Tidak terasa 1 minggu PK 22 telah berhasil dilalui, begitu banyak pengalaman, ilmu, wisdom, dan teman-teman baru yang dapat diperoleh. Sejak tanggal 16 hingga 22 November, pembicara-pembicara yang hebat,menginspirasi dan ahli di bidangnya selalu mengisi sesi-sesi di program PK ini setiap harinya. Rekan-rekan peserta yang luar biasa, dari berbagai macam bidang serta prestasi-prestasi mereka yang begitu banyak, semakin membuat jalanya program PK ini semakin berwarna. Kontribusi peserta PK 22 yang menjadi PIC setiap kegiatan juga sangat maksimal, sehingga setiap tugas pra PK dan tugas PK dapat diselesaikan dengan baik. Peran panitia yang begitu professional serta bersahabat semakin membuat program PK ini menjadi lebih sempurna. Ungkapan “PK ini sengaja mempertemukan orang-orang hebat untuk dipisahkan” terbukti bukan semata ungkapan belaka.
Di awal masa PK, forum angkatan dibuat untuk pemilihan ketua PK. Selanjutnya adalah pembahasan bersama mengenai tata tertib selama menjalani masa PK bersama panitia PK yang dipimpin oleh Pak Muhammad Kamiludin selaku PIC PK. Setelah ketua angkatan terpilih, dibuatlah yel-yel angkatan dan kelompok, yang bertujuan untuk kata-kata penyemangat. Setelah itu kami juga mulai berlatih untuk mengumandangan lagu-lagu nasional, mars PK serta berlatih mengikrarkan janji LPDP.
Setelah itu kami memulai untuk mengikuti Sesi pertama, dengan tema “Membangun SDM yang Kompetitif” dengan pembicara Mbak Tantya, seorang lulusan FE UI dgn IPK tertinggi dan Magister Manajemen PPM juga dengan IPK tertinggi. Saat ini mbak Tantya bekerja sbg Head of Partnership di traveloka.com. Tantya mengatakan bahwa Esensi hidup adalah struggling, kerja keras. Hidup di dunia nyata tidak semudah di kampus. Ia juga mengatakan bahwa Indeks Kualitas SDM Indonesia (HDI) berada di peringkat 121 sedunia, HDI meliputi angka harapan hidup, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Oleh karena itu, dengan kondisi SDM kita sekarang kita tidak boleh berbangga diri, justru mesti menyiapkan diri menghadapi persaingan internasional. Ia juga berpesan mengenai 3 nilai untuk mahasiswa yang akan berkuliah di luar negeri, yaitu Authentic, Competitive, Adaptive.
Sesi selanjutnya diisi oleh Bapak Yudi Latif, penulis buku Negara Paripurna, dibukunya beliau mengupas tuntas Pancasila sbg konsep berbangsa dan bernegara. Tema yang dibawakan beliau adalah tentang cendekiawan. Bapak Yudi mengatakan Cendekiawan atau intelektual erat kaitannya dgn kontribusi. Intelektual, tidak hanya seperti ilmuwan yg mengumpulkan knowledge, tetapi juga memiliki value, intelektual punya misi kehidupan. Perubahan tdk perlu digerakkan oleh banyak orang, cukup sedikit intelektual yg memiliki nilai. Namun, Bapak Yudi latif saat ini khawatir dengan kondisi Indonesia saat ini. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan devoting of value menjadi tantangan bangsa kita hari ini. Padahal Bangsa Indonesia ditempa oleh semangat gotong royong. Gotong royong merupakan kata kunci untuk menyatukan keragaman negeri ini dalam rangka mengejar kebahagiaan.
