
Kamu yang selalu ada, ketika aku butuh
Kamu yang selalu temani, ketika aku merasa sendiri
Kamu yang selalu sabar, ketika aku marah
Dan kamu yang ternyata selalu melihat gerak gerik ku
Kamu yang selalu usil, ketika aku terlihat melamun
Kamu yang selalu ingin tahu, ketika aku mulai menulis sesuatu
Kamu yang selalu siap jadi pendengar, ketika aku sedih
Dan kamu yang ternyata selalu cepat temukan aku, ketika aku menghilang
Ya, kamu yang sudah hampir 2 tahun ku mengenalmu
Selama itu pula aku berusaha untuk lebih mengenalmu
Perjalanan yang penuh tantangan
Penuh ujian dan suka duka
Sempat beberapa bulan ku berusaha untuk menghilang
Namun ternyata aku tak bisa tanpamu
Dan ku tak bisa tuk melepaskanmu
Untuk orang yang inginkanmu juga
Aku terlanjur memunculkan rasa sayang itu
Yang membuat ku selalu berpikir
Salahkah dengan apa yang ku rasa
Salahkah dengan apa yang telah aku lakukan selama ini
Jikalau dalam hidupmu sudah ada yang kau pilih
Sudah ada yang telah memenangkan hatimu
Aku mohon katakanlah dengan bibirmu
Katakanlah dengan ucapanmu dan suaramu
Bukan dengan sikapmu
Bukan dengan menjauh
Bukan dengan ucapan kasarmu
Bukan pula dengan bahasa tubuh yg membuat ku bingung
Bicaralah, katakanlah
Apa yang sebenarnya
Bukan bermain teka teki seperti ini
Ku tak ingin menjadi salah paham atas sikapmu
Ku hanya ingin kepastian, bukan permainan
Aku benar benar masih sayang kamu
Namun ku tak tahu harus bagaimana
Dan apa yang sebenarnya dalam dirimu
Ataukah mungkin memang aku tak pantas
Untukmu, bagimu dan padamu