Menjemput Quatro
Selepas pengalaman di Bali, niat buat gowes makin kuat.. hal pertama yang dilakukan adalah mencari pengganti MTB 26” Polygon seri Bike to Work. Forum jual beli online pun dicoba, tapi hanya ketidakpuasan yang didapat. Akhirnya coba bertanya pada salah satu lek, biasa disebut paman kalau orang Indonesia. Dari hasil diskusi dengan beliau yang memang salah satu aktivis “Bike to Work” regional Jakarta, akhirnya disimpulkan untuk membeli keluaran Polygon. Baru atau second tidak jadi masalah asalkan emang mumpuni buat diajak main kasar. 😀
Pencarian di dunia maya pun ga berhenti sampai disana saja. Atas saran lek tadi coba buka situs bukalapak.com yang katanya sih temennya juga lagi jual sepedanya. Dicari-cari akhirnya ketemu penjual yang jual Polygon Astros di daerah Meruya (Jakbar). Setelah nego lewat hp, besok pagi jam 6 langsung meluncur ke tkp. Lewat jalan tol yang masih lumayan sepi pagi itu. Akhirnya sampailah di tempat do’i sekitar pukul 8.
Haha…ternyata bukan cuma Astros aja yang dijual, berdamping masuk “sell list” ada Quatro dan Heist. Makin bingung deh mau pilih yang mana, akhirnya setelah coba-coba pilihan jatuh pada Quatro yang emang dirancang buat main kasar. Setelah nego2 harga dan dapet bonus2… dibawalah menuju rumah penunggang barunya. Tiga hari berselang Quatro dibawa menuju Jogja menggunakan bus. Awalnya sih ditolak masuk bagasi bus, padahal dua roda udah dicopot. Namun akhirnya masuk juga di lambung sebelah kanan P.O Rosalia Indah SE jurusan Rw.Mangun-Solo setelah kasih “uang rokok” ke kondekturnya. 😀
Sepedamu, Pengalamanku :D
Ketertarikan akan sepeda sebenarnya dimulai dari keharusan menggowes setiap hari di Pulau Dewata selama dua minggu. Maklum saja, sepeda merupakan satu-satunya kendaraan yang dimiliki, itupun juga hasil dipinjamkan teman yang biasa dipanggil “betet”, padahal nama aslinya Adi Karmana. Gak tau kenapa bisa dipanggil jadi salah satu jenis burung. 😀 Sepeda yang dipinjamkan pun tak tanggung-tanggung, MTB 26” Polygon seri Bike to Work warna hitam.
Hum…penambahan aksesoris seperti lampu biar keliatan kalau lagi nite ride muter2 kota Denpasar. Beli helm juga merk United yang seri NiteSafe. Mau beli pengikat buat celana panjang ehh…malah salah kirim si agan di FJB, tapi barang yang dikirim ga sia2… malah jadi barang yang kudu dipake pas lagi gowes.
Ga kebayang kalau tuh sepeda udah nemenin muter2 kota denpasar, silaturahmi ke tempat temen, nemenin ke Pantai kalau lagi bete, ke kantor pagi2, sampe sarana buat ke tempat futsal di daerah Renon. Kadang lumayan juga kepake kalau lewat di jalan yang ada “doggy”nya….siap2 kabur.
Sayang sepeda itu ga boleh dibeli sama si mpunya. :(. Cuma bisa pesen kalau punya sepeda dirawat baik2… biar ga jamuran apalagi karatan. Sebulan sekali minimal diservice biar nggak ngambek kalau dipake buat gowes. Makasih buat bli Adi Karmana… kapan2 main ke Jogja tet…
Advokasi MIPA Goes To Prambanan…

Mentari minggu pagi menyapa kami, advokat-advokat muda BEM KM FMIPA UGM. Geliat semangat di pagi hari membuat kami harus berangkat menuju kantor kami. Telah berjanji untuk berkumpul di hari itu karena ada agenda yang harus kami lakukan. Yup, jalan-jalan advokasi. Empat bulan lebih kami disibukkan dengan agenda-agenda formal yang telah dirancang sebelumnya. Kini saatnya untuk mengalihkan penat yang telah tertumpuk.
Berkumpul pukul 08.30 di hall utama bem, itu kesepakatannya. Namun, sekali lagi ada sebagian orang yang masih ingin berlomba-lomba untuk telat. Begitu semangatnya mereka, hingga ketika datang mencari-cari alasan yang dapat dilogiskan. Hum.. Emang alasan itu selalu dibuat logis. Ga ada alasan yang dibuat tidak berdasarkan asas logis, bahkan kadang-kadang diberi bumbu bohong secukupnya agar dapat diterima.
Akibatnya, jadwal yang seharusnya sudah siap ternyata harus mundur-mundur dan mundur. Ditambah lagi banyak permasalahan yang muncul,. Mulai dari pertanyaan, jadi ga sih buat jalan-jalan? Kader advokasi yang datang tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya, kesulitan keuangan dan seabrek masalah yang menerpa.
Alhamdulillah, Allah memberi pertolongan, masalah-masalah itu pun berkurang dan berkurang. Memang kalau Allah sudah berkata “Jadilah!” maka terjadi, dan kita tak punya kuasa untuk urusan itu. Advokasi pun berangkat, Candi Prambanan jadi tujuan. Beranggotakan 8 orang yang berangkat, membuat kami harus menyiapkan 5 buah motor. Perjalanan pun ditempuh dengan waktu 20 menit.
Masuk ke daerah tujuan ternyata membuat kami harus merogoh kocek lebih (maklum, mahasiswa). Butuh waktu sekitar 4 jam lebih untuk membuat kami lelah mengelelingi objek Candi Prambanan. Setelah bersama melewati jalan kaki, canda tawa, foto-foto, dan lelah kami kembali ke Jogja. Huh..kenangan yang akan berkesan bagi Departemen Advokasi BEM KM FMIPA UGM 2009.
Telah bangkit dari Ibu Pertiwi
Untuk mengatakan kepada dunia
Bahwa kami siap bekerja keras
Demi terwujudnya kemenangan atas penindasan
(Departemen Advokasi BEM KM FMIPA UGM 2009)
Realita Ekonomi Indonesia
Terpuruk di tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami masa dimana titik kestabilan ekonomi Indonesia mencapai titik terendah. Krisis moneter yang menghantam hampir di semua negara asia pasifik menyebabkan kestabilan ekonomi dunia sedikit terganggu. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami dampak sangat parah pada bidang ekonominya. Nilai dolar pada tahun ini melonjak sangat jauh dari sebelum krisis moneter menghantam Indonesia. Jika sebelum krisis moneter, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hanya sekitar tiga ribu rupiah per dolar amerika namun ketika krisis moneter menghantam, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika menjadi lebih dari dua puluh ribu rupiah per dolar amerika.
Setelah 10 tahun berlalu, ternyata Indonesia belum juga keluar dari krisis moneter. Tidak seperti Korea Selatan, Thailand, atau tetangga terdekat kita yaitu Malaysia. Kalau dulu Malaysia mengimpor tenaga-tenaga ahli yang ada di Indonesia untuk mengajarkan mereka, sekarang yang ada hanyalah para tenaga kuli yang bisa disuruh seenaknya dan bahkan bisa disiksa yang diekspor dari Indonesia. Mengapa kita tidak segera bangkit untuk menyusul ketertinggalan kita dari negara-negara yang lain? Sebuah pertanyaan besar yang tidak butuh jawaban tetapi membutuhkan aksi yang nyata.
