JAKARTA- Ledakan keras terjadi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009). Menurut keterangan saksi, ledakan terdengan dua kali, salah satunya berasal dari Hotel Ritz Carlton.
“Ledakan sekitar jam tujuh. Saya lari kea rah Hotel Ritz Carlton, lalu dari situ ada ledakan lagi,” ujar Alex Asmasoebrata yang biasa berolah raga di sekitar Mega Kuningan.
Menurut dia, ledakan pertama diperkirakan terjadi di Plaza Mutiara yang letaknya berseberangan dengan Hotel Ritz Carlton.
JAKARTA- Belasan tamu hotel JW Marriott panik dan berlarian menjauh dari Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta. Ledakan di hotel ini terjadi di tempat pertunjukan musik yang biasa disebut JW Lounge.
Saat ini, Jumat (17/7/2009), jalur Lingkar Mega Kuningan ditutup untuk umum. Tim gegana dan pemadam kebakaran telah tiba di lokasi kejadian.
Menurut saksi mata, ledakan keras terjadi sekira pukul 07.40 WIB. Pantauan okezone, hingga saat ini situasi di sekitar lokasi terasa mencekam.
Ledakan diduga Bom Bunuh Diri
Seorang saksi mata mengatakan dirinya melihat seorang korban dengan bagian tubuh yang hancur. Dia menduga korban merupakan pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.
Greg Woolstencroft, saksi mata mengatakan kepada CNN, Jumat (17/7/2009), dia sedang berad adi apartemennya kemudian mendengar suara ledakan keras.
“Saya melihat melalui jendela dan nampak asap tebal membumbung tinggi,” katanya saat diwawancara CNN.
“Saya turun dari apartemen dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan kedua di Hotel Ritz Carlton. Saya menuju lokasi dan melihat restauran yang berada di hotel itu hancur,” tuturnya.
Woolstencroft menyatakan melihat korban yang menurutnya adalah pelaku bom bunuh diri. “Dia seperti pelaku peledakan karena ditemukan sangat dekat dengan posisi bom diledakkan,” akunya.
Woolstencroft melanjutkan melihat banyak korban luka. Namun saat itu dia baru memastikan satu korban meninggal adalah mayat yang ditemukan di lokasi dekat posisi ledakan.
Polisi saat ini masih berkonsentrasi melakukan pengamanan dan evakuasi korban. Belum jelas apa penyebab dan motif peledakan.
“Jelas, sasaran bom adalah warga Barat dan ekspatriat. Saya merasa ada pihak yang ingin menyampaikan pesan dengan ledakan ini,” imbuhnya.
Teroris Manfaatkan Pilpres dan Kedatangan MU
Jakarta kembali menjadi sasaran aksi kelompok teroris dengan meledakan bom. Momen pemilu presiden dan kedatangan tim sepakbola Manchaster United, dimanfaatkan teroris untuk melancarkan aksinya. Benarkah?
“Pilpres adalah pesta demokrasi Indonesia yang disorot dunia. Sedangkan tim MU klub besar yang sangat terkenal. Ini dijadikan momen para teroris,” ujar pengamat intelijen AC Manulang saat berbincang dengan okezone per telepon, Jumat (17/7/2009).
Menurut dia, hal ini dilakukan sekelompok teroris untuk menunjukkan eksistensi mereka kepada dunia. Sehingga, aksi terorisme kembali menjadi pemberitaan utama dan membuat kondisi masyarakat menjadi panik.
“Sampai sekarang Noordin M Top belum tertangkap dan anak buahnya masih berkeliaran. Bisa jadi pelakunya sama yakni mereka yang menentang liberalisme atau Amerika,” tandasnya.
Sebagaimana dikehatui, Hotel The Ritz Carlton dikabarkan akan menjadi tempat bermalam para pemain dari Manchester United. Sedangkan Hotel JW Marriott menjadi tempat bermalam Tim Nasional PSSI. Kedua tim tersebut akan bertarung pada 20 Juli mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.
Ditemukan Bom yang Masih Aktif
Ledakan di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jumat (17/7/2009) pagi, masih diantisipasi aparat keamanan. Sebuah bom yang masih aktif ditemukan di salah satu kamar Hotel JW Marriott.
