KURANGNYA KEMAMPUAN KOMPETENSIKEPRIBADIAN GURU January 12, 2010
Posted by farida07 in Uncategorized.2 comments
KURANGNYA KEMAMPUAN KOMPETENSIKEPRIBADIAN GURU
Pengertian kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Esensi dari kompetensi kepribadian guru tersebut yaitu kesemuanya bermuara ke dalam intern pribadi guru. Perwujudan dari kepribadian guru ini akan lebih banyak memengaruhi minat dan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pribadi guru yang santun, respek terhadap siswa, jujur, ikhlas dan dapat diteladani, akan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran apa pun jenis mata pelajarannya. Karena adanya hubungan yang sangat erat tersebutlah maka tidak dapat dipisahkan antara siswa dan guru meskipun bila dilihat kedudukannya mereka adalah berberda.
Bila kita melihat perkembangan dunia pendidikan sekarang ini, kita akan menemukan beberapa kasus yang mencoreng nama baik dunia pedidikan Indonesia. Sebut saja kasus pemukulan guru terhadap siswanya, dan terakhir kita mendengar seorang guru sekaligus ustad di pesanteren tega menyiram tangan anak didiknya dengan air keras karena dituduh mencuri hp. Bila menganalisis hal tersebut, salah satu penyebab muncul beberapa kasus tersebut karena kepribadian guru yang kurang mantap, kurang stabil dan kurang dewasa. Penyebab lainnya yaitu tidak terbangun jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dan siswanya, baik di kelas maupun di luar kelas. Tentu ini menjadi sangat ironi karena seharusnya dalam konteks pembelajaran di sekolah antara guru dan siswa tidak boleh ada jurang pemisah yang akan mejadi penghamabat dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, hal ini pastinya merupakan kabar yang sangat menyedihkan bagi dunia pendidikan. Dampak lanjutan dari kurangnya kemampuan guru dalam kompetensi kepribadian adalah menjadikan anak didik kesulitan untuk mencari sosok idola panutan mereka, sedang anak-anak yang berada dalam usia remaja sangat mencari dan membutuhkan figur keteladanan dan tokoh identifikasi yang akan diterima dan diikuti langkahnya. Oleh karena itu, kompetensi kepribadian harus lebih dulu dimiliki oleh guru, akan tetapi ini bukan berarti kompetensi lainnya boleh dikesampingkan.
Penyebab
Salah satu penyebab rendahnya moral/ahlak generasi saat ini adalah rendahnya moral para guru dan orangtua. Ada kecenderungan guru menganggap tugasnya hanyalah mentransfer ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ilmu pengetahuan tersebut, apalagi kondisi pembelajaran saat ini sangat berorientasi pada peroleh angka-angka sebagai standarisasi kualitas pendidikan. Ini menunjukan kurangnya pemahaman guru tentang kompetensi kepribadian. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kompetensi kepribadian kurang dipahami oleh guru-guru saat ini, antara lain:
1. Proses rekrutmen guru yang mengedepankan kemampuan teknis (hardskills) tanpa memperhatikan kemampuan non teknis (softskills) seperti kemampuan memanajemen diri dan orang lain dan bahkan tidak sedikit lembaga pendidikan merekrut guru dengan tidak memperhatikan kedua keterampilan tersebut.
2. Pendidikan dan Pelatihan guru hanya banyak ditekankan pada kemampuan guru menguasai kurikulum saja
3. Tidak dipahaminya profesi guru sebagai profesi panggilan hidup (call to teach), artinya guru merupakan pekerjaan yang membantu mengembangkan orang lain dan mengembangkan guru tersebut sebagai pribadi.