Kelahiran globalisme yang akhirnya memaksa Indonesia juga terjun ke dalam perdagangan bebas. Lihat betapa asing telah mencengkram bumi Indonesia dari Aceh sampai Papua. Tidak ada sumber daya alam strategis yang dimiliki oleh Indonesia, hampir semuanya dikuasai oleh asing. Lihat juga betapa pengaruh asing telah mencengkram pasar di Indonesia. Dengan kekuatan modal asing juga hypermarket seperti Carefour didirikan. Dengan berdirinya hypermarket-hypermarket tersebut menandakan terancamnya usaha rakyat yang terdapat dalam pasar tradisional. Kita juga dapat menyaksikan bagaimana pasar-pasar digusur atau dibakar dengan sengaja untuk mendirikan pasar global di bekas pasar tradisional yang digusur atau dibakar tadi.
Tetapi bukan Indonesia namanya jika tidak ada ketimpangan sosial karena hasil dari sistem ekonomi yang bobrok. Lihat bagaimana sistem yang dipakai sekarang, kalau dulu kita dikenalkan dalam sejarah bahwa Indonesia dalam melakukan perdagangan melakukan barter, namun sekarang, semua itu tergantikan oleh sistem perdagangan yang menjual negara demi uang.
Pasar global juga tidak terlalu khawatir akan kehilangan daya cengkramnya di Indonesia. Bangsa ini sudah diajarkan bagaimana cara mengkonsumsi barang yang gila-gilaan dan di luar akal sehat. Budaya konsumtif adalah salah satu kelebihan utama penduduk negara ini. Lihat bagaimana orang beramai-ramai dan siap mengantri hanya untuk melihat peluncuran tipe handpone terbaru. Bahkan dalam lelang satu batang handpone dibeli seharga 45 juta. Uang yang cukup sebetulnya untuk menyekolahkan lebih dari 50 orang yang putus sekolah.
Perbaikan ekonomi di Indonesia merupakan mimpi di setiap orang kecuali orang-orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Tugas kita adalah untuk menggali ilmu sesuai dengan bakat yang ada. Kita tidak bisa langsung asal masuk ke dalam sistem tanpa adanya pemahaman di dalamnya. Karena keberhasilan perubahan itu di tunjang oleh the right man on the right place, orang yang tepat pada posisi yang tepat.
Beasiswa Pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) Program Research Student 2010
Jakarta, 20 April 2009
-
Kedutaan Besar Jepang membuka penawaran beasiswa kepada mahasiswa/mahasiswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas di Jepang sebagai research student pada tahun 2010 dalam Program Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho).
-
Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (master/doctor/professional graduate course) atau meneruskan program doctor degree setelah menyelesaikan program master degree atau professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.
-
Persyaratan untuk melamar, sbb
(1) Pelamar lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1975 (2) IPK minimum 3,0 atau nilai EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) minimum 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang (3) Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen atau lulus Tes Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 2 -
Formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan, pukul 08:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp).
Dokumen lamaran harus sudah diterima oleh Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 22 Mei 2009, dapat diserahkan secara langsung atau dikirim melalui pos. -
Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diperoleh di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: Tel: 021-3192.4308 psw: 175, 176).
sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp/news09_17.html
REALITA POLITIK BANGSA!
Tahun 1998 merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tahun ini rezim yang berkuasa selama 32 tahun dipaksa untuk turun. Reformasi menjadi sebuah kata yang begitu populer pada tahun itu. Harapan baru terwujudnya Indonesia yang lebih baik hadir ketika reformasi bergulir. Namun setelah 10 tahun reformasi berjalan, perubahan akan Indonesia yang lebih baik justru menjauh.
Semua kalangan sadar bahwa mahasiswa yang mencetuskan ide reformasi hanya mendapat pepesan kosong. Mahasiswa yang dengan susah payah untuk menurunkan sebuah rezim tidak mendapatkan hasil apa-apa. Justru orang-orang tertindas pada zaman orde baru yang menikmati hasil reformasi. Pemerintahan Indonesia ternyata tidak dihuni oleh orang-orang muda yang menelurkan semangat reformasi. Namun yang ada hanya orang-orang tua berpikiran kolot dan anti perubahan yang menduduki pemerintahan.