Lalu pada hari kedua, Senin 17 November 2014, dimulailah PK dengan acara upacara pembukaan. Upacara Pembukaan ini dipimpin langsung oleh Direktur LPDP, Bapak Eko Prasetyo. Dalam upacara pembukaan ini juga diberikan beberapa pengharhaan kepada peserta pra PK terbaik. Setelah upacara ditutup, sesi dilanjutkan dengan materi “What, Why, and How to LPDP” oleh Direktur Utama LPDP, Bapak Eko Prasetyo. Bapak Eko mengatakan Ide dilahirkan LPDP bermula dari rapat yang dipimpin oleh menteri keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati tahun 2010. LPDP akhirnya dibentuk di tahun 2012 oleh Bapak Agus Martowardojo, Menteri Keuangan. Beasiswa LPDP untuk semua lapisan masyarakat, bahkan untuk fresh graduate. Pak Eko Prasetyo mengatakan sampai saat ini sudah ada 2500 mahasiswa yang berhasil didanai oleh LPDP. Dalam sesi ini juga diadakan sharing pengalaman dengan alumni penerima beasiswa LPDP. Pak Eko juga menugaskan setiap kelompok untuk membuat formula karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Setelah itu sesi dilanjutan dengan pembicara seorang dosen muda dari UI, Bapak Misri Gozan. Bapak Misri mengatakan bahwa apa yang baik dan benar menurut IPTEK saat ini, belum tentu benar di masa depan, oleh karena itu mahasiswa harus terus menerus belajar. Ia berpendapat bahwa riset di Indonesia sudah baik, hanya saja ketika kita membandingkan dengan di luar negeri, kekurangannya banyak. Jadi tidak salah bagi LPDP untuk menguras uang untuk membiayai pendidikan, kitata harus mengejar ketinggalan negara lain.
Lalu , pada saat malam, materi diisi oleh pembicara yang sangat bersemangat, Bapak Zainal Abidin, sorang sociopreneur. Ia mengatakan bahwa orang-orang yang masuk cetakan untuk menjadi pemimpin, prosesnya tidaklah selalu menyenangkan. Oleh karena itu, pada malam itu Pak Zainal memberika begitu banyak tips dan inspirasi keada peserta agar dapat tetap teguh dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan di hadapi nantinya.
Di hari ketiga, kami memulai kegiatan yang pertama yaitu sesi Sharing Inspiration Class. Venue kegiatan Sharing Inspiration Class kelompok kami di SMU Master. SMU Master merupakan SMA yang khusus didirikan untuk anak-anak kurang mampu dan masih memiliki semangat untuk bersekolah. Lokasi nya tepat berada di Terminal Depok. Di sesi ini, kami memberikan presentasi mengenai profil masing-masing kampus, motivasi agar anak-anak dapat masuk ke perguruan tinggi. Kami juga memberikan donasi berupa pembagian buku-buku kepada para siswa dan juga pihak sekolah. Kegiatan juga diselingi dengan ice-breaking session, games, focus group discussion dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Selanjunya, peserta kembali dari sesi SIC dan kembali ke wisma hijau untuk mengikuti sesi yang dibawakan oleh Dik Doank. Dik Doank membawakan materi mengenai pembangunan karakter manusia yang bercakrawala, kreatif dan berketuhanan. Nasihat-nasihat spiritual dan sosial dari ia begitu mengena karena dibawakan dengan cara yang menarik. Materi juga diselingi dengan pembahasan kehidupan pribadi dik doank serta pemaparan sekolah alam kandang jurank doank yang ia miliki.
Selanjutnya, pada Sesi malam diidi dengan narasumber Dr. Warsito Purwo Taruno yang mengangkat tema riset dan teknologi. Pak Warsito dikenal sebagai pencipta alat screening breast cancer. Semangat belajarnya yang fokus untuk suatu bidang (17 lebih fokus penelitian di 1 bidang), semangat bermanfaat bagi banyak orang, serta semangat cinta terhadap tanah air sangat mengnspirasi para peserta PK.
Keesokan harinya, sesi pertama diawali dengan pembicara Bpk Dr. Arief Munandar, SE, ME dengan tema “Menuju Pemimpin Baru Yang Kontributif”. Pa Arief mengatakan bahwa Leadership has nothing to do with formal & structural position. It’s about human capacity & personal quality dan Setiap komunitas akan mendapatkan pemimpin yang pantas. Selain itu Pak Arief mengatakan Pemimpin harus memiliki empati. Tanpa empati kita tidak dapat menjadi pemimpin. Pemimpin juga harus dapat memanfaatkan kesempatan, karena kesempatan selalu datang setiap hari tapi yang sering terjadi adalah kita belum siap untuk mengambilnya. Pak Arief mempunya passion untuk menjadi teacher of the leaders. Ia sangat berharap dengan kontribusi dan ilmunya, ia dapat menginspirasi dan menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang hebat.
