Menikmati Kuliner di Gelora Bung Karno

Sebagai warga Jakarta yang telah tinggal selama kurang lebih 46 tahun, saya termasuk jarang ke Gelora Bung Karno (GBK). Mungkin jika dihitung, tidak sampai mencapai sepuluh jari. Biasanya saya olah raga di sekitar rumah saja. Namun sejak menikmati CFD (Car Free Day) bersama anak dan cucu, kemudian dengan suami, rupanya jalan-jalan di CFD tidak sekedar olah raga, tapi semacam hiburan murah meriah. Saya hitung cuma mengeluarkan biaya parkir Rp.20 ribu ditambah tiket MRT ke GBK pp Rp.15 ribu. Kalaupun jajan…nahh ini godaan yang sulit dihindari, habisnya tidak sampai Rp.100 ribu.

Apalagi setelah kontrol jantung kemarin sore, hasil echo, denyut jantungku membaik….mungkin karena olah raga? Kalau makanan, saya tidak suka makanan berlemak, juga gorengan, sehingga kolesterol selama ini relatif terjaga. Jadi pagi tadi saya menikmati CFD dengan tujuan berolah raga di GBK bersama suami.

Lanjutkan membaca “Menikmati Kuliner di Gelora Bung Karno”

Berburu Pecel di Car Free Day

Kali ini saya bersama suami dan si mbak jalan-jalan di Car Free Day ( CFD). Ada yang sudah saya incar sejak ke CFD sebelumnya, yaitu ingin makan pecel pincuk. Ada penjual pecel yang mangkal di bawah pohon beringin, di jalan depan stasiun Sudirman ke arah bundaran Hotel Indonesia. Namun saat itu saya belum berminat karena sudah berjanji dengan mantan teman-teman SMA untuk bertemu di Sarinah.

Lanjutkan membaca “Berburu Pecel di Car Free Day”

Jalan-jalan: Dari Dukuh Atas ke Sarinah

Minggu pagi ini cerah setelah sebelumnya saya agak khawatir juga, karena saat menuju stasiun MRT dekat rumah, terlihat mendung menggantung di awan. MRT dimana kami naik dari stasiun Cipete Raya, berhenti di stasiun Dukuh Atas. Kami bergegas keluar dari gerbong, memasukkan Brizzi, kemudian menuju eskalator untuk keluar dari stasiun MRT. Rupanya pintu keluar stasiun ini berbeda dengan kunjungan saya sebelumnya.

Balita pun ikut menikmati CFD
Lanjutkan membaca “Jalan-jalan: Dari Dukuh Atas ke Sarinah”

Literasi Finansial Sejak Dini

Saat saya diundang untuk memberi ceramah bagi anak SMP dengan judul ” Literasi Finansial Sejak Dini” langsung berpikir,

Apa ya yang tepat buat anak SMP?

Maklum ini pertama kali buat saya. Syukurlah waktu cukup untuk membuat bahannya. Saya mulai menulis, diskusi dulu dengan kedua anakku, apa yang kira-kira akan menarik buat diceritakan kepada anak SMP. Anak bungsuku langsung memberi saran, cerita saja tentang pengalaman yangti saat bekerja, kan banyak pengalaman yang menarik, terutama berkaitan dengan membina dan memberi konsultasi kepada nasabah. Saya mulai merenung, benarkah? Apa anak-anak sudah berpikir sejauh itu?

Lanjutkan membaca “Literasi Finansial Sejak Dini”

Jalan-jalan seputar Blok M

Kali ini saya dan paksu mencoba jalan-jalan santai ke Blok M. Cucu lagi di rumah babe dan bundanya. Rencana sih ingin lihat festival kuliner. Ternyata hari Sabtu jalanan benar-benar padat, makin macet mendekati blok M Plaza…dan setelah berjibaku antri…ujung-ujungnya parkir full… 🙂 🙂 🙂

Bagaimana nih, parkir di blok M Square aja, nanti ke blok M Plaza jalan kaki. Kami kemudian menuju blok M Square….beneran makin macet. Sejak masuk kompleks blok M sudah macet, apalagi saat menuju parkir blok M Square. Bahkan terlihat mobil parkir sejajar sejak di lantai satu. Saya mulai berpikir, jika nggak ada tempat parkir, ya balik pulang aja.

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan seputar Blok M”

Satu Bulan kemudian

Yangti dan Ara

Hari ini satu bulan sejak Ara operasi di RS. Senangnya, proses penyembuhan berjalan lancar, Alhamdulillah. Jika sejak operasi hanya makan telor dan daging, Ara sekarang mulai mencoba makanan lain.

Hasil pemeriksaan kesehatan menggembirakan, Ara sudah boleh kena air ( mandi dan kramas), asal dengan air yang mengalir. Setelah cek kesehatan, hari minggu kemarin Ara bersama babe dan yangti ke PIM. Rencana yang tertunda cukup lama, karena jika yangti sendiri belum berani mengantar Ara jalan-jalan untuk waktu yang lama. Ara juga sudah dua hari masuk sekolah, dan cukup bisa bertahan duduk selama jam pelajaran sampai dengan pukul14.00 WIB. Tentu saja membawa bantal kesehatan untuk sandaran punggung dan pakai brace (korset).