Pemerintahan dibentuk berlandaskan asas demokrasi. One man one vote itulah makna demokrasi yang dijalankan bangsa ini. Suara terbanyak menentukan kebijakan apa yang akan diambil. Walaupun kebijakan itu akan menyengsarakan rakyat, pemerintah tidak mau ambil pusing. Inilah ketika one man one vote dipraktekkan tanpa mengindahkan suara rakyat. Suara terbanyak adalah suara tuhan, suara terbanyak menentukan kebijakan bukan menghasilkan sesuatu untuk mensejahterakan.
Dengan one man one vote pula, kepemimpinan Indonesia akan ditentukan. Pemilu menjadi ajang bergengsi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di negeri ini. Dengan cara seperti ini, menempatkan partai politik sebagai pilar berlangsungnya sebuah regenerasi kepemimpinan. Partai politik akhirnya menjadi salah satu jalan untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Calon anggota legislatif yang akan menjadi anggota legislative diharapkan dapat menjadi penyalur tuntutan dan kebutuhan rakyat.
Seperti halnya pencalonan anggota legislatif, Presiden dipilih melalui one man one vote. Pemilihan langsung oleh rakyat pertama kali di Indonesia dilaksanakan pada pemilu 2004. Namun pemimpin-pemimpin bangsa yang dipilih oleh rakyat ternyata tidak membawa dampak kesejahteraan bagi rakyat. Pemimpin yang diamanahkan rakyat untuk memimpin bangsa ini ternyata tidak menjalankan amanah tersebut. Mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat selalu saja dikeluarkan walaupun mendapat pertentangan.
Tahun 2009 menjadi tahun penting bagi bangsa Indonesia. Pada tahun ini, tampuk-tampuk kepemimpinan bangsa akan ditentukan. Partai-partai yang selama ini pasif mulai menggeliat lagi, seakan-akan aktivitas partai hanya terbatas pada pemilu saja. Kantor-kantor pimpinan mulai dari pusat sampai ranting mulai beraktivitas kembali menyambut momen pemilu. Ini menunjukkan bahwai partai-partai hanya melakukan kegiatan bila ada momen besar datang seperti pemilu. Seharusnya partai dapat menempatkan dirinya sebagai salah satu aset pendidikan politik bagi masyarakat.
Pemilu 2009 juga menjadi pesta demokrasi bagi rakyat. Di momen ini masyarakat berbondong-bondong untuk menentukan pilihannya. Bermacam-macam motif untuk memilih pada momen ini. Terlepas motif apa yang nanti mendorong anda untuk memilih, pilihlah partai yang mempunyai visi jelas untuk mensejahterakan rakyat. Anda bisa membandingkan antara partai yang satu dengan lain. Lihatlah kantor dewan perwakilan partai-partai yang ada di daerah anda. Lihatlah partai mana yang selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan atau bahkan buka hampir 24 jam. Yang pasti pada pemilu 2009 nanti gunakan hak pilih anda untuk memilih. Karena suara anda akan menentukan.
Menjadi Sejarah…
Ada kesatuan waktu yaitu antara waktu yang lalu, sekarang dan yang akan datang. Kejadian yang telah lalu dan tidak akan pernah kembali lagi dinamakan dengan sejarah. Tentu setiap negara di dunia ini punya sejarah masing-masing, tidak terkecuali dengan Indonesia. Negara yang baru merdeka setelah lebih dari 3 abad lamanya dijajah oleh bangsa asing. Kemerdekaan yang diraih pada tanggal 17 Agustus 1945 tidak pernah lepas dari peran para pemudanya. Para pemuda yang berjuang dan berkorban demi terciptanya Indonesia yang baru.
