28 09 2008

Management RAMADHAN

Ada 8 Managemen yang harus kita siapkan dan terapkan pada bulan Ramadhan :

1. Manajemen Ruhiyah

    Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Ya Rasulullah! Tidak setiap kami mendapati Rasulullah SAW. membagi Ramadhan menjadi tiga bagian. Masing-masing berjumlah 10 hari. Di tahap awal Ramadhan, kita perlu memasang target ibadah Ramadhan kita. Setelah 10 hari berlalu, dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Tensi dan derajat ruhiyah ditingkatkan sampai pada tingkat yang maksimal.

    Di awal-awal bulan Syawal, kita melakukan recovery terhadap hati kita yang telah sangat suka dengan ibadah. Hasil yang kita harapkan setelah itu, adalah tercapainya kestabilan ruhiyah sebagai bekal kita untuk menghadapi kehidupan pasca Ramadhan. Kegagalan kita dalam mengurus ruhiyah akan berdampak kepada goyahnya ruhiyah pasca Ramadhan.

    2. Manajemen Amal

      Di bulan Ramadhan, setiap amalan dilipatgandakan oleh Allah. Untuk amalan sunnah akan bernilai wajib di sisi Allah. Dan amalan wajib akan Allah lipat gandakan menjadi 70 kali ganda. Bahkan amalan yang mubah seperti tidur , jika niatnya benar, pun bernilai ibadah di sisi-Nya. Di bulan ini kita berbisnis dengan Allah. Makin besar amalan yang kita lakukan, akan makin besar nilainya di sisi Allah. Selain itu juga karena waktu yang hanya terbatas 30 hari; dengan waktu yang sangat singkat ini, kita diharapkan mencapai derajat taqwa. Maka kita harus pandai-pandai menentukan prioritas dalam beramal. Amalan wajib kita dahulukan dari yang sunnah; amalan sunnah kita dahulukan dari yang mubah. Nilai ibadah sunnah yang tertinggi sangat kita utamakan dibanding dengan amalan sunnah yang lain, dan seterusnya.

      3. Manajemen Doa

        Rasulullah bersabda bahwa waktu yang paling berbahagia bagi orang yang berpuasa adalah ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Rabb-nya. Ketika Allah membuka tabirNya dan kita melihat wajah Allah dalam syurga, maka itu adalah waktu bertemunya seorang hamba dengan Allah di akhirat. Dan waktu bertemunya seorang hamba dengan Allah di dunia adalah saat berbuka puasa. Karena saat itulah Allah memberikan hak orang yang berpuasa setelah melaksanakan kewajibannya menahan nafsu di siang hari. Karena do’a yang dilantunkan saat itu adalah do’a yang mustajab.

        Ketika kita berpuasa seharian penuh dan kita tidak berbuka karena Allah; maka saat berbuka tentunya kita ingin membuktikan kebenaran puasa kita padaNya, dan saat itulah Allah ingin memberikan hadiahNya kepada hamba-hamba yang benar-benar dalam puasanya. TAPI, berapa banyak dari kita yang tidak menyadari hal ini. Berapa banyak dari kita yang melalaikan waktu yang sangat utama ini? Berapa banyak orang yang menyempatkan berdo’a (selain do’a berbuka) ketika berbuka? Berapa banyak orang yang menangis ketika berbuka? Tanpa menyedari bahwa kita telah melepaskan kesempatan berharga memohon kepada Allah terhadap keinginan kita, yang sangat mustajabah itu. Berapa banyak yang bertafakkur saat berbuka?

        Dengan tegukan pertama, ia ingat seluruh dosa-dosanya yang telah lalu, dan mengingat seharian penuh dia berpuasa, menahan seluruh nafsunya hanya untuk Allah dan ketika berbuka, ia meminta haknya, memohon sesuatu pada Allah, dengan do’a yang mustajabah tadi, seraya menangis untuk do’a dan dosanya. Hari pertama do’anya dikhususkan untuk orangtuanya agar terhindar dari api neraka. Hari kedua, do’anya dikhususkan untuk pengampunan seluruh dosanya yang telah lalu. Hari ketiga do’anya dikhususkan bagi saudara-saudaranya yang sedang berjuang dan syahid di medan laga melawan kaum kafir durjana, ?? Sehingga setelah keluar dari bulan Ramadhan, seluruh permintaannya telah terpenuhi, kewajibannya dilaksanakan dengan berpuasa, dan haknya dipenuhi Allah dengan makbulnya seluruh do’anya. Merugilah orang yang tidak menyadari hal ini. Karenanya tentu kita harus me-list permohonan kita selama 30 kali kesempatan. Apa keinginan kita di bulan sebelum Ramadhan, maka saat berbukalah keinginan itu kita utarakan. Itulah manajemen do’a.

        4. Manajemen Infaq

        Ladang pahala terbuka lebih luas di bulan Ramadhan. Jika kita memiliki dana berlebih, sekian ratus ribu atau sekian juta rupiah misalnya, apa amalan utama yang dapat melipatgandakan dana kita di akhirat dan menjadi berharga di yaumil akhir? Jawabnya adalah memberi makan orang berbuka. Memberi makan orang yang berbuka, dapat melumerkan hati dan memperat tali silaturahmi. Mereka yang kita berikan makanan berbuka akan sangat berterima kasih, dan lunturlah semua kekasatan hati yang pernah ada. Maka perlu manajemen infaq, terutama bagi kaum fukoro dan masakin.

        5. Manajemen Waktu

        “ Al Waqtu kassaif ”, maka jangan sia-siakan waktumu untuk hal yang tidak bermanfaat. Tidak lewat setiap detik –dalam bulan Ramadhan, kecuali di dalamnya bernilai ibadah. Namun ada waktu-waktu utama yang dianjurkan untuk melebihkan prioritasnya dibandingkan waktu-waktu yang lain. Oleh Rasulullah SAW., bulan Ramadhan dibahagi tiga bahagian. Awalnya adalah rahmat; pertengahannya adalah maghfiroh; dan bagian akhirnya adalah perlindungan dari api neraka. Waktu-waktu di bagian awal (sepuluh hari pertama), urusan duniawi masih memiliki porsi yang besar. Di bagian kedua, untuk urusan duniawi menurun. Dan di bahagian ke tiga, kita memfokuskan diri meninggalkan kehidupan dunia untuk sibuk dengan urusan akhirat. Mereka yang bersungguh-sungguh dalam hal ini, pasti telah mempersiapkannya jauh-jauh hari.

        Bagi mereka yang memiliki pekerjaan tetap, mungkin melokasikan waktu cutinya pada saat terakhir bulan Ramadhan. Mereka yang berdagang, meninggalkan dagangannya untuk sejenak beristirahat dari segala kepentingan dunia. Mereka yang memiliki aktivitas lain, atau kesulitan lain, telah disiapkan sebelum datangnya waktu i’tikaf (misal: banyak tugas; persiapan kuis; laporan yang harus diselesaikan). Sehingga saat beri’tikaf (sepuluh hari terakhir Ramadhan), seluruh permasalahan duniawi tak dapat mengganggu kesempatan ibadah kita ini.

        6. Manajemen Hawa Nafsu

        Bulan Ramadhan sebagai bulan latihan, menuntut kita untuk bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuan/target. Target yang paling rendah adalah diampuninya seluruh dosa. Dan target tertingginya adalah mendapatkan taqwa. Latihan mengendalikan hawa nafsu dari dosa dan kemaksiatan sangatlah penting artinya.

        Di bulan ini kita membuat list dosa yang mungkin kita perbuat (misal: pacaran (HTS), tidak bersabar atas kelakuan teman/tetangga, tidak sabar atas keadaan yang terjadi, kesel sama guru yang memberi tugas banyak padahal masih bulan Ramadhan, digosipin teman, difitnah ???? sabar aja, ya… Yang terasa; maaf yaa?????)

        Setiap berbuat dosa, beri nilai atau check point pada lembar muhasabah itu. Dan insya Allah kita akan takjub (asal jangan jadi ujub) dengan diri kita sendiri, manakala ini dilakukan dengan benar. Karena di hari-hari awal Ramadhan, ketika mengisi lembar ini, kita sibuk mengucapkan istighfar (dengan lisan dan qalbu) lalu mengevaluasinya. Di akhir Ramadhan, kita periksa ulang. Sehingga paling tidak, jumlahnya sudah banyak berkurang. OKE.


        Marhaban ya, Ramadhan…

        Created by : Eko_okE

        Industrial Engineering Universitas Diponegoro





        Back to Campus – Think, Action & Pray !!!

        17 08 2008


        Tanpa terasa, kita sudah melewati liburan kurang lebih satu bulan lamanya. Seperti semester yang terlewati, awal semester ini kita tentunya dihadapkan kehidupan dan problem baru di awqal kuliah, sehingga kita harus berusaha ekstra lagi dengan membuat rencana-rencana untuk satu semester ke depan. Sayangnya, tak jarang, berbagai rencana manis yang disusun, hanya berujung pada sebuah catatan tanpa makna. Berbagai rencana kadang hanya tinggal rencana, sebab tak ada eksekusi yang menjalankannya. Padahal, sebagus apapun rencana yang dicanangkan, akan menjadi sia-sia belaka jika tak ada tindakan nyata.

        Inilah yang melatarbelakangi saya menjadikan semester ini untuk think, action dan Pray! Awal semester ini menjadi momen untuk mempersiapkan diri kita agar semester ke depan kita dapat lebih berhasil dan beruntung daripada semester sebelumnya.Saya katakana berhasil dan beruntung, karena jika kita hanya mampu menjadi orang yang sama saja dengan kemarin, kita sebenarnya adalah orang yang merugi. Apalagi, jika sampai kita menjadi orang yang lebih jelek dari kemarin, maka kita akan termasuk orang yang celaka. Tentu, kita tidak ingin masuk dalam golongan orang yang merugi atau celaka ini bukan?

        Karena itulah, agar masuk sebagai orang yang berhasil dan beruntung, yakni orang-orang yang termasuk winner, kita harus melakukan perbaikan di sana-sini pada semester ini. Kita perlu memikirkan hal apa saja yang masih perlu dievaluasi dan dikoreksi pada semester-semester kemarin. Dan, dari evaluasi inilah, kita harapkan akan muncul pemikiran-pemikiran yang bisa kita jadikan batu loncatan menuju perbaikan di awal semester ini.

        Inilah think yang saya maksud. Yakni, kita perlu bertanya pada diri sendiri. Apa saja kelebihan yang kita miliki dan bisa kita maksimalkan di tahun baru ini. Kita harus berusaha mengetahui dan memahami apa saja kekuatan yang kita miliki, dan kemudian merencanakan apa yang bisa kita lakukan demi perbaikan di awal semester ini. Karena hanya dengan memaksimalkan kemampuan dan potensi yang kita miliki, jalan menuju sukses akan terbuka lebar.


        Unsur kedua, yaitu
        action alias mengambil tindakan nyata dari semua yang kita rencanakan tersebut. Sebab, hanya dengan eksekusi terhadap rencana, kita bisa mendapatkan hasil nyata dari semua rencana tersebut. Tentu, saat bertindak ini, akan banyak sekali hal-hal yang akan kita temui. Baik itu berupa halangan, rintangan, cobaan, dan bahkan kekuatan alam yang kadang datang tak terduga. Seperti banjir yang menimpa saudara kita di beberapa penjuru negeri ini. Tetapi, sebenarnya, justru dari semua kejadian itulah, kita terus bisa belajar. Belajar untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman,belajar untuk lebih bijaksana dalam menyikapi segala kondisi, dan belajar banyak hal lain yang pada akhirnya akan membimbing kita menuju pada jalan sukses masing-masing. Sebab, sejatinya, manusia itu tak kan pernah berhenti belajar. dan Hanya mereka yang mau selalu belajar lah yang akan tampil sebagai manusiadseutuhnya.

        Dan Unsur ketiga yang lebih penting yaitu Pray alias Berdoa, yakni selain berpikir dan bertindak kita kudu, mesti dan wajib berdoa kepada Allah SWT baik di awal maupun di akhir tindakan yang kita lakukan. Karena semua tindakan yang kita lakukan itu tidak akan terlaksana kecuali atas ijin dan Ridho dari-Nya.

        Hal inilah yang harus kita lakuakn di awal semester ini. Inilah saatnya bagi kita untuk menjadikan semester ini sebagai semester think action & Pray! Dengan cara inilah, kita akan bisa mengembangkan dan membangkitkan potensi-potensi dalam diri serta mencapai cita – cita yang Agung. Tak hanya itu, kita juga akan tumbuh menjadi manusia luar biasa yang punya kesadaran lebih bahwa sukses, memang hak setiap orang, “Success is My Right!”

        Mari, berpikir, bertindak, kemudian berdoa think action & Pray!, dan Semoga semester ini dan semester yang akan datang menjadi yang lebih baik .

        Sukses Luar Biasa!!! OKE !!!!!!!!!!!!!!








        Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
        Mulai