“Tapi anggota kami sudah menjinakkan bom aktif itu di kamar 1808,” ujar Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Kombes Murad Ismail kepada wartawan di areal Hotel JW Marriott.
Namun, Murad enggan menyebutkan dari kamar nomor berapa bom itu ditemukan. “Bom tersebut sudah dibawa ke Mako (Markas Komando) Brimob Kelapa Dua, Depok,” ujarnya singkat.
Polisi belum membeberkan siapa pelaku ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun polisi menduga ada modus baru dalam aksi para teroris itu.
“Mungkin komponennya dilepas satu per satu lalu dibawa masuk ke kamar 1808 itu. Kemudian baru dirakit di dalam,” ungkap Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Irjen Nanan Sukarna kepada wartawan di Plaza Bellagio, Mega Kuningan, Jumat (17/7/2009).
Menurut dia, saat ini tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap siapa pelaku yang bercokol di kamar di lantai 18 itu.
Dalam keterangan pers itu, Nanan juga menyatakan bahwa pihaknya menyediakan media center bagi para wartawan di Plaza Bellagio. Jaraknya dari lokasi ledakan tak lebih dari 500 meter saja.
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan bahwa pelaku teror di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton identik dengan teroris di Cilacap, karena bahan yang digunakan identik.
“Dengan kasus cilacap kemarin, kemudian bom yang ditemukan di sana identik dengan yang ada di sini. Tapi tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka,” ujar Kapolri saat jumpa pers di lokasi ledakan, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk peduli dan membantu aparat kepolisian dalam mengungkap benang kusut terorisme ini.
“Untuk masyarakat di mana saja berada agar memberi info secepatnya apabila ada orang-orang yang tidak dikenal. Seperti kasus di Cilacap, tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka itu,” tegasnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuding ledakan tersebut ada kaitan dengan hasil Pilpres.
“Pagi ini saya mendapat banyak pertanyaan yang mengatakan kepada saya, dan ada yang berteori paling tidak mencemaskan, aksi ini berkaitan dengan hasil pemilihan persiden,” kata SBY dalam jumpa pers di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (17/7/2009).
Namun, lanjut SBY, semua teori dan tudingan itu harus disertai bukti seusai dengan hukum yang ada di Indonesia.
“Kita tidak boleh menduga-duga begitu saja. Semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita merupakan negara hukum dan demokrasi sehingga harus betul-betul ditegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersam secara hukum yang bersangkutan bersalah, maka harus diadili,” tegasnya.
“Saya harus mengatakan pertama kali dalam rangkaian pileg dan pilprse 2009 ini, memang ada sejumlah ingkar janji yang dapat dikumpulkan oleh pihak berwenang. Ini memag tidak pernah kita buka kepada umum meskipun kita pantau dan ikuti intelijen yang sama. Maksudnya adalaha adanya kegiatan teroris yang berlatih menembak dengan foto saya berikut ada rekaman videonya,” lanjutnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, saat ini banyak operasi intelijen yang dilakukan salah satu golongan, dan memiliki tujuan tertentu yakni tindakan terorisme.
“Ada operasi intelijen usai pemilihan presiden kemarin. Bahkan, wajah saya dijadikan sasaran tembak saat mereka berlatih menembak,” ujar SBY saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jumat (17/7/2009).
SBY sempat berhenti berbicara sejenak dan meminta kepada ajudannya untuk mengambilkan gambar bukti latihan menembak para teroris yang dimaksud.
“Ini bukan fitnah dan bukan isu. Ini fakta dan saya memiliki bukti rekaman video serta gambarnya,” tandas SBY sambil menunjukan dua buah foto tersebut.
SBY mendapatkan kabar, jika selama ini beredar isu akan terjadi revolusi besar-besaran jika dirinya kembali menjabat sebagai presiden.
“Akan ada gerakan menduduki KPU secara paksa dan melawan hukum. Bagi mereka SBY tidak boleh dilantik,” tukas SBY.
Kendati demikian, SBY tidak menyebutkan nama siapa tokoh yang dimaksud. SBY hanya meminta kepada seluruh aparat baik Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) lebih meningkatkan keamanannya agar tindakan terorisme tidak terulang kembali.
Okezone.com
WITNESS COMENTARY