Ketika itu pada awal abad 20 muncul berbagai gerakan kepemudaan bersifat nasional yang bertujuan untuk membebaskan bumi Indonesia dari tangan penjajah. Nama Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij adalah sebagian gerakan yang muncul untuk membebaskan Indonesia dari belenggu penjajah. Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran para pemuda. Ketika itu para pemuda antara lain Wikana, Chaerul Shaleh, dan Sukarni yang dengan gagah menculik Soekarno dan Hatta untuk dibawa ke Rengasdengklok. Soekarno dan Hatta dipaksa untuk mempercepat proklamasi. Mereka mengancam akan terjadi pertumpahan darah bila proklamasi tidak dibacakan secepatnya.
Itulah para pemuda terdahulu yang menggunakan masa mudanya untuk berjuang. Namun sejarah tetaplah menjadi sejarah, dia menjadi bahan pelajaran bagi di masa yang akan datang. Sama seperti halnya para pemuda di negeri ini yang sebagian besar telah melupakan sejarah pemuda pada masa lalu. Bahkan diperparah oleh keadaan sebagian pemuda hari ini yang telah melupakan tugas dan kewajibannya sebagai penggerak perubahan. Pemuda yang telah kehilangan orientasinya sebagai pemuda seperti yang ditulis oleh Antonio Gramsci:
‘…… anak-anak muda menjadi pengecut sekaligus melihat terlalu banyak kepengecutan. Kekerasan spiritual yang sedemikian kuat melanda anak-anak muda itu begitu memalukan dan menyedihkan……sekolah-sekolah itu tengah mengalami disintegrasi sebagaimana yang dialami oleh institusi-institusi yang lain, dan dipenuhi dengan segerombolan gangster……dan tak mungkin bagi negara kita untuk berharap tercipta sebuah pembaharuan masyarakat dari berandal-berandal muda ini……’
Para pemuda saat ini yang cenderung enggan untuk menghabiskan masa mudanya untuk berjuang disebabkan karena suatu hal, yaitu kapitalisme. Kapitalisme yang berkembang telah membelenggu semangat militan para pemudanya. ‘Kenikmatan dan kemanjaan’ yang diberikan oleh kapitalisme mampu mengkerdilkan mental dan pikiran para pemuda. Sangat menyedihkan melihat para pemuda yang dangkal cita-citanya dan tidak mau berjuang untuk negaranya.
Walaupun banyak para pemuda yang telah menghamba secara sadar maupun tidak sadar terhadap kapitalisme, masih banyak juga para pemuda yang berjuang akan terbitnya harapan Indonesia baru yang lebih bermakna. Harapan itu akan selalu ada dan akan terus ada jika kita mau untuk berbuat dan berjuang. Semoga kita yang akan kembali menyalakan lilin-lilin ketika yang lain sedang mencaci maki kegelapan. Jadilah kita para pemuda yang menghabiskan waktu mudanya untuk memikirkan kondisi bangsa dan masyarakat. Sehingga apa yang kita lakukan dapat dipertanggungjawabkan di Yaumul Hisab nanti. Bukan saat yang tepat ketika kita masih bersantai-santai di atas dipan-dipan kita. Mengambil dari penafsiran atas Sayyid Quthb atas surat Al-Muzammil dan surat Al-Muddatsir. Diambil dari Tafsir Fi-Zhilail Qur’an.
……bangunlah…bangunlah untuk menyongsong urusan besar yang sedang menantimu dan tugas berat yang akan dibebankan kepadamu. Bangunlah untuk berjuang dan berusaha, berkiprah dan bersusah payah. Bangunlah, waktu tidur dan istirahat telah berlalu….Bangunlah dan bersiaplah…..maka apa artinya tidur? Apa artinya istirahat? Apa arti ranjang yang hangat dan kehidupan yang penuh kesenangan?…..peringatkan terhadap bahaya yang dekat yang senantiasa mengintai orang-orang yang lalai dan kebingungan dalam kesesatan namun mereka tidak menyadari…. (Sayyid Quthb, Tafsir Fi Zhilail Qur’an Jilid 12, Gema Insani, 2001)

