, seorang anak bungsu yang manja kala bersamanya dan selalu menjadi mandiri di depan mereka semua. manjaku hanya kuperlihatkan kepada orang yang ku cinta. namun bagi orang yang kusayang hanya ketegaran dan kemandirian yang ingin kutampakkan, agar aku dapat membantu mereka saat mereka membutuhkan uluran tangan.

Rindu

Telah lama tidak mampir ke tempat itu…
Sepoi angin gontai menyapu raga…
Mata berkaca mengingat kisah lalu yang telah banyak terlupa
ada haru dan gembira menatap kosong pada bentangan padang rumput dihadapan mata

Tiada penyesalan akan semua masa lalu
hanya ada rasa syukur yang muncul saat masa pahit itu terkenang
segala kepahitan dimasa lalu adalah batu loncatan yang membentuk diriku sekarang
terus berusaha bersikap dewasa, namun terkadang mental tergoncang akan lelahnya pukulan tuntutan dari dirikku sendiri…

Ku Rindu…
Pada masa ku tanpa beban pikiran
Ku Rindu…
Pada masaku dulu yang penuh dangan kebebasan tanpa memikirkan org lain
Ku Rindu…
Tertawa lantang tanpa beban….
Ku Rindu…
Berlari laju tanpa beban…

DIA

Ada seseorang yg sedang ku kaguni saat ini. Namun aku tak tau bagaimana caranya agar ia tau tentang rasa yg sedang ku rasakan saat ini…

Ia baru saja patah hati, entah mengapa aku malah senang mendengar nya, seolah ini adalah peluang untuk diri ini bisa mendapatkan nya…

Angan dan ingin mu terlalu tinggi, namun aksimu untuk mendapatkan nya tidak ada. Kau selalu saja mementingkan ego mu dan harga dirimu untuk tidak memulai nya karna kau mau dia yg datang pada mu dan memulai semua kisah kasih yg kau ingin kan…

Oh Tuhannnn getarkan lah hati nya, getakkan lah hati nya untuk melihat ku, dan mendekati diriku lebih dulu….

Aku suka pada nya, jika dia yg terbaik untuk ku maka paling kan lah hati nya pada ku, namun jika dia tidak baik untuk ku maka hilang kan lah semua rasa ini…

Sudah sejak awal berjumpa ingin menyapa dan bertanya… Namun tidak ada waktu yg tepat untuk menyampaikan nya, hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakannya saat kami jalan pulang bersama di lorong itu… Namun sesalnya karna aku tidak tau kapan lagi dapat berjumpa dan berbicara senyaman itu dengan nya…

Sahabat

Menurut aku saat SMP itu awal mula kamu mengenal yg namanya persahabatan, dan jika kamu gagal dalam persahabatan pada masa itu… Itu benar-benar membekas dalam memory mu… di saat SMA kamu akan menemukan sahabat baru… dan kejadian yg terjadi di masa lalu benar-benar menjadi pelajaran bagimu, hingga dirimu tidak mau mengulangi kesalahan yg sama dan membuat persahabatan itu nyata adanya hingga saat ini dan bukan menjadi kiasan belaka…

..

Ingin rasanya kuluapkan segala isi hati ini…

Namun jika pada manusia ku bercerita takut suatu saat aku kan kecewa…

Aku lelah terus berlagak bahagia…

Beri aku sedikit waktu tuk menyendiri dan menangis…

Setidaknya itu dapat sedikit membuat hati ku lega…

Detik tak berujung

Semua nya tergantung pada pilihan mu saat ini. Jika kau memilih diam maka kau akan merugi di kemudian hari namun jika kau beraksi walaupun tak berhasil namun pelajaran hidup yg kau dapati.

Waktu terus berjalan tanpa ada jalan yg dapat membawamu kembali ke masa lalu. Jika dulu diam adalah pilihan mu namun bukan berarti saat ini kau tak dapat merubah diam itu. mungkin dulu diam mu untuk berfikir namun sekarang adalah aksimu untuk menentukan

Bungkus kenangan mu bersamanya

Kau harus melupakan semua rasa itu, tidak kah lelah kau bertahan dalam perasaan itu untuk waktu yg cukup lama???. Sudah seharusnya dirimu kembali membuka mata dan hati mu untuk orang lain…

Bisa jadi dirinya telah memilih lebih dari satu wanita yg singgah di hatinya setelah dirimu, dan dia sudah benar” tidak menginginkan dirimu lagi…

Ia begitu bijak dalam memberikan nasehat kepada seorang teman wanitanya dan sudah pasti kamu hanya lah penontonnya…

Jika dilihat dari sikapnya kini dirimu adalah orang asing yg tak pernah ia harapkan untuk dapat berjumpa lagi. Namun apa yg kamu lakukan… Kamu masih saja terpaku dan terdiam karna tak dapat melupakan nya…

Ayo kita bungkus semua kenangan lama mu bersamanya lalu kau buang sejauh mungkin agar tak menyisakan luka… Mari kita buka lembaran baru dan buka hatimu untuk hati yg lain…

Dulu

Dulu banyak sekali hal yang ingin aku lakukan, semangat ini begitu membara, namun raga tak sanggup melaksanakannya. Tak banyak yg tahu bahwa jika lelah menghampiri tubuh ini maka mimisan penembusnya. Tak jarang saat otak berfikir serius tentang pelajaran darah itu mengalir dengan sendirinya. Jika aku tidak berfikir serius tentang pelajaran maka aku akan tertinggal dan aku tidak ingin hal itu terjadi, hingga ku coba menikmati musik setiap kali belajar untuk merileks kan otak, awalnya ku kira akan sulit memahami pelajaran karena fokus ku terbaagi, tetapi ternyataa tidak musik itu bak terapi bagi diri ini…

Langit begitu indah malam ini, cahaya rembulan itu memberikan ketenangan… Ingin kugenggam sebagai teman, namun apa daya tangan tak sampai… Lembutnya lambaian angin memberikan kesejekukan pada panas nya pemikiran yang tak terkendalikan… Sayu suara dedaunan memecah kesunyian, memberikan nada dalam lamunan… Hai masa lalu, perlahan ia datang dalam pikiran, ada suka, duka tawa dan penyesalan, penyesalan akan diri yg dulu enggan memperjuangkan…

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai