Sistem informasi merupakan kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bisa digunakan baik oleh internal user maupun eksternal user pada sebuah organisasi.Sistem informasi sendiri bisa dibagi menjadi beberapa yaitu: Electronic Data Processing System (EDP), Data Processing System (DP), Management Information System (MIS), Decision Support System (DSS), Expert System (ES), Executive Information System (EIS), Accounting Information System (AIS).
Sudut pandang organisasi ada dua kategori informasi akuntansi: wajib dan tidak wajib. Secara konseptual, informasi harus dapat memenuhi kriteria biaya manfaat. Sekalipun secara teoritis kriteria biaya manfaat berlaku untuk semua output sistem informasi akuntansi, namun kenyataanya, banyak organisasi tidak memiliki kendali penuh atas semua kebutuhan informasinya. Guna memenuhi kebutuhan informasi yang wajib. Pertimbangan utama adalah sekedar meminimalkan biaya sambil tetap mempertahankan standar minimum realibilitas dan kegunaan informasi yang dihasilkan. Namun, jika suatu kebutuhan informasi tidak wajib, perusahaan perlu memrioritaskan manfaat lebih besar dari biaya penyajian informasi.
Akifitas organisasi yang terkait dengan keuangan dapat dipandang sebagai kegiatan bisnis. Proses bisnis sendiri bisa dibedakan menjadi empat siklus yaitu: siklus pendapatan, siklus pengeluaran, siklus produksi dan siklus keuangan. Karena kebanyakan organisasi mengalami kejadian ekonomi dan aktifitas serupa, maka dapat didefinisikan sembilan kelompok proses bisnis dasar, yaitu logistik penjualan inbound, logistik penjualan outbound, operasi, pemasaran, jasa, prokureman, pengembangan teknologi, organisasi dan manajemen sumber daya manusia dan infrastruktur perusahaan.
Istilah sistem informasi akuntansi mencakup penggunaan teknologi informasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna, bukan hanya teknologi komputer tetapi juga melibatkan teknologi yang lain untuk memproses informasi. Secara umum dapat dikatakan cakupan sistem informasi akuntansi melalui siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi.
Organisasi mempunyai kepentingan terhadap internal control untuk memastikan keandalan dari laporan keuangan, efektivitas dan efisiensi, serta kepatuhan terhadap peraturan. Elemen dari internal kontrol yaitu: Control environment, Risk assessment, Control activities, Information and communication, Monitoring.
Berdasarkan hal-hal di atas maka keterandalan sistem perlu dikembangkan, terdapat tiga tahapan penting pengembangan sistem yaitu: analisis sistem, desain sistem, dan implementasi sistem. Pengembangan perancangan sistem perlu dilakukan dengan orientasi pengguna dan mempertimbangkan seluruh kontek organisasi
*) Di ringkas oleh Soedjatmiko, untuk memenuhi tugas Matrikulasi MAKSI UNAIR dengan Materi Sistem Informasi Akuntansi. Sumber : Bodnar, George H and Hopwood, William S, 2004. Accounting Information System Ninth Edition . Pearson Education, Inc. Upper Saddle River . New Jersey