Solusi
Pemerintah telah banyak melakukan upaya meningkatkan kemampuan pedagogis dan professional guru, baik melalui pelatihan, workshop, maupun pemberdayaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Akan tetapi, hal tersebut kurang menyentuh peningkatan kompetensi kepribadian guru. Oleh karena itu, kami mencoba menawarkan beberapa alternative solusi yang dapat dilakukan guru untuk menghadapi permasalahan tersebut, antara lain:
1. Kesadaran untuk evaluasi kinerja sendiri (tindakan reflektif)
Guru harus mencoba untuk selalu mengevaluasi diri sendiri apakah telah memiliki kompetensi kepribadian yang bagus atau belum. Kesadaran ini menjadi penting karena tanpa guru memiliki kesadaran untuk selalu mengevaluasi kinerja diri sendiri maka luaran yang dihasilkan tidak ada peningkatan atau bahkan akan menurun.
2. Mencoba mengembangkan diri secara berkelanjutan
Setelah guru memahami apakah kinerja sebagai guru selama ini telah menunjukkan kompetensi kepribadian yang bagus atau belum, maka guru mencoba memperbaiki dengan cara missal mengganti system mengajar yang lebih sesuai dengan karakteristik siswa, memberikan pesan moralditiap penyampaianmateri,dan sebagainya.
3. Melakukan kebiasaan yang menunjukkan keteladanan
Guru harus menjadi model dalam pembelajaran pendidikan moral, baik pada pendidikan moral kebangsaan (nasionalisme) maupun pendidikan moral agama (akhlak). Kebiasaan tersebut dapat di integrasikan pada proses pembelajaran disekolah misalnya; gotong royong, bhakti sosial, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, budaya demokrasi dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut wajib diikuti oleh warga sekolah termasuk guru. Jadi guru tidak hanya dapat menyuruh siswa melakukan kebiasaan baik saja tetapi harus mempraktikkan langsung. Kegiatan ini akan dapat meningkatkan kompetensi kepribadian kita sebagai guru.
4. Menghilangkan jurang pemisah antara siswa dan guru
Untuk menghilangkan jurang pemisah antar guru dan siswa guru harus mencoba menjadi teman dan sekaligus orang tua bagi siswa di sekolah. Missal, guru lebih terbuka dan sering mengajak diskusi dengan siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan ini maka siswa menjadi lebih berani mengungkapkan pendapat mereka terhadap guru dan akan meghilangkan jurang pemisah anata keduannya.
5. Memahami bahwa profesi guru bukanlah hanya profesi untuk mendapatkan penghasilan
Guru harus menghilangkan anggapan bahwa tugasnya hanyalah mentransfer ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ilmu pengetahuan tersebut atau anggapan bahwa guru adalah pekerjaan yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan saja. Tentu disini yang diharapkan bukan hanya anggapan yang diyakinin dalam pikiran dan hati saja, tetapi harus ada tindak lanjut dari itu semua. Dengan adanya pemahaman bahwa profesi guru adalah pekerjaan yang mulia maka guu harus mengubah system pembelajaran yang awalnya hanya memprioritaskan terpenuhinya penyampaian materi saja, sekarang harus ditambah dengan dalam penyampaian materi harus diberikan pesan-pesan moral bagi siswa.
Sumber:
Buku:
Siswoyo, dwi. 2007. Ilmu pendidikan.yogyakarta: UNY Press.
Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
Internet:
http://irfarazak.blogspot.com/
http://www.harian-aceh.com/opini/85-opini/
KEJAHATAN DUNIA MAYA December 31, 2009
Posted by farida07 in Uncategorized.2 comments
Pada dasarnya, teknologi internet merupakan sesuatu yang bersifat netral, dalam artian bahwa teknologi tersebut tidak bersifat baik ataupun jahat. Akan tetapi dengan keleluasaan fungsi dan kecanggihan teknologi informasi yang terkandung di dalamnya ditambah semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan mendorong para pelaku kejahatan untuk menggunakan internet sebagai sarananya, sebagai salah satu contohnya adalah kejahatan perdagangan anak melalui internet.
