HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Tinggal dua hari lagi kita akan memperingati hari Pendidikan Nasional, saya mengajak bapak/ibu apakah guru atau bukan untuk merenung apa sebenarnya yang terjadi dengan pendidikan kita. Apakah pemerintah sudah cukup benar untuk memutuskan bahwa nasip siswa (lulus/tidak) ditentukan hanya dalam waktu 4 hari. Mengapa banyak terjadi permasalahan-permasalahan seperti yang kita lihat di media cetak/elektronik, guru curanglah, guru membocorkan soallah, guru memberikan jawabanlah, mengapa guru-guru kita yang bekerja lebih banyak amalnya dan ikhlasnya ketimbang memikirkan kesejahteraannya. eh mau mensejahterakan guru saja masih sangat susah harus melalui tes inilah, itulah. Guru oh guru betapa malangnya nasibmu. Sementara orang lain asyik mashuk bergelimang harta hasil dari korupsi. Memang saya akui guru juga salah melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu. Tapi yang lebih salah lagi adalah jika pemerintah masih mempertahankan hal ini. Jika hal ini terus dipertahankan maka setiap tahun akan terdapat guru-guru yang stress, kepala sekolah stress, siswa stress, dan orang tua pun juga stress. Momen hari pendidikan ini sangat tepat untuk kita semua untuk tidak hanya sekedar merenung tapi mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Bagaimana menurut teman-teman ? 

 

Comments (5) »

Launching Blog Guru Banjarbaru

Hari ini satu lagi tugas telah terselesaikan,  proposal pengajuan dana Block Grant untuk MGMP Matematika telah di antar ke LPMP Kalimantan Selatan tepat jam 08.30 tadi. Satu minggu sudah tertunda karena mengurus persiapan Launncing Blog Guru Banjarbaru yang Alhamdulillah telah sukses. Hari Sabtu, 26 April 2008 telah diresmikan Blog Guru Banjarbaru  oleh Bapak Walikota Banjarbaru, lelah satu minggu mempersiapkan hilang sudah dengan suksesnya acara tersebut. Menengok kembali kebelakang ketika mempersiapkan. Hari Senin, 21 April kami ( saya dan pa Balawi) menghadap protokoler untuk melihat jadwal Bapak Walikota, kami diberi piliha hari Rabu, 23 dan Sabtu, 26. Kami memilih Sabtu dengan pertimbangan Hari Rabu tanggal 23 teman-teman dari SMA/SMK jelas tidak bisa karena Siswa-siswanya mengikuti Ujian. Kemudian kami di arahkan protokoler ke Bagian Umum untuk boking Aula Gawi Sabarataan, hari itu juga kami ke Bag. Umum untuk boking aula, Alhamdulillah hari yang dimaksud aula kosong tidak ada yang pakai. Hari Selasa, 22 kami kembali lagi ke protokoler untuk menyerahkan surat secara resmi, begitu juga ke Bag. Umum, kemudian ke kantor Telematika untuk meminta fasilitas ekses internet di aula . Alhamdulillah Di terima dengan baik. Tetapi ketika saya datang lagi ke kantor Telematika untuk menyerahkan surat secara resmi saya diberitahu bahwa untuk mengakses internet di aula Gawi di aula.  perlu ada alat yang namanya W. Poter. Telematika saat ini tidak mempunyai cadangan alat seperti itu untuk di pasang. Akhirnya mereka bersedia mencarikan dengan cara meminjam di tempat lain. Ketika saya pergi dari sana dan telah tiba di sekolahan saya ditelpon oleh ibu Syasa bahwa alat sudah ada dipinjamkan dari Bapedda. Alhamdulillah masalah teratasi. kemudian kami mengirim undangan ke beberapa pejabat baik Dinas Pendidikan maupun LPMP tetapi tak ada pejabat yang kami temui, ini bisa dimaklumi karena mereka sibuk sebagai tim Independen memantau pelaksanaan ujian. Saya terus berkoordinasi dengan ketua  mengenai kondisi terakhir sebelum pelaksanaan. Sampai detik-detik di hari h kami selalu memantau kondisi dan situasi. Alhamdulillah semua berjalan sesuai harapan. Jadi dalam kesempatan ini saya mengucap syukur kepada Allah, terima kasih kepada keluarga yang memaklumi kesibukan saya ( anak dan suami ), teman-teman yang telah bekerja sama dengan baik, meskipun undangan lewat telpon mereka tetap hadir, kepada protokoler, kepada Bag. Umum, Telematika, Humas, kebersihan, keamanan,  Dan kepada Bapak Rudi Resnawan yang telah bersedia meresmikan Blog Guru tersebut, serta kepada bapak dan guru kami Ersis Warmansyah Abbas juga bapak Zaenal Fanani. Sekian dan  Terima Kasih. ” Tidak ada tugas yang berat jika dilakukan dengan ikhlas”. Ok..  

   

Leave a comment »

Pembelajaran Matematika yang Kontekstual (I)

Pelajaran matematika menyebalkan, membosankan, bikin pusing, tidak menyenangkan, mata pelajaran yang tidak disukai/dihindari siswa. Terus terang saya dulu ketika sekolah juga merasakan hal yang sama. Sekarang setelah menjadi guru, guru matematika pula. Apakah saya akan melakukan penyiksaan seperti yang saya alami semasa sekolah dulu? Hari ini saya mendapat semacam pencerahan ( Workshop Pembelajaran Matematika Kontekstual ) dari seorang nara sumber yang membuat  pikiran saya terbuka, begini ini sebenarnya pembelajaran matematika sesungguhnya.  

Comments (3) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (2) »

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai