Kendali dan Stimulasi Emosi


Saat seseorang sudah menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, termasuk perasaan, pikiran, dan respon terhadap situasi, serta hasil semuanya itu, berada dalam kendali diri sendiri, maka orang tersebut telah mengambil posisi sebagai PENYEBAB. Saat seseorang menggambil peran sebagai PENYEBAB atau yang mendesain hidupnya, maka dunia pun tidak akan sama lagi.

Ini termasuk menyebabkan dan menjadi yang mengendalikan emosinya, entah yang menyenangkan atau tidak. Entah yang memotivasi atau tidak.

Setelah mempelajari dan mendalami NLP, kita jadi paham bahwa motivasi adalah self-motivation alias ditimbulkan sendiri. Emosi yang kita sebut sebagai negatif pun adalah kreasi sendiri.

Maksudnya? Sederhana. Setiap perasaan yang timbul, adalah hasil dari struktur atau strategi pikiran yang kita operasikan. Dikatakan sebagai dikreasikan diri sendiri, karena saat melalui struktur atau strategi tersebut, sebenarnya secara sadar kita bisa interupsi atau arahkan ke hasil yang lebih kita inginkan.

Ambil orang yang marah sebagai contoh. Saat menghadapi sebuah situasi atau seseorang, pikiran dengan cepat memproses ‘siapa orang itu’, ‘apa yang dilakukannya’ , atau ‘apa makna situasi’ tersebut baginya. Di sini, pikirannya punya berbagai pilihan untuk memaknakan situasi atau orang yang dihadapinya tersebut. Dari sekian pilihan, misalnya, ia memilih situasi tersebut sebagai ‘menyebalkan’ atau orang tersebut sebagai ‘pengganggu’ . Marahlah ia. Di situasi yang sama, atau menghadapi orang yang sama, orang lain bisa merespon dengan berbeda, karena di pikirannya ia memilih makna yang berbeda.

Atau lihat strategi lainnya, yang di NLP disebut sebagai ‘Sistem Representasional’ . Pikiran kita mempunyai cara-cara unik menampilkan representasi internal dari apapun yang kita lihat, dengar, dan alami di dunia luar. Saat memikirkan mengenai tujuan hidup, ada yang langsung membayangkan betapa mengerikannya masa depan, ada yang dengan jelas melihat bayangan kesuksesan, ada yang mendengar berbagai suara seperti ‘saya bisa’, ada yang mendengarkan suara ‘masa depan saya pasti hancur’, dll. Semua yang dimunculkan di kepala kita menyangkut dunia luar, adalah kreasi kita sendiri, berdasarkan apa yang kita pikirkan mengenai itu. Ini berbeda dengan persepsi beberapa orang yang mengira yang muncul di pikiran itu di luar kontrolnya.

Bayangan, gambar, suara-suara di pikiran kita, adalah kreasi kita sendiri, yang walaupun hampir semua muncul secara bawah sadar, semuanya bisa secara sadar kita ganti dan kreasikan yang lain. Seorang salesman yang membayangkan betapa ia akan menutup penjualan dengan sukses dan berkata di dalam kepalanya betapa ‘ia bisa’, akan mempunyai motivasi dan emosi yang sangat berbeda dengan yang sudah membayangkan penolakan atau yang bersuara misalnya ‘ini akan sangat menyulitkan’ .

Emosi yang dianggap positif, seperti perasaan happy, motivasi, semangat, cinta, dan lain-lain, bisa distimulasi dengan sengaja melalui pembentukan atau kreasi representasi yang lebih menyenangkan mengenai sesuatu atau seseorang di pikiran kita. Dan saat yang kita bayangkan atau katakan ke diri sendiri tersebut muncul dengan sangat jelas dan berkualitas, kita pun jauh lebih happy lagi. Ini seperti saat kita sedang menonton sebuah acara kesayangan kita di televisi biasa 21 inchi, dan saat itu kita bisa besarkan dan tingkatkan kualitasnya menjadi televisi plasma 42 inchi dengan suara yang surround. Ini juga yang membedakan menonton film di bioskop dengan di televisi. Pikiran kita bekerja secara sederhana dengan prinsip yang sama. Semakin bagus, jelas, berkualitas gambar dan suara di pikiran kita, semakin emosi kita pun meningkat intensitasnya.

Cara seseorang menakuti-nakuti diri pun mirip. Apa pun yang ia bayangkan sebagai menakutkan, misalnya kehilangan pasangan yang berselingkuh dengan orang lain, ia besarkan bayangan itu dalam pikirannya, ia perjelas gambar bagaimana pasangannya sedang bermesraan dengan orang lain. Semuanya semakin jelas dan berkualitas. Kesal dan bertambah bencilah ia. Terlepas dari itu terjadi apa tidak, ia telah berhasil menakuti, membuat kesal diri sendiri dengan bayangan hasil kreasinya tersebut.

Sederhananya, mau happy, munculkan gambar dan suara-suara atau kata-kata yang menstimulasi happy di pikiran. Mau semangat, bayangkan keberhasilan dan berbagai hal positif yang akan terjadi.

Dari Inspirasi Indonesia,  By: Hingdranata Nikolay

Leave a comment

Filed under NLP, Positif Thinking

google9e036ad44ca7ead8.html


Leave a comment

Filed under Uncategorized