Melihat perkembangan kecanggihan teknologi informasi saat ini yang begitu pesat , Cybercrime pada saatnya akan menjadi bentuk kejahatan serius yang dapat membahayakan keamanan individu, masyarakat dan negara serta tatanan kehidupanglobal. Kegiatan-kegiatan kenegaraan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dan negara tidak selalu bisa dijamin aman dari ancaman penjahat dalam dunia maya.
Semakin merebaknya fenomena praktik kejahatan melalui internet (cyber crime), pemerintah / pemegang kekuasaan beranggapan bahwa hal ini dapat mengancam kepentingan – kepentingan dari kelompok pemegang kekuasaan. Oleh karena itu, diperlukan penanggulangan yang cukup serius dalam menanggulangi kasus cybercrime. Apalagi bentuk kejahatan ini merupakan kejahatan jenis baru dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia.
Dalam penanganan kasus cybercrime ada 5 model pananganan untuk mengantisipasi kasus cybercrime, yaitu :
a. Pembentukan institusi untuk mengawasi secara terus menerus lalu lintas dunia maya dan juhga perbaikan sistem lembaga hukum terkait dengan cara pembenahan manajemen data.
Hal ini bertujuan untuk mengontrol dan mengawasi lalu lintas dunia maya, yang apabila dianggap ada yang mencurigaklan dan menunjukan bertentangan dengan perundangan / peraturan hukum yang dibuat pemerintah dan mengancam pemerintah maka bisa dilakukan tindakan cepat terhadap kasus ini.
b. Penguasaaan teknologi oleh staf lembaga yang menangani masalah cybercrime di Indonesia disebut Depkominfo dan bekerjasama pula dengan sektor lain, agar cyber crime bisa ditangani para ahli yang memiliki kemampuan tinggi di bidang teknologi.
Hal ini sesuai dengan upaya penanggulangan secara khusus pada bagian c dan d yang sudah disebutkan dibagian awal. Karena pelaku-pelaku cybercrime secara umum adalah orang-orang yang memiliki keunggulan kemampuan keilmuan dan teknologi. Pada sisi lain, kemampuan aparat untuk menanganinya sungguh jauh kualitasnya di bawah para pelaku kejahatan tersebut.
c. Dengan mempersiapkan regulasi unutk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan, serta mekanisme pemberian sanksi kepada para pelaku.
Ini terkait dengan upaya penanggulangan secara represif. Produk hukum yang sudah dibuat yang terkait dengan kejahatan cybercrime di Indonesia adalah UU NO 11 Tahun 2008 tentang teknologi informasi.
d. Mewujudkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi kasus cyber crime dengan cara memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa mengakses informasi dari blog yang memuat informasi cyber crime tidak akan memiliki manfaat apa pun.
Ini terkait dengan penanggulangan secara prefentif pada bagian peningkatan kesadaran hukum serta disiplin masyarakat. Dan pada bagian meningkatkan pendidikan moral.
e. Kerjasama internasional
Mengingat bahwa cybercrime tidak mengenal batas-batas negara maka dalam upaya penanggulangannya memerlukan suatu koordinasi dan kerjasama antar negara. Cybercrime memperlihatkan salah satu kondisi yang kompleks dan penting untuk diadakannya suatu kerjasama internasional. Salah satu contoh yang dilakukan Indonesia bersama 8 negara lainnya membentuk Nasional Central Boreau ( NCB ) interpol kawasan Asia – Pasifik dalam memerangi dan mengungkap kasus perdagangan anak internasional,terutam dengan modus dunia maya ( cyber ).
Efektivitas ebook gratis bagi pelajar Indonesia December 30, 2009
Posted by farida07 in Uncategorized.6 comments
Sejak Agustus 2008 yang lalu, Pemerintah melalui Depdiknas telah meluncurkan program buku gratis dengan cara membeli Hak atas beberapa buku pelajaran, mulai dari tingkat SD, SMP sampai SMA. Buku Digital atau eBook dalam format PDF ini dapat di download oleh siapa saja sehingga tentu akan sangat memudahkan bagi yang membutuhkannya. Di dalam ebook ini terdapat bermacam-macam buku pelajaran, hanya dengan mendwonload saja, kita dapat memiliki buku ini dan tidak perlu membeli buku ke toko buku lagi yang jelas membutuhkan waktu, tenaga dan biaya lebih besar. Jadi ini jelas sangat menunjukkan kemanfaatan ebook ini, yaitu cepat, praktis, mudah, dan murah.