Lanjutkan membaca “Satu Bulan kemudian”

Pengalaman menunggu cucu operasi di Rumah Sakit

Dua hari sebelum jadwal operasi, kami mengantar cucu ke Rumah Sakit (RS). Saya agak heran, biasanya pasien masuk rumah sakit sehari sebelum jadwal operasi. Mungkin akan ada pemeriksaan lagi untuk memastikan sebelum jadwal operasi, begitu pikir saya. Selama dua hari, pemeriksaan yang dilakukan antara lain, tekanan darah dan suhu badan. Saat itu dokter berkunjung ke ruang rawat inap dan berpesan kepada cucuku, bahwa kesembuhan operasi tergantung juga pada upaya pasien. Agar cepat sehat, pasien harus bekerja sama. Saat masuk RS bisa berjalan, pas pulang nanti juga harus sudah bisa berjalan. Jadi, sehari setelah di ICU, harus bisa duduk, besoknya bisa berjalan, dan targetnya hari kelima sudah bisa pulang.

Saya agak kaget, namun maksud dokter baik, untuk menyemangati cucuku. Pada hari operasi, cucuku bangun pagi-pagi, mandi dan keramas dengan sabun dan shampo antiseptik. Perkiraan jadwal operasi pukul 11.00 WIB namun semua tergantung antrian pasien yang akan dioperasi. Saya agak tenang, jadi sempat sholat Duha. Begitu selesai sholat, suster masuk kamar, dan meminta kami bisa menuju ke gedung operasi. Saya melihat jam, masih jam 8.00 pagi. Tidak apa-apa malah lebih bagus, biar cepat selesai. Rumah Sakit ini mempunyai ruang operasi yang khusus untuk operasi tulang, mungkin banyak sekali pasien yang bermasalah dengan tulang dibawa ke rumah sakit ini. Perjalanan dari ruang rawat ke gedung tempat operasi melalui lorong yang cukup panjang, melalui dua gedung rawat inap yang berbeda dengan tempat rawat inap cucuku.

Lanjutkan membaca “Pengalaman menunggu cucu operasi di Rumah Sakit”

Test Pra Operasi

Cucuku dijadwalkan operasi skoilosis (tulang belakang) pada minggu keempat bulan Februari 2025. Sejak tanggal 3 Februari 2025, dimulai serangkaian pemeriksaan, yang hasilnya harus bagus agar nanti tidak mempengaruhi kesehatan saat operasi. Ada tujuh rangkaian pemeriksaan yaitu: 1. Konsul dokter THT. 2. Konsul dokter gigi. 3. Periksa lab dan X-Ray thorax. 4. Konsul ke dokter Cardio Anak. 5. Konsul dokter Paru. 6. Konsul dokter Anak. 7. Konsul dokter Anestesi. Jika semua hasilnya bagus, seminggu kemudian baru operasi.

Lanjutkan membaca “Test Pra Operasi”

Warjok

Tulisan ini telah saya tulis delapan tahun lalu…kemudian teronggok di arsip. Saat-saat itu saya nyaris seminggu dua kali mampir ke Pondok Indah Mal 1, karena saya naik busway dari halte Harmoni ke halte PIM 1, kemudian berlanjut naik taksi ke rumah. Saya juga masih bersemangat muda, sehingga masih aktif mengambil pekerjaan sepanjang tidak membuat lelah fisik dan target yang berat. Setelah Covid 19 menjadi pandemi, tak terkecuai di Indonesia, membuat kegiatan di luar rumah menjadi terbatas. Saya lebih banyak mengajar dan meeting melalui Zoom. Setelah Covid berlalu, rumah saya yang dekat dengan lintasan MRT, membuat saya jarang naik busway karena lebih memilih naik MRT. Hal ini membuat kunjungan saya ke PIM sangat berkurang, apalagi sering belanja secara on line.

Lanjutkan membaca “Warjok”

Menikmati Masakan Rumah Makan Abang Kepiting

Ini tulisan yang sudah lama sekali, terlupakan dan masih dalam bentuk draf. Tulisan di blog membantu saya jika suatu ketika kembali kekota yang dulu pernah saya kunjungi. Semoga rumah makan ini masih ada jika suatu saat saya dapat  kembali ke kota Pontianak, kota yang indah dan bersih.

—————————-

Jika pergi ke Pontianak, yang terbayang di kepala saya adalah masakan ikan nya. Selain sedap, juga makan ikan rendah kolesterol. Asal jangan makan kepiting dan udang ya… buat yang masih berusia muda, makan kepiting dan udang tak menjadi masalah. Jadi, saat ada kesempatan mengajar di Pontianak beberapa tahun lalu, saya bertanya pada peserta pelatihan,

“Apakah rumah makan yang ada di depan hotel Aston masih buka? “

“Masih bu,” jawab mereka. Lanjutkan membaca “Menikmati Masakan Rumah Makan Abang Kepiting”