Selanjutnya, sesi diisi oleh pembicara senior yang memiliki semangat luar biasa. Cara penyampaiannya yang luar biasa dapat membakar semangat para peserta dengan baik. Sesi ini diisi oleh Bpk. Laksamana Muda TNI (Purn) Husein Ibrahim, MBA dengan tema Pembinaan Kesadaran Bela Negara Untuk Mewujudkan Maritim Indonesia Yang Berdaulat. Sesi ini banyak sarat oesan untuk membela dan mencitai tanah air Indonesia. Pembicara yang juga merupakan mertua dari Najwa Shihah ini, sangat bersemangat untuk menceritakan potensi laut Indonesia dan memberikan pesan-pesan kebangsaan kepada peserta.
Hari berikutnya diisi dengan sesi yang menurut saya paling seru, yaitu outbond. Cikole, Lembang. Selama seharian kita memainkan games2 outbond. etiap games mengandung nilai2 LPDP seperti: integritas, sinergi, profesional, pelayanan, dan kesempurnaan. Dan di sesi games outbond, kelompok kami DR Soetomo berhasil menjadi pemenang, selamat teman-teman kelompok. Di sesi dua setelah outbond kami bermain extreme game: ada flying fox, human jump, rappeling, dan two ropes. Begitu banyak nilai-nilai yang tersirat dalam permainan-permainan tersebut. Sesi terakhir adalah Paint Ball, 8 kelompok berkompetisi dengan sistem gugur. Kelompok kami lolos semi Final, meskipun tidak menjadi pemenang, kelompok kami sangat menikmati sesi ini. Secara umum tema hari ini, Building Unshakable Mentality Race, membangun bonding angkatan dan bonding kelompok.
Hari berikutnya peserta PK 22 kedatangan pembicara luar biasa pada sharing session ” Produktif dan Prestatif di LN”. Pembicara pada sesi ini adalah angga Almahendra dan Hanum Rais adalah penulis dari buku “99 Cahaya di Langit Eropa”. Pembicara sharing mengenai pengalaman mereka selama hidup di LN secara langsung. Sesi ini sangat berguna untuk peserta, baik mereka yang akan pergi sendiri terutama bagi yang akan membawa pasangannya. Bagaimana tips-tips untuk mengatasi perbedaan budaya dan gaya hidup, dibahas dengan interaktif di sesi ini.
Sesi dilanjukan oleh materi yang paling penting dan ditunggu-tunggu oleh peserta, yaitu mekanisme pencairan beasiswa. Sesi siang dibawakan oleh Pak Lukman dan Ibu Ratna. Begitu banyak komponen-komponen biaya yang ditanggung oleh LPDP, terima kasih LPDP. Di sesi ini dipaparkan dengan jelas penjelasan masing-masing komponen, syarat-syarat pengajuan, dan mekanisme pencairan masing-masing komponen biaya.
Sesi terakhir talkshow LPDP diakhiri dengan sesi “Refleksi Merah Putih” yang dibawakan oleh Pak Fachrizal Muhammad. Di sesi ini pembicara memaparkan mengenai kekayaan potensi Indonesia, baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya. Pembicara semakin memberikan motivasi kepada para peserta agar melajar dengan sungguh-sungguh nantinya semasa pendidikan dan kembali ke Indonesia untuk sama-sama membangun Indonesia dan membuat Indonesia kembali Berjaya. INDONESIA BANGKIT!
Di hari terakhir, Sabtu 22 November, tibalah kami pada acara upacara penutupan. Acara penutupan dipimpin oleh Bapak Kahar dari direksi LPDP. Penutupan ini berlangsung begitu meriah, semua peserta berkontribusi lewat perannya masing-masing lewat pertunjukan drama musikal. Sesi ini ditutup dengan bernyanyi dan berjoget bersama yang diikuti oleh semua peserta, panitia dan direksi LPDP.
Terima kasih LPDP atas pengalaman yang begitu berharga. Semoga kami semua dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh. Selamat berjuang para calon pemimpin masa depan Indonesia. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tanah air kita menunggu kontribusi nyata kita semua. INDONESIA BANGKIT!








BERITAJAKARTA.COM — 16-07-2009 12:40