Terlepas dari itu semua, yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah apakah dengan segala kemanfaatan ebook tersebut, para pelajar di Indonesia dan pihak terkait telah dapat memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan ebook tersebut. Telah kita ketahui bersama bahwa belum seluruh sekolah yang ada di Indonesia ini memiliki akses jaringan internet. Bahkan untuk computer saja belum tentu seluruh sekolah di Indonesia telah memilki sarana tersebut. Tentunya ini akan menjadi salah satu kendala bagi pelajar untuk memanfaatkan ebook gratis ini. Bahkan terkesan program ini hanya untuk kalangan mampu yang tidak memerlukan buku gratis.
Akan tetapi hal ini jangan menjadikan patah semangat bagi pelajar yang sekolahannya belum memilki akses internet karena pemerintahan telah menyiapkan dana cukup besar untuk kemajuan pendidikan Indonesia sehingga semoga saja dalam beberapa tahun kedepan seluruh sekolah di Indonesia dapat memiki kompuer dan akses internet. Selain itu, belakangan ini kita ketahui bersama bahwa banyak orang mulai memanfaatkan internet untuk membantu dalam berbagai kegiatannya. Baik itu dalam urusan pekerjaan, pendidkan atau hanya untuk hiburan semata. Tidak itu warga yang tinggal di kota maupun di desa-desa. Hal itu tentunya mulai banyak muncul warnet- warnet di desa-desa sehingga memudahkan pelajar yang di sekolah belum ada akses internet, mereka dapat mendownload ebook gratis ini di warnet tersebut.
Sekarang anggaplah telah banyak yang dapat cukup mudah untuk mengakses internet, apakah itu menjamin ebook gratis ini telah dimanfaatkan oleh para pelajar di Indonesia. Ada sebagian pelajar sekarang lebih senang memanfaatkan waktu mereka dengan chatting (YM, Mirc, FaceBook, Friendster, blog kosong dsb), mencari-cari kenalan yang tidak efektif, atau browsing pada hal-hal yang tidak berguna, sehingga totalitas jam internet sebagian besar dihabiskan oleh hal negative yang tidak bermanfaat. Apa yang menjadi alasan mereka, padahal mereka mengetahui bahwa hal tersebut apabila dilakukan terlalu sering menjadi tidak bermanfaat dan mereka juga mengetahui bahwa ebook ini bermanfaat bagi mereka yang sebagai seorang pelajar.
Mungkin salah satu yang menjadi alasan karena memang mendownload ebook gratis dari situs resmi depdiknas ini agak kurang nyaman. aksesnya yang lamban dan cara download yang bertele-tele karena file buku dipisah-pisah per bab. Sebenarnya hal ini dimaksudkan agar proses download bisa lebih cepat. Namun akibatnya file yang harus di download menjadi begitu banyak dan merepotkan. Akan tetapi,sekarang ini sudah banyak situs dan blog yang menyediakan file-file tersebut. Salah satunya adalah InVirCom. Situs ini telah menggabungkan bab-bab menjadi 1 file per judul buku. Terlepas dari itu semua, karena program ebook gratis itu sangat bermanfaat bagi pelajar Indonesia tentunya kita tidak ingin program ini hilang begitu saja. Kita sebagai individu yang menginginkan pendidikan di Indonesia lebih baik ada baiknya untuk lebih bersikap positif dengan memanfaatkan ebook ini.
Hello world! December 25, 2009
Posted by farida07 in Uncategorized.1 comment so far
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
