Siapa nih yang suka makan ceker alias kakinya ayam? Biasanya ceker menjadi pelengkap mie ayam, dibikin sup atau soto. Kaldu ceker ayam kampung juga diminati karena mengandung kolagen tinggi, yang baik untuk kesehatan.
Akan tetapi, di tangan pemuda bernama Nurman Farieka, ceker tidak dimakan, namun dibuat sepatu. Amazing! Bagaimana cara mengubah kulit yang ada di kaki ayam menjadi alas kaki yang keren dan nyaman? Begini ceritanya, simak yuk.
Ceker yang Jadi Alas Kaki
Syahdan tahun 2015, Nurman sedang galau karena drop out kuliah. Anak muda ini memutar otak untuk mendapatkan uang, sehingga bisa mandiri. Lantas dia punya ide untuk mengolah kulit menjadi sepatu.

Awalnya Nurman memakai bahan kulit yang konvensional seperti sapi dan domba. Pemuda ini juga pernah bereksperimen dengan kulit hiu dan ikan tuna untuk membuat sepatu. Akan tetapi dia mengalami kesulitan karena bahan baku hiu susah didapatkan, dan tidak mau bermasalah dengan hukum (karena takut yang dipakai adalah kulit dari hiu yang dilindungi).
Kemudian Nurman beralih mengolah kulit ceker, setelah dia membaca jurnal milik sang ayah yang pernah kuliah di Politeknik Akademi Teknik Kulit Yogyakarta. Di dalam jurnal itu dijelaskan bahan kulit apa saja yang bisa dijadikan sepatu, tas, dan produk fashion lain. Nurman mantap memilih ceker karena unik dan belum ada pengusaha lain yang mengolahnya jadi bahan sepatu.
Sepatu Kulit Ceker Ayam yang Fashionable
Untuk mengolah kulit ceker ayam jadi sepasang sepatu, Nurman belajar di Cibaduyut, sentra sepatu dan barang-barang berbahan kulit di Kota Kembang. Kalau mau jadi expert harus berguru pada ahlinya, bukan?

Nurman giat bereksperimen dan berguru pada Kang Jaja, yang berpengalaman di bidang sepatu di Cibaduyut. Kemudian dia juga belajar pada Kang Amat, yang merupakan ahli di bidang perkulitan. Setelah setahun menimba ilmu di bidang kulit dan bereksperimen dengan ceker ayam, akhirnya Nurman membuka bisnis sepatu yang diberi nama Hirka.
Perjuangan Membesarkan Bisnis Sepatu
Hirka adalah UMKM yang memiliki 5 pegawai di bidang produksi dan 4 lainnya di bagian pemasaran. Nurman optimis produknya akan diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih mereka yang sadar akan fashion dan mengutamakan barang yang anti mainstream.

Mengapa Nurman fokus membuat sepatu kulit ceker, bukan yang lain? Seperti yang sudah disebut di awal, dia sudah pernah mencoba membuat alas kaki berbahan kulit lembu atau domba. Namun akhirnya mantap dengan bahan ceker ayam karena lebih unik.
Apalagi kulit ceker ayam sering dianggap sebagai limbah. Harga ceker juga sangat murah, hanya 24.000 rupiah per kilogram. Seharusnya kulit ceker tidak dibuang, tapi bisa dimanfaatkan sehingga jadi produk yang menarik dan berdaya jual tinggi. Dengan sepatu Hirka, maka derajat ceker menjadi naik dan diminati banyak orang.

Proses membuat sepatu Hirka seperti ini: Nurman mengumpulkan sisa limbah kulit ceker ayam, kemudian ia pisahkan kulit dari kaki ayam. Lantas ia membersihkan semua kulit ceker ayam, menjemurnya, kemudian mewarnai kulit ceker ayam tersebut. Terakhir diberi volume lalu dijahit dengan sepatu berkualitas tinggi.
Produk sepatu Hirka diikutkan INACRAFT ( Indonesian Craft Exhibition) tahun 2019. Keikutsertaanya dalam acara ini, membuat Hirka Shoes mengalami kenaikan pesanan. Sampai saat ini Hirka masih eksis dan kita bisa melihat berbagai gambar sepatu di akun Instagramnya.
Uniknya, sepatu Hirka lebih menyasar ke pembeli laki-laki. Alasannya adalah mereka tidak terlalu mempermasalahkan kulit ceker yang menjadi bahan utama sepatu. Selain sepatu formal juga ada sepatu casual dengan model yang kekinian.
Meraih SATU Indonesia Awards
Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Nurman mendapatkan SATU Indonesia Awards dari Astra, tahun 2019. Dia mendapatkan penghargaan kategori Individu, bidang Kewirausahaan sebagai Penyulam Sepatu Kulit Ayam dari Jawa Barat. Inovasi yang dilakukan oleh Nurman membuatnya meraih SATU Indonesia Awards dari Astra dan otomatis membuat Hirka lebih dikenal masyarakat luas.
Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards adalah penghargaan dari PT Astra International Tbk. untuk generasi muda, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya. Terdiri dari bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, Yang berhak menerima award ini adalah individu dan kelompok,
Sejak meraih SATU Indonesia Awards, Nurman makin percaya diri dengan bisnis sepatu kulit cekernya. Semoga setelah ini Hirka bisa makin eksis dan makin lekat di hati masyarakat, dan penjualan terus bertambah. Terlebih, tidak ada produsen sepatu lain yang memakai bahan kulit ceker ayam seperti dia.

Saat ini, Nurman memiliki cita-cita untuk membesarkan brand Hirka. Dia ingin agar Hirka lebih memasyarakat, dan bisa setara dengan merek internasional lainnya. Oleh karena itu Nurman melakukan penetrasi pasar dengan promosi di sosial media.
#APA2025-PLM
Sumber tulisan:
































